Claim Missing Document
Check
Articles

PENGARUH PENERAPAN MODEL TEAM ASSISTED INDIVIDUALIZATION (TAI) DAN ADVERSITY QUOTIENT TERHADAP KEMAMPUAN BERPIKIR KREATIF PESERTA DIDK PADA MATERI LARUTAN PENYANGGA Nurul Amini; Syamsurizal Syamsurizal; Wilda Syahri
Jurnal Zarah Vol. 11 No. 1 (2023): April, 2023
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Maritim Raja Ali Haji

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31629/zarah.v11i1.4890

Abstract

Pendidikan sangat ditunjang dengan kemampuan berpikir kreatif. Matematikawan yang berjuang dengan menggunakan pemikiran yang kreatif akan lebih mudah menyerah sehingga membutuhkan keterampilan lain untuk mengubah kesulitan yang dihadapi menjadi peluang untuk menjadi diri sendiri dan bertahan. Tujuan penelitian ini adalah untuk melihat pengaruh model individualisasi berbantuan tim dan Adversity Quotient terhadap berpikir kreatif peserta didik pada materi larutan penyangga. Sampel yang digunakan terdiri dari dua kelas di SMAN 13 Kerinci. Alat yang digunakan untuk pengumpulan data yaitu lembar observasi, angket Adversity Quotient, dan tes essai. Analisis data yang digunakan yaitu ANOVA dua arah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembelajaran menggunakan model model individualisasi berbantuan tim dan Adversity Quotient berpengaruh terhadap kemampuan berpikir kreatif peserta didik dengan rata-rata dari pertemuan 1,2 dan 3 sebesar 54,50. Kemudian terdapat interaksi antara model Team Assisted Individualization dan Adversity Quotient terhadap kemampuan berpikir kreatif peserta didik dilihat dari nilai signifikansi sebesar 0,01<0,05.
Pengembangan Multimedia Interaktif Berbantuan Adobe Animate Berorientasi Kemampuan Berpikir Kritis Pada Materi Asam Basa Juprizal Juprizal; Yusnidar Yusnidar; Febbry Romundza; Wilda Syahri; Isra Miharti
JURNAL PENDIDIKAN MIPA Vol. 16 No. 1 (2026): JURNAL PENDIDIKAN MIPA
Publisher : Pusat Publikasi Ilmiah, STKIP Taman Siswa Bima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37630/jpm.v16i1.4107

Abstract

Materi asam basa dalam pembelajaran kimia sering dipersepsikan sulit oleh peserta didik karena bersifat abstrak, melibatkan konsep teoretis, simbol, serta perhitungan yang memerlukan pemahaman mendalam. Berdasarkan hasil wawancara dan analisis kebutuhan di SMA Negeri 13 Kota Jambi, ditemukan bahwa peserta didik mengalami kesulitan dalam menyimpulkan teori asam basa, menentukan nilai pH dan pOH, serta mengaitkan konsep tersebut dengan kehidupan sehari-hari. Media pembelajaran yang digunakan masih terbatas pada PowerPoint dan video dokumenter sehingga belum optimal dalam melatih kemampuan berpikir kritis. Kondisi ini menunjukkan perlunya pengembangan media pembelajaran yang inovatif dan interaktif.Penelitian ini bertujuan mengembangkan multimedia interaktif berbantuan Adobe Animate berorientasi pada kemampuan berpikir kritis serta mengetahui tingkat kelayakan produk yang dihasilkan. Penelitian ini menggunakan metode Research and Development (R&D) dengan model Lee & Owens yang meliputi tahap analisis, perancangan, pengembangan, implementasi, dan evaluasi. Data dikumpulkan melalui wawancara, angket validasi ahli materi dan media, angket penilaian guru, serta respon peserta didik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa produk memperoleh kategori sangat layak dari ahli materi (89%), ahli media (87%), guru (90%), dan peserta didik (91%), sehingga efektif mendukung pemahaman konsep asam basa.
Pengembangan e-Modul Materi Kimia Hijau Berbasis Problem Based Learning (PBL) Berbantuan Heyzine Flipbook Berorientasi Kemampuan Berpikir Kritis Putri Roudhoh; Wilda Syahri; Afrida Afrida; Muhammad Haris Effendi Hasibuan; Febbry Romundza
JURNAL PENDIDIKAN MIPA Vol. 16 No. 2 (2026): JURNAL PENDIDIKAN MIPA
Publisher : Pusat Publikasi Ilmiah, STKIP Taman Siswa Bima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37630/jpm.v16i2.4141

Abstract

Pembelajaran kimia dalam kursus mandiri menekankan pentingnya keterampilan berpikir kritis, bertujuan untuk membantu siswa memahami konsep secara mendalam dan menghubungkannya dengan masalah dunia nyata. Namun, pengamatan menunjukkan bahwa pemahaman siswa tentang kimia hijau masih kurang memadai, dan media pembelajaran yang ada tidak dapat mendukung pengembangan keterampilan ini secara memadai. Studi ini bertujuan untuk merancang modul elektronik kimia hijau berdasarkan pembelajaran berbasis masalah (PBL) dan buku flip Heyzine, serta mengevaluasi kelayakan, kepraktisan, dan umpan balik siswa. Studi ini menggunakan model penelitian dan pengembangan Lee & Owens, yang mencakup lima fase: analisis, desain, pengembangan, implementasi, dan evaluasi. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara dan kuesioner dengan pakar bidang studi, pakar media, guru, dan siswa. Modul elektronik tersebut menerima peringkat yang sangat tinggi dari pakar bidang studi (4,75 poin, 94%) dan pakar media (4,36 poin, 87,1%). Para guru menilai kepraktisan e-modul ini setinggi 97%, dan umpan balik siswa juga sangat positif, dengan 97% dinilai untuk bimbingan individu dan 98% untuk bimbingan kelompok. Berdasarkan hasil ini, kami merekomendasikan penggunaan e-modul pembelajaran berbasis proyek (PBL) yang didukung oleh Heyzine Flipbook sebagai media pembelajaran yang efektif untuk mendukung pengembangan keterampilan berpikir kritis siswa.
Pengembangan e-Modul Interaktif Berbasis Problem Based Learning (PBL) Berbantuan Augmented Reality (Ar) Berorientasi Minat Belajar Murid Materi Ikatan Kimia Risma Junita Amriani; Rayandra Asyhar; Muhammad Haris Effendi Hasibuan; Wilda Syahri; Isra Miharti
JURNAL PENDIDIKAN MIPA Vol. 16 No. 2 (2026): JURNAL PENDIDIKAN MIPA
Publisher : Pusat Publikasi Ilmiah, STKIP Taman Siswa Bima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37630/jpm.v16i2.4169

Abstract

Penelitian ini dimaksudkan agar dapat mengembangkan materi e-modul interaktif pembelajaran berbasis masalah (PBL) dan augmented reality (AR) untuk meningkatkan minat siswa terhadap ikatan kimia. Latar belakang penelitian ini adalah rendahnya minat siswa dan kesulitan memahami konsep abstrak ikatan kimia, serta penggunaan media pembelajaran non-interaktif. Metodologi penelitian dan pengembangan (R&D) yang digunakan mengacu pada model pengembangan Lee & Owens, yakni tahapan analisis, desain, pengembangan, implementasi, dan evaluasi. Studi percontohan terbatas dilakukan menggunakan instruksi individual dan eksperimen kelompok kecil dengan siswa kelas XI di SMA Negeri 8 Kota Jambi. Instrumen survei yang dipakai meliputi wawancara, kuesioner penilaian kebutuhan, lembar validasi oleh ahli ilmu material dan media, lembar evaluasi guru, dan kuesioner siswa. Hasil memperlihatkan bahwa e-modul yang dikembangkan memenuhi kriteria berdasarkan validasi ahli dan evaluasi guru. Respons siswa terhadap produk yang dikembangkan sangat positif. Integrasi sintaks PBL dan representasi visual 3D menggunakan AR memungkinkan siswa untuk memahami konsep secara lebih realistis, meningkatkan perhatian, keterlibatan, relevansi, dan kenikmatan dalam proses pembelajaran.
Pengembangan Multimedia Interaktif Berbantuan Google Sites Pada Materi Sistem Periodik Unsur Tria Ismiani; Yusnidar Yusnidar; Firdiawan Ekaputra; Wilda Syahri; Kriswantoro Kriswantoro
JURNAL PENDIDIKAN MIPA Vol. 16 No. 2 (2026): JURNAL PENDIDIKAN MIPA
Publisher : Pusat Publikasi Ilmiah, STKIP Taman Siswa Bima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37630/jpm.v16i2.4216

Abstract

Peserta didik sering merasa materi sistem periodik unsur menantang karena memuat konsep yang abstrak. Hasil wawancara dan analisis kebutuhan di SMA Negeri 10 Kota Jambi mengungkapkan kesulitan memahami hubungan konfigurasi elektron dengan posisi unsur serta sifat-sifat keperiodikan. Media pembelajaran yang digunakan masih bersifat satu arah sehingga kurang optimal meningkatkan partisipasi dan minat belajar. Kondisi tersebut menunjukkan perlunya pengembangan media ajar yang lebih variatif dan interaktif. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui proses pengembangan, tingkat kelayakan, serta respon peserta didik terhadap multimedia interaktif berbantuan google sites. Metode yang diterapkan yaitu Research & Development dengan model Leee & Owens yang mencangkup analysis, design, development, implementation dan evaluation. Data dikumpulkan melalui wawancara, kuesioner validasi ahli materi dan media, kuesioner penilaian guru, dan tanggapan peserta didik. Penelitian ini mengindikasikan bahwa multimedia interaktif yang dihasilkan menunjukkan keriteria sangat layak berdasarkan validasi ahli materi dengan persentase 88%, ahli media 90,1%, penilaian guru 84%, tanggapan peserta didik 91%. Dengan demikian, hasil tersebut mengindikasikan bahwa multimedia tidak hanya memenuhi keriteria kelayakan sebagai sarana pembelajaran, tetapi dapat menarik minat dan meningkatkan motivasi belajar. Selain itu multimedia interaktif ini memiliki keunggulan dalam penyajian materi yang lebih variatif, mendorong keterlibatan aktif peserta didik, serta membantu memvisualisasikan konsep abstrak, sehingga lebih mudah dipahami.
Pengembangan Chemistry E-Magazine Berbasis Chemo-Edutainment Pada Materi Kimia Hijau di SMA Negeri 02 Kota Jambi Nabila Az Zahra; Wilda Syahri; Isra Miharti
JURNAL PERSPEKTIF PENDIDIKAN Vol 19 No 2 (2025): Jurnal Perspektif Pendidikan
Publisher : LP4MK STKIP PGRI Lubuklinggau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31540/jpp.v19i2.3976

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan chemistry e-magazine berbasis chemo-edutainment yang layak serta untuk mengetahui penilaian guru dan respon peserta didik terhadap pengembangan chemistry e-magazine berbasis chemo-edutainment pada materi kimia hijau di SMA Negeri 02 Kota Jambi. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah Research and Development (R&D) dengan model pengembangan ADDIE yang terdiri dari lima tahap, yakni Analysis (Analisis). Design (Desain), Development (Pengembangan), Implementation (Implementasi), dan Evaluation (Evaluasi). Hasil validasi pada penelitian ini menunjukkan bahwa Chemistry e-magazine yang dikembangkan layak digunakan dalam proses pembelajaran. Validasi ahli materi memperoleh skor 65 dengan rata-rata 4,3 dalam kategori Sangat Layak, dan validasi ahli media memperoleh skor 72 dengan rata-rata 4,5 dalam kategori Sangat Layak. Hasil penilaian guru menunjukkan bahwa chemistry e-magazine yang dikembangkan memperoleh skor 67 dengan rata-rata 4,46 dalam kategori Sangat Layak, dan hasil respon peserta didik memperoleh hasil skor 465 dengan persentase 93% yang termasuk kategori Sangat Baik. Secara keseluruhan, dari hasil validasi ahli materi, validasi ahli media, hasil penilaian guru dan hasil respon dari peserta didik dapat membuktikan bahwa chemistry e-magazine berbasis chemo-edutainment sangat layak digunakan sebagai media pembelajaran dalam membantu guru dalam mengajar dan dapat memudahkan peserta didik dalam memahami materi kimia melalui media pembelajaran chemistry e-magazine.
Functional Food Development: Cassia fistula Stem Bark Ethanol Extract as a Potential Antioxidant and Anticancer Agent Muhaimin, Muhaimin; Chaerunisaa, Anis Yohana; Lestari, Uce; Hirzan, Rifanza; Syahri, Wilda
Indonesian Food Science and Technology Journal Vol. 9 No. 2 (2026): Volume 9 Number 2, July 2026 |IFSTJ|
Publisher : Department of Technology of Agricultural product (THP) Jambi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22437/ifstj.v9i2.53230

Abstract

This study investigates the pharmacological potential of Cassia fistula (Tilai), a plant traditionally used by Indonesian tribes as both medicine and food. The ethnobotanical significance of this species has inspired scientific exploration of its bioactive compounds. The ethanol extract of Cassia fistula stem bark demonstrated strong antioxidant activity, with an IC50 of 7.512 μg/mL, comparable to Vitamin C's IC50 of 4.716 μg/mL, indicating effective free radical scavenging. Additionally, the extract exhibited notable cytotoxicity against MCF-7 breast cancer cells, with an IC50 of 51.26 μg/mL. UHPLC-HRMS analysis revealed nine bioactive compounds, mainly flavonoids, phenolics, and quinones, which may contribute to its biological activities. These findings support the hypothesis that Cassia fistula stem bark contains potent antioxidant and anticancer constituents, highlighting its potential as a natural source for developing therapeutic agents. This research provides valuable insights into the phytochemical profile of Cassia fistula and its cytotoxic effects, encouraging further studies to explore its mechanisms and applications in cancer treatment.
Pengembangan Media Pembelajaran Berbasis Aplikasi Tiktok pada Materi Larutan Penyangga dengan Menggunakan Model PBL (Problem Based Learning) Untuk Meningkatkan Motivasi Belajar Siswa SMA Adinda Salsabila; Harizon Harizon; Wilda Syahri; Firdiawan Ekaputra; Isra Miharti
Syntax Idea Vol. 8 No. 1 (2026): Syntax Idea
Publisher : Ridwan Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46799/syntaxidea.v8i1.14424

Abstract

The social media platform that is currently popular among teenagers is TikTok.This application allows users to upload short videos with various themes including education. Students' motivation to learn can increase through the use of video learning media, especially on the TikTok platform which is popular and attractive to today's digital generation. This study aims to find out the process of developing TikTok-based learning media using the Problem Based Learning (PBL) model on buffer solution materials to determine the feasibility of media developed based on material experts, media experts, practitioners as well as student responses and the impact on student motivation. The development of TikTok application-based learning media uses the Problem Based Learning (PBL) model using the 4D development model (Define, Design, Develop, and Disseminate). The research instruments used are in the form of interview guidesheets, questionnaires, documentation. The data analysis techniques used are qualitative data analysis and quantitative data analysis. The results of this study show that the use of learning media has a positive impact on students' learning motivation with a questionnaire score of 88% (very good category). From the feasibility aspect, the media was declared very valid based on the assessment of material experts and media experts with a percentage of 100%, as well as the validation of instructional design with an average score of 4.00. The results of the practicality test showed a student response of 89.0% (excellent category), which confirms that this learning media is practical, easily accessible, and in accordance with the characteristics of high school students as the digital generation. Based on the development process and research results, it is concluded that the development of TikTok application-based learning media using the Problem Based Learning (PBL) model on the buffer solution material is feasible to be used theoretically and practically as one of the teaching materials on the buffer line and has the potential to increase student learning motivation based on expert opinions and teacher assessments.
Analisis Kebutuhan Pengembangan Media Pembelajaran Interaktif Berbantuan Genially Pada Materi Sistem Koloid Terintegrasi Etnosains untuk Menumbuhkan Kemampuan Berpikir Kritis Viga Aprilia Putri; Yusnaidar Yusnaidar; Firdiawan Ekaputra; Wilda Syahri; Epinur Epinur; Desy Marlina
Entalpi Pendidikan Kimia Vol 7 No 1 (2026)
Publisher : Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/epk.v7i1.606

Abstract

The colloidal system is a high school chemistry topic that examines the characteristics of fine particles within a dispersing medium. This material is often considered difficult by students due to its abstract nature, requiring a deep understanding of the types and properties of colloids and their daily applications. This condition indicates a need for innovation in learning media capable of connecting scientific concepts with contexts that are easier for students to understand. Through an ethnoscience approach that integrates local knowledge, students are encouraged to understand the material contextually and in relevance to local culture. This study aims to analyze the need for developing Genially-assisted interactive learning media on colloidal systems integrated with ethnoscience, focusing on fostering critical thinking skills. The research method used is descriptive qualitative, with data collection techniques consisting of questionnaires and interviews with students and chemistry teachers at SMA Negeri 17 Muaro Jambi. Data were analyzed descriptively. The results of the needs analysis show that 60.7% of students experience difficulty understanding colloidal material and 89.3% of students require media with a combination of text, images, video, and animation. Furthermore, both students and teachers strongly agree with the development of Genially-assisted interactive learning media that can be used at school or at home to support learning processes that foster critical thinking skills.
Supporting Sustainable Development Goal 4 Through Scientific Argumentation: A Mixed-Methods Study of High School Students' Argumentation Skills on Acid–Base Concepts Shella Befi Wahyuning; Muhammad Haris Effendi; Wilda Syahri; Kriswantoro
Jurnal Penelitian Pendidikan IPA Vol 12 No 7 (2026)
Publisher : Postgraduate, University of Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jppipa.v12i7.16032

Abstract

Scientific argumentation is an essential competency in 21st-century science education because it enables students to construct claims supported by evidence and scientific reasoning. This study aimed to analyze the scientific argumentation skills of senior high school students on acid–base concepts and identify the factors influencing these skills. A mixed-methods approach with a sequential explanatory design was employed involving 216 Grade XI students from SMA Negeri 1 and SMA Negeri 5 Jambi City, Indonesia. Quantitative data were collected using an essay test based on Toulmin's Argumentation Pattern (TAP), while qualitative data were obtained through classroom observations, questionnaires, and interviews with teachers and students. Quantitative data were analyzed using descriptive statistics, one-way ANOVA, and Tukey HSD tests, whereas qualitative data were analyzed using the Miles and Huberman interactive model. The findings revealed significant differences in students' argumentation skills among the six classes (F = 21.63, p < 0.001). Students from SMA Negeri 1 generally demonstrated higher levels of argumentation, predominantly at Levels 4 and 5 of the Toulmin framework, whereas students from SMA Negeri 5 were distributed across Levels 1 to 5, indicating greater variation in argumentation quality. The qualitative findings showed that conceptual understanding, active participation in classroom discussions, critical thinking skills, and a learning environment that encourages scientific dialogue were the primary factors influencing students' argumentation skills. These findings highlight the importance of integrating learning activities that explicitly foster claim–evidence–reasoning construction to strengthen students' scientific argumentation and support quality science education.