Claim Missing Document
Check
Articles

ASOSIASI LIANA DENGAN TUMBUHAN PENOPANGNYA DI BLOK KOLEKSI TAMAN HUTAN RAYA WAN ABDUL RACHMAN, PROVINSI LAMPUNG Sukra, Paul; Indriyanto, Indriyanto; Asmarahman, Ceng
JURNAL RIMBA LESTARI Vol 1 No 1 (2021): Vol. 1 No. 1 (2021)
Publisher : Jurusan Kehutanan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/rimbalestari.v1i1.24

Abstract

Taman Hutan Raya Wan Abdul Rachman (Tahura WAR) merupakan wilayah untuk menjaga siklus unsur hara dan pusat pengawetan keanekaragaman hayati di Provinsi Lampung, salah satu bagian pengelolaannya yaitu blok koleksi yang berfungsi untuk melestarikan tumbuhan, termasuk di antaranya adalah liana. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui jenis liana, jenis penopang liana dan bentuk asosiasi antara tanaman liana dan penopangnya. Penelitian dilakukan dengan survey metode petak ganda secara sistematik dengan intensitas sampling 2%. Data yang diperoleh dianalisis tingkat asosiasinya menggunakan Indeks Ochiai (OI). Hasil penelitian menunjukkan sebanyak 5 jenis liana terdapat di blok koleksi, yaitu Piper nigrum, Piper betle, Vanilla planifolia, Passiflora edulis, dan Mikania micrantha. Selanjutnya, ditemukan 15 jenis tumbuhan penopang liana yaitu, Ceiba petandra, Theobroma cacao, Durio zibethinus, Hevea brasiliensis, Gnetum gnemon, Persea americana, Pithecellobium lobatum, Gliricidia sepium, Dalbergia latifolia, Naphelium lappaceum, Aleurites moluccana, Parkia speciosa, Arenga pinnata, Cocos nucifera dan Intsia palembanica. Bentuk asosiasi nyata di lokasi penelitian antara liana dengan tumbuhan penopangnya yaitu, tumbuhan durian dengan lada, tumbuhan durian dengan sirih, tumbuhan karet dengan sembung, tumbuhan tangkil dengan sembung, tumbuhan jengkol dengan lada, dan tumbuhan sonokeling dengan markisa.
KEANEKARAGAMAN JENIS POHON LOKAL DI KAWASAN HUTAN LINDUNG REGISTER 31, KESATUAN PENGELOLAAN HUTAN LINDUNG KOTA AGUNG UTARA, PROVINSI LAMPUNG Anwar, Saipul; Indriyanto; Asmarahman, Ceng
JURNAL RIMBA LESTARI Vol 1 No 2 (2021): Vol. 1 No. 2 (2021)
Publisher : Jurusan Kehutanan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/rimbalestari.v1i2.29

Abstract

Diversity of local tree species is important in the selection of tree species for reforestation of forest areas. The objectives of this study are to determine the diversity of local tree species, to determine the dominant local tree species and suitable for reforestation in the Register 31 protection forest area, Lampung Province. Data were collected using observational methods and analyzed by descriptive analysis. Furthermore, vegetation analysis is carried out to determine the index of importance value which can then determine the dominance of each local tree population and the diversity of local tree species themselves. The results showed that the most dominant local tree population was durian (Durio zibethinus) with an important value index of 46.5875. The existence of durian trees for all growth phases, including seedlings, poles, saplings, and mature trees, is the most dominant. The local tree species diversity index (H’) was 1.0926. This indicates that the diversity of local tree species in the Register 31 protection forest area is in medium category. Therefore, efforts to enrich local tree species need to be done to maintain the preservation of local tree species in the Register 31 protection forest area, Lampung Province.
ANALISIS HUTAN KOTA METRO BERDASARKAN KEANEKARAGAMAN JENIS POHON Panjaitan, Bernad Uluan; Indriyanto; Asmarahman, Ceng
JURNAL RIMBA LESTARI Vol 1 No 2 (2021): Vol. 1 No. 2 (2021)
Publisher : Jurusan Kehutanan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/rimbalestari.v1i2.401

Abstract

The diversity of tree species in urban forests has benefits in maintaining the microclimate, aesthetic value, and preserving biodiversity in the urban environment. This study aims to analyze the diversity of tree species in the Metro City Forest. Data collection on the diversity of tree species was taken using purposive sampling method. Tree species diversity data were analyzed using the significance value index (INP) and the Shannon diversity index (H). The results showed that the mahogany species had the highest INP value, which was 52.7%. The Tesarigaga City Forest has the highest diversity index value of 2.38 which is included in the medium category and the Islamic Center City Forest has the lowest diversity index value of 1.27 which is included in the low category. This can be increased through tree diversity by increasing the diversity of plant species as a source of germplasm.
Pelatihan Pembuatan Kuliner Berbahan Dasar Porang Winarno, Gunardi Djoko; Safe’i, Rahmat; Kaskoyo, Hari; Darmawan, Arief; Asmarahman, Ceng; Harianto, Sugeng P.; Wulandari, Christin; Setiawan, Agus; Dewi, Bainah Sari; Riniarti, Melya; Hidayat, Wahyu; Salsabila, Sahda; Fitriana, Yulia Rahma; Hilmanto, Rudi
Repong Damar: Jurnal Pengabdian Kehutanan dan Lingkungan Vol 3, No 2 (2024): November
Publisher : Magister of Forestry,Department of Forestry, Faculty of Agriculture, University of Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/rdj.v3i2.9905

Abstract

Pemanfaatan porang sebagai bahan dasar kuliner sangat penting dilakukan untuk meningkatkan kualitas rasa produk. Selama ini porang masih belum digunakan oleh petani walaupun mereka mempunyai bahan umbi porang. Kondisi ini terjadi karena mereka tidak tahu bagaimana pengolahan porang dan meramunya untuk kuliner. Tujuan Pelatihan adalah membangun ketrampilan petani dalam membuat kuliner berbahan dasara porang. Pelatihan dilakukan di Desa Hanura Pesawaran Lampung. Jumlah peserta yang dilatih sebanyak 30 orang yang berasal dari Kelompok Tani Hutan (KTH) Sistem Hutan Kerakyatan (SHK) Lestari Hanura Pesawaran Lampung. Peran mitra (kelompok tani Sistem Hutan Kerakyatan Lestari adalah penyedia umbi porang yang selama ini tidak dimanfaatkan karena harga umbinya sangat rendah hingga mencapai Rp 2.500. Kelompok tani berharap tanaman porang dapat dikembangkan di areal kelola mereka.  Untuk peningkatan hasil panen diharapkan adanya mesin pengolah umbi porang menjadi glukomanan sehingga nilai jual porang menjadi meningkat melalui pengolahan porang menjadi berbagai kuliner seperti bakso dan mpek-mpek. Para petani diharapkan menjadi pioneer untuk membuat tepung porang dan bakso. Dampak yang akan terjadi adalah petani yang selama ini memiliki tanaman porang menjadi terampil dalam mengolah porang kuliner yang dapat dikonsumsi ataupun di pasarkan. Sehingga kegiatan ini dapat memberikan dampak positif bagi peningkatan kesejahteraan petani desa Hanura dan sekitarnya.
Biochar Sebagai Pembenah Tanah Untuk Pertanian Regeneratif Pada Lahan Gapoktanhut Pujo Makmur Kecamatan Padang Cermin Kabupaten Tanggamus Duryat, Duryat; Bintoro, Afif; Asmarahman, Ceng; Riniarti, Melya; Imron, Imron
Repong Damar: Jurnal Pengabdian Kehutanan dan Lingkungan Vol 3, No 2 (2024): November
Publisher : Magister of Forestry,Department of Forestry, Faculty of Agriculture, University of Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/rdj.v3i2.9907

Abstract

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kesuburan tanah dan produktivitas pertanian di lahan Hutan Kemasyarakatan (HKm) yang dikelola oleh Gabungan Kelompok Tani Hutan (Gapoktanhut) Pujo Makmur melalui penerapan biochar sebagai teknologi pembenah tanah dalam praktik pertanian regeneratif. Pelaksanaan kegiatan meliputi ceramah, diskusi, dan demonstrasi praktik pembuatan serta aplikasi biochar. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan signifikan dalam pengetahuan, sikap, dan keterampilan petani terkait biochar. Petani memahami definisi, manfaat biochar dalam memperbaiki sifat fisik, kimia, dan biologi tanah, serta teknik pembuatan dan aplikasinya. Pelatihan juga memberikan keterampilan praktis dalam memilih biomassa, membuat alat pirolisis, serta memproduksi biochar secara mandiri. Penggunaan biochar sebagai bagian dari pertanian regeneratif terbukti dapat memperbaiki kesuburan tanah secara berkelanjutan, mengurangi ketergantungan pada pupuk kimia, dan membantu mitigasi perubahan iklim. Masukan dari peserta mencerminkan kebutuhan untuk pendampingan berkelanjutan dan pelatihan lanjutan untuk memperdalam penerapan teknologi biochar di lahan mereka.
HUBUNGAN PERUBAHAN KESEHATAN HUTAN DENGAN PENDAPATAN PETANI (STUDI KASUS HUTAN RAKYAT DI DESA KUBU BATU) Safe’i, Rahmat; Yuwono, Slamet Budi; Winarno, Gunardi Djoko; Asmarahman, Ceng; Darmawan, Arief; Hidayat, Wahyu; Gunawan, Rhezandy; Fajri, Ahmad Khairil
Jurnal Sylva Scienteae Vol 7, No 5 (2024): Jurnal Sylva Scienteae Vol 7 No 5 Edisi Oktober 2024
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jss.v7i5.13965

Abstract

A healthy community forest can provide optimal benefits for the environment and the economy, particularly in increasing farmers' income. This study aims to analyze changes in community forest health and its relationship to farmers' income in Kubu Batu Village, Way Khilau District, Pesawaran Regency. The Forest Health Monitoring (FHM) method was used to assess forest health, while quantitative analysis was employed to calculate farmers' income. Data were collected through interviews and ecological assessments in the field. The results showed a significant decline in forest health conditions from 2020 to 2024, with the average health score decreasing from 7.35 to 4.68. Additionally, a positive correlation was found between forest health and farmers' income, where better forest conditions resulted in higher income for farmers. However, the strength of this relationship slightly weakened in 2024. The decline in forest health was largely due to forest fires, which affected biodiversity and land productivity. Therefore, restoration efforts and better forest management are necessary to maintain productivity and improve the welfare of community forest farmers.Hutan rakyat yang sehat dapat memberikan manfaat optimal bagi lingkungan dan perekonomian masyarakat, terutama dalam meningkatkan pendapatan petani. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perubahan kondisi kesehatan hutan rakyat dan hubungannya dengan pendapatan petani di Desa Kubu Batu, Kecamatan Way Khilau, Kabupaten Pesawaran. Metode yang digunakan adalah Forest Health Monitoring (FHM) untuk menilai kondisi kesehatan hutan serta analisis kuantitatif untuk menghitung pendapatan petani. Data dikumpulkan melalui wawancara dan penilaian ekologi di lapangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terjadi penurunan signifikan dalam kondisi kesehatan hutan dari tahun 2020 ke 2024, dengan rata-rata nilai kesehatan menurun dari 7,35 menjadi 4,68. Selain itu, terdapat hubungan positif antara kondisi kesehatan hutan dan pendapatan petani, di mana semakin baik kondisi hutan, semakin tinggi pula pendapatan yang diperoleh petani. Namun, kekuatan hubungan ini sedikit melemah pada tahun 2024. Penurunan kesehatan hutan sebagian besar disebabkan oleh kebakaran hutan, yang berdampak pada biodiversitas dan produktivitas lahan. Oleh karena itu, upaya pemulihan dan pengelolaan hutan yang lebih baik diperlukan untuk menjaga produktivitas dan kesejahteraan petani hutan rakyat.
Densitas Hama dan Intensitas Kerusakan Tanaman Muda Di Areal Restorasi Stasiun Penelitian Rawa Bunder Fitaunnisa, Tsaniya Rifqi; Asmarahman, Ceng; Indriyanto, Indriyanto
Jurnal Sylva Scienteae Vol 7, No 6 (2024): Jurnal Sylva Scienteae Vol 7 No 6 Edisi Desember 2024
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jss.v7i6.14109

Abstract

Taman Nasional Way Kambas merupakan kawasan konservasi yang memiliki ekosistem hutan dataran rendah. Salah satu penutupan lahan Taman Nasional Way Kambas yaitu padang ilalang yang banyak ditumbuhi oleh alang-alang pada lahan kritis. Pihak pengelola Taman Nasional Way Kambas melakukan upaya pemulihan ekosistem di lahan kritis untuk mengembalikan fungsi ekosistem alami yang telah rusak. Pihak pengelola melakukan penanaman dengan memperhatikan pertumbuhan tanaman mulai dari pemilihan bibit, penanaman bibit hingga bibit menjadi tanaman muda. Tanaman muda yang terdapat di Plot Tradisional terserang oleh hama yang dapat menimbulkan berbagai masalah pada tanaman. Oleh karena itu, dilakukan penelitian kepadatan dan intensitas kerusakan tanaman muda yang terserang hama. Metode penelitian menggunakan sistematik sampling untuk menentukan pengambilan sampel, peletakan plot dilakukan secara sistematik sebanyak 25 plot sampel. Pengamatan dilakukan secara visual pada plot sampel, kemudian mengidentifikasi jenis hama serta menghitung kepadatan dan intensitas serangan hama. Berdasarkan hasil pengamatan ditemukan jenis-jenis hama seperti, ulat jengkal, ulat bulu, wereng batang coklat, ulat kantong, kepik, belalang, walang sangit dan kutu putih. Kepadatan hama tertinggi yaitu ulat jengkal (0,0007 individu/1000m²) dan kepadatan hama terendah adalah ulat kantong (0,0001 individu/1000m²). Intensitas kerusakan nisbi pada daun yang tertinggi yaitu pada tanaman puspa sebesar (37%). Beberapa jenis tanaman muda yang memiliki intensitas kerusakan mutlak mencapai 100% yaitu rengas, rukem, waru gombong, kemang, jambon, dan bungur. Hal yang perlu dilakukan oleh pihak pengelola Taman Nasional Way Kambas yaitu dengan menyusun strategi pengendalian hama pada Plot Tradisional
KEANEKARAGAMAN JENIS TUMBUHAN BERKHASIAT OBAT DI KTH MEKAR SARI TAHURA WAN ABDUL RACHMAN Andriyani, Della Eka; Bintoro, Afif; Asmarahman, Ceng; Indriyanto, Indriyanto
Jurnal Sylva Scienteae Vol 7, No 6 (2024): Jurnal Sylva Scienteae Vol 7 No 6 Edisi Desember 2024
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jss.v7i6.14136

Abstract

Tahura Wan Abdul Rachman adalah kawasan konservasi alam yang terletak di Provinsi Lampung. Salah satu tumbuhan yang ada di Tahura Wan Abdul Rachman adalah tumbuhan obat, yaitu tanaman yang memiliki kandungan senyawa yang bermanfaat dan berkhasiat untuk mencegah, mengurangi, atau menyembuhkan penyakit. Penelitian ini bertujuan untuk mengukur tingkat keanekaragaman tumbuhan obat. Penelitian ini dilakukan di lahan KTH Mekar Sari Tahura Wan Abdul Rachman, dengan metode plot ganda. Plot yang digunakan berukuran 2 m x 2 m, 5 m x 5 m, 10 m x 10 m dan 20 m x 20 m. Hasil penelitian menunjukkan 11 jenis tumbuhan obat tingkat pohon dewasa, 10 jenis pada tingkat tiang, 10 jenis pada tingkat pancang dan 12 jenis pada tingkat semai. Terdapat 20 jenis tumbuhan obat dengan indeks keanekaragaman sebesar 0,87 dan masuk dalam kategori rendah.
TINGKAT SERANGAN HAMA DAN PENYAKIT DI PESEMAIAN PT BUKIT ASAM UNIT PELABUHAN TARAHAN, PROVINSI LAMPUNG HUTASOIT, ERNI; INDRIYANTO, INDRIYANTO; ASMARAHMAN, CENG
KNOWLEDGE: Jurnal Inovasi Hasil Penelitian dan Pengembangan Vol. 4 No. 3 (2024)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/knowledge.v4i3.3704

Abstract

Land rehabilitation of the post-mining requires healthy tree seedlings, namely seedlings that are not attacked by the pests or disease. The health condition of tree seedlings can be determined from the types of damage to the seedling organs as a sign of pest and disease attacks. Therefore, identification of damage to tree seedlings in the nursery owned by PT Bukit Asam, Tarahan Port Unit was carried out to determine the attack level of pest and disease. Observation of attack signs and symptoms of pest and disease were carried out systematically using the cluster sampling method at 16 sampel plots with a plot size of 1 m x 1 m. The results of this research showed that there were 2 types of damage caused by pests, namely perforated leaves and rolled leaves, as well as 4 types of damage caused by disease, namely leaf spot, leaf fall, yellowing leaves, and stem cancer. The average number of tree seedlings found to have signs of pest and disease attacks was 77.57%. All of the tree seedlings (100%) found to have signs of pest and disease attacks were Eugenia oleana, Handroanthus impetiginosus, Durio zibethinus, Myristica fragrans, Polyalthia longifolia, Diospyros celebica, and Terminalia catappa. The tree seedlings that showed no signs of pest and disease attacks was Casuarina equisetifolia. The average percentage of pest and disease attacks on tree seedlings was 21.21%. Based on the research results, it can be concluded that the level of pest and disease attacks on tree seedlings is in the light category. Therefore, to prevent an increase in attacks, it is possible to improve the sanitation of the nursery environment and increase the distance between seedlings. ABSTRAKRehabilitasi lahan pascapenambangan membutuhkan bibit pohon yang sehat, yaitu bibit yang tidak terserang hama maupun penyakit. Kondisi kesehatan bibit pohon dapat diketahui dari jenis-jenis kerusakan pada organ bibit sebagai tanda adanya serangan hama dan penyakit. Oleh karena itu, identifikasi kerusakan bibit pohon di pesemaian PT Bukit Asam Unit Pelabuhan Tarahan dilakukan untuk mengetahui tingkat serangan hama dan penyakit. Pengamatan tanda dan gejala serangan hama dan penyakit dilakukan secara sistematik dengan metode cluster sampling pada 16 plot pengamatan dengan ukuran plot 1 m x 1 m. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat 2 jenis kerusakan yang disebabkan oleh hama yaitu daun berlubang dan daun tergulung, serta 4 jenis kerusakan yang disebabkan oleh penyakit yaitu bercak daun, gugur daun, daun menguning, dan kanker batang. Rata-rata jumlah bibit pohon yang ditemukan adanya tanda serangan hama dan penyakit sebesar 77,57%. Bibit pohon yang semuanya (100%) ditemukan adanya tanda serangan hama dan penyakit adalah Eugenia oleana, Handroanthus impetiginosus, Durio zibethinus, Myristica fragrans, Polyalthia longifolia, Diospyros celebica, dan Terminalia catappa. Bibit pohon yang tidak ditemukan adanya tanda serangan hama dan penyakit adalah Casuarina equisetifolia. Rata-rata persentase serangan hama dan penyakit pada bibit pohon adalah sebesar 21,21%. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa tingkat serangan hama dan penyakit pada bibit pohon berkategori ringan. Oleh karena itu, untuk mencegah meningkatnya serangan dapat dilakukan perbaikan sanitasi lingkungan pesemaian dan perenggangan jarak antarbibit.
Kegiatan Pemetaan Jalur Pengelolaan Lahan Garapan Kelompok Tani Hutan (KTH) Karya Makmur di Tahura Wan Abdul Rachman Wafa, Ali; Riyawan, I Nyoman; Widyawati, Tri; Agustin, Aprillia Bella Cithra Putri; Asmarahman, Ceng; Safe’i, Rahmat
Repong Damar: Jurnal Pengabdian Kehutanan dan Lingkungan Vol 4, No 1 (2025): June
Publisher : Magister of Forestry,Department of Forestry, Faculty of Agriculture, University of Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/rdj.v4i1.11098

Abstract

Kelompok Tani Hutan adalah kumpulan petani yang mengelola usaha di bidang kehutanan di dalam dan di luar kawasan hutan. Kelompok Tani Hutan dibentuk bertujuan memberikan peluang pendapatan masyarakat dengan menjaga kelestarian hutan. Permasalahan kelompok tani hutan dalam menggarap lahan hutan adalah belum memiliki peta jalur pengelolaan lahan garapan. Padahal keberadaan peta sebagai dasar pengelolaan Kawasan dan pencegah timbulnya konflik. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk membantu Kelompok Tani Hutan dalam membentuk peta jalur pengelolaan lahan garapan kelompok tani hutan Karya Makmur. Jalur yang dipetakan adalah jalur yang biasa dilewati petani Kelompok Tani Hutan Karya Makmur. Kegiatan pengabdian masyarakat dilaksanakan di kelompok tani hutan Karya Makmur pada Kawasan hutan Tahura Wan Abdul Rachman. Kegiatan ini juga melibatkan petani Kelompok Tani Hutan Karya Makmur. Hasil dari pengabdian ini adalah peta jalur pengelolaan lahan garapan kelompok tani hutan Karya Makmur. Lahan Garapan Kelompok Tani Hutan didominasi tanaman Multi-Purpose Tree Species yang dapat dipanen tanpa menebang pohon induk.
Co-Authors . Indriyanto Adraisna Airansi Afif Bintoro Afif Bintoro Afif Bintoro Afif Bintoro Agustin, Aprillia Bella Cithra Putri Aisah, Rohmi Aisah Ali Wafa Amellita Amellita Andriyani, Della Eka Arief Darmawan Ayu Sariani Bainah Sari Dewi Christine Wulandari Damayanti, Inggar Desta Oktapiani Duryat Duryat Duryat Duryat, Duryat Duryat, Duyat Fajri, Ahmad Khairil Febrian, Ardi Fitaunnisa, Tsaniya Rifqi Fitriana, Yulia Rahma Gunawan, Rhezandy Harianto, Sugeng P. Harianto, Sugeng Prayitno Harianto, Sugeng Prayitno Hartati, Puspa Hendra Prasetia HUTASOIT, ERNI Imron Imron, Imron Indah Rofifah Indra Gumay Febryano Indriyanto Indriyanto Indriyanto . Indriyanto Indriyanto Indriyanto Indriyanto Indriyanto Indriyanto Indriyanto Indriyanto Indriyanto, Indriyanto Indriyanto, Indriyanto, Inggar Damayanti Inka Kumala Dewi Kartika Puspa Dewi Kartika Tsani, Machya Kaskoyo, Hari Kurnia Maulita Machya Kartika Tsani Machya Kartika Tsani Maharanti, Danti Melya Riniarti Nabilah Aprilia Surachman Neneng Laila Romdyah Panjaitan, Bernad Uluan Pascalina Yossy Putri Putri, Pascalina Yossy Rahmat Safe'i Rini, Dwi Nur Puspita Rini, Mita Puspita Riyawan, I Nyoman Rofifah, Indah Rudi Hilmanto Saipul Anwar Salsabila, Sahda Samsul Bakri Sanena, Tia Silvia Santoso, Trio Santoso, Trio Savira, Elza Novelia Setia Budi, Widia Arum Siti Tisas Sitra Sanana Slamet Budi Yuwono Sugeng P. Harianto Sugeng Prayitno Hariyanto Sukra, Paul Surnayanti Surnayanti Surnayanti Surnayanti Surnayanti Surnayanti Tri Widyawati, Tri Tsani, Machya Kartika Wahyu Hidayat Winarno, Gunardi Djoko Winda Ambarwati Wulandari, Christin Yustika, Vidia