Claim Missing Document
Check
Articles

Model Pengukuran Faktor-Faktor Pembentuk Pembelajaran Daring Berdasarkan Teori Ekologi Bronfenbrenner Lailatul Istima; Bagus Liyanto Leonardo; Rif'atus Sa'adah Irma; Nuansa Bayu Segara
Sosio-Didaktika: Social Science Education Journal Vol 9, No 2 (2022)
Publisher : Faculty of Education and Teacher Training, UIN (State Islamic University) Syarif Hidayatul

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/sd.v9i2.27913

Abstract

Selama pandemi Covid-19, kegiatan akademik pada semua jenjang pendidikan dialihkan dari sistem pembelajaran tatap muka menjadi sistem pembelajaran daring, sehingga terjadinya Learning Loss. Posisi pebelajar yang jauh dari pengawasan membutuhkan kemandirian belajar untuk mencapai tujuan pembelajaran. Kemandirian menggambarkan keterampilan seseorang untuk mengatur dirinya sendiri dan memutuskan sesuatu tanpa tergantung kepada orang lain. Menggunakan kerangka teoritis Bronfenbrenner, riset ini mengungkap faktor lingkungan yang mempengaruhi kemandirian belajar. Tujuan penelitian adalah mendeskripsikan profil dan mengkaji faktor pembentuk kemandirian belajar selama pembelajaran daring berdasarkan Teori Ekologi Bronfenbrenner. Jenis penelitian adalah kuantitatif dengan menggunakan analisis Structural Equation Modelling (SEM). Penelitian dilakukan melalui enam tahapan yaitu penyusunan instrumen, pengumpulan data, tabulasi data, analisis data, interpretasi hasil dan penulisan laporan. Subjek penelitian adalah 425 mahasiswa Universitas Negeri Surabaya yang dipilih dengan teknik accidental sampling. Variabel dalam penelitian yaitu mikrosistem, eksosistem, dan makrosistem sebagai variabel independen, dan Self Regulated Learning (SRL) sebagai variabel dependen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kecenderungan tingkat kemandirian belajar mahasiswa Unesa selama pembelajaran daring berada pada tingkat kategori sedang. Variabel eksosistem dan makrosistem berpengaruh positif dalam membentuk kemandirian belajar mahasiswa. Sementara itu, variabel mikrosistem berpengaruh negatif terhadap pembentukan kemandirian belajar mahasiswa. Hal ini terjadi karena terdapat sistem yang rusak, sehingga dapat direkomendasikan untuk melakukan perbaikan pada mikrosistem.Kata Kunci: Pembelajaran Daring, Self Regulated Learning, Teori Ekologi Bronfenbrenner
Model akuisisi kredit semester dalam implementasi kurikulum MBKM Program Studi Pendidikan IPS UNESA Imron, Ali; Prasetya, Sukma Perdana; Suprijono, Agus; Segara, Nuansa Bayu; Khotimah, Kusnul; Setyawan, Katon Galih
Jurnal Teori dan Praksis Pembelajaran IPS Vol. 7, No. 2
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um022v7i22022p104

Abstract

Model Akuisisi Kredit Semester merupakan model kerjasama Program Studi S-1 Pendidikan IPS Unesa dalam mengembangkan Kurikulum Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) melalui kerja sama dengan prodi lain yang memiliki keterkaitan sesuai profil lulusan dan capaian pembelajaran lulusan sebagai guru IPS. Adapun profil tambahan lulusan adalah Pemandu Wisata Sejarah dan Budaya. Kompetensi ini sangat sesuai dengan paket mata kuliah yang ada di Program Studi S-1 Pendidikan Sejarah Unesa. Setelah melakukan analisis situasi terkait dengan kerja sama pada kurikulum MBKM antar dua program studi, dapat teridentifikasi tiga hal. Pertama, tidak ada pertukaran seimbang antara program studi yang bekerjasama. Kedua, terdapat kesetaraan jumlah SKS paket yang ditawarkan Program Studi Pendidikan Sejarah dan Program Studi Pendidikan IPS yakni 18 SKS. Ketiga, adanya persamaan waktu kegiatan yaitu pada semester ke-5. Berdasarkan pertimbangan tersebut, maka disusun Model Akuisisi Kredit Semester dalam kerja sama antar prodi dalam satu perguruan tinggi pada implementasi kurikulum MBKM. Target yang dihasilkan program ini antara lain, 1) Laporan hasil penyusunan Kurikulum MBKM Program Studi S-1 Pendidikan IPS beserta prosedur konversi dan pengakuan kredit; 2) Dokumen kurikulum MBKM Program Studi S-1 Pendidikan IPS; 3) Panduan implementasi kurikulum dengan Model “Akuisisi Kredit Semester”; dan  4) Nota kerjasama dengan Model Akuisisi Kredit Semester. Tahapan program ini terbagi menjadi 6 (enam) tahap yaitu: 1) Tahap pengembangan kurikulum; 2) Tahap sanctioning; 3) Uji Publik; 4) Pengajuan MoA; 5) Implementasi kerjasama kurikulum MBKM dan monev pembelajaran; dan 6) Penyusunan laporan kegiatan.
Pengaruh Model Pembelajaran Literasi, Orientasi, Kolaborasi, dan Refleksi Terhadap Keterampilan Literasi Sosial Budaya dan Pemahaman Moderasi Beragama Siswa Tamami, Rofidah; Harmanto, Harmanto; Segara, Nuansa Bayu
CENDEKIA Vol. 16 No. 01 (2024): Cendekia March 2024
Publisher : Fakultas Agama Islam Universitas Billfath

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37850/cendekia.v16i01.588

Abstract

This research aims to see the effect of the LOK-R (Literasi, Orientasi, Kolaborasi, dan Refleksi) learning model on improving students' socio-cultural literacy skills and understanding of religious moderation in social science learning. This research is quasi-experimental with a pretest-posttest control group design. The research population was students at MTs Putra Putri Simo, Lamongan. The research sample consisted of 8th grade students, consisting of 60 students, with 30 people in the experimental class and 30 people in the control class. The research instrument is in the form of pretest questions, which are carried out before implementing the LOK-R learning model to measure initial socio-cultural literacy skills and initial understanding of religious moderation in students. The results of the research and hypothesis testing show that: (1) there has been a significant increase in students' socio-cultural literacy skills using the LOK-R learning model; (2) there has been a significant increase in students' understanding of religious moderation using the LOK-R learning model; and (3) there are differences in socio-cultural literacy skills and understanding of religious moderation simultaneously between students who take part in learning using the LOK-R learning model and students who take part in learning using the guided inquiry learning model. So it is concluded that there is an influence of using the LOK-R learning model has an influence on improving socio-cultural literacy skills and understanding of religious moderation among students in social studies learning at MTs Putra Putri Simo, Lamongan.
Pelatihan Penyusunan Model Pembelajaran IPS Berbasis Kearifan Lokal untuk Mendukung Kurikulum Merdeka Bagi Guru IPS Kabupaten Mojokerto Khotimah, Kusnul; Prasetya, Sukma Perdana; Harianto, Sugeng; Segara, Nuansa Bayu
Jurnal Pengabdian Masyarakat Bangsa Vol. 1 No. 11 (2024): Januari
Publisher : Amirul Bangun Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59837/jpmba.v1i11.674

Abstract

Tuntutan implmentasi kurikulum merdeka mengharuskan guru beradaptasi. Namun demikian masih banyak guru IPS yang belum paham dalam mengimplementasikan Kurikulum Merdeka. Banyak guru yang masih bingung untuk menyusun modul ajar yang mengintegrasikan kearifan lokal dalam pembelajaran IPS. Guru masih belum percaya diri dalam mengangkat kearifan lokal untuk dijadikan sebagai materi dalam pembelajaran. Selain itu guru juga masih belum paham mengenai model pembelajaran yang dapat digunakan untuk pembelajaran IPS yang berbasis kearifan lokal.. Program ini bertujuan utuk meningkatkan kemampuan guru dalam menyusun model pembelajaran IPS SMP berbasis kearifan local, kemudian diterapkan dalam menyusun modul ajar. Adapun target yang ingin dicapai dari PKM ini adalah meningkatkan kemampuan guru IPS SMP Negeri Kabupaten Mojokerto dalam menyusun model pembelajaran IPS berbasis kearifan lokal. Untuk mencapai target yang ingin dicapai maka metode pendekatan yang ditawarkan untuk menyelesaikan masalah yang dihadapi oleh mitra adalah dengan model hybrid atau blended trainging, yakni perpaduan antara pelatihan tatap muka dan daring. Kegiatan hybrid atau blended training dikemas dalam bentuk in service training dan on job training. Kegiatan in service training melalui brainstorming, ceramah, tanya jawab dan praktik pelatihan penulisan karya tulis ilmiah melalui paparan materi oleh fasilitator, dengan dua sistem yaitu sinkronus dengan platform Zoom Cloud Meeting dan asinkronus menggunakan platform google classroom serta komunikasi lewat Whatsapp Group (WAG). Kemudian pada kegiatan on the job training meliputi pendampingan secara tatap muka bersama kepala sekolah peserta pelatihan untuk menyusun karya tulis ilmiah best practice. Dalam rangka untuk menjamin keberlanjutan program, peserta pelatihan akan dibagi dalam beberapa peer group untuk menjadi peer educator bagi teman sejawat atau kolega guru di sekolah masing-masing. Setiap kelompok peer group di sekolah masing-masing diharuskan untuk mentransfer pengetahuan dan mengadakan mini training di sekolah agar keterampilan menulis karya ilmiah best practice bisa berlanjut dan menyebar kepada semua guru di sekolahnya.
Penguatan Nilai-Nilai Kebangsaaan Berbasis Literasi Digital pada Pelajar Indonesia di Kota Manila Filipina Prabawati, Indah; Widodo, Bambang Sigit; Fauzi, Agus Machfud; Segara, Nuansa Bayu; Fanida, Eva Hany; Prastiyono, Hendri
Jurnal Pengabdian Masyarakat Bangsa Vol. 2 No. 11 (2025): Januari
Publisher : Amirul Bangun Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59837/jpmba.v2i11.1946

Abstract

Tantangan global pelajar Indonesia dalam menghadapi nasionalisme dan radikalisasi di Abad 21 semakin berat. Berdasarkan hasil diskusi dengan Perhimpunan Pelajar Indonesia di Filipina, nilai kebangsaan berbasis literasi digital para pelajar mulai tergerus. Program kebangsaan yang diberikan kepada pelajar Indonesia oleh pemerintah baik melalui kemendikbud maupun instansi terkait di luar negeri sangat minim. Maka, penguatan nilai-nilai kebangsaan berbasis literasi digital bagi pelajar Indonesia di Filipina menjadi sebuah keniscayaan. Dengan hadirnya program pengabdian kepada masyarakat (PKM) Internasional pada pelajar Indonesia di Filipina membawa kebermanfaatan berbagi praktik baik. Program ini bertujuan untuk menguatkan nilai-nilai kebangsaan berbasis literasi digital bagi pelajar Indonesia di Filipina melalui pelatihan kebangsaan dalam Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) internal Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Negeri Surabaya di Kota Manila, Filipina. Program pengabdian kepada masyarakat dikemas bentuk metode in-service training sebanyak dua kali dan on job training satu kali. Kegiatan in-service training dilakukan sebelum dan sesudah pelatihan dalam bentuk daring yang meliputi pemahaman kebangsaan dan pendampingan.  Kegiatan on the job training meliputi pendampingan secara tatap muka terhadap para pelajar Indonesia di Filipina untuk penguatan nilai-nilai kebangsaan berbasis literasi digital. Hasil dalam program pengabdian ini adalah sebagian besar mahasiswa memiliki pemahaman yang baik (85,50%) mengenai nilai-nilai kebangsaan setelah diberikan perlakuan. Selain itu, rata-rata respon para mahasiswa terhadap pelatihan LDK sebanyak 94,10% yang berarti respon sangat positif sehingga dapat menguatkan pengetahuan dan ketrampilan kepemimpinan. Penguatan nilai-nilai kebangsaan berbasis literasi digital semakin tumbuh meningkat pada pelajar Indonesia di Filipina sehingga mampu menjadi inspirasi untuk selalu berkembang dan mengimplementasikan kecintaan terhadap tanah air. Secara keberlanjutan, peserta pelatihan dapat menyebarkan transfer pengetahuan kepada rekan sejawat mahasiswa PPI di Filipina.
UPGRADING RELIGIUSITAS, LITERASI, DAN ADAPTASI TEKNOLOGI ANAK JALANAN BERBASIS LEARNING STATION COMMUNITY Astutik, Anita Puji; Untari, Rahmania Sri; Segara, Nuansa Bayu; Meilinda, Isna; Rahma, Aulia; Wafi, Akhmad Hasbul
Jurnal Abdimas Bina Bangsa Vol. 5 No. 2 (2024): Jurnal Abdimas Bina Bangsa
Publisher : LPPM Universitas Bina Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46306/jabb.v5i2.1395

Abstract

The community service activities carried out are activities that aim to improve the quality of life of street children through religiosity debriefing programs, soft skill development, and digital literacy. The main focus of the activity is the development of JALITERA website, which serves as a platform for street children to access information and skills training relevant to the needs of the Times. Methods applied include observation, mapping needs, and detection of soft skills using fingerprint test, which aims to understand the potential and needs of these children. After planning the website model and socialization, activities were carried out to provide training in synergy with the materials available at JALITERA. The output of this activity is the JALITERA website and the report on the detection of soft skills of street children, which is expected to help them in developing their self-skills and improving their welfare. Thus, JALITERA is expected to be a concrete solution for street children to achieve a better future. 
Development of a Social Sciences E-Module Based on Local Wisdom with a Problem Solving Approach to Improve Students' Critical Thinking Ability Suparmin, Suparmin; Warsono, Warsono; Segara, Nuansa Bayu; Subur, Hikmayani; Imran, Ahmad Fadhil
Journal of Educational Sciences Vol 8. No. 1. January 2024
Publisher : FKIP-Universitas Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31258/jes.8.1.p.22-35

Abstract

This research aims to meet the needs of teachers and participants by presenting teaching materials in the form of social sciences e-modules based on local wisdom with a feasible and effective problem solving approach to improve students' critical thinking skills. This type of research is R&D which has been developed by Borg & Gall. Initial product development validated by media experts and material experts, initial field tests assessed from the responses of 2 teachers and 16 students, initial product revisions, main product tests assessed from the responses of 2 teachers and 27 students people, revision of the main product, operational field testing by giving pretests and posttests to 32 students, revision of the final product, and dissemination in junior high schools throughout Central Mamuju Regency. This research produced a social sciences e-module product based on local wisdom with a problem solving approach which was declared feasible and effective enough to improve students' critical thinking skills. The results of the independent t-test analysis show a sig. value (2-tailed) < 0.05, so the conclusion is that there is a difference in students' critical thinking abilities between the experimental class that uses the product and the control class that does not use the product.
Effectiveness Of Outdoor Learning Optimization Program In Learning Social Studies Prasetya, Sukma Perdana; Segara, Nuansa Bayu; Imron, Ali
Jurnal Pendidikan Indonesia Vol 9 No 2 (2020)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (307.385 KB) | DOI: 10.23887/jpi-undiksha.v9i2.19160

Abstract

Outdoor learning is potential to expose social and natural phenomena related to social studies. However, the social studies teachers seldom to practice outdoor learning on certain occasions. This article has two aims. First, interpreting social studies teacher perspective about the simulation of an outdoor learning laboratory. Second, explain the teacher's obstacle if they are practicing outdoor learning in the school. Step of the research consist of 1) in service-learning 1; 2) on the job learning; 3) in service-learning 2. The participants of this study involved 20 secondary high school active teachers of social studies in Surabaya. The data collecting technique used in this study is a questioner to measuring teacher's perspectives about the outdoor learning simulation in Surabaya, Sidoarjo, Mojokerto, Jombang,Tuban. Then, interview guidelines were used to perceive the data about teacher's obstacles to practice outdoor learning programs. The data analysis technique for examined teachers' perspectives is the percentage and discriminant statistics. The result of this study confirms that learning outdoor program offers a positive outcome. That is, 1) integrity while the social studies learning, extending social studies content, and helpful for difficult content; 2, Motivation improvement, attention and provide the student concrete experience; 3) Social studies learning to be fun, effective, and contextual. However, Social studies teachers assume laboratory outdoor activity is not efficient and hard to do, because they need a big fee, lengthy time, and require teachers' field experience for dominating social studies content
INVESTIGATED THE IMPLEMENTATION OF MAP LITERACY LEARNING MODEL Nuansa Bayu Segara; Enok Maryani; Nana Supriatna; Mamat Ruhimat
Geosfera Indonesia Vol. 3 No. 2 (2018): GEOSFERA INDONESIA
Publisher : Department of Geography Education, University of Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19184/geosi.v3i2.7808

Abstract

This article presents the results of the first implementation of map literacy learning model in middle school classes - this is the preliminary test. The implementation of this learning model will gain optimal results when it is conducted by following all the component of the model such as the syntax, theoretical framework, social system, teachers' roles, and support system. After the model implementation has been completed, the results showed that there was significantly different in students' spatial thinking skills before and after the treatment. However, the implementation also revealed that the model has some technical issues and thus to be improved. In a social system revision, the teacher has to be flexibly provide scaffolding every time he/she sees that the students need it. Teacher's book is significantly important to help a teacher lead the learning process. After improvement of the model has been completed, then it is ready to be implemented in the main field testing stage. Keywords: map literacy, social studies learning, spatial thinking References Abbasnasab, S., Rashid, M., & Saad, M. (2012). Knowledge with Professional Practice A Sociocultural Perspective on Assessment for Learning : The Case of a Malaysian Primary School ESL Context, 66, 343–353. http://doi.org/10.1016/j.sbspro.2012.11.277 Adeyemi, S. B., & Cishe, E. N. (2015). Effects of Cooperative and Individualistic Learning Strategies on Students’ Map Reading and Interpretation. International Journal of Arts & Sciences, 8(7), 383–395. Bednarz, S. W., Acheson, G., & Bednarz, R. S. (2006). Maps and Map Learning in Social Studies. Social Education, 70(7), 398–404. http://doi.org/10.4324/9780203841273 Brophy, J., & Alleman, J. (2009). Meaningful social studies for elementary students. Teachers and Teaching, 15(3), 357–376. http://doi.org/10.1080/13540600903056700 Cohen, L., Manion, L., Morrison, K., & Wyse, D. (2010). A Guide To Teaching Practice (5th ed.). London and New York: Rotledge. Churcher, K. M. A., Downs, E., & Tewksbury, D. (2014). “ Friending ” Vygotsky : A Social Constructivist P edagogy of Knowledge Building Through Classroom Social Media Use, 14(1), 33–50. Durmuş, Y. T. (2016). Effective Learning Environment Characteristics as a requirement of Constructivist Curricula: Teachers’ Needs and School Principals’ Views. International Journal of Instruction, 9(2), 183–198. http://doi.org/10.12973/iji.2016.9213a Fani, T., & Ghaemi, F. (2011). Implications of Vygotsky ’ s Zone of Proximal Development ( ZPD ) in Teacher Education : ZPTD and Self-scaffolding. Procedia - Social and Behavioral Sciences, 29(Iceepsy), 1549–1554. http://doi.org/10.1016/j.sbspro.2011.11.396 Gauvain, M. (1993). The Development of Spatial Thinking in Everyday Activity. Developmental Review, 13, 92–121. Hribar, G. C. (2015). Using Map-Based Investigations with Elementary Students. In ESRI Education GIS Conference (pp. 1–26). Huynh, N. T., & Sharpe, B. (2013). An Assessment Instrument to Measure Geospatial Thinking Expertise An Assessment Instrument to Measure Geospatial Thinking Expertise. Journal of Geography, 112(October 2014), 3–41. http://doi.org/10.1080/00221341.2012.682227 Ishikawa, T. (2012). Geospatial Thinking and Spatial Ability: An Empirical Examination of Knowledge and Reasoning in Geographical Science. The Professional Geographer, (July 2015), 121018062625002. http://doi.org/10.1080/00330124.2012.724350 Jessie A. (1951). Maps and Slow-Learners. Journal of Geography, 50:4, 145-149, DOI: 10.1080/00221345108982661 Jo, I., Bednarz, S., & Metoyer, S. (2010). Selecting and Designing Questions to Facilitate Spatial Thinking. The Geography Teacher, 7(2), 49–55. http://doi.org/10.1080/19338341.2010.510779 Joyce, B.R., Weil, M., & Calhoun, E. (2014). Models of Teaching (8th Ed). New Jersey: Pearson Education. Key, L.V., Bradley, J.A., & Bradley, K.A. (2010).Stimulating Instruction in Social Studies. The Social Studies, 101:3, 117-120, DOI: 10.1080/00377990903283932 Leinhardt, G., Stainton, C., & Bausmith, J. M. (1998). Constructing Maps Collaboratively. Journal of Geography, 97(1), 19–30. http://doi.org/10.1080/00221349808978821 Logan, J. R. (2012). Making a Place for Space: Spatial Thinking in Social Science. Annual Review of Sociology, 38(1), 507–524. http://doi.org/10.1146/annurev-soc-071811-145531 Logan, J. R., Zhang, W., & Xu, H. (2010). Applying spatial thinking in social science research. GeoJournal, 75(1), 15–27. http://doi.org/10.1007/s10708-010-9343-0 National Reseach Council. (2006). Learning to Think spatially. Washington, D.C.: The National Academic Press. Retrieved from www.nap.edu NCSS. (2016). A Vision of Powerful Teaching and Learning in the Social Studies, 80(3), 180–182. Saekhow, J. (2015). Steps of Cooperative Learning on Social Networking by Integrating Instructional Design based on Constructivist Approach. Procedia - Social and Behavioral Sciences, 197(February), 1740–1744. http://doi.org/10.1016/j.sbspro.2015.07.230 Uttal, D. H. (2000). Maps and spatial thinking: a two-way street. Developmental Science, 3(3), 283–286. http://doi.org/10.1111/1467-7687.00121 Verma, K. (2014). Geospatial Thinking of Undergraduate Students in Public Universities in The United States. Texas State University. Wiegand, P. (2006). Learning and Teaching with Maps. London and New York: Routledge Taylor & Francis Group. Retrieved from http://cataleg.udg.edu/record=b1373859~S10*cat Copyright (c) 2018 Geosfera Indonesia Journal and Department of Geography Education, University of Jember Copyright Notice This work is licensed under a Creative Commons Attribution-Share A like 4.0 International License
PELATIHAN UNTUK PENGUATAN KAPASITAS GURU IPS SMP KABUPATEN PASURUAN DALAM IMPLEMENTASI KURIKULUM MERDEKA Khotimah, Kusnul; Suprijono, Agus; Prasetyo, Ketut; Sarmini, Sarmini; Harianto, Sugeng; Prasetya, Sukma Perdana; Segara, Nuansa Bayu
Bestari: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 5, No 1 (2025)
Publisher : Sekolah Tinggi Keguruan dan Ilmu Pendidikan (STKIP) Melawi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46368/dpkm.v5i1.3234

Abstract

Tuntutan implmentasi kurikulum merdeka mengharuskan guru beradaptasi. Namun demikian masih banyak guru IPS SMP di Kabupaten Pasuruan yang belum paham dalam mengimplementasikan Kurikulum Merdeka. Banyak guru yang masih bingung dan belum percaya diri untuk menyusun modul ajar yang sesuai dengan karakteristik sekolah dalam pembelajaran IPS. Program ini bertujuan utuk meningkatkan kemampuan guru dalam menyusun modul ajar pembelajaran IPS kontekstual sesuai karakteristik sekolah. Pelatihan dilaksakanan dalam tiga kali yaitu in service training 1 secara daring synchronous, on the job training secara daring asynchronous dan in service training 2 secara luring. Secara keseluruhan kegiatan ini telah berhasil untuk meningkatkan kemampuan guru IPS SMP Kabupaten Pasuruan. Dengan tingkat keberhasilan yang tinggi, baik dalam jumlah pengumpulan tugas maupun kualitas hasilnya, peserta dapat menerapkan modul ajar yang mereka susun ke dalam pembelajaran di kelas. Hasil ini juga menjadi bukti bahwa pelatihan PKM mampu memberikan dampak nyata dalam meningkatkan kompetensi guru dalam menyusun dan mengimplementasikan pembelajaran berbasis Kurikulum Merdeka.
Co-Authors Afifah, Silvi Nur Agus Suprijono Ahmad Fadhil Imran Ali Imron Anita Puji Astutik Annisa Febrianti Putri Ardania Arifauziah, Wilga Yunike Asnimawati, Asnimawati Bagus Liyanto Leonardo Bambang Sigit Widodo Bimantoro Arif Wicaksono Damayanti, Tifani Aviva Dhira Romadhonna Putri Satriyani Dian Ayu Larasati Dizon, Carmela S. Durrotun Nafisah Enok Maryani Eva Hany Fanida, Eva Hany Fauzi, Agus Machfud GURNIWAN KAMIL PASYA, GURNIWAN KAMIL Harmanto Harmanto Harmanto Harmanto Hendri Prastiyono Hermansyah Hermansyah Hermawan, Alesandro Rahmatullah Huda, Mi'rojul Iin Wariin Basyari INDAH PRABAWATI Katon Galih Setyawan Katon Galih Setyawan Ketut Prasetyo Khozin, Nurwildan Tsalits Kusnul Khotimah Kusnul Khotimah Kusnul Khotimah Lailatul Istima Larasati, Dian Ayu Lira Trisnaning Beta Listiani, Intan Dwi Mamat Ruhimat, Mamat Marzuqi, Muhammad Ilyas Meilinda, Isna Meirinawati Meirinawati, Meirinawati Mevia, Nia Ayu MOH. MUDZAKKIR Muhammad Jacky Mumtazah, Wardah Aqilah Nana Supriatna Nikmah, Evy Nazilatun Niswatin Nugroho Hari Purnomo Nurul Hasanah Pramita Yuni Prastiyono, Hendri Prastiyono, Hendry Prastyono, Hendri Pratama, Alfan Ardi Raden Mohamad Herdian Bhakti Rahma, Aulia Rahmania Sri Untari Rif&#039;atus Sa&#039;adah Irma Rofidah Tamami Rosyida, Shela Zaimatur Safrida, Kamelia Wulandari Salma, Afin Naila Sari, Pirana Rachma Sarmini Sarmini Saummita, Tyas Wulandari Setyawan, Katon Galih Setyawan, Katon Galih Sholikhah, Ayu Putri Nur Sita Bela Subur, Hikmayani SUGENG HARIANTO Sukma Perdana Prasetya Suparmin Suparmin Suryanti, Jun Tamama, Izza Hafia Tamami, Rofidah Tsaabitah, Ananda Alissa Umi Umaroh Auliyah Ummahhadi, Ady Nashrul untari, selvia dewi Utami, Fariza Wahyu Veny Purwanti Wafi, Akhmad Hasbul Wahyu Setiawan Wardani, Li’anatus Sukma Warsono Warsono Warsono Warsono Wisnu Wisnu wisnu wisnu, wisnu Wiwik Sri Utami