Claim Missing Document
Check
Articles

Strategi Pengendalian Penangkapan Ikan yang Merusak di Perairan Jayapura Dengan Menggunakan Analytical Hierarchy Process (AHP) Roy Salinding; Auldry F. Walukow; Maklon Warpur; Janviter Manalu; Johnson Siallagan
ACROPORA: Jurnal Ilmu Kelautan dan Perikanan Papua Vol 9 No 1 (2026): ACROPORA: Jurnal Ilmu Kelautan dan Perikanan Papua Edisi Mei 2026
Publisher : Cenderawasih University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31957/acr.v9i1.5471

Abstract

Pengelolaan kelautan dan perikanan menghadapi tantangan yang sangat kompleks, khususnya terkait praktik penangkapan ikan yang merusak lingkungan yang masih terus terjadi meskipun telah ada peraturan pemerintah. Praktik-praktik tersebut, termasuk penggunaan bahan peledak dan racun, masih berlangsung di perairan Kota Jayapura. Penelitian ini bertujuan untuk merumuskan strategi pengendalian praktik penangkapan ikan yang merusak dengan menggunakan metode *Analytical Hierarchy Process* (AHP). Permasalahan utama yang dikaji adalah masih digunakannya bahan peledak dan zat beracun dalam kegiatan penangkapan ikan, meskipun langkah-langkah regulasi dan penegakan hukum telah diterapkan. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif, dengan pengumpulan data melalui wawancara dan kuesioner yang melibatkan para ahli dari instansi terkait serta tokoh masyarakat adat. Analisis dilakukan dengan menyusun struktur hierarki, melakukan perbandingan berpasangan, normalisasi matriks, dan menghitung bobot prioritas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor ekonomi merupakan faktor paling dominan yang memengaruhi praktik penangkapan ikan yang merusak, dengan nilai prioritas tertinggi sebesar 0,728, diikuti oleh faktor sosial-budaya dan lingkungan. Pada tingkat aktor, tokoh masyarakat adat (Ondoafi) memegang peran paling signifikan dalam pengendalian praktik penangkapan ikan yang merusak, dengan nilai prioritas sebesar 0,370. Selanjutnya, alternatif strategi yang paling efektif adalah pelibatan tokoh masyarakat adat (0,279), diikuti oleh pembentukan koperasi nelayan dan penyediaan alat tangkap yang ramah lingkungan. Oleh karena itu, pendekatan berbasis kearifan lokal melalui penguatan peran tokoh adat, yang diintegrasikan dengan program pemberdayaan ekonomi nelayan, merupakan strategi utama yang direkomendasikan untuk mengendalikan praktik penangkapan ikan yang merusak di Kota Jayapura.
Analisis Ekologis dan Kesesuaian Lokasi untuk Budidaya Ikan Kerapu (Epinephelus Sp) Dalam Rangka Pengembangan Minawisata Perairan Kampung Holtekam Distrik Muara Tami Kota Jayapura Papua Vera Kostansie Mandey; Krithopolus Rumbiak; Tamara Kainama; Popi Ida Laila Ayer; Korinus Rejauw; Natan Baransano; Maklon Warpur
ACROPORA: Jurnal Ilmu Kelautan dan Perikanan Papua Vol 9 No 1 (2026): ACROPORA: Jurnal Ilmu Kelautan dan Perikanan Papua Edisi Mei 2026
Publisher : Cenderawasih University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31957/acr.v9i1.5473

Abstract

Perairan Holtekam merupakan perairan yang ada di Kota Jayapura. Memiliki potensi sumberdaya hayati di wilayah pesisir dan laut seperti terumbu karang yang masih bagus dan merupakan tempat wisata bagi masyarakat. Potensi perairan Kampung Holtekam bila dikembangan untuk budidaya perikanan ikan kerapu akan memberikan pemasukan dan peningkatkan kesejahteraan masyarakat. Perairan Kampung Holtekam berpotensi tidak hanya sebagai sentra produksi perikanan, namun juga wisata bahari (minawisata). ikan kerapu (Epinephelus sp) termasuk ikan ekonomis penting karena nilai jualnya tinggi, disukai banyak konsumen, bergizi tinggi dan jumlah produksinya besar. Untuk membudidaya ikan kerapu (Epinephelus sp) memerlukan faktor-faktor lingkungan perairan yang sesuai. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Juni – Agustus 2024 di perairan Kampung Holtekam Distrik Muara Tami Kota Jayapura. Penelitian ini dilakukan secara insitu pada 4 titik pengambilan data di perairan Pantai Pasir 2. Pada penelitian ini terdapat data primer dan sekunder yang digunakan, pengumpulan data primer dilakukan dengan survey lapangan dan data sekunder diperoleh dari database online/internet. Berdasarkan penelitian yang dilakukan, didapatkan beberapa parameter lingkungan perairan yang mencakup kecerahan, kedalaman, kecepatan arus, Suhu, salinitas, pH, dan DO di perairan Holtekam masing-masing adalah 6-7 m 7-10 m, 0,3-0,32 m/detik, 30,0- 30,2°C, 31,0-32,2%o, 7-7,5, 7,0-7,0. masih sesuai dengan baku mutu. Sedangkan Amoniak (NH3-N) 3,10- 4,20, Nitrat (NO2-N, 1,40- 3, 40 dan Fosfat (PO4 – P) 0,71 - 1,20. Ketiga parameter ini kelompokkan kedalam kelas tidak sesuai (S3).
Pemanfaatan Lahan Pekarangan sebagai Lumbung Pangan Keluarga Basa T. Rumahorbo; Maklon Warpur; Johnson Siallagan
Jurnal Ilmiah Pengabdian dan Inovasi Vol. 4 No. 4 (2026): Jurnal Ilmiah Pengabdian dan Inovasi (Juni)
Publisher : Insan Kreasi Media

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57248/jilpi.v4i4.920

Abstract

Socialization about the use of yard land as a sustainable food home area in Dorba-Betaf II Village, East Coast District, Sarmi Regency, it was held on July 21 2025. This activity aims to provide motivation and understanding to the community about the importance of using yard land as a sustainable food home area) to support family food security. The methods used in this activity are lectures, discussions and questions and answers. This activity successfully involved 21 participants. The implementation of outreach activities regarding the use of yard land as a sustainable food area began withan introduction to the team and continued with a speech from the head of Dorda-Betaf II Village, followed by the provision of materials. The team's presentation of material began with an explanation of the benefits of managing a home yard as a sustainable food area. The participants were very enthusiastic about following the presentation of the material, this could be seen from several questions asked regarding the material provided in the question and answer and discussion session. Based on the results of the evaluation carried out by the team using a questionnaire measuring tool, it showed that 77,8 % of respondents agreed that the socialization on the use of yard land as a sustainable food house area was interesting and easy to understand, then 74,07 % of respondents agreed that the socialization on the use of yard land provided by the team community service provides new experiences regarding the use of yard land as a sustainable food house area and implementation of dissemination, 85.18%.
PELATIHAN REHABILITASI DAN TRANSPLANTASI KARANG BAGI KELOMPOK SELAM DI KAMPUNG TABLASUFA KABUPATEN JAYAPURA PAPUA Yunus Pajanjan Paulangan; Maklon Warpur; Efray Wanimbo; Barnabas Barapadang
Jurnal Pemberdayaan Maritim Vol 6 No 1 (2023): Journal of Maritime Empowerment
Publisher : Lembaga Penelitian, Pengabdian Masyarakat, dan Penjaminan Mutu, Universitas Maritim Raja Ali Haji

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31629/jme.v6i1.6447

Abstract

Kurangnya pemahaman dan keterampilan transplantasi karang oleh masyarakat merupakan salah satu kendala dalam melakukan rehabilitasi ekosistem terumbu karang yang telah rusak di Teluk Depapre. Diketahui bahwa kerusakan ekosistem terumbu karang di kawasan Teluk Depapre akibat penangkapan ikan dengan menggunakan bahan peledak, racun akar tuba serta kegiatan wisata yang kurang profesional dan tidak ramah lingkungan. Oleh karena itu, perlu pelatihan yang melibatkan kelompok masyarakat agar dapat melakukan rehabilitasi khususnya transplantasi karang pada ekosistem yang telah mengalami kerusakan dengan teknologi yang murah dan mudah diadopsi sehingga dapat dilakukan secara mandiri. Pelaksanaan kegiatan ini dilakukan dengan pemberian teori dan praktek kepada peserta dengan melibatkan beberapa kelompok selam yang beraktivitas di Teluk Depapre, yakni Papua Diving Academy dan Lumba-Lumba Diving Club serta Octopus Diving Club. Berdasarkan hasil evaluasi, peserta sangat mengapresisasi materi yang disampaikan oleh narasumber yakni 10 peserta dari 12 peserta menyebutkan sangat baik. Selain itu, antusias dan minat kelompok selam tersebut sangat tinggi, bahkan juga kelompok masyarakat sekitar dalam upaya rehabilitasi ekosistem terumbu karang khususnya transplantasi karang. Hal ini terlihat dari tingkat kehadiran dan keaktifan peserta dalam kegiatan pelatihan mulai dari persiapan sampai pelaksanaan transplantasi. 
Co-Authors Aditya Krishar Karim Aditya Krishar Karim Agamawan, Lalu Panji I. Albida Rante Tasak, Albida Rante Amida Laurita Snahan Auldry Fransje Walukouw Ayomi, Erna Ferderika Baigo Hamuna Baigo Hamuna Baigo Hamuna Baransano, Natan Bara’padang, Barnabas Barnabas Barapadang Barnabas Barapadang Basa T Rumahorbo Berlian Yonanda Andrianto Efray Wanimbo Ervina Indrayani Finnyalia Napitupulu Floriana Kabelen Floriana Kabelen Helena G Burok Helena G. Burok Helena G. Burok, Helena G. Heri Purnomo Himawan Himawan Hisya, Muhammad Ign Joko Suyono Indrayani, Elvina Izaac, Fransina A. John D Kalor Johnson Sialagan JOHNSON SIALLAGAN Johnson Siallagan Johnson Siallagan Kainama, Tamara Louraine Jeanette Kalep Segenil Kalvin Paiki Kalvin Paiki Kedebak, Novita Korinus Rejau Korinus Rejauw Korinus Rejauw Kristhopholus Rumbiak Kristhopolus K. Rumbiak Kristoporus Rumbiak Krithopolus Rumbiak Lalu Panji Imam Agamawan Linus Y. Chrystomo Linus Y. Chrystomo Linus Y. Chrystomo Lisiard Dimara Liyatin Gea Lolita Tuhumena Manalu, Janviter Manalu, Khristhoper Aris Arianto Mandey, Vera Kostansie Mantayborbir, Vyona Misbach, Imam Muhammad Hisyam Natan Baransano Natan Baransano Pakpahan, Marianti Merry Paulangan, Yunus P. Paulangan, Yunus Pajanjan Pisi Bethania Titalessy Popi Ida Laila Ayer Ramba, Fitria Yunia Rejau, Korinus Rejauw, Korinus Riando, Kopanye Risakotta, Tesalonika Kezia Rosye H.R. Tanjung Roy Salinding Rumahorbo, Basa Tunggul Rumbiak, Kristoporus Saramuke, Dina Mathilda Suharyadi Suharyadi Syamsuddin, Indri Hapsari Tamara Kainama Tangkelayuk, Herman Tatang Sutarman Tomasila, Leopold Arthur Tonapa, Veronika Gina Umbekna, Sara Walukouw, Auldry F Wambrauw, Daniel Wanimbo, Efra Wanimbo, Timiron Widiastuty, Wiwid Yanviter Manalu Yenusi, Tien Nova B. Yuliana H. Rumsarwir Yunus P. Paulangan Yunus Pajanjan Paulangan Yunus Pajanjan Paulangan Yusak Maryunianta