Claim Missing Document
Check
Articles

Introduksi Fermentasi Jerami Padi untuk Meningkatkan Produktivitas Ternak Sapi di Kelurahan Naioni, Kota Kupang: Introduction of Rice Straw Fermentation to Improve the Productivity of Cattle in Naioni Village, Kupang City Randu, Melkianus Dedimus Same; Canadianti, Monica; Yuliani, Ni Sri; Anugrah, Dedet S. R.; Tabun, Arnold Christian; Wea, Redempta; Tulle, Defrys Ridolof
IGKOJEI: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 5 No. 1 (2024): IGKOJEI: Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : Fakultas Peternakan Universitas Papua

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46549/igkojei.v5i1.445

Abstract

ABSTRACT  Rice straw fermentation is one of the feed technologies that can be utilized to reduce agricultural waste, improve feed quality, and increase the productivity of ruminants. Rice straw fermentation was introduced into the Community Science and Technology Implementation (PIM) program to optimize the utilization of agricultural waste for animal feed, mitigate pollution arising from burning, and enhance knowledge and technical expertise in feed processing. The implementation strategy involved a four-pronged approach: analyzing partner challenges, conducting counseling sessions and demonstration plots, providing ongoing mentorship, and implementing an evaluation and feedback loop. The PIM activities were implemented with the Ingat Aku farmer group in Naioni Village, Alak District, Kupang City. The results revealed positive changes in knowledge (3.57), attitude (4.79), and intention and behavior (4.57) of the farmer group members regarding the utilization of agricultural waste, specifically the production of fermented rice straw to support their existing paronisation activities.  Keywords: Feed technology; Fermentation; Paronisation   ABSTRAK Fermentasi jerami padi merupakan salah satu bentuk teknologi pakan yang dapat dimanfaatkan untuk mengurangi limbah pertanian, meningkatkan kualitas pakan, serta mempercepat peningkatan produktivitas ternak ruminansia. Fermentasi jerami padi yang diintroduksi dalam kegiatan Penerapan Iptek Masyarakat (PIM) bertujuan untuk mengoptimalkan pemanfaatan limbah pertanian sebagai pakan ternak, meminimalkan polusi akibat pembakaran, serta meningkatkan pengetahuan maupun keterampilan teknis dalam pengolahan pakan. Metode pelaksanaan diterapkan melalui analisis situasi permasalahan mitra, penyuluhan dan demonstrasi plot (demplot), pendampingan, serta evaluasi dan umpan balik. Kegiatan PIM dilaksanakan pada kelompok peternak Ingat Aku di Kelurahan Naioni, Kecamatan Alak, Kota Kupang. Hasil kegiatan menunjukkan perubahan terhadap aspek pengetahuan (3,57), sikap (4,79), serta niat dan perilaku (4,57) anggota kelompok peternak untuk memanfaatkan limbah pertanian khususnya hasil produksi fermentasi jerami padi dalam menunjang kegiatan paronisasi yang dilakukan saat ini. Kata kunci: Fermentasi; Paronisasi; Teknologi pakan
KONSUMSI BAHAN ORGANIK, PROTEIN KASAR, DAN BAHAN EKSTRAK TANPA NITROGEN TERNAK BABI YANG MENGONSUMSI RANSUM BERBAHAN CAMPURAN BATANG PISANG DAN AMPAS TAHU FERMENTASI Wea, Redempta; Koten, Bernadete B.
Partner Vol 30, No 3 (2025): Edisi Khusus 2025
Publisher : Politeknik Pertanian Negeri Kupang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35726/jp.v30i3.7503

Abstract

ABSTRAKPenelitian ini bertujuan mengkaji konsumsi bahan organik (BO), protein kasar (PK), dan bahan ekstrak tanpa nitrogen (BETN) babi grower pengkonsumsi ransum campuran batang pisang dan ampas tahu fermentasi (BPATF). Penelitian menggunakan babi persilangan Landrace x Duroc betina (12 ekor) dengan ransum dasar tepung jagung, dedak, konsentrat CP 152, dan pigmix, menggunakan Rancangan Acak kelompok (RAK) dengan 4 perlakuan dan 3 ulangan yaitu R0: Ransum tanpa BPATF, R10: Ransum 10% BPATF, R20: Ransum 20% BPATF, dan R30: Ransum 30% BPATF. Data penelitian dianalisis menggunakan analisis varians dan uji lanjut Duncan, dengan variabel konsumsi nutrien (BO, PK, dan BETN). Peningkatan persentase penggunaan BPATF (0%, 10%, 20%, 30%) tidak berpengaruh terhadap konsumsi nutrien BO, namun sangat nyata berpengaruh terhadap konsumsi PK dan BETN. Kesimpulannya penggunaan BPATF tidak berdampak terhadap konsumsi BO namun menyebabkan peningkatan konsumsi PK dan BETN hingga penggunaan 30%. Maka penggunaan BPATF dapat diberikan hingga 30% dalam ransum ternak babi grower.Kata kunci: Limbah industri, Limbah pertanian, Nutrien, Proximat
PERAKARAN DAN BIOMASA TANAMAN ARBILA (Phaseolus lunatus L.) AKIBAT LEVEL PUPUK ORGANIK CAIR BERBAHAN FESES BABI DAN HIJAUAN ARBILA YANG BERBEDA Koten, Bernadete B.; Wea, Redempta; Biru, Misi A.; Haba, Tersiana
Partner Vol 30, No 3 (2025): Edisi Khusus 2025
Publisher : Politeknik Pertanian Negeri Kupang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35726/jp.v30i3.7523

Abstract

ABSTRAKPenelitian bertujuan mengevaluasi perakaran dan biomasa tanaman arbila (Phaseolus lunatus L.) yang mendapat pupuk organik cair berbahan feses babi dan hijauan arbila dengan level yang berbeda di Desa Penfui Timur selama 5 bulan. Penelitian menggunakan rancangan acak lengkap dengan 5 x 4 yaitu, P0 : tanpa POC, P1 : 1 liter POC dalam 1 liter air, P2: 1 liter POC dalam 2 liter air, P3 : 1 liter POC dalam 3 liter air, dan P4 : 1 liter POC dalam 4 liter air. Data dianalisis varians dan  uji jarak berganda Duncan. Hasil penelitian menunjukkan, level POC berbahan feses babi dan hijauan arbila berpengaruh sangat nyata (P<0,01) terhadap panjang akar, jumlah bintil  dan  bobot biomasa tanaman, tetapi tidak nyata (P> 0,05) terhadap diameter bintil. Pemberian POC dengan level 1 liter per 1 liter air meningkatkan panjang akar, jumlah bintil, dan biomasa tanaman, sehingga berpotensi meningkatkan produktivitas arbila sebagai sumber pakan lokal.Kata kunci : Arbila (Phaseolus lunatus L), Biomasa tanaman,  Feses babi, Perakaran, Pupuk organik cair. 
Kadar Nutrien, Mineral dan Anti Nutrien Biji Berbagai Aksesi Arbila (Phaseolus lunatus L.) Berkategori Berat dari Kabupaten Kupang sebagai Pakan Bernadete Barek Koten; Jacobus S. Oematan; Resa L. Talan; Andreas Trilalan Moruk; Redempta Wea; Noldin Abolla; Allan Prima Titong
Pastura: Jurnal Ilmu Tumbuhan Pakan Ternak Vol. 14 No. 1 (2024): Pastura Vol. 14 No. 1 Tahun 2024
Publisher : Himpunan Ilmuwan dan Tumbuhan Pakan Indonesia (HITPI) dan Fakultas Peternakan Universitas Udayanad

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The study aimed to evaluate the nutrient, mineral, and antinutrient levels of seeds of various accessions ofarbila (Phaseolus lunatus L.) in the heavy category from Kupang Regency as feed. This study was conducted in Kupang Regency and the Politani Animal Nutrition and Feed Laboratory for 8 months (April - November 2023). The materials and tools were seeds from 16 arbila accessions and digital scales. The working procedures were seed collection, identification and grouping of seeds in accessions based on seed morphology, sample preparation, and analyzing nutrient, mineral and anti-nutrient levels of arbila seeds in the weight category. The variables measured were dry matter content (DM - %), crude protein content (CP - % DM), crude fiber content (CF - % DM), ether exctract (EE - % DM), and ash (%), mineral content in the form of calcium (Ca), phosphorus (P) and potassium (K), and anti-nutrients in the form of cyanide acid (ppm) and phytic acid (%) of the arbila seeds. The data were then described. The results showed that there were 16 arbila accessions with seeds in the categories of weight, nutrient content, minerals, and anti-nutrients of arbila seeds from various accessions varied and were different for each accession. The nutrient content was 86.63 - 88.48% DM content, 15.75 - 26.88% CP, 1.30 - 2.02% EE, 5.73 - 8.77% CF, 58.87 - 71.20% NFE content, and 3.73 - 5.97% ash content. The mineral content is 0.30-0.57% Ca, 0.41-0.79% P, 1.10-1.41% K. The anti-nutrient content is 125.09 – 318.51 ppm cyanide acid and 0.04-0.52% phytic acid. It was concluded that the nutritional, mineral, and anti-nutrient values of arbila seeds in the heavy category varied and were determined by the arbila accession. ABSTRAK Penelitian bertujuan untuk mengevaluasi kadar nutrien, mineral, dan anti nutrien biji berbagai aksesi arbila (Phaseolus lunatus L.) berkategori berat dari Kabupaten Kupang sebagai pakan. Penelitian ini telah dilaksanakan di Kabupaten Kupang dan Laboratorium Nutrisi dan Pakan Ternak Politani selama 8 bulan (April - November 2023). Bahan dan alat yang digunakan adalah biji dari 16 aksesi arbila, dan timbangan digital. Prosedur kerjanya adalah pengumpulan biji, pengidentifikasian dan pengelompokan biji dalam aksesi berdasarkan morfologi biji, preparasi sampel, dan  menganalisis kadar nutrien, mineral dan anti nutrien dari biji arbila berkategori berat. Variabel yang diukur adalah kadar bahan kering (BK - %), kadar protein kasar (PK - % BK), kadar serat kasar (SK - % BK), kadar lemak kasar (LK - % BK), dan abu (%), kadar mineral berupa kalsium (Ca), phosphor (P) dan kalium (K), serta anti nutrien berupa asam sianida (ppm) dan asam fitat (%) dari biji arbila tersebut. Data kemudian dideskriptifkan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat 16 aksesi arbila dengan biji berkategori berat kadar nutrien, mineral dan anti nutrien biji arbila dari berbagai aksesi bervariasi dan berbeda untuk setiap aksesinya. Kandungan nutriennya yaitu 86,63 – 88,48%kadar BK, 15,75 – 26,88% PK, 1,30 – 2,02% LK, 5,73 – 8,77% SK, 58,87 – 71,20% kadar BETN dan 3,73 – 5,97% kadar abu. Kadar mineralnya adalah 0,30-0,57% Ca, 0,41-0,79% P, 1,10-1,41% K. Kadar anti nutriennya adalah 125,09 – 318,51 ppm asam sianida dan 0,04-0,52% asam fitat. Disimpulkan bahwa nilai nutrien, mineral dan anti nutrien dari biji arbila berkategori berat adalah beragam dan ditentukan oleh aksesi arbila.
Produktivitas Padang Penggembalaan Alam Fulan Fehan dengan Topografi yang Berbeda pada Musim Hujan Bernadete B. Koten; Bertha M. K. Mali; F. Syukur; Vivin E. Se&#039;u; Redempta Wea; Johanis Jermias; Melkianus D.S Randu; Twen D. Dato; Gusti A.Y. Lestari; dan Antonius S. Kleden
Pastura: Jurnal Ilmu Tumbuhan Pakan Ternak Vol. 14 No. 2 (2025): Pastura Vol.14 No.2 Tahun 2025
Publisher : Himpunan Ilmuwan dan Tumbuhan Pakan Indonesia (HITPI) dan Fakultas Peternakan Universitas Udayanad

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The study aimed to evaluate the productivity of Fulan Fehan natural grazing fields with different topography during the rainy season, was conducted for 5 months in Dirun Village, Belu Regency. The materials used were square frames, digital scales, meters, 110 ha of natural fields, plastic bags, and newspaper envelopes, with the procedures being frame throwing, plant observation, determination of proper use factor values, cutting and weighing forage weights, sample preparation and laboratory analysis. The variables measured were plant species, botanical composition, forage production, storage capacity, and nutrient and mineral content of forage. The data were tabulated, analyzed and described. The results showed that in the valley area, there were 12 plant species with a botanical composition of 72.91% grass, 3.23% legumes and 23.85% weeds. The green fodder production was 0.81 tons/ha of fresh material (BS), 0.0533 tons/ha of dry material (DM), and 0.0486 tons/ha of organic matter (OM), and accommodated 0.33 AU/ha. The green fodder contained 6.58% DM, 8.24% crude protein (CP), 32.07% crude fiber (CF), 1.76% crude fat (CF), 49.19% free nitrogen extract (NFE), 8.74% ash, 0.73% Ca, and 0.54% P. In the hilly area, there are 11 plant species with a composition of 66.51% grass, 1.53% legumes, and 17.07% weeds. The forage production is 0.46 tons/ha fresh weight, 0.0293 tons/ha dry weight, 0.0265 tons/ha OM, and can accommodate 0.03 AU/ha. The forage contains 6.37% DM, 7.80% CP, 34.89% CF, 1.33% EE, 46.34% NFE, 9.65% ash, 1.01% Ca, and 0.47% P. It is concluded that there is a difference in the productivity of Fulan Fehan grazing fields in the valley and hilly areas. The highest productivity is in the valley area, and 110 ha can only accommodate 3.2450 livestock units per year. ABSTRAK Penelitian yang bertujuan untuk mengevaluasi produktivitas padang penggembalaan alam Fulan Fehan dengan topografi yang berbeda pada musim hujan, dilaksanakan selama 5 bulan di Desa Dirun Kabupaten Belu. Materi yang digunakan adalah bingkai kuadrat, timbangan digital, meteran, padang alam seluas 110 ha, kantong plastik, dan amplop koran, dengan prosedur adalah pelemparan bingkai, pengamatan tanaman, penentuan nilai proper use factor, pemotongan dan timbang bobot hijauan, preparasi sampel dan analisis laboratorium. Variabel yang diukur adalah jenis tanaman, komposisi botanis, produksi hijauan, kapasitastampung, serta kadar nutrien dan mineral hijauan. Data ditabulasi, dianalisis dan dideskripsikan. Hasil penelitian menunjukkan, pada daerah lembah, terdapat 12 spesies tanaman dengan komposisi botani adalah 72,91% rumput, 3,23% legum dan 23,85% gulma. Produksi hijauan adalah 0,81 ton/ha bahan segar (BS), 0,0533 ton/ha bahan kering (BK), dan 0,0486 ton/ha bahan organik (BO), dan menampung 0,33 UT/ha. Hijauannya mengandung 6,58% BK, 8,24% protein kasar (PK), 32,07% serat kasar (SK), 1,76% lemak kasar (LK), 49,19% bahan ekstrak tanpa nitrogen (BETN), 8,74% abu, 0,73% Ca, dan 0,54% P. Pada daerah perbukitan, terdapat 11 spesies tanaman dengan komposisi 66,51% rumput, 1,53% legum, dan 17,07% gulma. Produksi hijauan adalah 0,46 ton/ha BS, 0,0293 ton/ha BK, 0,0265 ton/ha BO, dan mampu menampung 0,03 UT/ha. Hijauannya mengandung 6,37% BK, 7,80% PK, 34,89% SK, 1,33% LK, 46,34% BETN, 9,65% abu, 1,01% Ca, dan 0,47% P. Disimpulkan, terdapat perbedaan produktivitas padang penggembalaan Fulan Fehan pada daerah lembah dan perbukitan. Produktivitas tertinggi terdapat pada daerah lembah, dan luas 110 ha hanya mampu menampung 3,2450 unit ternak per tahun.
The effect of using a mixture of banana stems and tofu dregs at different levels on nutrient consumption of landrace grower crossbred pigs Wea, Redempta; Koten, Bernadete B.; Mbeong, Yustus S.N.; Suban, Ignasius B.; Anugrah, Dedet S.G.; Malawati, Ima; Canadianti, Monica; Paga, Agustinus
Jurnal Ilmu Peternakan dan Veteriner Tropis (Journal of Tropical Animal and Veterinary Science) Vol. 16 No. 1 (2026): Jurnal Ilmu Peternakan dan Veteriner Tropis (Journal of Tropical Animal and Ve
Publisher : Fakultas Peternakan Universitas Papua

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46549/jipvet.v16i1.612

Abstract

Banana stems and tofu dregs are agricultural and industrial waste that can be used as pig feed. However, the high crude fiber content requires fermentation technology to be used as pig feed. The purpose of this study was to examine the nutrient consumption of Landrace crossbred pigs consuming fermented banana stems tofu dregs (FBSTD) at different levels. This study was conducted in the pig pen of Rizky's farm from April to June 2025. The study used a Randomized Block Design (RBD) with 4 treatments and 3 replications. The research treatments were R0: Ration without FBSTD, R1: Ration containing 10% FBSTD, R2: Ration containing 20% FBSTD, and R3: Ration containing 30% FBSTD. The research data were analyzed using analysis of variance and Duncan's further test. The research variables were nutrient consumption (dry matter, crude fiber, crude fat, and ash). The results showed that increasing the percentage of FBSTD use (0%, 10%, 20%, and 30%) significantly affected (P<0.05) dry matter (DM) consumption and significantly affected (P<0.01) crude fiber (CFi) consumption, crude fat (CFa) consumption, and ash consumption. This also increased DM (1710.84±124,54 to 914.57±29,93 gram/head/day), CFa (132.55±9,65 to 216.19±3,38 g/h/d), and ash (212.15±15,44 to 251.54±9,78g/h/d) consumption and decreased CFi ((376.42±27,40 to 287.61±4,50g/h/d) consumption when using 20% FBSTD. In conclusion, the use of FBSTD increased DM, CFa , and ash consumption and decreased CFi consumption at the 20% level. It is recommended that FBSTD be used at 20% in grower pig rations.
Kandungan Bahan Organik, Ekstra Tanpa Nitrogen, dan Tanin Buah Semu Jambu Mete Sebagai Pakan Ternak Babi di Kabupaten Flores Timur: Organic Matter Content, Nitrogen-Free Extract, and Tannin of Cashew Apple as Feed for Pigs in East Flores Regency Maria Sunarti Djue; Bernadete Barek Koten; Redempta Wea; Yustus Serani No Mbeong
Jurnal Kolaboratif Sains Vol. 8 No. 11: November 2025
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/jks.v8i11.8994

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengevaluasi kandungan bahan organik, BETN, dan tanin buah semu jambu mete sebagai pakan ternak babi dan telah dilakukan pada bulan Desember 2024 hingga April 2025 di Desa Ratulodong dan Laboratorium Universitas Hasanuddin menggunakan Rancangan Acak Kelompok dengan pola faktorial 3x2, terdiri dari faktor dusun (dusun 2, 4, dan 5) dan warna (kuning dan merah), serta uji lanjut dengan uji Duncan dan bantuan SAS University. Hasil analisis varians menunjukkan bahwa interaksi antara dusun dan warna berpengaruh sangat nyata (P<0,01) terhadap kandungan bahan organik dan BETN namun tidak berpengaruh nyata (P>0,05) terhadap tanin. Interaksi terbaik terdapat pada buah semu jambu mete berwarna kuning yang ditanam di Dusun 2. Kandungan bahan organik dan BETN pada dusun yang berbeda juga berpengaruh sangat nyata (P<0,01), dengan rata-rata tertinggi pada Dusun 2. Kadar tanin antar dusun berbeda nyata (P<0,05), dengan rata-rata lebih rendah pada Dusun 5 Warna buah semu jambu mete juga berpengaruh sangat nyata (P<0,01), dengan kandungan bahan organik dan BETN tertinggi pada buah berwarna kuning. Disimpulkan bahwa interaksi terbaik antara loaksi dusun 2 dengan buah berwarna kuning menghasilkan kadar bahan organik dan BETN terbaik dan perlu pengolahan lebih lanjut untuk menurunkan kadar tanin sebelum digunakan sebagai pakan ternak babi.
Kandungan nutrien, fraksi serat dan nutrient value fermentasi jerami kacang tanah (Arachys hypogaea) pada level nira lontar (Borassus flabellifer) yang berbeda Wea, Redempta; Mangngi, Ria Yuniati Kana; Bay, Yovita Yuvensia; Badewi, Bachtaruddin; Semang, Agustinus; Koten, Bernadete Barek; Wirawan, I Gusti Komang Oka
Livestock and Animal Research Vol 20, No 3 (2022): Livestock and Animal Research
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/lar.v20i3.57957

Abstract

Objective: Peanut straw is abundantly available and still contains the nutrients needed by livestock but has high crude fiber content. Therefore, it is processed using fermentation technology using palm sap. The nutrient content and fiber fraction of fermented peanut shells at different levels of palm sap is the aim of the research.Methods: The Completely Randomized Design (CRD) used with 4 treatments and 6 replications, namely: JKT0 = peanut straw without palm sap, JKT5 = peanut straw + 5% palm sap, JKT10 = peanut straw + 10% palm sap, JKT15 = peanut straw + 15% palm sap and fermented for 21 days. The research variables were nutrient content resulted of proximate analysis, fiber fraction, and nutrient value. The analysis used one-way variance and Duncan's Multiple Range Test (DMRT).Results: Increasing the use of palm sap up to 15% in rice straw fermentation led to a 15.59% decrease in dry matter, a 7.33% increase in nitrogen-free extract (BETN), a 19.67% decrease in ash, an increase of up to 6.13% of NDF, a decrease of 6 .99% ADF, 7.57% decrease in cellulose, 45.45% increase in hemicellulose, nutrient value (DMI, DMD, and RFV) but no effect on crude protein, crude fiber, crude fat and lignin. and the use of 10% palm sap gives optimal results.Conclusions: The fermentation process using palm sap affects the dry matter content, BETN, ash, NDF, ADF, hemicellulose, cellulose, but has no impact on the content of crude protein, crude fiber, crude fat, and lignin and the best palm sap level is 10%.
Co-Authors . Helda, . A.C. Tabun Abineno, Jemseng Charles Abner Tonu Lema Abner Tonu Lema Agrifina Risti Tae Agustinus Paga Agustinus Semang Agustinus Semang Agustinus Semang Agustinus Semang, Agustinus Aholiab Aoetpah Allan Prima Titong Andreas Trilalan Moruk Andrijanto Hauferson Angi Andy Yumima Ninu Andy Yumima Ninu Andy Yumima Ninu Andy Yumima Ninu Andy Yumina Ninu, Andy Yumina Antonius Jehemat Anugrah, Dedet S. R. Anugrah, Dedet S.G. Bachtaruddin Badewi, Bachtaruddin Bambang Hadisutanto Bay, Yovita Yuvensia Bernadete B Koten Bernadete B. Koten Bernadete B. Koten Bernadete B. Koten Bernadete B. Koten Bernadete Barak Koten Bernadete Barek Konten Bernadete Barek Koten Bernadete Barek Koten Bernadete Barek Koten Bernadete Barek Koten Bernadete Barek Koten Bernadete Barek Koten Bernadete Barek Koten Bernadete Barek Koten Bernadete Barek Koten Bernadete Barek Koten Bernadete Koten Bernadus Ndoen Bertha M. K. Mali Biru, Misi A. Canadianti, Monica Celeste De Araujo Christian Abimayu Morelaka Cystke Sabuna dan Antonius S. Kleden Dede, Adrianus Dedet Septian Raha Anugrah Defrys Rudolf Tulle Deta, Herlina Umbu Dewi Gaina, Cynthia Dewi, Elisa Elisabet Tangkonda Emilia Martha Narek Endeyani V. Mohamad F. Syukur Ferdinan Suharjono Suek, Ferdinan Suharjono Filphin Adolfin Amalo Floriana Petrosa Un Gaina, Cynthia Dewi Gusti A.Y. Lestari Haba, Tersiana I Gusti Komang Oka Wirawan, I Gusti Komang I Ketut Jaya Jacobus S. Oematan Joesoef, Jayusman Arsiyanti Johanis A. Jermias, Johanis A. Johanis Jermias Koten, Bernadete B. Maha, Inggrid Trinidad Malawati, Ima Mangngi, Ria Yuniati Kana Maria Aega Gelolodo Maria Goreti Wunu Maria Milka Nurak Maria Sunarti Djue Maria Yasinta Un Maryati Namah Mbeong, Yustus S.N. Melkianus D.S Randu Morelaka, Christian Abimayu Muhammad Agus Muljanto Narek, Emilia Martha Ngasi, Bernadete Dwiyuni Ni Sri Yuliani Ninu, Andy Yumima Noldin Abolla Oktovianus Funay Paskalis Toe Paskalis Toe Petrus Malo Bulu, Petrus Puspita, Anggi Randu, Melkianus Dedi Same Resa L. Talan Sepriady Raidon Oematan Silvester Muga Sada Sondang Perlindungan Leoanak Stormy Vertygo Suban, Ignasius B. Suek, Ferdinan Suharjono Theresia Nur Indah Koni Thomas Lapenangga, Thomas Trinidad Maha, Inggrid Tulle, Defrys Ridolof Twen D. Dato Twen O. Dami Dato Un, Floriana Petrosa Vivin E. Se&#039;u Widi, Antin Yeftanti Anggraeni Yelly M. Mulik Yeremias Lita Yukendi A Sufmera Yulfia Nelymalik Selan, Yulfia Nelymalik Yustus Serani No Mbeong Yustus Serani Nong Mbeong