Claim Missing Document
Check
Articles

Found 38 Documents
Search

TRADITIONAL KNOWLEDGE VERSUS INTELLECTUAL PROPERTY RIGHTS PROTECTION: A CASE STUDY OF GIRILAYU BATIK VILLAGE, INDONESIA Adi, Yustia Atsanatrilova; Wijaya, Mahendra; Pujihartati, Sri Hilmi; Sudarsana, Sudarsana
Cepalo Vol 10 No 1 (2026)
Publisher : Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25041/cepalo.v10no1.4604

Abstract

This study analyzes the social barriers preventing artisans in Girilayu Batik Village, Central Java, from securing Intellectual Property Rights (IPR) protection for traditional batik knowledge. Using a qualitative approach with purposive sampling and in-depth interviews with seven key informants conducted between June and August 2024, the study identifies three main constraints: the absence of a collective artisan identity required for legal classification and representation, the incompatibility of oral knowledge transmission with formal IPR requirements, and the lack of unified institutional structures for registration. Drawing on Bourdieu’s framework, the findings show that fragmented habitus and weak social capital hinder the transformation of embodied cultural capital into institutionalized legal protection. The study demonstrates structural incompatibilities between existing IPR laws and traditional knowledge systems and underscores the need for sui generis legislation that accommodates collective ownership, oral transmission, and cultural significance.
Sustainability strategy: Strengthening SDGs desa through CSR communication program Afnan, Dikhorir; Wijaya, Mahendra; Kartono, Drajat Tri; Wibowo, Agung
Journal of Sustainable Tourism and Entrepreneurship Vol. 5 No. 3 (2024): May
Publisher : Goodwood Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35912/joste.v5i3.1726

Abstract

Purpose: This study aims to examine the sustainability strategy of Indocement Tunggal Prakarsa Cirebon West Java in implementing the sustainability commitment of Heidelbergcement Group 2030 (SC2030) which contains long-term commitments and targets of the group including the company until 2030. Research Methodology:  This study used a qualitative case study approach. As a research instrument, I played an active role in collecting data through direct interaction with informants to conduct interviews and observations and analyze available documents. The object of research or social situations in this study focuses on the activities of people in a particular place. Results: The findings obtained from this study are that community empowerment programs implemented sustainably through Bilikom CSR are key elements in building national economic resilience. Through Bilikom's CSR, companies can achieve development goals at the village level. However, in practice, sustainability strategies become good neighbors through Bilikom's CSR programs, with occasional misperceptions in designing and implementing programs that have been prepared together. Limitations: The limitations of this study include social, environmental, and economic aspects. Contributions: This research is expected to contribute to the development of a new science. This research is also very useful for the government in developing and managing an ideal communication system to implement community empowerment programs Novelty: The novelty of this study is that strengthening SDGs in villages can create a positive impact in reducing economic inequality, improving the quality of life of the community, and supporting sustainable natural resource management.
The role of marketing communications in influencing the promotion and visibility of tourist destinations: A systematic literature review Hardiyanto, Dhony; Wijaya, Mahendra; Satyawan, Agung
Journal of Sustainable Tourism and Entrepreneurship Vol. 6 No. 2 (2025): January
Publisher : Goodwood Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35912/joste.v6i2.2266

Abstract

Purpose: This systematic literature review (SLR) analyzes tourism marketing communication, uncovering successful strategies and emerging trends. It covers branding, digital marketing, social media, and more, while assessing effectiveness across various contexts. Research Methodology:  Systematic literature review was conducted by analyzing 31 journals related to marketing communication, which addressed strengths, limitations, biases, and gaps, and answered the research objectives and questions coherently. Results: The discussion of the research questions revealed insights into the impact of digital marketing communication strategies on the promotion and visibility of tourist destinations (RQ 1). It is evident that digital strategies utilizing various online channels, real-time updates, and search engine optimization play a pivotal role in enhancing destination visibility. The influence of marketing communication on tourists' decision-making processes (RQ 2) was illuminated, highlighting the role of marketing communication at every stage of the traveler's journey. Marketing communication significantly shaped tourists' decisions, from creating awareness to post-trip engagement. Cultural, social, and environmental factors were found to influence the effectiveness of marketing communication strategies in sustainable and responsible tourism (RQ 3). Sensitivity to local culture, commitment to sustainability, and messaging of eco-friendly practices were pivotal in aligning communication with responsible tourism. Limitations: The literature reviewed may be limited to a specific time period; therefore, trends and strategies that emerged after that period were not covered. This affects the relevance of future findings in digital marketing communication. Contribution: This SLR contributes to a comprehensive understanding of marketing communication strategies in tourism, offering insights into their impact, relevance, and alignment with responsible practices.
Peran Perguruan Tinggi dan BUMDes dalam Pelatihan Pemasaran Online di Kalangan Kelompok Pengrajin Batik Tulis Girilayu Wijaya, Mahendra; Pujihartati, Sri Hilmi; Sudarsana; Adi, Yustia Atsanatrilova; Putri, Alfina Ananda; Azzahro, Fatimah; Fatimah, Luthfi; Nugraheni, Sekar Ayu; Andira, Dinda
Educate: Journal of Community Service in Education Vol 5 No 2 (2025): December
Publisher : Universitas Veteran Bangun Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Peran Perguruan Tinggi dan BUMDes Giri Makmur untuk mendukung kegiatan usaha batik tulis dalam menghadapi krisis ekonomi di Desa Wisata Girilayu adalah dengan melakukan pelatihan pemasaran online. Perguruan Tinggi dan BUMDes sebagai fasilitator edukasi pemasaran online dan sasarannya adalah dua belas kelompok pengrajin batik tulis. Peserta pelatihan kelompok pengrajin batik menggunakan teknologi handphone dan laptop. Kegiatan ini bertujuan untuk mengedukasi kelompok pengrajin batik tulis agar mampu memanfaatkan teknologi handphone sebagai alat pemasaran online. Tujuan lainnya untuk mengetahui sejauh mana dampak positif dari pelatihan pemasaran online bagi kelompok pengrajin batik tulis. Pelatihan ini menggunakan metode partisipatif melalui tiga tahapan yang diterapkan secara langsung kepada kelompok pengrajin batik di Desa Wisata Girilayu, yakni ceramah, diskusi, dan praktik. Hasil pelaksanaan pelatihan pemasaran online menunjukkan berjalan secara efektif. Para peserta kelompok pengrajin batik tulis berpartisipasi secara aktif dari tahap pertama sampai tahap terakhir. Kelompok pengrajin batik tulis mulai aktif dan konsisten dalam mengelola media sosial untuk pemasaran online. Para konsumen batik tulis baik lokal, nasional, maupun global di Desa Wisata Girilayu menunjukkan perubahan dari konsumen pasif menjadi konsumen potensial dan cenderung meningkatkan permintaan batik tulis. Keberlangsungan usaha kelompok pengrajin batik tulis di Desa Wisata Girilayu terus berlanjut hingga kini. Kata kunci: BUMDes, Pelatihan, Pemasaran Online
PERAN MODAL SOSIAL DALAM KETAHANAN SOSIAL EKONOMI KELUARGA PENGRAJIN GENTENG DI BANJARDOWO Amalia Friska Dyah Nugraheni; Mahendra Wijaya; Trisni Utami3
Seminar Nasional Pariwisata dan Kewirausahaan (SNPK) Vol. 2 (2023): MEI
Publisher : Sahid University Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36441/snpk.vol2.2023.118

Abstract

Adanya sentra industri genteng menjadi wadah para pengrajin dalam memproduksi dan memasarkan hasil produknya. Modal sosial menjadi salah satu hal yang menjadi poin penting dalam proses produksi dan pemasaran genteng di Banjardowo. Penelitian ini bertujuan untuk memfokuskan kajian pada peran modal sosial dalam ketahanan sosial ekonomi keluarga pengrajin genteng di Banjardowo. Penelitian menggunakan teori modal sosial dari Robert Putnam dan ketahanan sosial ekonomi. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan pendekatan naturalistic inquiry. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peran modal sosial pengrajin genteng dalam produksi genteng di Banjardowo terdapat tiga modal sosial yang semuanya berperan, yaitu bonding, bridging, dan linking. Dari ketiga modal sosial tersebut yang paling mendominasi dalam proses produksi adalah modal sosial bonding. Peran modal sosial pengrajin genteng dalam pemasaran genteng di Banjardowo yang paling mendominasi adalah modal sosial bonding. Dianalisis menggunakan SWOT diketahui faktor pendorong dan penghambat diantaranya yaitu adanya dukungan dari berbagai pihak (S), adanya perijinan pembakaran (S), cakupan pemasaran belum meluas (W), kerjasama pemasaran kurang (W), pengrajin memiliki peluang kerjasama & jaringan pasar yang masih terbuka lebar (O), pergeseran alih fungsi lahan & penurunan minat masyarakat menggunakan genteng tradisional (T). Peran modal sosial dalam ketahanan sosial ekonomi keluarga pengrajin genteng di pelawanan atau resistance yaitu dengan menetapkan harga genteng seperti biasa dengan menurunkan kualitas ketebalan genteng, pemulihan pengrajin genteng dalam proses pemulihan atau recovery melakukan beberapa usaha yaitu seperti adanya transaksi online. Adapun kreativitas yang tercipta adalah memberikan fasilitas kepada para konsumen berupa pengantaran produk yang telah dibeli hingga ketujuan dengan jaminan barang tetap aman dan bagus.
Wedangan as a local public space: Social identity and cultural adaptation to modernity Wicaksono, Ridlo Febi; Wijaya, Mahendra; Zuber, Ahmad
Satwika : Kajian Ilmu Budaya dan Perubahan Sosial Vol. 10 No. 1 (2026): April (On Progress)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22219/satwika.v10i1.42758

Abstract

The phenomenon of wedangan in Surakarta represents an informal public space that has a significant role in shaping social interaction and collective identity in Javanese urban society. Beyond its function as a food and beverage stall, wedangan operates as a local public sphere where cross-class encounters, everyday communication, and social negotiations take place. This study aims to analyze how wedangan functions as an informal public space and how social identity is produced and negotiated amid the processes of modernization and globalization. Employing a descriptive qualitative approach, this research draws on observations, in-depth interviews, and documentation conducted in three types of wedangan: Wedangan Pak Djaiman (traditional), Wedangan Gerobak (mobile and grassroots), and Wedangan Nala Gareng (semi-modern adaptation). The findings demonstrate that wedangan sustains egalitarian values, guyub (togetherness), and social cohesion, while simultaneously accommodating selective elements of modernity. Rather than being eroded by modern lifestyles, wedangan actively negotiates modern influences through cultural adaptation and everyday practices. This study contributes theoretically to the discussion of non-Western public spheres by illustrating that public space in urban Indonesia is not solely formal, institutionalized, or rational in the Habermasian sense, but also embedded in informal, cultural, and relational practices. Furthermore, the findings reconceptualize social identity not as a fixed entity, but as a situational and dynamic process shaped through everyday interactions in informal urban spaces. Empirically, this research enriches cultural and urban sociology by positioning wedangan as an active agent of social change that mediates tradition and modernity within contemporary Javanese society.   Fenomena wedangan di Kota Surakarta merepresentasikan ruang publik informal yang memiliki peran signifikan dalam membentuk interaksi sosial dan identitas kolektif dalam masyarakat perkotaan Jawa. Lebih dari sekadar tempat penjualan makanan dan minuman, wedangan berfungsi sebagai ruang publik lokal tempat terjadinya perjumpaan lintas kelas, komunikasi keseharian, serta negosiasi sosial. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bagaimana wedangan berfungsi sebagai ruang publik informal serta bagaimana identitas sosial diproduksi dan dinegosiasikan di tengah proses modernisasi dan globalisasi. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi yang dilakukan pada tiga tipe wedangan, yaitu Wedangan Pak Djaiman (tradisional), Wedangan Gerobak (bersifat mobile dan berbasis akar rumput), serta Wedangan Nala Gareng (adaptasi semi-modern). Hasil penelitian menunjukkan bahwa wedangan mampu mempertahankan nilai-nilai egalitarian, guyub (kebersamaan), dan kohesi sosial, sekaligus mengakomodasi unsur-unsur modernitas secara selektif. Alih-alih tergerus oleh gaya hidup modern, wedangan justru secara aktif menegosiasikan pengaruh modern melalui adaptasi budaya dan praktik keseharian. Secara teoretis, penelitian ini berkontribusi pada diskursus mengenai ruanpublik non-Barat dengan menunjukkan bahwa ruang publik di perkotaan Indonesia tidak semata-mata bersifat formal, terinstitusionalisasi, atau rasional dalam pengertian Habermasian, melainkan juga tertanam dalam praktik-praktik informal, kultural, dan relasional. Lebih lanjut, temuan penelitian ini merekonseptualisasi identitas sosial bukan sebagai entitas yang bersifat tetap, melainkan sebagai proses yang situasional dan dinamis, yang dibentuk melalui interaksi sehari-hari di ruang-ruang publik informal. Secara empiris, penelitian ini memperkaya kajian sosiologi budaya dan perkotaan dengan menempatkan wedangan sebagai agen aktif perubahan sosial yang memediasi antara tradisi dan modernitas dalam masyarakat Jawa kontemporer. 
Reproduksi Budaya Pambiwara dalam Upacara Pernikahan Adat Jawa Mahendra Wijaya; Sri Hilmi Pujihartati; Sudarsana Sudarsana; Marimin Marimin; Triana Rahmawati
Society Vol 12 No 2 (2024): Society
Publisher : Laboratorium Rekayasa Sosial, Jurusan Sosiologi, FISIP Universitas Bangka Belitung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33019/society.v12i2.672

Abstract

This article explores the efforts of Sanggar Permadani in developing, preserving, and sustaining Javanese culture. The primary focus of the Javanese cultural heritage preserved by Sanggar Permadani is pambiwara, individuals responsible for organizing and guiding traditional Javanese ceremonial events. This preservation is crucial as fewer people are performing traditional Javanese wedding ceremonies and employing the services of pambiwara. This qualitative study employs an ethnographic approach, with data collected through observations, interviews, and documentation. The findings reveal that Sanggar Permadani has successfully preserved Javanese culture by training new generations of pambiwara through annual courses or training sessions held over five months. All participants are of Javanese descent and come from diverse educational backgrounds. To date, Sanggar Permadani has graduated 20 cohorts. The findings align with Pierre Bourdieu’s theory of cultural capital and embodied state, which posits that individuals shape their identity based on cultural capital and educational investment imparted from birth.
KOMUNIKASI POLITIK PASANGAN CALON TUNGGAL TERHADAP PERILAKU MEMILIH MASYARAKAT KEFAMENANU PADA PILKADA 2015 DI KABUPATEN TTU PROVINSI NTT Tuhana, Veki Edizon; Pawito, Pawito; Wijaya, Mahendra
Yustisia Vol 5, No 2: August 2016
Publisher : Faculty of Law, Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/yustisia.v5i2.8738

Abstract

                                                                                                                                                      AbstractThe process of local elections is the right of every citizen to choose their leaders directly correspond running from an independent path to meet certain requirements. Concurrent local elections 2015 in Indonesia,  which is in North Central Timor  with a single candidate pair. Couples candidate election time carried out. This article is the result of research exploring: 1) analyzing the relationship between political communicator (single candidate pair) to the effects (voting behavior of society); 2) analyzing the relationship between the political message to the effect (voting behavior of society); 3) analyzing the relationship between media and interpersonal channels of the effect (voting behavior of society); 4) effects (voting behavior of society); As for the type of research is quantitative research with survey method. The study population was the whole community voters in District Kefamenanu City. The conclusions of the research and discussion is no relationship between political communicator with effect (voting behavior of society), there is a relationship between a political message to the effect, there is a relationship between are not have a relationship with the effects.AbstrakProses Pemilihan Kepala Daerah merupakan hak bagi setiap warga negara untuk memilih langsung pemimpinnya sesuai keyakinan dan penilaiannya terhadap calon yang diusulkan oleh masing-masing partai atau gabungan partai, atau yang mencalonkan diri dari jalur independen dengan memenuhi syarat tertentu. Pilkada serentak Tahun 2015 di Indonesia, salah satunya di Provinsi NTT, yaitu di Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU) dengan pasangan calon tunggal. Proses pilkada pasangan calon tunggal merupakan hal yang menarik karena sepanjang sejarah demokrasi dan sistem politik Indonesia baru pertama kali dilakukan. Artikel ini merupakan hasil penelitian yang mengeksplorasi: 1) Menganalisis hubungan komunikator politik (pasangan calon tunggal) terhadap efek (perilaku memilih masyarakat); 2) Menganalisis hubungan pesan politik terhadap efek (perilaku memilih masyarakat); 3) Menganalisis hubungan media dan saluran interpersonal terhadap efek (perilaku memilih masyarakat); 4) Menganalisis hubungan model pendekatan sosiologis (agama yang dianut dan jenis pekerjaan) terhadap efek (perilaku memilih masyarakat); adapun jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian kuantitatif dengan metode survei. Populasi penelitian adalah seluruh masyarakat pemilih di Kecamatan Kota Kefamenanu. Adapun kesimpulan dari hasil penelitian dan pembahasan adalah ada hubungan antara komunikator politik dengan efek (perilaku memilih masyarakat), ada hubungan antara pesan politik dengan efek, ada hubungan antara media dan saluran dengan efek, model pendekatan sosiologis (agama yang dianut dan jenis pekerjaan) tidak mempunyai hubungan dengan efek. 
Co-Authors A.A. Ketut Agung Cahyawan W Abd. Rasyid Syamsuri Addin Kurnia Putri Addin Kurnia Putri, M.A. Adi, Yustia Atsanatrilova Afika Fitria Permatasari Afnan, Dikhorir Agung Wibowo Ahmad Zuber Akhmad, Khabib Alia Amalia Friska Dyah Nugraheni Andira, Dinda Andre Noevi Rahmanto Andre Rahmanto Aniek Puspitosari Argyo Demartoto Argyo Demartoto, Argyo Atri Putri Khoirun Nur P Ayu Firda Anisaningtyas, Ninda Azzahro, Fatimah Bagus haryono Bani Sudardi Bawono, Bachtiar Suryo Betty Gama Bhisma Murti Desrianty Machmud, Suci Dian Kusumawardani Didik Tamtomo, Didik Dono Indarto Drajat Tri Kartono Drajat Tri Kartono Endang Siti Rahayu Evi Gravitiani, Evi Fatimah, Luthfi Fikriyah, Binta Ulfatul Hamidi, Surahman Hardiyanto, Dhony Haris Widita Hastuti, Dita Angelia Dwi Hemas, Lintang Nur Heriyono, Nowo I N, Albert Muhammad jatmiko suryo gumilang JOAN HESTI GITA PURWASIH Kristiani, Yunita M. Nur Khamid Mangunsong, Roy Romey Daulas Marimim Marimin Marimin Marimin Marimin Masithoh, Nuraeni Dewi Muh. Rosyid Ridlo N Rahmanto, Andre Ningrum, Sri Setiyo Nugraheni, Amalia Friska Dyah Nugraheni, Sekar Ayu Pawito Pawito Pawito Pujihartati, Sri Hilmi Pujihartati, Sri Hilmi Purwito Zanuar Rahmadi Putri, Alfina Ananda Putu Aditya Wiguna Rahmadi, Purwito Zanuar Ratih Sakti Prastiwi Ratih Sakti Prastiwi, Ratih Sakti Ravik Karsidi Retno Setyowati, Retno Rokim, Mochammad Sakuntalawati, LV Ratna Devi Sari, Septi Ayu Arum Yuspita Satyawan, Agung Setyo Sri Raharjo Shelly Olivia Rhamdiani Sisybania, Sisybania Siti Aminah Soemanto, RB Soewignjo Soemohardjo Sri Haryanti Stephanus Gunawan Sudarsana Sudarsana Sudarsana Sudarsana Sudarsana Sudarsana Sudarsana Supriyadi Supriyadi Supriyadi Supriyadi Suryono, Anike Nurmalita Rizki Putri Suwarto Suwarto Thomas Aquinas Gutama Triana Rahmawati Trisni Utami Trisni Utami Trisni Utami3 Tuhana, Veki Edizon Uki Retno Budihastuti Utari, Prahastiwi Wakit Abdullah Rais Wicaksono, Ridlo Febi Widarini, Paramita Sari Indah Widiyanto Widiyanto Yosi Erlanitasari Zadmoko, Dwi