Claim Missing Document
Check
Articles

Peningkatan Kualitas Dan Produk Tanaman Agroforestry Berbasis Masyarakat Winarno, Gunardi Djoko; Harianto, Sugeng Prayitno; Yuwono, Slamet Budi; Safe'i, Rahmat; Darmawan, Arief; Bakri, Samsul; Wulandari, Christine; Dewi, Bainah Sari; Kaskoyo, Hari; Febryano, Indra Gumay; Asmarahman, Ceng; Hilmanto, Rudi; Duryat; Hidayat, Wahyu; Salsabila, Sahda
Repong Damar: Jurnal Pengabdian Kehutanan dan Lingkungan Vol. 4 No. 2 (2025): November
Publisher : Magister of Forestry, Department of Forestry, Faculty of Agriculture, University of Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/rdj.v4i2.11975

Abstract

Peningkatan kualitas dan produk tanaman agroforestry sangat penting dilakukan untuk meningkatkan harga jual dan pemanfaatan ruang yang lebih efisien. Umumnya produk agroforestry tidak disematkan nama produknya sehingga pembeli tidak mendapat kepuasan dan harapan. Kondisi ini terjadi seperti halnya buah MPTS yang tidak ada namanya dari suatu varitas MPTS, sehingga harga jualnya sangat rendah. Para petani perlu dibina dalam pemberian nama suatu produk sehingga konsumen akan percaya dan yakin kualitas dari buah MPTS. Disisi lain pemanfaatan lahan masih kurang efisien terutama pada lahan permukaan tanah. Beberapa lahan garapan tumbuh gulma yang dapat menyebabkan menurunnya produksi kebun. Pengabdian ini dilaksanakan di area kelola Sistem Hutan Kemasyarakatan (SHK) Lestari terhadap kepala keluarga yang menggarap lahan di dalam kawasan Taman Hutan Raya Wan Abdul Rachman (Tahura WAR). Petani setuju bahwa kualitas bibit dan pemberian nama atau merk sebagai jaminan kualias produk adalah penting untuk peningkatan nilai penjualan produk agroforestry. Secara teknis mereka setuju jika pembatasan jumlah pohon dan pemupukan itu penting dilakukan untuk meningkatkan produksi agroforestry. Mereka menganggap bahwa tidak semua satwa liar mengganggu tanaman. Adapun organisasi dan keamanan adalah penting dilakukan untuk memberikan jaminan keberhasilan panen dan ketenangan dalam bekerja di lahan garapan mereka hingga masa depan. Kata kunci : Kualitas, produk, tanaman agroforestry
KEANEKARAGAMAN JENIS TUMBUHAN BERKHASIAT OBAT DI BLOK PEMANFAATAN HUTAN PENDIDIKAN KONSERVASI TERPADU TAMAN HUTAN RAYA WAN ABDUL RACHMAN LAMPUNG Kartika Puspa Dewi; Afif Bintoro; Ceng Asmarahman; Duryat Duryat
Journal of People, Forest and Environment Vol. 1 No. 2 (2021): November 2021
Publisher : University of Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jopfe.v1i2.5114

Abstract

Taman Hutan Raya Wan Abdul Rachman merupakan salah satu hutan konservasi yang merupakan habitat berbagai spesies tumbuhan. Tumbuhan yang terdapat pada Tahura WAR memiliki banyak manfaat, salah satunya sebagai obat tradisional. Oleh karena itu dilakukan penelitian dengan tujuan untuk mengetahui spesies tumbuhan apa saja yang berkhasiat obat pada Blok Pemanfaatan Hutan Pendidikan Konservasi Terpadu Tahura WAR Lampung. Penelitian dilakukan dengan membuat petak contoh sebanyak 27 plot menggunakan metode garis berpetak, plot yang digunakan berukuran 20 x 20 m untuk tingkat pohon, 10 x 10 m untuk tingkat  tiang, 5 x 5 m untuk tingkat pancang, 2 x 2 m untuk tingkat semai, dan 1 x 1 m untuk tumbuhan bawah. Dari hasil penelitian diperoleh 32 jenis tumbuhan obat yang berasal dari 21 famili yang berbeda.
KEANEKARAGAMAN JENIS TUMBUHAN BERKHASIAT OBAT DI BLOK PEMANFAATAN HUTAN PENDIDIKAN KONSERVASI TERPADU TAMAN HUTAN RAYA WAN ABDUL RACHMAN LAMPUNG Kartika Puspa Dewi; Afif Bintoro; Ceng Asmarahman; Duryat Duryat
Journal of People, Forest and Environment Vol. 1 No. 2 (2021): November 2021
Publisher : University of Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jopfe.v1i2.5115

Abstract

Taman Hutan Raya Wan Abdul Rachman merupakan salah satu hutan konservasi yang merupakan habitat berbagai spesies tumbuhan. Tumbuhan yang terdapat pada Tahura WAR memiliki banyak manfaat, salah satunya sebagai obat tradisional. Oleh karena itu dilakukan penelitian dengan tujuan untuk mengetahui spesies tumbuhan apa saja yang berkhasiat obat pada Blok Pemanfaatan Hutan Pendidikan Konservasi Terpadu Tahura WAR Lampung. Penelitian dilakukan dengan membuat petak contoh sebanyak 27 plot menggunakan metode garis berpetak, plot yang digunakan berukuran 20 x 20 m untuk tingkat pohon, 10 x 10 m untuk tingkat  tiang, 5 x 5 m untuk tingkat pancang, 2 x 2 m untuk tingkat semai, dan 1 x 1 m untuk tumbuhan bawah. Dari hasil penelitian diperoleh 32 jenis tumbuhan obat yang berasal dari 21 famili yang berbeda.
Co-Authors . Indriyanto Adraisna Airansi Afif Bintoro Afif Bintoro Afif Bintoro Afif Bintoro Agus Setiawan Agustin, Aprillia Bella Cithra Putri Aisah, Rohmi Aisah Ali Wafa Amellita Amellita Andriyani, Della Eka Arief Darmawan Bainah Sari Dewi Christine Wulandari Damayanti, Inggar Desta Oktapiani Duryat Duryat Duryat Duryat, Duryat Duryat, Duyat Fajri, Ahmad Khairil Febrian, Ardi Fitaunnisa, Tsaniya Rifqi Fitriana, Yulia Rahma Gunawan, Rhezandy Harianto, Sugeng P. Harianto, Sugeng Prayitno Harianto, Sugeng Prayitno Hartati, Puspa Hendra Prasetia HUTASOIT, ERNI Imron Imron, Imron Indra Gumay Febryano Indriyanto Indriyanto . Indriyanto Indriyanto Indriyanto Indriyanto Indriyanto Indriyanto Indriyanto Indriyanto Indriyanto, Indriyanto Indriyanto, Indriyanto, Inggar Damayanti Inka Kumala Dewi Kartika Puspa Dewi Kartika Tsani, Machya Kaskoyo, Hari Kurnia Maulita Machya Kartika Tsani Machya Kartika Tsani Maharanti, Danti Melya Riniarti Neneng Laila Romdyah Panjaitan, Bernad Uluan Pascalina Yossy Putri Putri, Pascalina Yossy Rahmat Safe'i Rini, Dwi Nur Puspita Rini, Mita Puspita Riyawan, I Nyoman Rofifah, Indah Rudi Hilmanto Saipul Anwar Salsabila, Sahda Samsul Bakri Sanena, Tia Silvia Santoso, Trio Santoso, Trio Savira, Elza Novelia Setia Budi, Widia Arum Siti Tisas Sitra Sanana Slamet Budi Yuwono Sugeng P. Harianto Sukra, Paul Surnayanti Surnayanti Surnayanti Surnayanti Tri Widyawati, Tri Tsani, Machya Kartika Wahyu Hidayat Winarno, Gunardi Djoko Winda Ambarwati Wulandari, Christin Yustika, Vidia