Claim Missing Document
Check
Articles

Analisis Prediksi Debit Sungai Amprong Dengan Model Arima (Autoregressive Integrated Moving Average) Sebagai Dasar Penyusunan Pola Tata Tanam Wiwin Sri Rahayu; Pitojo Tri Juwono; Widandi Soetopo
Jurnal Teknik Pengairan: Journal of Water Resources Engineering Vol. 10 No. 2 (2019)
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.pengairan.2019.010.02.04

Abstract

An accurate determination of water availability in the 10-day period of the Amprong River has an important role in the planting system to support the agricultural production process in DI. Kedungkandang, because if the availability of water is not precisely determined, there will be an error in regulating irrigation water and its use is not as expected. To overcome these problems, an analysis system is needed that is able to make predictions well. One of the time series models is the ARIMA (Autoregressive Intregated Moving Average) model. The model was built by 9 period discharge data, namely 2008/2009 until 2016/2017, to predict the discharge of period 2017/2018. Of the ten tentative models obtained, there are only five models that are worth using. The best model is the ARIMA model (2,0,1) (1,2,1) 36 with the value of MSE = 22,90; KR = 6.00; MSD = 8.05; MAD = 2.04; MAPE = 18.53 and MPE = -8.98. In second crop season the crop intensity of paddy increased from 55.79% to 64.50%, and the production of GBK increased by 13.50%. While the third crop season paddy crop intensity increased from 37.22% to 49.99%, and GBK production increased by 25.54%.
Studi Alternatif Penjadwalan Pelaksanaan Pekerjaan Bangunan Utama (Main Dam) Dan Pengelak/Terowongan Bendungan Ladongi, Kec. Ladongi, Kab. Kolaka Timur, Prov. Sulawesi Tenggara Menggunakan Microsoft Project Manager 2016 Pangestu, Ihsan Dwi; Pitojo Tri Juwono; Jadfan Sidqi Fidari
Jurnal Teknologi dan Rekayasa Sumber Daya Air Vol. 3 No. 2 (2023): Jurnal Teknologi dan Rekayasa Sumber Daya Air (JTRESDA)
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jtresda.2023.003.02.035

Abstract

Dalam suatu pekerjaan terutama pada proyek pekerjaan Bendungan pasti memiliki batasan waktu dan biaya yang telah di tentukan, maka dari itu dibutuhkan perencanaan manajemen konstruksi untuk mengatasi masalah yang terjadi pada suatu pekerjaan. Pada studi ini penulis bertujuan untuk menganalisa penjadwalan pada proyek Bendungan Ladongi pada pekerjaan Main Dam dan Pengelak dengan menggunakan program Microsot Project 2016. Alternatif utama yang di gunakan ialah dengan penambahan jam kerja dan penambahan alat berat, di sertai dengan beberapa metode yaitu PERT (Program Evaluation Review Technique), CPM (Crictical Path Method) dan Gannt Chart. Metode berikut merupakan metode yang dapat mempermudah analisa alternatif dan data pekerjaan dalam program. Data dari Kontraktor yang merupakan analisa untuk pekerjaan yang berupa data perencanaan, data harga satuan, dan data kontrak. Output dari alternatif adalah kurva S dengan bantuan program untuk mempermudah perbandingan antara penambahan durasi jam kerja dan jumlah alat berat. Hasil analisa pada studi ini di dapatkan durasi normal proyek selama 1410 hari. Hasil optimal dari alternatif adalah dengan menggunakan alternatif penambahan jam kerja dengan penurunan rencana anggaran biaya sebesar 1,89% dan mengalami percepatan durasi sebesar 13.48%.
Studi Perencanaan Manajemen Pelaksanaan Penjadwalan Pengembangan Jaringan Distribusi Air Dan Sambungan Rumah (Sr) Desa Warungdowo Kabupaten Pasuruan Provinsi Jawa Timur Alamsyah, Muh Arsyil; Pitojo Tri Juwono; Evi Nur Cahya
Jurnal Teknologi dan Rekayasa Sumber Daya Air Vol. 3 No. 2 (2023): Jurnal Teknologi dan Rekayasa Sumber Daya Air (JTRESDA)
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jtresda.2023.003.02.056

Abstract

Dalam pembangunan infrastruktur diperlukan manajemen konstruksi sebagai cara agar proyek berjalan dan mencapai hasil waktu, biaya, dan mutu yang terbaik. Penulisan studi ini bertujuan untuk menganalisa percepatan proyek pengembangan jaringan distribusi dan sambungan rumah (SR) Desa Warungdowo Kecamatan Pohjentrek Kabupaten Pasuruan Provinsi Jawa Timur menggunakan Microsoft Project Manager 2016. Data didapat akan digunakan untuk perhitungan perbandingan dua alternatif analisis yang berbeda yaitu penambahan jam kerja dan penambahan alat berat dalam optimalisasi pengerjaan proyek. Setelah analisis dilakukan didapatkan percepatan alternatif Pembangunan infrastruktur proyek pengembangan jaringan distribusi dan sambungan rumah (SR) Desa Warungdowo Kecamatan Pohjentrek Kabupaten Pasuruan Provinsi Jawa Timur, didapatkan hasil metode yang dapat mempercepat waktu serta meminimalisir biaya adalah alternatif penambahan jam kerja. Dari durasi awal pengerjaan proyek selama 150 hari turun 16% sehinga menjadi 126 hari, dengan penurunan biaya sebesar 1,84%. In infrastructure development, construction management is needed as a way for projects to run and achieve the best time, cost, and quality results. The writing of this study aims to analyze the acceleration of the project to develop a distribution network and house connection (SR) Warungdowo Village, Pohjentrek District, Pasuruan Regency, East Java Province, using Microsoft Project Manager 2016. The data obtained will be used for comparative calculations of two different alternative analyses, namely the addition of working hours and the addition of heavy equipment in optimizing project work. After the analysis was carried out, an alternative acceleration was obtained for the development of infrastructure for the distribution network development and house connection (SR) project Warungdowo Village, Pohjentrek District, Pasuruan Regency, East Java Province, the results of methods that can speed up time and minimize costs are alternatives to increasing working hours. From the initial duration of project work for 150 days decreased by 16% to 126 days, with a cost decrease of 1.84%.
Mitigasi Dampak Hidrologi dan Hidrolika Akibat Pelaksanaan Pembangunan Rumah Pompa Ancol Sentiong Francsdito, Muhammad; Pitojo Tri Juwono; Ery Suhartanto
Jurnal Teknologi dan Rekayasa Sumber Daya Air Vol. 3 No. 2 (2023): Jurnal Teknologi dan Rekayasa Sumber Daya Air (JTRESDA)
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jtresda.2023.003.02.052

Abstract

Rumah pompa Ancol Sentiong fungsi utamanya adalah sebagai pengendali banjir, yang ditimbulkan oleh hujan dengan intensitas yang tinggi serta banjir rob yang kerap terjadi di sekitaran daerah Jakarta utara tersebut. Masalah yang timbul dari tahun ke tahun adalah Banjir oleh intensitas hujan yang tinggi dan banjir rob itu sendiri. Banjir rob disebabkan peristiwa naiknya permukaan laut atau air laut ke daratan yang disebabkan oleh air laut pasang. maka, air laut yang naik ke permukaan, kemudian menyebabkan daerah di sekitarnya jadi tergenang dan banjir. Maka dari itu, pembahasan dalam tugas akhir ini akan mengarah mitigasi Hidrologi dan Hidrolika dalam pembangunan rumah pompa Ancol Sentiong seperti luapan yang terjadi akibat penyempitan dari proyek pembangunan rumah pompa tersebut dan arah aliran dari kali Sentiong menuju kali Ancol untuk mengetahui potensi gerusan yang terjadi pada penimbunan saat pembangunan rumah pomp aitu sendiri. Dibutuhkan pemodelan HEC-RAS dan HEC-HMS untuk menganalisa luapan yang akan terjadi dan serta arah aliran dari kali Sentiong menuju kali Ancol. HEC-RAS merupakan program aplikasi untuk memodelkan aliran satu dimensi di sungai atau saluran, River Analysis System (RAS), HEC-RAS digunakan untuk memodelkan air yang mengalir melalui sistem saluran terbuka dan menghitung profil permukaan air. HEC-RAS menemukan aplikasi komersial tertentu dalam pengelolaan dataran banjir dan studi untuk mengevaluasi perambahan jalur banjir. Beberapa kegunaan tambahan adalah desain dan analisis jembatan dan gorong-gorong, studi tanggul, dan studi modifikasi saluran. Ini dapat digunakan untuk analisis luapan yang terjadi pada sungai, meskipun metode pemodelan lain saat ini lebih diterima secara luas untuk tujuan ini. Perangkat lunak ini dapat melakukan model 1D dan 2D untuk menggambarkan setiap kondisi yang terjadi pada sistem jaringan sungai. Maka dari itu penggunaan dari HEC-RAS dapat menganalisa seperti titik luapan yang terjadi yang diakibatkan oleh tingginya curah huajn pada aliran kali Ancol dan kali Sentiong, serta mengetahui arah aliran atau pergerusan dari aliran kali Ancol dan kali Sentiong. Untuk mengetahahui titik luapan dan analisa arah aliran, maka diperlukan data-data seperti data hidrologi seperti data curah hujan, data pengamatan pasang surut, potret udara dan data-data pendukung untuk menjalankan analisa HEC-RAS tersebut. Dari pihak BBWS Ciliwung Cisadane telah melakukan berbagai upaya untuk meminimalisir terjadinya Banjir yang diakibatkan oleh hujan dan banjir rob, serta perencanaan struktur yang lebih kuat karena kondisi terkiat. Maka dari itu solusi dari penangganan dari permasalahan tersebut dibangun rumah pompa Ancol Sentiong. Pada studi ini digunakan Kali Ancol dan Kali Sentiong, Jakarta Utara, DKI Jakarta sebagai lokasi studi. Terdapat 2 pos stasiun hujan pada lokasi studi, yaitu Cawang dan Kemayoran. Sebelum memasuki tahap analisis validasi, dilakukan uji kualitas data terlebih dahulu berupa uji konsistensi (Kurva Masa Ganda dan RAPS) serta uji stasioner (Uji-F dan uji-t). Data curah hujan dari pos stasiun hujan ditransformasikan menjadi data curah hujan wilayah terlebih dahulu dengan menggunakan metode Poligon Thiessen. Lalu dilanjutkan dengan analisis frekuensi, analisis frekuensi menggunakan 3 metode, yakni Metode Normal, Metode Log Pearson III dan Metode Gumbel. Setelah analisis frekuensi maka selanjutnya menganalisa Uji Chi-Square dan Uji Smirnov dan Kolmogrov. Setelah mendapatkanmetode distribusi yang diterima, maka dilanjutkan dengan menghitung curah hujan rencana dengan metode monobe dengan durasi 6 jam. Setelah mendapatkan hasil distrubusi hujan awal, maka dapat dilanjutkan dengan melakukan simulasi debit hidrologi pada HEC-HMS untuk mendapatkan debit agar bisa melakukan simulasi hidrolika pada HEC-RAS, hasil yang diharapkan dapat menentukan daerah berpotensi luapan dan arah aliran pada Kali Sentiong dan Kali Ancol.
Studi Penjadwalan Pelaksanaan Pembangunan Proyek Penanganan Pasca Bencana Banjir Bandang di Kecamatan Bumiaji Kota Batu Devi, Agung Ayu Gayatri; Pitojo Tri Juwono; Evi Nur Cahya
Jurnal Teknologi dan Rekayasa Sumber Daya Air Vol. 3 No. 2 (2023): Jurnal Teknologi dan Rekayasa Sumber Daya Air (JTRESDA)
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jtresda.2023.003.02.059

Abstract

Bencana banjir bandang yang sempat melanda Kecamatan Bumiaji, Kota Batu pada tanggal 4 November 2021 pukul 14.00, sehingga mengakibatkan kerusakan talud dan alur sungai pada Sungai Kricik. Menanggapi hal tersebut, maka diperlukan adanya penanganan terutama pada pengamanan tebing dan saluran. Namun, dalam penanganan proyek ini sempat terjadi keterlambatan dikarenakan beberapa faktor. Oleh karena itu, tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengoptimalkan waktu, sumber daya, dan alat berat yang digunakan dengan biaya proyek yang paling efisien dengan menggunakan aplikasi Microsoft Project. Salah satu pendekatan yang digunakan adalah dengan meningkatkan durasi jam kerja dan jumlah alat berat yang digunakan. Permasalahan ini dianalisis melalui evaluasi jadwal pekerjaan, dengan solusi alternatif yang fokus pada percepatan proyek melalui peningkatan penggunaan alat berat dan jam kerja. Hasil analisis menunjukkan bahwa durasi normal proyek adalah 122 hari kerja. Melalui penjadwalan alternatif yang paling optimal, yaitu dengan penambahan durasi jam kerja, rencana anggaran biaya dapat dikurangi sebesar Rp. 1.146.214.952 atau 3,06%, dan durasi proyek dapat dipercepat selama 3 hari atau 2,52%. A flash flood occurred in Bumiaji Subdistrict, Batu City on November 4, 2021 at 14:00, causing damage to the embankment and river channel of the Kricik River. To address this situation, it is essential to take action, particularly in securing the cliffs and channels. However, there were delays in implementing this project due to various factors. Consequently, the aim of this study is to optimize the project's time, resources, and heavy equipment usage while achieving the most cost-efficient outcome using the Microsoft Project application. One strategy employed involves extending the working hours and increasing the number of heavy equipment used. The problem was analyzed by evaluating the project schedule, and alternative solutions were proposed to expedite the project by maximizing the utilization of heavy equipment and working hours. The analysis revealed that the normal project duration was 122 working days. By implementing the most optimal alternative schedule, which includes extending the working hours, the planned budget can be reduced by Rp. 1,146,214,952 or 3.06%, and the project duration can be shortened by 3 days or 2.52%.
Analisa Stabilitas Lereng pada Bendungan Manggar di Kota Balikpapan Wicaksono, Dadang Teguh; Pitojo Tri Juwono; Evi Nur Cahya
Jurnal Teknologi dan Rekayasa Sumber Daya Air Vol. 4 No. 1 (2024): Jurnal Teknologi dan Rekayasa Sumber Daya Air (JTRESDA)
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jtresda.2024.004.01.025

Abstract

Bendungan Manggar adalah bendungan tipe urugan tanah homogen yang dilengkapi dengan chimney drain yang dihubungkan dengan horizontal blanket drain. Puncak bendungan diperkeras dengan paving beton dan pada tahun 2019/2020 puncak bendungan dipekeras dengan aspal, lereng hulu diberi perlindungan blok beton (semula didesain dengan rip-rap batu) dan lereng hilir dilindungi dengan gebalan rumput dan sistem drainasi permukaan. Pada tumpuan kanan, saat penggalian pondasi bendungan ditemukan adanya lapisan pasir halus sehingga galian pondasi dibuat menjorok masuk kedalam bukit tumpuan. Karena lapisan pasir halus cukup tebal dan tidak dapat dibuang seluruhnya, untuk menghindarkan terjadinya rembesan yang berlebihan, lereng hulu bendungan dipasang blanket kedap air dari tanah lempung. Penentuan besaran gempa desain bendungan mengikuti pedoman pada “Pedoman Pd- T- 14-2004 A” Analisa Stabilitas Bendungan Urugan akibat Gempa dimulai dengan menentukan faktor risiko keamanan bendungan. Stabilitas terhadap aliran filtrasi dengan SEEP/W menunjukkan debit rembesan, gejala buluh, dan gejala sembulan aman. Stabilitas lereng metode Bishop dengan SLOPE/W menunjukkan kondisi statis, OBE 100, dan MDE 5000 aman
Analisis Banjir Akibat Keruntuhan Bendungan Ameroro Kabupaten Konawe Sulawesi Tenggara Dengan Menggunakan Aplikasi HEC-RAS Saranani, Muh. Rivan; Pitojo Tri Juwono; M. Amar Sajali
Jurnal Teknologi dan Rekayasa Sumber Daya Air Vol. 4 No. 1 (2024): Jurnal Teknologi dan Rekayasa Sumber Daya Air (JTRESDA)
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jtresda.2024.004.01.034

Abstract

Bendungan Ameroro merupakan tipe bendungan urugan tanah yang berada di Kabupaten Konawe, provinsi Sulawesi Tenggara. Bendungan ini berpotensi menyebabkan bencana besar jika mengalami keruntuhan bendungan. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui besarnya debit banjir rancangan maksimum, pemetaan kedalaman daerah genangan banjir, dan klasifikasi tingkat bahaya risiko bencana pada wilayah yang terdampak akibat terjadinya keruntuhan Bendungan Ameroro dengan menggunakan aplikasi HEC-RAS. Hasil analisis menunjukkan debit banjir maksimum PMF dari metode HSS Nakayasu sebesar 1583,480 m3/dtk, maka dilakukan simulasi keruntuhan bendungan akibat overtopping dan piping menggunakan HEC-RAS. Hasil simulasi keruntuhan tersebut didapatkan luas genangan banjir pada kondisi overtopping seluas 102,075 km2 dengan kedalaman banjir maksimum 29,94 m. Pada kondisi piping atas pada bagian hilir luasan banjir seluas 87,227 km2, kondisi piping tengah terdapat luasan banjir seluas 86,720 km2, dan kondisi piping bawah terdapat luasan banjir seluas 86,667 km2. Hasil analisis klasifikasi tingkat bahaya akibat keruntuhan Bendungan Ameroro diklasifikasikan sebagai zona bahaya tingkat tinggi dengan jarak jangkauan banjir 5-20 km dari bendungan.
Analisis Banjir Akibat Keruntuhan Bendungan Semantok Menggunakan Aplikasi HEC-RAS Karin, Indriana Vaninda; Pitojo Tri Juwono; M. Amar Sajali
Jurnal Teknologi dan Rekayasa Sumber Daya Air Vol. 4 No. 1 (2024): Jurnal Teknologi dan Rekayasa Sumber Daya Air (JTRESDA)
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jtresda.2024.004.01.041

Abstract

Bendungan Semantok yang berlokasi di Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur merupakan tipe bendungan urugan tanah. Bendungan Semantok dibangun dengan tujuan utama yaitu mengurangi dampak banjir yang terjadi di Kecamatan Rejoso dan mengatur aliran air berlebih pada musim hujan untuk mencegah terjadinya genangan. Selain fungsi tersebut, Bendungan Semantok juga memiliki potensi yang menyebabkan bencana besar apabila terjadi keruntuhan atau kegagalan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengestimasi debit banjir perancangan maksimal yang mungkin terjadi pada Bendungan Semantok, mengetahui peta dan pola sebaran kedalaman genangan banjir akibat keruntuhan Bendungan Semantok dengan aplikasi HEC-RAS, dan mengetahui klasifikasi tingkat bahaya yang disebabkan keruntuhan Bendungan Semantok. Berdasarkan hasil analisis, debit banjir maksimum PMF dari metode HSS Nakayasu adalah sebesar 1197,756 m3/dt. Langkah selanjutnya adalah menjalankan simulasi keruntuhan bendungan menggunakan aplikasi HEC-RAS dengan skenario overtopping dan piping. Hasil simulasi keruntuhan tersebut didapatkan luas sebaran banjir terbesar pada kondisi overtopping qcc akibat keruntuhan Bendungan Semantok yaitu seluas 72,29 km2 dengan ketinggian banjir maksimum 13,54 m. Berdasarkan hasil analisis klasifikasi tingkat bahaya banjir akibat keruntuhan Bendungan Semantok diklasifikasikan zona bahaya tingkat tinggi.
Studi Manajemen Proyek Pembangunan Main Dam pada Bendungan Bulango Ulu dengan Metode Fasttrack dan Crashing Eliana Renate Simanungkalit; Pitojo Tri Juwono; Evi Nur Cahya
Syntax Idea 2998-3011
Publisher : Ridwan Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46799/syntax-idea.v6i7.4002

Abstract

Pembangunan Bendungan Bulango Ulu yang terletak di Sungai Mongiilo, Desa Tuloa, Kecamatan Bulango Utara, Kabupaten Bone Bolango, Provinsi Gorontalo merupakan salah satu upaya penanganan yang dilakukan pemerintah daerah untuk mengatasi permasalahan banjir di Provinsi Gorontalo. Proyek pembangunan Main Dam pada Bendungan Bulango Ulu merupakan proyek perekayasaan yang berskala besar. Pada proyek pembangunannya banyak aktivitas, biaya, sumber daya dan instansi maupun individu yang terlibat di dalamnya, untuk itu diperlukan penjadwalan proyek yang baik. Sampai saat ini pelaksanaan pembangunan Bendungan Bulango Ulu masih dalam tahap pelaksanaan. Diperlukan adanya suatu metode pengaturan untuk mengkoordinasikan kegiatan, sumber daya, dan pihak-pihak yang terlibat di dalamnya, agar proyek dapat mencapai waktu, biaya dan kualitas secara optimal. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menghasilkan alternatif penjadwalan yang lebih baik serta pengelolaan proyek secara menyeluruh termasuk manajemen sumber daya dan durasi kerja. Alternatif yang dilakukan pada studi ini adalah Fasttrack dan Crashing penambahan jam lembur. Hasil yang didapatkan berupa kurva S, waktu dan jumlah kebutuhan sumber daya yang akan dievaluasi kembali serta dipilih alternatif mana yang paling optimal. Berdasarkan hasil optimasi menggunakan alternatif Fasttrack didapat efektivitas durasi sebesar 6,9% dengan efisiensi biaya 0,21% dari biaya kontrak, sedangkan dengan alternatif Crashing penambahan jam lembur didapat efektivitas durasi 3,6% dengan efisiensi biaya 2,46% dari biaya kontrak
Studi Manajemen Konstruksi Bangunan Spillway dan Intake pada Bendungan Bulango Ulu Provinsi Gorontalo Menggunakan Metode Fasttrack dan Crashing Dharyatiputri, Jihan Faradillah; Juwono, Pitojo Tri; Cahya, Evi Nur
Jurnal Talenta Sipil Vol 7, No 2 (2024): Agustus
Publisher : Universitas Batanghari Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33087/talentasipil.v7i2.573

Abstract

The construction of the Bulango Ulu Dam consists of several stages of work involving many resources, both human, material, and heavy equipment. Therefore, good construction management is needed so that project can be completed on time, cost efficiently, and good quality. This research was conducted with the aim of knowing which method is optimal in accelerating the Bulango Ulu Dam project. In this study, rescheduling is carried out with 2 project acceleration optimization methods, namely the fasttrack and crashing methods. The fasttrack method is done by changing the work dependency logic of the work on the critical path. While the crashing method is done by adding overtime for 2 hours per day to the work on the critical path as well. After optimizing the project, there were changes in term of cost and duration. In the fasttrack method, it has a cost efficiency of 0,26% and a duration effectiveness of 5,90%. While the crashing method has a cost efficiency of 1,27% and duration effectiveness of 4,46%. Based on the research conducted, the fasttrack method has a superior duration effectiveness than the crashing method which is 5,90%. While in terms of cost efficiency, the crashing method is superior to the fasttrack method by 1,27%.
Co-Authors -, Muhammad Fahmi Adhitya Zein Muammar Adityawitari, Fadhilah Filzah Agus Indarto Alamsyah, Muh Arsyil Alex Wahyu Kesuma alfredo, moch Andre Primantyo H Andre Primantyo Hendrawan Anggara Cahyo Wibowo Anggraini, Fauziah Rahmawanti Aniek Masrevaniah Asmaranto, Runi Atikah, Dewi Ayu Pratama Putri, Ayu Pratama Ayu, Mirsa Azmi, Muhammad Nur AZWAR, HAFIDH BURHAN Bahreisy, Arzil Abdillah Bambang Pramujo, Bambang Bayu Wicaksono cristina Dwi, cristina Daffa Muhammad Faeyza Damarnegara, A. A. N Satria Danang, Kiswanto - Dediek Isqak Devi, Agung Ayu Gayatri Dharyatiputri, Jihan Faradillah Diah Fitri Maulida Dian Dinanti Dian Sisinggih Dian Sisinggih Dwi Priyantoro Eko Suryo Pranoto Eliana Renate Simanungkalit Emma Yuliani Erdwyansa, Richard Eric Virgiawan Aryadi Ery Suhartanto Evi Nur Cahya Fauzia Sonia, Fauzia Fayiz, Naufal Muhammad Fikhoir, Yalim Firdaus, Adam Wahyu Francsdito, Muhammad Geraldine, Monica Odelya Ghafara, Abdan Izzan Gunawan Prayitno hari siswoyo Harimurti Harimurti Heri Suprijanto Holyness Nurdin Singadimedja Irene Dhian Andriawati, Irene Dhian Irsyad Musthofa Yahya Iskandar Iskandar Jadfan Sidqi Fidari Jalaludin, Muhammad Satia Karin, Indriana Vaninda Komala Candra, Yoggi Fracasnofa Lily Montarcih Limantara Linda Prasetyorini Lisyahadah, Annida M. Janu Ismoyo M. Latiefudin Taruna Pratama Manalu, Marchell Geovande Maskur Efendi, Maskur Mayang Wigayatri Mey Wahyuningdyah mikail Adhi, mikail Milleanisa, Khofifah Endar Moch. Sholichin, Moch. Moh. Sholichin Mohammad Bisri Mohammad Taufiq Mudinillah, Adam Muhammad Amar Sajali Muhammad Ruslin Anwar Muhammad, Dien Azmi Murdhianti, Ari Murdhianti, Ari Nabila, Naufa Tasha Nadjadji Anwar Nindya Sari Nisa Andan Restuti, Nisa Andan Nurwijayanti oktanti, vita Pangestu, Ihsan Dwi Pradany, Ahmad Dwiki Pradoko Indra Purwanto Pramana, Fabian Raditya Pratama, Muhammad Rizky Pratiwi, Tami Prima Hadi Wicaksono Putra, Damarendro Wihandaru Putra, Galih Rizam Pratama Putri, Laily Amalia Rachmanda, Valdi Cahya Rahmah Dara Lufira Ramadhan, Yudhistira Akbar Zulfikar Ratu Anita Rachmawati Ridayani, Aline Tabina Rini Wahyu Sayekti Riska Karunia Ellanda Rispiningtati Rispiningtati Riwin Andono Riyanto Haribowo Rizal Rizal Rizka Aditya Rachman Runi Asmaranto Runi Asmaranto Runi Asmaranto Sandy, Dina Yunita Saputro, Robert Agung Saranani, Muh. Rivan Sasongko, Yufintra Prasetya Sholichin, Moh Siregar, Muhammad Rafi Sisno, Suhardjono Sodikin, Wahlul Suhardjono Suhardjono Suhartanto, Ery Sulthon Arsyad Aifudin Sumiadi Suprijanto, Heri Suwanto Marsudi Syafiq, Gilang Syah Putra, M. Raihan Ussy Andawayanti vania, clarizka Very Dermawan Very Dermawan Viari Djajasinga Wahyu Prasetyo Wahyu Sejati Wahyudi, Aqsha Prahitna Wicaksono, Dadang Teguh Wicaksono, Prima Hadi Widandi Soetopo Widandi Soetopo Wijaya, Andrian Ahmad Wijayanto, Achsin Win Haliem Winarta, Bambang Wiwik Widyaningsih Wiwin Sri Rahayu Yudha Tantra Ahmadi