Claim Missing Document
Check
Articles

PENERAPAN MANAJEMEN PEMELIHARAAN TERNAK BABI RAMAH LINGKUNGAN DI KELURAHAN KAYU PUTIH KOTA KUPANG Randu, Melkianus Dedimus Same; Suek, Ferdinan Suharjono; Wea, Redempta; Koni, Theresia Nur Indah; Jehemat, Antonius; Abineno, Jemseng Charles; Paga, Agustinus
Jurnal Pengabdian Masyarakat Peternakan Vol 9, No 2 (2024): Jurnal Pengabdian Masyarakat Peternakan
Publisher : Jurusan Peternakan Politeknik Pertanian Negeri Kupang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35726/jpmp.v9i2.7252

Abstract

Peternakan babi skala rumah tangga memainkan peran penting dalam ketahanan pangan perkotaan. Namun demikian, jumlah penduduk yang terus meningkat turut memengaruhi secara negatif terhadap keberlanjutan budidaya ternak babi skala rumah tangga khususnya di Kelurahan Kayu Putih, Kota Kupang. Hal tersebut berkaitan dengan masalah bau yang mencemari lingkungan. Kegiatan bertujuan meningkatkan pengetahuan dan keterampilan peternak mitra tentang manajemen pemeliharaan ternak babi yang ramah lingkungan. Metode pengabdian dilakukan melalui penyuluhan, diskusi kelompok, demonstrasi plot (demplot)/praktek lapang, dan pendampingan terstruktur. Kegiatan pengabdian telah berhasil merenovasi 2 (dua) unit kandang babi milik peternak mitra, memproduksi 19 liter pupuk organik cair (POC) dan 35 kg pupuk bokashi dari limbah urine maupun feses babi yang dipelihara oleh peternak mitra. Pada aspek pengetahuan, peternak mitra mengetahui teknik melakukan pembuatan POC dan bokashi. Kegiatan pengabdian ini merupakan salah satu langkah strategis yang memberikan manfaat bagi peternak babi di wilayah perkotaan untuk tetap mempertahankan keberlanjutan usaha maupun pendapatannya.Kata Kunci: Babi, Limbah, Ramah Lingkungan.
Effects of Tamarind Seed on the Growth Performance and Nutrient Digestibility of Porcine Wea, Redempta; Ninu, Andy Yumina; Dede, Adrianus; Dewi, Elisa; Koten, Bernadete Barek
Jurnal Ilmu-Ilmu Peternakan Vol. 34 No. 1 (2024): April 2024
Publisher : Faculty of Animal Science, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jiip.2024.034.01.08

Abstract

Pig livestock feed generally competes with human needs; therefore, alternative feed is needed in the form of tamarind seeds, which contain nutrients but are also antinutrients. The technology required was to use fermented liquid feed. This study aimed to examine the effects of tamarind seeds on the nutrient digestibility growth performance of pigs. The study used a randomized blocked design (RBD) with 4 treatments and replications. In the present study, R0 = fermented liquid feed (FLF) without tamarind seeds (TS), R10 = FLF with 10% TS, R20 = FLF with 20% TS, and R30 = FLF with 30% TS. The analyzed data were subjected to analysis of variance and Duncan's test. The research variables were nutrient consumption and nutrient digestive rations. The results showed that increasing the percentage of TS in FLF had no significant effect (P>0.05) on nutrient consumption or crude fat digestibility in Landrace crossed pigs but had a very significant effect (P<0.01) on the digestibility of dry matter, crude protein, nitrogen-free extracts, crude fat, crude fiber, and ash. The conclusion is that tamarind seeds could be used in fermented liquid feed up to 30%, but it is better to use 20% to increase the nutrient digestibility of pigs. Further research regarding its use to determine the performance of carcass production is recommended
Edukasi Pencegahan African Swine Fever dan Pembuatan Pakan Alternatif untuk Ternak Babi di Fatukoa, Kota Kupang Amalo, Filphin Adolfin; Dewi Gaina, Cynthia; Tangkonda, Elisabet; Trinidad Maha, Inggrid; Wea, Redempta
Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Nusantara Vol. 4 No. 4 (2023): Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Nusantara (JPkMN)
Publisher : Lembaga Dongan Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tantangan terbesar dalam usaha beternak babi di NTT pada umumnya adalah masalah kesehatan ternak dan pakan. Salah satu penyakit virus yang sangat menular pada ternak babi dengan tingkat kematian yang tinggi adalah penyakit African swine fever, yang saat ini potensi penyebarannya di Kota Kupang masih sangat tinggi. Rendahnya pemahaman tentang penyakit ini dan cara pencegahannya turut mendukung penyebaran penyakit ini semakin meluas dan menimbulkan banyak kematian ternak babi. Disamping itu, pakan menjadi tantangan tersendiri dalam beternak babi. Pakan komersial mempunyai harga yang relatif mahal sehingga sulit terjangkau oleh peternak. Selain itu, pemberian pakan sisa merupakan salah satu faktor resiko utama masuknya virus ASF ke suatu peternakan. Salah satu solusi yang dapat dilakukan adalah mengelola bahan pakan lokal menjadi pakan berkualitas tinggi. Di Kelurahan Fatukoa banyak tersedia limbah pertanian yang belum dimanfaatkan dengan maksimal, salah satunya adalah batang pisang. Tujuan PkM ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan masyarakat di Kelurahan Fatukoa mengenai faktor-faktor penyebaran penyakit ASF dan langkah-langkah pencegahan penyakit ASF, serta memberikan pelatihan pembuatan pakan fermentasi dari batang pisang. Metode yang dilakukan meliputi penyuluhan, pelatihan pembuatan pakan fermentasi, pemberian bantuan bibit babi sebagai stimulant modal usaha, dan kegiatan pengelolaan kesehatan ternak dengan tindakan pencegahan dan penanggulangan masalah kesehatan ternak. Kegiatan ini telah memberikan hasil positif berupa peningkatan pengetahuan dan keterampilan masyarakat kelompok ternak. Hal ini terlihat dari kesadaran peternak untuk melakukan biosecurity kandang dan peternak juga secara mandiri mulai membuat pakan alternatif untuk ternak babi.
Introduksi Fermentasi Jerami Padi untuk Meningkatkan Produktivitas Ternak Sapi di Kelurahan Naioni, Kota Kupang: Introduction of Rice Straw Fermentation to Improve the Productivity of Cattle in Naioni Village, Kupang City Randu, Melkianus Dedimus Same; Canadianti, Monica; Yuliani, Ni Sri; Anugrah, Dedet S. R.; Tabun, Arnold Christian; Wea, Redempta; Tulle, Defrys Ridolof
IGKOJEI: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 5 No. 1 (2024): IGKOJEI: Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : Fakultas Peternakan Universitas Papua

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46549/igkojei.v5i1.445

Abstract

ABSTRACT  Rice straw fermentation is one of the feed technologies that can be utilized to reduce agricultural waste, improve feed quality, and increase the productivity of ruminants. Rice straw fermentation was introduced into the Community Science and Technology Implementation (PIM) program to optimize the utilization of agricultural waste for animal feed, mitigate pollution arising from burning, and enhance knowledge and technical expertise in feed processing. The implementation strategy involved a four-pronged approach: analyzing partner challenges, conducting counseling sessions and demonstration plots, providing ongoing mentorship, and implementing an evaluation and feedback loop. The PIM activities were implemented with the Ingat Aku farmer group in Naioni Village, Alak District, Kupang City. The results revealed positive changes in knowledge (3.57), attitude (4.79), and intention and behavior (4.57) of the farmer group members regarding the utilization of agricultural waste, specifically the production of fermented rice straw to support their existing paronisation activities.  Keywords: Feed technology; Fermentation; Paronisation   ABSTRAK Fermentasi jerami padi merupakan salah satu bentuk teknologi pakan yang dapat dimanfaatkan untuk mengurangi limbah pertanian, meningkatkan kualitas pakan, serta mempercepat peningkatan produktivitas ternak ruminansia. Fermentasi jerami padi yang diintroduksi dalam kegiatan Penerapan Iptek Masyarakat (PIM) bertujuan untuk mengoptimalkan pemanfaatan limbah pertanian sebagai pakan ternak, meminimalkan polusi akibat pembakaran, serta meningkatkan pengetahuan maupun keterampilan teknis dalam pengolahan pakan. Metode pelaksanaan diterapkan melalui analisis situasi permasalahan mitra, penyuluhan dan demonstrasi plot (demplot), pendampingan, serta evaluasi dan umpan balik. Kegiatan PIM dilaksanakan pada kelompok peternak Ingat Aku di Kelurahan Naioni, Kecamatan Alak, Kota Kupang. Hasil kegiatan menunjukkan perubahan terhadap aspek pengetahuan (3,57), sikap (4,79), serta niat dan perilaku (4,57) anggota kelompok peternak untuk memanfaatkan limbah pertanian khususnya hasil produksi fermentasi jerami padi dalam menunjang kegiatan paronisasi yang dilakukan saat ini. Kata kunci: Fermentasi; Paronisasi; Teknologi pakan
Kandungan Bahan Organik, Ekstra Tanpa Nitrogen, dan Tanin Buah Semu Jambu Mete Sebagai Pakan Ternak Babi di Kabupaten Flores Timur: Organic Matter Content, Nitrogen-Free Extract, and Tannin of Cashew Apple as Feed for Pigs in East Flores Regency Maria Sunarti Djue; Bernadete Barek Koten; Redempta Wea; Serani No Mbeong, Yustus
Jurnal Kolaboratif Sains Vol. 8 No. 11: November 2025
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/jks.v8i11.8994

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengevaluasi kandungan bahan organik, BETN, dan tanin buah semu jambu mete sebagai pakan ternak babi dan telah dilakukan pada bulan Desember 2024 hingga April 2025 di Desa Ratulodong dan Laboratorium Universitas Hasanuddin menggunakan Rancangan Acak Kelompok dengan pola faktorial 3x2, terdiri dari faktor dusun (dusun 2, 4, dan 5) dan warna (kuning dan merah), serta uji lanjut dengan uji Duncan dan bantuan SAS University. Hasil analisis varians menunjukkan bahwa interaksi antara dusun dan warna berpengaruh sangat nyata (P<0,01) terhadap kandungan bahan organik dan BETN namun tidak berpengaruh nyata (P>0,05) terhadap tanin. Interaksi terbaik terdapat pada buah semu jambu mete berwarna kuning yang ditanam di Dusun 2. Kandungan bahan organik dan BETN pada dusun yang berbeda juga berpengaruh sangat nyata (P<0,01), dengan rata-rata tertinggi pada Dusun 2. Kadar tanin antar dusun berbeda nyata (P<0,05), dengan rata-rata lebih rendah pada Dusun 5 Warna buah semu jambu mete juga berpengaruh sangat nyata (P<0,01), dengan kandungan bahan organik dan BETN tertinggi pada buah berwarna kuning. Disimpulkan bahwa interaksi terbaik antara loaksi dusun 2 dengan buah berwarna kuning menghasilkan kadar bahan organik dan BETN terbaik dan perlu pengolahan lebih lanjut untuk menurunkan kadar tanin sebelum digunakan sebagai pakan ternak babi.
KONSUMSI BAHAN ORGANIK, PROTEIN KASAR, DAN BAHAN EKSTRAK TANPA NITROGEN TERNAK BABI YANG MENGONSUMSI RANSUM BERBAHAN CAMPURAN BATANG PISANG DAN AMPAS TAHU FERMENTASI Wea, Redempta; Koten, Bernadete B.
Partner Vol 30, No 3 (2025): Edisi Khusus 2025
Publisher : Politeknik Pertanian Negeri Kupang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35726/jp.v30i3.7503

Abstract

ABSTRAKPenelitian ini bertujuan mengkaji konsumsi bahan organik (BO), protein kasar (PK), dan bahan ekstrak tanpa nitrogen (BETN) babi grower pengkonsumsi ransum campuran batang pisang dan ampas tahu fermentasi (BPATF). Penelitian menggunakan babi persilangan Landrace x Duroc betina (12 ekor) dengan ransum dasar tepung jagung, dedak, konsentrat CP 152, dan pigmix, menggunakan Rancangan Acak kelompok (RAK) dengan 4 perlakuan dan 3 ulangan yaitu R0: Ransum tanpa BPATF, R10: Ransum 10% BPATF, R20: Ransum 20% BPATF, dan R30: Ransum 30% BPATF. Data penelitian dianalisis menggunakan analisis varians dan uji lanjut Duncan, dengan variabel konsumsi nutrien (BO, PK, dan BETN). Peningkatan persentase penggunaan BPATF (0%, 10%, 20%, 30%) tidak berpengaruh terhadap konsumsi nutrien BO, namun sangat nyata berpengaruh terhadap konsumsi PK dan BETN. Kesimpulannya penggunaan BPATF tidak berdampak terhadap konsumsi BO namun menyebabkan peningkatan konsumsi PK dan BETN hingga penggunaan 30%. Maka penggunaan BPATF dapat diberikan hingga 30% dalam ransum ternak babi grower.Kata kunci: Limbah industri, Limbah pertanian, Nutrien, Proximat
PERAKARAN DAN BIOMASA TANAMAN ARBILA (Phaseolus lunatus L.) AKIBAT LEVEL PUPUK ORGANIK CAIR BERBAHAN FESES BABI DAN HIJAUAN ARBILA YANG BERBEDA Koten, Bernadete B.; Wea, Redempta; Biru, Misi A.; Haba, Tersiana
Partner Vol 30, No 3 (2025): Edisi Khusus 2025
Publisher : Politeknik Pertanian Negeri Kupang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35726/jp.v30i3.7523

Abstract

ABSTRAKPenelitian bertujuan mengevaluasi perakaran dan biomasa tanaman arbila (Phaseolus lunatus L.) yang mendapat pupuk organik cair berbahan feses babi dan hijauan arbila dengan level yang berbeda di Desa Penfui Timur selama 5 bulan. Penelitian menggunakan rancangan acak lengkap dengan 5 x 4 yaitu, P0 : tanpa POC, P1 : 1 liter POC dalam 1 liter air, P2: 1 liter POC dalam 2 liter air, P3 : 1 liter POC dalam 3 liter air, dan P4 : 1 liter POC dalam 4 liter air. Data dianalisis varians dan  uji jarak berganda Duncan. Hasil penelitian menunjukkan, level POC berbahan feses babi dan hijauan arbila berpengaruh sangat nyata (P<0,01) terhadap panjang akar, jumlah bintil  dan  bobot biomasa tanaman, tetapi tidak nyata (P> 0,05) terhadap diameter bintil. Pemberian POC dengan level 1 liter per 1 liter air meningkatkan panjang akar, jumlah bintil, dan biomasa tanaman, sehingga berpotensi meningkatkan produktivitas arbila sebagai sumber pakan lokal.Kata kunci : Arbila (Phaseolus lunatus L), Biomasa tanaman,  Feses babi, Perakaran, Pupuk organik cair. 
Kadar Nutrien, Mineral dan Anti Nutrien Biji Berbagai Aksesi Arbila (Phaseolus lunatus L.) Berkategori Berat dari Kabupaten Kupang sebagai Pakan Bernadete Barek Koten; Jacobus S. Oematan; Resa L. Talan; Andreas Trilalan Moruk; Redempta Wea; Noldin Abolla; Allan Prima Titong
Pastura: Jurnal Ilmu Tumbuhan Pakan Ternak Vol. 14 No. 1 (2024): Pastura Vol. 14 No. 1 Tahun 2024
Publisher : Himpunan Ilmuwan dan Tumbuhan Pakan Indonesia (HITPI) dan Fakultas Peternakan Universitas Udayanad

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The study aimed to evaluate the nutrient, mineral, and antinutrient levels of seeds of various accessions ofarbila (Phaseolus lunatus L.) in the heavy category from Kupang Regency as feed. This study was conducted in Kupang Regency and the Politani Animal Nutrition and Feed Laboratory for 8 months (April - November 2023). The materials and tools were seeds from 16 arbila accessions and digital scales. The working procedures were seed collection, identification and grouping of seeds in accessions based on seed morphology, sample preparation, and analyzing nutrient, mineral and anti-nutrient levels of arbila seeds in the weight category. The variables measured were dry matter content (DM - %), crude protein content (CP - % DM), crude fiber content (CF - % DM), ether exctract (EE - % DM), and ash (%), mineral content in the form of calcium (Ca), phosphorus (P) and potassium (K), and anti-nutrients in the form of cyanide acid (ppm) and phytic acid (%) of the arbila seeds. The data were then described. The results showed that there were 16 arbila accessions with seeds in the categories of weight, nutrient content, minerals, and anti-nutrients of arbila seeds from various accessions varied and were different for each accession. The nutrient content was 86.63 - 88.48% DM content, 15.75 - 26.88% CP, 1.30 - 2.02% EE, 5.73 - 8.77% CF, 58.87 - 71.20% NFE content, and 3.73 - 5.97% ash content. The mineral content is 0.30-0.57% Ca, 0.41-0.79% P, 1.10-1.41% K. The anti-nutrient content is 125.09 – 318.51 ppm cyanide acid and 0.04-0.52% phytic acid. It was concluded that the nutritional, mineral, and anti-nutrient values of arbila seeds in the heavy category varied and were determined by the arbila accession. ABSTRAK Penelitian bertujuan untuk mengevaluasi kadar nutrien, mineral, dan anti nutrien biji berbagai aksesi arbila (Phaseolus lunatus L.) berkategori berat dari Kabupaten Kupang sebagai pakan. Penelitian ini telah dilaksanakan di Kabupaten Kupang dan Laboratorium Nutrisi dan Pakan Ternak Politani selama 8 bulan (April - November 2023). Bahan dan alat yang digunakan adalah biji dari 16 aksesi arbila, dan timbangan digital. Prosedur kerjanya adalah pengumpulan biji, pengidentifikasian dan pengelompokan biji dalam aksesi berdasarkan morfologi biji, preparasi sampel, dan  menganalisis kadar nutrien, mineral dan anti nutrien dari biji arbila berkategori berat. Variabel yang diukur adalah kadar bahan kering (BK - %), kadar protein kasar (PK - % BK), kadar serat kasar (SK - % BK), kadar lemak kasar (LK - % BK), dan abu (%), kadar mineral berupa kalsium (Ca), phosphor (P) dan kalium (K), serta anti nutrien berupa asam sianida (ppm) dan asam fitat (%) dari biji arbila tersebut. Data kemudian dideskriptifkan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat 16 aksesi arbila dengan biji berkategori berat kadar nutrien, mineral dan anti nutrien biji arbila dari berbagai aksesi bervariasi dan berbeda untuk setiap aksesinya. Kandungan nutriennya yaitu 86,63 – 88,48%kadar BK, 15,75 – 26,88% PK, 1,30 – 2,02% LK, 5,73 – 8,77% SK, 58,87 – 71,20% kadar BETN dan 3,73 – 5,97% kadar abu. Kadar mineralnya adalah 0,30-0,57% Ca, 0,41-0,79% P, 1,10-1,41% K. Kadar anti nutriennya adalah 125,09 – 318,51 ppm asam sianida dan 0,04-0,52% asam fitat. Disimpulkan bahwa nilai nutrien, mineral dan anti nutrien dari biji arbila berkategori berat adalah beragam dan ditentukan oleh aksesi arbila.
Produktivitas Padang Penggembalaan Alam Fulan Fehan dengan Topografi yang Berbeda pada Musim Hujan Bernadete B. Koten; Bertha M. K. Mali; F. Syukur; Vivin E. Se&#039;u; Redempta Wea; Johanis Jermias; Melkianus D.S Randu; Twen D. Dato; Gusti A.Y. Lestari; dan Antonius S. Kleden
Pastura: Jurnal Ilmu Tumbuhan Pakan Ternak Vol. 14 No. 2 (2025): Pastura Vol.14 No.2 Tahun 2025
Publisher : Himpunan Ilmuwan dan Tumbuhan Pakan Indonesia (HITPI) dan Fakultas Peternakan Universitas Udayanad

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The study aimed to evaluate the productivity of Fulan Fehan natural grazing fields with different topography during the rainy season, was conducted for 5 months in Dirun Village, Belu Regency. The materials used were square frames, digital scales, meters, 110 ha of natural fields, plastic bags, and newspaper envelopes, with the procedures being frame throwing, plant observation, determination of proper use factor values, cutting and weighing forage weights, sample preparation and laboratory analysis. The variables measured were plant species, botanical composition, forage production, storage capacity, and nutrient and mineral content of forage. The data were tabulated, analyzed and described. The results showed that in the valley area, there were 12 plant species with a botanical composition of 72.91% grass, 3.23% legumes and 23.85% weeds. The green fodder production was 0.81 tons/ha of fresh material (BS), 0.0533 tons/ha of dry material (DM), and 0.0486 tons/ha of organic matter (OM), and accommodated 0.33 AU/ha. The green fodder contained 6.58% DM, 8.24% crude protein (CP), 32.07% crude fiber (CF), 1.76% crude fat (CF), 49.19% free nitrogen extract (NFE), 8.74% ash, 0.73% Ca, and 0.54% P. In the hilly area, there are 11 plant species with a composition of 66.51% grass, 1.53% legumes, and 17.07% weeds. The forage production is 0.46 tons/ha fresh weight, 0.0293 tons/ha dry weight, 0.0265 tons/ha OM, and can accommodate 0.03 AU/ha. The forage contains 6.37% DM, 7.80% CP, 34.89% CF, 1.33% EE, 46.34% NFE, 9.65% ash, 1.01% Ca, and 0.47% P. It is concluded that there is a difference in the productivity of Fulan Fehan grazing fields in the valley and hilly areas. The highest productivity is in the valley area, and 110 ha can only accommodate 3.2450 livestock units per year. ABSTRAK Penelitian yang bertujuan untuk mengevaluasi produktivitas padang penggembalaan alam Fulan Fehan dengan topografi yang berbeda pada musim hujan, dilaksanakan selama 5 bulan di Desa Dirun Kabupaten Belu. Materi yang digunakan adalah bingkai kuadrat, timbangan digital, meteran, padang alam seluas 110 ha, kantong plastik, dan amplop koran, dengan prosedur adalah pelemparan bingkai, pengamatan tanaman, penentuan nilai proper use factor, pemotongan dan timbang bobot hijauan, preparasi sampel dan analisis laboratorium. Variabel yang diukur adalah jenis tanaman, komposisi botanis, produksi hijauan, kapasitastampung, serta kadar nutrien dan mineral hijauan. Data ditabulasi, dianalisis dan dideskripsikan. Hasil penelitian menunjukkan, pada daerah lembah, terdapat 12 spesies tanaman dengan komposisi botani adalah 72,91% rumput, 3,23% legum dan 23,85% gulma. Produksi hijauan adalah 0,81 ton/ha bahan segar (BS), 0,0533 ton/ha bahan kering (BK), dan 0,0486 ton/ha bahan organik (BO), dan menampung 0,33 UT/ha. Hijauannya mengandung 6,58% BK, 8,24% protein kasar (PK), 32,07% serat kasar (SK), 1,76% lemak kasar (LK), 49,19% bahan ekstrak tanpa nitrogen (BETN), 8,74% abu, 0,73% Ca, dan 0,54% P. Pada daerah perbukitan, terdapat 11 spesies tanaman dengan komposisi 66,51% rumput, 1,53% legum, dan 17,07% gulma. Produksi hijauan adalah 0,46 ton/ha BS, 0,0293 ton/ha BK, 0,0265 ton/ha BO, dan mampu menampung 0,03 UT/ha. Hijauannya mengandung 6,37% BK, 7,80% PK, 34,89% SK, 1,33% LK, 46,34% BETN, 9,65% abu, 1,01% Ca, dan 0,47% P. Disimpulkan, terdapat perbedaan produktivitas padang penggembalaan Fulan Fehan pada daerah lembah dan perbukitan. Produktivitas tertinggi terdapat pada daerah lembah, dan luas 110 ha hanya mampu menampung 3,2450 unit ternak per tahun.
Co-Authors . Helda, . A.C. Tabun Abineno, Jemseng Charles Abner Tonu Lema Abner Tonu Lema Agrifina Risti Tae Agustinus Paga Agustinus Semang Agustinus Semang Agustinus Semang Aholiab Aoetpah Allan Prima Titong Andreas Trilalan Moruk Andrijanto Hauferson Angi Andy Yumima Ninu Andy Yumima Ninu Andy Yumima Ninu Andy Yumima Ninu Andy Yumina Ninu, Andy Yumina Antonius Jehemat Anugrah, Dedet S. R. Bambang Hadisutanto Bernadete B Koten Bernadete B. Koten Bernadete B. Koten Bernadete B. Koten Bernadete Barak Koten Bernadete Barek Konten Bernadete Barek Koten Bernadete Barek Koten Bernadete Barek Koten Bernadete Barek Koten Bernadete Barek Koten Bernadete Barek Koten Bernadete Barek Koten Bernadete Barek Koten Bernadete Barek Koten Bernadete Barek Koten Bernadete Koten Bernadus Ndoen Bertha M. K. Mali Biru, Misi A. Canadianti, Monica Celeste De Araujo Christian Abimayu Morelaka Cystke Sabuna dan Antonius S. Kleden Dede, Adrianus Dedet Septian Raha Anugrah Defrys Rudolf Tulle Deta, Herlina Umbu Dewi Gaina, Cynthia Dewi, Elisa Emilia Martha Narek Endeyani V. Mohamad F. Syukur Ferdinan Suharjono Suek, Ferdinan Suharjono Filphin Adolfin Amalo Floriana Petrosa Un Gaina, Cynthia Dewi Gusti A.Y. Lestari Haba, Tersiana I Gusti Komang Oka Wirawan, I Gusti Komang I Ketut Jaya Jacobus S. Oematan Joesoef, Jayusman Arsiyanti Johanis A. Jermias, Johanis A. Johanis Jermias Koten, Bernadete B. Maha, Inggrid Trinidad Malawati, Ima Maria Aega Gelolodo Maria Goreti Wunu Maria Milka Nurak Maria Sunarti Djue Maria Yasinta Un Maryati Namah Melkianus D.S Randu Morelaka, Christian Abimayu Muhammad Agus Muljanto Narek, Emilia Martha Ngasi, Bernadete Dwiyuni Ni Sri Yuliani Ninu, Andy Yumima Noldin Abolla Oktovianus Funay Paskalis Toe Paskalis Toe Petrus Malo Bulu, Petrus Puspita, Anggi Randu, Melkianus Dedi Same Resa L. Talan Sepriady Raidon Oematan Serani No Mbeong, Yustus Silvester Muga Sada Sondang Perlindungan Leoanak Stormy Vertygo Suek, Ferdinan Suharjono Tangkonda, Elisabet Theresia Nur Indah Koni Thomas Lapenangga, Thomas Trinidad Maha, Inggrid Tulle, Defrys Ridolof Twen D. Dato Twen O. Dami Dato Un, Floriana Petrosa Vivin E. Se&#039;u Widi, Antin Yeftanti Anggraeni Yelly M. Mulik Yeremias Lita Yukendi A Sufmera Yulfia Nelymalik Selan, Yulfia Nelymalik Yustus Serani Nong Mbeong