p-Index From 2021 - 2026
5.968
P-Index
This Author published in this journals
All Journal ELEMENTARY SCHOOL JOURNAL PGSD FIP UNIMED MAGISTRA: Media Pengembangan Ilmu Pendidikan Dasar dan Keislaman Dinamika Jurnal Pendidikan Dasar PYTHAGORAS: Jurnal Program Studi Pendidikan Matematika NUMERICAL (Jurnal Matematika dan Pendidikan Matematika) At-Turats Indonesian Journal of Educational Counseling Pendas : Jurnah Ilmiah Pendidikan Dasar Jurnal Kiprah Islamic Review : Jurnal Riset dan Kajian Keislaman FONDATIA Journal of Primary Education JBKI (Jurnal Bimbingan Konseling Indonesia) eL.Muhbib: Jurnal Pemikiran dan Penelitian Pendidikan Dasar Jurnal Eduscience (JES) Likhitaprajna: Jurnal Ilmiah Fakultas Keguruan Ilmu Pendidikan Universitas Wisnuwardhana Malang JTIEE (Journal of Teaching in Elementary Education) Al-Ittizaan : Jurnal Bimbingan Konseling Islam Jurnal Riset Pendidikan Dasar (JRPD) Dawuh Guru: Jurnal Pendidikan MI/SD Elementar : Jurnal Pendidikan Dasar Education and Counseling Journal Jurnal Pendidikan Dasar Borneo (Judikdas Borneo) MAGISTRA: Media Pengembangan Ilmu Pendidikan Dasar dan Keislaman Borobudur Educational Review JISPE Journal of Islamic Primary Education Action Research Journal Indonesia (ARJI) Journal of Islamic Business Management Studies (JIBMS) Proceeding of International Conference on Science, Education, and Technology Jurnal Konseling Pendidikan Islam Jurnal Pengembangan Pembelajaran Matematika Jurnal Elementaria Edukasia EduBase: Journal of Basic Education Education and Community Service Journal (EduServe)
Claim Missing Document
Check
Articles

ANALISIS PEMBELAJARAN PKN PADA MODERASI BERAGAMA ASPEK TOLERANSI DI SOPHOS SCHOOL Abdul Harris Arman; Tarmizi Ashidiq; Desi Setiyadi
Consilium: Education and Counseling Journal Vol 6 No 1 (2026): Edisi Maret
Publisher : Biro 3 Kemahasiswaan dan Kerjasama Universitas Abduracman Saleh Situbondo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36841/consilium.v6i1.8040

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pembelajaran pendidikan Kewarganegaraan (PKn) dalam menanamkan nilai moderasi beragama, khususnya aspek toleransi, di Sophos School. Latar belakang penelitian ini didasarkan pada kondisi masyarakat indonesia yang majemuk dari segi agama, suku dan budaya. Sehingga pendidikan memiliki peran strategis dalam membentuk karakter peserta didik yang toleran sejak dini. Penelitian ini bertujuan untuk memahami bagaimana nilai toleransi yang bersumber dari prinsip moderasi beragama di integrasikan ke dalam proses pembelajaran PKn, baik melalui perencanaan pembelajaran, pemilihan materi, strategi dan metode pembelajaran, maupun evaluasi yang diterapkan oleh guru di dalam kelas. Selain itu, penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi peran guru Pendidikan Kewarganegaraan dalam membentuk sikap toleran peserta didik melalui pendekatan pembelajaran yang kontekstual, dialogis, dan berorientasi pada penguatan karakter kebangsaan. Fokus penelitian juga diarahkan pada upaya guru dalam menanamkan sikap saling menghargai perbedaan agama, keyakinan, dan latar belakang sosial budaya siswa, sehingga pembelajaran PKn tidak hanya bersifat kognitif, tetapi juga menyentuh aspek afektif dan psikomotorik peserta didik. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara mendalam kepada kepala sekolah, guru PKN dan wali kelas III dan IV serta wali kelasnya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembelajaran PKn di Sophos School telah mengintegrasikan nilai toleransi secara sistematis melalui kurikulum, metode pembelajaran kontekstual, budaya sekolah inklusif, serta keteladanan guru. Dampak pembelajaran terlihat pada sikap siswa yang mampu menghargai perbedaan agama, berpartisipasi dalam kegiatan keagamaan secara sosial, serta minimnya konflik berbasis agama di lingkungan sekolah. Pembelajaran PKn di Sophos School dapat menjadi model praktik baik dalam penerapan moderasi beragama di sekolah dasar. Penelitian ini merekomendasikan agar nilai toleransi terus diperkuat melalui kolaborasi antara sekolah, guru, dan orang tua guna membentuk generasi yang moderat, inklusif dan berkarakter kebangsaan.
Sekolah Ramah Anak dan Transformasi Budaya Sekolah: Perspektif Hak Anak dalam Pendidikan Dasar Desi Setiyadi; Eko Handoyo; Edi Waluyo
Action Research Journal Indonesia (ARJI) Vol. 7 No. 2 (2025): Action Research Journal Indonesia (ARJI)
Publisher : PT. Pusmedia Group Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61227/arji.v7i2.359

Abstract

Masalah utama yang dihadapi dalam penerapan Sekolah Ramah Anak (SRA) adalah bagaimana menciptakan transformasi budaya sekolah yang tidak hanya berfokus pada pemenuhan hak anak, tetapi juga pada perubahan pola interaksi dan kebijakan yang lebih inklusif dan berkeadilan. Penelitian ini bertujuan untuk: (1) menganalisis secara mendalam bagaimana SRA dapat mendorong transformasi budaya sekolah yang berorientasi pada pemenuhan hak anak; (2) mengidentifikasi hambatan dan peluang dalam implementasi SRA; dan (3) merumuskan rekomendasi kebijakan serta praktik pendidikan yang aplikatif. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif untuk memahami fenomena budaya sekolah secara komprehensif dan kontekstual. Penelitian dilakukan selama 2 bulan dari Maret-April 2025.  Lokasi penelitian di SD Kota Tangerang yaitu SD YTS, SDN 5 CPD, SDN 3 SBA, dan SD ALS. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam dengan guru, kepala sekolah, siswa, dan orang tua; observasi partisipatif dalam interaksi formal maupun informal; serta dokumentasi kebijakan sekolah, notulen rapat, dan media visual. Analisis data mengikuti model Miles & Huberman, redaksi, penyajian, dan verifikasi dilakukan secara berkelanjutan dan interaktif. Hasil kajian menunjukkan bahwa SRA berhasil menciptakan atmosfer dialogis, inklusif, dan berkeadilan, serta menggantikan disiplin retributif dengan restoratif. Hambatan utama meliputi rendahnya literasi pendidik, resistensi budaya, dan keterbatasan infrastruktur, sedangkan peluang muncul dari dukungan regulatif, kesadaran publik, Kurikulum Merdeka, dan platform digital. Kontribusi utama dari penelitian ini terletak pada pemetaan bentuk-bentuk transformasi budaya sekolah yang berorientasi pada penghormatan dan perlindungan hak anak, sekaligus memberikan dasar pengembangan kebijakan pendidikan yang lebih humanis dan berkeadilan. Rekomendasi menitikberatkan pada penguatan kebijakan afirmatif, pelatihan berkelanjutan, forum partisipatif anak, dan sinergi lintas sektor.
Efektivitas Model Pembelajaran Team Games Tournament Berbantuan Jejak Kata Dalam Meningkatkan Pemahaman Teks Bacaan Reina Nisa Az Zahra; Desi Setiyadi; Zubaidi Zubaidi
Action Research Journal Indonesia (ARJI) Vol. 7 No. 3 (2025): Action Research Journal Indonesia (ARJI)
Publisher : PT. Pusmedia Group Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61227/arji.v7i3.464

Abstract

Rendahnya pemahaman siswa dalam memahami bacaan terutama dalam memahami soal mengakibatkan siswa kesulitan dalam menerima informasi dari teks bacaan, memahami instruksi guru dan menyelesaikan tugas. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas model pembelajaran team games tournament (TGT) dengan berbantuan permainan jejak kata dalam meningkatkan pemahaman membaca siswa. Populasi yang digunakan adalah Gugus 09 Pamulang tahun 2025, sampel yang digunakan adalah siswa kelas IV sebanyak 40 orang di SD Islam Terpadu Al Inayah. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen one group pretest-posttest design. Instrument yang digunakan dalam penelitian ini adalah teks bacaan, soal-soal esai dan kartu kata kunci. Teknik pengumpulan data yaitu dengan melakukan tes tertulis. Teknik analisis data yang dilakukan yaitu dengan uji statistik parametrik yaitu uji normalitas, homogenitas dan uji paired sample test. Hasil dari pengolahan data statistik dilakukan dengan uji paired samples test yang menunjukan Sig. 0,000 hal ini menunjukan Ha di terima dan H0 ditolak. Pengolahan data statistik menunjukan adanya perbedaan rata-rata yang signifikan pada hasil belajar pretest dan posttest. Dari hasil pengolahan data menunjukan bahwa model pembelajaran team games tournament berbantuan permainan jejak kata dapat meningkatkan pemahaman membaca siswa. Saran yang dapat diberikan peneliti untuk mengembangkan penelitian ini adalah dengan menambahkan kelompok kontrol serta dapat mengombinasikan jenis permainan edukatif yang berbeda, yang bertujuan untuk menemukan kombinasi baru untuk model pembelajaran lebih optimal.
Peran Guru dalam Pengelolaan Lingkungan Emosional Siswa: Studi Fenomenologi dengan Pendekatan Teori Emosi Daniel Goleman Putri Nurina; Desi Setiyadi
Action Research Journal Indonesia (ARJI) Vol. 7 No. 4 (2025): Action Research Journal Indonesia (ARJI)
Publisher : PT. Pusmedia Group Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61227/arji.v7i4.587

Abstract

Fenomena meningkatnya kompleksitas emosi di ruang kelas menuntut guru memiliki kemampuan pengelolaan emosional yang lebih adaptif dan reflektif. Dalam konteks pendidikan dasar, guru berperan penting sebagai penjaga keseimbangan psikologis yang menentukan suasana belajar siswa. Namun, kenyataannya banyak guru menghadapi tekanan emosional akibat tuntutan administratif, ekspektasi sosial, dan dinamika perilaku siswa yang beragam. Berdasarkan kondisi tersebut, penelitian ini bertujuan untuk memahami secara mendalam strategi dan pengalaman guru dalam mengelola lingkungan emosional siswa melalui perspektif teori kecerdasan emosional Daniel Goleman. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain fenomenologi, karena berfokus pada pemaknaan pengalaman hidup (lived experience) guru yang bersifat subjektif dan kontekstual. Penelitian dilaksanakan di Kecamatan Banyumas, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, pada tiga sekolah dasar negeri yaitu SDN 1 BNG, SDN 1 PAP, dan SDN 2 PAP. Partisipan terdiri atas tiga guru kelas sebagai subjek utama dan tiga kepala sekolah sebagai informan triangulasi. Data primer dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi partisipatif, serta catatan reflektif guru, sedangkan data sekunder diperoleh dari dokumen sekolah, jurnal kegiatan pembelajaran, serta literatur ilmiah terkini (2021–2025) terkait pembelajaran sosial-emosional. Analisis data dilakukan secara manual dengan pendekatan fenomenologis Moustakas melalui tahapan epoche, horizonalization, pengelompokan makna, dan sintesis esensi pengalaman untuk menemukan inti fenomena. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru membangun suasana emosional positif melalui strategi seperti komunikasi empatik, penggunaan humor, refleksi spiritual, dan regulasi diri sebelum mengajar. Tantangan utama yang dihadapi mencakup kelelahan empatik, ketegangan peran, serta minimnya dukungan kelembagaan terhadap kesejahteraan emosional guru. Kesimpulan penelitian menegaskan bahwa pengelolaan lingkungan emosional di sekolah dasar bukan sekadar keterampilan profesional, melainkan praktik kemanusiaan yang memadukan kesadaran diri, empati sosial, dan keseimbangan batin. Guru tidak hanya menjadi pengajar pengetahuan, tetapi juga fasilitator emosi yang menumbuhkan ruang belajar penuh makna dan berjiwa.
EFEKTIVITAS PROBLEM SOLVING PADA MODEL PBL BERNUANSA ETNOMATEMATIKA DENGAN SATUAN NGAPAK Desi Setiyadi
eL-Muhbib jurnal pemikiran dan penelitian pendidikan dasar Vol. 7 No. 2 (2023): Desember
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah (PGMI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52266/el-muhbib.v7i2.2108

Abstract

Problem solving adalah landasan pokok dalam pembelajaran matematika. Namun kenyataan yang terjadi beberapa daerah menunjukkan problem solving matematika masih rendah. Tujuan penelitian yaitu efektifitas problem solving pada model PBL bernuansa etnomatematika dengan satuan ngapak dengan fokus penelitian pada kelas IV materi perkalian. Jenis penelitian menggunakan penelitian kuanitatif menggunakan penelitian kuantitatif dengan pendekatan eksperimen semu. Populasi yang digunakan yaitu kelas IV pada Kecamatan Banyumas tahun 2023 dan sampel berada di Gugus Melati kelas IV. Pemilihan sampel menggunakan simple random sampling. hasil uji hipotesis yang dilakukan dapat diambil kesimpulan sebagai berikut: (1) Problem solving dengan menggunakan model PBL bernuansa etnomatematika dan satuan hitung khas ngapak melebihi angka 68. (2) ketuntasan klasikal pada kelas yang menggunakan model PBL bernuansa etnomatematika dengan satuan hitung khas ngapak lebih dari 75%. (3) Rata-rata kemampuan pemecahan masalah dengan menggunakan model model PBL bernuansa etnomatematika dengan satuan hitung khas ngapak lebih baik dibandingkan dengan rata-rata kemampuan pemecahan masalah dengan menggunakan model PBL. Oleh karena itu, dapat disimpulkan bahwa penerapan problem solving pada model PBL bernuansa etnomatematika dengan satuan hitung yang khas ngapak efektif dalam meningkatkan prestasi belajar matematika siswa.
Peran Konseling Individu Berbasis Feminis dalam Penguatan Diri Mahasiswi dengan Peran Ganda sebagai Ibu Bekerja Rita Handayani; Nur Hermatasiyah; Desi Setiyadi
Consilium: Education and Counseling Journal Vol 6 No 2 (2026): Edisi In Progres Agustus
Publisher : Biro 3 Kemahasiswaan dan Kerjasama Universitas Abduracman Saleh Situbondo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36841/consilium.v6i2.8323

Abstract

Mahasiswi yang menjalankan peran ganda sebagai ibu bekerja tidak hanya menghadapi tekanan akademik dan tuntutan pekerjaan, tetapi juga beban emosional yang muncul dari tanggung jawab yang harus dijalankan secara bersamaan. Kondisi tersebut seringkali memunculkan kelelahan fisik, konflik peran, serta perasaan tertekan dan bersalah ketika mereka belum mampu menjalankan seluruh perannya secara optimal. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji peran konseling individu berbasis feminis dalam penguatan diri mahasiswi dengan peran ganda sebagai ibu bekerja. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan penerapan konseling individu berbasis feminis sebagai bagian dari proses penggalian data, dengan teknik pengumpulan data berupa observasi, wawancara, dan dokumentasi. Penelitian ini melibatkan tiga mahasiswi Fakultas Tarbiyah dan Keguruan pada salah satu perguruan tinggi di Kota Tangerang yang dipilih melalui teknik purposive sampling. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebelum konseling, semua partisipan mengalami kelelahan emosional, konflik peran, tekanan sosial, dan kecenderungan untuk memendam perasaan mereka. Proses konseling feminis yang dilakukan dalam dua sesi per partisipan menggunakan tiga mekanisme utama: membingkai ulang pengalaman negatif, memvalidasi perasaan partisipan, dan memperkuat identitas pribadi mereka. Setelah sesi konseling, partisipan menunjukkan peningkatan dalam tiga dimensi penguatan diri: intrapersonal (peningkatan kesadaran diri dan kepercayaan diri), interaksional (pemahaman kritis tentang peran gender dan dinamika hubungan sosial), dan perilaku (peningkatan kapasitas untuk pengambilan keputusan dan negosiasi peran yang lebih sehat). Penelitian ini menunjukkan bahwa konseling individual berbasis feminis merupakan pendekatan yang efektif dalam mendukung kesejahteraan psikologis dan penguatan diri mahasiswi yang menjalani peran ganda sebagai ibu bekerja.