Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search
Journal : Gahwa

TAFSIR GENDER DAN PERAN PENDIDIKAN ISLAM BAGI PEREMPUAN DI ZAMAN KOLONIAL Nasri, Ulyan; Nasirin; M. Mizanul Haq; Undiadi; Nurdiah; Zaenal Arifin; Multazam Hajras
GAHWA Vol 3 No 2 (2025): JANUARY-JUNE
Publisher : STIT Al - Ibrohimy Bangkalan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61815/gahwa.v3i2.544

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengkaji skrip emansipasi perempuan melalui tafsir gender dan peran pendidikan Islam pada masa kolonial di Indonesia. Metode yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan historis-kritis dan studi pustaka. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui dokumentasi terhadap arsip, karya tokoh, dan literatur sejarah. Analisis data menggunakan teknik analisis isi (content analysis) untuk mengidentifikasi pola tafsir dan strategi pendidikan yang digunakan tokoh-tokoh Islam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tokoh-tokoh seperti Rahmah el-Yunusiyyah di Padang Panjang, dan TGKH. Muhammad Zainuddin Abdul Madjid di Lombok—yang mendirikan Madrasah Nahdlatul Banat Diniyah Islamiyah (NBDI)—telah menyusun skrip emansipasi berbasis Islam melalui pendidikan bagi perempuan. Mereka menafsirkan ajaran Islam secara progresif dan kontekstual sebagai basis perjuangan kesetaraan. Kesimpulannya, pendidikan Islam pada masa kolonial bukan hanya sarana dakwah, tetapi juga alat pemberdayaan perempuan. Implikasi dari penelitian ini adalah perlunya reinterpretasi ajaran Islam yang inklusif untuk mendukung perjuangan gender masa kini. Emansipasi perempuan Muslim bukanlah produk Barat semata, tetapi bagian dari khazanah perjuangan Islam Nusantara.
TAFSIR GENDER DAN PERAN PENDIDIKAN ISLAM BAGI PEREMPUAN DI ZAMAN KOLONIAL Nasri, Ulyan; Nasirin; M. Mizanul Haq; Undiadi; Nurdiah; Zaenal Arifin; Multazam Hajras
GAHWA Vol. 3 No. 2 (2025): JANUARY-JUNE
Publisher : STIT Al - Ibrohimy Bangkalan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61815/gahwa.v3i2.544

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengkaji skrip emansipasi perempuan melalui tafsir gender dan peran pendidikan Islam pada masa kolonial di Indonesia. Metode yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan historis-kritis dan studi pustaka. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui dokumentasi terhadap arsip, karya tokoh, dan literatur sejarah. Analisis data menggunakan teknik analisis isi (content analysis) untuk mengidentifikasi pola tafsir dan strategi pendidikan yang digunakan tokoh-tokoh Islam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tokoh-tokoh seperti Rahmah el-Yunusiyyah di Padang Panjang, dan TGKH. Muhammad Zainuddin Abdul Madjid di Lombok—yang mendirikan Madrasah Nahdlatul Banat Diniyah Islamiyah (NBDI)—telah menyusun skrip emansipasi berbasis Islam melalui pendidikan bagi perempuan. Mereka menafsirkan ajaran Islam secara progresif dan kontekstual sebagai basis perjuangan kesetaraan. Kesimpulannya, pendidikan Islam pada masa kolonial bukan hanya sarana dakwah, tetapi juga alat pemberdayaan perempuan. Implikasi dari penelitian ini adalah perlunya reinterpretasi ajaran Islam yang inklusif untuk mendukung perjuangan gender masa kini. Emansipasi perempuan Muslim bukanlah produk Barat semata, tetapi bagian dari khazanah perjuangan Islam Nusantara.
Co-Authors A. Nurul Azizah Ar Ade Irawan Agan Sutanto Ahmad Fatikhul Udin Aisyah Nurhalizah Akbar Dafi Isworo Putra Amalia Amalia Amar, Saiful Ambar Murnawati Amelia Fadilah Anas Hidayat Andi Achmad Zulkarnaen Aries Jehan Tamamy Arif Rahindra Arry Dwi Syahputra Ary Tara Rosita Asmana, Arezqi Tunggal Asokawati, Dewinta Atsqbit, Aqid Attar Aulia, Chanda Babun Suharto Bahmid Baik Heni Rispawati Baiq Rulli Fatmawati Baiq Rully Fatmawati Choirihi, Muchammad Christina Diah Wijayanti Dede Monika Dewi Nursukma Purqoti Di Angelo Fellest Hyaning Sabda Dian Istiana Dian Istiana Dian Kasoni Dian Septiandani Dicky Cahyadi Drajat Wahyu Sasongko Endah Pujiastuti Endang Setyowati Farsya Azzahra Fatmawati, Baiq Ruli Fatmawati, Baiq Rulli Guntur Marsudi H. Yusep Mulyana Hadi Wuryandanu Hapipah Harir, Moh Helmy Rahadian Heriawan Herlina, Siskha Maya IG Ngurah Rai Artika ILHAM Ilham Ilham Illman Imam Maksum Imanuel Kurniawan Arif Soetedjo ISTIANAH Jalaluddin Jamali, Raihan Hafidz Kadi Sukarna Kasnaeny Karim Kukuh Sudarmanto Liesnaningsih Liesnaningsih Lolita Endang Susilowati M. Mizanul Haq Mahendra Hakim Mahrup Maman Suparman Mansur Ma’Shum Mansyur Ramly Mansyur, Masykur H. Mas Rara Tri Retno Herryani Megawati Mennix Hamonangan Miftah Arifin Mochamad Haris Candra Purnama Moh Thamsir Moh. Romli Mohammad Aulia Muaffa, Aulia Muhamad Maimun Muhammad Junaidi Muhammad Rizalul Wahid Muhammad Zul Efendi Manurung Multazam Hajras N. Fathurrohman Nanggara Ricky Ardian Nasirin Niken Astuti, Niken Nuno Guil Hermino Pacheco Magno Nurdiah Nurdiana Handayani Nurlathifah, Nailah Nurul Rizka Puri Pratami Ardina Ningrum Purqoti, Dewi Nur Rahmat Kurniawan Ramdhania, Nur Aisyah Risyda Aini Khoerunnisa Rohmat Taufiq Rusiana, Harlina Putri Saharul Alim Siadi Siadi Siti Wahyuni Soegianto Soegianto Soegianto, Soegianto Sukirman Sukirman Supriyadi Supriyadi Sutowo, Shahaby Syaifuddin Zuhri Syifa Tiara Selvia Putri Tisna Amijaya Umminingsih Undiadi Utomo, Atok Dadyo Wijayono Hadi Sukrisno Yeyen Yor Hananta Zainul Muttaqin Zuliardi, Zuliardi