Claim Missing Document
Check
Articles

Studi Penjadwalan Pelaksanaan Konstruksi Pekerjaan Diversion Tunnel dan Cofferdam Bendungan di Muara Juloi Kalimantan Tengah dengan Menggunakan Microsoft Project 2016 vania, clarizka; Juwono, Pitojo Tri; Marsudi, Suwanto
Jurnal Teknologi dan Rekayasa Sumber Daya Air Vol. 6 No. 1 (2026): Jurnal Teknologi dan Rekayasa Sumber Daya Air (JTRESDA)
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jtresda.2026.6.1.42

Abstract

Pembangunan Bendungan Muara Juloi di Kabupaten Murung Raya, Kalimantan Tengah, merupakan bagian dari inisiatif pembangunan infrastruktur nasional yang bertujuan untuk mengoptimalkan sumber daya air dalam rangka penyediaan energi terbarukan, pengendalian banjir, serta mendukung pengembangan wilayah. Proyek pembangkit listrik tenaga air ini direncanakan memiliki kapasitas sebesar 340 MW dan mencakup pekerjaan konstruksi yang kompleks, seperti pengalihan aliran sungai (diversion tunnel) dan cofferdam. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penjadwalan konstruksi pada pekerjaan diversion tunnel dan cofferdam dengan menggunakan Microsoft Project 2016, yang meliputi penentuan kebutuhan tenaga kerja dan alat berat, estimasi biaya langsung, serta evaluasi alternatif penjadwalan untuk mencapai efisiensi waktu dan sumber daya. Metodologi yang digunakan dalam studi ini adalah pengolahan data proyek aktual yang meliputi volume pekerjaan, spesifikasi material, durasi, dan urutan kegiatan, yang diperoleh dari konsultan perencana. Acuan biaya didasarkan pada daftar harga satuan Provinsi Kalimantan Tengah tahun 2025. Hasil analisis menunjukkan bahwa penyesuaian jadwal, seperti penambahan jam kerja dan alat berat, berdampak signifikan terhadap durasi proyek dan alokasi sumber daya. Penelitian ini memberikan kontribusi dalam perencanaan proyek konstruksi dan menunjukkan efektivitas penggunaan perangkat lunak penjadwalan untuk meningkatkan pengambilan keputusan dan kinerja proyek
Studi Manajemen Konstruksi Proyek Dermaga Ujung Surabaya dengan Implementasi Building Information Modeling (BIM) Wijaya, Andrian Ahmad; Pitojo Tri Juwono; Very Dermawan
Jurnal Teknologi dan Rekayasa Sumber Daya Air Vol. 6 No. 1 (2026): Jurnal Teknologi dan Rekayasa Sumber Daya Air (JTRESDA)
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jtresda.2026.6.1.44

Abstract

Dermaga Ujung merupakan dermaga yang berlokasi di Kota Surabaya, dermaga ini direncanakan untuk ditingkatkan kapasitasnya agar bisa digunakan oleh kapal yang berkapasitas lebih besar. Perencanaan proyek yang masih menggunakan cara konvensional dengan software 2D Computer-Aided Design (CAD)  yang tidak terintegrasi membuat perencanaan kurang efisien sehingga memperlambat durasi pengerjaan desain rencana. Oleh sebab itu, studi ini bertujuan memberikan alternatif solusi penerapan Building Information Modeling (BIM) untuk meningkatkan efisiensi perencanaan proyek sekaligus memberikan alternatif penjadwalan yang dapat mengurangi durasi dan biaya proyek. Hasil studi menunjukkan bahwa penggunaan BIM dapat menjadi solusi keterbatasan data dan meningkatkan efisiensi pembuatan desain dan perhitungan volume pekerjaan dengan hasil rencana pekerjaan pengerukan sebesar 116.967,775 m3, kemudian alternatif percepatan penjadwalan dengan penambahan lembur merupakan yang paling optimal dan dapat menurunkan durasi proyek hingga 11,765% dengan biaya proyek berkurang sebesar 0,943% dibandingkan dengan estimasi awal. Manfaat dari studi ini dapat memberikan rekomendasi penggunaan BIM untuk efisiensi perencanaan dan alternatif percepatan yang optimum untuk meningkatkan kecepatan penyelesaian proyek dan pengurangan biaya proyek.
Analysis of Sengkarang Watershed Performance with the Addition of River Maintenance Flow Parameters Sodikin, Wahlul; Juwono, Pitojo Tri; Sholichin, Moh
Jurnal Teknik Pengairan: Journal of Water Resources Engineering Vol. 16 No. 2 (2025)
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.pengairan.2025.016.02.6

Abstract

Watershed management plays a crucial role in maintaining water balance and ecosystem sustainability. However, conventional watershed performance assessments often overlook the importance of river maintenance discharge. This study evaluates the hydrological performance of the Sengkarang Watershed by incorporating river maintenance discharge as an additional parameter. The research employs the Tennant method to determine the maintenance flow and the Analytic Network Process (ANP) to weigh its significance. Six expert respondents participated in the weighting process. The study compares the results of the conventional five-parameter assessment with the newly modified six-parameter approach. Findings reveal that the Sengkarang Watershed is concerning, with high fluctuations in flow regimes and annual runoff coefficients. Including river maintenance discharge significantly increases the weight of flood parameters from 2.0% to 4.7%, while the new index for river maintenance discharge contributes 1.8% to the overall assessment. Despite these changes, the watershed remains classified as “Poor,” highlighting the need for further restoration efforts. The study suggests that integrating river maintenance discharge into performance assessments provides a more comprehensive understanding of watershed conditions, supporting better policy formulation for sustainable water resource management.
Assessment of Baseflow Characteristics and Environmental Flow Allocation in the Welo Sub-Watershed, Central Java Wahlul Sodikin; Pitojo Tri Juwono; Mohammad Sholichin
Jurnal Penelitian Pendidikan IPA Vol 11 No 4 (2025): April
Publisher : Postgraduate, University of Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jppipa.v11i4.11049

Abstract

This study assesses baseflow characteristics and environmental flow (EF) requirements in the Welo Sub-Watershed, Central Java, Indonesia—a region increasingly affected by land use change and climate variability. Using 30 years of daily streamflow data (1994–2023), baseflow was separated using the Fixed Interval Method with analysis conducted in Excel and the Hydrologic Engineering Center’s Hydrograph Analysis (HEC-HMS). EF was estimated using both the Tennant Method and Flow Duration Curve (FDC) analysis. Results indicate that average dry-season baseflow is 0.79 m³/s, while the reliable flow (Q80) averages 1.02 m³/s. EF estimates are 0.43 m³/s (Tennant) and 0.54 m³/s (FDC). Under normal hydrological conditions, baseflow exceeds EF thresholds. However, peak irrigation demand reaching 1.30 m³/s surpasses both baseflow and Q80 during dry periods. This suggests periods of ecological stress and potential conflict among water users. These findings underscore the need for integrating EF targets into local water resource planning to safeguard ecosystem function and ensure sustainable water allocation.
Analisa Keruntuhan Bendungan Malahayu Kabupaten Brebes Dengan Aplikasi HEC-RAS dan Perhitungan Kerugian Dengan Aplikasi InaSAFE Muammar, Adhitya Zein; Juwono, Pitojo Tri; Asmaranto, Runi
Jurnal Teknologi dan Rekayasa Sumber Daya Air Vol. 1 No. 1 (2021): Jurnal Teknologi dan Rekayasa Sumber Daya Air (JTRESDA)
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jtresda.2021.001.01.03

Abstract

In the simulation using HEC-RAS 5.0.7 the part to be simulated is the condition of the Malahayu Dam which collapsed due to 7 conditions causing inundation in the downstream area of the Malahayu Dam. Obtained from 7 conditions of dam collapse, the overtopping collapse scenario is the most extreme collapse scenario with an inundation area of 143.54 km2 with a maximum flood inundation height of 19.943 m. The purpose of this dam collapse simulation is to get the most extreme inundation so that in the next process of the inundation, the calculation of economic losses will be carried out with the help of the InaSAFE application. Losses resulting from the Malahayu Dam collapse scenario cover 53 villages from 6 sub-districts so that the evacuation victims reached 22400 people. With this amount, it can be determined that the Malahayu Dam is a dam with a hazard level 4, which is very high. The estimated losses incurred as a result of this collapse reached Rp. 515,521,114,788. The purpose of this study is to determine the level of danger of a dam, to know the characteristics of the flood, and to know the losses caused by flooding due to dam collapse.
Analisa Keruntuhan Bendungan Batujai dan Pengga dengan Aplikasi HEC-RAS 5.0.7 Maulida, Diah Fitri; Juwono, Pitojo Tri; Asmaranto, Runi
Jurnal Teknologi dan Rekayasa Sumber Daya Air Vol. 1 No. 1 (2021): Jurnal Teknologi dan Rekayasa Sumber Daya Air (JTRESDA)
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jtresda.2021.001.01.06

Abstract

ABSTRACT: Batujai and Pengga Dam are cascade dams with homogeneous types, are authorized in 1982 and 1994. These dams are located at the same mainstream that ends at Alas Strait. Batujai and Pengga Dam break may occur due to overtopping and piping. According to HEC-RAS 5.0.7 simulation suggested that the collapsed of each or both dams has the biggest impact when conditioned with design flood of QPMF are due to overtopping, when the peak of discharge are at 2036.151 m3/second and 3204.089 m3/second, which caused 34.127 km2 and 107.025 km2 area to be flooded, with maximum inundation of 19.656 meters and 19.837 meters. According to InaSAFE, if the collapse of these dams were merged, reported that there are 34 villages and 29,100 people are exposed to the risk, classified with high disaster risk. The cost that has to be paid by the dam’s owner due to the collapse is estimated to be  Rp 201,584,808.36/Ha or Rp. 2,845,409,886,907 in total.
Studi Perencanaan Pola Operasi Waduk Kuningan Untuk Memenuhi Kebutuhan Air Baku, Irigasi, dan PLTA di Kabupaten Kuningan Jawa Barat Rachmawati, Ratu Anita; Soetopo, Widandi; Juwono, Pitojo Tri
Jurnal Teknologi dan Rekayasa Sumber Daya Air Vol. 1 No. 1 (2021): Jurnal Teknologi dan Rekayasa Sumber Daya Air (JTRESDA)
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jtresda.2021.001.01.18

Abstract

Perkembangan Kabupaten Kuningan dari tahun ke tahun semakin pesat sehingga menyebababkan turut pesatnya kebutuhan air penduduknya. Pembangunan Waduk Kunigan diharapkan bisa mencukupi kebutuhan air penduduk Kabupaten Kuningan. Pada penelitian ini melihat besarnya kebutuhan air  maka perlu adanya optimasi guna memenuhi kebutuhan air yang diperlukan dan metode optimasi yang dipilih adalah Algoritma Genetik. Mode ini dijalankan dengan spreadsheet Excel dari Microsoft Office versi 2007. Menurut hasil analisis, Pusat tahapan optimasi dengan Algoritma genetik  pada struktur daripada kromosom.  Kromosom dalam hal ini adalah aturan lepasan waduk yang mewakili alternatif solusi, jadi kromosom ini bisa dikatakan interfal lepasan waduk yang bermacam macam variasinya & mempunyai nilai kinerja Menurut fungsi tujuan. Setelah dilakukan optimasi, rata-rata kebutuhan air meningkat 63,83%, dan kebutuhan air minimal meningkat 44,57%. Keadaan tampungan waduk minimal 2,55 juta meter kubik, dan kapasitas tampungan air rata-rata 17,01 juta meter kubik. Rata-rata energi yang dihasilkan PLTA meningkat 14,72%, dan energi minimum yang dihasilkan PLTA meningkat 72,53%. Sehingga dapat memaksimalkan kinerja reservoir tanpa mengalami kerusakan. Hal ini diharapkan dapat memberikan acuan untuk pedoman lepasan teroptimal pada pengoperasiannya waduk Kuningan agar keperluan irigasi, air baku, dan PLTA terpenuhi The development of Kuningan Regency from year to year is increasing rapidly, causing the rapid need for water for its population. It is hoped that the Kunigan Reservoir construction can meet the water needs of the residents of Kuningan Regency. In this study, seeing the amount of water demand, it is necessary to optimize it to meet the required water needs and the chosen optimization method is the Genetic Algorithm. This mode is run with Excel spreadsheets from Microsoft Office 2007 version. Based of the analysis results, the optimization phase centers with genetic algorithms on the structure rather than chromosomes. The chromosome in this case is the reservoir discharge rule that represents an alternative solution, so this chromosome can be said to be the interface discharge of the reservoir which has various variations and has a performance value based on the objective function. After optimization, the average water demand increased by 63.83%, and the minimum water requirement increased by 44.57%. The condition of the reservoir is at least 2.55 m3, and the average storage capacity is 17.01 m3. The average energy produced by PLTA increased by 14.72%, and the minimum energy produced by PLTA increased by 72.53%. So that it can maximize reservoir performance without experiencing damage. This is expected to provide an overview of the optimal release guidelines for the operation of the Kuningan reservoir to meet the needs for irrigation, raw water and hydropower.
Analisa Banjir Akibat Keruntuhan Bendungan Prijetan di Kabupaten Lamongan Menggunakan Aplikasi Zhong Xing HY21 Yahya, Irsyad Musthofa; Juwono, Pitojo Tri; Asmaranto, Runi
Jurnal Teknologi dan Rekayasa Sumber Daya Air Vol. 2 No. 2 (2022): Jurnal Teknologi dan Rekayasa Sumber Daya Air (JTRESDA)
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jtresda.2022.002.02.17

Abstract

The Prijetan Dam was the first dam built in Indonesia in 1910 – 1916 by the dutch east indies government. This dam was built on the Prijetan River which is located in Sumbergempol Village, Kedungpring District, Lamongan Regency, East Jawa Province. Considering the age of the Prijetan Dam which is more than 100 years old, further analysis are needed on the impact of the dangers that can be caused by the break of the Prijetan Dam. Dams break is the collapse of part or all of the main dam causing the dam to be unable to function again. Dam breaks mostly occur due to overtopping or piping. From the simulation of the dam break of the Prijetan Dam using the Zhong Xing HY21 software, it was found that the largest floods occurred in the bottom piping scenario with the condition of the floodwater level reservoir. The area of the floods reached 26,607 km2 with a maximum flood depth of 6,880 m. The floodsspread to 38 villages located downstream of the Prijetan Dam with an estimated 11.412 people at risk Bendungan Prijetan merupakan bendungan pertama yang dibangun di Indonesia pada sekitar tahun 1910 - 1916 oleh pemerintahan Hindia Belanda. Bendungan ini berdiri diatas Sungai Prijetan yang terletak di Desa Sumbergempol, Kecamatan Kedungpring, Kabupaten Lamongan, Provinsi Jawa Timur. Mengingat usia Bendungan Prijetan yang lebih dari 100 tahun, maka diperlukan analisa lebih lanjut mengenai dampak bahaya yang dapat ditimbulkan oleh kegagal Bendungan Prijetan. Kegagalan bendungan yang dimaksud ialah runtuhnya sebagian atau seluruh tubuh bendungan yang menyebabkan bendungan tersebut tidak dapat berfungsi kembali. Kegagalan atau keruntuhan bendungan paling banyak terjadi akibat overtopping ataupun piping. Dari hasil simulasi keruntuhan Bendungan Prijetan menggunakan software Zhong Xing HY21, didapatkan banjir terbesar terjadi pada skenario piping bawah dengan kondisi tampungan waduk muka air banjir (MAB). Luas genangan banjir yang terjadi mencapai 26,607 km2 dengan kedalaman maksimum 6,880 m. Genangan banjir menyebar ke 38 desa yang berada di bagian hilir Bendungan Prijetan dengan perkiraan 11.412 penduduk terkena risiko.
Studi Perencanaan Pembangkit Listrik Tenaga Mikro Hidro Low Head di Saluran Irigasi Kedungkandang Kota Malang Fatian, Ceryl Amin; Juwono, Pitojo Tri; Sisinggih, Dian
Jurnal Teknologi dan Rekayasa Sumber Daya Air Vol. 6 No. 2 (2026): Inpres
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jtresda.2026.6.2.58

Abstract

Penelitian perencanaan mikro hidro low head di Saluran Irigasi Kedungkandang, Kota Malang, dikaji untuk menyediakan dasar teknis dan ekonomi yang belum tersedia sebelumnya. Analisis hidrologi dari data debit sebelas tahun menunjukkan debit andalan 0,405 m³/detik, sedangkan head efektif rata-rata mencapai 3,23 meter. Dengan parameter tersebut, turbin Crossflow dipilih sebagai unit konversi energi yang paling sesuai. Perhitungan menghasilkan daya output sekitar 8,52 kW dan produksi energi tahunan 72.597,75 kWh. Kajian ekonomi menunjukkan kebutuhan investasi Rp 633.761.758 dan biaya operasi tahunan Rp 25.350.470. Dengan suku bunga 8,5%, diperoleh BCR 1,32, NPV Rp 272.946.092, dan IRR 16,27%, dengan periode pengembalian sekitar lima tahun dua bulan. Hasil ini menunjukkan bahwa proyek mikro hidro low head di lokasi studi layak secara teknis dan ekonomis.
Co-Authors -, Muhammad Fahmi Adityawitari, Fadhilah Filzah Agus Indarto Alamsyah, Muh Arsyil Alex Wahyu Kesuma alfredo, moch Andre Primantyo H Andre Primantyo Hendrawan Anggara Cahyo Wibowo Anggraini, Fauziah Rahmawanti Aniek Masrevaniah Asmaranto, Runi Atikah, Dewi Ayu Pratama Putri, Ayu Pratama Ayu, Mirsa Azmi, Muhammad Nur AZWAR, HAFIDH BURHAN Bahreisy, Arzil Abdillah Bambang Pramujo, Bambang Bayu Wicaksono cristina Dwi, cristina Daffa Muhammad Faeyza Damarnegara, A. A. N Satria Danang, Kiswanto - Dediek Isqak Devi, Agung Ayu Gayatri Dharyatiputri, Jihan Faradillah Dian Dinanti Dian Sisinggih Dian Sisinggih Dwi Priyantoro Eko Suryo Pranoto Eliana Renate Simanungkalit Emma Yuliani Erdwyansa, Richard Eric Virgiawan Aryadi Ery Suhartanto Evi Nur Cahya Fatian, Ceryl Amin Fauzia Sonia, Fauzia Fayiz, Naufal Muhammad Fikhoir, Yalim Firdaus, Adam Wahyu Francsdito, Muhammad Geraldine, Monica Odelya Ghafara, Abdan Izzan Gunawan Prayitno hari siswoyo Harimurti Harimurti Heri Suprijanto Holyness Nurdin Singadimedja Irene Dhian Andriawati, Irene Dhian Iskandar Iskandar Jadfan Sidqi Fidari Jalaludin, Muhammad Satia Karin, Indriana Vaninda Komala Candra, Yoggi Fracasnofa Lily Montarcih Limantara Linda Prasetyorini Lisyahadah, Annida M. Janu Ismoyo M. Latiefudin Taruna Pratama Manalu, Marchell Geovande Maskur Efendi, Maskur Maulida, Diah Fitri Mayang Wigayatri Mey Wahyuningdyah mikail Adhi, mikail Milleanisa, Khofifah Endar Moch. Sholichin, Moch. Moh. Sholichin Mohammad Bisri Mohammad Taufiq Muammar, Adhitya Zein Mudinillah, Adam Muhammad Amar Sajali Muhammad Ruslin Anwar Muhammad, Dien Azmi Murdhianti, Ari Murdhianti, Ari Nabila, Naufa Tasha Nadjadji Anwar Nindya Sari Nisa Andan Restuti, Nisa Andan Nurwijayanti oktanti, vita Pangestu, Ihsan Dwi Pradany, Ahmad Dwiki Pradoko Indra Purwanto Pramana, Fabian Raditya Pratama, Muhammad Rizky Pratiwi, Tami Prima Hadi Wicaksono Putra, Damarendro Wihandaru Putra, Galih Rizam Pratama Putri, Laily Amalia Rachmanda, Valdi Cahya Rachmawati, Ratu Anita Rahmah Dara Lufira Ramadhan, Yudhistira Akbar Zulfikar Ridayani, Aline Tabina Rini Wahyu Sayekti Riska Karunia Ellanda Rispiningtati Rispiningtati Riwin Andono Riyanto Haribowo Rizal Rizal Rizka Aditya Rachman Runi Asmaranto Runi Asmaranto Sandy, Dina Yunita Saputro, Robert Agung Saranani, Muh. Rivan Sasongko, Yufintra Prasetya Sholichin, Moh Siregar, Muhammad Rafi Sisno, Suhardjono Sodikin, Wahlul Suhardjono Suhardjono Suhartanto, Ery Sulthon Arsyad Aifudin Sumiadi Suprijanto, Heri Suwanto Marsudi Syafiq, Gilang Syah Putra, M. Raihan Ussy Andawayanti vania, clarizka Very Dermawan Very Dermawan Viari Djajasinga Wahlul Sodikin Wahyu Prasetyo Wahyu Sejati Wahyudi, Aqsha Prahitna Wicaksono, Dadang Teguh Wicaksono, Prima Hadi Widandi Soetopo Widandi Soetopo Wijaya, Andrian Ahmad Wijayanto, Achsin Win Haliem Winarta, Bambang Wiwik Widyaningsih Wiwin Sri Rahayu Yahya, Irsyad Musthofa Yudha Tantra Ahmadi