Claim Missing Document
Check
Articles

Pengaruh Entrepreneurial Behavior Index terhadap Kinerja Usahatani Petani Bawang Putih di Kecamatan Sembalun Kabupaten Lombok Timur Danasari, Idiatul Fitri; Selvia, Siska Ita
Jurnal Aplikasi dan Inovasi Iptek Vol 5 No 1 (2023): Jurnal Aplikasi dan Inovasi Iptek No. 5 Vol. 1 Oktober, 2023
Publisher : Denpasar Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52232/jasintek.v5i1.121

Abstract

Kemampuan kewirausahan yang dimilki oleh individu menjadi salah satu penentu dalam keberhasilan suatu usaha pertanian, semakin banyak dan tinggi tingkat aktivitas yang dimiliki maka semakin besar pula kesempatan dalam melakukan pengembangan usahatani yang dilakukan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh aktivitas kewirausahaan petani terhadap kinerja usahatani pada petani bawang putih di Kecamatan Sembalun. Analisis dilakukan dengan menggunakan fungsi produksi stochastic frontier. Hasil penelitian menunjukkan bahwa aktivitas kewirausahaan (X9) memberikan pengaruh positif terbesar kedua setelah Pupuk Kandang (X6), aktivitas kewirausahaan ini juga berpengaruh secara nyata terhadap kinerja usahatani bawang putih di Kecamatan Sembalun. Beberapa variabel lainnya yang memberikan pengaruh signifikan terhadap kinerja usahatani bawang putih yaitu Pupuk NPK (X3), Pupuk SP-36 (X4), Pupuk ZA (X5), Mulsa (X7), dan Pestisida (X8), sedangkan Bibit (X1) dan Tenaga Kerja (X2) memberikan pengaruh yang tidak signifkan
Pengembangan Desa Wisata Berbasis Partisipasi Masyarakat Lokal di Desa Wisata Lantan Kabupaten Lombok Tengah Mulyawati, Sri; Febrilia, Baiq Rika Ayu; Danasari, Idiatul Fitri; Sari , Ni Made Wirastika
Jurnal Aplikasi dan Inovasi Iptek Vol 5 No 2 (2024): Jurnal Aplikasi dan Inovasi Iptek No. 5 Vol. 2 April, 2024
Publisher : Denpasar Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52232/jasintek.v5i2.141

Abstract

Desa Lantan merupakan salah satu desa wisata di Pulau Lombok yang masih dalam kategori desa wisata rintisan. Desa Lantan memiliki banyak potensi sumber daya yang dapat dikembangkan oleh masyarakat setempat. Pengembangan desa wisata berbasis partisipasi masyarakat adalah suatu model pembangunan yang mengharuskan adanya keterlibatan masyarakat secara holistik dalam segala aktivitas kepariwisataan. Beberapa hasil penelitian terdahulu menyebutkan bahwa pengembangan desa wisata dapat memberikan dampak positif bagi masyarakat. Namun status desa wisata lantan yang belum mengalami peningkatan hingga saat ini adalah tanggung jawab setiap pihak, khususnya masyarakat lokal. Oleh karena itu tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui keterlibatan masyarakat lokal dalam tahap perencanaan, tahap implementasi, dan tahap pengawasan Desa Wisata Lantan. Jenis penelitian ini adalah deskriptif kualitatif dengan teknik pengambilan sampel menggunakan snowball sampling. Responden yang terpilih merupakan representasi dari setiap peran dan profesi yang ada di dalam masyarakat, seperti tokoh agama, pemilik usaha rumah makan, pemilik usaha penginapan, pedagang, petani, sesepuh desa, dan pemilik tanah di dekat lokasi wisata. Jumlah responden yaitu sebanyak tujuh orang. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa keterlibatan masyarakat dalam pengelolaan Desa Wisata Lantan belum maksimal, karena tidak semua lapisan masyarakat ikut serta dalam setiap tahap pengembangan yang dibutuhkan
Kelayakan Usaha Produk Black Garlic pada UD. Malsye Putri Rinjani Sejahtera Kecamatan Sembalun Danasari, Idiatul Fitri; Selvia, Siska Ita
Jurnal Aplikasi dan Inovasi Iptek Vol 5 No 2 (2024): Jurnal Aplikasi dan Inovasi Iptek No. 5 Vol. 2 April, 2024
Publisher : Denpasar Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52232/jasintek.v5i2.145

Abstract

Kecamatan Sembalun sebagai sentra produksi bawang putih memiliki peluang dalam pengembangan usaha produk olahan, salah satunya yaitu black garlic. Tumbuhnya pelaku usaha black garlic skala rumahan di Kecamatan Sembalun merupakan respon dari adanya sumberdaya yang cukup, permintaan domestik, dan peluang ekspor. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kelayakan usaha produk black garlic yang sedang berkembang di Kecamatan Sembalun, Kabupaten Lombok Timur. Metode penelitian ini adalah kualitatif dan kuantitatif. Metode kualitatif dilakukan untuk menjelaskan fenomena dan kejadian yang terjadi sedangkan kuantitatif dilakukan untuk menentukan kelayakan usaha black garlic. Penelitian dilakukan secara sengaja dan pengumpulan data dilakukan melalui observasi dan wawancara mendalam kepada pelaku usaha black garlic yaitu UD. Malsye oleh KWT Putri Rinjani Sejahtera. Jumlah responden yang digunakan sebanyak 8 orang yang merupakan pemilik dan tenaga kerja dari UD. Malsye Putri Rinjani Sejahtera. Analisis kelayakan usaha dilakukan menggunakan analisis R/C ratio dan Net Present Value (NPV), analisis ini menggunakan perhitungan produksi untuk pasar domestik. Berdasarkan penelitian dan analisis yang dilakukan bahwa kegiatan usaha produk black garlic yang dilakukan adalah layak untuk diusahakan. Hal ini dibuktikan dengan nilai R/C ratio > 1 yaitu dan nilai NPV > 0. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pengembangan usaha olahan bawang putih di Kecamatan Sembalun dengan skala rumahan memberikan keuntungan dan prospek pemasaran yang baik dengan target pasar ekspor
Peningkatan Daya Saing Produk Melalui Pendampingan Sertifikat Produksi Pangan Industri Rumah Tangga (SPP-PIRT) Produk Olahan Kelapa KWT Al-Ummahat Lendang Nangka Danasari, Idiatul Fitri; Supatiningsih, Ni Luh Sri; Wuryantoro, Wuryantoro; Sjah, Taslim; Maryati, Sri; Ningrat, Lalu Asrul Hadi
Jurnal Aplikasi dan Inovasi Iptek Vol 6 No 1 (2024): Jurnal Aplikasi dan Inovasi Iptek No. 6 Vol. 1 Oktober, 2024
Publisher : Denpasar Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52232/jasintek.v6i1.151

Abstract

Upaya yang dapat dilakukan guna menghadapi persaingan produk pada pasar lebih luas yaitu dengan meningkatkan daya saing produk itu sendiri. Salah satunya dengan memiliki izin PIRT atau Pangan Industri Rumah Tangga. Pengabdian ini dilakukan bertujuan untuk mendampingi KWT Al-Ummahat untuk mendapatkan izi SPP-IRT terhadap beberapa produk olahan kelapa yang diproduksi seperti minyak kelapa dan virgin coconut oil. Beberapa tahapan yang dilakukan yaitu: 1) Observasi dan survei, 2) Pendampingan perizinan, dan 3) Monitoring dan evaluasi. Kegiatan pengabdian berupa pendampingan ini menunjukkan keberhasilan berupa terbitnya sertifikat PIRT pada dua jenis produk olahan kelapa yang diproduksi oleh KWT Al-Ummahat dan telah dicantumkan pada label kemasan produk yang baru. Selanjutnya, terdapat beberapa tindaklanjut yang perlu dilakukan oleh pihak KWT guna meningkatkan produktivitas usaha seperti intensifikasi pemasaran, penerapan alat dan mesin teknologi tepat guna yang dapat menunjang produksi usaha
POTRET DAN ANALISIS INTERNAL-EKSTERNAL PELAKU USAHA BERBASIS KOMODITAS UNGGUL DAERAH: RUANG LINGKUP BAWANG PUTIH KECAMATAN SEMBALUN Danasari, Idiatul Fitri; Supartiningsih, Ni Luh Sri; Sjah, Taslim; Maryati, Sri; Sari, Ni Made Wirastika
AGROTEKSOS, Jurnal Ilmiah Ilmu Pertanian Vol 34 No 2 (2024): Jurnal Agroteksos Agustus 2024
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/agroteksos.v34i2.1206

Abstract

Kecamatan Sembalun sebagai salah satu sentra pengembangan bawang putih nasional menunjukkan produksi bawang putih yang meningkat. Hingga saat ini penjualan hasil tani bawang putih didominasi dalam bentuk segar kepada pengepul maupun penangkar lokal. Memegang status destinasi wisata berdampak pada munculnya pelaku usaha mikro kecil menengah di Kecamatan Sembalun sebagai penunjang pariwisata dalam memproduksi produk oleh-oleh khas daerah baik berupa produk kerajinan hingga olahan pangan dan hasil pertanian. Salah satunya yaitu bawang putih dan produk turunannya (black garlic). Penelitian ini bertujuan untuk menyajikan potret dan menganalisis kondisi internal dan eksternal pelaku usaha bawang putih dan produk turunannya di Kecamatan Sembalun. Metode pengolahan dilakukan menggunakan metode kuantitatif dan kualitatif, menggunakan data primer yang dikumpulkan dengan teknik observasi dan wawancara mendalam kepada repsonden yaitu lima pelaku usaha bawang putih dan turunannya yang dipilih secara purposive sampling dan snowball sampling. Hasil observasi menunjukkan bahwa selain usaha tani bawang putih terdapat pelaku usaha lainnya seperti penangkar benih bawang putih yaitu CV.Pusuk Pujata dan pelaku usaha olahan bawang putih yaitu KWT Putri Rinjani Sejahtera - UD. Malsye, KWT Segare Muncar, dan KUB Maju Bersama. Hasil analisis menggunakan matriks IE dan Grand Strategy menunjukkan posisi agresif (kuadran I) dan hold and mantain (kuadran V), artinya pelaku usaha bawang putih dan produk turunannya di Kecamatan Sembalun memiliki kondisi yang kuat pada pengembangannya. Oleh sebab itu, perumusan strategi dapat difokuskan pada beberapa aspek seperti 1) intensifikasi pemasaran, 2) pengembangan produk, dan 3) peningkatan kuantitas dan kualitas produk dan pelaku usaha melalui dukungan pemerintah daerah dan pusat.
Sustainability Analysis of Garlic Production in Sembalun District on Ecological, Economic and Social Dimensions Febrilia, Baiq Rika Ayu; Usman, Abdullah; Hidayati, Asri; Hidayanti, Anna Apriana; Septiadi, Dudi; Danasari, Idiatul Fitri; Maulana, Salman Murod
International Journal of Multidisciplinary Approach Research and Science Том 3 № 01 (2025): International Journal of Multidisciplinary Approach Research and Science
Publisher : PT. Riset Press International

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59653/ijmars.v3i01.1207

Abstract

This study aims to determine the sustainability category of garlic production in Sembalun District based on ecological, social and economic dimensions. The study was conducted in several villages in Sembalun District, East Lombok Regency, West Nusa Tenggara (NTB) Province, involving 50 garlic farmers. Data were collected using interviews based on questionnaires that had been developed and analysed using multidimensional scaling techniques. The study results showed that the ecological and social dimensions were in the good category, while the economic dimension was in the sufficient category. The results of the leverage analysis showed that the level of crop failure and the type of irrigation system attributes were the most sensitive attributes in the ecological dimension. Meanwhile, the attributes that influenced the social dimension were the attributes of participation in health insurance and the availability of farm labour. The two most sensitive attributes in the economic dimension were product marketing and seed prices.
Formulation of business development strategies using BMC, SWOT and QSPM Methods (Case study on KWT Nine Seru in Lantan Village) Mulyawati, Sri; Danasari, Idiatul Fitri
AGRICOLA Vol 15 No 1 (2025): AGRICOLA
Publisher : Universitas Musamus, Merauke, Papua

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35724/ag.v15i1.6622

Abstract

Most Indonesian society relies on micro, small, and medium enterprises (MSMEs), as they are able to create and absorb up to 97% of the workforce. Some small businesses have not been able to grow significantly but still try to survive in the face of business competition. The Nine Seru Women Farmers Group (KWT) is one of the microbusiness groups that has survived COVID-19 until now. The unstable condition of KWT, both internally and externally, is an obstacle that is being faced. KWT needs a strategy relevant to its business's current condition. This research aims to formulate a business development strategy for KWT Nine Seru in Lantan Village. The methods used are BMC analysis to provide an overview of KWT Nine Seru's business model using nine key elements, SWOT analysis to formulate alternative business development strategies, and QSPM analysis to determine priority strategies. From the BMC analysis results, several business model improvements are offered to KWT Nine Seru, namely on key partnership elements, value proposition, channel, and cost structure. From the results of the SWOT analysis, eight combination strategies of SO, ST, WO, and WT were obtained. All alternative strategies were further analyzed using QSPM so that a priority strategy was obtained, namely keeping product prices competitive with market prices. The results of this study are important because they contribute to the fulfillment of the Sustainable Development Goals (SDGs), especially the first and second SDGs, namely no poverty and zero hunger. Through the strategies produced in this research, the KWT Nine Seru microbusiness group can survive the competition and develop its business so that it can avoid poverty and hunger due to not having a source of income.
Sosialisasi Peran dan Fungsi BUMDES dalam Upaya Peningkatan Perekonomian Masyarakat Melalui Potensi Desa Wisata Tetebatu Idiatul Fitri Danasari; Sri Mulyawati; Siska Ita Selvia; Ni Made Wirastika Sari; Baiq Rika Ayu Febrilia
Sasambo: Jurnal Abdimas (Journal of Community Service) Vol. 5 No. 2 (2023): Mei
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pemberdayaan Masyarakat (LITPAM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/sasambo.v5i2.1164

Abstract

Peningkatan Pendapatan Asli Desa (PADesa) merupakan salah satu isu yang menjadi perhatian karena lambatnya pergerakan perekonomian di pedesaan. Kendala yang dihadapi tidak lain adalah kurangnya kemampuan masyarakat dan pemerintah desa dalam mengelola dan memanfaatkan potensi dan sumberdaya yang dimiliki. BUMDesa merupakan salah satu lembaga yang diharapkan dan diberikan wewenang dalam mengelola dan memanfaatkan sumberdaya dan potensi yang dimiliki oleh desa dalam bentuk beberapa jenis usaha yang nantinya dapat meningkatkan PADesa. Tujuan dari pengabdian ini adalah untuk mensosialisasikan peran dan fungsi BUMDesa dalam mengelola dan memanfaatkan aset dan potensi desa dalam meningkatkan aktivitas perekonomian masyarakat desa khususnya Desa Wisata Tetebatu di Kecamatan Sikur, Kabupaten Lombok Barat. Kegiatan dihadiri sebanyak 20 peserta yang terdiri dari perwakilan pelaku UMKM, kelompok sadar wisata, kelompok tani dan ternak, pengrajin (handcraft), anggota BUMDesa, dan pemerintah desa. Pengabdian dilaksanakan melalui beberapa kegiatan seperti observasi lokasi dan mitra, Focus Group Discussion, sosialisasi, dan evaluasi. Setelah dilaksanakannya sosialisasi, masyarakat desa memiliki kesadaran dan pemahaman akan pentingnya BUMDes dalam meningkatkan perekonomian dan kesejahteraan masyarakat. Selain itu, masyarakat desa juga menunjukkan antusias yang positif dan berinisiatif memulai kembali kegiatan perekonomian berbasis kolaboratif dan berkelanjutan dengan memanfaatkan sumberdaya dan potensi desa yang dimiliki. Socialization Of The Role And Function Of “Bumdes” In Efforts To Improve The Community's Economy Through The Potential Of The Tetebatu Tourism Village Increasing Village Original Income (PADesa) is one of the issues that is of concern because of the slow movement of the economy in rural areas. The obstacle faced is none other than the lack of ability of the community and village government to manage and utilize the potential and resources they have. BUMDesa is one of the institutions that is expected and given authority to manage and utilize the resources and potential possessed by the village in the form of several types of businesses which can later increase PADesa. The purpose of this service is to socialize the role and function of BUMDesa in managing and utilizing village assets and potential in increasing the economic activities of village communities, especially Tetebatu Tourism Village in Sikur District, West Lombok Regency. The activity was attended by twenty people consist of representatives of MSME actors, tourism awareness groups, farmer and livestock groups, craftsmen (handcraft), BUMDesa members, and village government. Community service is carried out through several activities such as location and partner observations, Focus Group Discussions, outreach and discussions. After the socialization was carried out, the village community had awareness and understanding of the importance of BUMDes in improving the economy and community welfare. In addition, the village community also showed positive enthusiasm and took the initiative to restart collaborative and sustainable-based economic activities by utilizing the village's resources and potential
Pemanfaatan Fitur Wabot Sebagai Respon Atas Kebutuhan Konsumen Secara Online Pada KWT Nine Seru Di Desa Lantan Sri Mulyawati; Tajidan Tajidan; Baiq Rika Ayu Febrilia; Idiatul Fitri Danasari; Ni Made Wirastika Sari; Ni Luh Mira Puspayani
Sasambo: Jurnal Abdimas (Journal of Community Service) Vol. 6 No. 3 (2024): Agustus
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pemberdayaan Masyarakat (LITPAM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/sasambo.v6i3.2074

Abstract

Wabot atau WhatsApp Chatbot merupakan salah satu fitur yang dikembangkan oleh aplikasi WhatsApp, khususnya WhatsApp Business. Munculnya aplikasi dan fitur-fitur tersebut disebabkan oleh perkembangan teknologi digital yang semakin massiv dan menyesuaikan kebutuhan pengguna. Pelaku usaha mikro kecil yang terletak di pelosok daerah membutuhkan bantuan untuk beradaptasi dengan teknologi, salah satunya adalah Kelompok Wanita Tani Nine Seru yang ada di Desa Lantan Kabupaten Lombok Tengah. Kelompok tersebut telah berdiri cukup lama, namun belum mampu memanfaatkan teknologi untuk menjawab kebutuhan konsumen secara online. Oleh karena itu, tujuan dari kegiatan pengabdian ini adalah untuk meningkatkan pemahaman KWT Nine Seru tentang Wabot dan cara untuk mengaktifkan, serta menggunakanya. Metode pelaksanaan pengabdian dibagi menjadi tiga tahap, yaitu tahap persiapan, tahap pelaksanaan, dan tahap evaluasi. Hasil pengabdian menunjukkan bahwa tedapat peningkatan pemahaman peserta kegiatan tentang Wabot dan cara untuk mengaktifkannya. Hal ini dibuktikan dari jawaban 71% peserta kegiatan yang setuju bahwa Wabot bermanfaat untuk membangun kepercayaan konsumen melalui respon cepat dan otomatis. Sebagai luaran pengabdian, KWT Nine Seru telah memiliki aplikasi Whatsapp Business yang dapat digunakan untuk menjual dan mempromosikan produknya. Utilisation of the Wabot Feature As A Response To Consumer Needs Online At KWT Nine Seru In Lantan Village Wabot, or WhatsApp Chatbot, is one of the features developed by the WhatsApp application, especially WhatsApp Business. The emergence of these applications and features is due to the development of digital technology, which is increasingly massive and adapts to user needs. Micro and small businesses located in remote areas need help adapting to technology, one of which is the Nine Seru Women Farmers Group in Lantan Village, Central Lombok Regency. The group has been established for a long time, but has not been able to utilise technology to answer consumer needs online. Therefore, the purpose of this service activity is to increase KWT Nine Seru's understanding of Wabot and how to activate and use it. The service implementation method is divided into three stages, namely the preparation stage, implementation stage, and evaluation stage. The results of the service showed that there was an increase in the participants' understanding of Wabot and how to activate it. This is evidenced by the answers of 71% of activity participants who agree that Wabot is useful for building consumer trust through fast and automatic responses. As an output of the service, KWT Nine Seru has a WhatsApp Business application that can be used to sell and promote its products. 
Pelatihan dan pendampingan penggunaan teknologi vacuum frying dan spinner dalam pembuatan keripik di KWT Rasa Saling Sayang Kuta Mandalika Rasyda, Riezka Zuhriatika; Iemaaniah, Zuhdiyah Matienatul; Danasari, Idiatul Fitri; Azzuandi, Abdul Majid; Marita, Dinda; Masyhadani, Rizki Putra; Maulidi, Muhammad Harish
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 9, No 3 (2025): May
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v9i3.30943

Abstract

AbstrakDesa Kuta merupakan salah satu daerah yang diprioritaskan untuk pengembangan pariwisata di Pulau Lombok. Salah satu unit bisnis lokal adalah Kelompok Wanita Tani (KWT) Rasa Saling Sayang Kuta Mandalika yang memproduksi berbagai produk makanan olahan, termasuk keripik. KWT tersebut masih memproduksi keripik secara tradisional dan memiliki pemahaman terbatas terkait teknologi modern, sehingga mengakibatkan rendahnya kuantitas produksi dan tidak konsistennya kualitas produk. Tujuan dari kegiatan pengabdian masyarakat ini adalah untuk memberikan pelatihan dan pendampingan dalam menggunakan teknologi vacuum frying dan spinner untuk produksi keripik di KWT Rasa Saling Sayang. Metode pelaksanaan pengabdian terbagi menjadi tiga tahapan, yaitu tahap persiapan dan koordinasi awal, tahap pelatihan dan pendampingan, serta tahap evaluasi dan tindak lanjut. Seluruh tahapan tersebut diikuti oleh 15 orang anggota KWT. Kegiatan pengabdian terlaksana dengan lancar dan hasil uji produksi mandiri menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan dan keterampilan peserta dalam pembuatan keripik menggunakan teknologi vacuum frying dan spinner. Diharapkan setelah kegiatan ini, KWT dapat memanfaatkan teknologi vacuum frying dan spinner secara mandiri dan berkelanjutan, sehingga dapat meningkatkan kapasitas produksi dan kualitas keripiknya. Kata kunci: keripik; kuta mandalika; vacuum frying AbstractKuta Village is one of the key areas prioritized for tourism development on Lombok Island. One of the local business units is the Rasa Saling Sayang Women Farmers Group (WFG), which produces a variety of processed food products, including chips. Currently, the WFG produces chips using traditional method because of their limited understanding of modern technology, resulting in low production quantities and inconsistent product quality. The goal of this community service activity is to provide training and assistance in using spinner and vacuum frying technology for chips production at the Rasa Saling Sayang WFG. The implementation method is divided into three stages, namely the preparation and initial coordination stage, the training and mentoring stage, and the evaluation and follow-up stage. All stages were attended by 15 WFG’s members. The activities were carried out smoothly and the results of the independent production test showed an improvement in the knowledge and skills of the participants in making chips using spinner and vacuum frying technology. It is hoped that following this training, the WFG will be able to utilize vacuum frying and spinner technology independently and sustainably, thereby increasing their production capacity and chips quality. Keywords: chips; kuta mandalika; vacuum frying
Co-Authors A. Faroby Falatehan Abdullah Usman Akbar, Zulfikar Ibnu Ali ALUH NIKMATULLAH Anna Apriana Hidayanti Anwar Anwar Arya Budhi Saputra, I Made Asri Hidayati, Asri Ayu Febrilia, Baiq Rika Ayu, Candra Azzuandi, Abdul Majid Baiq Rika Ayu Febrilia Baiq Rika Ayu Febrilia Baiq Rika Ayu Febrilia Baiq Rika Ayu Febrilia Baiq Rika Ayu Febrilia Baiq Yulfia Elsadewi Yanuartati Baiq Yulfia Elsadewi Yanuartati Bardayanti, Deslin Sarmitha Didi Suryadi Diswandi Diswandi Diswandi Febrilia, Baiq Rika Ayu Fitri Fitri, Nopiana Harianto Harianto Hayati Hayati Heldiyanti, Rina Hery Haryanto Isnaini, Novita Johan Bachry Jufri, Afifah Farida Kisman Mandalika, Eka Nurminda Dewi Marita, Dinda Masyhadani, Rizki Putra Maulana, Salman Murod Maulidi, Muhammad Harish Maulin, Maulin Moh. Taqiuddin Mulyawati, Sri Nabilah, Sharfina Ni Luh Mira Puspayani Ni Made Nike Zeamita Widiyanti Ni Made Wirastika Sari Ni Made Wirastika Sari Ni Made Wirastika Sari Ni Made Wirastika Sari Ni Made Wirastika Sari, Ni Made Wirastika Ningrat, Lalu Asrul Hadi Novia Alifah Fauzia Novita Isnaini Nurrachman Pande Komang Suparyana Parta Tanaya, I Gusti Lanang Prasetyowati, Rini Endang Pratama, M. Gilang Putri, Dwi Noorma Putri, Sista Eliyani Rakhman, Amry Rasyda, Riezka Zuhriatika Rifani Nur Sindy Setiawan Rini Endang Prasetyowati Rosyid Ridho Safitri, Sri Juliani Sail, Fazila Sari , Ni Made Wirastika Selvia, Siska Ita Septiadi, Dudi Siska Ita Selvia Siti Harni Astuti Sri Maryati Sri Mulyawati Sudjatmiko, Dwi Praptomo Sukma, Lalu Hadryan Suparmin Suparmin Supartiningsih, Ni Luh Sri Supatiningsih, Ni Luh Sri Tajidan, Tajidan Taslim Sjah, Taslim Usman, Abdullah Vijaya, Ni Putu Sephia Ananda Wuryantoro Wuryantoro Wuryantoro, Wuryantoro Yanuartati, Baiq Yulfia Elsadewi Zaini, Anas Zuhdiyah Matienatul Iemaaniah