p-Index From 2021 - 2026
7.521
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Humaniora DIKSI Jurnal Komunikasi Jurnal Penelitian dan Pengembangan Pendidikan Abdimas BAHASA DAN SASTRA Lingua Cultura Kajian Linguistik dan Sastra Indonesian Language Education and Literature E-Dimas: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Panrita Abdi - Jurnal Pengabdian pada Masyarakat QALAMUNA: Jurnal Pendidikan, Sosial, dan Agama Jurnal Pemberdayaan Masyarakat Madani (JPMM) JURNAL PENDIDIKAN DASAR PERKHASA Wikrama Parahita : Jurnal Pengabdian Masyarakat BASINDO : jurnal kajian bahasa, sastra Indonesia, dan pembelajarannya Kinerja: Jurnal Ekonomi dan Manajemen Dinamisia: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Prosiding Seminar Nasional Pakar MITRA: Jurnal Pemberdayaan Masyarakat CARADDE: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Riau Journal of Empowerment WIDYA LAKSANA IKRA-ITH ABDIMAS Jurnal Kreativitas PKM Jurnal Komunikasi Profesional PengabdianMu: Jurnal Ilmiah Pengabdian kepada Masyarakat Jurnal Riset Komunikasi Jurnal Muara Ilmu Sosial, Humaniora, dan Seni Indonesian Journal of Community Services Jurnal Abdi Masyarakat (JAM) Jurnal Pengabdian Masyarakat Ilmu Keguruan dan Pendidikan (JPM-IKP) Abdi: Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat Amalee: Indonesian Journal of Community Research & Engagement Abdimas: Jurnal Pengabdian Masyarakat Universitas Merdeka Malang Jurnal Teknodik Jurnal Bakti Masyarakat Indonesia Pelita Masyarakat Jurnal Pendidikan Dasar Perkhasa Community Empowerment Jurnal Paradigma Hukum Pembangunan Nusantara Hasana Journal Jurnal Simki Economic Journal of Research in Instructional Indonesian Community Journal Jurnal bahasa, sastra, seni, dan pengajarannya Jurnal Pengabdian Masyarakat Bidang Sosial dan Humaniora Jurnal Cakrawala Pendas Jurnal Abdimas Musi Charitas Jurnal Masyarakat Madani Indonesia Room of Civil Society Development Madani : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat JBSI: Jurnal Bahasa dan Sastra Indonesia Wacana: Journal of the Humanities of Indonesia Warta LPM Amal Ilmiah: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Abdimas Mandalika Asian Journal of Social and Humanities Room of Civil Social Development
Claim Missing Document
Check
Articles

ANALISIS INSTRUKSIONAL PEMBELAJARAN TERPADU BERBASIS LITERASI BUDAYA PADA PELAJARAN MATEMATIKA DAN BAHASA INDONESIA Clara Ika Sari Budhayanti; Sri Hapsari Wijayanti; Vanessa Emmily Dirgantara
Jurnal Cakrawala Pendas Vol. 8 No. 1 (2022)
Publisher : Universitas Majalengka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (384.19 KB) | DOI: 10.31949/jcp.v8i1.1917

Abstract

Salah satu kendala guru dalam melaksanakan pembelajaran terpadu berbasis budaya terletak pada proses perancangan pembelajaran yaitu pada penyusunan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP). Guru kesulitan menjabarkan kompetensi dasar menjadi indikator pembelajaran, karena kurang memahami benang merah dari Kompetensi Dasar dan indikator pencapaian kompetensi. Hal ini menyebabkan guru kesulitan dalam tahapan analisis instruksional selanjutnya, yaitu perumusan tujuan pembelajaran dan pemilihan metode pembelajaran yang tepat. Guru memerlukan panduan dalam merumuskan indikator pembelajaran yang baik dan tepat. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kompetensi dasar dalam perumusan indikator pembelajaran terpadu berbasis literasi budaya pada Matematika dan Bahasa Indonesia di Kelas II Sekolah Dasar. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian kualitatif dengan metode studi pustaka. Teknik pengumpulan data berupa dokumentasi dimana dokumen yang diteliti adalah kurikulum 2013. Hasil penelitian menunjukkan bahwa indikator pembelajaran berbasis literasi budaya untuk Matematika dan Bahasa Indonesia, dapat dirumuskan dengan mengacu pada lima tahapan penyusunan rancangan pembelajaran terpadu menurut Saud, dkk. Pada tahap penetapan kompetensi dasar, digunakan tabel matrik kompetensi untuk mempermudah identifikasi kompetensi dasar Matematika dan Bahasa Indonesia yang sesuai untuk pembelajaran terpadu berbasis literasi budaya. Tabel matrik ini juga mempermudah untuk mengidentifikasi kompetensi literasi budaya sebagai konteks pembelajaran. Selain itu, perumusan indikator pembelajaran matematika dan Bahasa Indonesia mengacu pada lintasan belajar dan empat keterampilan berbahasa. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa perumusan indikator pembelajaran terpadu berbasis literasi budaya dapat menggunakan lima tahapan penyusunan rancangan pembelajaran terpadu menurut Saud, dkk.
MENINGKATKANPENGETAHUAN GURU SEKOLAH DASAR DALAM MENULIS ILMIAH Sri Hapsari Wijayanti
Jurnal Abdimas Musi Charitas Vol. 2 No. 2 (2018): Jurnal Abdimas Musi Charitas
Publisher : Universitas katolik Musi Charitas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (488.451 KB)

Abstract

One of the ways of teachers professionalism is they have a competency for academic writing, especially class action research (CAR). Teachers in three elementary schools, SDN Kedokan, SDN Cibogo, and SDN Mekar Wangi, at Cisauk, Tangerang, West Java, faced obstacles to write the result of CAR because they still don’t understand how to write. Besides that, they have no spirit raise their promotion because, according to them, very difficult to fulfill the requirements. The aim of this activity is giving a training about academic writing for them. The activity began with the pretest to know their knowledge of academic writing. Training used a tutorial method, discussion, writing practice, and simulation around six hours, a day. After training, the teachers have given posttest. The result of this activity indicates that teachers have an increase of knowledge in the middle level.
PELATIHAN KETERAMPILAN MASTER OF CEREMONY BAGI WARGA RUSUNAWA MUARA BARU, JAKARTA Syarief Darmoyo; Sri Hapsari Wijayanti; Dara Arum Hartini
Jurnal Bakti Masyarakat Indonesia Vol. 5 No. 2 (2022): Jurnal Bakti Masyarakat Indonesia
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jbmi.v5i2.13456

Abstract

ABSTRACT Public speaking does not just belong to celebrities; it belongs to all of us. Some of us have problems speaking in public, including the Rusunawa Muara Baru, Jakarta residents. The results of our needs analysis found that Rusunawa residents faced several issues related to public speaking. That was feeling anxious, not confident, "blank," stammering, unable to master the audience, etc., and they see the need to acquire speaking skills in front of the audience. For that, we held a community service in a master of ceremony (MC) training as a type of public speaking for the Rusunawa Muara Baru, Jakarta residents. This training applies small group discussion (SGD), role play & simulation, and contextual instruction (CI). The Faculty of Economics and Business lecturers, Atma Jaya Catholic University of Indonesia, act as facilitators. The results of this community service show that after participating in the training, the skills of MC participants are much better than their MC skills before participating in the activity. This condition implies that the trainees have an adequate understanding of the basic principles of being an MC and are skilled in programming and hosting events. In addition, this community service provides great benefits for training participants, such as broadening their horizons and increasing knowledge, equipping them with useful knowledge for educating children, etc ABSTRAK: Public speaking bukan hanya milik selebriti saja, melainkan milik kita semua. Meski begitu, tidak sedikit dari kita memiliki masalah berbicara di hadapan orang banyak, tidak terkecuali Warga Rusunawa Muara Baru, Jakarta Utara. Hasil analisis kebutuhan kami menemukan sejumlah masalah yang dihadapi Warga Rusunawa terkait public speaking yaitu, merasa cemas, tidak percaya diri, “nge-blank”, terbata-bata, tidak mampu menguasai audiens, dsb., dan mereka memandang perlu memperoleh pelatihan public speaking. Untuk itu, kami mengadakan pengabdian kepada masyarakat dalam bentuk pelatihan master of ceremony (MC) sebagai salah satu jenis public speaking bagi Warga Rusunawa Muara Baru, Jakarta Utara. Pelatihan ini mengaplikasikan metode diskusi kelompok kecil, bermain peran & simulasi, dan pembelajaran kontekstual, serta yang bertindak sebagai fasilitator adalah dosen-dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Katolik Indonesia Atma Jaya. Hasil pengabdian kepada masyarakat ini menunjukkan bahwa setelah mengikuti pelatihan keterampilan MC peserta jauh lebih baik dibandingkan dengan keterampilan MC mereka sebelum mengikuti pelatihan. Hal ini mengimplikasikan bahwa peserta pelatihan sudah memiliki pemahaman yang memadai tentang prinsip dasar menjadi MC, serta sudah terampil dalam membuat susunan acara dan memandu acara. Selain itu, pengabdian kepada masyarakat ini memberikan manfaat yang besar bagi peserta pelatihan seperti memperluas wawasan dan menambah ilmu mereka, membekali mereka ilmu yang berguna untuk mendidik anak-anaknya, dsb
PELATIHAN PERSIAPAN MEMASUKI DUNIA KERJA BAGI INDIVIDU BERKEBUTUHAN KHUSUS Purnomolugi Ursila Nilamsari; Sri Hapsari Wijayanti2; Immanuel Yosua; Sharen Angel
Jurnal Bakti Masyarakat Indonesia Vol. 5 No. 2 (2022): Jurnal Bakti Masyarakat Indonesia
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jbmi.v5i2.19376

Abstract

Individuals with special needs (IBK) are defined as people or children who have limitations in cognitive, physical, and emotional functions that hinder the individual's ability to develop, either classified as learning difficulties, ADHD, mental retardation, physical-sensory disorders, speech and language disorders, autism and emotional and behavioral disorders. This condition requires IBK to get a special intervention when looking for work. Although many IBK already has various skills, they do not yet fully have a job. Based on the preliminary studies, IBK has various skills in photography, graphic design, content writing, administration, and food, which are studied both formally and informally. The objectives of this community service activity are to (a) provide knowledge about work preparation to individuals with special needs; (b) map the potential and skills of individuals with special needs; (c) provide an overview of the readiness of participants to work formally and informally. This service program is implemented in the form of webinars and action plans using CV and psychological tests as supporting data. From the activity, which was attended by 21 participants, a mapping of four areas of the participants’ work was obtained, namely culinary with technique, writing with the teacher, graphic design, and photography with dedication. In addition, 81% of participants indicated their readiness to work. For further activities, it is recommended to invite participants to carry out real work activities and provide assistance ship, especially to the 19% less active participants.   ABSTRAK: Individu berkebutuhan khusus (IBK) adalah seseorang atau anak yang memiliki keterbatasan dalam fungsi kognitif, fisik maupun emosi yang menghalangi kemampuan individu untuk berkembang baik yang terklasifikasi dalam kesulitan belajar, ADHD, retardasi mental, gangguan fisik, sensoris, gangguan bicara dan bahasa, autisme maupun gangguan emosi dan perilaku. Kondisi IBK menyebabkan perlunya perlakuan khusus dalam mencari pekerjaan meskipun banyak IBK sudah memiliki berbagai keterampilan, tetapi belum sepenuhnya memiliki pekerjaan. Apabila ditinjau lebih lanjut IBK memiliki keterampilan di bidang fotografi, desain grafis,, content writer, administrasi, serta boga yang dipelajari baik secara formal maupun nonformal. Tujuan kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini adalah untuk (a) memberikan pengetahuan mengenai persiapan bekerja kepada sejumlah individu berkebutuhan khusus; (b) melaksanakan mapping potensi dan keterampilan yang dimiliki individu berkebutuhan khusus; (c) memberikan gambaran kesiapan peserta untuk bekerja secara formal dan nonformal. Program pengabdian ini berbentuk pelatihan dan action plan dengan menggunakan optimalisasi CV serta data psikotes peserta. Dari kegiatan yang diikuti 21 peserta ini, diperoleh mapping empat bidang pekerjaan peserta, yaitu bidang pekerjaan boga dengan teknik, penulisan dengan guru,m design grafis, photography dengan service. Selain itu, 81% peserta memiliki kesiapan dalam bekerja. Pada pengabdian selanjutnya dapat mengajak peserta melakukan aktivitas bidang pekerjaan secara konkret dan memberikan pendampingan terutama kepada 19% peserta yang kurang aktif.
Pengaruh pandemi covid-19 terhadap pengeluaran bulanan mahasiswa di Jakarta Anastasia Andini; Angeline Jeannifer Hendi; Injelita Maharani; Kezia Senkwen Vema Ruku; Talita Angelia Susiani Purba; Sri Hapsari Wijayanti
KINERJA Vol 18, No 2 (2021): Mei
Publisher : Faculty of Economics and Business Mulawarman University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/jkin.v18i2.9321

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui seberapa besar pengaruh pandemi covid-19 terhadap pengeluaran bulanan mahasiswa, khususnya mahasiswa program studi Ekonomi Pembangunan, angkatan 2019, Fakultas Ekonomi dan Bisnis di salah satu universitas swasta di Jakarta, kebutuhan apa yang mengalami perubahan paling signifikan karena pengaruh pandemi covid-19, dan bagaimana mahasiswa mengelola pengeluaran pada masa pandemi covid-19. Penelitian ini tergolong penelitian deskriptif kuantitatif dan kualitatif. Pengumpulan data dilakukan dengan penyebaran google form kepada responden sebanyak 65 orang. Pertanyaan dalam kuesioner menyangkut pertanyaan terbuka dan tertutup. Pertanyaan terbuka dihitung frekuensi jawabannya dalam bentuk persentase, sedangkan pertanyaan tertutup diolah secara deskriptif kualititaf. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pandemi covid-19 berdampak sangat tinggi terhadap pengeluaran bulanan mahasiswa. Hal ini ditandai dengan menurunnya jumlah uang saku, perubahan sumber pendapatan uang saku, dan perubahan pengeluaran mahasiswa yang cukup signifikan. Kebutuhan yang mengalami perubahan paling nyata adalah transportasi. Maka berbagai cara yang dapat dilakukan mahasiswa dalam mengelola pengeluaran untuk memenuhi kebutuhan selama pandemi adalah membuat skala prioritas, membuat daftar kebutuhan, dan mencoba memulai bisnis.
MEMUTUS RANTAI KEKERASAN TERHADAP PEREMPUAN MELALUI SOSIALISASI RELASI GENDER HARMONI PADA SISWA SMAN 8 JAKARTA Syarief Darmoyo; Maria Tri Warmiyati; Sri Hapsari Wijayanti
MADANI: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 4 No 2 (2018)
Publisher : LPPM UPN Veteran Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (393.06 KB) | DOI: 10.53834/mdn.v4i2.505

Abstract

Abstract The National Commission on Violence Against Women (Komnas Perempuan) notes that the level of  violence against women has been so massive throughout 2017. The violence mostly occurs in the private sphere and is in the form of physical violence, sexual violence and courtship violence, and is mostly carried out by the closest victims namely boyfriend. Violence against women can occur because of the imbalance of power in gender relations. To break the chain of violence against women, this training aims to foster awareness about the values of gender equality in gender harmony relations among students of SMAN 8 Jakarta. This training uses an active student learning approach that requires participants to actively participate in the learning process. For this reason, various learning methods were chosen, among others: the lecture method, question and answer, group discussion, and watching together the film LOVE (Story of Violence in Dating). The training participants consisted of 170 class X students of SMAN 8 Jakarta. To evaluate the effectiveness of training, this training uses qualitative data collection methods namely observation and interviews, and thematic analysis is used as a data analysis technique. Evaluation results indicate that this training is effective. This can be seen from the increasing insight and awareness of students about the values of gender equality as they view women as having the same position as men in family and society, seeing gender is not God's nature, can recognize forms of violence: physical violence, psychological, sexual, and economic, and being negative about violence in courtship. 
Mengembangkan Profesionalitas Guru sebagai Pemandu Acara Kegiatan Protokoler Sekolah Sri Hapsari Wijayanti; Yohanes Arianto Budi Nugroho; Vanessa Emmily Dirgantara; May Triyanti Manalu
I-Com: Indonesian Community Journal Vol 3 No 2 (2023): I-Com: Indonesian Community Journal (Juni 2023)
Publisher : Fakultas Sains Dan Teknologi, Universitas Raden Rahmat Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (386.893 KB) | DOI: 10.33379/icom.v3i2.2592

Abstract

Kemampuan guru dalam berkomunikasi lisan bukan sebatas mengajar di depan kelas, melainkan juga berbicara di depan khalayak umum. Dalam banyak kegiatan formal dan protokoler, pastinya dibutuhkan seorang pembawa acara (pewara/ MC). Akan tetapi, menjadi pewara masih menjadi hambatan bagi guru-guru di SDN Cicayur 1 di Kecamatan Cisauk, Tangerang Selatan. Karena itu, kegiatan ini bertujuan melatih guru-guru di SDN Cicayur 1 Kecamatan Cisauk untuk dapat mengembangkan kemampuannya menjadi pewara dalam berbagai kegiatan sekolah. Kegiatan yang diikuti dua puluh guru ini disampaikan dengan  teknik tutorial, diskusi, demonstrasi, dan praktik. Dari penugasan berupa produksi video,  guru sudah dapat memperlihatkan kemampuannya tampil sebagai pewara, tetapi masih perlu dikembangkan lagi khususnya dalam hal  penampilan dan ekspresi wajah, menggunakan bahasa tubuh dengan lebih luwes lagi, dan mempersiapkan diri sebaik mungkin. Guru dapat tampil lebih profesional sebagai pewara dan dapat mengajarkannya kepada siswa. Selain itu, guru dapat lebih meningkatkan kreativitasnya dalam berkomunikasi publik.
Language use and tourism in Yogyakarta; The linguistic landscape of Malioboro da Silva, Anna Marietta; Tjung, Yassir Nasanius; Wijayanti, Sri Hapsari; Suwartono, Christiany
Wacana, Journal of the Humanities of Indonesia Vol. 22, No. 2
Publisher : UI Scholars Hub

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The present study provides a depiction of Malioboro through language presentation, language preference and sign informativeness. Seven hundred and twenty-nine public signs were examined and analyzed. Analysis was limited to words. A survey on language preference and sign informativeness, clarity and visibility to both local and foreign visitors also conducted. Findings show the dominance of Indonesian language in Malioboro linguistic landscape; 73% of the signs were in Indonesian and all non-commercial signs used Indonesian. Only 15% of the entire signs use English and less than 5% of the signs contain Javanese script or Romanized Javanese. Mainly targeting Indonesian speakers, the LL of Malioboro presents an exclusiveness and reflects a language policy implementation. The survey shows an indication of having both Indonesian and English in Commercial, Regulatory, and Infrastructure signs, most of which are informative.
Pengembangan Materi Video Pembelajaran dengan OpenShot untuk Meningkatkan Kompetensi Digital Guru Sekolah Dasar Sri Hapsari Wijayanti; Clara Ika Sari Budhayanti; Margaretha Susanti; Veronica Veronica; Andriani Wiyesi
Warta LPM WARTA LPM, Vol. 26, No. 2, April 2023
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (714.065 KB) | DOI: 10.23917/warta.v26i2.1267

Abstract

Learning by video makes teachers explain complex or conceptual material, motivate students, create a less boring learning atmosphere, and students can repeat watching videos to understand the material better. The skills of making and editing videos for classroom needs have not been mastered yet by elementary school teachers in Cisauk Subdistrict, Tangerang. This community service activity aims to develop the digital competence of elementary school teachers in Cisauk District through training on making learning video materials using OpenShot Video Editor. The participants were 20 people from 12 public elementary schools. The methods used are training, assignment or project, mentoring, monitoring, and evaluation. The training was delivered online and offline, with one meeting each. Assistance and monitoring of video assignments were carried out online for three meetings. The results of the evaluation were observed from the resulting videos and interviews. This training provides the teachers with new knowledge, insights, and skills. The teachers are not used to editing videos yet. The videos produced by teachers still need to be improved and prepared carefully, including by utilizing mentoring to discuss the video-making process and prepare storyboards better
OPTIMALISASI GERAKAN LITERASI SEKOLAH MELALUI KREATIVITAS GURU SEKOLAH DASAR Sri Hapsari Wijayanti; Josep Tjahjo Baskoro; May Triyanti Manalu; Caroline Rachel
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 7, No 5 (2023): Oktober
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v7i5.17463

Abstract

Abstrak:  Sejak 2016 Indonesia telah menggagas GLS untuk menumbuhkan minat membaca pada siswa di semua jenjang pendidikan. Akan tetapi, tidak semua sekolah dapat menerapkannya dengan lancar, seperti SDN Anamui, Kecamatan Cisauk, Kabupaten Tangerang. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan menggerakkan budaya literasi baca-tulis di SDN Anamui. Peserta kegiatan ini berjumlah sembilan orang, yaitu guru dan siswa. Kegiatan berlangsung selama Mei-Juni 2023 dengan memberikan edukasi literasi baca-tulis melalui teknik ceramah, sharing, dan diskusi.  Setelah edukasi, guru mengimplementasikan GLS di kelas masing-masing. Setelah implementasi, diadakan lomba menulis dan berbicara. Dari evaluasi kegiatan, telah terjadi peningkatan pengetahuan guru mengenai GLS sebesar 36 poin dari nilai rerata pretest dan posttest. Guru telah menerapkan teknik membaca dengan baik dan memanfaatkan YouTube sebagai sumber literasi digital. Bahkan, secara kreatif dan inovatif, guru melakukan kegiatan pascamembaca berbantuan media pembelajaran yang diciptakan sendiri. Keberhasilan kegiatan literasi membutuhkan bukan saja komitmen sekolah, melainkan juga keterlibatan orang tua dan komite sekolah, agar dapat berjalan secara maksimal.Abstract: Since 2016, Indonesia has initiated the School Literacy Movement (GLS) to foster interest in reading in students at all levels of education. However, not all schools can implement it smoothly, such as SDN Anamui, Cisauk District, Tangerang Regency. This community service activity aims to drive the culture of literacy at SDN Anamui. The participants of this activity were teachers and students, a total of nine persons. The activity will occur during May-June 2023 by providing literacy education through lectures, sharing, and discussion techniques. After education, teachers implement GLS in their classrooms. After implementation, a writing and speaking competition was held. From the evaluation of activities, there has been an increase in teacher knowledge about literacy by 36 points from the average pretest and posttest scores. Teachers have applied reading techniques well and utilize YouTube as a source of digital literacy. Creatively and innovatively, teachers carry out post-reading activities with the help of self-created learning media.  The success of literacy activities requires not only school commitment but also the involvement of parents and school committees so that they can run optimally.   
Co-Authors A. Bambang Sungkowo Aditha Thomas Aditya Chandra W Aditya Gunawan Adji Pratikto Alfonso Harrison Alfonso Harrison Alfonso Horrison Ambrosius Aprian Tri Putranto Anastasia Andini Anastasia Tatik Hartanti, Anastasia Tatik Andreas Elang Detra Andreas, Aurelius Andriani Wiyesi Angeline Jeannifer Hendi Anna Marietta da Silva Ari Setiyaningrum Baskoro, Josep Tjahjo Budhi Martana Budilaksono, Sularso Caroline Rachel Cecilia Francessa Cecilia Francessa6 Christiany Suwartono Cita, Liza Nur Clara Ika Sari Budhayanti Dara Arum Hartini Darmoyo, Syarief Darmoyo, Syarief Deniawan, Wahyu Dwi Denny Jean Cross Sihombing Denny Jean Cross Sihombing Dharmalau, Richanda Surya Diana Lestari, Diana Dimas Catur Winson Dirgantara, Vanessa Emmily Ferdinand Feriyadi, Farhan Feronica Masuli Francisca Hermawan Hannyanto, Gabriela Sabina Hardianto, Antonius Widi Harisson, Alfonso Harjadi Gunawan Harnadi, Agnes Harrison, Alfonso Henny C Mamahit Heru Prasadja Heru Prasadja, Heru Hery Pramono Hilda Hilaliyah Idaman, Nur Imelda Hostia Larasati Injelita Maharani Jessica Natalie Jocelin Gotama Josep Tjahjo Baskoro Kasdin Sihotang, Kasdin Kezia Senkwen Vema Ruku Khaqi, Rizal Bay Kusuma, Brigitta Eliza Nadia Larasati, Clara Lidwina Lazarusli, Irene Astuti Leoni Fransisca, Leoni Lidwina Maria T. Limanjaya, Stella Linawati Hananta, Linawati Liwoso, Regina Jovanytha Zefanya Lusya Anggraeny Manurung Madeline Ruth Alleluya Pardede Mahmud, Muhammad Alfayad Manalu, May Triyanti Mandy, Maryjeane Mantiri, Stephanie Maria Manurung, Lusya Anggraeny Margaretha Susanti Margaretha Theresia Margaretha Theresia Maria Tri Warmiyati Maria Triwarmiyati Marsudi, Almatius Setya May Triyanti Manalu May Triyanti Manalu Maytriyanti Maytriyanti, Maytriyanti Megawati Oktorina Michelle Angela Allegra Tobing Natalie, Jessica Natalie, Nicole Nathalie, Evadia Nores K., Welly Nugroho, Yohanes Arianto Budi Nugroho, Yohanes Arianto Budi Nurjamilah, Ai Siti Odetta, Putri Parman, Celline Tabitha Pasau, Anthony Devonico Putera Pinky Sibuea Pramono, Herry Purnama, Ika Yuni Purnomolugi Ursila Nilamsari Putra Putra Putri, Brigita Kania Novia R. Aditya Gunawan, R. Aditya Rahmawati, Rahmawati Ratnasusita, Theresia Sri Rianto, Ridwan Bambang Robertus Adi Kurniawan Rodemeus Ristyantoro Rodemeus Ristyantoro, Rodemeus Roselyn, Euginia Clarissa Rosiana, Shinta Saputra, Nanda Sembiring, Rosali Colia Sharen Angel Siti Saadah Soewono, Arka Dwinanda Solissa, Everhard Markiano Stephanus Ivan Gunawan Stephanus Ivan Gunawan Sutarno, Herman Yosep Sutjipto, Catherine Christabel Suwandhi, Adella Syarief Darmoyo Talita Angelia Susiani Purba Tastya Aruma Larasswari The, Karren Theodora Jessica Theodora Jessica Theodora Jessica Tjhintia, Veronika Tjoa, Hans Benedict Tjung, Yassir Nasanius Tobing, Michelle Angela Allegra Toyomi Sayagiri Trisnawati, Nana Utami, Novia Utami, Novia Valerie, Valencia Vanessa Emmily Dirgantara Vanessa Emmily Dirgantara Veronica Veronica Vincent Iggy Prince W, Caroline Lisa Setia Warmiyanti D.W, Maria Tri Warmiyati, Maria Tri Weny Savitri S. Pandia, Weny Savitri S. Widyastuti, Theresia Dian Wijaya, Angel Pho William Frederich Winson, Dimas Catur Yassir Nasanius Yohanna Claudia Dhian Yohanna Claudia Dhian Yohanna Claudia Dhian Yohanna Dhian Ariani Yohanna Dhian Ariani, Yohanna Dhian Yosephine Dewi K Yosua, Immanuel Yulius Evan Christian Yunia Panjaitan Yunia Panjaitan Yussi Ramawati