Claim Missing Document
Check
Articles

Model Indeks Kualitas Air Tanah sebagai Dasar Penentuan Alternatif Jenis Tanaman Pertanian pada Lahan Irigasi Air Tanah di Kabupaten Mojokerto Hari Siswoyo; Pitojo Tri Juwono; Mohammad Taufiq
Jurnal Wilayah dan Lingkungan Vol 8, No 1 (2020): April 2020
Publisher : Department of Urban and Regional Planning, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jwl.8.1.1-14

Abstract

The utilization of groundwater potential for irrigation has consequence for the high operational and maintenance costs of groundwater irrigation systems. One solution to these problems is the selection of high economic value crop types cultivated in groundwater irrigation lands. This study aims to determinate the alternative of types of agricultural crops that can be cultivated on groundwater irrigation land based on the quality of groundwater used as irrigation water based on the procedure: determination of groundwater quality index for irrigation, determination of types of agricultural crops based on criteria for tolerance to salt, adjustment of types of crop that have been determined with the criteria of high economic value crops, and adjustment to the types of crops that have been commonly cultivated by farmers in the local area. This procedure can be used as a solution to the absence of guidelines that can be used to determine alternative of types of agricultural plants on groundwater irrigation land. The results of this research showed the potential of ground water used as a source of irrigation water in the study site was dominated by groundwater with an index value of 70-85, where agricultural crops that could be recommended for planting were tolerant crops, moderately tolerant crops, and moderately sensitive crops to salt. The index value of groundwater quality for irrigation was mapped so obtained that zoning model of groundwater quality for irrigation and its suitability for the type of agricultural crops that can be cultivated.
PLANNING AND ASSISTANCE THE MAKING OF INFILTRATION WELLS Gunawan Prayitno; Mohammad Bisri; Pitojo Tri Juwono; Muhammad Ruslin Anwar; Harimurti Harimurti; Nindya Sari; Dian Dinanti; Mayang Wigayatri
JCES (Journal of Character Education Society) Vol 4, No 1 (2021): Januari
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jces.v4i1.3564

Abstract

Abstrak: Banjir, dan genangan dapat terjadi dimana saja di Indonesia, terutama dengan curah hujan yang cukup tinggi. Sumur resapan dan biopori dapat menjadi solusi bagi permasalahan banjir dan genangan.  Sumur resapan adalah sebuah rekayasa teknik penyimpanan air dengan bentuk seperti sumur gali yang memiliki fungsi sebagai penampung air hujan dari atap rumah yang diteruskan dalam tanah dengan kedalaman tertentu. Pondok Pesantren Bahrul Maghfiroh yang terletak di Kelurahan Tlogomas, Kecamatan Lowokwaru, Kota Malang juga mempunyai permasalahan genangan akibat limpasan air yang cukup tinggi. Kegiatan ini bertujuan membuat sumur resapan dilokasi mitra sehingga dapat mengurangi terjadinya genangan yang sering terjadi pada saat musih hujan. BPPM (Badan Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat) Fakultas Teknik Universitas Brawijaya bekerjasama dengan mitra Yayasan di Ponpes Bahrul Maghfiroh di Kelurahan Tlogomas, Kecamatan Lowokwaru Kota Malang, mendampingi dalam proses perencanaan dan implementasi pembangunan sumur resapan. Kegiatan pengabdian masyarakat ini dilakukan dimulai dengan pelaksanaan Focus Group Discussion (FGD) penentuan lokasi sumur resapan, pendampingan perencanaan serta pendampingan pembangunan sumur resapan. Hasil kegiatan ini adalah terbangunnya 3 (tiga) sumur resapan yang diharapkan dapat mengurangi genangan yang biasa terjadi di dalam lingkungan pondok pesantren.Abstract:  Floods and flooding can occur anywhere in Indonesia, especially with high rainfall. Infiltration wells and bio pores can be a solution to flood and flood problems. The infiltration well is an engineering water storage technique in the form of a dug well, which functions as a rainwater reservoir from the roof of a house, which continues to be deep in the ground. Bahrul Maghfiroh Islamic Boarding School, located in Tlogomas Village, Lowokwaru District, Malang City, also has a serious water runoff flooding problem. This activity aims to make infiltration wells in partner locations to reduce flooding that often occurs during the rainy season. BPPM (Research and Community Service Agency) Faculty of Engineering, Universitas Brawijaya collaborates with the Bahrul Maghfiroh Islamic Boarding School partners in Tlogomas Village, Lowokwaru District Malang City to assist in the planning and implementation of the infiltration well building process. This community service activity began with the implementation of the Focus Group Discussion (FGD) on infiltration wells, assistance in the planning, and assistance in the construction of absorption wells. This activity result is the construction of 3 (three) infiltration wells, which are expected to reduce the amount of flooding normally occurring in the boarding school environment.
KAJIAN POLA OPERASI WADUK TUGU DENGAN INFLOW DEBIT ANDALAN DAN INFLOW DEBIT BANGKITAN AWLR Yudha Tantra Ahmadi; Widandi Soetopo; Pitojo Tri Juwono
Jurnal Teknik Pengairan: Journal of Water Resources Engineering Vol. 8 No. 2 (2017)
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1380.769 KB) | DOI: 10.21776/ub.pengairan.2017.008.02.6

Abstract

Untuk mendapatkan pola operasi waduk Tugu yang efektif maka perlu adanya suatu kajian perbandingan antara inflow dari debit andalan dan inflow dari debit bangkitan AWLR. Pembangkitan debit Hujan dengan metode FJ. Mock. Data Debit yang di analisis adalah debit andalan 80 % dan 50 %. Untuk perhitungan debit bangkitan adalah perpanjangan data debit AWLR sampai dengan tahun 2020 dengan metode Thomas Fiering. Alternatif tanam menggunakan tiga alternatif tanam yaitu alternatif tanam I (padi-padi-padi), alternatif tanam II (padi-padi-palawija), alternatif tanam III (padi-palawija-palawija). Simulasi layanan dilakukan untuk setiap pola tata tanam dengan mengacu pada dua pendekatan yaitu luasan tanam irigasi 1200 Ha dan keberhasilan layanan 95 %. Alternatif tanam yang paling menguntungkan adalah alternatif tanam III (padi-palawija-palawija) dengan keuntungan Rp. 290.745.750.000,- dengan inflow debit andalan 50%. Dari hasil keseluruhan simulasi layanan tersebut dapat disusun grafik pola muka air waduk, sehingga didapatkan suatu bentuk rule curve operasi waduk Tugu.  
ANALISA KERUNTUHAN BENDUNGAN TUGU KABUPATEN TRENGGALEK Pradoko Indra Purwanto; Pitojo Tri Juwono; Runi Asmaranto
Jurnal Teknik Pengairan: Journal of Water Resources Engineering Vol. 8 No. 2 (2017)
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1402.027 KB) | DOI: 10.21776/ub.pengairan.2017.008.02.8

Abstract

Bendungan Tugu yang termasuk dalam sistem pengaliran sungai Keser dan berlokasi di Kabupaten Trenggalek, Propinsi Jawa Timur telah disimulasikan runtuh dengan menggunakan perangkat lunak HEC-RAS 5.0.1. Sebaran banjir yang terjadi akibat keruntuhan Bendungan Tugu dengan skenario overtopping memiliki dampak yang lebih besar daripada skenario akibat piping atas. Pada skenario piping atas karakteristik banjir di lokasi terpilih yang paling parah adalah Desa Nglinggis pada jarak 500 meter dengan kedalaman banjir 7.26 meter, kecepatan aliran banjir 12.44 meter/detik, dan waktu tiba banjir 40 detik sedangkan pada skenario overtopping karakteristik banjir di lokasi terpilih yang paling parah adalah Desa Nglinggis pada jarak 500 meter dengan kedalaman banjir 7.94 meter, kecepatan aliran banjir 12.44 meter/detik, dan waktu tiba banjir 40 detik. Sehingga dalam analisa sebaran banjir digunakan skenario keruntuhan bendungan akibat overtopping yang secara administratif mencakup 14 Desa, 4 Kecamatan di Wilayah Kabupaten Trenggalek dengan jumlah penduduk yang terkena resiko diperkirakan mencapai 59.925 jiwa. Berdasarkan SK Dirjen SDA PU, tahun 2011 Bendungan Tugu diklasifikasikan Bahaya Sangat Tinggi. Keruntuhan bendungan mempunyai dampak yang sangat besar, sehingga diperlukan upaya pencegahan keruntuhan bendungan. Dari hasil analisa, Bendungan Tugu mempunyai potensi overtopping sehingga dapat memicu keruntuhan bendungan. Rekomendasi pencegahan dengan cara teknis yaitu dengan membuat emergency spillway sebesar 6 meter atau meninggikan tubuh bendungan sebesar 1 meter. Sedangkan keruntuhan bendungan akibat piping dapat dicegah dengan cara menurunkan muka air waduk dibawah elevasi kerusakan bendungan.
KAJIAN OPTIMASI ENERGI PADA PEMBANGKIT LISTRIK TENAGA MIKROHIDRO KANZY I DI KABUPATEN PASURUAN Riska Karunia Ellanda; Pitojo Tri Juwono; Runi Asmaranto
Jurnal Teknik Pengairan: Journal of Water Resources Engineering Vol. 9 No. 1 (2018)
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (783.106 KB) | DOI: 10.21776/ub.pengairan.2018.009.01.3

Abstract

Keterbatasan jumlah pembangkit ternyata tidak dapat mengimbangi pertumbuhan industri maupun tingkat sosial ekonomi masyarakat. Dalam rangka mewujudkan ketahanan energi nasional dan menurunkan tingkat karbondioksida (CO2), pemanfaatan sumber energi baru terbaharukan untuk kepentingan ketenagalistrikan naisonal harus diutamakan. Dalam studi optimasi PLTMH Kanzy I ini bertujuan untuk melihat bagaimana debit aliran di tahun kering, normal dan basah sehingga potensi daya disetiap kondisi dapat terlihat. Pada PLTMH Kanzy I memakai aliran Sungai Welang dengan menggunakan debit andalan Q32 pada tahun basah (tahun 2010) sebesar 22,75 m3/dt dan energi tahunan yang dihasilkan sebesar 21.681.469,97 kWh. Pada debit andalan Q56 pada tahun normal (tahun 1987) sebesar 4,63 m3/dt dan energi tahunan yang dihasilkan sebesar 8.167.878,92 kWh. Dan pada debit andalan Q80 pada tahun kering (tahun 2007) sebesar 0,022 m3/dt dan energi tahunan yang dihasilkan sebesar 59.211,41 kWh.
ANALISA KINERJA SISTEM DRAINASE TERHADAP PENANGGULANGAN BANJIR DAN GENANGAN BERBASIS KONSERVASI AIR DI KECAMATAN BOJONEGORO KABUPATEN BOJONEGORO Bayu Wicaksono; Pitojo Tri Juwono; Dian Sisinggih
Jurnal Teknik Pengairan: Journal of Water Resources Engineering Vol. 9 No. 2 (2018)
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1407.411 KB) | DOI: 10.21776/ub.pengairan.2018.009.02.1

Abstract

ABSTRAK:  Kecamatan Bojonegoro rawan terjadi kantong genangan air hujan terutama saat musim penghujan disebabkan kecepatan aliran air hujan pada saluran drainase agak rendah karena kondisi topografi yang relatif datar. Terutama pada saat pada musim penghujan. Bojonegoro selain dipengaruhi oleh tingginya curah hujan yang relatif tinggi, kondisi  topografi yang relative datar, perubahan tata guna lahan dan juga dipengaruhi oleh kurang memadainya sistem drainase yang ada. Dibutuhkan evaluasi sistem saluran drainase yang baik dan memadai baik terhadap kapasitas saluran eksisting serta penanganan berbasis konservasi air. Untuk menganalisanya dilakukan permodelan limpasan hujan kala ulang 5 tahun menggunakan software sewergems connect dengan membandingkan kondisi jaringan drainase eksisting dengan kondisi jaringan drainase sesudah penerapan pembangunan kolam retensi, sumur resapan dan modifikasi saluran. Perhitungan intensitas hujan menggunakan Metode Mononobe, diperoleh intensitas hujan durasi 6 jam dengan kala ulang 5 tahun. Hasil simulasi dengan hujan rancangan kala ulang 5 tahun menunjukkan 12 ruas saluran yang meluap. Dari hasil analisa kebutuhan metode penerapan secara konservatif untuk kolam retensi dibutuhkan dimensi sebesar 100m x 50m dengan kapasitas pompa 0,5m3/dtk, untuk sumur resapan yang dikombinasi dengan rain barrel dibutuhkan 577 buah, dengan dimensi penampang segi empat 1m x 1m x 2m serta kapasitas rain barrel sebesar 750 liter, serta perbaikan dimensi saluran yaitu menambah lebar saluran di Jl. Panglima Polim, Jl. Dr. Sutomo dan Jl. Diponegoro.  
Analisis Prediksi Debit Sungai Amprong Dengan Model Arima (Autoregressive Integrated Moving Average) Sebagai Dasar Penyusunan Pola Tata Tanam Wiwin Sri Rahayu; Pitojo Tri Juwono; Widandi Soetopo
Jurnal Teknik Pengairan: Journal of Water Resources Engineering Vol. 10 No. 2 (2019)
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.pengairan.2019.010.02.04

Abstract

An accurate determination of water availability in the 10-day period of the Amprong River has an important role in the planting system to support the agricultural production process in DI. Kedungkandang, because if the availability of water is not precisely determined, there will be an error in regulating irrigation water and its use is not as expected. To overcome these problems, an analysis system is needed that is able to make predictions well. One of the time series models is the ARIMA (Autoregressive Intregated Moving Average) model. The model was built by 9 period discharge data, namely 2008/2009 until 2016/2017, to predict the discharge of period 2017/2018. Of the ten tentative models obtained, there are only five models that are worth using. The best model is the ARIMA model (2,0,1) (1,2,1) 36 with the value of MSE = 22,90; KR = 6.00; MSD = 8.05; MAD = 2.04; MAPE = 18.53 and MPE = -8.98. In second crop season the crop intensity of paddy increased from 55.79% to 64.50%, and the production of GBK increased by 13.50%. While the third crop season paddy crop intensity increased from 37.22% to 49.99%, and GBK production increased by 25.54%.
Studi Alternatif Penjadwalan Pelaksanaan Pekerjaan Bangunan Utama (Main Dam) Dan Pengelak/Terowongan Bendungan Ladongi, Kec. Ladongi, Kab. Kolaka Timur, Prov. Sulawesi Tenggara Menggunakan Microsoft Project Manager 2016 Pangestu, Ihsan Dwi; Pitojo Tri Juwono; Jadfan Sidqi Fidari
Jurnal Teknologi dan Rekayasa Sumber Daya Air Vol. 3 No. 2 (2023): Jurnal Teknologi dan Rekayasa Sumber Daya Air (JTRESDA)
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jtresda.2023.003.02.035

Abstract

Dalam suatu pekerjaan terutama pada proyek pekerjaan Bendungan pasti memiliki batasan waktu dan biaya yang telah di tentukan, maka dari itu dibutuhkan perencanaan manajemen konstruksi untuk mengatasi masalah yang terjadi pada suatu pekerjaan. Pada studi ini penulis bertujuan untuk menganalisa penjadwalan pada proyek Bendungan Ladongi pada pekerjaan Main Dam dan Pengelak dengan menggunakan program Microsot Project 2016. Alternatif utama yang di gunakan ialah dengan penambahan jam kerja dan penambahan alat berat, di sertai dengan beberapa metode yaitu PERT (Program Evaluation Review Technique), CPM (Crictical Path Method) dan Gannt Chart. Metode berikut merupakan metode yang dapat mempermudah analisa alternatif dan data pekerjaan dalam program. Data dari Kontraktor yang merupakan analisa untuk pekerjaan yang berupa data perencanaan, data harga satuan, dan data kontrak. Output dari alternatif adalah kurva S dengan bantuan program untuk mempermudah perbandingan antara penambahan durasi jam kerja dan jumlah alat berat. Hasil analisa pada studi ini di dapatkan durasi normal proyek selama 1410 hari. Hasil optimal dari alternatif adalah dengan menggunakan alternatif penambahan jam kerja dengan penurunan rencana anggaran biaya sebesar 1,89% dan mengalami percepatan durasi sebesar 13.48%.
Studi Perencanaan Manajemen Pelaksanaan Penjadwalan Pengembangan Jaringan Distribusi Air Dan Sambungan Rumah (Sr) Desa Warungdowo Kabupaten Pasuruan Provinsi Jawa Timur Alamsyah, Muh Arsyil; Pitojo Tri Juwono; Evi Nur Cahya
Jurnal Teknologi dan Rekayasa Sumber Daya Air Vol. 3 No. 2 (2023): Jurnal Teknologi dan Rekayasa Sumber Daya Air (JTRESDA)
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jtresda.2023.003.02.056

Abstract

Dalam pembangunan infrastruktur diperlukan manajemen konstruksi sebagai cara agar proyek berjalan dan mencapai hasil waktu, biaya, dan mutu yang terbaik. Penulisan studi ini bertujuan untuk menganalisa percepatan proyek pengembangan jaringan distribusi dan sambungan rumah (SR) Desa Warungdowo Kecamatan Pohjentrek Kabupaten Pasuruan Provinsi Jawa Timur menggunakan Microsoft Project Manager 2016. Data didapat akan digunakan untuk perhitungan perbandingan dua alternatif analisis yang berbeda yaitu penambahan jam kerja dan penambahan alat berat dalam optimalisasi pengerjaan proyek. Setelah analisis dilakukan didapatkan percepatan alternatif Pembangunan infrastruktur proyek pengembangan jaringan distribusi dan sambungan rumah (SR) Desa Warungdowo Kecamatan Pohjentrek Kabupaten Pasuruan Provinsi Jawa Timur, didapatkan hasil metode yang dapat mempercepat waktu serta meminimalisir biaya adalah alternatif penambahan jam kerja. Dari durasi awal pengerjaan proyek selama 150 hari turun 16% sehinga menjadi 126 hari, dengan penurunan biaya sebesar 1,84%. In infrastructure development, construction management is needed as a way for projects to run and achieve the best time, cost, and quality results. The writing of this study aims to analyze the acceleration of the project to develop a distribution network and house connection (SR) Warungdowo Village, Pohjentrek District, Pasuruan Regency, East Java Province, using Microsoft Project Manager 2016. The data obtained will be used for comparative calculations of two different alternative analyses, namely the addition of working hours and the addition of heavy equipment in optimizing project work. After the analysis was carried out, an alternative acceleration was obtained for the development of infrastructure for the distribution network development and house connection (SR) project Warungdowo Village, Pohjentrek District, Pasuruan Regency, East Java Province, the results of methods that can speed up time and minimize costs are alternatives to increasing working hours. From the initial duration of project work for 150 days decreased by 16% to 126 days, with a cost decrease of 1.84%.
Mitigasi Dampak Hidrologi dan Hidrolika Akibat Pelaksanaan Pembangunan Rumah Pompa Ancol Sentiong Francsdito, Muhammad; Pitojo Tri Juwono; Ery Suhartanto
Jurnal Teknologi dan Rekayasa Sumber Daya Air Vol. 3 No. 2 (2023): Jurnal Teknologi dan Rekayasa Sumber Daya Air (JTRESDA)
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jtresda.2023.003.02.052

Abstract

Rumah pompa Ancol Sentiong fungsi utamanya adalah sebagai pengendali banjir, yang ditimbulkan oleh hujan dengan intensitas yang tinggi serta banjir rob yang kerap terjadi di sekitaran daerah Jakarta utara tersebut. Masalah yang timbul dari tahun ke tahun adalah Banjir oleh intensitas hujan yang tinggi dan banjir rob itu sendiri. Banjir rob disebabkan peristiwa naiknya permukaan laut atau air laut ke daratan yang disebabkan oleh air laut pasang. maka, air laut yang naik ke permukaan, kemudian menyebabkan daerah di sekitarnya jadi tergenang dan banjir. Maka dari itu, pembahasan dalam tugas akhir ini akan mengarah mitigasi Hidrologi dan Hidrolika dalam pembangunan rumah pompa Ancol Sentiong seperti luapan yang terjadi akibat penyempitan dari proyek pembangunan rumah pompa tersebut dan arah aliran dari kali Sentiong menuju kali Ancol untuk mengetahui potensi gerusan yang terjadi pada penimbunan saat pembangunan rumah pomp aitu sendiri. Dibutuhkan pemodelan HEC-RAS dan HEC-HMS untuk menganalisa luapan yang akan terjadi dan serta arah aliran dari kali Sentiong menuju kali Ancol. HEC-RAS merupakan program aplikasi untuk memodelkan aliran satu dimensi di sungai atau saluran, River Analysis System (RAS), HEC-RAS digunakan untuk memodelkan air yang mengalir melalui sistem saluran terbuka dan menghitung profil permukaan air. HEC-RAS menemukan aplikasi komersial tertentu dalam pengelolaan dataran banjir dan studi untuk mengevaluasi perambahan jalur banjir. Beberapa kegunaan tambahan adalah desain dan analisis jembatan dan gorong-gorong, studi tanggul, dan studi modifikasi saluran. Ini dapat digunakan untuk analisis luapan yang terjadi pada sungai, meskipun metode pemodelan lain saat ini lebih diterima secara luas untuk tujuan ini. Perangkat lunak ini dapat melakukan model 1D dan 2D untuk menggambarkan setiap kondisi yang terjadi pada sistem jaringan sungai. Maka dari itu penggunaan dari HEC-RAS dapat menganalisa seperti titik luapan yang terjadi yang diakibatkan oleh tingginya curah huajn pada aliran kali Ancol dan kali Sentiong, serta mengetahui arah aliran atau pergerusan dari aliran kali Ancol dan kali Sentiong. Untuk mengetahahui titik luapan dan analisa arah aliran, maka diperlukan data-data seperti data hidrologi seperti data curah hujan, data pengamatan pasang surut, potret udara dan data-data pendukung untuk menjalankan analisa HEC-RAS tersebut. Dari pihak BBWS Ciliwung Cisadane telah melakukan berbagai upaya untuk meminimalisir terjadinya Banjir yang diakibatkan oleh hujan dan banjir rob, serta perencanaan struktur yang lebih kuat karena kondisi terkiat. Maka dari itu solusi dari penangganan dari permasalahan tersebut dibangun rumah pompa Ancol Sentiong. Pada studi ini digunakan Kali Ancol dan Kali Sentiong, Jakarta Utara, DKI Jakarta sebagai lokasi studi. Terdapat 2 pos stasiun hujan pada lokasi studi, yaitu Cawang dan Kemayoran. Sebelum memasuki tahap analisis validasi, dilakukan uji kualitas data terlebih dahulu berupa uji konsistensi (Kurva Masa Ganda dan RAPS) serta uji stasioner (Uji-F dan uji-t). Data curah hujan dari pos stasiun hujan ditransformasikan menjadi data curah hujan wilayah terlebih dahulu dengan menggunakan metode Poligon Thiessen. Lalu dilanjutkan dengan analisis frekuensi, analisis frekuensi menggunakan 3 metode, yakni Metode Normal, Metode Log Pearson III dan Metode Gumbel. Setelah analisis frekuensi maka selanjutnya menganalisa Uji Chi-Square dan Uji Smirnov dan Kolmogrov. Setelah mendapatkanmetode distribusi yang diterima, maka dilanjutkan dengan menghitung curah hujan rencana dengan metode monobe dengan durasi 6 jam. Setelah mendapatkan hasil distrubusi hujan awal, maka dapat dilanjutkan dengan melakukan simulasi debit hidrologi pada HEC-HMS untuk mendapatkan debit agar bisa melakukan simulasi hidrolika pada HEC-RAS, hasil yang diharapkan dapat menentukan daerah berpotensi luapan dan arah aliran pada Kali Sentiong dan Kali Ancol.
Co-Authors -, Muhammad Fahmi Adityawitari, Fadhilah Filzah Agus Indarto Alamsyah, Muh Arsyil Alex Wahyu Kesuma alfredo, moch Andre Primantyo H Andre Primantyo Hendrawan Anggara Cahyo Wibowo Anggraini, Fauziah Rahmawanti Aniek Masrevaniah Asmaranto, Runi Atikah, Dewi Ayu Pratama Putri, Ayu Pratama Ayu, Mirsa Azmi, Muhammad Nur AZWAR, HAFIDH BURHAN Bahreisy, Arzil Abdillah Bambang Pramujo, Bambang Bayu Wicaksono cristina Dwi, cristina Daffa Muhammad Faeyza Damarnegara, A. A. N Satria Danang, Kiswanto - Dediek Isqak Devi, Agung Ayu Gayatri Dharyatiputri, Jihan Faradillah Dian Dinanti Dian Sisinggih Dian Sisinggih Dwi Priyantoro Eko Suryo Pranoto Eliana Renate Simanungkalit Emma Yuliani Erdwyansa, Richard Eric Virgiawan Aryadi Ery Suhartanto Evi Nur Cahya Fatian, Ceryl Amin Fauzia Sonia, Fauzia Fayiz, Naufal Muhammad Fikhoir, Yalim Firdaus, Adam Wahyu Francsdito, Muhammad Geraldine, Monica Odelya Ghafara, Abdan Izzan Gunawan Prayitno hari siswoyo Harimurti Harimurti Heri Suprijanto Holyness Nurdin Singadimedja Irene Dhian Andriawati, Irene Dhian Iskandar Iskandar Jadfan Sidqi Fidari Jalaludin, Muhammad Satia Karin, Indriana Vaninda Komala Candra, Yoggi Fracasnofa Lily Montarcih Limantara Linda Prasetyorini Lisyahadah, Annida M. Janu Ismoyo M. Latiefudin Taruna Pratama Manalu, Marchell Geovande Maskur Efendi, Maskur Maulida, Diah Fitri Mayang Wigayatri Mey Wahyuningdyah mikail Adhi, mikail Milleanisa, Khofifah Endar Moch. Sholichin, Moch. Moh. Sholichin Mohammad Bisri Mohammad Taufiq Muammar, Adhitya Zein Mudinillah, Adam Muhammad Amar Sajali Muhammad Ruslin Anwar Muhammad, Dien Azmi Murdhianti, Ari Murdhianti, Ari Nabila, Naufa Tasha Nadjadji Anwar Nindya Sari Nisa Andan Restuti, Nisa Andan Nurwijayanti oktanti, vita Pangestu, Ihsan Dwi Pradany, Ahmad Dwiki Pradoko Indra Purwanto Pramana, Fabian Raditya Pratama, Muhammad Rizky Pratiwi, Tami Prima Hadi Wicaksono Putra, Damarendro Wihandaru Putra, Galih Rizam Pratama Putri, Laily Amalia Rachmanda, Valdi Cahya Rachmawati, Ratu Anita Rahmah Dara Lufira Ramadhan, Yudhistira Akbar Zulfikar Ridayani, Aline Tabina Rini Wahyu Sayekti Riska Karunia Ellanda Rispiningtati Rispiningtati Riwin Andono Riyanto Haribowo Rizal Rizal Rizka Aditya Rachman Runi Asmaranto Runi Asmaranto Sandy, Dina Yunita Saputro, Robert Agung Saranani, Muh. Rivan Sasongko, Yufintra Prasetya Sholichin, Moh Siregar, Muhammad Rafi Sisno, Suhardjono Sodikin, Wahlul Suhardjono Suhardjono Suhartanto, Ery Sulthon Arsyad Aifudin Sumiadi Suprijanto, Heri Suwanto Marsudi Syafiq, Gilang Syah Putra, M. Raihan Ussy Andawayanti vania, clarizka Very Dermawan Very Dermawan Viari Djajasinga Wahlul Sodikin Wahyu Prasetyo Wahyu Sejati Wahyudi, Aqsha Prahitna Wicaksono, Dadang Teguh Wicaksono, Prima Hadi Widandi Soetopo Widandi Soetopo Wijaya, Andrian Ahmad Wijayanto, Achsin Win Haliem Winarta, Bambang Wiwik Widyaningsih Wiwin Sri Rahayu Yahya, Irsyad Musthofa Yudha Tantra Ahmadi