Claim Missing Document
Check
Articles

ANALISIS POTENSI DAN PENGEMBANGAN AGRIBISNIS SAYURAN DI KABUPATEN KARANGANYAR Ratih Dwi Kartikasari; suswadi; sutarno
JURNAL ILMIAH AGRINECA Vol. 21 No. 1 (2021): JURNAL ILMIAH AGRINECA
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Tunas Pembangunan Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36728/afp.v21i1.1307

Abstract

Karanganyar Regency has a strategic role in economic development in Indonesia, especially in the agricultural sector. This study aims to determine the potential for agribusiness development, especially vegetable commodities in Karanganyar Regency by using the Location Quotient (LQ) method. Mapping with the LQ method will produce commodities that are classified as basic or non-basic commodities that can contribute to the welfare of farmers, especially increasing income. The data used are secondary data about vegetable production in Karanganyar Regency in 2019 and primary data from interviews with farmers. The results showed that there were 6 vegetable commodities cultivated in 17 districts, namely onions, large chilies, potatoes, cabbage, Chinese cabbage, tomatoes, and garlic. The highest LQ value is large chili, while the second to lowest is onions, potatoes, tomatoes, and Chinese cabbage. The white yawl commodity has not become a base commodity because the LQ value is <1 in all districts in Karanganyar Regency.
MODEL SALURAN PEMASARAN BAWANG MERAH (Alliumascalonium L) DI DESA WONODOYO KABUPATEN BOYOLALI Suswadi Suswadi; T. Nurrokhim; K. Prasetyowati
Jurnal Ilmiah Hijau Cendekia Vol 6 No 1 (2021): Jurnal Ilmiah Hijau Cendekia
Publisher : Universitas Islam Kadiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32503/hijau.v6i1.1419

Abstract

Aktivitas Pemasaran merupakan hal yang penting dalam sistem agribisnis mulai dari penyedia sarana produksi pertanian (subsistem input), usahatani (on farm), pemasaran dan pengolahan hasil pertanian serta subsistem penunjang. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis saluran pemasaran, keuntungan tiap lembaga pemasaran, margin pemasaran dan menganalisis efesiensi dari masing-masing pemasaran di Desa Wonodoyo Kecamatan Cepogo Kabupaten Boyolali. Penelitian ini mengunakan metode pengumpulan data mengunakan 2 metode yaitu simple random sampling dan snowball sampling dengan mengambil 30 responden petani Bawang Merah di Dukuh Wonoganggu Desa Wonodoyo Kecamatan Cepogo Kabupaten Boyolali. Data yang digunakan dalam penelitian ini yaitu data primer dan data sekunder. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan wawancara, observasi dan pencatatan. Hasil penelitian ini menunjukan terdapat 2 model saluran pemasaran yaitu salura I: Petani–Pedagang Besar–Pedagang Pengecer–konsumen, dan saluran pemasaran II: Petani–Pengepul–Pedagang Besar–Pedagang Kecil–Konsumen. Total biaya pemasaran pada saluran pemasaran I sebesar Rp 1.968,00 per kg. Total keuntungan pada saluran I sebesar Rp 5.789,00 per kg. Total margin pemasaran pada saluran I sebesar Rp 7.600,00 per kg. Farmer’s share pada saluran pemasaran I sebesar 56,57%. Pada saluran pemasaran II total biaya pemasaran sebesar Rp 1.865,50 per kg. Total keuntungan pada saluran II sebesar Rp 6.634,50. Margin pemasaran pada saluran pemasaran II sebesar Rp 8.500 per kg. Farmer’s share pada saluran pemasaran II sebesar 51,43%. Hasil penelitian saluran pemasaran di Desa Wonodoyo Kecamatan Cepogo Kabupaten Boyolali efisien baik msaluran I maupun II dapat dilihat Farmer’s share lebih dari 50%. Pada saluran I lebih efisien dari pada saluran pemasaran II karena nilai margin pada saluran pemasaran I memiliki margin sebesar Rp. 7.600,00 per kg sedangkan saluran II memiliki margin pemasaran sebesar Rp. 8.500,00 per kg. Selain dilihat dari margin pemasaran, efisiensi pemasaran juga dapat dilihat dari nilai farmer’s share, saluran pemasaran yang memiliki nilai farmer’s share yang paling tinggi yaitu nilai 62,86%, berarti saluran ini merupakan saluran pemasaranBawang Merah yang paling efisien secara ekonomis.
Hubungan Sosial Ekonomi Petani Dengan Penerapan GAP (Good Agricultural Practices) Padi Organik Di Desa Dlingo, Kecamatan Mojosongo, Kabupaten Boyolali Majasto Majasto; Suswadi Suswadi
Jurnal Ilmiah Hijau Cendekia Vol 5 No 1 (2020): Jurnal Ilmiah Hijau Cendekia
Publisher : Universitas Islam Kadiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (322.233 KB) | DOI: 10.32503/hijau.v5i1.667

Abstract

Organic farming is increasingly being applied to several agricultural commodities, one of which is rice as a rice-producing commodity and as a staple crop of most of Indonesia's population. In addition, the benefits of organic rice for the environment do not damage the environment, do not pollute the environment with synthetic chemicals and increase natural environmental productivity, as well as creating a balanced and sustainable ecosystem. The location of this research was conducted in the Pangudi Bogo farmer group in Dlingo Village, Mojosongo District, Boyolali District. The Pango Bogo group has received certification from the organic seloliman certification body (LESOS) and has consistently met the requirements of the SNI SOP GAP guidelines and the Internal Control System Document (ICS). This research uses descriptive analysis to illustrate the application of organic rice farming SOP-GAP. The influence of internal and external factors on the decision, the application of SOP-GAP and the handling of crop yields was tested using spermant rank correlation analysis. Based on the results of this study. SOP-GAP is a way to cultivate organic rice, which is to plant rice without using chemicals as a supplement or to repel pests and weeds. This SOP_GAP covers the types of maintenance, fertilization, irrigation and pest control activities. Maintenance is generally carried out by farmers by following organic farming instructions. Organic products and one of them is organic rice is a product that is currently of concern to consumers, especially consumers with upper middle economic level. This is because organic products are products that do not contain chemicals which have recently been the subject of discussion that chemicals in food ingredients cause various diseases. For those who have a sufficient economic level, then their attention is focused on health which is currently very expensive. That's why they turned to organic food products.
KAJIAN KARAKTERISTIK DAN TINGKAT EFISIENSI USAHATANI PADI ORGANIK Suswadi Suswadi; Sutarno R; D` Kartikasari; Heriyanto Heriyanto
Jurnal Ilmiah Hijau Cendekia Vol 4 No 1 (2019): Jurnal Ilmiah Hijau Cendekia
Publisher : Universitas Islam Kadiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (250.244 KB)

Abstract

Keberlanjutan usahatani padi organik, petani harus mengetahui lebih terutama aspek finansial dalam hal ini investasi yang digunakan apakah menguntungkan dan layak untuk diusahakan. Tetapi kenyataannya hampir semua petani tidak ada yang melakukan analisis usaha terhadap usahataninya, banyak petani tidak mengetahui berapa jumlah biaya yang dikeluarkan selama proses produksi sehingga petani tidak mengetahui tingkat keuntungan yang diperoleh. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui karakteristikpetani, besar biaya, penerimaan dan pendapatan usahatani padi organik dan menganalisis efisiensi usahatani padi organik di Desa Gentungan Kabupaten Karanganyar. Metode analisis data yang digunakan pada penelitian ini adalah metode deskriptif. Metode ini menggambarkan keadaan usahatani yang dilakukan petani responden dengan menghitung pendapatan dan R/C Ratio.Analisis pendapatan usahatani digunakan untuk menghitung nilai kuantitatif suatu usahaberupa pendapatan dan nilai R/C rasio.Berdasarkan hasil penelitian adalah karakteristik petani, umur petani berkisar 41 - 60 tahun sebanyak 66 %,tingkat pendidikan petani yang paling banyak adalah SD yaitu 67 %,Pengalaman bertani berkisar 5- 10 tahun sekitar 93 %,luas kepemilikan lahan 1000 -2000 m2 sebanyak 73 %. Analisis Pendapatan Usahatani Padi Organik diperoleh kesimpulan sebagai berikut :1. Total biaya yang dibutuhkan dalam usahatani padi Organik petani responden di Desa Gentungan adalah sebesar Rp.3.649.969,-. Yang terdiri dari biaya tunai sebesar Rp.2.142.506,- dan biaya yang diperhitungkan sebesar Rp.1.507.463,-. Sedangkan penerimaan Rp.99.900.000,-. Pendapatan atas biaya tunai sebesar Rp.97.757.494,- dan pendapatan bersih (keuntungan) sebesar Rp.96.250.031,-.2. Return Cost Ratio (RCR) adalah 27,3, dari perhitungan penerimaan dibagi dengan total biaya. Artinya bahwa setiap Rp.1,00 biaya yang dikeluarkan maka akan mendapatkan penerimaan sebesar Rp.27,3
STRATEGI PEMASARAN BERAS ORGANIK DI KELOMPOK TANI PANGUDI BOGO DESA DLINGO, KECAMATAN MOJOSONGO, KABUPATEN BOYOLALI R.K. Ramadhani; Suswadi Suswadi; Sutarno Sutarno; Handayani Handayani
Jurnal Ilmiah Hijau Cendekia Vol 4 No 2 (2019): Jurnal Ilmiah Hijau Cendekia
Publisher : Universitas Islam Kadiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (339.673 KB) | DOI: 10.32503/hijau.v4i2.632

Abstract

Pemasaran merupakan ujung tombak dari dunia usaha untuk mengembangkan usaha dan memperoleh keuntungan. Tetapi kenyataannya banyak kelompok atau individu dalam mengembangkan usahanya masih disulitkan dengan beberapa kendala yang menghambat berjalannya sistem pemasaran produk. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi faktor internal dan eksternal apa saja yang dapat menjadi kekuatan, kelemahan, peluang dan ancaman pemasaran beras organik di Kelompok Tani Pangudi Bogo Desa Dlingo, Kecamatan Mojosongo, Kabupaten Boyolali dan untuk merumuskan prioritas strategi pemasaran di Kelompok Tani Pangudi Bogo, Desa Dlingo, Kecamatan Mojosongo, Kabupaten Boyolali. Penelitian ini menggunakan metode studi kasus pada Kelompok Tani Pangudi Bogo, Desa Dlingo, Kecamatan Mojosongo, Kabupaten Boyolali. Responden penelitian adalah Ketua Kelompok Tani Pangudi Bogo, Sekretaris Pangudi Bogo, Bendahara Kelompok Tani Pangudi Bogo, Seksi lumbung Kelompok Tani Pangudi Bogo, Seksi Pertanian Kelompok Tani Pangudi Bogo. Metode analisis data yang digunakan adalah analisis deskriptif kualitatif menggunakan matrik IFE, matrik EFE, matrik IE, matrik SWOT, dan matrik QSPM. Berdasarkan hasil penelitian analisis matrik IFE total score tertimbang adalah 3,250, hasil analisis matrik EFE total score tertimbang adalah 2,871, setelah diketahui hasil matrik IFE-EFE dapat diketahui posisi pemasaran dengan analisis matrik IE dengan hasil berada pada kuadran IV artinya pada kuadran tersebut kelompok tani Pangudi Bogo dalam pemasaran beras organik perlu strategi tumbuh dan membangun (Build and Growh) dari hasil analisis QSPM menunjukkan prioritas strategi yang dapat di terapkan adalah memperbaiki kualitas SDM dengan pelatihan pemasaran atau pemanfaatan teknologi komunikasi (social media) untuk pemasaran yang mengikutsertakan pemuda.
ANALISIS PEMASARAN BERAS ORGANIK BERSERTIFIKAT DAN NON ORGANIK DI DESA DLINGO KECAMATAN MOJOSONGO KABUPATEN BOYOLALI Sutarno dan Suswadi
PROSIDING SEMINAR NASIONAL 2018: PROSIDING SEMINAR NASIONAL
Publisher : PROSIDING SEMINAR NASIONAL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kesadaran masyarakat akan bahaya terhadap kesehatan dan lingkungan menyebabkan terjadinya peralihan budidaya pertanian ke sistem organik. Pertanian organik sebagai bagian dari upaya terbaru untuk mendorong sistem pertanian yang baik secara sosial dan ekologis berkelanjutan. Pemasaran merupakan hal yang penting dalam menjalin keberlanjutan usaha pertanian orgaganik karena pemasaran merupakan tindakan ekonomi yang berpengaruh terhadap tinggi rendahnya pendapatan petani. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui saluran pemasaran beras, besarnya margin pemasaran yang diperoleh setiap lembaga pemasaran pada masing-masing saluran pemasaran beras organik dan non organik, besarnya bagian harga yang diterima oleh petani pada masing-masing saluran pemasaran beras, dan mengetahui efisiensi pemasaran beras di desa Dlingo, kecamatan Mojosongo, kabupaten Boyolali. Mengambil sebanyak 30 responden petani organik dan 30 petani non organik dengan menggunakan metode sampel acak sederhana (Simple RandomSampling Method). Selain itu untuk menentukan responden pedagang di gunakan metode penjajakan responden (Tracing Sampling Method). Berdasarkan hasil penelitian adalah sebagai berikut: margin pada setiap pelaku disaluran pemasaran beras organik adalah ditingkat kelompok tani 38,74%; ditingkat pedagang besar 38, 74% dan ditingkat pasar modern 22,52%. Sedangkan margin pada tiap pelaku di saluran pemasaran beras non-organik adalah di pengepul desa 72,86%; ditingkat pedagang besar 15,71% dan ditingkat pengecer 11,43%. Keuntungan yang diterima oleh setiap pelaku pada saluran pemasaran beras organik adalah petani menikmati keuntungan 16%; kelompok tani 39,4%; pedagang besar 4,1% dan pasar modern 40,2 %. Pada saluran pemasaran beras non-organik petani menikmati keuntungan 7,4%; pengepul desa 70,4%; pedagang besar 9,8 % dan pengecer 12,4%. Tingkat efisiensi pada saluran pemasaran beras organik 26,04% sedangkan tingkat efisiensi pada saluran pemasaran beras non-organik 36,36% artinya pada kedua saluran pemasaran tersebut belum efisien.Kata Kunci : Saluran pemasaran, margin, keuntungan, efisiensi
ANALISA KARAKTERISTIK DAN TINGKAT EFISIENSI PADA PENGEMBANGAN USAHA TANI PADI ORGANIK (Oryza Sativa, L.) DI KABUPATEN BOYOLALI Suswadi Suswadi
PROSIDING SEMINAR NASIONAL 2018: PROSIDING SEMINAR NASIONAL
Publisher : PROSIDING SEMINAR NASIONAL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Beberapa faktor yang berhubungan dengan tingkat pendapatan diantaranya adalah karakteristik sosial ekonomi petani sendiri. Usaha tani padi organik merupakan salah satu komoditi yang mempunyai prospek cerah guna menambah pendapatan para petani. Bahaya yang ditimbulkan dari sistem pertanian pertanian modern terhadap kesehatan dan lingkungan menyebabkan permintaan masyarakat terhadap produk organik meningkat. Pertanian organik bersertifikat merupakan produk yang mempunyai daya saing dan peluang untuk komudite ekspor. Tujuan penelitian ini adalah untuk (1) Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menganalisis karakteristik petani, (2) Menganalisis jumlah total biaya dan penerimaan serta pendapatan padi organik, (3) menganalisis tingkat efisiensi dan BEP(Break Even Point) usaha tani padi organik bersertifikat. Metode penetuan sampel yang digunakan pada penelitian adalah simple random sampling dengan jumlah sampel 30 petani. Analisis yang digunakan dengan menggunakan: (1) analisis Rataan Skor untuk karakteristik petani (2) metode analisis biaya dan penerimaan serta pendapatan usaha tani, dan (3) Analisa efisiensi usaha tani menggunakan metode analisis R/C (Return Cost Ratio). Lokasi penelitian ditentukan secara purposive yaitu desa Dlingo Kecamatan Mojosongo Kabupaten Boyolali. Hasil penelitian menyimpulkan bahwa adalah: (1) Karakteristik petani organik adalah Kaum laki-laki lebih lebih berperan dibanding kaum perempuan, usia pelaku usaha pertanian organik diatas 50 tahun, Sebagian besar petani di desa Dlingo sudah bertempat tinggal lebih dari 30 tahun, mata pencaharian utama petani adalah sektor pertanian. (2) Berdasarkan total keseluruhan rata-rata biaya untuk pertanian organik dari kelompok yang bersertifikat rata-rata Rp.20.495.000,- Rata-rata penerimaan Rp. 35.000.000,-. Pendapatan tiap musim tanam adalah Rp. 14.505.000,-. Kelompok tani yang bersertifikat organik memperoleh nilai R/C ratio 1,7 berarti menujukkan bahwa R/C >1, maka usahatani dengan sistem organik bersertifikat efisien. Usahatani padi dengan sistem organik bersertifikat menguntungkan karena Nilai BEP volume produksi 2,927< produksi petani, sedangkan nilai BEP harga produksi 4,099 < harga jual ditingkat petani.Kata kunci: Karakteristik, Pertanian organik, pendapatan, efisiensi
PELATIHAN BUDIDAYA IKAN DALAM EMBER DI DESA JATEN, KECAMATAN JATEN, KABUPATEN KARANGANYAR Agung Prasetyo; Suswadi Suswadi; Mahananto Mahananto; Nobertus Citra Irawan; Aprilia Yuanita Anwaristi; Jalu Ariowibowo; Agustina Tri Suryaningsih; David Bagas Riyanto
GANESHA: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 2 No. 2 (2022): Juli 2022
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Tunas Pembangunan Surakarta (UTP)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36728/ganesha.v2i2.1974

Abstract

Kegiatan pelatihan yang dilakukan di Desa Jaten bertujuan untuk menumbuhkan kesadaran pentingnya pangan sehat untuk keluarga dan alternatif wirausaha saat menghadapi pandemi. Metode yang dipakai guna mencapai tujuan yang dimaksud adalah penyuluhan, pelatihan budidaya ikan dalam ember kombinasi dengan akuaponik kangkung. Hasil menunjukan bahwa pelatihan budidaya ikan dalam ember mampu meningkatkan pengetahuan mitra akan budidaya ikan dalam ember dan akuaponik sayur kangkung. Mitra dapat langsung mempraktekan Budikdamber dan Aquaponik, pengelolaan budidaya hingga manajemen usaha Budikdamber dan Aquapoik. Besar harapan penulis bahwa dengan memperkenalkan budidaya ikan dalam ember ke ibu-ibu PKK diharapkan mampu meningkatkan ketahanan pangan keluarga melalui pengan hasil produksi sendiri.
PEMBERDAYAAN PETANI MELALUI PENERAPAN GOOD HANDLING PRACTICES (GHP) PADA BERAS ORGANIK Suswadi Suswadi; Agung Prasetyo; Haryuni Haryuni; Achmad Fatchul Aziez; Dwi Susilo Utami; R. Soelistijono; Sapto Priyadi
GANESHA: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 2 No. 2 (2022): Juli 2022
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Tunas Pembangunan Surakarta (UTP)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36728/ganesha.v2i2.2006

Abstract

Kelompok Tani Mulyo I, dalam mengembangkan pertanian organik telah menerapkan Good Agriculture Practices (GAP-organik) pedoman tentang cara budidaya tanaman organik yang baik dan sesuai dengan ketentuan Standar Nasional Indonesia (SNI) Tahun 2016. Tetapi kulitas beras masih rendah, karena kelompok tani belum menerapkan Good Handling Practices (GHP-organik) secara baik. Pengelolaan pascapanen masih dilakukan dengan alat dan tempat yang sangat sederhana. Kondisi ini mempengaruhi tingkat efisiensi bisnis dan kualitas beras rendah sehingga mempengaruhi volume penjualan beras yang rendah. Oleh sebab itu untuk meningkatkan kualitas beras bahwa proses pengelolaan pascapanen pada pengabdian masyarakat telah dilakukan pelatihan dalam penanganan pascapanen beras organik sesuai dengan pedoman GHP-Organik yang ditetapkan Badan Standar Nasional (BSN). Dari Hasil pengabdian ini diperoleh kesimpulan sebagai berikut: (1) Petani mampu membuat perncanaan yang didasarkan pada permasalahan tentang penanganan pasca panen beras organik di kelompok tani Tani Mulyo I. (2) Petani mampu membuat lantai penjemuran sesuai standar GHP dan mampu melakukan penjemuran secara baik, (3) Petani mampu mengoperasikan mesin penggilingan secara baik. (4) Petani mampu melakukan grading dan sorting beras organic secara baik, (5) Petani mampu mengoperasikan alat timbangan digital secara baik.
Analisa Karakteristik dan Partisipasi Petani pada Pengembangan Usaha Tani Padi Organik (Oryza Sativa, L.) di Kabupaten Boyolali S Sutarno; S Suswadi
Prosiding University Research Colloquium Proceeding of The 7th University Research Colloquium 2018: Bidang Teknik dan Rekayasa
Publisher : Konsorsium Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Perguruan Tinggi Muhammadiyah 'Aisyiyah (PTMA) Koordinator Wilayah Jawa Tengah - DIY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1641.369 KB)

Abstract

Partisipasi petani dalam mengikuti kegiatan di kelompoktanidipengaruhi oleh banyak faktor. Beberapa faktor yang berhubungandengan tingkat partisipasi diantaranya adalah faktorfaktor yangberasal dari masyarakat itu sendiri, antara lain dari karakteristiksosial ekonomi petani sendiri. Ada banyak faktor terkait yang berkenaandengan karakteristik petani yang memungkinkan mereka lebihmaju dalam meningkatkan jumlah dan kualitas produknya usahataninya.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menganalisis karakteristikpetani dan tingkat partisipasi petani dalam praktek pertanianorganik pada tanaman padi sawah. Penelitian ini bersifat penelitiankuantitatif dengan teknik pengumpulan data menggunakan kuesioner. .Pemilihan sampel dilakukan secara acak sederhana (simple randomsampling) sebanyak 30 responden.Metode analisis pada penelitian iniadalah Analisis Rataan Skor untuk melihat karakteristik petani danAnalisis skala likert untuk melihat tingkat partisipasi petani.LokasiPenelitian di Dlingo Kecmatan Mojosongo Kabupaten Boyolali.Hasilidentifikasi karakteristik petani, adalah: (1) Kaum laki-laki lebih lebihberperan dibanding kaum perempuan, (2) usia pelaku usaha pertanianorganik diatas 50 tahun. (3) Sebagian besar petani di desa Dlingosudah bertempat tinggal lebih dari 30 tahun, (4) mata pencaharianutama petani adalah sektor pertanian, (5) sebagian besar pendapatanpetani organik bersertifikat di Desa Dlingo masih diatas Rp.3.500.000,- (6) kepemilikan lahan, bahwa lahan pertanian organiksebagian besar adalah milik sendiri. Hasil analisa partsipasi menunjukkanbahwa partisipasi masyarakat petani yang ditemukan dikelompok tani Pangudi Boga Desa Dlingo Kecamatan TerasKabupaten Boyolali pada perencanaan, pelaksanaan, implementasidan evaluasi pada program pertanian organik sebagian besarpartisipasi petani tinggi.
Co-Authors Aan Budi Santoso Abdul jalil Achmad Fatchul Aziez AF Aziez AF Aziez Agung Prasetyo Agung Prasetyo Agung Prasetyo Agung Prasetyo Agung Riyanto Agus Budiyono Agustina Tri Suryaningsih Akrom, Akrom Andi Walela Annida Fidiena Aprilia Yuanita Anwaristi Arbianti ARDIANSYAH ARDIANSYAH Arganata Yuda Prastya Yuana Aryani, Alina Dian ATIK NUR FARIDA Damayanti, Adhisty Puri Daryanti David Bagas Riyanto Dewi Gesang Nurlarasati Dewi Wulan Sari Diego Hermacho Dwanita Widodo, Zandra DWI SURYANTO Dwi Susilo Utami Dwi Wahyuni D` Kartikasari Eka Aprilliyanti Elviandri, Elviandri Endang Suprapti Erni Widarti Faustina Yuniastuti Faustina Yuniastuti Fidiena, Annida Handayani Handayani HARTOYO, EKO Haryuni Heriyanto Heriyanto Heriyanto Heriyanto Holyness Nurdin Singadimedja Ismail Aji Eko Cahyono Jalu Ariowibowo Jayawarsa, A.A. Ketut K Prasetyowati K. Prasetyowati K. Prasetyowati KHARISMA A.E.S KUSRIANI PRASETYAWATI Kusriani Prasetyowati Kusriani Prasetyowati Kusriani Prasetyowati Kusriani Prasetyowati Kusriani Prasetyowati KUSRIANI PRASETYOWQATI Latif Mahmudi, Wildana Lutfi Septi Mardiyanti M.Th Handayani M.Th. Handayani Mahananto Majasto Majasto Majasto Moh. Erkamim MTH HANDAYANI Muhammad Nurcholis Alhadi Muhammad Zidni Subarkah Mustaqim Mutiarra Ridyo Arum Nadian Nur Aulia Nadian Nur Aulia Ninda Beny Asfuri Norbertus Citra Irawan Nur Fauzi Permatasari, Dewi Rahmawati Intan Pratiwi Rahayuningsih R Soelistijono R.K. Ramadhani Rahmat Catur Haryadi Rahmat Catur Haryadi Raniasari Bimanti Esthi Ratih Dwi Kartikasari Ratih Dwi Kartikasari Riza, Wahyu Friyonanda ROHMAWAN HENDRIASTO S Sutarno S. SUTARNO Sahrifudin, Muhammad Angga Samuel Randamuluk Sapto Priyadi Sari, Y.E. Sekarani, Fadhilla Setie Harieni Shuwaifi, Ahmad Supartini Supartini Susilaningtyas Budiana Kurniawati sutarno Sutarno Sutarno R Sutarno Sutarno Sutarno Sutarno Suyanti T. Nurrokhim Tamalia Azzahra Wahyuningtyas Tanjung Kusumaningrum Teguh Supriyadi Teguh Supriyadi Tyas Soemarah K.D Tyas SOEMARAH KURNIA DEWI Tyas Soemarah Kurnia Dewi Utami, Rosita Tri Vynysha Maretha Enjellhyna Slamet Riyadi Warsina, W. Wiwik Handayani Wiyono Yulianingrum, Aullia Vivi Yuniastuti, Faustina Zahrul Yunus