Claim Missing Document
Check
Articles

Studi Penjadwalan Pelaksanaan Pembangunan Bendung Boreng Kabupaten Lumajang dengan Menggunakan Microsoft Project Manager 2016 Bahreisy, Arzil Abdillah; Juwono, Pitojo Tri; Dermawan, Very
Jurnal Teknologi dan Rekayasa Sumber Daya Air Vol. 1 No. 2 (2021): Jurnal Teknologi dan Rekayasa Sumber Daya Air (JTRESDA)
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jtresda.2021.001.02.09

Abstract

Fase proyek dari perencanaan teknis hingga implementasi pembangunan bendung ini, diperlukan suatu manajemen konstruksi yang mempengaruhi kualitas dan kuantitas proyek. Penerapan manajemen konstruksi baik perkiraan jadwal maupun biaya sangat bermanfaat, karena dapat memberikan peringatan dini mengenai hal-hal yang mungkin akan terjadi pada masa pelaksanaan nantinya. Tujuan skripsi ini adalah melakukan studi tentang penjadwalan pembangunan bendung boreng kabupaten Lumajang dengan menggunakan Microsoft Manager 2016 sebagai aplikasi untuk menunjang proses dan tahapan penjadwalan nantinya. Untuk melakukan studi ini dibuatlah alternatif dengan cara menambah sumber daya setelah optimasi. Evaluasi tersebut mencakup berapa besar biaya dan kebutuhan sumber daya.Metode penggunaan data dalam studi menggunakan data sekunder seperti data kontrak dan data teknis bendung yang diperoleh dari konsultan perencana. Setelah data tersebut dilakukan analisis dengan menghitung alat produktivitas yang digunakan, menganalisis analisis tugas, Rencana menganalisis Anggaran, menentukan durasi pekerjaan, analisa kebutuhan sumber daya, menentukan ketergantungan waktu, membuat jadwal proyek, melakukan analisa percepatan, melakukan perbandingan antara penjadwalan dan biaya yang ada baik sebelum percepatan maupun setelah percepatan. Dari hasil penelitian, bendung yang direncanakan dengan Anggaran biaya konstruksi pembangunan bendung Boreng dan bronjong direncanakan sebesar Rp. 7.946.579.907,42.Menurut hasil evaluasi pada pekerjaan normal dengan waktu pelaksanaanya selama (126 hari) dengan biaya sebesar Rp. 7.446.004.652,38. Dan terdapat perbedaan dari hasil setelah optimasi dengan menambah sumber daya dengan waktu pelaksanaan selama (104 hari) dengan biaya sebesar Rp. Rp. Rp. 7.447.716.619,23. mengalami percepatan waktu selama 22 hari dengan efisiensi waktu 17,46% dari waktu normal dengan kenaikan biaya sebesar Rp. 1.711.966,85 dari anggaran waktu normal. 46% dari waktu normal dengan kenaikan biaya sebesar Rp. 1.711.966,85 dari anggaran waktu normal. 46% dari waktu normal dengan kenaikan biaya sebesar Rp. 1.711.966,85 dari anggaran waktu normal.
Analisa Keruntuhan Bendungan Kering Ciawi Menggunakan Program HEC-RAS dan InaSAFE Pramana, Fabian Raditya; Juwono, Pitojo Tri; Asmaranto, Runi
Jurnal Teknologi dan Rekayasa Sumber Daya Air Vol. 1 No. 2 (2021): Jurnal Teknologi dan Rekayasa Sumber Daya Air (JTRESDA)
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jtresda.2021.001.02.16

Abstract

Dam is a structure built across a stream to retain water for the purpose of water supply, irrigation, hydropower, and flood control. Beside the high benefits, dams are also a potential threat to public safety, which is dam break/dam failure. The purpose of this study was to discover various scenarios of dam break at Ciawi Dam, with the main modes of failure have been identified as piping or overtopping. Ciawi dam break are modeled and analyzed using HEC-RAS v5.0.7 based on available geometry data. After that, based on regional population data, the economic loss calculated using InaSAFE. The simulation results showed that the Probable Maximum Flood (PMF) with a peak discharge of 1845,867 m3/s did not generate an overtopping scenario. From the analysis of 2-D simulation in HEC-RAS, the Ciawi dam break due to piping at Probable Maximum Flood (PMF) has a maximum water depth of 46,419 m with the area of inundation covers 108,04 km2. Those numbers imply that Ciawi Dam break classified as a high-hazard category.
Analisa Keruntuhan Bendungan Salomekko Kabupaten Bone Dengan Menggunakan Aplikasi Zhong Xing HY21 Ayu, Mirsa; Juwono, Pitojo Tri; Asmaranto, Runi
Jurnal Teknologi dan Rekayasa Sumber Daya Air Vol. 1 No. 2 (2021): Jurnal Teknologi dan Rekayasa Sumber Daya Air (JTRESDA)
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jtresda.2021.001.02.29

Abstract

Bendungan Salomekko terletak di Dukuh Salomekko Desa Ulu Balang, Kecamatan Salomekko, Kabupaten Bone, Provinsi Sulawesi Selatan yang memiliki fungsi utama untuk menyediakan air bagi kebutuhan irigasi pertanian seluas 1722 Ha. Bendungan Salomekko disamping memiliki manfaat juga menyimpan potensi bahaya, yaitu apabila bendungan runtuh. Oleh karena itu, dibutuhkan analisa keruntuhan bendungan Bendungan Salomekko yang diasumsikan akibat overtopping dan pipping  menggunakan aplikasi Zhong Xing HY21. Bedasarkan hasil simulasi melalui aplikasi Zhong Xing HY21, keruntuhan akibat overtopping merupakan peyebab keruntuhan Bendungan Salomekko yang menimbulkan dampak paling besar dengan debit banjir rancangan PMF sebesar 753,862 m³/det dan luas genangan 15,694 km2 dengan tinggi genangan maksimum 7,759 m. Keruntuhan Bendungan Salomekko mengakibatkan 11 desa terdampak pada bagian hilir bendungan dengan jumlah penduduk terkena resiko 2565 jiwa.
Studi Manajemen Konstruksi Proyek Rehabilitasi Bendungan Simo di Kabupaten Grobogan dengan Menggunakan Program Microsoft Project Manager 2016 Rizal, Rizal; Juwono, Pitojo Tri; Haribowo, Riyanto
Jurnal Teknologi dan Rekayasa Sumber Daya Air Vol. 2 No. 1 (2022): Jurnal Teknologi dan Rekayasa Sumber Daya Air (JTRESDA)
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jtresda.2022.002.01.03

Abstract

Penerapan manajemen konstruksi baik penjadwalan maupun biaya sangat bermanfaat, karena dapat memberikan peringatan dini akan hal-hal yang mungkin akan terjadi pada masa pelaksanaan pekerjaan. Tujuan penulisan skripsi ini adalah melakukan studi tentang manajemen konstruksi proyek rehabilitasi Bendungan Simo kabupaten Grobogan dengan menggunakan Microsoft Manager 2016. Untuk melakukan studi ini dibuatlah alternatif dengan cara menambah durasi jam kerja dan menambahkan sumber daya setelah optimasi. Metode pengumpulan data dalam studi ini menggunakan data sekunder seperti data kontrak dan data teknis bendungan yang diperoleh dari kontraktor pelaksana. Analisis dengan menghitung kebutuhan sumber daya, harga satuan pekerjaan, menganalisis rencana anggaran biaya, menentukan lamanya durasi pekerjaan dan logika ketergantungan, membuat time schedule proyek, melakukan analisa percepatan, melakukan perbandingan antara penjadwalan dan biaya yang ada baik sebelum percepatan maupun setelah percepatan. Dari hasil penjadwalan didapatkan, rencana anggaran biaya konstruksi sebesar Rp. 15.542.933.000,00 selama (240 hari). Terdapat perbedaan hasil setelah optimasi dengan menambah durasi jam kerja dengan durasi (200 hari) dan biaya sebesar Rp. 14.423.695.285,8. Mengalami percepatan waktu selama 40 hari dengan efisiensi waktu 16,67% dari waktu normal dengan penurunan biaya sebesar 1.119.237.700 dari anggaran waktu normal.
Analisa Keruntuhan Bendungan Gembong Di Kabupaten Pati Dengan Menggunakan Program Zhong Xing HY21 Milleanisa, Khofifah Endar; Asmaranto, Runi; Juwono, Pitojo Tri
Jurnal Teknologi dan Rekayasa Sumber Daya Air Vol. 1 No. 2 (2021): Jurnal Teknologi dan Rekayasa Sumber Daya Air (JTRESDA)
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jtresda.2021.001.02.43

Abstract

A dam is a structure built across a river to hold back water. Reservoirs created by dams not only suppress floods but also provide water for activities such as for water, irrigation, power generation, and flood control. But behind the benefits that can be obtained from dams, dams also have a large potential hazard in the form of the possibility of a dam break. The main causes of dam break are overtopping and pipping. So that analysis is needed related to dam break to minimize the impact. Based on the Zhong Xing HY21 software, the most severe impact of the break of the Gembong Dam was due to overtopping using the QInflow PMF design flood of 780,967 m3/s and resulted in an inundation area of 54,682 km2 with a maximum inundation height of 5,129 m. As a result of the break of the Gembong Dam, 37 villages downstream of the Gembong Dam were flooded. There are 80,819 people affected by this risk and it is stated that all affected villages are at the 4th hazard classification level or very high hazard. Bendungan adalah suatu struktur dibangun di sungai untuk menahan air. Waduk yang diciptakan oleh bendungan tidak hanya menekan banjir tapi juga menyediakan air untuk kegiatan seperti irigasi, pembangkit tenaga listrik, dan pengendali banjir. Namun di samping manfaatnya yang besar, pembangunan bendungan juga berpotensi membahayakan keselamatan masyarakat, yakni berupa keruntuhan bendungan. Penyebab utama dari keruntuhan bendungan adalah overtopping dan pipping. Sehingga diperlukan analisis terkait keruntuhan bendungan untuk meminimalisir dampak yang ditimbulkan. Berdasarkan software Zhong Xing HY21, dampak keruntuhan Bendungan Gembong yang paling parah disebabkan karena overtopping dengan menggunakan QInflow banjir desain PMF sebesar 780,967 m3/det dan menghasilkan luas genangan 54,682 km2 dengan tinggi genangan maksimum 5,129 m. Akibat keruntuhan Bendungan Gembong, 37 desa di hilir Bendungan Gembong terkena banjir. Terdadpat 80.819 jiwa penduduk terkena risiko tersebut dan dinyatakan bahwa seluruh desa terdampak berada pada tingkat klasifikasi bahaya ke-4 atau bahaya sangat tinggi.
Studi Manajemen Konstruksi Proyek Pembangunan Infrastruktur Pengendali Banjir Sungai Welang di Kota Pasuruan Komala Candra, Yoggi Fracasnofa; Juwono, Pitojo Tri; Cahya, Evi Nur
Jurnal Teknologi dan Rekayasa Sumber Daya Air Vol. 3 No. 1 (2023): Jurnal Teknologi dan Rekayasa Sumber Daya Air (JTRESDA)
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jtresda.2023.003.01.02

Abstract

The project must have a predetermined time and cost limit, therefore construction management is needed to overcome the problems that occur. Writing this study aims to analyze the acceleration of infrastructure development projects for flood control over the Welang River in Pasuruan City using the program. The main alternative to overcome the problem in this study is to increase the duration of working hours and add heavy equipment. In processing alternatives, they are assisted by using 3 methods, namely Gannt Chart, CPM (Critical Path Method), and PERT (Program Evaluation Review Technique). This method can facilitate the analysis of alternatives and work data in the program. The data used is secondary data sourced from implementing contractors such as planning data, unit price data, and contract data. An alternative analysis produces an S curve with help of a program to facilitate the comparison between the additional working hours and the number of heavy equipment. From the analysis results, the normal duration of the project is 165 days. The optimal result of the alternative scheduling is an increase in the duration of working hours with a decrease in the budget plan of 5,84% and an acceleration of work duration by 29,82%.Dalam proyek pasti memiliki batasan waktu dan biaya yang telah ditentukan, oleh karena itu dibutuhkan manajemen konstruksi untuk mengatasi masalah yang terjadi. Penulisan studi ini bertujuan untuk menganalisa percepatan proyek pembangunan infrastruktur pengendali banjir Sungai Welang di Kota Pasuruan dengan menggunakan program. Alternatif utama yang dilakukan untuk mengatasi masalah pada studi ini adalah dengan menambah durasi jam kerja dan penambahan alat berat. Dalam mengolah alternatif, dibantu menggunakan 3 metode yaitu Gannt Chart, CPM (Critical Path Method), dan PERT (Program Evaluation Review Technique). Metode tersebut dapat mempermudah analisa alternative dan data pekerjaan dalam program. Data analisa dari kontraktor pelaksana yaitu data perencanaan, data harga satuan, dan data kontrak. Analisa alternatif mengeluarkan kurva S dengan bantuan program untuk mempermudah perbandingan antara penambahan durasi jam kerja dan jumlah alat berat. Dari hasil analisa didapatkan, durasi normal proyek selama 165 hari. Hasil optimal dari alternatif penjadwalan adalah penambahan durasi jam kerja dengan penurunan rencana anggaran biaya sebesar 5,84% dan mengalami percepatan durasi pekerjaan sebesar 29,82%.
STUDI MANAJEMEN KONSTRUKSI REHABILITASI SALURAN IRIGASI MRICAN KABUPATEN JOMBANG DENGAN METODE FASTTRACK DAN CRASHING Firdaus, Adam Wahyu; Juwono, Pitojo Tri; Cahya, Evi Nur
Jurnal Teknologi dan Rekayasa Sumber Daya Air Vol. 3 No. 1 (2023): Jurnal Teknologi dan Rekayasa Sumber Daya Air (JTRESDA)
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jtresda.2023.003.01.23

Abstract

Rehabilitation activities aim to support the productivity of agriculture which functions as a guard for national food security. Rehabilitation activities cannot be separated from time and cost targets, so a good construction management analysis is needed to avoid delays. The purpose of this study is to overcome delays in rehabilitation activities by optimizing project scheduling using the acceleration method. In this study, two optimization methods can be carried out on the Mrican Irrigation Canal rehabilitation project. Two optimization methods that can be used are fasttrack and crashing methods. Fasttrack method is a method of doing two jobs simultaneously or in parallel which causes the productivity of workers per day to increase with a fixed number of workers and heavy equipment, to speed up the duration of the two jobs being carried out. The second way is to use the crashing method by increasing the number of resources where the addition of the number of resources is carried out only on activities that are on the critical path of the project so that it can accelerate the completion of the entire project. From the optimization results using the two methods, the results obtained in terms of time effectiveness of 8.63% and cost efficiency of 3.33% for the fasttrack method, while the effectiveness in terms of time is 10.66% and cost efficiency is 2.92% for crashing method.Kegiatan rehabilitasi bertujuan untuk menunjang suatu produktivitas bagi pertanian yang berfungsi sebagai penjaga ketahanan pangan nasional. Dalam kegiatan rehabilitasi tidak terlepas dari target waktu dan biaya, sehingga diperlukan analisa manajemen konstruksi yang baik agar tidak terjadi keterlambatan. Tujuan dari penelitian ini untuk mengatasi keterlambatan pada kegiatan rehabilitasi dengan mengoptimasi penjadwalan pada proyek menggunakan metode percepatan. Pada penelitian ini ada dua metode optimalisasi yang dapat dilakukan pada proyek rehabilitasi Saluran Irigasi Mrican. Dua metode optimalisasi yang dapat digunakan yaitu metode fasttrack dan crashing. Metode fasttrack yaitu metode dengan melakukan dua pekerjaan secara bersamaan atau paralel yang menyebabkan produktivitas pekerja per hari menjadi meningkat dengan jumlah tenaga kerja dan alat berat yang tetap, sehingga dapat mempercepat durasi dari dua pekerjaan yang dilakukan. Cara yang kedua adalah menggunakan metode crashing dengan melakukan penambahan jumlah sumberdaya dimana penambahan jumlah sumberdaya yang dilakukan hanya pada kegiatan-kegiatan yang ada pada lintasan kritis proyek sehingga dapat mempercepat penyelesaian dari keseluruhan proyek. Dari hasil optimasi dengan menggunakan dua metode tersebut didapatkan hasil efektivitas dari segi waktu sebesar 8,63% dan efisiensi biaya sebesar 3,33% untuk metode fasttrack, sedangkan efektivitas dari segi waktu sebesar 10,66% dan efisiensi biaya sebesar 2,92% untuk metode crashing.
Analisis Banjir Sungai Sesayap Malinau Kota Menggunakan Aplikasi Zhong Xing HY21 Fayiz, Naufal Muhammad; Juwono, Pitojo Tri; Asmaranto, Runi
Jurnal Teknologi dan Rekayasa Sumber Daya Air Vol. 3 No. 1 (2023): Jurnal Teknologi dan Rekayasa Sumber Daya Air (JTRESDA)
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jtresda.2023.003.01.27

Abstract

Rain with high intensity, which causes an overflow in the Sesayap river is one of causes of flooding. Overflow in Sesayap River also can be happened by many factors, which one is failed existing cross-section which cannot accommodate the existing water because the cross-sectional reservoir decreases and causes flooding, and also based on the Spatial Plan of Malinau Town, the area will be developed into a central office area and development integrated residential area in Malinau Town. Then, its importamt to analyze the flooding of the Sesayap River in Malinau Town using the Zhong Xing HY21. This analysis requires a hydrological analysis to earn design flood discharge. The method being use is the Nakayasu Synthesis Unit Hydrology with a Q50 year return period. After getting the design flood discharge, a flood propagation analysis was carried out using Zhong Xing HY21. The Results found that all villages were flooded with  flood area is 51.93 km2. Therefore, an Emergency Action Plan was made with a priority to evaluate the villages of Malinau Hulu, Pelita Kanaan, Malinau Town, Batu Lidung, Tanjung Keranjang, and Malinau Hilir.Hujan dengan intensitas yang tinggi, yang menyebabkan terjadinya luapan di sungai Sesayap merupakan salah satu penyebab terjadinya banjir. Terjadinya luapan di Sungai Sesayap disebabkan banyak faktor juga, salah satunya kegagalan penampang yang ada yang tidak bisa menampung air yang ada dikarenakan tampungan penampang terkurangi lalu banjir, dan juga berdasarkan rencana RTRW Malinau Kota, kawasan tersebut akan dikembangkan menjadi daerah pusat perkantoran dan pengembangan daerah pemukiman terpadu di Malinau Kota. Maka dari itu diperlukan analisis banjir Sungai Sesayap di Malinau Kota menggunakan Zhong Xing HY21. Analisis tersebut membutuhkan hidrologi pengalisisan untuk memperoleh debit banjir rencana. Penggunaan metodenya dengan Hidrologi Satuan Sintesis Nakayasu dengan Q50 th. Setelah mendapatakan debit banjir rancangan, maka dilakukan analisis rambatan banjir menggunakan Zzhong Xing HY21. Berdasarkan hasil analisis didapatkan seluruh desa tergenang banjir dengan total luasan banjir 51,93 km2. Maka dibuat Rencana Tindak Darurat dengan prioritas evkausai desa Malinau Hulu, Pelita Kanaan, Malinau Kota, Batu Lidung, Tanjung Keranjang, dan Malinau Hilir.
Analisis Banjir Sungai Remu Kota Sorong Papua Barat Menggunakan Aplikasi Zhong Xing HY21 Analysis of the Remu River Flood Sorong City West Papua Using the Zhong Xing HY21 Application Siregar, Muhammad Rafi; Asmaranto, Runi; Juwono, Pitojo Tri
Jurnal Teknologi dan Rekayasa Sumber Daya Air Vol. 3 No. 1 (2023): Jurnal Teknologi dan Rekayasa Sumber Daya Air (JTRESDA)
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jtresda.2023.003.01.40

Abstract

Curah hujan yang tinggi menyebabkan terjadinya luapan di Sungai Remu merupakan salah satu penyebab terjadinya banjir di Kota Sorong. Terjadinya banjir di sekitar Sungai Remu disebabkan banyak faktor juga, salah satunya perubahan tata guna lahan di bagian hulu yang mengalami perubahan menjadi lahan pertanian, dan juga kegagalan penampang yang ada tidak bisa menampung air yang menyebabkan banjir. Maka dengan adanya hal tersebut perlu dilakukan analisis rambatan banjir Sungai Remu menggunakan aplikasi Zhong Xing HY21. Analisis ini membutuhkan perhitungan hidrologi dan statistika untuk memperoleh debit banjir rencana. Penggunaan metodenya dengan Hidrologi Satuan Sintesis Nakayasu dengan Q25 th. Setelah mendapatkan debit banjir rancangan, kemudian dilakukan analisis rambatan banjir menggunakan aplikasi Zhong Xing HY21. Berdasarkan hasil analisis tersebut, didapatkan seluruh desa tergenang banjir dengan total luasan banjir 2.183 km2. Sehingga dibuatnya Rencana Tindak Darurat sangat penting dengan membuat kelas prioritas dengan urutan evakuasi yaitu, Remu Selatan, Remu Utara, Malamso, Remu, Malawei, Malabutor, dan Malaingkedi.High rainfall causes overflow in the Remu River which is one of the causes of flooding in Sorong City. The occurrence of flooding around the Remu River is also caused by many factors, one of which is the change in land use in the upstream area which has changed to agricultural land, and also the failure of the existing cross section to not be able to accommodate water which causes flooding. So with this, it is necessary to analyze the flood propagation of the Remu River using the Zhong Xing HY21 application. This analysis requires hydrological and statistical calculations to obtain the design flood discharge. The use of the method with the Nakayasu Synthesis Unit Hydrology with Q25 th. After getting the design flood discharge, then a flood propagation analysis was carried out using the Zhong Xing HY21 application. Based on the results of the analysis, it was found that all villages were flooded with a total flood area of 2,183 km2. So it is very important to make an Emergency Action Plan by making priority classes in the order of evacuation, namely, South Remu, North Remu, Malamso, Remu, Malawei, Malabutor, and Malaingkedi.
Studi Manajemen Konstruksi Proyek Pembangunan Bendungan Temef Kabupaten Timor Tengah Selatan Geraldine, Monica Odelya; Juwono, Pitojo Tri; Cahya, Evi Nur
Jurnal Teknologi dan Rekayasa Sumber Daya Air Vol. 3 No. 2 (2023): Jurnal Teknologi dan Rekayasa Sumber Daya Air (JTRESDA)
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jtresda.2023.003.02.042

Abstract

Sistem manajemen konstruksi diperlukan untuk dapat mengatur suatu kegiatan, sumber daya, serta mengatasi masalah-masalah yang terjadi di proyek. Tujuan dalam penelitian ini adalah melakukan optimasi pada proyek Bendungan Temef agar proyek dapat diselesaikan dengantepat waktu dan tepat biaya.Analisispermasalahan dilakukan dengan membuat penjadwalan proyek serta memberikan alternatif pemecahan masalah untuk mempercepat proyek. Terdapat dua alternatif yang akan diterapkan dalam mengatasi permasalahan penelitianini yaitu melaluipemberiandurasitambahan terhadapwaktukerja harian dan penambahan alat berat. Dari hasil analisa didapatkan bahwa alternatif penambahan jam kerja harian memberikanefisiensi waktu sebesar 7,33%dengan penurunan rencana anggaran biaya sebesar 5,14%dibandingkan nilai kontrak. Sementara alternatif penambahan alat berat memberikan efisiensi waktu sebesar 8,15% dan penurunan rencana anggaran biaya sebesar 4,79%dibandingkan nilai kontrak.Sehingga dalam studi ini dipilih alternatif penambahan jam kerja yang ditinjau sebagai alternatif yang terbaik dari segi durasidan biaya terhadap seluruhalternatif padaproyek Bendungan Temef.
Co-Authors -, Muhammad Fahmi Adityawitari, Fadhilah Filzah Agus Indarto Alamsyah, Muh Arsyil Alex Wahyu Kesuma alfredo, moch Andre Primantyo H Andre Primantyo Hendrawan Anggara Cahyo Wibowo Anggraini, Fauziah Rahmawanti Aniek Masrevaniah Asmaranto, Runi Atikah, Dewi Ayu Pratama Putri, Ayu Pratama Ayu, Mirsa Azmi, Muhammad Nur AZWAR, HAFIDH BURHAN Bahreisy, Arzil Abdillah Bambang Pramujo, Bambang Bayu Wicaksono cristina Dwi, cristina Daffa Muhammad Faeyza Damarnegara, A. A. N Satria Danang, Kiswanto - Dediek Isqak Devi, Agung Ayu Gayatri Dharyatiputri, Jihan Faradillah Dian Dinanti Dian Sisinggih Dian Sisinggih Dwi Priyantoro Eko Suryo Pranoto Eliana Renate Simanungkalit Emma Yuliani Erdwyansa, Richard Eric Virgiawan Aryadi Ery Suhartanto Evi Nur Cahya Fatian, Ceryl Amin Fauzia Sonia, Fauzia Fayiz, Naufal Muhammad Fikhoir, Yalim Firdaus, Adam Wahyu Francsdito, Muhammad Geraldine, Monica Odelya Ghafara, Abdan Izzan Gunawan Prayitno hari siswoyo Harimurti Harimurti Heri Suprijanto Holyness Nurdin Singadimedja Irene Dhian Andriawati, Irene Dhian Iskandar Iskandar Jadfan Sidqi Fidari Jalaludin, Muhammad Satia Karin, Indriana Vaninda Komala Candra, Yoggi Fracasnofa Lily Montarcih Limantara Linda Prasetyorini Lisyahadah, Annida M. Janu Ismoyo M. Latiefudin Taruna Pratama Manalu, Marchell Geovande Maskur Efendi, Maskur Maulida, Diah Fitri Mayang Wigayatri Mey Wahyuningdyah mikail Adhi, mikail Milleanisa, Khofifah Endar Moch. Sholichin, Moch. Moh. Sholichin Mohammad Bisri Mohammad Taufiq Muammar, Adhitya Zein Mudinillah, Adam Muhammad Amar Sajali Muhammad Ruslin Anwar Muhammad, Dien Azmi Murdhianti, Ari Murdhianti, Ari Nabila, Naufa Tasha Nadjadji Anwar Nindya Sari Nisa Andan Restuti, Nisa Andan Nurwijayanti oktanti, vita Pangestu, Ihsan Dwi Pradany, Ahmad Dwiki Pradoko Indra Purwanto Pramana, Fabian Raditya Pratama, Muhammad Rizky Pratiwi, Tami Prima Hadi Wicaksono Putra, Damarendro Wihandaru Putra, Galih Rizam Pratama Putri, Laily Amalia Rachmanda, Valdi Cahya Rachmawati, Ratu Anita Rahmah Dara Lufira Ramadhan, Yudhistira Akbar Zulfikar Ridayani, Aline Tabina Rini Wahyu Sayekti Riska Karunia Ellanda Rispiningtati Rispiningtati Riwin Andono Riyanto Haribowo Rizal Rizal Rizka Aditya Rachman Runi Asmaranto Runi Asmaranto Sandy, Dina Yunita Saputro, Robert Agung Saranani, Muh. Rivan Sasongko, Yufintra Prasetya Sholichin, Moh Siregar, Muhammad Rafi Sisno, Suhardjono Sodikin, Wahlul Suhardjono Suhardjono Suhartanto, Ery Sulthon Arsyad Aifudin Sumiadi Suprijanto, Heri Suwanto Marsudi Syafiq, Gilang Syah Putra, M. Raihan Ussy Andawayanti vania, clarizka Very Dermawan Very Dermawan Viari Djajasinga Wahlul Sodikin Wahyu Prasetyo Wahyu Sejati Wahyudi, Aqsha Prahitna Wicaksono, Dadang Teguh Wicaksono, Prima Hadi Widandi Soetopo Widandi Soetopo Wijaya, Andrian Ahmad Wijayanto, Achsin Win Haliem Winarta, Bambang Wiwik Widyaningsih Wiwin Sri Rahayu Yahya, Irsyad Musthofa Yudha Tantra Ahmadi