p-Index From 2021 - 2026
6.546
P-Index
Claim Missing Document
Check
Articles

Peran Guru dalam Pengelolaan Lingkungan Emosional Siswa: Studi Fenomenologi dengan Pendekatan Teori Emosi Daniel Goleman Putri Nurina; Desi Setiyadi
Action Research Journal Indonesia (ARJI) Vol. 7 No. 4 (2025): Action Research Journal Indonesia (ARJI)
Publisher : PT. Pusmedia Group Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61227/arji.v7i4.587

Abstract

Fenomena meningkatnya kompleksitas emosi di ruang kelas menuntut guru memiliki kemampuan pengelolaan emosional yang lebih adaptif dan reflektif. Dalam konteks pendidikan dasar, guru berperan penting sebagai penjaga keseimbangan psikologis yang menentukan suasana belajar siswa. Namun, kenyataannya banyak guru menghadapi tekanan emosional akibat tuntutan administratif, ekspektasi sosial, dan dinamika perilaku siswa yang beragam. Berdasarkan kondisi tersebut, penelitian ini bertujuan untuk memahami secara mendalam strategi dan pengalaman guru dalam mengelola lingkungan emosional siswa melalui perspektif teori kecerdasan emosional Daniel Goleman. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain fenomenologi, karena berfokus pada pemaknaan pengalaman hidup (lived experience) guru yang bersifat subjektif dan kontekstual. Penelitian dilaksanakan di Kecamatan Banyumas, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, pada tiga sekolah dasar negeri yaitu SDN 1 BNG, SDN 1 PAP, dan SDN 2 PAP. Partisipan terdiri atas tiga guru kelas sebagai subjek utama dan tiga kepala sekolah sebagai informan triangulasi. Data primer dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi partisipatif, serta catatan reflektif guru, sedangkan data sekunder diperoleh dari dokumen sekolah, jurnal kegiatan pembelajaran, serta literatur ilmiah terkini (2021–2025) terkait pembelajaran sosial-emosional. Analisis data dilakukan secara manual dengan pendekatan fenomenologis Moustakas melalui tahapan epoche, horizonalization, pengelompokan makna, dan sintesis esensi pengalaman untuk menemukan inti fenomena. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru membangun suasana emosional positif melalui strategi seperti komunikasi empatik, penggunaan humor, refleksi spiritual, dan regulasi diri sebelum mengajar. Tantangan utama yang dihadapi mencakup kelelahan empatik, ketegangan peran, serta minimnya dukungan kelembagaan terhadap kesejahteraan emosional guru. Kesimpulan penelitian menegaskan bahwa pengelolaan lingkungan emosional di sekolah dasar bukan sekadar keterampilan profesional, melainkan praktik kemanusiaan yang memadukan kesadaran diri, empati sosial, dan keseimbangan batin. Guru tidak hanya menjadi pengajar pengetahuan, tetapi juga fasilitator emosi yang menumbuhkan ruang belajar penuh makna dan berjiwa.
EFEKTIVITAS PROBLEM SOLVING PADA MODEL PBL BERNUANSA ETNOMATEMATIKA DENGAN SATUAN NGAPAK Desi Setiyadi
eL-Muhbib jurnal pemikiran dan penelitian pendidikan dasar Vol. 7 No. 2 (2023): Desember
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah (PGMI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52266/el-muhbib.v7i2.2108

Abstract

Problem solving adalah landasan pokok dalam pembelajaran matematika. Namun kenyataan yang terjadi beberapa daerah menunjukkan problem solving matematika masih rendah. Tujuan penelitian yaitu efektifitas problem solving pada model PBL bernuansa etnomatematika dengan satuan ngapak dengan fokus penelitian pada kelas IV materi perkalian. Jenis penelitian menggunakan penelitian kuanitatif menggunakan penelitian kuantitatif dengan pendekatan eksperimen semu. Populasi yang digunakan yaitu kelas IV pada Kecamatan Banyumas tahun 2023 dan sampel berada di Gugus Melati kelas IV. Pemilihan sampel menggunakan simple random sampling. hasil uji hipotesis yang dilakukan dapat diambil kesimpulan sebagai berikut: (1) Problem solving dengan menggunakan model PBL bernuansa etnomatematika dan satuan hitung khas ngapak melebihi angka 68. (2) ketuntasan klasikal pada kelas yang menggunakan model PBL bernuansa etnomatematika dengan satuan hitung khas ngapak lebih dari 75%. (3) Rata-rata kemampuan pemecahan masalah dengan menggunakan model model PBL bernuansa etnomatematika dengan satuan hitung khas ngapak lebih baik dibandingkan dengan rata-rata kemampuan pemecahan masalah dengan menggunakan model PBL. Oleh karena itu, dapat disimpulkan bahwa penerapan problem solving pada model PBL bernuansa etnomatematika dengan satuan hitung yang khas ngapak efektif dalam meningkatkan prestasi belajar matematika siswa.
Peran Konseling Individu Berbasis Feminis dalam Penguatan Diri Mahasiswi dengan Peran Ganda sebagai Ibu Bekerja Rita Handayani; Nur Hermatasiyah; Desi Setiyadi
Consilium: Education and Counseling Journal Vol 6 No 2 (2026): Edisi Agustus
Publisher : Biro 3 Kemahasiswaan dan Kerjasama Universitas Abduracman Saleh Situbondo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36841/consilium.v6i2.8323

Abstract

Mahasiswi yang menjalankan peran ganda sebagai ibu bekerja tidak hanya menghadapi tekanan akademik dan tuntutan pekerjaan, tetapi juga beban emosional yang muncul dari tanggung jawab yang harus dijalankan secara bersamaan. Kondisi tersebut seringkali memunculkan kelelahan fisik, konflik peran, serta perasaan tertekan dan bersalah ketika mereka belum mampu menjalankan seluruh perannya secara optimal. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji peran konseling individu berbasis feminis dalam penguatan diri mahasiswi dengan peran ganda sebagai ibu bekerja. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan penerapan konseling individu berbasis feminis sebagai bagian dari proses penggalian data, dengan teknik pengumpulan data berupa observasi, wawancara, dan dokumentasi. Penelitian ini melibatkan tiga mahasiswi Fakultas Tarbiyah dan Keguruan pada salah satu perguruan tinggi di Kota Tangerang yang dipilih melalui teknik purposive sampling. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebelum konseling, semua partisipan mengalami kelelahan emosional, konflik peran, tekanan sosial, dan kecenderungan untuk memendam perasaan mereka. Proses konseling feminis yang dilakukan dalam dua sesi per partisipan menggunakan tiga mekanisme utama: membingkai ulang pengalaman negatif, memvalidasi perasaan partisipan, dan memperkuat identitas pribadi mereka. Setelah sesi konseling, partisipan menunjukkan peningkatan dalam tiga dimensi penguatan diri: intrapersonal (peningkatan kesadaran diri dan kepercayaan diri), interaksional (pemahaman kritis tentang peran gender dan dinamika hubungan sosial), dan perilaku (peningkatan kapasitas untuk pengambilan keputusan dan negosiasi peran yang lebih sehat). Penelitian ini menunjukkan bahwa konseling individual berbasis feminis merupakan pendekatan yang efektif dalam mendukung kesejahteraan psikologis dan penguatan diri mahasiswi yang menjalani peran ganda sebagai ibu bekerja.
IMPLEMENTASI STRATEGI READING ALOUD UNTUK MENINGKATKAN KETERAMPILAN MEMBACA SISWA FASE B SEKOLAH DASAR Henik Monicha Putri; Desi Setiyadi
JISPE Journal of Islamic Primary Education Vol. 7 No. 01 (2026): JISPE Journal of Islamic Primary Education
Publisher : Institut Daarul Qur'an Jakarta, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51875/jispe.v7i01.1277

Abstract

The main problem frequently encountered at the elementary school level, especially among Phase B students, is the low ability to read fluently and comprehend text content in its entirety. This condition hinders the overall success of the students' learning process because mastery of reading literacy is the fundamental basis for students to effectively absorb material, as well as understand and process various subjects. This study aims to implement the reading aloud strategy as a concrete effort to improve technical reading skills, in addition to fostering a high interest in reading and building students' self-confidence and courage to perform. The Classroom Action Research method was conducted in two cycles, with each cycle comprising the stages of planning, implementation, observation, and reflection on learning outcomes. The research subjects consisted of 27 third-grade students at SD Yos Sudarso Payung Batu. Data were collected through reading skill tests, activity observation sheets, in-depth interviews, and activity documentation. The results indicated a highly significant improvement in ability, where the students' average score increased from 66 to 83, with classical learning completeness reaching 89%. The novelty of this research lies in the integration of improving reading techniques, understanding meaning, and strengthening character in one learning framework which has not been fully discussed in similar research. This strategy proved effective in enhancing reading fluency, pronunciation clarity, accuracy of intonation and pauses, as well as comprehension of the text's meaning. The implementation of this strategy serves as a targeted and meaningful learning solution, capable of creating a harmonious, safe, and enjoyable learning environment for students.
Pengembangan Video Klip Lagu Sains Pada Materi Keanekaragaman Hayati Kelas IV MI Mathlaul Huda Siti Jamilah; Pebrisa Amrina; Desi Setiyadi
Consilium: Education and Counseling Journal Vol 6 No 2 (2026): Edisi Agustus
Publisher : Biro 3 Kemahasiswaan dan Kerjasama Universitas Abduracman Saleh Situbondo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36841/consilium.v6i2.8898

Abstract

Penelitian bertujuan untuk menghasilkan video klip lagu sebagai media pembelajaran materi keanekaragaman hayati kelas IV MI Mathlaul Huda yang valid dan praktis. Penelitian ini merupakan penelitian pengembangan menggunakan model ADDIE, tahap penelitian terdiri dari Analysis, Design, Development, Implementation, Evaluacion, Instrumen pengumpulan data yang digunakan berupa angket. Hasil tingkat validitas dari ahli media sebesar 92% dengan kriteria sangat valid, penilaian dari ahli materi sebesar 92% dengan kriteria sangat valid, dan penilaian dari ahli bahasa sebesar 80% dengan kriteria sangat valid, rata-rata nilai 88% dengan kriteria sangat valid. Hasil praktikalitas media di peroleh dari angket respon siswa sesudah pembelajaran, dari 25 siswa, 17 siswa menyatakan sangat praktis, dan 8 siswa menyatakan praktis. Berdasarkan hasil penelitian yang telah diperoleh, dapat di simpulkan bahwa pengembangan media pembelajaran video klip lagu sains pada materi keanekaragaman hayati untuk kelas IV dinyatakan valid, praktis dan dapat digunakan dalam proses pembelajaran IPAS di Madrasah Ibtidaiyah.
PENERAPAN MEDIA PEMBELAJARAN BERBASIS PERMAINAN MONOPOLI EMOSI UNTUK MEMBANDINGKAN KECERDASAN EMOSIONAL SISWA-SISWI SDN MARGAMULYA Gian Rusdiyana; Maulida Putri; Desi Setiyadi; Putri Nurina; Aceng Akhmad Munanzdar Alkafi Billah
Education and Community Service Journal (EduServe) Vol. 1 No. 2 (2025): Education and Community Service Journal (EduServe)
Publisher : Fakultas Tarbiyah dan Keguruan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51875/eduserve.v1i2.428

Abstract

This community service activity aims to improve and compare emotional intelligence between students and students at SDN Margamulya through the implementation of innovative learning media in the form of the Emotional Monopoly game. This media is the work of Fikri Suhardi, a Guidance and Counseling teacher as well as a content creator who focuses on children's character education. The game is designed to help learners recognize, understand, and manage their emotions in a fun and interactive way. The method used in this activity is a quantitative approach with a simple experimental design. Data was collected through emotional intelligence measurement instruments before and after the implementation of the game, then analyzed using an independent sample t-test to determine the significant differences between groups of students and students. The results of the analysis showed that there was a significant difference between the emotional intelligence of students and students after participating in this activity. The average emotional intelligence score of female students reached 7.90, while students obtained an average of 6.50. These findings indicate that female students have a higher and more stable level of emotional intelligence than students after participating in the Emotional Monopoly game. This activity not only contributes to improving the emotional aspects of students, but also shows the great potential of educational game media as an effective means of social-emotional learning at the elementary school level. Therefore, it is recommended that similar games can be integrated more widely in learning activities and guidance and counseling services in schools.
IMPLEMENTASI ANGGARAN BERBASIS KINERJA PADA INSTITUSI PENDIDIKAN TINGGI DI INDONESIA Marzuki; Muhammad Rofiq; Desi Setiyadi
Journal of Islamic Business Management Studies (JIBMS) Vol. 4 No. 2 (2023): Journal of Islamic Business Management Studies (JIBMS)
Publisher : Institut Daarul Qur'an Jakarta, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51875/jibms.v4i2.251

Abstract

Penelitian ini mendalami penerapan penganggaran berbasis kinerja di institusi pendidikan tinggi di Indonesia. Melalui pemanfaatan pendekatan observasi sastra yang dipadukan dengan analisis naratif, penelitian ini bertujuan untuk memperkaya pemahaman tentang penganggaran berbasis kinerja. Temuan penelitian menunjukkan bahwa keberhasilan penerapan penganggaran berbasis kinerja memberikan kontribusi yang signifikan terhadap pembentukan institusi pendidikan tinggi yang berkualitas. Untuk menerapkan pendekatan penganggaran ini secara efektif, universitas harus mempertimbangkan faktor-faktor seperti kompetensi manajerial, dedikasi organisasi, sistem penghargaan, dan keunggulan pendidikan tinggi secara keseluruhan. Menyadari bahwa pelaksanaan penganggaran berbasis kinerja yang baik memerlukan keahlian khusus, khususnya di bidang manajemen keuangan dan akuntansi, studi ini menekankan pentingnya memiliki pengetahuan tersebut. Dengan mengintegrasikan teori manajemen institusional dan teori organisasi untuk membentuk tujuan organisasi, penelitian ini menawarkan perspektif unik dalam memahami penerapan penganggaran berbasis kinerja.
PENGEMBANGAN BAHAN AJAR ETNOMATEMATIKA DIALEK KHAS TEGAL BERBASIS DIGITAL PADA SEKOLAH DASAR Ashila Yumna, Asma'; Setiyadi, Desi; Nida Fitriyani, Feny
Pendas : Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar Vol. 11 No. 03 (2026): Volume 11 No. 03, September 2026 Release
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar FKIP Universitas Pasundan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23969/jp.v11i03.57228

Abstract

Mathematics learning at the elementary school level still faces several challenges, particularly because the instructional materials used tend to be abstract and have not integrated the local cultural context close to students' lives. This condition has implications for students' low understanding of mathematical concepts and declining interest in learning. This study aimed to develop digital learning materials based on ethnomathematics that utilize the distinct Tegal dialect in elementary school mathematics learning to produce a valid and feasible product. The method applied was Research and Development (R&D) using the ADDIE model, which includes the phases of analysis, design, development, implementation, and evaluation. The study involved 22 first-grade students at KLS Elementary School in Tegal Regency as the research subjects. Data collection was conducted through observation, documentation, and expert validation questionnaires, while data analysis used descriptive quantitative techniques based on the percentage of product feasibility. The development results showed that the ethnomathematics-based mathematics e-module with the Tegal dialect, which integrates local number vocabulary such as siji, loro, and telu, achieved a highly feasible category. This was indicated by the validation results of 100% from the material expert, 96.88% from the language expert, and 96% from the media expert. Furthermore, the learning evaluation results showed a student average score of 94.32, with a highest score of 100 and a lowest score of 80, and a classical mastery rate reaching 100% of all students who took the evaluation. These findings indicate that the developed e-module is capable of supporting the understanding of addition and subtraction concepts while integrating local cultural elements into the mathematics learning process. Thus, the implementation of local culture-based ethnomathematics in digital learning materials has the potential to be an innovative alternative to improve the quality of mathematics learning while supporting efforts to preserve regional culture in elementary schools.
ANALISIS BUTIR SOAL URAIAN ETNOMATEMATIKA BERNUANSA KOTA TANGERANG PADA MATERI MATEMATIKA Dzil Ikram, Fadhli; Setiyadi, Desi; Zubaidi
Pendas : Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar Vol. 11 No. 03 (2026): Volume 11 No. 03, September 2026 Release
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar FKIP Universitas Pasundan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23969/jp.v11i03.57243

Abstract

This study aims to analyze the quality of ethnomathematics-based mathematics essay items using Tangerang City local culture in mathematics learning at Madrasah Ibtidaiyah. This study used a quantitative approach with a descriptive method. The research subjects consisted of 10 essay items containing local cultural contexts of Tangerang City and 35 fifth-grade Madrasah Ibtidaiyah students. Data were collected through documentation studies of item grids, scoring rubrics, and students’ answer sheets. Data analysis was conducted through item validity, reliability, difficulty level, and discrimination index tests. The item validity test showed that all items from Q1 to Q10 were valid. The reliability test obtained a Cronbach’s Alpha value of 0.970, which belonged to the very high category. The difficulty level analysis showed that all items were in the moderate category. The discrimination index analysis showed that all items were in the good category. These findings indicate that ethnomathematics-based essay items are feasible for use as mathematics learning evaluation instruments because they meet the empirical criteria of validity, reliability, difficulty level, and discrimination index.