Claim Missing Document
Check
Articles

ORNAMEN BERBASIS LINGKUNGAN PADA GERABAH BANYUMULEK LOMBOK Dewi, Nurul Kemala; Haryanto, Eko; Syakir, Syakir; Na’am, Muh. Fakhrihun
Proceeding Seminar Nasional IPA 2025
Publisher : LPPM UNNES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perkembangan gerabah pada saat ini lebih banyak ditujukan sebagai benda pajangan atau cenderamata. Beragam kreasi dihasilkan, dan satu hal menarik adalah dimanfaatkannya bahan- bahan alam sebagai ornamen atau hiasan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penggunaan ornamen berbasis lingkungan pada gerabah Banyumulek Lombok. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kualitatif. Pengumpulan data dilakukan dengan observasi dan dokumentasi. Teknik pengambilan sampel menggunakan purposif sampling yaitu gerabah berornamen ramah lingkungan sebanyak lima buah, yaitu ornamen teknik relief, teknik toreh, teknik anyaman, teknik lubang dan teknik mosaik cangkang telur. Ornamen berbasis lingkungan perlu dikembangkan dan dikreasikan lebih lanjut pada gerabah Banyumulek Lombok.
Creative Process of Children's Drawing in the Padhang Njingglang Learning Community with the Happy Memory Activation Method Sidyawati, Lisa; Hartono, Hartono; Syakir, Syakir; Prasetyo, Anang
Gorga : Jurnal Seni Rupa Vol. 13 No. 2 (2024): Gorga : Jurnal Seni Rupa
Publisher : Fakultas Bahasa dan Seni Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Education is the leading force in human life, according to Kant's statement that humans can only become human through education. Humanistic education empowers individuals by fostering intellectual, emotional, and spiritual development. Art education, particularly within this community, serves as a tool to balance these aspects, promoting harmonious personality development. The Padhang Njingglang Community, founded by Anang Prasetyo in Tulungagung in 2008, targets children who are often overly reliant on digital technology and exhibit behavioral issues such as a lack of politeness and reduced engagement in traditional play. The role of the Padhang Njingglang Community is essential in addressing behavioral challenges among Generation Alpha children through humanistic art education. The community employs the "Happy Memory Activation" method, encouraging children to recall and express happy memories through drawing. This method helps children build self-confidence, enhance creativity, develop emotional awareness, and foster positive character traits. Research on this community is necessary because it emphasizes arts education and spiritual aspects, so it needs to be explored further. The study employs a qualitative phenomenology approach, utilizing data from interviews, observations, and children’s artworks to deeply understand the impact of this educational model.  Findings suggest that when combined with humanistic principles, art can be a transformative medium for childhood education, providing emotional and psychological benefits that extend into adulthood. The Padhang Njingglang Community exemplifies how integrating art into education can effectively address the unique challenges of modern childhood, especially in the digital age.
Penerapan peraturan presiden republik indonesia nomor 21 tahun 2016 tentang bebas visa kunjingan ke indonesia terhadap 169 negara Syakir, Syakir
Jurnal Locus Penelitian dan Pengabdian Vol. 1 No. 10 (2022): Jurnal Locus Penelitian dan Pengabdian
Publisher : Riviera Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58344/locus.v1i7.7

Abstract

Dari mulai diberlakukannya kebijakan bebas visa kunjungan sementara pada tanggal 10 Maret 2016 jumlah kunjungan wisatawan mancanegara mengalami peningkatan yang signifikan. Bebas visa kunjungan sementara ini diatur dalam Peraturan Presiden No.21 tahun 2015, dengan jumlah 169 negara penerima fasilitas bebas visa ini. Kemudahan yang diberikan Pemerintah Indonesia ini memunculkan adanya terhadap Indonesia seperti dampak positif dan dampak negatif. Adapun tujuan penelitian ini untuk mengetahui, memahami serta mendeskripsikan implikasi dari kebijakan bebas visa kunjungan sementara berdampak di Indonesia. Metode yang di gunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif analisis yaitu penelitian yang berusaha untuk menggambarkan, menguraikan serta mengklarifikasi tentang permasalahan yang berkaitan dengan kebijakan bebas visa kunjungan sementara serta pengaruhnya terhadap Indonesia dengan menganalisa data yang terkait. Adapun hasil dari penelitian ini adalah dengan letak geografis wilayah Indonesia yang sangat strategis serta kemudahan yang diberikan bagi beberapa negara penerima fasilitas bebas visa kunjungan sementara ini membuat lalu lintas wisatawan mancanegara yang berkunjung ke Indonesia semakin ramai. Akan tetapi terdapat negara – negara yang termasuk dalam negara yang mendapat bebas visa kunjungan akan tetapi tidak pernah melintas atau melakukan kunjungan wisata ke Indonesia. Fasilitas bebas visa kunjungan sementara yang bertujuan untuk kunjungan wisata banyak disalahgunakan oleh para wisatawan mancanegara ini. berdasarkan Pembahasan yang dimulai dari Bab I hingga Bab III penulis dapat menarik kesimpulan bahwa Pemerintah RI melalui Kementerian Pariwisata menargetkan jumlah wisatawan mancanegara yang datang ke Indonesia pada tahun 2019 sebanyak 20 juta. Berdasarkan data perlintasan orang asing dengan mempergunakan fasilitas bebas visa kunjungan, diketahui bahwa sejak diberlakukannya Peraturan Presiden No.21 Tahun 2016 tentang Bebas Visa Kunjungan, mengalami kenaikan, dengan rincian pada tahun 2017, jumlah kedatangan orang asing ke Indonesia berjumlah 9.789.364 orang apabila dibandingkan dengan tahun 2015 sejumlah 4.952.977 orang maka terdapat kenaikan sebanyak 4.836.387 orang atau 97 %. Seiring dengan meningkatnya jumlah wisatawan asing yang datang, juga membawa peningkatan secara nominal terhadap jumlah pelanggaran yang dilakukan oleh orang asing dari subyek negara bebas visa kunjungan
FREKUENSI PENGGUNAAN SMARTPHONE UNTUK TUJUAN BELAJAR BAHASA INGGRIS PADA MAHASISWA STMA TRISAKTI SEMESTER PERTAMA Syakir, Syakir; Suhendar, Bagus
JURNAL LENTERA [PENDIDIKAN PUSAT PENELITIAN LPPM UM METRO] Vol 6, No 1 (2021): Jurnal Lentera Pendidikan Pusat Penelitian LPPM UM Metro
Publisher : LPPM UM Metro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24127/jlpp.v6i1.1679

Abstract

Developing The Gorga Batak Toba Mobile Book: A Digital Innovation for Fine Arts Practice and Education in Indonesian Higher Education Azis, Adek Cerah Kurnia; Astuti, Tri Marhaeni Pudji; Syakir, Syakir; Haryanto, Eko
Jurnal Kependidikan : Jurnal Hasil Penelitian dan Kajian Kepustakaan di Bidang Pendidikan, Pengajaran, dan Pembelajaran Vol. 11 No. 4 (2025): December
Publisher : LPPM Universitas Pendidikan Mandalika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33394/jk.v11i4.17563

Abstract

This study aims to develop mobile-book teaching materials for the Nusantara Ornaments course, focusing on Toba Batak Gorga as an effort to transform the digital learning ecosystem in higher education. The research employs a research and development (R&D) method using the 4-D model—Define, Design, Develop, and Disseminate. Data were collected through observations, interviews, document analysis, and questionnaires, and were analyzed using a developmental research approach. Product trials were conducted with Fine Arts students at Universitas Negeri Medan (small group, n = 120) and students at Universitas Negeri Padang, Universitas Negeri Semarang, and Universitas Muhammadiyah Makassar (large group, n = 240). Expert validation covered four domains: cultural heritage content, learning media, visual communication design, and language (Indonesian and Toba Batak). In the Define stage, the needs analysis emphasized integrating the philosophy of Gorga with contemporary digital design techniques. The Design stage produced responsive prototypes featuring high-resolution visuals and structured learning flows, while the Develop stage incorporated interactive features to support hybrid learning. Validation results showed an overall average score of 75.85% (“Good” category), consisting of 75.86% from cultural heritage expert I, 73.79% from cultural heritage expert II, 79.14% from the design expert, and 74.61% from the linguist. These findings confirm that the developed mobile book aligns with the 4-D development procedures and meets the criteria of an innovative learning medium that provides flexible access, supports both in-class and out-of-class learning, and promotes cultural preservation by transforming the knowledge of Toba Batak Gorga into accessible digital resources. The dissemination plan includes implementation guidelines for lecturers and a mechanism for continuous improvement informed by cross-cultural learning analytics across universities in Indonesia.
Penggunaan Aplikasi Smartphone Untuk Pengajaran Kosakata Bahasa Inggris Bagi Anak Usia Sekolah Dasar, Klender Jakarta Timur Suhendar, Bagus; Syakir, Syakir
Community Engagement and Emergence Journal (CEEJ) Vol. 3 No. 3 (2022): Community Engagement & Emergence Journal (CEEJ)
Publisher : Yayasan Riset dan Pengembangan Intelektual

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37385/ceej.v3i3.978

Abstract

Hampir semua lapisan masyarakat sudah dapat memiliki dan menggunakan smartphone. Hanya saja penggunaan nya belum di optimalkan untuk hal yang bersifat produktif, seperti untuk tujuan pembelajaran bahasa Inggris. Program sosialiasi ini bertujuan untuk mengajarkan penggunaan “aplikasi Duolingo” yang merupakan suatu aplikasi pemebelajaran bahasa Inggris untuk meningkatkan penguasaan kosa kata bahasa Inggris anak-anak usia sekolah dasar di Kampung Sumur Klender Jakarta Timur. Penggunaan aplikasi duolingo ini berhasil meningkatkan antusiasme belajar peserta dan diharapkan juga dapat mengundang minat mereka untuk menggunakan smartphone pada hal-hal yang dapat menunjang kegiatan belajar. Agar lebih banyak masyarakat yang tersadarkan dan tercerahkan tentang penggunaan smartphone untuk tujuan belajar khusus nya pelajaran bahasa Inggris sebaiknya kegiatan seperti ini dapat dilaksanakan secara rutin dan berkala.
Pelatihan Desain Web Menggunakan Google Site Dalam Upaya Meningkatkan Branding UMKM Sidik, Syahrial; Ihsan, Muhammad; Pratiwi, Jessie Amanda; Suhendar, Bagus; Syakir, Syakir
Community Engagement and Emergence Journal (CEEJ) Vol. 4 No. 3 (2023): Community Engagement & Emergence Journal (CEEJ)
Publisher : Yayasan Riset dan Pengembangan Intelektual

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) terletak di Desa Kedung Waringin RW.10, Kecamatan Bojong Gede, Kabupaten Bogor, Jawa Barat dengan Peserta sejumlah 15 orang. Produk UMKM yang masuk dalam tiga kategori produk yaitu barang, jasa, dan produk olahan. Mitra mengalami kendala dengan media untuk mengenalkan Produk UMKM dan menjual hasil produksi secara online. Tujuan dari kegiatan pelatihan ini adalah mitra memiliki pengetahuan baru dan keterampilan produk secara online melalui Gmail, Google Profile Bisnis dan Google Site. Kegiatan yang diberikan oleh tim peneliti adalah pembuatan Gmail, Google Profile Bisnis dan website dengan Google Site website. Metode pada pengabdian ini diawali dengan kegiatan perencanaan, pelaksanaan dan terakhir dilakukan observasi dan evaluasi. Pada perencanaan tim melakukan observasi, sedangkan pada saat pelakanaan tim melakukan kegiatan pelatihan dan diakhiri dengan melakukan evaluasi berupa posttest dan pengawasan penggunaan pengetahuan setelah dilakukan pelatihan. Hasil kegiatan pengabdian pelatihan yang diberikan menunjukkan bahwa para peserta telah mampu membuat membuat website dengan menggunakan Google site dimana evaluasi pelatihan bahwa rata-rata 4.76 menyatakan pelatihan ini Sangat Baik.
Reconceptualizing Assessment in Local Content Education: Developing a Qualitative Assessment Framework through Community-Based Cultural Learning Hadiyatno, Hadiyatno; Jazuli, Muhammad; Syakir, Syakir; Djatiprambudi, Djuli
IJORER : International Journal of Recent Educational Research Vol. 7 No. 4 (2026): July
Publisher : Faculty of Teacher Training and Education Muhammadiyah University of Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46245/ijorer.v7i4.1458

Abstract

Objective: This study aims to develop and conceptualize a qualitative assessment framework for local content education by examining how community-based cultural learning practices inform the construction and evaluation of assessment processes. It addresses the limitations of conventional assessment practices that emphasize surface recognition, product-based outcomes, and cognitive recall, while overlooking interpretative and reflective dimensions of learning. Method: This study employed a qualitative case study involving senior high school students, teachers, and cultural practitioners engaged in Cirebon mask learning. Data were collected through observation, in-depth interviews, and documentation, and analyzed using thematic analysis to identify patterns of learning and emerging assessment practices. Results: The findings reveal that students’ learning is characterized by engagement, interpretative dialogue, and reflective meaning-making. Assessment emerges through interaction and participation rather than functioning as a predefined measurement system, indicating a misalignment between experiential learning processes and established assessment practices. Novelty: This study proposes a qualitative assessment framework consisting of recognition, interpretation, and reflection. The framework reconceptualizes assessment as an emergent, interpretative, and context-sensitive process, while also providing a basis for evaluating existing assessment practices beyond surface-level and product-oriented approaches in culturally grounded learning environments.
Co-Authors A.A. Ketut Agung Cahyawan W Agus Cahyono Anang Prasetyo Anifah, Dian Putri Anita Hidayati Arba, Syafaatunnisa Arif , Fiyanto Azis, Adek Cerah Kurnia Azqiya, Durotul Bagus Suhendar Bandi Sobandi Belinda, Citra Budiharti Budiharti Dewi, Nurul Kemala Diantoro, Diantoro Dini Anggraheni Djuli Djatiprambudi Dwi Budi Harto Dwi Retno Sri Ambarwati Dwiningtyas, Ratih Eko Haryanto Eko Sugiarto Fiqkri, Muhammad Ibnu Gagas Prakoso Gunadi Gunadi Guntara, Miko Hadiyatno Hadiyatno, Hadiyatno Handary, Zulhilmi Hanifaratri, Anindya Saskia Hanriwibawa, Degi Harry Prasetyo, Harry Hartono Hartono Hedianti, Galuh Fatma I Gusti Ngurah Antaryama Ikram, Fadhli Dzil Isa, Badrul Ismiyanto, Ismiyanto Jamhari Jamhari Kumalasari, Ucik Kusnanto, R. Angga Bagus Laksono Trisnantoro Lestari Raharjo, Evi Dwi Luthfiana, Eva Nida M Ibnan Syarir Maemonah, Maemonah Majid, Maghfur Imam Abdul Mardi Mardi Mawardi, Muhammad Fitri Moh. Fathurrahman Mufida, Dedek Anisya Muh. Ibnan Syarif, Muh. Ibnan Muhammad Jazuli Mujahirin Tohir, Mujahirin Mujiyono Mujiyono Murtiyoso, Onang Na:am, Muh Fakhrihun Na’am, Muh. Fakhrihun Norhadi, Sigit Pamadhi, Hajar Pertiwi, Dian Ika Prambudi, Djuli Djati Pratama Bayu Widagdo, Widagdo Pratiwi, Jessie Amanda Purwanto Purwanto Rahman, Handy Tevanda Richard Junior Kapoyos Riskhana, Riskhana Sa’iidah, Alfu Sambira, Zefanya Sanjaya, Bangkit Sari, Yofita Setiyawati, Yuli Sidyawati, Lisa Sri Iswidayati Subekti, Dwi Wahyu Suharto Suharto Surya Adi, Adinda Suyudi, Danang Syahrial Sidik Syarifah, Dini Tjetjep Rohendi Rohidi, Tjetjep Rohendi Totok Sumaryanto, Totok Tri Marhaeni Pudji Astuti Umul Aiman Verayanti R., Sri Wadiyo Wadiyo Wahyuari Wardoyo, Dwi Yanti, Meipur Yohanis Devriezen Amasanan Zakiyati, Nur Muaffah