Claim Missing Document
Check
Articles

Pemberdayaan kemandirian keluarga melalui inovasi asuhan keperawatan gigi dalam meningkatkan status kesehatan gigi anak di Kota Banda Aceh (Empowerment of family independence through innovation of dental nursing care in improving dental health status in Banda Aceh) Reca, R; Salfiyadi, Teuku Salfiyadi; Nuraskin, Cut Aja; Mufizarni, M
Buletin Pengabdian Vol 2, No 3 (2022): Bull. Community. Serv.
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/bulpengmas.v2i3.28518

Abstract

Family dental and oral health care is an effective approach to improving dental health. Family dental care with a pick-up strategy motivates the willingness or will to carry out activities toward positive family dental health actions. Community service aims to empower family independence through dental care innovations in improving dental hygiene status in Banda Aceh City. This community service is carried out with a descriptive method, with the target of children and their mothers as respondents. Data analysis used univariate analysis. The intervention provided was in the form of problem-based counseling, measuring the dental hygiene status of children, and demonstration of dental procedures. The result of community service is that there is an increase in knowledge, attitudes, and practices of mothers (pre-test, post-test I, post-test II) in maintaining oral and dental health with the application of dental care. There is a change towards a better dental and oral hygiene status of children with the application of dental care from pre-test, post-test I, and post-test II. It is recommended the public health services make a UKGM program using a dental nursing care pattern with home visit services in improving the dental and oral health of the family.
PENYULUHAN DAN PELATIHAN SIKAT GIGI YANG BENAR BAGI SISWA SDN 12 KECAMATAN BAITURRAHMAN SEBAGAI UPAYA PENCEGAHAN KARIES Henny Febriani; Wirza Wirza; Reca Reca; Cut Aja Nuraskin; Eka Sri Rahayu; Teuku Salfiyadi; Ainun Mardiah; Finaul Asyura
JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT BIDANG KESEHATAN Vol 7, No 1 (2025): APRIL 2025
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Karies gigi merupakan salah satu masalah kesehatan gigi dan mulut yang paling umum dijumpai pada anak-anak usia sekolah, terutama akibat rendahnya kesadaran akan pentingnya menjaga kebersihan gigi serta kurangnya pengetahuan mengenai teknik menyikat gigi yang benar. Berdasarkan observasi awal di SDN 12 Kecamatan Baiturrahman, ditemukan bahwa lebih dari 60% siswa belum memahami cara menyikat gigi yang baik dan benar, serta belum mengetahui waktu yang tepat untuk menyikat gigi. Kondisi ini meningkatkan risiko terjadinya karies gigi sejak dini, yang apabila tidak ditangani dapat berdampak pada kesehatan umum dan prestasi belajar anak.Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan, sikap, dan keterampilan siswa dalam menjaga kebersihan gigi melalui penyuluhan dan pelatihan menyikat gigi yang benar. Metode pelaksanaan kegiatan terdiri dari tiga tahap, yaitu: (1) penyuluhan interaktif yang mengedukasi siswa tentang pentingnya kesehatan gigi dan mulut serta dampak karies, menggunakan media audiovisual yang menarik; (2) pelatihan praktik menyikat gigi secara langsung menggunakan model gigi dan sikat gigi dengan teknik Fones yang telah disesuaikan untuk anak usia sekolah dasar; dan (3) evaluasi hasil kegiatan melalui pre-test dan post-test untuk menilai peningkatan pengetahuan, serta observasi keterampilan menyikat gigi.Kegiatan ini melibatkan 80 siswa kelas I hingga III dan berlangsung dengan antusiasme tinggi dari para peserta. Hasil evaluasi menunjukkan adanya peningkatan skor pengetahuan rata-rata sebesar 35% setelah penyuluhan, serta 90% siswa mampu mempraktikkan teknik menyikat gigi dengan benar. Kegiatan ini menunjukkan bahwa intervensi edukatif berbasis praktik langsung sangat efektif dalam meningkatkan pemahaman dan kebiasaan sehat sejak dini. Keberhasilan program ini diharapkan dapat menjadi model kegiatan serupa di sekolah dasar lainnya dalam rangka pencegahan karies secara berkelanjutan.
Association Between Oral Health Status and Quality of Life Among Patients with Diabetes Mellitus Henny Febriani; Wirza Wirza; Reca Reca; Cut Aja Nuraskin
Journal of Health Science and Medical Therapy Том 4 № 01 (2026): Journal of Health Science and Medical Therapy
Publisher : PT. Riset Press International

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59653/jhsmt.v4i01.2177

Abstract

Oral health constitutes an essential component of overall health; however, individuals with diabetes mellitus (DM) are at increased risk of developing oral diseases due to metabolic dysregulation and chronic inflammation, which may substantially impair their quality of life. This study aimed to evaluate oral health status and oral health–related quality of life (OHRQoL) among hospitalized patients with DM and to examine the associations between these variables. A quantitative cross-sectional study was conducted at TK II Iskandar Muda Hospital, Banda Aceh, Indonesia, between July 21 and August 8, 2025. A total of 67 hospitalized patients with DM were recruited using accidental sampling. Oral health status was assessed through clinical examinations, including the Decayed, Missing, and Filled Teeth (DMF-T) index, Oral Hygiene Index–Simplified (OHI-S), and periodontal status assessment. OHRQoL was measured using a structured questionnaire. Data were analyzed using univariate statistics and bivariate analysis with the Chi-square test. Most respondents were aged 50–69 years (56.71%). A high burden of oral health problems was observed, with 62.7% of participants exhibiting very high DMF-T scores, 70.1% presenting with poor oral hygiene, and 59.7% having poor periodontal status. Consistently, 70.1% of respondents reported a low OHRQoL. Bivariate analysis demonstrated statistically significant associations between OHRQoL and dental caries status (p = 0.035), oral hygiene status (p = 0.006), and periodontal status (p = 0.0001). Poor oral health status is significantly associated with reduced quality of life among hospitalized patients with diabetes mellitus. Periodontal status showed the strongest association with OHRQoL, underscoring the critical need for integrated oral health management and targeted educational interventions as part of comprehensive diabetes care to enhance patients’ overall well-being.
Edukasi dan demonstrasi teknik kontrol plak dalam meningkatkan pengetahuan dan status kebersihan gigi anak SDN 12 Banda Aceh Reca Reca; Cut Aja Nuraskin; Teuku Salfiyadi; Eka Sri Rahayu; Ainun Mardiah; Henny Febriani; Muhammad Haikal Dzaki; Ratna Dewi; Noviyanti Noviyanti
Jurnal PADE: Pengabdian & Edukasi Vol 8, No 1 (2026): Maret
Publisher : Politeknik Kesehatan Kemenkes Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30867/pade.v8i1.3179

Abstract

Di Provinsi Aceh, masalah kesehatan gigi dan mulut pada anak masih tinggi dan dipengaruhi oleh kontrol plak yang kurang optimal, terutama akibat teknik dan waktu menyikat gigi yang belum tepat. Pengamatan awal di SDN 12 Kota Banda Aceh menunjukkan masih banyak siswa yang belum memahami teknik menyikat gigi yang benar serta pentingnya kontrol plak rutin. Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat ini bertujuan meningkatkan pengetahuan kesehatan gigi dan status kebersihan gigi dan mulut siswa melalui edukasi kesehatan gigi disertai praktik kontrol plak. Desain kegiatan menggunakan pre-test–post-test tanpa kelompok kontrol. Peserta berjumlah 30 siswa yang dipilih dengan total sampling (seluruh siswa yang memenuhi kriteria dan bersedia mengikuti kegiatan). Intervensi meliputi penyuluhan interaktif, demonstrasi dan simulasi teknik menyikat gigi yang benar, serta evaluasi kebersihan gigi dan mulut menggunakan PHP-M (Personal Hygiene Performance–Modified) karena metode ini praktis untuk skrining kebersihan/plak di lingkungan sekolah. Pengetahuan diukur menggunakan kuesioner terstruktur. Data disajikan secara deskriptif (univariat) sebagai perbandingan sebelum–sesudah intervensi. Hasil menunjukkan proporsi pengetahuan kategori kurang baik pada pre-test sebesar 66,7% berubah menjadi seluruh peserta berada pada kategori baik pada post-test (100%). Status kebersihan gigi dan mulut juga membaik, dari dominan kategori sangat buruk pada pre-test (53,3%) menjadi seluruh peserta berada pada kategori baik pada post-test (100%). Hasil pengabmas ini menunjukkan edukasi kesehatan gigi yang disertai praktik langsung berpotensi meningkatkan pengetahuan dan kebersihan gigi dan mulut siswa.
Peningkatan pengetahuan dan perilaku orang tua dalam pencegahan karies botol melalui edukasi dan demonstrasi Cut Aja Nuraskin; Reca Reca; Teuku Salfiyadi; T. Iskandar Faisal
Jurnal PADE: Pengabdian & Edukasi Vol 8, No 1 (2026): Maret
Publisher : Politeknik Kesehatan Kemenkes Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30867/pade.v8i1.3219

Abstract

Karies botol merupakan masalah kesehatan gigi yang sering terjadi pada balita akibat kebiasaan mengonsumsi susu menggunakan botol, terutama saat tidur. Kondisi ini dapat menyebabkan kerusakan gigi sejak dini dan berdampak pada kesehatan serta kualitas hidup anak. Data puskesmas menunjukkan hampir 100% balita yang berobat mengalami karies botol. Studi pendahuluan di TK Khairiyah Banda Aceh menunjukkan 70% dari 50 anak mengalami karies, sementara sebagian besar orang tua berpendidikan rendah (70%) dan berprofesi sebagai ibu rumah tangga (70%). Rendahnya pengetahuan orang tua menjadi faktor utama tingginya kejadian karies. Kegiatan pengabdian ini bertujuan meningkatkan pengetahuan dan perubahan perilaku orang tua serta anak dalam menjaga kesehatan gigi. Kegiatan dilakukan pada 30 orang tua dengan tahapan: persiapan dan koordinasi (1–2 minggu), edukasi, demonstrasi teknik menyikat gigi, praktik bersama anak (minggu ke-3), serta evaluasi melalui pretest dan posttest (minggu ke-4). Hasil menunjukkan peningkatan signifikan pada pengetahuan orang tua dari 20% menjadi 83,3%. Keterampilan menyikat gigi meningkat dari 16,7% menjadi 80%, dan perilaku menyikat gigi anak dua kali sehari meningkat dari 23,3% menjadi 76,7%. Hal ini menunjukkan bahwa edukasi yang disertai demonstrasi dan praktik langsung efektif dalam meningkatkan pengetahuan, keterampilan, dan perilaku pencegahan karies botol. Kesimpulannya, intervensi edukatif berbasis praktik efektif dalam pencegahan karies botol. Kolaborasi antara tenaga kesehatan, sekolah, dan orang tua diperlukan untuk mendukung keberlanjutan kesehatan gigi anak.
Maternal Behavioral Determinants of Oral Hygiene Status among Preschool Children: Evidence from a Community-Based Cross-Sectional Study in Pidie Jaya Reca Reca; Teuku Salfiyadi; Cut Aja Nuraskin; Henny Febriani; Eka Sri Rahayu
Journal of Health Science and Medical Therapy Том 4 № 02 (2026): Journal of Health Science and Medical Therapy
Publisher : PT. Riset Press International

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59653/jhsmt.v4i02.2503

Abstract

Oral health plays a fundamental role in maintaining overall systemic health, as poor oral conditions may contribute to broader health complications. Among the various determinants of children’s oral health, maternal knowledge and behavior represent critical influencing factors, particularly during early childhood when children are highly dependent on parental guidance. Preliminary observations in Meugit Sagoe Village indicated that a substantial proportion of children aged 3–5 years (75%) exhibited poor oral hygiene status, highlighting the urgency of addressing this public health concern. This study aimed to examine the association between maternal behavior and the oral hygiene status of children in Meugit Sagoe Village. An analytical observational design with a cross-sectional approach was employed. The study sample consisted of 40 mother–child pairs selected through purposive sampling based on predefined inclusion criteria. Data collection was conducted using a combination of clinical dental examinations to assess children’s oral hygiene status and structured interviews to evaluate maternal behavior. The instruments utilized included a standardized dental diagnostic set and a validated questionnaire. Statistical analysis was performed using the Statistical Package for the Social Sciences (SPSS). The association between variables was analyzed using the Chi-square test, with a significance level set at α = 0.05. The results demonstrated a statistically significant relationship between maternal behavior and children’s oral hygiene status (p = 0.003). These findings indicate that maternal knowledge and behavior are significantly associated with the oral hygiene condition of children. This study contributes to the growing body of evidence emphasizing the importance of maternal factors in shaping oral health outcomes during early childhood. Specifically, it provides empirical support for the role of maternal knowledge, attitudes, and practices as key determinants of oral hygiene status among preschool children. The findings highlight the need for family-centered oral health promotion programs that actively involve mothers as primary caregivers in fostering healthy oral hygiene behaviors. Furthermore, this study offers practical implications for policymakers and healthcare professionals in designing targeted educational and preventive interventions aimed at improving maternal awareness and reducing the burden of oral diseases among young children.
Faktor Prediktor Kejadian Anemia Pada Remaja Putri Komala Kartikasari Nst; Nelva Riza; Cut Aja Nuraskin
NASUWAKES: Jurnal Kesehatan Ilmiah Vol. 19 No. 1 (2026): April
Publisher : Poltekkes Kemenkes Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30867/nasuwakes.v19i1.1393

Abstract

Anemia merupakan suatu keadaan dimana jumlah sel darah merah atau kadar hemoglobin (Hb) dalam darah lebih rendah dari nilai normal untuk kelompok berdasarkan usia dan jenis kelamin. Anemia menjadi salah satu masalah kesehatan yang dihadapi hampir semua orang dan menjadi permasalahan kesehatan global yang patut diperhatikan. Prevalensi anemia menurut perkiraan WHO pada tahun 2023 sekitar 30% wanita usia 15-49 tahun diseluruh Indonesia mengalami anemia. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui faktor prediktor kejadian anemia pada remaja putri di MTs Darul Hikmah Kajhu. Jenis penelitian yang digunakan adalah kuantitatif dengan jenis metode cross sectional. Penelitian ini dilakukan di MTs Darul Hikmah Kajhu Kecamatan Baitussalam Kabupaten Aceh Besar pada bulan Februari - Maret 2026. Teknik pengambilan sampel menggunakan teknik random sampling dengan total sampel 38 orang. Data dikumpulkan melalui pemeriksaan kadar Hb menggunakan easy touch GCHb dan wawancara dengan kuesioner. Data univariat dianalisis secara deskriptif dan data bivariat dianalisis menggunakan uji chi square. Hasil penelitian diperoleh proporsi anemia pada remaja putri sebesar (47,4%). Ada hubungan antara status gizi (p=0,000), siklus menstruasi (p=0,004, pola makan (p=0,024) dengan kejadian anemia pada remaja. Disarankan kepada petugas kesehatan dapat meningkatkan upaya promotif dengan melakukan sosialisasi atau penyuluhan untuk meningkatkan pemahaman remaja terkait pencegahan anemia.
EDUKASI DAN PENINGKATAN KESADARAN TENTANG PERAWATAN KESEHATAN GIGI PADA SISWA SDN 2 LAMCOT KABUPATEN ACEH BESAR Eka Sri Rahayu; Henny Febriani; Reca Reca; Cut Aja Nuraskin; Wirza Wirza; Teuku Salfiyadi; Ainun Mardiah
JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT BIDANG KESEHATAN Vol 7, No 1 (2025): APRIL 2025
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kesehatan gigi dan mulut merupakan aspek penting dalam mendukung tumbuh kembang anak, khususnya pada usia sekolah dasar. Namun, masih banyak anak-anak yang kurang memahami pentingnya menjaga kebersihan dan kesehatan gigi, yang berdampak pada tingginya angka karies gigi dan penyakit gusi di kalangan anak usia dini. Kegiatan edukasi ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan, kesadaran, dan keterampilan siswa dalam menjaga kesehatan gigi dan mulut melalui pendekatan edukatif yang menyenangkan dan interaktif. Sasaran kegiatan adalah siswa kelas I hingga kelas VI di SDN 2 Lamcot, Kabupaten Aceh Besar.Metode yang digunakan dalam kegiatan ini mencakup ceramah interaktif, pemutaran video edukatif, demonstrasi teknik menyikat gigi yang benar menggunakan alat peraga, serta praktik langsung oleh siswa yang didampingi oleh tenaga kesehatan. Selain itu, dilakukan pula pre-test dan post-test guna mengukur peningkatan pemahaman siswa sebelum dan sesudah edukasi diberikan. Materi yang disampaikan mencakup pentingnya menyikat gigi dua kali sehari, mengenal jenis makanan yang dapat merusak gigi, serta mengenali tanda-tanda awal gangguan kesehatan gigi dan mulut.Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pemahaman siswa terhadap pentingnya menjaga kesehatan gigi dan mulut, yang ditunjukkan oleh perbandingan hasil pre-test dan post-test. Siswa juga menunjukkan antusiasme tinggi selama kegiatan berlangsung dan mampu mempraktikkan teknik menyikat gigi yang benar. Kegiatan ini diharapkan dapat menjadi langkah awal dalam pembentukan perilaku hidup bersih dan sehat di lingkungan sekolah serta menumbuhkan kebiasaan menjaga kesehatan gigi sejak usia dini.
THE RELATIONSHIP BETWEEN RELIGIOUS EDUCATION AND RELIGIOUS DELUSIONS IN PATIENTS WITH SCHIZOPHRENIA: A CROSS-SECTIONAL STUDY Siti Nurafifah Qarimah; Mohd. Rizal Fahmi Adha; Cut Aja Nuraskin
Getsempena Health Science Journal Vol. 4 No. 2 (2025): JULI
Publisher : Universitas Bina Bangsa Getsempena

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46244/ghsj.v4i2.3158

Abstract

The prevalence of religious-themed delusional thinking among individuals with schizophrenia varies significantly across different countries and cultural contexts. Despite the relevance of this phenomenon, in-depth studies focusing on religious delusions within Islamic contexts remain scarce. To gain a deeper understanding of psychotic symptoms involving religious content, this study investigates the potential relationship between religious education and the manifestation of religious delusions.This study aims to explore the association between religious education and the occurrence of religious delusions in patients diagnosed with schizophrenia. A quantitative, correlational research design was employed using a cross-sectional approach. A total of 127 participants were recruited through total sampling, all of whom met the established inclusion criteria. Data collection was conducted over a two-month period using structured interviews and five assessment tools: a sociodemographic questionnaire, the Scale for the Assessment of Positive Symptoms (SAPS), a Religious Delusion Algorithm, the Peters Delusions Inventory (PDI), and the Brown Assessment of Beliefs Scale (BABS). Data were analyzed through univariate, bivariate, and multivariate logistic regression analyses. The results indicate a significant relationship between religious education and the presence of religious delusions, as evidenced by the logistic regression analysis (OR = 30.85, 95% CI [6.027, 157.92]).Conclusion: This study concludes that there is a relationship between religious education and the occurrence of religious delusions in individuals with schizophrenia. These findings highlight the importance of considering a patient's religious background in the diagnostic and therapeutic approach to psychotic disorders involving religious content.
EFFECTIVENESS OF IMPLEMENTING DEEP BREATHING RELAXATION IN EFFORTS TO REDUCE ANXIETY IN PREGNANT WOMEN WITH HYPERTENSION Ristiani; Olvaningsih; Suci Qardhawijayanti; Vera Kristina Hulu; Cut Aja Nuraskin
Getsempena Health Science Journal Vol. 4 No. 2 (2025): JULI
Publisher : Universitas Bina Bangsa Getsempena

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46244/ghsj.v4i2.3173

Abstract

Hipertensi pada kehamilan meningkatkan risiko komplikasi dan sering disertai kecemasan yang dapat memperburuk kondisi ibu dan janin. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas teknik relaksasi napas dalam dalam menurunkan kecemasan pada ibu hamil dengan hipertensi. Desain penelitian menggunakan pra-eksperimen dengan pendekatan one group pretest-posttest. Sebanyak 20 responden ibu hamil dengan hipertensi menjalani intervensi teknik relaksasi napas dalam dua kali sehari selama tujuh hari. Tingkat kecemasan diukur menggunakan kuesioner DASS 42. Hasil menunjukkan penurunan skor kecemasan dari rata-rata 12,2 (kategori sedang) menjadi 8,4 (kategori ringan) setelah intervensi. Uji Wilcoxon menghasilkan nilai p = 0,001 yang menunjukkan perbedaan signifikan. Teknik ini terbukti efektif, sederhana, dan dapat diterapkan secara mandiri, menjadikannya intervensi non-farmakologis yang layak untuk dimasukkan dalam program perawatan kehamilan, khususnya pada ibu hamil dengan risiko hipertensi.
Co-Authors Agus Hendra Al Rahmad Ainun Mardhiah Ainun Mardhiah Ainun Mardhiah, Ainun Ainun Mardiah Ainun Mardiah Ainun Mardiah Alhuda, Alhuda Allysa Dara Humaira Amiruddin Amiruddin Andriani Andriani Andriani Aripin Ahmad, Aripin Asmawati Citra F Putri Citra Feriana PUTRI Cut Ade Nina Erniza Cut Fazlil Hanum Dian Affriyanti Zulyadi Putri Dzaki, Muhammad Haikal Eka Sri Rahayu Eka Sri Rahayu Eka Sri Rahayu Elfi Zahara Erlinawati Erlinawati, Erlinawati Erwandi Erwandi Faradhilla, Faradhilla Farah Nafissa Farrah Shafilla Azhari Febriani, Henny Finaul Asyura Halimatussakdiah, H Hamsar, Adriana Henny Febriani Henny Febriani Heru Santoso Wahito Nugroho Intan Dwi Addilla Intan Liana Julia Maulana Komala Kartikasari Nst Liana, Intan Lina Farsia Lisa Hanum M Mufizarni Mardelita, Sisca MARIA BINTANG Marzuki Maulina, Raihan Mohd. Rizal Fahmi Adha Mona, Mona dara fonna Mufizarni Mufizarni Mufizarni Mufizarni Mufizarni, M Mufizarni, Mufizarni Muhammad Haikal Dzaki Muna Navisah Munira Munira Munira Munira, Munira Mutia, Hera Nabila, Raihan Nanda Agita, Putri Nelva Riza Nia Kurniawati Niakurniawati, Niakurniawati Nora Usrina Noviyanti Noviyanti Nurdin Nurdin Nurhaida Nurhaida Nurhaida, . Olvaningsih R Reca Rahayu, Eka Sri Rasidah Rasidah, Rasidah Ratna Dewi Ratna Wilis Ratna Wilis Reca Reca Reca Reca Reca Reca Reca Reca Reca Reca Reca Reca Reca Reca Reca Reca Reca Reca Reca, R Reca, Reca Rika Yusnaini Ristiani Rita Zahara, Rita Rizqan Muzammina Rosma, Manta Rosmini Rosmini Salpiani, Salpiani Sisca Mardelita Siti Nurafifah Qarimah Srirahayu, Eka Suci Qardhawijayanti Suryani, Linda T. Iskandar Faisal T. Iskandar Faisal Teuku Salfiyadi Teuku Salfiyadi Teuku Salfiyadi Vera Kristina Hulu wirza wirza Wirza Wirza Wirza Wirza Wirza Wirza, Wirza Yeni Rimadeni Zahara, Elfi