Claim Missing Document
Check
Articles

Pemberdayaan kemandirian keluarga melalui inovasi asuhan keperawatan gigi dalam meningkatkan status kesehatan gigi anak di Kota Banda Aceh (Empowerment of family independence through innovation of dental nursing care in improving dental health status in Banda Aceh) Reca, R; Salfiyadi, Teuku Salfiyadi; Nuraskin, Cut Aja; Mufizarni, M
Buletin Pengabdian Vol 2, No 3 (2022): Bull. Community. Serv.
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/bulpengmas.v2i3.28518

Abstract

Family dental and oral health care is an effective approach to improving dental health. Family dental care with a pick-up strategy motivates the willingness or will to carry out activities toward positive family dental health actions. Community service aims to empower family independence through dental care innovations in improving dental hygiene status in Banda Aceh City. This community service is carried out with a descriptive method, with the target of children and their mothers as respondents. Data analysis used univariate analysis. The intervention provided was in the form of problem-based counseling, measuring the dental hygiene status of children, and demonstration of dental procedures. The result of community service is that there is an increase in knowledge, attitudes, and practices of mothers (pre-test, post-test I, post-test II) in maintaining oral and dental health with the application of dental care. There is a change towards a better dental and oral hygiene status of children with the application of dental care from pre-test, post-test I, and post-test II. It is recommended the public health services make a UKGM program using a dental nursing care pattern with home visit services in improving the dental and oral health of the family.
Effects of moringa leaf powder substitution on organoleptic characteristics, iron, and vitamin C of calamansi orange gummy candy Salwa, Nabila; Ahmad, Aripin; Fitriyaningsih, Eva; Novita, Rosi; Arifin, Syuja’ Rafiqi; Nuraskin, Cut Aja
AcTion: Aceh Nutrition Journal Vol 10, No 4 (2025): December
Publisher : Department of Nutrition at the Health Polytechnic of Aceh, Ministry of Health

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30867/action.v10i4.2816

Abstract

Gummy candy is widely consumed but generally low in micronutrients. Fortification with local ingredients rich in iron and vitamin C may improve its nutritional value. This study aimed to determine the effects of substituting moringa (Moringa oleifera) leaf powder solution on the organoleptic characteristics, iron content, and vitamin C levels of calamansi orange gummy candy. This experimental study employed a Completely Randomized Design and was conducted at the Food Laboratory, Department of Nutrition, Poltekkes Kemenkes Aceh, with chemical analyses performed at BSPJI Banda Aceh from November to December 2024. Three formulations with 30%, 40%, and 50% moringa leaf powder solution were prepared in triplicates. The organoleptic acceptance (color, taste, aroma, and texture) was evaluated using a hedonic test by 30 semi-trained panelists. Iron content was analyzed using atomic absorption spectrophotometry, and vitamin C content was determined by titration. Data were analyzed using analysis of variance (ANOVA), followed by Duncan’s Multiple Range Test (α = 0.05). The results showed that the substitution significantly affected the iron and vitamin C content (p < 0.001). Iron levels increased significantly with higher substitution levels (0.16 ± 0.01, 0.21 ± 0.00, and 0.26 ± 0.02 mg per 25 g; Duncan a < b < c). Vitamin C levels also differed significantly, with the 30% formulation showing higher values than the 40% and 50% formulations (3.31 ± 0.00 mg vs. 3.10 ± 0.01 mg and 3.03 ± 0.00 mg per 25 g, respectively; Duncan a > b = b). In conclusion, substitution with moringa leaf powder solution improves the micronutrient content of calamansi gummy candy, with the 50% formulation providing the highest iron content.
PENYULUHAN DAN PELATIHAN SIKAT GIGI YANG BENAR BAGI SISWA SDN 12 KECAMATAN BAITURRAHMAN SEBAGAI UPAYA PENCEGAHAN KARIES Henny Febriani; Wirza Wirza; Reca Reca; Cut Aja Nuraskin; Eka Sri Rahayu; Teuku Salfiyadi; Ainun Mardiah; Finaul Asyura
JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT BIDANG KESEHATAN Vol 7, No 1 (2025): APRIL 2025
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Karies gigi merupakan salah satu masalah kesehatan gigi dan mulut yang paling umum dijumpai pada anak-anak usia sekolah, terutama akibat rendahnya kesadaran akan pentingnya menjaga kebersihan gigi serta kurangnya pengetahuan mengenai teknik menyikat gigi yang benar. Berdasarkan observasi awal di SDN 12 Kecamatan Baiturrahman, ditemukan bahwa lebih dari 60% siswa belum memahami cara menyikat gigi yang baik dan benar, serta belum mengetahui waktu yang tepat untuk menyikat gigi. Kondisi ini meningkatkan risiko terjadinya karies gigi sejak dini, yang apabila tidak ditangani dapat berdampak pada kesehatan umum dan prestasi belajar anak.Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan, sikap, dan keterampilan siswa dalam menjaga kebersihan gigi melalui penyuluhan dan pelatihan menyikat gigi yang benar. Metode pelaksanaan kegiatan terdiri dari tiga tahap, yaitu: (1) penyuluhan interaktif yang mengedukasi siswa tentang pentingnya kesehatan gigi dan mulut serta dampak karies, menggunakan media audiovisual yang menarik; (2) pelatihan praktik menyikat gigi secara langsung menggunakan model gigi dan sikat gigi dengan teknik Fones yang telah disesuaikan untuk anak usia sekolah dasar; dan (3) evaluasi hasil kegiatan melalui pre-test dan post-test untuk menilai peningkatan pengetahuan, serta observasi keterampilan menyikat gigi.Kegiatan ini melibatkan 80 siswa kelas I hingga III dan berlangsung dengan antusiasme tinggi dari para peserta. Hasil evaluasi menunjukkan adanya peningkatan skor pengetahuan rata-rata sebesar 35% setelah penyuluhan, serta 90% siswa mampu mempraktikkan teknik menyikat gigi dengan benar. Kegiatan ini menunjukkan bahwa intervensi edukatif berbasis praktik langsung sangat efektif dalam meningkatkan pemahaman dan kebiasaan sehat sejak dini. Keberhasilan program ini diharapkan dapat menjadi model kegiatan serupa di sekolah dasar lainnya dalam rangka pencegahan karies secara berkelanjutan.
Association Between Oral Health Status and Quality of Life Among Patients with Diabetes Mellitus Henny Febriani; Wirza Wirza; Reca Reca; Cut Aja Nuraskin
Journal of Health Science and Medical Therapy Том 4 № 01 (2026): Journal of Health Science and Medical Therapy
Publisher : PT. Riset Press International

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59653/jhsmt.v4i01.2177

Abstract

Oral health constitutes an essential component of overall health; however, individuals with diabetes mellitus (DM) are at increased risk of developing oral diseases due to metabolic dysregulation and chronic inflammation, which may substantially impair their quality of life. This study aimed to evaluate oral health status and oral health–related quality of life (OHRQoL) among hospitalized patients with DM and to examine the associations between these variables. A quantitative cross-sectional study was conducted at TK II Iskandar Muda Hospital, Banda Aceh, Indonesia, between July 21 and August 8, 2025. A total of 67 hospitalized patients with DM were recruited using accidental sampling. Oral health status was assessed through clinical examinations, including the Decayed, Missing, and Filled Teeth (DMF-T) index, Oral Hygiene Index–Simplified (OHI-S), and periodontal status assessment. OHRQoL was measured using a structured questionnaire. Data were analyzed using univariate statistics and bivariate analysis with the Chi-square test. Most respondents were aged 50–69 years (56.71%). A high burden of oral health problems was observed, with 62.7% of participants exhibiting very high DMF-T scores, 70.1% presenting with poor oral hygiene, and 59.7% having poor periodontal status. Consistently, 70.1% of respondents reported a low OHRQoL. Bivariate analysis demonstrated statistically significant associations between OHRQoL and dental caries status (p = 0.035), oral hygiene status (p = 0.006), and periodontal status (p = 0.0001). Poor oral health status is significantly associated with reduced quality of life among hospitalized patients with diabetes mellitus. Periodontal status showed the strongest association with OHRQoL, underscoring the critical need for integrated oral health management and targeted educational interventions as part of comprehensive diabetes care to enhance patients’ overall well-being.
Edukasi dan demonstrasi teknik kontrol plak dalam meningkatkan pengetahuan dan status kebersihan gigi anak SDN 12 Banda Aceh Reca Reca; Cut Aja Nuraskin; Teuku Salfiyadi; Eka Sri Rahayu; Ainun Mardiah; Henny Febriani; Muhammad Haikal Dzaki; Ratna Dewi; Noviyanti Noviyanti
Jurnal PADE: Pengabdian & Edukasi Vol 8, No 1 (2026): Maret
Publisher : Politeknik Kesehatan Kemenkes Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30867/pade.v8i1.3179

Abstract

Di Provinsi Aceh, masalah kesehatan gigi dan mulut pada anak masih tinggi dan dipengaruhi oleh kontrol plak yang kurang optimal, terutama akibat teknik dan waktu menyikat gigi yang belum tepat. Pengamatan awal di SDN 12 Kota Banda Aceh menunjukkan masih banyak siswa yang belum memahami teknik menyikat gigi yang benar serta pentingnya kontrol plak rutin. Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat ini bertujuan meningkatkan pengetahuan kesehatan gigi dan status kebersihan gigi dan mulut siswa melalui edukasi kesehatan gigi disertai praktik kontrol plak. Desain kegiatan menggunakan pre-test–post-test tanpa kelompok kontrol. Peserta berjumlah 30 siswa yang dipilih dengan total sampling (seluruh siswa yang memenuhi kriteria dan bersedia mengikuti kegiatan). Intervensi meliputi penyuluhan interaktif, demonstrasi dan simulasi teknik menyikat gigi yang benar, serta evaluasi kebersihan gigi dan mulut menggunakan PHP-M (Personal Hygiene Performance–Modified) karena metode ini praktis untuk skrining kebersihan/plak di lingkungan sekolah. Pengetahuan diukur menggunakan kuesioner terstruktur. Data disajikan secara deskriptif (univariat) sebagai perbandingan sebelum–sesudah intervensi. Hasil menunjukkan proporsi pengetahuan kategori kurang baik pada pre-test sebesar 66,7% berubah menjadi seluruh peserta berada pada kategori baik pada post-test (100%). Status kebersihan gigi dan mulut juga membaik, dari dominan kategori sangat buruk pada pre-test (53,3%) menjadi seluruh peserta berada pada kategori baik pada post-test (100%). Hasil pengabmas ini menunjukkan edukasi kesehatan gigi yang disertai praktik langsung berpotensi meningkatkan pengetahuan dan kebersihan gigi dan mulut siswa.
Peningkatan pengetahuan dan perilaku orang tua dalam pencegahan karies botol melalui edukasi dan demonstrasi Cut Aja Nuraskin; Reca Reca; Teuku Salfiyadi; T. Iskandar Faisal
Jurnal PADE: Pengabdian & Edukasi Vol 8, No 1 (2026): Maret
Publisher : Politeknik Kesehatan Kemenkes Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30867/pade.v8i1.3219

Abstract

Karies botol merupakan masalah kesehatan gigi yang sering terjadi pada balita akibat kebiasaan mengonsumsi susu menggunakan botol, terutama saat tidur. Kondisi ini dapat menyebabkan kerusakan gigi sejak dini dan berdampak pada kesehatan serta kualitas hidup anak. Data puskesmas menunjukkan hampir 100% balita yang berobat mengalami karies botol. Studi pendahuluan di TK Khairiyah Banda Aceh menunjukkan 70% dari 50 anak mengalami karies, sementara sebagian besar orang tua berpendidikan rendah (70%) dan berprofesi sebagai ibu rumah tangga (70%). Rendahnya pengetahuan orang tua menjadi faktor utama tingginya kejadian karies. Kegiatan pengabdian ini bertujuan meningkatkan pengetahuan dan perubahan perilaku orang tua serta anak dalam menjaga kesehatan gigi. Kegiatan dilakukan pada 30 orang tua dengan tahapan: persiapan dan koordinasi (1–2 minggu), edukasi, demonstrasi teknik menyikat gigi, praktik bersama anak (minggu ke-3), serta evaluasi melalui pretest dan posttest (minggu ke-4). Hasil menunjukkan peningkatan signifikan pada pengetahuan orang tua dari 20% menjadi 83,3%. Keterampilan menyikat gigi meningkat dari 16,7% menjadi 80%, dan perilaku menyikat gigi anak dua kali sehari meningkat dari 23,3% menjadi 76,7%. Hal ini menunjukkan bahwa edukasi yang disertai demonstrasi dan praktik langsung efektif dalam meningkatkan pengetahuan, keterampilan, dan perilaku pencegahan karies botol. Kesimpulannya, intervensi edukatif berbasis praktik efektif dalam pencegahan karies botol. Kolaborasi antara tenaga kesehatan, sekolah, dan orang tua diperlukan untuk mendukung keberlanjutan kesehatan gigi anak.
Maternal Behavioral Determinants of Oral Hygiene Status among Preschool Children: Evidence from a Community-Based Cross-Sectional Study in Pidie Jaya Reca Reca; Teuku Salfiyadi; Cut Aja Nuraskin; Henny Febriani; Eka Sri Rahayu
Journal of Health Science and Medical Therapy Том 4 № 02 (2026): Journal of Health Science and Medical Therapy
Publisher : PT. Riset Press International

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59653/jhsmt.v4i02.2503

Abstract

Oral health plays a fundamental role in maintaining overall systemic health, as poor oral conditions may contribute to broader health complications. Among the various determinants of children’s oral health, maternal knowledge and behavior represent critical influencing factors, particularly during early childhood when children are highly dependent on parental guidance. Preliminary observations in Meugit Sagoe Village indicated that a substantial proportion of children aged 3–5 years (75%) exhibited poor oral hygiene status, highlighting the urgency of addressing this public health concern. This study aimed to examine the association between maternal behavior and the oral hygiene status of children in Meugit Sagoe Village. An analytical observational design with a cross-sectional approach was employed. The study sample consisted of 40 mother–child pairs selected through purposive sampling based on predefined inclusion criteria. Data collection was conducted using a combination of clinical dental examinations to assess children’s oral hygiene status and structured interviews to evaluate maternal behavior. The instruments utilized included a standardized dental diagnostic set and a validated questionnaire. Statistical analysis was performed using the Statistical Package for the Social Sciences (SPSS). The association between variables was analyzed using the Chi-square test, with a significance level set at α = 0.05. The results demonstrated a statistically significant relationship between maternal behavior and children’s oral hygiene status (p = 0.003). These findings indicate that maternal knowledge and behavior are significantly associated with the oral hygiene condition of children. This study contributes to the growing body of evidence emphasizing the importance of maternal factors in shaping oral health outcomes during early childhood. Specifically, it provides empirical support for the role of maternal knowledge, attitudes, and practices as key determinants of oral hygiene status among preschool children. The findings highlight the need for family-centered oral health promotion programs that actively involve mothers as primary caregivers in fostering healthy oral hygiene behaviors. Furthermore, this study offers practical implications for policymakers and healthcare professionals in designing targeted educational and preventive interventions aimed at improving maternal awareness and reducing the burden of oral diseases among young children.
Co-Authors Agus Hendra Al Rahmad Ainun Mardhiah Ainun Mardhiah Ainun Mardhiah, Ainun Ainun Mardiah Ainun Mardiah Ainun Mardiah Alhuda, Alhuda Allysa Dara Humaira Amiruddin Amiruddin Andriani Andriani Andriani Arifin, Syuja’ Rafiqi Aripin Ahmad, Aripin Asmawati Citra F Putri Citra Feriana PUTRI Cut Ade Nina Erniza Cut Fazlil Hanum Dian Affriyanti Zulyadi Putri Dzaki, Muhammad Haikal Eka Sri Rahayu Eka Sri Rahayu Eka Sri Rahayu Elfi Zahara Erlinawati Erlinawati, Erlinawati Erwandi Erwandi Faradhilla, Faradhilla Farah Nafissa Febriani, Henny Finaul Asyura Fitriyaningsih Fitriyaningsih Halimatussakdiah, H Hamsar, Adriana Henny Febriani Henny Febriani Heru Santoso Wahito Nugroho Intan Dwi Addilla Intan Liana Julia Maulana Liana, Intan Lina Farsia Lisa Hanum M Mufizarni Mardelita, Sisca MARIA BINTANG Marzuki Maulina, Raihan Mona, Mona dara fonna Mufizarni Mufizarni Mufizarni Mufizarni Mufizarni, M Mufizarni, Mufizarni Muhammad Haikal Dzaki Muna Navisah Munira Munira Munira Munira, Munira Mutia, Hera Nabila, Raihan Nanda Agita, Putri Nia Kurniawati Niakurniawati, Niakurniawati Nora Usrina Noviyanti Noviyanti Nurdin Nurdin Nurhaida Nurhaida Nurhaida, . R Reca Rahayu, Eka Sri Rasidah Rasidah, Rasidah Ratna Dewi Ratna Wilis Ratna Wilis Reca Reca Reca Reca Reca Reca Reca Reca Reca Reca Reca Reca Reca Reca Reca Reca Reca Reca Reca, R Reca, Reca Rika Yusnaini Rita Zahara, Rita Rosi Novita, Rosi Rosma, Manta Rosmini Rosmini Salpiani, Salpiani Salwa, Nabila Sisca Mardelita Srirahayu, Eka Suryani, Linda T. Iskandar Faisal T. Iskandar Faisal Teuku Salfiyadi Teuku Salfiyadi Teuku Salfiyadi wirza wirza Wirza Wirza Wirza Wirza Wirza Wirza, Wirza Yeni Rimadeni Zahara, Elfi