Claim Missing Document
Check
Articles

PENYULUHAN PENINGKATAN PENGETAHUAN TENTANG PENCEGAHAN STUNTING PADA IBU DENGAN BALITA DI DESA MADEGONDO, GROGOL, SUKOHARJO Danuartha Vandika; Zahra Faisha Salsabila; Nur Fauziyah; Hanny Nur Rahmani; Bunga Cintantya Rudisty; Rizky Amalia Nur'aini; Ouwada Aiko Suda; Yuli Nurmasari; Nasywa Amila Shabira; Shafira Azzahra; Devira Novi Aprillia; Nisrina Devi Wienasari; Aan Sofyan; Kartinah
Jurnal Berkawan: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol 1. No. 3, September 2024
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/berkawan.v1i3.6062

Abstract

Stunting pada anak-anak berdampak signifikan terhadap komposisi tubuh, perkembangan motorik, pertumbuhan fisik, dan fungsi neurokognitif mereka. Global Nutrition Report 2022 menunjukkan prevalensi stunting dan anemia pada perempuan usia subur masih menjadi masalah serius di banyak negara. Pemerintah Indonesia telah mengidentifikasi stunting sebagai prioritas nasional dengan berbagai program intervensi, termasuk pemberian ASI eksklusif dan kampanye gizi seimbang. Pada posyandu Kelurahan Madegondo terdapat sebanyak 12,06% dari 58 anak dengan kategori gizi kurang. Di Desa Madegondo, data menunjukkan berbagai kategori gizi dan tinggi badan pada anak-anak, dengan upaya pemerintah untuk mengatasi stunting melalui berbagai program. Kegiatan penyuluhan ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan kesadaran ibu dengan balita, penerapan pedoman gizi seimbang, dan mendemostrasikan ulang Massage tuina sebagai upaya pencegahan stunting. Metode yang digunakan meliputi ceramah dan tanya jawab tentang pencegahan stunting dan gizi seimbang serta demonstrasi Massage tuina sebagai salah satu upaya untuk meningkatkan nafsu makan, serta evaluasi dengan pre-test dan pos-test untuk menilai perubahan pengetahuan ibu dengan balita. Media yang digunakan adalah powerpoint precentation, leaflet, dan video YouTube. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pengetahuan ibu dengan balita yang menunjukkan nilai pretest 8,32, sementara pos-test meningkat menjadi 9,16. Ini menunjukkan efektivitas pendekatan edukasi yang komprehensif dalam meningkatkan pemahaman ibu dengan balita dalam upaya pencegahan stunting. Kegiatan ini berhasil meningkatkan kesadaran dan pengetahuan ibu dengan balita tentang upaya pencegahan stunting. Saran yang diberikan adalah perlunya keberlanjutan program melalui Posyandu dan dukungan berkelanjutan dari kader kesehatan untuk memastikan kepatuhan pemeriksaan pertumbuhan dan perkembangan serta konsumsi makanan dengan gizi seimbang.
Physicochemical and Organoleptic Characteristics of Functional Cookies Based On Brown Rice Flour and Moringa Leaf for Diabetes Mellitus 'Ainunni'mah, Nuzul; Muhlishoh, Nur Lailatul; Sofyan, Aan
Journal of Food and Agricultural Product Vol. 6 No. 1 (2025): JFAP
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Veteran Bangun Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32585/jfap.v6i1.7326

Abstract

Diabetes mellitus is a degenerative disease that requires dietary regulation throught the comsuption of complex carbohydrates with a low glycemic index and high fiber. This study aimed to develop functional cookies as a supplementary food based on local foods, are brown rice flour, moringa lead flour, and purple sweet potato. This study used experimental design with three cookie formulations, assesing moisture content and color. Furthermore, sensory (organoleptic) evaluation was conducted using 15 semi-trained panelists. Data were analyzed using ANOVA followed by Duncan Multiple Range Test. The results showed that there were significant differences (p<0.05) in aroma, taste, and overal acceptability. The formulation without moringa leaf flour, formulated with brown rice flour (130g) and puple sweet potato (25g), showed the highest sensory acceptance, based on the parameters of taste, aroma, color, texture, and overall evaluation of the product. The water content test showed that all three formulas exceeded the SNI 2973-2011 (< 5%) with the highest values in formula 1 with moringa leaf flour (10g), brown rice flour (140g), and purple sweet potato (50g). The colour content test showed that formula 3 without moringa leaf flour, formulated with brown rice flour (130g) and puple sweet potato (25g) had the highest brightness level (L*). All three cookies formulas were dominated by red based on the a* value, and tended to be yellow accorded to the b* value. Therefore, formula 3 without moringa leaf flour was the most organoleptically accepted, although moisture content improvement is required. Keywords: diabetes mellitus, brown rice flour, moringa lead flour, dietatary fiber, glycemic index
Co-Authors 'Ainunni'mah, Nuzul 'Izzah, Difaa' Millati A.A. Ketut Agung Cahyawan W Achmad Vandian Nur, Achmad Vandian Adhwa Aulia Hanif Aditya Fajar Cahyono Putra Afandi, Adam Pri Aflit Nuryulia Praswati Ahmad Muhammad Fuadi Alya Alvionita Sukma Amalia Dyah Pratiwi Amalia Jati Mahanani Ambarwati Aninda Diar Aulia Anindya Suryawati Anjalya Pertiwi, Munitya Annisa Nur Latifa Azzahra Aprilia Putri Wulandari Ardiyanti, Narita Dwi Ariska Mahanani Putri Ariyani, Ima Ariyanto, Fazri Arvita Ningtyas Astrid Luthfi Rizkediani Asyifa, Soniya Nur Atiqa Sabardila Aulai Rahman Aulia Uswatun Khasanah Aurellia Santya Martatia Ayuningtyas, Tri Nuria Azhari, Salma Widya Bunga Cintantya Rudisty Charisma Alzura Choirul Huda Septianto Choirunnisa, Yumna Danuartha Vandika Daris Trigamadia Denny Vitasari Devira Novi Aprillia Dewi, Alfa Yuliana Diny Oktri Sani Ega Mukti Wandani Elida Soviana Endang Nur Widiyaningsih Eni Purwani Etika Muslimah Evi Oktaviana, Desy Fadhila, Jihan Fari Adi Prasetya fatimah Fatimah Fauzia Alya Putri Feny Rosilia Nurhayati Fida’ Husain Firman Faradisi Firmansyah Firmansyah Fitri Puji Rahmawati Fitriana Mustikaningrum Gayatri Maheswari Gita Febri Cahyani Hamurwani Siwi, Hasti Hani, Nur Hanny Nur Rahmani Hasna Ghoida Hasna Nadila Hasti Hamurwani Siwi Haya, Lovina Rizki Ihsanti, Elsa Nurul Ika Mukti Virgiyanti Inas Luthfia Azzahra Ismaae Yusoh Joy Astro Jusoh, Tengku Farizan Izzi Che Ku Kartinah Kartinah Khairunnisa, Puan Aisyah Khaqiqi, Zahrotun Khusna, Fatikhah Izzatul Kinzki, Hyraianda Essyana Kirana, Garda Sukma Kirani, Fahira Diva Kun Harismah Kussudyarsana Kussudyarsana Laras Pratiwi Lestari, Chintya Ardana Febri Lina Agustina Linda Fatmawati Luluk Ria Rakhma Lu’lu’ul Rosyiqul Hayati Main Sufanti Mandasari, Anita Maulidyah Indira Hasmarini Mochammad Imron Awalludin Moh fahmi Johan Syah Mohammad Rizqi Muhammad Afif Muhammad Arif Muhammad Arif Muhlishoh, Nur Lailatul Muhtadi Muhtadi Munajat Tri Nugroho Musabbikha, Musabbikha Mutiara, Intan Nafira Alifianita Nasywa Amila Shabira Naziela Eldiana Husna AZ Ngatono Ngatono Ngatono, Ngatono Nikmah Nurul Utami Nisrina Devi Wienasari Nuniek Nizmah Fajriyah Nur Aini Nur Andriyani NUR FAUZIYAH Nurgiyatna Nurhidayat Nurhidayat Nurul Hafipah Nurul Huda Nurul Huda Nuryulia, Aflit Oktaviani Fitriyah Ouwada Aiko Suda Prameswari, Annisa Dinda Wiedia Pramitajati, Indah Pramudya Kurnia Pratiwi, Adcharina Adcha Prawesthi, Tiva Eka Puan Aisyah Khairunnisa Putri Rahayu R.Kurniawan Dwi Septiady Rahmawati, Seli Nur Rhisma Nasita Sianti Rizkediani, Astrid Luthfi Rizky Amalia Nur'aini Rizqi Nuraini Royani Eka Safitri S Soepatini Salma Widya Azhari Salsa Bella, Shella Salsabella, Amanda Khairani Salsabillah, Indria Irvi Setyaningrum Rahmawaty Shafira Azzahra Sinta Dewi Sofia Ramdhani Purnamasari Subariyatun, Siti Sudrajah Warajati Kisnawaty Suparti Suparti Suranto Suranto Syagita Wahyu Nur Ramadhoni Syifa Salsabila Hanindita Thoha Syaifudin Zuhri Tiara Putri Kusumawardani Trisna Ardiana Fatmawati Tsaltsa Rizqa Maulida Tunisyia, Aviva Udik Budi Wibowo Urmatul Waznah Verent Vidanindya Ivena Wachidah Yuniartika wahyuni wahyuni Wardana, Agung Setya Wardani, Retno Kusuma Wilia Afida Wulandari, Aprilia Putri Wulandari, Arita Yolanda, Intania Widi Yuli Nurmasari Yumna Choirunnisa Yuniarti Zahra Faisha Salsabila Zita Digna Pratiwi Zuhri, Thoha Syaifudin Zulfah, Dewi Nashikhatul