Claim Missing Document
Check
Articles

Found 39 Documents
Search

KAJIAN KEBERADAAN INDUSTRI BATU BATA TERHADAP KONDISI SOSIAL EKONOMI PEKERJA DAN LINGKUNGAN DI KECAMATAN TROWULAN KABUPATEN MOJOKERTO LAKSAWANA MUZAKKI, YUNAN; SRI UTAMI, WIWIK
Swara Bhumi Vol 2, No 1 (2019)
Publisher : Jurusan Pendidikan Geografi FIS Unesa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstrakIndustri batu bata merupakan industri kerajinan rumah tangga yang menggunakan proses cukup sederhana, modal relatif rendah, dan bahan bakunya adalah tanah. Jumlah industri batu bata di Kecamatan Trowulan yang menggali tanah ada 197 unit dengan 267 pekerja lebih banyak dibandingkan dengan industri yang mendatangkan tanah ada 105 unit dengan 143 pekerja. Akitivitas industri dalam kondisi non fisik mengakibatkan penambahan pendapatan pekerja dan perubahan mata pencaharian sedangkan dalam kondisi fisik mengakibatkan hilangnya Top soil, karena kedalaman galiannya mencapai 1 - 2 meter. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kondisi sosial ekonomi pekerja dan lingkungan yang diakibatkan industri batu bata di Kecamatan Trowulan.Penelitian ini menggunakan metode penelitian survei yang dilaksanakan di wilayah Kecamatan Trowulan dengan populasi 267 pekerja dan melibatkan 80 responden yang terdiri dari 10 responden pengusaha/pemilik industri batu bata dan 70 responden pekerja. Teknik pengambilan sampel menggunakan sampling stratified dengan mempertimbakan jumlah responden pekerja yang menggali tanah disetiap wilayah desa, dan teknik analisis data yang digunakan adalah statistik deskriptif.Hasil penelitian menunjukkan bahwa pendapatan pekerja industri batu bata di Kecamatan Trowulan berada dibawah Upah Minimum Kabupaten (UMK) Mojokerto (3.851.983,38). Pendapatan pekerja ditentukan dalam tiga sistem upah; Sistem mingguan terdapat 36 (51,4%) pekerja mendapatkan upah Rp. 200.000 ? Rp. 249.000 sebanyak 21 (58,3%). Sistem bulanan terdapat 10 (14,3%) pekerja mendapatkan upah Rp. 800.000 ? Rp. 849.000 sebanyak 5 (50%). Sistem borongan terdapat 24 (34,3%) pekerja mendapatkan upah Rp. 2.500.000 ? Rp. 2.900.000 sebanyak 10 (41%). Pekerja industri batu bata berkerja selama 11 ? 20 tahun sebanyak 38 (54,3%). Mayoritas pekerja berstatus sampingan sebanyak 52 (74,3%). Kondisi penurunan lapisan permukaan tanah/hilangnya top soil seluas 15.685 m2 dengan kedalaman rata-rata 1,25 meter.Kata kunci: Industri Batu Bata, Kondisi, Sosial Ekonomi, Lingkungan
KAJIAN EKSISTENSI INDUSTRI KECIL MEJA DAN KURSI KARET TERHADAP KONDISI SOSIAL EKONOMI PENGRAJIN DI DESA KEDUNGBONDO KECAMATAN BALEN KABUPATEN BOJONEGORO , CHUMAIRO; SRI UTAMI, WIWIK
Swara Bhumi Vol 1, No 3 (2019)
Publisher : Jurusan Pendidikan Geografi FIS Unesa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Kabupaten Bojonegoro mempunyai beragam industri. Industri meja dan kursi karet dari limbah ban bekas merupakan salah satu contoh industri kecil yang terletak di Kecamatan Balen, tepatnya di Desa Kedungbondo. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui karakteristik industri, eksistensi industri, dan keadaan sosial ekonomi pengrajin industri kecil meja dan kursi karet di Desa Kedungbondo Kecamatan Balen Kabupaten Bojonegoro. Jenis penelitian ini adalah penelitian survei dengan menggunakan metode penelitian kuantitatif. Penelitian dilakukan di Desa Kedungbondo Kecamatan Balen Kabupaten Bojonegoro. Responden dalam penelitian ini adalah delapan pengusaha dan 67 pengrajin industri kecil meja dan kursi karet. Teknik analisis data dalam penelitian ini yaitu deskriptif kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 1) Desa Kedungbondo memiliki jenis industri kecil berteknologi sederhana, berdiri sejak 20-22 tahun silam dengan tenaga kerja 11 orang dan pendapatan kurang dari Rp. 200.000.000. 2) Eksistensi industri dipengaruhi oleh bahan baku, modal, tenaga kerja dan luas area pemasaran. 3) Pembagian pekerjaan ditentukan sesuai kemampuan dan keahlian para pengrajin industri, pengalaman pengrajin rata-rata 15-19 tahun dan dijadikan sebagai pekerjaan utama. Upah yang didapat pengrajin selama satu minggu lebih dari Rp. 500.000. Kata Kunci: Industri, Eksistensi Industri, Kondisi Sosial Ekonomi
PENGEMBANGAN MEDIA PEMBELAJARAN GEOGRAFI DIORAMA GUNA MENINGKATKAN MINAT PESERTA DIDIK DALAM MATERI MITIGASI GELOMBANG PASANG DAN ABRASI HUDA AKBAR, NURUL; SRI UTAMI, WIWIK
Swara Bhumi Vol 2, No 1 (2020)
Publisher : Jurusan Pendidikan Geografi FIS Unesa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstrakMedia pembelajaran yang semakin berkembang mempunyai tujuan untuk menghindari verbalisme yang sering terjadi. Media pembelajaran dapat membuat komunikasi didalam pembelajaran semakin optimal. Pemilihan media harus sesuai dengan keadaan peserta didik agar proses pembelajaran menjadi lebih efektif dan efisien dalam mencapai tujuan pembelajaran yang ditetapkan. Selama ini proses pembelajaran materi mitigasi bencana alam di SMAN 1 Waru Kelas XI menggunakan media power point dan menggunakan buku, sedangkan materi mitigasi bencana alam mempunyai kajian yang luas sehingga membutuhkan media yang mendekati aslinya untuk mewujudkan proses pembelajaran yang efektif dan efisien. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan media diorama yang layak dan untuk mengetahui respon peserta didik terhadap pengembangan medi diorama.Jenis penelitian pengembangan ini menggunakan model pengembangan 4-D (Define, Design, Develop, Disseminate) yang ditinjau dari sisi kelayakan dan respon peserta didik dengan analisis kelayakan media menggunakan deskriptif kuantitatif dan analisis respon peserta didik menggunakan presentase. Subjek dalam pengembangan media model ini yaitu peserta didik SMAN 1 Waru Kelas XI IPS 3 sebanyak 36 peserta didik. Data penelitian dikumpulkan menggunakan lembar validasi media dan lembar validasi materi serta lembar angket respon peserta didik terhadap media pembelajaran tiga dimensi yang telah dikembangkan.Media pembelajaran diorama materi Mitigasi Bencana Alam Gelombang Pasang Dan Abrasi ini mengalami validasi sebelum dikatakan layak oleh validator ahli media dan ahli materi. Hasil skor validasi oleh ahli media yaitu sebesar 75% dan hasil skor validasi oleh ahli materi yaitu sebesar 92,5%. Berdasarkan kelayakan pada skala likert, hasil nilai validasi dari ahli media dan ahli materi sebesar 83,75% sehingga termasuk dalam kriteria ?sangat layak? yang mempunyai range 80%-100%. Total hasil respon dari 36 peserta didik mendapat perolehan skor sebesar 88,1% dan termasuk dalam kriteria ?sangat setuju?. Artinya, peserta didik memberikan tanggapan sangat setuju terhadap media yang dikembangkan dan setuju terhadap media sebagai penunjang dalam proses pembelajaran materi Mitigasi Bencana Alam Gelombang Pasang Dan Abrasi.Kata Kunci: Media Diorama, Mitigasi Bencana, Kelayakan Media, Respon
FAKTOR-FAKTOR YANG MENYEBABKAN PERUBAHAN SENTRA PEDAGANG SANDAL WEDORO BERALIH MENJADI KAWASAN PASAR TRADISIONAL DESA WEDORO KECAMATAN WARU KABUPATEN SIDOARJO FIDIA RAMADHANIA, EKA; SRI UTAMI, WIWIK
Swara Bhumi Vol 2, No 1 (2020)
Publisher : Jurusan Pendidikan Geografi FIS Unesa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstrakSentra pedagang sandal sepatu di Desa Wedoro dulu terkenal sebagai pusat penjualan dan perdagangan sandal dan sepatu terbesar di Sidoarjo. Sentra pedagang sandal sepatu wedoro mengalami penurunan dari tahun ke tahun. Sentra pedagang sandal sepatu sebanyak 210 pedagang dan kini hanya tersisa 12 pedagang yang masih bertahan. Kondisi sentra pedagang sandal kini beralih menjadi kawasan pasar tradisional. Tujuan penelitian ini adalah 1) untuk mengetahui faktor-faktor yang menyebabkan sentra penjualan sandal sepatu beralih menjadi kawasan pasar tradisional Desa Wedoro 2) peran Pemerintah setempat yakni Desa Wedoro dalam menyikapi permasalahan perubahan sentra penjualan sandal sepatu beralih menjadi kawasan pasar tradisional.Jenis penelitian ini adalah penelitian survey. Populasi penelitian ini adalah seluruh pedagang sebanyak 60 pedagang dan 33 pembeli yang diambil dengan menggunakan Teknik Accidental Sampling. Variabel penelitin ini terdiri sarana dan prasarana, aksesibilitas, harga produk sandal sepatu, kualitas, promosi dan variasi produk yang dijual.Teknik pengumpulan data menggunakan wawancara, observasi dan dokumentasi. Teknik analisis data mengguanakan deskriptif kuantitaif dengan prosentase.Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa 1) faktor-faktor yang menyebabkan sentra pedagang sandal beralih menjadi kawasan pasar tradisional Desa Wedoro adalah tidak adanya promosi produk (100%). 2) kurangnya peran pemerintah dalam menyikapi permasalahan seperti perawatan dan renovasi dan tidak terbentuknya koperasi antar pedagang (100% ). 3) kondisi sarana dan prasarana yang buruk, meliputi: kamar mandi (87,1%), musholla (87,1%), lahan parkir (73,2%). 4) harga produk sandal sepatu yang mahal (78,8%). %). 5) variasi produk sudah bervariasi tetapi mononton karena produk sandal dan sepatu tidak mengikuti trend (77,7%).Kata Kunci : Pedagang Sandal Sepatu, Penurunan Pedagang, Pasar Tradisional,Peran Pemerintah.
ANALISIS KESESUAIAN LOKASI TEMPAT PEMROSESAN AKHIR (TPA) EKSISTING DI KABUPATEN MOJOKERTO MENGGUNAKAN SISTEM INFORMASI GEOGRAFIS NOVAN HARIYANTO, RAHMAN; SRI UTAMI, WIWIK
Swara Bhumi Vol 2, No 1 (2020)
Publisher : Jurusan Pendidikan Geografi FIS Unesa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstrakSampah dianggap sebagai barang sisa dari berbagai aktivitas kehidupan sehari-hari yang dapat menimbulkan permasalahan lingkungan. Kabupaten Mojokerto merupakan salah satu daerah padat populasi di Jawa Timur dengan kepadatan 1596 jiwa/Km2 dari 692 Km2 luasannya, namun Kabupaten Mojokerto hanya memiliki satu TPA yang beroperasi untuk 18 kecamatan. Berdasarkan (detik.com dan RadarMojokerto.id), ditemukan peninggalan kerajaan Majapahit disekitar TPA eksisting membuat tidak dapat dilakukannya pelebaran luas TPA, serta meningkatnya jumlah penduduk sebesar 3% pada tahun 2015-2018 di Kabupaten Mojokerto berdampak terhadap jumlah timbulan sampah, sehingga terjadi lonjakan timbunan sampah di TPA membuat keadaan TPA lebih terdesak tanpa adanya pelebaran. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji kesesuaian dan kelayakan lokasi TPA eksisting di Kabupaten Mojokerto.Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kuantitatif dengan metode survei. Penelitian ini menggunakan subjek penelitian wilayah Kabupaten Mojokerto. Data-data diperoleh melalui teknik pengumpulan observasi dengan bantuan lembar observasi, dokumentasi, dan overlay. Data yang diperoleh dianalaisis menggunakan bantuan SIG dengan acuan pada SNI 03-3241-1994 tentang pemilihan lokasi TPA. Analisis dalam SIG menerapkan analisis Overlay, Buffer, dan Query guna mendapatkan hasil kesesuaian lokasi.Hasil analisis menunjukkan bahwa TPA eksisting memiliki kemiringan lereng kurang dari 15%, berjarak lebih dari 100m terhadap sempadan sungai, berada di lahan sawah, berjarak lebih dari 100m terhadap pemukiman, memiliki jenis tanah Mediteran, memiliki curah hujan 100-200 mm/tahun, dan memiliki tingkat rawan banjir yang rendah, sehingga TPA Belahan Tengah sudah sesuai dengan SNI yang berlaku. TPA eksisting menggunakan metode pengelolaan lahan uruk, namun belum mampu menjalankan metode sanitary landfill sepenuhnya karena tidak adanya proses pengolahan di zona aktif.Kata Kunci : TPA, Kesesuaian, Timbunan Sampah
PENGEMBANGAN BAHAN AJAR GEOGRAFI SMA BERBASIS THE TOTAL LEARNING EXPERIENCE MODEL Utami, Wiwik Sri
JURNAL GEOGRAFI Geografi dan Pengajarannya Vol 17, No 1 (2019): JURNAL GEOGRAFI Geografi dan Pengajarannya
Publisher : GEOGRAPHY EDUCATION DEPARTMENT Social Science and Law Faculty, Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/jggp.v17n1.p19-36

Abstract

Abstrak: Perubahan kurikulum dari Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) menjadi kurikulum 2013 membawa perubahan pada perubahan standar kompetensi lulusan, standar isi, standar proses dan standar  penilaian. Perubahan menuntut pencapaian kompetensi belajar peserta didik tidak hanya pada aspek pengetahuan tetapi juga menekankan pada pencapaian keterampilan dan sikap peserta didik. Konsekuensi lain dengan  perubahan kurikulum adalah pada penggunaan bahan ajar yang dapat membantu peserta didik untuk mencapai kompetensi belajar. Buku siswa yang dikembangkan dengan menekankan pada pencapaian pengalaman belajar secara total mampu membantu peserta didik untuk belajar mandiri, belajar aktif dan memberikan pengalaman belajar yang bermakna yang bermuara pada pencapaian kompetensi belajar peserta didik. Penelitian ini merupakan penelitian pengembangan (Research and Development) model Dick and Carey. Pada tahun pertama, bahan ajar diuji kelayakan isi, penyajian, kebahasaan, dan kegrafikan. Uji kelayakan dilakukan oleh 3 orang tenaga ahli dan 3 orang guru pengajar mata pelajaran Geografi, uji keterbacaan oleh peseta didik di 3 SMA. Hasil penelaahan ahli materi pembelajaran Geografi, desain pembelajaran dan ahli bahasa menyatakan bahwa bahan ajar dengan model total learning experience sangat layak untuk digunakan dalam pembelajaran geografi. Selain itu  bahan ajar juga memiliki efektivitas dalam pembelajaran. Hal ini dilihat dari tingkat keterbacaan yang tinggi sebagai bahan ajar dan respon yang baik dari peserta didik dalam belajar dengan bahan ajar dengan model total learning experience.
Pengembangan E-LKPD Liveworksheets Berbasis Problem Based Learning pada Materi Perairan Darat Noviana, Iin Vina; Utami, Wiwik Sri; Widodo, Bambang Sigit
Journal of Education Research Vol. 5 No. 3 (2024)
Publisher : Perkumpulan Pengelola Jurnal PAUD Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37985/jer.v5i3.1518

Abstract

Perkembangan Pendidikan pada abad 21 dapat menciptakan keterampilan peserta didik, agar terlaksana dengan baik perlu bantuan teknologi untuk mengasah kemampuan peserta didik agar melek informasi, sehingga perlu melakukan pengembangan e-LKPD Liveworksheets berbasis PBL pada materi perairan darat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kelayakan e-LKPD, menganalisis hasil belajar setelah menggunakan e-LKPD , menganalisis respon peserta didik. Model pengembangan yang diterapkan yakni 4D (Define, Design, Develop, Desimnate), dengan teknik pengumpulan menggunakan angket, soal pretest posttest, wawancara, dokumentasi. Berdasarkan hasil validasi dari 3 para ahli e-LKPD dikatakan sangat layak, Hasil Pretest dan Posttest mengalami perbedaan dengan nilai sig 0,000 < 0,005 artinya ada perbedaan nilai Pretest dan Posttest. Angket respon yang dilakukan oleh 31 peserta didik diperoleh hasil penilaian dengn skor 85% yang artinya sangat layak dan dilihat dari antusias dan keaktifan peserta didik sehingga respon yang diberikan sangat positif.
Ecoprint: Meningkatkan Kepedulian Lingkungan dan Kemampuan Berpikir Kreatif Siswa melalui Project Based Learning Dewi, Sari; Prasetyo, Ketut; Utami, Wiwik Sri; Prastiyono, Hendri; Bashith, Abdul; Faizah, Ana Nur; Kurniawan, Muchammad Akbar
SOSEARCH : Social Science Educational Research Vol. 5 No. 1 (2024)
Publisher : Program Studi Pendidikan IPS Unesa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/sosearch.v5n1.p57-70

Abstract

Sampah plastik menjadi perhatian utama karena dapat menimbulkan masalah yang signifikan bagi manusia dan kelestarian lingkungan. Faktanya, banyak generasi muda saat ini banyak yang tidak memperhatikan permasalahan ini, terutama pelajar. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk meningkatkan kepedulian siswa terhadap lingkungan dan kemampuan berpikir kreatif melalui pembuatan ecoprint menggunakan model pembelajaran berbasis proyek di MTs Islamiyah Sukopuro. Penelitian ini menggunakan metode kuasi eksperimen dengan desain grup kontrol pretest-posttest. Studi ini melibatkan siswa MTS Islamiyah Sukopuro kelas VII, dengan 37 siswa di kelas A sebagai kelas eksperimen dan 38 siswa di kelas B sebagai kelas kontrol. Instrumen dalam penelitian ini terdiri atas tes kepedulian lingkungan dan kemampuan berpikir kreatif. Analisis data dilakukan secara kuantitatif menggunakan uji t yaitu Independent Samples T-Test untuk pengujian perbedaan skor yang diperoleh siswa sebelum pembelajaran (pretes) dan setelah pembelajaran (postes). Hasil penelitian menunjukkan bahwa kepedulian lingkungan dan kemampuan berpikir kreatif siswa setelah penerapan model Project based learning lebih baik dari sebelum penerapan.
Pelatihan Deliniasi Wilayah Berdasarkan Citra Satelit Google Earth Pada Guru MGMP Geografi Kota Madiun Makhmudiyah, Nurul; Sutejo, Agus; Murtini, Sri; Sri Utami, Wiwik; Fahrudin Fadirubun, Fahmi; Hariyanto, Bambang; Wirabumi, Putu
Mejuajua: Jurnal Pengabdian pada Masyarakat Vol. 4 No. 2 (2024): Desember 2024
Publisher : Yayasan Penelitian dan Inovasi Sumatera (YPIS)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52622/mejuajuajabdimas.v4i2.173

Abstract

Permasalahan dari guru saat ini yang lebih sering menggunakan media manual daripada teknologi informasi geografis (TIG) saat mengajar geografi. Tujuan penelitian ini untuk membantu guru meningkatkan kemampuan dalam menggunakan alat TIG untuk membuat peta dan deliniasi wilayah, sehingga dapat membantu mengajar geografi lebih efektif dan menarik. Melalui pelatihan guru akan memahami cara menggunakan citra satelit Google Earth untuk mengetahui luas obyek pengamatan atau luas suatu daerah. Metode penelitian ini menggunakan observasi, diskusi, dan simulasi. Subjek penelitian ini adalah guru-guru MGMP geografi di Kota Madiun sebanyak 20 orang. Kegiatan pelatihan ini disusun dengan tiga tahapan yaitu persiapan, pelaksanaan dan penutup. Hasil dari pelatihan ini menunjukkan terdapat kenaikan 12,5 % guru yang mengetahui tentang google earth dan manfaatnya. Pengetahuan guru tentang penggunaan google earth untuk deliniasi wilayah juga mengalami peningkatan sebanyak 23,5 %. Selain itu, kenaikan guru dapat mengoperasikan google earth untuk deliniasi wilayah pada peta meningkat sebanyak 22,1%. Sebanyak 92,3 % guru peserta pelatihan menyatakan memahami pelatihan deliniasi wilayah dengan google earth dan seluruhnya tertarik dengan penggunaan google earth untuk deliniasi wilayah dalam pembelajaran di sekolah.
Unraveling social and economic problems: what basics of critical thinking skills are needed? Sri Utami, Wiwik; Kusaeri, Kusaeri; Ridho, Ali; Yusuf, Ahmad; Widodo, Bambang Sigit; Prastiyono, Hendri; Murtini, Sri
International Journal of Evaluation and Research in Education (IJERE) Vol 14, No 1: February 2025
Publisher : Institute of Advanced Engineering and Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.11591/ijere.v14i1.29180

Abstract

Equipping knowledge and developing critical thinking skills about social and economic issues to students is important. This study aimed to analyze the ability of prospective students of Islamic State of Madrasah of Insan Cendekia (ISM-IC) to think critically about socioeconomic problems. This research reveals a critical thinking skills gap among prospective students of Madrasah Tsanawiyah/Islamic Junior High School (IJHS) and non-IJHS who participated in the national selection of new students (NSoNS). This study uses a cross-sectional survey approach with standard instruments from the NSoNS ISM-IC. Data was obtained from 1,832 participants in the social sciences group test, consisting of 1,197 people from IJHS and 635 from non-IJHS. Data analysis using R Programming, package ‘ggstatsplot’, and via Microsoft Excel. The result is: i) a gap in social studies scores between IJHS and non-IJHS students of -0.215, with the social studies scores of IJHS students lower than non-IJHS; ii) critical thinking skills are proven to have a very real impact on the occurrence of social studies score gaps, through the inability of students to answer the higher-order thinking skills (HOTs) category questions. This finding indicates the urgency of the education unit to provide nuanced literacy models and learning and HOTs to increase think of critic ability about socioeconomic matter.
Co-Authors , CHUMAIRO A.Fatikhul Amin Abdullah, A.Fatikhul Amin Abdul Bashith Afifah, Silvi Nur Agung Dwi Bahtiar El Rizaq Agus Suprijono Agus Sutejo Ahmad Yusuf Ali Ridho Alif Musdalifah AMALIA ROSANTI, DINI Anam, Mokhamad Misbakhul Arifauziah, Wilga Yunike Bambang Hariyanto Bambang Sigit Widodo BAMBANG SIGIT WIDODO damayanti, feby feni Daryono Dewi Wulan Maulidyah Dian Ayu Larasati EKA PRASETYO, JOHAN EKO BUDIYANTO Fahrudin Fadirubun, Fahmi Faizah, Ana Nur FIDIA RAMADHANIA, EKA FITHRIYAH, LAILATUL Harmanto Harmanto HUDA AKBAR, NURUL Huda, Mi'rojul Ibrahim, Mohd Hairy Ihsanuddini, Tiara Wahidiyah INDAH PRABAWATI inka_inka ISMANINGSIH, WINDA Ita Mardiani Zain Ketut Prasetyo Kurniawan, Muchammad Akbar Kusaeri Kusnul Khotimah LAKSAWANA MUZAKKI, YUNAN Larasati, Dian Ayu Lestari Sitohang, Lidya LISTYO PRAHARI, AULIA M.Pd, iswahyuni Maghsyuroh, Risdyah Khurum Makhmudiyah, Nurul MarrioWidiyanto, Marrio Widiyanti Marzuqi, Muhammad Ilyas Meirinawati Meirinawati, Meirinawati MOH. MUDZAKKIR Muhammad Ilyas Marzuqi Niswatin NOVAN HARIYANTO, RAHMAN Noviana, Iin Vina Nuansa Bayu Segara Nuansa Bayu Segara NUGROHO HARI PURNOMO Nugroho Hari Purnomo Oktaviana, Puji Perdan Prasetya, Sukma Prastiyono, Hendri PRASTYA BUDI ANANTA, VICHI PUJI RAHAYU, KARINDA Raden Mohamad Herdian Bhakti Rindawati, Rindawati Romadhon, Sahrul Sari Dewi Sari, Citra Dewi Lukita sri murtini . Sukma Perdana Prasetya Sulistinah Ummahhadi, Ady Nashrul WAHYU HIDAYAT, ESA Widad, Widad Wirabumi, Putu wisnu wisnu, wisnu ZAHROTUL MAGHFIROH, ALVIE ZANELA SAFITRI, AINUN