Claim Missing Document
Check
Articles

Efektivitas Teknik Motivational Interviewing dalam Layanan Konseling Individu Terhadap Motivasi Belajar Siswa SMKN 6 Enrekang: Penelitian Inten Awalia Kaco; Ahmad Kamil; Mulyadi; Muhammad Junaedi Mayuddin; M Yunus Sudirman
Jurnal Pustaka Cendekia Pendidikan Vol. 4 No. 1 (2026): Jurnal Pustaka Cendekia Pendidikan, Volume 4 Nomor 1, Mei - Agustus 2026
Publisher : PT PUSTAKA CENDEKIA GROUP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70292/jpcp.v4i1.432

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menguji efektivitas konseling individu dengan teknik Motivational Interviewing (MI) dalam meningkatkan motivasi belajar siswa di SMKN 6 Enrekang. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain pre-experimental one group pretest–posttest. Subjek penelitian berjumlah 10 siswa yang dipilih secara purposive berdasarkan kategori motivasi belajar sedang. Instrumen penelitian berupa angket motivasi belajar yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya, serta didukung observasi dan dokumentasi.Intervensi diberikan melalui empat sesi konseling individu dengan tahapan MI yaitu engaging, focusing, evoking, dan planning. Hasil penelitian menunjukkan peningkatan rata-rata skor motivasi belajar dari 53,40 (SD = 4,85) pada pretest menjadi 84,30 (SD = 2,58) pada posttest, dengan peningkatan sebesar 57,82%. Hasil uji paired sample t-test menunjukkan perbedaan yang signifikan (t = -12,45; df = 9; p < 0,001). Selain itu, terdapat peningkatan pada seluruh dimensi motivasi belajar, terutama ketekunan belajar.Temuan ini menunjukkan bahwa teknik Motivational Interviewing efektif dalam meningkatkan motivasi belajar siswa melalui penguatan motivasi intrinsik, peningkatan kesadaran diri, serta regulasi diri siswa.
The The Effectiveness of Siwaliparri Value-Based Group Guidance in Improving Students' Empathy Muhammad Junaedi Mahyuddin; Handayani Sura; Ahmad Muliawan; Amien Wahyudi; Aisyah Suryani; Yusran Sahodding
G-Couns: Jurnal Bimbingan dan Konseling Vol. 10 No. 04 (2026): October 2026, G-Couns: Jurnal Bimbingan dan Konseling
Publisher : Universitas PGRI Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31316/g-couns.v10i04.9328

Abstract

Modern dynamics have contributed to a significant decline in empathy among adolescents; however, the potential of local wisdom as a foundation for guidance and counseling interventions remains empirically under-explored, particularly in the context of Mandar culture. This study aims to examine the effectiveness of group guidance based on Siwaliparri values, a Mandar cultural concept emphasizing togetherness and equality, in enhancing student empathy. Employing a Pre-Experimental One-Group Pretest-Posttest design, the research involved eight students (N=8) from SMA Negeri 1 Majene, selected via simple random sampling based on low empathy score criteria. Data were collected using an Empathy Scale (30 items, a=0.80) and analyzed using a Paired Sample t-test. Results indicated a significant increase in students’ empathy, shifting from the “low” category (Mean=70.1, SD=6.4) to the “moderate” category (Mean=86.3, SD=5.2), with t = 10.645 and p <0.001. The effect size (Cohen’s d = 2.78) demonstrates a very large practical impact of the intervention. In conclusion, Siwaliparri-based interventions are highly effective in increasing empathy, offering a culturally responsive framework for school counselors in Mandar and similar cultural contexts to address the empathy crisis among adolescents while preserving Mandar’s local wisdom. Keywords: empathy, group guidance, local wisdom, siwaliparri
Efektivitas Empty Chair Technique Untuk Meningkatkan Kepercayaan Diri Siswa Dalam Memilih Karir Diva Alfira Junaidi
KONSELING: Jurnal Ilmiah Penelitian dan Penerapannya Vol. 7 No. 4 (2026): Juli
Publisher : ILIN Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31960/konseling.v7i4.3464

Abstract

This study was motivated by the low level of students' self-confidence in choosing careers, which was characterized by doubt, anxiety, and uncertainty regarding their abilities to make career decisions. The purpose of this study was to determine the effectiveness of the Empty Chair Technique in improving students' self-confidence in choosing careers at SMA Negeri 12 Enrekang. This study employed a quantitative approach using a quasi-experimental method with a one-group pretest-posttest design. The population consisted of all tenth-grade students at SMA Negeri 12 Enrekang, while the sample comprised 10 students selected through purposive sampling. Data were collected using a self-confidence questionnaire in career selection and analyzed using descriptive and inferential statistics, including the normality test and paired sample t-test with the assistance of SPSS version 26. The results showed that students' self-confidence in choosing careers increased after participating in group counseling sessions utilizing the Empty Chair Technique. The mean pretest score was 106.10, which increased to 121.70 in the posttest.
Layanan Bimbingan Konseling Pribadi dan Sosial bagi Lansia di Komunitas Desa Curio Kecamatan Curio Kabupaten Enrekang Risdayanti; Muhammad Junaedi Mahyuddin; Handayani Sura
JPNM Jurnal Pustaka Nusantara Multidisiplin Vol. 4 No. 2 (2026): May : Jurnal Pustaka Nusantara Multidisiplin (ACCEPTED)
Publisher : SM Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59945/jpnm.v4i2.1192

Abstract

Risdayanti (2026) meneliti layanan bimbingan konseling pribadi dan sosial bagi lansia di Desa Curio, Kecamatan Curio, Kabupaten Enrekang. Lansia di wilayah tersebut menghadapi berbagai permasalahan seperti kesepian, penurunan peran sosial, kecemasan, serta kesulitan beradaptasi terhadap perubahan fisik dan sosial. Oleh karena itu, diperlukan layanan bimbingan konseling yang terstruktur dan sesuai kebutuhan.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kondisi lansia sebelum dan sesudah layanan, serta mendeskripsikan pelaksanaannya. Metode yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif dengan desain pra-eksperimen One Group Pretest–Posttest. Subjek penelitian berjumlah 7 lansia yang dipilih secara purposive sampling. Data dikumpulkan melalui angket, observasi, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan uji paired sample t-test.Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan skor rata-rata kondisi pribadi dan sosial lansia dari 76 (pretest) menjadi 94 (posttest). Nilai signifikansi 0,000 < 0,05 menunjukkan adanya perbedaan yang signifikan sebelum dan sesudah layanan. Selain itu, nilai korelasi sebesar 0,710 mengindikasikan hubungan yang kuat antara kedua kondisi. Dengan demikian, layanan bimbingan konseling pribadi dan sosial terbukti efektif dalam meningkatkan kondisi lansia berbasis komunitas, khususnya di wilayah perdesaan.
Pengembangan dan Uji Efektivitas Modul Teman Bertumbuh Untuk Mengelola Kecemasan Remaja Melalui Penguatan Pola Pikir Bertumbuh Najma Ulya Magfira; Muhammad Junaedi Mahyuddin; Handayani Sura; Aisyah Suryani; ⁠Muliyadi
Jurnal Ilmu Pendidikan dan Sosial Vol. 5 No. 2 (2026): Juli
Publisher : CV Putra Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58540/jipsi.v5i2.2165

Abstract

Gangguan kecemasan pada remaja di Indonesia merupakan masalah kesehatan mental yang semakin mendesak, sementara intervensi berbasis sekolah yang terstruktur masih terbatas. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan dan menguji efektivitas modul pelatihan “Teman Bertumbuh” sebagai intervensi berbasis kognitif dan pola pikir bertumbuh guna membantu remaja mengelola kecemasan. Penelitian menggunakan metode Research and Development (R&D) dengan model ADDIE yang meliputi tahap analisis kebutuhan, desain, pengembangan, implementasi, dan evaluasi. Penelitian dilaksanakan di salah satu sekolah menengah atas di Kabupaten Enrekang, Sulawesi Selatan. Subjek penelitian terdiri atas 30 siswa berusia 15–17 tahun yang teridentifikasi memiliki tingkat kecemasan sedang hingga tinggi dan dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Validasi modul dilakukan oleh tiga ahli yang terdiri atas ahli psikologi, ahli bimbingan dan konseling, serta ahli media pembelajaran. Intervensi dilaksanakan selama empat minggu dalam enam sesi pelatihan dengan durasi 90 menit pada setiap sesi. Data dikumpulkan melalui wawancara, kuesioner kebutuhan, dan skala Screen for Child Anxiety Related Emotional Disorders (SCARED), kemudian dianalisis menggunakan statistik deskriptif dan uji-t sampel berpasangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa modul “Teman Bertumbuh” memperoleh tingkat validitas sangat tinggi dengan rata-rata skor kelayakan sebesar 92,4%. Hasil uji efektivitas menunjukkan adanya penurunan signifikan pada skor kecemasan peserta dari rata-rata 36,8 pada pretest menjadi 24,1 pada posttest (t = 7,42; p < 0,001). Selain itu, proporsi peserta dengan kategori kecemasan tinggi menurun dari 40% menjadi 10% setelah mengikuti intervensi. Temuan ini menunjukkan bahwa modul “Teman Bertumbuh” efektif dalam membantu remaja mengelola kecemasan melalui penguatan pola pikir bertumbuh. Implikasi penelitian menegaskan bahwa intervensi kesehatan mental yang terintegrasi di sekolah dapat menjadi alternatif layanan preventif dan promotif yang praktis, berkelanjutan, serta berpotensi mendukung kesejahteraan psikologis dan resiliensi remaja.