Claim Missing Document
Check
Articles

ANALISA DAERAH RAWAN KECELAKAAN PADA JALUR TENGKORAK JALAN RAYA DENPASAR – GILIMANUK KABUPATEN TABANAN I Made Kariyana; I Gede Duta Aditama Tangkas; Tri Hayatining Pamungkas; Gede sumarda; I Made Sudika; I Wayan Diasa
Jurnal Teknik Gradien Vol 18 No 01 (2026): JURNAL TEKNIK GRADIEN
Publisher : Fakultas Sains dan Teknologi Universitas Ngurah Rai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47329/teknikgradien.v18i01.1774

Abstract

Peningkatan jumlah kendaraan bermotor di Indonesia berbanding lurus dengan meningkatnya kasus kecelakaan lalu lintas, khususnya pada moda transportasi darat. Jalan Raya Denpasar–Gilimanuk di Kabupaten Tabanan dikenal sebagai “jalur tengkorak” karena tingginya angka kecelakaan fatal yang terjadi setiap tahun. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi daerah rawan kecelakaan dengan pendekatan kuantitatif menggunakan metode Z-Score untuk menentukan ruas rawan kecelakaan (black site), metode CUSUM untuk mengidentifikasi titik rawan kecelakaan (black spot), serta metode Gross Output (Human Capital) untuk menghitung besaran biaya kecelakaan lalu lintas. Data kecelakaan periode 2020–2024 menunjukkan tren peningkatan signifikan dengan total 694 kejadian dan 949 korban, terdiri atas 148 meninggal dunia, 9 luka berat, dan 792 luka ringan. Hasil analisis Z-Score menunjukkan dua ruas dengan kategori sangat rawan kecelakaan, yaitu Jalan Dr. Ir. Soekarno (Z = 2,06) dan Jalan Ahmad Yani (Z = 1,99), yang ditetapkan sebagai black site. Analisis CUSUM memperkuat temuan tersebut dengan bobot kecelakaan tertinggi pada Jalan Dr. Ir. Soekarno (70,33) dan Jalan Ahmad Yani (53,24), keduanya tergolong black spot. Estimasi biaya kecelakaan tahun 2024 mencapai Rp 17.003.287.000, dengan kontribusi terbesar dari korban meninggal dunia. Temuan ini menegaskan bahwa ruas-ruas jalan tersebut tidak hanya rawan secara frekuensi kecelakaan, tetapi juga menimbulkan kerugian ekonomi signifikan. Oleh karena itu, diperlukan prioritas penanganan berupa perbaikan kondisi geometrik jalan, peningkatan sarana keselamatan, serta penerapan sistem peringatan dini untuk menekan angka fatalitas di lokasi rawan kecelakaan.
ANALISIS BIAYA OPERASIONAL KENDARAAN SEBAGAI DASAR PENENTUAN TARIF ANGKUTAN BARANG PADA PT. SYNCRUM LOGISTICS BEKASI JAWA BARAT Gede Rama Dhaniswara; Dwi Wahyu Hidayat; Tri Hayatining Pamungkas
Jurnal Teknik Gradien Vol 18 No 01 (2026): JURNAL TEKNIK GRADIEN
Publisher : Fakultas Sains dan Teknologi Universitas Ngurah Rai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47329/teknikgradien.v18i01.1791

Abstract

Penetapan tarif sewa kendaraan yang tepat sangat dipengaruhi oleh akurasi dalam menghitung biaya operasional. PT Syncrum Logistics sebagai perusahaan yang bergerak di bidang angkutan barang dituntut untuk menetapkan tarif yang tidak hanya mampu menutup seluruh biaya operasional, tetapi juga tetap memiliki daya saing di pasar. Penelitian ini dilakukan untuk mengkaji struktur biaya operasional kendaraan dengan mengacu pada Keputusan Menteri Perhubungan Nomor KM 251 Tahun 2022. Pendekatan yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif dengan objek penelitian berupa enam jenis kendaraan logistik. Selain itu, analisis biaya operasional juga mempertimbangkan variasi kondisi operasional seperti jarak tempuh, frekuensi perjalanan, serta karakteristik distribusi barang yang berbeda pada setiap jenis kendaraan. Faktor-faktor tersebut berpengaruh langsung terhadap besaran biaya yang dikeluarkan dan tingkat efisiensi penggunaan kendaraan. Dengan demikian, pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini tidak hanya bersifat perhitungan statis, tetapi juga mencerminkan kondisi operasional aktual di lapangan. Hasil analisis menunjukkan bahwa tingkat pengembalian investasi (ROI) berada pada kisaran 12,64% hingga 24,71%, sementara titik impas (BEP) tercapai pada 1,78 hingga 3,38 ritase per hari. Nilai tersebut menunjukkan adanya variasi kinerja ekonomi antar jenis kendaraan yang dipengaruhi oleh perbedaan kapasitas dan intensitas operasional. Temuan ini mengindikasikan bahwa penentuan tarif yang berbasis pada perhitungan biaya operasional menjadi faktor penting dalam menjaga efisiensi serta keberlanjutan keuntungan perusahaan. Lebih lanjut, hasil penelitian ini juga memberikan gambaran bahwa optimalisasi tarif tidak hanya bergantung pada aspek biaya, tetapi juga pada strategi operasional yang diterapkan perusahaan. Oleh karena itu, integrasi antara analisis biaya dan pengelolaan operasional menjadi kunci dalam meningkatkan kinerja perusahaan secara menyeluruh.
IMPLEMENTASI SISTEM MANAJEMEN KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA KONSTRUKSI DI INDONESIA (STUDI LITERATUR) I Ketut Kembarajaya; Tri Hayatining Pamungkas; I GUSTI NGURAH EKA PARTAMA
Jurnal Teknik Gradien Vol 18 No 01 (2026): JURNAL TEKNIK GRADIEN
Publisher : Fakultas Sains dan Teknologi Universitas Ngurah Rai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47329/teknikgradien.v18i01.1799

Abstract

Penerapan Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja (SMK3) merupakan aspek penting dalam pengendalian risiko keselamatan pada sektor konstruksi yang memiliki tingkat bahaya kerja tinggi. Penerapan SMK3 di Indonesia diatur sesuai PP Nomor 50 Tahun 2012 dan  diperkuat dengan Permen PUPR Nomor 10 Tahun 2021 tentang Sistem Manajemen Keselamatan Konstruksi (SMKK). Penelitian ini bertujuan meninjau penerapan SMK3 pada sektor konstruksi di Indonesia, menilai kesesuaiannya terhadap regulasi yang berlaku, serta mengidentifikasi tantangan dan dampak implementasi di tingkat proyek. Metode penelitian yang digunakan adalah Systematic Literature Review (SLR) dengan pendekatan deskriptif kualitatif terhadap artikel dengan tema sejenis yang terpublikasi dalam kurun waktu tahun 2021–2025. Proses seleksi literatur dilakukan melalui alur PRISMA dengan kriteria inklusi tertentu, sehingga diperoleh 35 artikel yang dianalisis. Hasil kajian menunjukkan bahwa penerapan SMK3 pada proyek konstruksi di Indonesia secara umum telah berjalan dan mengacu pada kerangka regulasi yang ada, namun tingkat implementasinya masih bervariasi antar proyek. Penerapan SMK3 pada proyek berskala besar cenderung lebih terstruktur dibandingkan proyek berskala kecil dan menengah. Tantangan utama yang teridentifikasi meliputi dominasi pendekatan administratif, keterbatasan pengawasan, serta belum terinternalisasinya budaya keselamatan kerja. Temuan ini menegaskan bahwa peningkatan efektivitas penerapan SMK3 memerlukan penguatan implementasi di lapangan, komitmen manajemen proyek, serta pembinaan keselamatan kerja yang kontinyu.
PERENCANAAN SISTEM PEMANENAN AIR HUJAN DALAM MEMENUHI KEBUTUHAN AIR DI NUSA PENIDA (Rainwater Harvesting System Planning to Meet Water Needs in Nusa Penida) Tri Hayatining Pamungkas; Mawiti Infantri Yekti; I Gede Adi Alit Putra
Jurnal Penelitian Pengelolaan Daerah Aliran Sungai (Journal of Watershed Management Research) Vol 7 No 1 (2023): Jurnal Penelitian Pengelolaan Daerah Aliran Sungai (Journal of Watershed Manageme
Publisher : Asosiasi Peneliti dan Teknisi Kehutanan dan Lingkungan Hidup Indonesia (APTKLHI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59465/jppdas.2023.7.1.59-76

Abstract

Nusa Penida is one of several tourism areas used as a mainstay by Bali Province in accommodating tourists who want to vacation in Bali. One component to support tourism is water or water availability capacity. The lack of water resources that can be utilized, especially on two islands in Nusa Penida, namely Nusa Ceningan Island and Nusa Lembongan, requires looking for alternative water sources, one of which is rainwater sources. One method of utilizing rainwater is harvesting rainwater (PAH) using the roof of the building. The most decisive components in this technique are the roof of the building and the volume of the reservoir. The analysis showed that from the existing data, the water demand on Nusa Ceningan and Nusa Lembongan Islands during the dry six months was 48,405.5 liters per year. This water requirement can be met by using rainwater harvesting, which uses a roof area of 68.54 m2, and  the  harvested  water  is accommodated with a reservoir with a capacity of 48.41 m3.
Co-Authors Ade Darma Erlangga Wiguna Ade Darma Erlangga Wiguna Aenurrahman Agustin, Elin Alviana Ahdan, Alan Aji Indra Saputra Amrita, Nyoman Dwika Ayu Anak Agung Gede Agung Indra Prathama Anak Agung Gede Agung Indra Prathama Anita Intan Nura Diana Antika, Ni Made Anik Juli Aris Budi Sulistyo Artayasa, I Kadek Doni Astariani, Ni Kadek Astrawan, I Komang Alit Ayu Putu Utari Parthami Lestari, Ayu Putu Utari Parthami Cokorda Putra Indrayana Damayanti, Nurtalita Fazura Dana, I Ketut Merta Kusuma Dewa Gede Satria Wibawa Resiartha Dewi, Ni Luh Okta Sari Diasa, I Wayan Dwi Wahyu Hidayat Dwi Wahyu Hidayat Dwi Wahyu Hidayat Dwi Wahyu Hidayat Dwi Wahyu Hidayat, Dwi Wahyu Dwipayana, Sang Made Eliyakin Rahmat Ndruru Erlangga, Ida Bagus Weda Fahmi, U’us Azmi Nur Faroby, M.Saddam Hafidz Taftazani Gede Rama Dhaniswara Gede Sumarda Gede Sumarda Gede Wirata I Dewa Gede Putra Sedana I G. Oka Wiradnyana I Gede Adi Alit Putra I Gede Alit Putra I Gede Duta Aditama Tangkas I Gede Raditya Pratama I Gede Raditya Pratama I Gede Raditya Pratama I Gusti Made Sudika I GUSTI NGURAH EKA PARTAMA I Gusti Ngurah Eka Partama I Kadek Oky Wahyudi Putra I Ketut Kembarajaya I Ketut Soriarta I Ketut Widarmawa I Made Kariyana I Made Sudika I Made Widiana I Made Widiana I Putu Arie Guna Wijaya I Wayan Arya Sugiarta I Wayan Arya Sugiarta I Wayan Diasa I Wayan Diasa I Wayan Suardika Ida Bagus Weda Erlangga Ida Bagus Weda Erlangga Indramanik, Ida Bagus Gede Kadek Budhi Warsana Kadek Budhi Warsana Kadek Budhi Warsana Kadek Diana Harmayani Kembarajaya, I Ketut Ketut Soriarta Lustomo Sepriyanto Mawiti Infantri Yekti Ni Kadek Astariani Ni Made Ola Ulandari Ni Made Ola Ulandari Ni Made Ola Ulandari Ni Made Ola Ulandari Ni Putu Suda Nurjani Ni Putu Suda Nurjani, Ni Putu Suda Nyoman Dwika Ayu Amrita Nyoman Dwika Ayu Amrita PRATHAMA, ANAK AGUNG GEDE AGUNG INDRA Putra, Gede Surya Dwija Putra, I Gede Adi Alit Putra, I Gede Alit Putra, I Komang Alit Astrawan Putra, I Putu Esa Mahardika Putu Aryastana Putu Deva Pradnyana Mardiana Putera Putu Doddy Heka Ardana Putu Doddy Heka Ardana Putu Saniswa Paramanatha Awangga Rahmat Ndruru, Eliyakin Scotlastika Jeanny Phiton Setiawan, I Gede Nik Sidnan Imam Hanafi Siti Nurul Khotimah Soriarta, I Ketut Sri Sulandari Suda Nurjani, Ni Putu Sugiarta, I Wayan Arya Sumarda, Gede Syamsunur, Defrizon Wahid, Muhammad Nur Warsana, Kadek Budhi Wiratnata, I Wayan Astu Yanta, I Nyoman Agus Trisna Yoga Andika