Claim Missing Document
Check
Articles

Found 34 Documents
Search

REFLEKSI TERHADAP PENJAJAHAN BANGSA BARAT DAN PERJUANGAN KEMERDEKAAN NEGARA-NEGARA ISLAM Hutagaluh, Oskar; Syukur, Syamzan; Susmihara, Susmihara
Borneo : Journal of Islamic Studies Vol. 3 No. 2 (2023): BORNEO: Journal of Islamic Studies
Publisher : Institut Agama Islam Sultan Muhammad Syafiuddin Sambas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37567/borneo.v3i2.1598

Abstract

This research sets out the problems faced by Muslims. So great was the struggle of Muslims in fighting for Islam, but this could not be achieved by Muslims because the three major Islamic empires experienced decline in various fields, such as politics, military, economics, science, and culture. This study aims to reflect on western colonization in Islamic countries and then explore the positive side. This study applies a qualitative method. The approach used is the historical approach. Based on this research, it was revealed that the decline that occurred in the Islamic world was caused by the Islamic kingdoms no longer having militant rulers and tough militaries, resulting in rebellions that were difficult to control. Meanwhile, the progress experienced by Western nations was due to developments made in the fields of science and civilization, which were previously neglected during the advancement of the three great Islamic empires, especially the Ottoman Empire. The value of reflection from this research is that Muslims will return to glory if they are able to master all lines, be they military, science, culture, economics, politics, or other strategic fields.
The Continuity and Discontinuity of Visiting Sheikh Yusuf Tomb Tradition in Kobbang Gowa-South Sulawesi Syukur, Syamzan
el Harakah: Jurnal Budaya Islam Vol 18, No 1 (2016): EL HARAKAH
Publisher : UIN Maulana Malik Ibrahim Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18860/el.v18i1.3500

Abstract

The findings of this paper show that the ritual tradition of visiting the tomb of Sheikh Yusuf in Kobbang from time to time amended. It was initially a strong ritual primarily influenced by the nuances of heresy, but on its further development the influence fades due to the efforts of Islamic preachers. The general motivation of the pilgrims is hoping the livelihood they can acquire, such as finding mates, sustenance, offspring, health and inner tranquility. Yet, some are visiting the tomb to appreciate the scholars or heroes or just for sightseeing. In the context of developing society, this tradition seems to be persisted as Sheikh Yusuf is regarded as having karomah, a guardian, scholars and a hero. His personality is considered to bring blessing to the pilgrims. Therefore, for most modern societies this tradition remains alive and serves as one alternative to find peace and cure severe diseases. Temuan tulisan ini menunjukkan bahwa ritual tradisi ziarah makam Syekh Yusuf di Kobbang dari waktu ke waktu mengalami perubahan. Pada awalnya masih ditemukan ritual yang kental dengan nuansa bid’ah tapi pada perkembangan lebih lanjut nuansa bid’ahnya mulai terkikis berkat usaha para da’i Islam. Motivasi yang melatarbelakangi para peziarah pada umumnya agar hajat mereka dapat terpenuhi, seperti hajat mendapatkan jodoh, keturunan, rezeki, kesehatan dan ketenangan batin. Tetapi ada pula yang berziarah ke makam Syekh Yusuf karena motivasi menghargai ulama atau pahlawan atau sekedar berwisata. Dalam konteks masyarakat yang terus mengalami perkembangan, nampaknya tradisi ini tetap bertahan, karena Syekh Yusuf dianggap sebagai seorang yang memiliki karomah, seorang wali, ulama dan seorang pahlawan. Kepribadian yang dimiliki oleh Syekh Yusuf dianggap akan mendatangkan berkah bagi para peziarah. Karena itu, bagi sebagian masyarakat modern, tradisi ini tetap hidup dan dijadikan sebagai salah satu alternatif mencari ketenangan batin dan menyembuhkan penyakit yang tidak terjangkau oleh medis.
Peranan Andi Mappayukki Terhadap Perkembangan Islam di Kerajaan Bone Masniati, Masniati; Yunus, Abdul Rahim; Syukur, Syamzan; Paewai, Rusman
El-Fata: Journal of Sharia Economics and Islamic Education Vol. 2 No. 2: OKTOBER 2023
Publisher : Fakultas Agama Islam Universitas Cokroaminoto Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61169/el-fata.v2i2.66

Abstract

Hasil penelitian ini menemukan, pertama: Pada masa pemerintahan Andi Mappanyukki Sultan Ibrahim mengalami banyak perubahan, seperti diadakannya “Pertemuan Ulama Celebes Sulawesi Selatan” pada tahun 1932 M. Tahun 1933 M didirikanlah Al-Madrasah Amiriyyah Al-Islamiyyah Watampone, politik dan ekonomi juga mengalami banyak perubahan, dan berkontribusi dalam Proklamasi Kemerdekaan Indonesia. Ketiga: Andi Mappanyukki berkontribusi dalam bidang agama dan bidang edukasi dan moral, seperti, beliau mendirikan Masjid Raya Watampone. Madrasah yang berhasil didirikan Andi Mappanyukki Sultan Ibrahim memiliki banyak kontribusi terhadap masyarakat dan mampu melahirkan banyak tokoh-tokoh agama di Sulawesi Selatan. Metode penelitian yakni: (1) Heuristik (pengumpulan data), (2) Kritik sumber (verifikasi), (3) Interpretasi, (4) Historiografi. Implikasi penelitian ini yaitu: (1) Dapat dijadikan sebagai dasar untuk melakukan pengkajian dasar yang lebih mendalam. (2) Peneliatian ini diharapkan dapat memberikan sumbangan yang positif untuk melestarikan nilai-nilai agama pada masyarakat Bone.
Aktualisasi Jejak Kepemimpinan Ali bin Abi Thalib Rahmat; Syukur, Syamzan; Idris, Muhammad
Rihlah : Jurnal Sejarah dan Kebudayaan Vol 13 No 02 (2025): History and Culture
Publisher : Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study is an effort to introduce the leadership of Ali bin Abi Talib through a     descriptive narrative and analytical disclosure, both the principles of leadership, the challenges in carrying out duties as a ruler, and the actualization of his leadership in a contemporary perspective. In order to elaborate on the leadership of this caliph, this study uses historical methods and approaches with an emphasis on modern historiography. The results of this study show All bin Abi Talib as the fourth caliph, the successor to the leadership of the Prophet Muhammad (peace be upon him), he is considered a figure who actualizes the temporal leadership of the Messenger of Allah based on the concepts of fatanah, siddiq, amanah, and tablik. This is evident in the principles of leadership that he implemented. In carrying out his duties as a leader, he faced very heavy challenges as a legacy from his predecessors. However, with the firmness of holding on to leadership principles in governance, he became a figure worthy of emulation in the contemporary era filled with turmoil.   Kajian ini adalah upaya memperkenalkan kepemimpinan Ali bin Abi Thalib melalui pengungkapan secara deskriptif naratif dan analitis, baik prinsip kepemimpinan, tantangan dalam menjalankan tugas sebagai penguasa maupun aktualisasi kepemimpinannya dalam perspektif kontemporer. Dalam rangka mengelaborasi kepemimpinan khalifah tersebut, kajian ini menggunakan metode dan pendekatan sejarah dengan penekanan historiografi modern. Dari hasil kajian ini menunjukkan Ali bin Abi Thalib sebagai khalifah keempat, pengganti kepemimpinan Nabi Muhammad saw. beliau dianggap sosok yang mengaktualisasikan kepemimpinan temporal Rasulullah dengan berdasar pada konsep fatanah, siddiq, amanah dan tablik. Hal ini terlihat pada prinsip-prinsip kepemimpinan yang dijalankannya. Dalam menjalankan tugas sebagai pemimpin beliau menghadapi tantangan yang amat berat sebagai warisan dari pendahulunya. Namun dengan keteguhan memegang prinsip kepemimpinan dalam menjalankan pemerintahan menjadikannya sosok yang patut ditiru pada era kontemporer yang penuh dengan pergolakan.