Claim Missing Document
Check
Articles

Analisa Pola Operasi Embung Joho untuk Pemenuhan Kebutuhan Air Bersih Desa Joho Kecamatan Pace Kabupaten Nganjuk Jawa Timur Isqak, Dediek; Juwono, Pitojo Tri; Suprijanto, Heri
Jurnal Teknik Pengairan: Journal of Water Resources Engineering Vol 2, No 2 (2011)
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (491.635 KB)

Abstract

Air merupakan kebutuhan pokok yang sangat penting untuk memenuhi kelangsungan hidup manusia. Kebutuhan akan air semakin meningkat seiring dengan meningkatnya jumlah penduduk, sedangkan persediaan air di bumi adalah tetap. Salah satu upaya mengatasi masalah tersebut adalah dengan menampung air di embung. Dalam memanfaatkan tampungan embung harus diingat bahwa kuantitas air sungai sangat terbatas, sehingga pemakaian air harus dilakukan sebaik mungkin. Pengaturan pendistribusian air di embung sangat diperlukan dalam menentukan pelepasan yang terencana dan berkesinambungan.Dalam studi ini dilakukan simulasi operasi waduk pada tahun 2011 sampai 2025, simulasi dilakukan dengan menggunakan berbagai keandalan debit inflow yaitu air cukup (26,02%), air normal (50,68%), air rendah (75,34%) dan air kering (90%) serta dengan beberapa keandalan operasi. Metode simulasi yang digunakan mempunyai tujuan untuk mengetahui pola operasi embung. Persamaaan yang digunakan adalah kontiunitas massa aliran yang merupakan hubungan antara masukan (inflow), keluaran (outflow), dan perubahan tampungan embung. Data yang digunakan dalam analisis ini adalah debit inflow, evaporasi, jenis tanah dan kebutuhan yang harus dilayani embung.Dari hasil simulasi operasi Embung Joho dapat diketahui seberapa besar potensi Embung Joho dalam memenuhi kebutuhan air baku domestik, besarnya kemampuan Embung Joho untuk debit dengan keandalan 26,02% = 26.737 jiwa, 50,68% = 20.487 jiwa, 75,34% = 13.087 jiwa dan 90% = 13.887 jiwa.Dari hasil simulasi ini dilakukan analisa pola operasi berdasarkan beberapa kelebihan dan kekurangan dari masing – masing simulasi pola operasi. Dari hasil analisa maka pola operasi yang tepat untuk Embung Joho adalah pola operasi dengan simulasi keandalan debit 90%.Kata Kunci : inflow, outflow, simulasi operasi embung
Studi Pegendalian Banjir Di Kecamatan Kepanjen Dengan Sumur Resapan Rachman, Rizka Aditya; Suhardjono, Suhardjono; Juwono, Pitojo Tri
Jurnal Teknik Pengairan: Journal of Water Resources Engineering Vol 5, No 1 (2014)
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1789.761 KB)

Abstract

The result of the study show the big of the planning debit system SUB 39 and SUB for the five years period each big are 0.0921 m 3 /second and 0.068 m /second. They found 19 drainage those cannot intercept planning debit at SUB 39 and 14 Drainage at SUB 42. Some cause of accident that cannot intercept the planning debit is that the lack of maintenance and getting many kind of rubbish at the drainage canal. The efforts to handle the drainage that are able to intercept planning debit by making new design the canal dimension and planning individual infiltration well.the form of infiltration well was circle with a diameter 1 m and a depth 3 m by 619 pieces off all infiltration well. Beside handling the design also making the handling recommendation totally about the government wisdoms at that region which should taking part of region societies and resembling to the using societies efficiently in keeping the canal of drainage, developing the well absorption at every home also getting permit in standing building.Keyword: Dainage System, Flood, Infiltration well
STUDI PERENCANAAN POLA OPERASI WADUK SURUMANA UNTUK KEBUTUHAN AIR BERSIH DAN IRIGASI KABUPATEN DONGGALA PROVINSI SULAWESI TENGAH Lisyahadah, Annida; Juwono, Pitojo Tri
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Pengairan Vol 2, No 2 (2019)
Publisher : Jurusan Teknik Pengairan, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAKWaduk Surumana terletak di Desa Ongulara, Kecamatan Banawa Selatan, KabupatenDonggala, Provinsi Sulawesi Tengah diharapkan mampu memenuhi kebutuhan air untukpenyediaan air bersih Kabupaten Donggala serta air irigasi untuk lahan seluas 2100 hektar.Perencanaan pengoperasian waduk sangat diperlukan, agar kebutuhan yang direncanakandapat terpenuhi. Studi ini menggunakan empat keandalan debit (debit air cukup 26,02%,debit air normal 50,68%, debit air rendah 75,34% serta debit air kering 97,30%) yangdihitung menggunakan metode karakteristik aliran (flow characteristic). Dalamperencanaan pedoman pola operasi waduk, semua hasil perhitungan dianalisamenggunakan metode simulasi pola operasi waduk berdasarkan karakteristik tampungan(rule curve). Simulasi pola operasi waduk menggunakan empat keandalan debit inflow,kebutuhan debit outflow serta data teknis waduk. Dari hasil perhitungan, air irigasi yangdibutuhkan sebesar 71,799 juta m3 serta air bersih sebesar 1,227 m3/detik. Hasil simulasipola operasi Waduk Surumana menghasilkan debit rerata lepasan sebesar 2,502 juta m3untuk berbagai kondisi keandalan. Rerata kebutuhan air irigasi yang dapat dipenuhi seluas1288,9 hektar dan air bersih sebanyak 147325 jiwa untuk berbagai kondisi keandalan.Kata kunci: rule curve, keandalan debit, pola operasi waduk, simulasi wadukABSTRACTSurumana Reservoir is located in Ongulara Village, South Banawa Subdistrict, DonggalaRegency, Central Sulawesi are expected to fulfill water requirements for clean watersupply in Donggala Regency and irrigation water for 2100 hectares. Reservoir operationplanning is very necessary, so that planned requirements can be fulfilled. This study wereused four discharge reliability (enough water discharge 26,02%, normal water discharge50,68%, low water discharge 75,34%, and dry water discharge 97,30%) which wascalculate using flow characteristic method. For planning the reservoir operation guideline,all calculation results was analyzed using simulation method of reservoir operationpattern based on Rule Curve. Simulation of reservoir operation patterns were used fourinflow discharge reliability, outflow discharge requirements and reservoir technical data.From the calculation, irrigation water requirements was 71,799 million m3 and cleanwater was 1,227 m3/second. The average outflow result of operation pattern simulation atSurumana reservoir was 2,502 million m3 for various reliability conditions. The average ofirrigation water requirements that can be fulfilled was 1288,9 hectare and clean water was147325 people for various reliability conditions.Keywords: rule curve, discharge reliability, reservoir pattern operation, reservoirsimulation
STUDI PERENCANAAN EMBUNG AEK SIMARE DESA SINTONG KECAMATAN LAGUBOTI KABUPATEN TOBA SAMOSIR PROVINSI SUMATERA UTARA Danang, Kiswanto -; Suprijanto, Heri -; Pitojo, Juwono Tri
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Pengairan Vol 2, No 2 (2019)
Publisher : Jurusan Teknik Pengairan, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

 ABSTRAK: Daerah Kabupaten Toba Samosir terdapat banyak daerah persawahan yang hanya mengandalkan air hujan sementara itu kebutuhan domestik untuk daerah perkotaan dan pedesaan juga sangat minim. Hal ini membuat potensi pertaniannya maenjadi terhambat karena kurang maksimalnya ketersediaan kebutuhan air irigasinya. Sehubungan dengan permasalahan tersebut, alternatif yang dapat dilakukan terhadap air irigasi yaitu dengan menyimpannya pada sebuah tampungan yakni dengan dibangunnya suatu embung dengan tujuan utamannya sebagai tempat tampungan air di musim hujan dan digunakan secara efisien di musim kemarau yang nantinya dapat dimanfaatkan untuk mensuplai  kebutuhan air untuk irigasi di Daerah Irigasi Toba Samosir. Dari analisis yang sudah dilakukan, didapatkan tinggi embung 13,5 meter dengan tinggi embung berada pada elevasi +987,5 m, lebar puncak embung 5,6 m, kemiringan hulu 1 : 2,5, kemiringan hilir 1 : 2,0, dan volume tampungan efektif sebesar 113.300,5 m3,volume tampungan mati 1.223,3 m3, volume tampungan total 114.523,8 m3. Sedangkan bangunan pelimpah yang digunakan adalah overflow type dengan lebar pelimpah 9,5 m dengan puncak mercu pelimpah berada pada elevasi +983 m. Dalam analisis stabilitas, analisis yang digunakan dalam stabilitas lereng embung yaitu dengan metode Fellenius dan dari hasil analisis didapatkan angka keamanan yang memenuhi syarat. Untuk analisis keamanan pelimpah terhadap gaya geser dan gaya guling, dalam kondisi normal dan juga gempa didapatkan angka aman yang telah memenuhi syarat. Kata kunci : Embung Aek Simare, Pelimpah, Stabilitas, TampunganABSTRACT: Toba Samosir District there are many rice fields that rely only on rainwater while the domestic needs for urban and rural areas is also very minimal. This makes the potential of agriculture becomes hampered because of lack of maximum availability of irrigation water needs. In relation to these problems, an alternative that can be done to irrigation water is by storing it in a container that is with the construction of a pond with the ultimate goal as a place of water reserves in the rainy season and used efficiently in the dry season which later can be utilized to supply water needs for irrigation in the Toba Samosir Irrigation Area. From the analysis that has been done, we found that the height of the Small Dam was 13,5 meters with the height of the Small Dam at the elevation of +987,5 m, the top of the Small Dam of 5.6 m, the slope of the upstream 1: 2,5, the downward slope of 1: 2,0, and the effective volume of 113.300,5.38 m3 , dead storage volume 1.223,3 m3, total storage volume 114.523,8 m3. Whereas the overflow building used is an overflow type with a width of 9,5 m overflow with the top of the spillway located at +983 m elevation. In the  stability analysis, the analysis used in slope stability is Fellenius method and from the analysis result obtained the qualified security number. For analysis spillway safety shear strenght and over turning, in normal condition and also earthquake obtained secure number that has been qualified. Keywords: Bonan Dolok Small Dam, Spillway, Stability, Storage
STUDI PERENCANAAN PEMBANGKIT LISTRIK TENAGA MINI HIDRO (PLTM) BESAI KEMU KABUPATEN WAY KANAN PROVINSI LAMPUNG Wahyudi, Aqsha Prahitna; Juwono, Pitojo Tri; Dermawan, Very
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Pengairan Vol 2, No 2 (2019)
Publisher : Jurusan Teknik Pengairan, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK: Provinsi Lampung khususnya Kabupaten Way Kanan memiliki Sungai Way Besai yang apabila ditinjau dari kuantitas dan kontinuitas debit serta topografi akan sangat cocok jika dikembangkan sebagai sarana PLTM. Analisis hidrologi menghasilkan debit pembangkit dengan keandalan 35% sebesar 11,76 m3/detik dan debit banjir rancangan dengan kala ulang 100th sebesar 571,36 m3/detik. PLTM ini direncanakan menggunakan bendung dengan tipe mercu Ogee II, tinggi bendung 8 meter dan lebar bendung 49,6 meter. Adapun komponen lain meliputi bangunan pengambilan, feeder canal, bak pengendap, saluran pembawa, bak penenang dan pipa pesat. Pipa pesat yang digunakan bermaterial baja dengan diameter 2,1 meter dan ketebalan 7 mm. Kemudian, terdapat saluran pembuang yang berfungsi untuk mengembalikan aliran ke sungai. PLTM ini menggunakan 2 unit turbin Francis, dengan daya yang dihasilkan sebesar 3,361 MW dan produksi energi tahunan sebesar 19,45 GWh. Berdasarkan analisis ekonomi didapati nilai BCR sebesar 1,116, NPV sebesar Rp 26.703.635.028,73, dan IRR sebesar 11,59%. Sehingga dapat disimpulkan bahwa proyek ini layak jika ditinjau dari segi ekonomi.
ANALISIS KERUNTUHAN BENDUNGAN KALOLA DENGAN MENGGUNAKAN APLIKASI ZHONG XING HY21 AZWAR, HAFIDH BURHAN; JUWONO, PITOJO TRI; SUPRIJANTO, HERI
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Pengairan Vol 3, No 1 (2019)
Publisher : Jurusan Teknik Pengairan, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Bendungan Kalola yang terdapat di Kabupaten Wajo, Sulawesi Selatan, merupakan bendungan yang dibangun pada tahun 1992 – 1995. Setiap bendungan memiliki potensi keruntuhan, begitu juga dengan Bendungan Kalola. Keruntuhan Bendungan Kalola dapat disebabkan karena overtopping dan piping. Berdasarkan hasil dari aplikasi Zhong Xing HY21, dampak keruntuhan Bendungan Kalola yang paling parah disebabkan karena overtopping. Simulasi keruntuhan Bendungan Kalola akibat  overtopping dilakukan dengan menggunakan QInflow banjir desain PMF sebesar 1.600,738 m³/det dan menghasikan luas genangan sebesar 223,206 km2 dengan tinggi genangan maksimum 9,325 m. Terdapat 19 desa yang terdampak akibat keruntuhan Bendungan Kalola dengan jumlah penduduk terkena risiko sebanyak 11.495 jiwa. Banjir yang dihasilkan menyebabkan genangan sejauh 20,52 km dari lokasi bendungan, dan kemudian genangan banjir masuk ke dalam Danau Tempe. Oleh karena itu, Bendungan Kalola termasuk bendungan dengan klasifikasi bahaya tingkat 4 atau bahaya sangat tinggi.Kalola Dam located in Wajo Regency, South Sulawesi, is a dam that was built in 1992 – 1995. Each dam has the potential to collapse, as well as the Kalola Dam. Kalola Dam break can be caused by overtopping and piping. Based on the results of the application Zhong Xing HY21, the impact of the Kalola Dam break is the  most severe due to overtopping. Kalola Dam break simulation due to overtopping was carried out using the PMF flood design QInflow of 1.600,738 m3/sec and produced the inundation area of 223,206 km2 with the maximum height inundation of 9,325 m. There were 19 villages affected by the collapse of the Kalola Dam with 11.495 people at risk. Floods caused inundation as far as 20,52 km from the location of the dam, and then a flood inundation enters Lake Tempe. Therefore, Kalola Dam is classified as a dam with level 4 hazard or very high danger.
ANALISA KERUNTUHAN BENDUNGAN DAWUHAN MADIUN DENGAN PROGRAM ZHONG XING HY21 Rachmanda, Valdi Cahya; Juwono, Pitojo Tri; Suprijanto, Heri
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Pengairan Vol 3, No 2 (2020)
Publisher : Jurusan Teknik Pengairan, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Bendungan Dawuhan yang terdapat di Kabupaten Madiun, Jawa Timur, merupakan bendungan yang dibangun pada tahun 1958 – 1962. Setiap bendungan memiliki potensi keruntuhan, begitu juga dengan Bendungan Dawuhan. Keruntuhan Bendungan Dawuhan dapat disebabkan karena overtopping dan piping. Berdasarkan hasil dari aplikasi Zhong Xing HY21, dampak keruntuhan Bendungan Dawuhan yang paling parah disebabkan karena overtopping. Simulasi keruntuhan Bendungan Dawuhan akibat  overtopping dilakukan dengan menggunakan QInflow banjir desain PMF sebesar 486,018 m³/det dan menghasikan luas genangan sebesar 12,768 km2 dengan tinggi genangan maksimum 2,89 m. Terdapat 16 desa yang terdampak akibat keruntuhan Bendungan Dawuhan dengan jumlah penduduk terkena risiko sebanyak 12.724 jiwa. Banjir yang dihasilkan menyebabkan genangan terjauh 9,41 km dari lokasi bendungan yaitu, pada skenario piping atas dan piping tengah. Dawuhan Dam located in Madiun Regency, East Java, is a dam that was built in 1958 – 1962. Each dam has the potential to collapse, as well as the Dawuhan Dam. Dawuhan Dam break can be caused by overtopping and piping. Based on the results of the application Zhong Xing HY21, the impact of the Dawuhan Dam break is themost severe due to overtopping. Dawuhan Dam break simulation due to overtopping was carried out using the PMF flood design QInflow of 486,018 m3/sec and produced the inundation area of 12,768 km2 with the maximum height inundation of 2,89 m. There were 16 villages affected by the collapse of the Dawuhan Dam with 12.724 people at risk. Floods caused inundation farthest 9,41 km from the location of the dam that is, scenario top piping and middle piping.
Perencanaan Pembangkit Listrik Tenaga Mikrohidro di Waduk Tukul Pratiwi, Tami; Juwono, Pitojo Tri
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Pengairan Vol 2, No 1 (2018)
Publisher : Jurusan Teknik Pengairan, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (530.607 KB)

Abstract

ABSTRAK: Pembangunan Waduk Tukul yang terletak di Desa Karanggede, KecamatanArjosari, Kabupaten Pacitan. Waduk Tukul memiliki fungsi sebagai kebutuhan air bakusebesar 300 liter/ detik. Kebutuhan air baku pada Kabupaten Pacitan sebesar120liter/orang/hari. Maka air baku pada Waduk Tukul mampu melayani 216.000 orang. Selainitu, pada tahap kedua Waduk Tukul juga dimanfaatkan sebagai Pembangkit Listrik TenagaMikrohidro. Kebutuhan listrik pada Kab. Pacitan masih belum terpenuhi, sekitar 32% daripenduduk Pacitan tidak mendapatkan listrik. Ada sekitar 2000 KK yang belum mendapatkanlistrik. Walaupun, hal ini telah didukung dengan Pembangkit Listrik Tenaga Udara kebutuhanini masih belum terpenuhi. Pada studi ini didapatkan nilai debit outflow sebesar 1 m3/ dtsebagai dasar perencanaan untuk Pembangkit Listrik Tenaga Mikrohidro pada Waduk Tukul,Pacitan. Dengan tinggi jatuh pada perencanaan ini sebesar 60,12 meter. Pipa pesat yangdigunakan pada perencanaan pembangkit listrik tenaga mikrohidro Waduk tukul diameter 0,70meter berbahan weelded steel dan panjang 214,82 meter. Turbin yang digunakan di lapanganadalah turbin francis. Daya yang dihasilkan pada Pembangkit Listrik Tenaga MikrohidroWaduk Tukul adalah 2 x 0,227 MW. Dalam perhitungan analisa kelayakan ekonomi pada studiini meliputi BCR, NPV, IRR, Analisa sesnsitivitas dan Payback Periode. Nilai dari parametertersebut adalah sebagai berikut BCR = 1,25,NPV = Rp 9.088.552.693,94, IRR = 10,21%, danPayback Periode = 16 tahun.Kata Kunci: PLTMH, Waduk, Turbin Francis, Daya Listrik, Kelayakan EkonomiABSTRACT: Construction of Tukul Reservoir located in Karanggede Village, ArjosariDistrict, Pacitan Regency. Tukul Reservoir has a function as raw water requirement of 300liters / sec. Raw water needs in Pacitan Regency are 120 liters / person / day. So the raw waterin Tukul Reservoir is able to serve 216.000 people. In addition, in the second phase the TukulReservoir is also used as a Micro-hydro Power Plant. Electricity needs in Kab. Pacitan is stillnot met, around 32% of Pacitan residents do not get electricity. There were around 2000families who had not received electricity. Although, this has been supported by the Air PowerPlant this need is still not met. In this study, the value of outflow discharge is 1 m3 / sec as abasis for planning for Microhydro Power Plant in Tukul Reservoir, Pacitan. With a head grossin this plan amounting to 60.12 meters. Penstock used in micro hydro power plant planningReservoir tukul diameter 0.70 meters made of weelded steel and length 214.82 meters. Theturbine used in the field is the French turbine. The power generated at the Tukul Tube MicroHydro Power Plant is 2 x 0.227 MW. In the calculation of economic feasibility analysis in thisstudy include BCR, NPV, IRR, sensitivity analysis and payback period. The values of theseparameters are as follows BCR = 1.25, NPV = Rp. 9,088,552,693.94, IRR = 10.21%, andPayback Period = 16 yearsKeywords: MHPP, Reservoir, Francis Turbine, Electric Power, Economic Feasibility
ANALISA KERUNTUHAN BENDUNGAN PONRE PONRE DI KABUPATEN BONE PROVINSI SULAWESI SELATAN DENGAN MENGGUNAKAN PROGRAM ZHONG XING HY21 Putri, Laily Amalia; Juwono, Pitojo Tri
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Pengairan Vol 2, No 1 (2018)
Publisher : Jurusan Teknik Pengairan, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (90.134 KB)

Abstract

ABSTRAK: Bendungan disamping bermanfaat untuk memenuhi berbagai kepentingan bagi manusia, juga menyimpan potensi bahaya yang sangat besar, bila bendungan tersebut runtuh. Keruntuhan bendungan yang sering terjadi dikarenakan overtopping dan piping, maka diperlukan analisa keruntuhan bendungan (Dam Break Analysis) dan simulasi keruntuhan bendungan (Dam Break Simulation). Analisa dan simulasi keruntuhan bendungan adalah bentuk dari pencegahan-pencegahan secara teknis dan politis, dimana tertulis didalam peraturan dan undang-undang terikat oleh dokumen keamanan dokumen dan RTD bendungan. Lokasi studi analisa keruntuhan bendungan ini berada di Bendungan Ponre Ponre Kabupaten Bone Provinsi Sulawesi Selatan dengan menggunakan program Zhong Xing HY21 yang salah satunya dapat menghasilkan peta penyebaran genangan banjir dan selanjutnya dapat digunakan sebagai pedoman atau pegangan penetapan batasan potensi daerah terdampak bencana. Kondisi yang digunakan dalam program Zhong Xing HY21 adalah piping dengan kondisi muka air banjir dan Normal dikarenakan setelah menganalisa penelurusuran banjir melelui pelimpah hasilnya menyatakan Bendungan Ponre Ponre tidak mengalami overtopping. Sehingga dapat diketahui keruntuhan Bendungan Ponre Ponre dengan kondisi muka air banjir piping atas adalah kondisi terparah dengan luas genangan 40.8029 Km2 dan total debit outflow puncak saat keruntuhan terjadi 141259.13662 m3/det.ABSTRACT: Besides being useful for fulfilling various needs for humans, but also dam has a dangerous potential, if the dam were broken. Dam break that often occurs due to overtopping and piping, because of that dam break analysis is needed and dam break simulation too. Analysis and simulation of dam break is a form of technical and political prevention, which is written in the regulations and laws bound by document security and RTD dam documents. The study location of the dam break analysis of this dam is Ponre Ponre Dam which is located in Bone District, South Sulawesi Province using the Zhong Xing HY21 programe, one of which can produces a map of the spread of flood inundation and then can be used as a guideline or setting boundaries for potential affected areas. The condition used in the Zhong Xing HY21 programe is piping with the condition of the flood water level and normal water level because after analyzed the flood routing through the spillway, the result is Ponre Ponre Dam does not have overtopping condition. Because of that it can be seen the dam break of the Ponre Ponre Dam with the condition of the upper piping flood water level is the worst condition with an inundation flood area of ​​40,8029 km2 and the peak total outflow discharge occurs is 141259.13662 m3/sec.
Analisa Keruntuhan Bendungan Kuningan Dengan Menggunakan Program Zhong Xing HY21 Sasongko, Yufintra Prasetya; Juwono, Pitojo Tri
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Pengairan Vol 2, No 1 (2018)
Publisher : Jurusan Teknik Pengairan, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (34.065 KB)

Abstract

ABSTRAK: Bendungan Kuningan terletak di Dusun Cileuweung, Desa Randusari, Kecamatan Cibeureum, Kabupaten Kuningan Provinsi Jawa Barat. Keruntuhan Bendungan Kuningan dapat terjadi dikarenakan overtopping dan piping. Dari simulasi yang dilakukan dengan program Zhong Xing HY21, keruntuhan akibat piping atas kondisi muka air banjir pada Bendungan Kuningan yang mengakibatkan dampak paling besar dengan puncak debit QInflow 893,008 m³/det dan luas genangan 35,696 Km2 dengan 32 desa di bagian hilir Bendungan Kuningan yang terkena dampak akibat keruntuhan Bendungan Kuningan.Bendungan Kuningan termasuk dalam klasifikasi bendungan dengan bahaya tingkat 4 yaitu bahaya sangat tinggi dengan total debit outflow yang keluar akibat keruntuhan Bendungan Kuningan yaitu 55570.2727 m2/det  ABSTRACT: The Kuningan Dam is located in Cileuweung Hamlet, Randusari Village, Cibeureum District, Kuningan Regency, West Java Province. Kuningan Dambreak can occur due to overtopping and piping. The simulation carried out by the Zhong Xing HY21 program, the dambreak due to piping on the flood water level conditions in the Kuningan Dam has the biggest impact with the peak flow QInflow 893,008 m³/sec and the inundation area is 35,696 km2 with 32 villages downstream of the Kuningan Dam affected the impact of the Kuningan dambreak. Kuningan Dam is included in the classification of dam with level 4 hazard, namely very high hazards with total outflow discharge resulting from the break of the Kuningan Dam, which is 55570.2727 m2/sec.
Co-Authors -, Muhammad Fahmi Adhitya Zein Muammar Adityawitari, Fadhilah Filzah Agus Indarto Alamsyah, Muh Arsyil Alex Wahyu Kesuma alfredo, moch Andre Primantyo H Andre Primantyo Hendrawan Anggara Cahyo Wibowo Anggraini, Fauziah Rahmawanti Aniek Masrevaniah Asmaranto, Runi Atikah, Dewi Ayu Pratama Putri, Ayu Pratama Ayu, Mirsa Azmi, Muhammad Nur AZWAR, HAFIDH BURHAN Bahreisy, Arzil Abdillah Bambang Pramujo, Bambang Bayu Wicaksono cristina Dwi, cristina Daffa Muhammad Faeyza Damarnegara, A. A. N Satria Danang, Kiswanto - Dediek Isqak Devi, Agung Ayu Gayatri Dharyatiputri, Jihan Faradillah Diah Fitri Maulida Dian Dinanti Dian Sisinggih Dian Sisinggih Dwi Priyantoro Eko Suryo Pranoto Eliana Renate Simanungkalit Emma Yuliani Erdwyansa, Richard Eric Virgiawan Aryadi Ery Suhartanto Evi Nur Cahya Fauzia Sonia, Fauzia Fayiz, Naufal Muhammad Fikhoir, Yalim Firdaus, Adam Wahyu Francsdito, Muhammad Geraldine, Monica Odelya Ghafara, Abdan Izzan Gunawan Prayitno hari siswoyo Harimurti Harimurti Heri Suprijanto Holyness Nurdin Singadimedja Irene Dhian Andriawati, Irene Dhian Irsyad Musthofa Yahya Iskandar Iskandar Jadfan Sidqi Fidari Jalaludin, Muhammad Satia Karin, Indriana Vaninda Komala Candra, Yoggi Fracasnofa Lily Montarcih Limantara Linda Prasetyorini Lisyahadah, Annida M. Janu Ismoyo M. Latiefudin Taruna Pratama Manalu, Marchell Geovande Maskur Efendi, Maskur Mayang Wigayatri Mey Wahyuningdyah mikail Adhi, mikail Milleanisa, Khofifah Endar Moch. Sholichin, Moch. Moh. Sholichin Mohammad Bisri Mohammad Taufiq Mudinillah, Adam Muhammad Amar Sajali Muhammad Ruslin Anwar Muhammad, Dien Azmi Murdhianti, Ari Murdhianti, Ari Nabila, Naufa Tasha Nadjadji Anwar Nindya Sari Nisa Andan Restuti, Nisa Andan Nurwijayanti oktanti, vita Pangestu, Ihsan Dwi Pradany, Ahmad Dwiki Pradoko Indra Purwanto Pramana, Fabian Raditya Pratama, Muhammad Rizky Pratiwi, Tami Prima Hadi Wicaksono Putra, Damarendro Wihandaru Putra, Galih Rizam Pratama Putri, Laily Amalia Rachmanda, Valdi Cahya Rahmah Dara Lufira Ramadhan, Yudhistira Akbar Zulfikar Ratu Anita Rachmawati Ridayani, Aline Tabina Rini Wahyu Sayekti Riska Karunia Ellanda Rispiningtati Rispiningtati Riwin Andono Riyanto Haribowo Rizal Rizal Rizka Aditya Rachman Runi Asmaranto Runi Asmaranto Runi Asmaranto Sandy, Dina Yunita Saputro, Robert Agung Saranani, Muh. Rivan Sasongko, Yufintra Prasetya Sholichin, Moh Siregar, Muhammad Rafi Sisno, Suhardjono Sodikin, Wahlul Suhardjono Suhardjono Suhartanto, Ery Sulthon Arsyad Aifudin Sumiadi Suprijanto, Heri Suwanto Marsudi Syafiq, Gilang Syah Putra, M. Raihan Ussy Andawayanti vania, clarizka Very Dermawan Very Dermawan Viari Djajasinga Wahyu Prasetyo Wahyu Sejati Wahyudi, Aqsha Prahitna Wicaksono, Dadang Teguh Wicaksono, Prima Hadi Widandi Soetopo Widandi Soetopo Wijaya, Andrian Ahmad Wijayanto, Achsin Win Haliem Winarta, Bambang Wiwik Widyaningsih Wiwin Sri Rahayu Yudha Tantra Ahmadi