p-Index From 2021 - 2026
8.476
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Afkaruna: Indonesian Interdisciplinary Journal of Islamic Studies EQUILIBRIUM IQTISHADIA el-Jizya: Jurnal Ekonomi Islam Jurnal Al-Qardh Al-Mustashfa Al-Amwal : Jurnal Ekonomi dan Perbankan Syari\'ah MAHKAMAH: Jurnal Kajian Hukum Islam Li Falah: Jurnal Studi Ekonomi dan Bisnis Islam Jurnal Global Citizen : Jurnal Ilmiah Kajian Pendidikan Kewarganegaraan MALIA IQTISHADUNA: Jurnal Ekonomi dan Keuangan Islam Ad-Deenar: Jurnal Ekonomi dan Bisnis Islam Nizham Journal of Islamic Studies At-tijaroh: Jurnal Ilmu Manajemen dan Bisnis Islam Al-Masharif: Jurnal Ilmu Ekonomi dan Keislaman Adzkiya : Jurnal Hukum dan Ekonomi Syariah Profit : Jurnal Kajian Ekonomi dan Perbankan Syariah Abdimas UNWAHAS : Jurnal Pengabdian Masyarakat UNWAHAS Dimasejati: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat KONSEP DAN TUJUAN PADA TINJUAN BISNIS SYARIAH BERNAS: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Indonesian Journal of Islamic Business and Economics (IJIBE) Iqtishadia: Jurnal Kajian Ekonomi dan Bisnis Islam Jurnal Ilmu Manajemen Retail Universitas Muhammadiyah Sukabumi (JIMAT UMMI) El-Iqtishady Jurnal Akuntansi dan Keuangan (JAK) Al-Qashdu: Jurnal Ekonomi dan Keuangan Syariah AL-MULTAZIM : Jurnal Manajemen Bisnis Syariah Salam (Islamic Economics Journal) el-Jizya: Jurnal Ekonomi Islam Mabsya: Jurnal Manajemen Bisnis Syariah Islamic Economic and Business Journal Akademika : Jurnal Pemikiran Islam Journal of Comprehensive Science PERADABAN JOURNAL of ECONOMIC and BUSINESS Journal of Accounting and Finance Management (JAFM) Jeksyah Jurnal Manajemen, Akuntansi, Ekonomi Velocity: Journal of Sharia Finance and Banking Equilibrium: Jurnal Ekonomi Syariah Journal of Social Science and Business Studies Jurnal Global Ilmiah Jurnal Ekonomi Bisnis Antartika Baashima: Jurnal Bisnis Digital, Akuntansi, Kewirausahaan, dan Manajemen AB-JOIEC: Al-Bahjah Journal of Islamic Economics Jurnal Inovasi Global JESKaPe: Jurnal Ekonomi Syariah, Akuntansi dan Perbankan Insight : International Journal of social research Journal of Sharia Accounting and Tax (JSAT Wealth: Journal of Islamic Banking and Finance Al-masharif: Jurnal Ilmu Ekonomi dan Keislaman Jurnal Nusa Manajemen Jurnal Kajian Ekonomi dan Perbankan Syariah Ecopreneur : Jurnal Ekonomi dan Bisnis Islam Journal of Sharia Tourism and Hospitality Cirebon International Journal of Economics and Business Journal of Sharia Micro Enterprise and Cooperation Al-Wajih: The Journal of Islamic Studies
Claim Missing Document
Check
Articles

MEMBANGUN KEKUATAN NILAI PERJANJIAN SYARIAH DALAM UPAYA MENINGKATKAN KINERJA KARYAWAN BANK SYARIAH DI INDONESIA Yusuf, Ayus Ahmad; Layaman, Layaman; Wartoyo, Wartoyo
AKADEMIKA: Jurnal Pemikiran Islam Vol 22 No 2 (2017): Ekonomi Islam dan Pemberdayaan Masyarakat
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Institut Agama Islam Negeri Metro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32332/akademika.v22i2.814

Abstract

Abstrak Penelitian ini dilatarbelakangi oleh adanya data empiris yang menunjukkan target pertumbuhan aset perbankan syariah dalam 5 tahun kebelakang tidak pernah tercapai. Berdasarkan data BI per Oktober 2014, total aset perbankan syariah baik Bank Umum Syariah (BUS) maupun Unit Usaha Syariah (UUS) mencapai Rp 260,36 triliun. Angka ini, hanya 4,78% dari total aset perbankan konvensional yang bernilai Rp 5.445,65 triliun. Bahkan, pangsa aset perbankan syariah di akhir Oktober 2014 justru lebih sedikit jika dibandingkan Oktober 2013 yang sebesar Rp 229,55 triliun atau 4,86% dari total aset perbankan. BI pada akhir tahun 2013 menargetkan porsi aset bank syariah sebesar 5,25%–6,25% dari total aset bank umum konvensional. Hal ini salah satunya diindikasikan terjadi karena kapabilitas dan kompetensi karyawan bank syariah yang tidak mumpuni. Terbukti dari penelitian sebelumnya bahwa 70% karyawan bank syariah bukan merupakan lulusan berbasis syariah, melainkan karyawan hasil mutasi dari bank konvensional induknya. Empat hipotesis dibangun untuk menyelesaikan masalah penelitian, dengan metode pengumpulan data purposive random sampling. Teknik analisis data yang digunakan adalah structural equational modeling yang menggunakan software AMOS 16. Berdasarkan hasil penelitian dihasilkan kesimpulan bahwa (1) Komitmen organisasi berpengaruh positif terhadap sharia engagement. (2) Komitmen organisasi tidak berpengaruh terhadap kinerja karyawan. (3) Kepemimpinan transformasional berpengaruh positif terhadap sharia engagement. (4) Kepemimpinan transformasional tidak berpengaruh terhadap kinerja karyawan dan (5) Sharia engagement berpengaruh positif terhadap kinerja karyawan. Kata Kunci: Sharia Engagement, Bank Syariah, dan Kinerja Karyawan Abstract This research was motivated by the empirical data that shows the target growth of Islamic banking assets in 5 years back never reached. Based on BI data as of October 2014, the total assets of Islamic banking both Islamic Banks (BUS) and Sharia (UUS) reached Rp 260.36 trillion. This figure, only 4.78% of the total assets of conventional banks are worth Rp 5445.65 trillion. In fact, the share of Islamic banking assets at the end of October 2014 even less than in October 2013 from Rp 229.55 trillion, or 4.86% of total banking assets. BI at the end of 2013 targeting the portion of the assets of Islamic banks amounted to 5.25% -6.25% of the total assets of conventional banks. This is one of them indicated happen because of the capabilities and competence of employees of Islamic banks are not qualified. Evident from previous research that 70% of employees are graduates of Islamic banks is not based on sharia, but employees are the result of mutations of the parent conventional bank. Four hypotheses are built to solve the problem of research, data collection method purposive random sampling. Data analysis technique used is equational structural modeling using AMOS software 16. Based on the research produced the conclusion that (1) Commitment positive effect on sharia organization engagement. (2) The commitment the organization has no effect on employee performance. (3) Transformational leadership has positive influence on sharia engagement. (4) Transformational leadership does not affect the performance of employees, and (5) Sharia engagement positively affects employee performance Keywords: Engagement Sharia, Islamic Banking, and Employee Performance
ANALYSIS OF FISCAL POLICY IN MANAGING THE STATE BUDGET IN INDONESIA PRE AND POST COVID-19 Wartoyo, Wartoyo; Pratiwi, Lisa; Awaliya Rahma, Tiara
Islamic Economic and Business Journal Vol. 6 No. 2 (2024): Islamic Economic and Business Journal
Publisher : Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Bone

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30863/iebjournal.v6i2.7633

Abstract

The purpose of this study is to analyze fiscal policy in the management of the State Budget in Indonesia. The method used is descriptive analysis, which means explaining and describing both oral and written forms derived from literature studies. The results of the study show that the fiscal policy used in Indonesia is an expansionary fiscal policy marked by a state budget that is classified as a deficit. Then, to increase state revenue, the government began to export downstream commodities that had high added value. In order to minimize state spending, the government implements zero-based budgeting. This can be said to be able to increase the value of the state budget in its management.
Etika Bisnis Islam: Konstruksi Nilai Keseimbangan Dan Kemanusiaan Wartoyo Wartoyo
Al-Amwal : Jurnal Ekonomi dan Perbankan Syari'ah Vol 10, No 2 (2018)
Publisher : UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/amwal.v10i2.3369

Abstract

AbstrakEkonomi Islam memberikan tuntunan kepada manusia agar dapat menerapkan etika dalam semua aspek kehidupan, tidak terkecuali dalam kegiatan ekonomi atau bisnis. Etika sangat penting untuk mengatur dan memberikan arahan kepada para pelaku bisnis akan hal-hal  yang baik atau buruk, boleh atau dilarang dan benar atau salah dalam menjalankan kegiatan bisnisnyaa. Etika bisnis dalam ekonomi Islam terkandung dalam semua aspek, baik produksi, konsumsi maupun distribusi. Apabila etika bisnis diterapkan ke dalam semua kegiatan bisnis, maka secara langsung akan dapat menciptakan keseimbangan dan kesejahteraan bersama (maslahah) yang bermuara pada tercapainya kesejahteraan hakiki baik dunia maupun akhirat (falah). Kata Kunci : Etika, Bisnis, Islam, Maslahah, Falah.AbstractIslamic Economics provides guidance to humans in order to apply ethics in all aspects of life, including economic or business activities. Ethics is very important to regulate and provide direction to business people about things that are good or bad, may or are prohibited and true or false in carrying out their business activities. Business ethics in Islamic economics is contained in all aspects, both production, consumption and distribution. If business ethics is applied to all business activities, it will directly create balance and mutual welfare (maslahah) which leads to the achievement of the essential welfare of both the world and the hereafter (falah).Keywords: Ethics, Business, Islam, Maslahah, Falah.
KONTRIBUSI PEMBIAYAAN PROFUKTIF TERHADAP PROFITABILITAS BANK SYARI’AH DI INDONESIA wartoyo wartoyo
Al-Amwal : Jurnal Ekonomi dan Perbankan Syari'ah Vol 5, No 2 (2013)
Publisher : UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/amwal.v5i2.243

Abstract

ABSTRAKPembiayaan produktif di Bank Syari’ah diimplementasikan dalam akad pembiayaan mudharabah dan musyarakah. Kedua akad tersebut merupakan akad yang berprinsipkan bagi hasil dan bagi rugi. namun hingga 10 tahun bank syari’ah di Indonesia, kedua akad pembiayaan produktif tersebut memiliki porsi yang sangat minim, yaitu masih kurang dari 10 persen dari keseluruhan pembiyaan yang salurkan oleh bank syari’ah. Penelitian ini menggunakan data pengamatan laporan keuangan bulanan bank syari’ah pada Bank Indonesia selama periode 2010-2012. Hasil dari penelitian menunjukkan bahwa pembiayaan mudharabah berpengaruh negatif dan tidak signifikan terhadap profitabilitas bank syari’ah, sedangkan pembiyaaan musyarakah berpengaruh positif dan tidak signifikan terhadap profitabilitas bank syari’ah, dan pembiayaan mudharabah dan musyarakah secara bersama-sama berpengaruh positif dan signifikan terhadap profitabilitas bank syariah.Keywords : Pembiayaan, mudharabah, musyarakah, profitabilitas.
How Zakat Moderating the Influence of Human Development Index, Labor, Gross Regional Domestic Product on Poverty in Central Java? Halla Novitasari; Qi Mangku Bahjatulloh; Wartoyo Wartoyo
Al-Amwal : Jurnal Ekonomi dan Perbankan Syari'ah Vol 15, No 2 (2023)
Publisher : UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/amwal.v15i2.13627

Abstract

Abstract  The purpose of this study was to find out how strong the influence of the Human Development Index (IPM), labor, and Gross Regional Domestic Product (GDP) on poverty in Central Java in 2017-2021 with the distribution of zakat as a moderating variable. This research is quantitative with secondary data taken from the National Baznas of Central Java Province and the BPS website. The data used is panel data, which is a combination of time series data from 2017-2021 and cross section data of 35 regencies or cities. The analysis tool uses eViews 9.0 with a random effect model selected regression analysis. The results showed that the HDI variable had a significant negative effect on poverty, while labor and GRDP had no effect on poverty. While zakat can moderate HDI and labor through poverty, zakat cannot moderate labor through poverty.Keywords: HDI, Labor, GRDP, Poverty, Distribution of Zakat Abstrak  Tujuan penelitian ini untuk mengetahui seberapa kuat pengaruh Indeks Pembangunan Manusia (IPM) , tenaga kerja, dan Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) terhadap kemiskinan di Jawa Tengah tahun 2017-2021 dengan distribusi zakat sebagai variabel moderating. Penelitian ini ialah kuantitatif dengan data sekunder yang diambil dari baznas Provinsi Jawa Tengah dan website BPS. Data yang digunakan data panel yaitu gabungan data time series dari 2017-2021 dan data cross section sebanyak 35 kabupaten atau kota. Alat analisis menggunakan eviews 9.0 dengan analisis regresi terpilih random effect model. Hasil penelitian menunjukkan variabel IPM berpengaruh negatif signifikan terhadap kemiskinan, sedangkan tenaga kerja dan PDRB tidak berpengaruh terhadap kemiskinan. Sementara zakat dapat memoderasi IPM dan tenaga kerja melalui kemiskinan, sedangkan zakat tidak dapat memoderasi tenaga kerja melalui kemiskinan.Kata kunci: IPM, Tenaga Kerja, PDRB, Kemiskinan, Distribusi Zakat
ANALISIS COMMON SIZE TERHADAP KINERJA KEUANGAN BANK SYARIAH (Studi pada Laporan Keuangan PT. Bank Syariah Mandiri tahun 2013) wartoyo wartoyo
Al-Amwal : Jurnal Ekonomi dan Perbankan Syari'ah Vol 7, No 1 (2015)
Publisher : UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/amwal.v7i1.222

Abstract

AbstrakPenilaian terhadap kinerja suatu perusahaan dapat dilakukan dengan berbagai cara dan metode. Penilaian ini tergantung dari tujuan para pihak yang berkepentingan terhadap perusahaan. Salah satu analisis yang paling mudah dan sering digunakan dalam melakukan penilaian kinerja suatu perusahaan adalah analisis Common Size atau yang dikenal juga dengan istilah analisis vertikal. Dimana analisis ini dilakukan dengan cara membandingkan data-data keuangan yang terdapat dalam sebuah laporan keuangan dengan total aktiva ataupun passiva pada laporan neraca atau dengan total pendapatan pada laporan laba-rugi. Hasil dari analisis common size pada laporan keuangan Bank Syariah Mandiri diketahui bahwa kinerja dan keuangan BSM dalam kondisi kurang optimal, data-data di aktiva yang mengalami kenaikan, seperti kas dan setara kas mengalami kenaikan sebesar 4,87% dan yang mengalami penurunan, seperti pinjaman qardh yang turun sebesar -2,63%. Sedangkan pada data-data di passiva yang mengalami kenaikan, seperti simpanan wadiah yang naik sebesar 0,73% dan yang mengalami penurunan, seperti liabilitas segera yang turun sebesar -0,20%. Untuk sisi Laporan Laba-Rugi berdasarkan analisis common size yang telah dilakukan, dapat diketahui bahwa kinerja keuangan PT Bank Syariah Mandiri periode 2013 dan 2012 adalah kurang baik. Meskipun pendapatan operasional perusahaan mengalami peningkatan, namun laba usaha yang diperoleh mengalami penurunan karena perusahaan kurang mampu melakukan pengefisienan dalam mengelola asset yang dimilikinya sebagai beban usaha untuk mendapatkan keuntungan.Kata kunci: Analisis, Common Size, Laporan Keuangan AbstractAssessment of the performance of a company can be done in various ways and methods. This assessment depends on the purpose of the parties interested in the company. One analysis of the most convenient and frequently used in assessing the performance of a company is the analysis of Common Size or also known as vertical analysis. Where this analysis is done by comparing the financial data contained in a financial statement with the total assets or liabilities on the balance sheet or the total income in the income statement. Results of a common size analysis of the financial statements of Bank Syariah Mandiri is known that the performance and financial BSM in less than optimal conditions, the data on assets that have increased, such as cash and cash equivalents increased by 4.87% and the decline, such as loans qardh which fell by -2.63%. While the data on the increased liabilities, such as deposits wadiah which rose by 0.73% and is decreased, as soon liabilities which fell by -0.20%. For the Income Statement based on common size analysis that has been done, it can be seen that the financial performance of PT Bank Syariah Mandiri period in 2013 and 2012 are not good. Although the company's operating revenues have increased, but operating profit gained decreased as companies are less able to do efficiency in managing its assets as operating expenses for profit. Keywords: Analysis, Common Size, Financial Statements
Analisis Penerapan PSAK No. 105 pada Tabungan Berjangka Mudharabah dan Pembiayaan Mudharabah Fitria Eka Permata; Wartoyo Wartoyo
Al-Amwal : Jurnal Ekonomi dan Perbankan Syari'ah Vol 9, No 1 (2017)
Publisher : UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/amwal.v9i1.1687

Abstract

Abstrak Perkembangan jumlah dan kinerja lembaga keuangan mikro syariah khususnya lembaga berbentuk Baitul Mal wa Tamwil (BMT) yang begitu baik harus diiringi pula dengan regulasi dan standar akuntasi yang sesuai dengan prinsip syariah. Pada tahun 2006 IAI (Ikatan Akuntan Indonesia) mengeluarkan PSAK (Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan) Syariah sebagai revisi dari PSAK No. 59 tentang Akuntansi Perbankan Syariah. Untuk mengetahui apakah lembaga BMT telah sesuai dengan PSAK Syariah terutama terhadap kegiatan penghimpunan dana dan pembiayaannya (dalam hal ini dapat menggunakan akad mudharabah), maka penulis meneliti apakah penerapan akuntansi pada tabungan berjangka mudharabah dan pembiayaan mudharabah di BMT Gunungjati Cabang Kedawung Cirebon yang meliputi pengakuan, pengukuran, penyajian, dan pengungkapan telah sesuai dengan PSAK No. 105 tentang akuntansi mudharabah. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif komparatif, yakni peneliti menggambarkan penerapan akuntansi pada tabungan berjangka mudharabah dan pembiayaan mudharabah di BMT Gunungjati Cabang Kedawung Cirebon kemudian membandingkannya dengan standar yang telah ada yaitu PSAK No. 105 tentang akuntansi mudharabah. Adapun teknik pengumpulan data yang dilakukan adalah dengan observasi, wawancara dan studi dokumentasi. Hasil dari penelitian ini menunjukan bahwa perlakuan akuntansi pada tabungan berjangka mudharabah BMT Gunungjati Cabang Kedawung Cirebon dimulai dari pembukaan rekening dengan penyerahan aset kas dari nasabah, pembagian hasil usaha BMT kepada nasabah setiap bulannya, dan ketika tabungan berjangka mudharabah jatuh tempo. Adapun perlakuan akuntansi pada pembiayaan mudharabah dimulai dari pencairan atau penyerahan aset kas kepada nasabah, pendapatan bagi hasil yang dibayarkan nasabah setiap bulannya, dan ketika penyerahan kembali aset kas dari nasabah kepada BMT Gunungjati Cabang Kedawung Cirebon. Secara umum, perlakuan akuntansi pada tabungan berjangka di BMT Gunungjati Cabang Kedawung Cirebon telah sesuai dengan PSAK No. 105 baik sisi pengakuan, pengukuran, penyajian maupun pengungkapan. Namun perlakuan akuntansi pada pembiayaan mudharabah belum sepenuhnya sesuai dengan PSAK No. 105. Ketidaksesuaian terdapat pada sisi pengakuan, yakni pengakuan piutang, pengakuan keuntungan dan pengakuan kerugian. Ketidaksesuaian juga terdapat pada sisi pengungkapan, yakni tidak adanya pengungkapan penyisihan kerugian investasi mudharabah pada laporan keuangan BMT Gunungjati.Kata Kunci : PSAK No. 105, Tabungan Berjangka, Pembiayaan, Mudharabah.AbstractThe development of amount and performance of the Islamic micro finance institutions especially Baitul Maal wa Tamwil (BMT) which is so good must be accompanied also with the regulations and accounting standards in accordance with Islamic principles. In 2006 the IAI (Association of Indonesian Accountants) issued the Islamic PSAK as a revision of PSAK No. 59 about Accounting of the Islamic Banking. To find out whether Baitul Maal wa Tamwil (BMT) institutions had been corresponding with the Islamic PSAK especially on activities for raising funds and financing (in this case can use mudharabah contract), then the authors researching whether the implementation of accounting on mudharabah term savings and mudharabah financing in BMT Gunungjati Branch of Kedawung Cirebon which includes the recognition, measurement, presentation, and disclosure are in accordance with PSAK No. 105 about mudharabah accounting. This research is qualitative research with comparative descriptive approach, the researcher describes the implementation of accounting on mudharabah term savings and mudharabah financing in BMT Gunungjati Branch of Kedawung Cirebon and then compare it with the existing standard that is PSAK No. 105 about mudharabah accounting. The data collection technique is done by observation, interview and documentation study. The results of this research shows that the accounting treatment on mudharabah term savings in BMT Gunungjati Branch of Kedawung Cirebon begins from the opening of accounts with the delivery of cash assets from customers, the distribution of BMT business results to customers each month, and when mudharabah time deposit maturity. And then, the accounting treatment on mudharabah financing begins with the liquidation or the delivery of cash assets to customers, profit sharing income paid by the customer each month, and when handover of cash assets from customers to BMT Gunungjati Branch of Kedawung Cirebon. In generally, the accounting treatment of term savings in BMT Gunungjati Branch of Kedawung Cirebon has been in accordance with PSAK No. 105 both the side of recognition, measurement, presentation and disclosure. However, the accounting treatment on mudharabah financing has not been fully compliant with PSAK No. 105. Nonconformity found on the recognition side, namely the receivable recognition, the profit recognition and the loss recognition. Nonconformity also found on the disclosure side, ie the absence of disclosure of allowance for losses on mudharabah investment in the financial statements of BMT Gunungjati.Keywords : PSAK No. 105, Term Savings, Financing, Mudharabah
Perlakuan PSAK 107 Terhadap Produk Gadai Emas di Bank Jabar Banten (BJB) Syariah wartoyo wartoyo; David Viansyah
Al-Amwal : Jurnal Ekonomi dan Perbankan Syari'ah Vol 8, No 1 (2016)
Publisher : UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/amwal.v8i1.668

Abstract

Abstrak Produk gadai emas pada perbankan syariah merupakan fasilitas pembiayaan dengan jaminan berupa emas dengan mengikuti prinsip gadai. Emas tersebut ditempatkan dalam penguasaan dan pemeliharaan bank. Akad yang digunakan dalam gadai syariah yaitu akad qardh, akad rahn dan akad ijarah. Penerapan biaya ijarah pada setiap Bank Syariah mempunyai mekanisme yang berbeda-beda, hal tersebut karena Bank Indonesia tidak mengatur bagaimana perhitungannya, maka hal itu memberikan suatu kebebasan bagi bank syariah untuk menentukan metode perhitungan biaya ijarah. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui perlakuan PSAK 107 pada produk gadai emas, apakah akuntansi gadai emas pada perbankan syariah telah sesuai dengan PSAK 107 atau sebaliknya PSAK 107 memiliki kekurangan dalam penerapan akuntansi pada produk gadai emas. Metodologi yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif dengan teknik pengumpulan data yaitu observasi, wawancara dan dokumentasi. Dari hasil penelitian menunjukan bahwa Perlakuan akuntansi gadai emas syariah khususnya pada akad ijarah di BJB Syariah KCP Jatibarang yang diatur pencatatan dalam SK : 102/SK/DIR-BSS/2011 sudah memenuhi perlakuan akuntansi menurut PSAK 107, baik dalam hal  penyusutan, pendapatan sewa, beban, piutang, biaya perbaikan, penyajian dan pengungkapan. Sedangkan mengenai, biaya perolehan, jual-dan-ijarah, ijarah lanjut, dan perpindahan kepemilikan objek ijârah dalam ijârah muntahiya bi al-tamlîk tidak berlaku pada akad atau akuntansi ijarah yang berada pada transaksi gadai. Akad ijarah yang menjadi salah satu akad pada gadai emas syariah sebaiknya diubah dengan akad wadiah yad-amanah, karena objek ijarah atau barang yang disewakan untuk nasabah merupakan suatu aset inventaris tetap milik suatu perbankan yang berupa brankas penyimpanan untuk emas yang menjadi objek gadai. Kata kunci: PSAK 107, gadai emas, ijarah              Abstract                Gold mortgage product on Islamic banking is a financing facility with collateral in the form of gold by following the principles pledge. Gold is placed in the control and maintenance of the bank. Akad used in syariah pawn is qardh, Rahn contract and the contract of Ijarah. The application fee at any Bank Syariah Ijarah has a different mechanism, it is because Bank Indonesia does not regulate how the calculation, it gives a freedom for Islamic banks to determine Ijarah fee calculation method. The purpose of this study to determine the treatment of SFAS 107 on a gold mortgage products, whether the accounting gold pawn on Islamic banking in accordance with SFAS 107 or SFAS 107 otherwise lacking in the application of accounting on a gold mortgage products. The methodology used in this study is a qualitative method of data collection techniques are observation, interviews and documentation. From the results of the study showed that the accounting treatment of gold pawn sharia, especially in the contract of Ijarah in BJB Syariah KCP Jatibarang set recording in SK: 102 / SK / DIR-BSS / 2011 already meet the accounting treatment under SFAS 107, both in terms of depreciation, rental income, load, accounts receivable, cost of repairs, presentation and disclosure. As for the costs of acquisition, sale-and-Ijara, Ijara further, and transfer of ownership of the object in the Ijarah Ijarah muntahiya bi al-Tamlik not apply to the accounting Ijara contract or who are at pawn transactions. Akad Ijarah which became one contract on gold pawn sharia should be amended with the agreement wadiah yad-trust, because the object of Ijara or goods that are rented to customers is an asset inventory and equipment owned by a bank in the form of a safety deposit box for gold which becomes the object of pledge. Keywords: PSAK 107, pawning gold, Ijara 
RIBA DAN BUNGA BANK (Studi Komparatif Pemikiran Abdullah Saeed dan Yusuf Qardhawi) wartoyo wartoyo
Al-Amwal : Jurnal Ekonomi dan Perbankan Syari'ah Vol 7, No 2 (2015)
Publisher : UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/amwal.v7i2.209

Abstract

AbstrakDiskursus mengenai riba seolah tidak pernah ada titik akhirnya. Sejak dari masa Sahabat, hingga ulama kontemporer. Terlebih lagi ketika muncul ketika muncul lembaga perbankan berbasiskan syari’ah, yang pendiriannya, salah satunya disebabkan oleh adanya interpretasi dari kelompok ulama konservatif yang memandang bahwa operasional bank konvensional yang berdasarkan bunga adalah haram, karena sama dengan riba. Sedangkan para ulama modernis, yang menganggap bunga bank konvensional tidaklah bisa dihukumi sebagai riba, sebab bagi mereka, wacana riba harus didudukkan terlebih dahulu ke dalam konteks kekinian dan kemaslahatan umat saat ini. Menurut pandangan Ulama Modernis seperti Abdullah Saeed, bahwa riba yang diharamkan Islam adalah riba yang menyebabkan ketidakadilan, dengan berpijak pada statemen lā taźlimūna wa lā tuźlāmūn, dan berimplikasi pada bolehnya bunga bank, yang menurutnya tidak meninbulkan akibat seburuk itu. Sedangkan menurut Yûsuf Al-Qaradhāwi, penjelasan riba sudah selesai, yaitu seperti yang dijelaskan dalam nash, setiap penambahan pada pokok pinjaman dikarenakan adanya penangguhan waktu pembayaran,yang ditetapkan sebelumnya. implikasinya, bunga bank adalah sama dengan riba, yaitu haram, karena jelas-jelas terdapat tambahan selain nilai pokoknya. hal ini sesuai dengan statemen dalam Al-Qur’an fa lakûm ru’ūsu amwālikû. Baginya, tambahan sedikit atau banyak itu tetap riba, karena yang banyak dilarang secara mutlak, sedangkan yang sedikit dilarang karena akan menjadi jalan kepada riba yang besar.Kata Kunci : Riba, Bunga Ba.nk, Keadilan dan Ulama Abstract               The discourse on usury as if there never was an end. Since from the time of Companions, until contemporary scholar. Moreover, when it appeared when it emerged shariah-based banking institutions, the establishment, one of which is caused by the interpretation of a group of conservative scholars who believe that conventional bank operations are based interest is haram, because together with usury. It is certainly contrary to the views of modernist scholars, who consider the interest of conventional banks can not be judged as usury, because for them, the discourse of usury to be seated prior to the current context and the benefit of the people today. From the research found an answer to the problems that were examined, that in the view of Abdullah Saeed, that usury is forbidden Islam is usury that causes injustice, the basis of the statement la taźlimūna wa la tuźlāmūn, and implications for the bank interest, which he did not caused due to bad it. Meanwhile, according to Yusuf al-Qaradawi, an explanation of usury has been completed, ie as described in the texts, any additions to the loan principal due to the suspension of the payment period, which is predetermined. implications, bank interest is the same as usury, which is forbidden, because obviously there is in addition to their principal amount. this is in accordance with the statements in the Qur'an fa Lakkum ru'ūsu amwālikû. For him, the extra bit or a lot of it still usury, because of which many are prohibited absolutely, while the bit is prohibited because it would be a great way to usury.Keywords: Usury, Interest, Justice and Scholars
Akuntansi Syari’ah : Sebuah Tinjauan Historis Wartoyo Wartoyo
Al-Amwal : Jurnal Ekonomi dan Perbankan Syari'ah Vol 5, No 1 (2013)
Publisher : UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/amwal.v5i1.236

Abstract

AbstrakTinjauan historis yang membahas tentang latar belakang kemunculan akuntansi syari’ah tidak lepas dari tinjauan kondisi akuntansi yang ada di tanah jazirah Arab sebelum Islam. Dalam literatur sejarah peradaban bangsa Arab, perhatian bangsa Arab sangat besar terhadap perdagangan. Kerena itu, mereka telah menggunakan dasar-dasar penggunaan akuntansi yang bertujuan untuk menghitung transaksi mereka serta mengetahui perubahan-perubahan dari jumlah aset. Jadi konsep akuntansi waktu itu dapat dilihat pada pembukuan yang berdasarkan metode penjumlahan statistik yang sesuai dengan aturan penjumlahan. Untuk mengerjakan pembukuan ini, ada yang dikerjakan oleh pedagang sendiri dan ada juga yang menyewa akuntan khusus. Pada waktu itu, seorang akuntan disebut katibul amwal (pencatat keuangan).Keyword : Akuntansi, Syari’ah, Muhasabah.
Co-Authors AA Sudharmawan, AA Aan Jaelani Aan Jailani Abdul Aziz Abdul Ghoni Abdul Ghoni Abdul Rosyid Abdul Wadud Kasyful Anwar, Abdul Muiz Ainun, Ayi Siti Ali Arifin Alvien Septian Haerisma Amalia Habibah, Sabrina Amalia, Tia Anita Trisiana Anita Trisiana, Anita Anton Sudrajat Anwar, Abdul Muiz Abdul Wadud Kasyful Apriliyani, Feni Arya Kemuning Asieh, Ikeu Triana Yulie Awaliya Rahma, Tiara Ayus ahmad Yusuf Ayus Ahmad Yusuf Azizan Sentosah Hutabarat Bahjatulloh, Qi Mangku Bakhri, Syaeful Catur Wahyudi, Catur Chairunnisa Chairunnisa David Viansyah Diana Djuwita, Diana Fadilah, Dimas Fajriyatin, Fajriyatin Farrakhan, Soulthan Akbar Fatinah, Lulu Fauzan Feri Hardiyanto Fitria Eka Permata Hafif, Alimul Halla Novitasari Hamdalah, Nurul Hanami, Azzahra Septia Haqqiquddin Rokhmatulloh, Muhammad Raisa Hendra Yulia Rahman, Hendra Yulia Heru Cahyono Hikam Muhtadi Zuhdi Inarawi, Wiwi Iqbal, Moh Irsad Irsad, Irsad Iskandar zulkarnaen, Mohamad Jakaria, Dandy Jannah, Isroqtul Kholis, Nur Komalasari, Asni Kusumadewi, Rita Layaman Layaman Layaman Layaman Layaman Layaman, Layaman Lisa Pratiwi Listriyani, Futri Lukman Lutfiyanti, Lutfiyanti Makmuri Ahdi Maulidina, Devrina Meilinda, Shinta Melandari, Esta Meutia, Nova Gina Mohammad Subkhan Mujab, Solikhul Mulsim, Muhammad Irfai Munjat, Ma'mur Mutadi Mutadi, Mutadi Muztahidin, Muhamad Nabila, Putri Nila Ernila NINING WAHYUNINGSIH Nova Gina Meutia Noval Kurnia Novi Nur Azizah Novitasari, Halla Nur Eka Setiowati, Nur Eka Nur Fithriya, Milla Nur Haida Nur Haida Nur Haida, Nur Nurrohmah, Faiza Intan Nursusilo Wati, Shinta Julia NURUL WULANDARI Pelitawati, Eva Purwati, Poni Qi Mangku Bahjatulloh Raihan Yahya Ismail Rifqi Muthoharul Janan Rokhmat Subagiyo, Rokhmat Rosviana, Mohammad Irfan Saefulloh, Eef Sari, Ama Farida Septian Haerisma, Alvien Sherly Nur Jamila Soviana, Dina Sri Rokhlinasari, Sri Sukarnoto, Toto Syam, Nur Umam, Muhammad Khairul Usman Usman Usman Usman Whardana, Karisma Kusuma Widagdo, Ridwan Wihan Aria Tinandi Wiyani, Silva Yetti, Febri Delmi Zaizafun, Alya Fauzi