Claim Missing Document
Check
Articles

Implementation of the Base64 Algorithm on the Authenticity of QR-Code Based Moringa Leaf Tea and Oil Products: Implementasi Algoritma Base64 Pada Keaslian Produk Teh dan Minyak Daun Kelor Berbasis QR-Code Rida Mega Firdaus; Yati Nurhayati; Sherly Ghina Supratman
Buffer Informatika Vol. 10 No. 1 (2024): Buffer Informatika
Publisher : Department of Informatics Engineering, Faculty of Computer Science, University of Kuningan, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25134/buffer.v10i1.84

Abstract

Produk teh dan minyak Daun Kelor yang di Kelola oleh UMKM Dukuhlor ini sudah banyak beredar di daerah Kuningan ataupun luar Kuningan. Rentan terjadinya pemalsuan produk seperti yang terjadi di Mushi Cirebon yang menyebabkan turunnya pendapatan serta kepercayaan customer karena produk tiruan memiliki kualitas yang rendah dan menyebabkan gangguan kesehatan dan belum adanya sistem untuk pengecekan keaslian produk Teh dan Minyak Kelor di UMKM Dukuhlor sehingga customer kesulitan dalam membedakan keasliannya. Oleh karena itu dibutuhkan aplikasi untuk menjadi solusi dari masalah tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk membuat aplikasi pengecekan keaslian produk Teh dan Minyak Daun Kelor dimana admin dapat melakukan input data kode produksi pada sistem setelah itu sistem melakukan enkripsi dengan Algoritma Base64 lalu sistem melakukan generate hasil enkripsi menjadi QR-Code dan QR-Code tersebut dicetak pada kemasan Teh dan Minyak Kelor sedangkan customer melakukan scan QR-Code setelah itu sistem melakukan generate QR-Code menjadi text lalu melakukan deskripsi dengan Algoritma Base64 lalu sistem mencocokan hasil deskripsi dengan data id produksi di database jika valid, maka sistem menampilkan detail produk dan jika tidak valid, maka sistem menampilkan notifikasi produk palsu. Pengembangan aplikasi ini menggunakan metode RUP(Rational Unified Process) dan perancangan menggunakan UML (Unified Modelling Language). Berdasarkan hasil UAT bahwa Aplikasi Pengecekan Keaslian Produk Teh dan Minyak Daun Kelor Berbasis QR-Code dapat digunakan sebagai media untuk pengecekan keaslian produk Teh dan Minyak Kelor dengan nilai persentase sebesar 88,75%.
Perbandingan Konsep Pembatalan Putusan Arbitrase Di Beberapa Negara Yati Nurhayati
Jurnal Ius Constituendum Vol. 7 No. 2 (2022): OCTOBER
Publisher : Magister Hukum Universitas Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26623/jic.v7i2.5700

Abstract

This study aims to dissect the concept of annulment of arbitral awards in several countries. Arbitration disputes are one of the options in resolving business disputes that are used in various countries in the world, one of which is Indonesia. Arbitration, both national and international, has a very important role in the business world which continues to develop, especially in the digital era. However, the arbitration award which has a final and binding nature still has a denial effort through the annulment of the award. In Indonesia, the provisions for the cancellation of arbitration are regulated in Article 70 of the Arbitration Law which has changed from the provisions before the birth of the Arbitration Law. This study uses a normative research method (comparative descriptive) which focuses on comparing the concept of annulment of arbitral awards in several countries in accordance with the laws and regulations in force in each country, not only discussing the rejection of the implementation of arbitral awards in comparison of two countries, the conditions for the cancellation of arbitral awards. national or international arbitral award. The results of the study showed that although arbitration applies in almost many countries, the provisions for the cancellation of arbitration awards in several countries are different.  Penelitian ini bertujuan membedah konsep pembatalan putusan arbitrase dibeberapa negara. Sengketa arbitrase menjadi salah satu pilihan dalam penyelesaian sengketa bisnis yang digunakan diberbagai negara di dunia salah satunya di Indonesia. Arbitrase baik nasional maupun internasional memiliki peran yang sangat penting dalam dunia bisnis yang terus mengalami perkembangan terutama di era digital. Namun putusan arbitrase yang memiliki sifat final dan binding pun tetap memiliki upaya penyangkalan melalui pembatalan putusan. Di Indonesia ketentuan pembatalan arbitrase diatur dalam Pasal 70 UU Arbitrase yang mengalami perubahan dari ketentuan sebelum lahirnya UU arbitrase. Penelitian ini menggunakan metode penelitian normatif (deskriptif perbandingan) yang berfokus pada perbandingan konsep pembatalan putusan arbitrase di beberapa negara sesuai dengan peraturan perundang-undanagn yang berlaku di tiap negara, tidaka hanya membahas tentang penolakan pelaksanaan putusan arbitrase perbandingan dua negara saja, syarat pembatalan putusan arbitrase nasional atau pembatalan putusan arbitrase internasional. Hasil penelitian didapatkan bahwa meskipun arbitrase berlaku di hampir banyak negara namun ketentuan pembatalan putusan arbitrase dibeberapa negara berbeda-beda.                
Kebutuhan Personel Air Traffic Controller (ATC) Di Bandara Sultan Mahmud Badaruddin II Palembang Ari Susetyadi; Yati Nurhayati
Warta Penelitian Perhubungan Vol. 24 No. 5 (2012): Warta Penelitian Perhubungan
Publisher : Sekretariat Badan Penelitian dan Pengembangan Perhubungan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25104/warlit.v24i5.1027

Abstract

Assessment of personnel needs of air traffic controllers (ATC) at the Sultan Mahmud Airport Badaruddin II Palembang is to find out how many number of needs of air traffic controllers (ATC) at the Sultan Mahmud Airport Badaruddin II Palembang that has with standards / regulations by the !CAO to support flight operations in order to ensure flight safety. Assessment method was quantitative method with the decomposition of descriptive, exposure and explanation in detail based on the compilation of primary data and secondary data that have been processed. The results of the assessment show that air traffic controller (ATC) at the Sultan Mahmud Airport Badaruddin II Palembang is still not adequate, there is still lack of abaout 11 air traffic controller (ATC) personnel at the Sultan Mahmud Badaruddin II Palembang Airport.Keywords : air traffic controller (ATC), Sultan Mahmud Badaruddin II Palembang Airport Pengkajian tentang kebutuhan personel air traffic controller (ATC) di Bandara Sultan Mahmud Badaruddin II Palembang adalah untuk mengetahui bagaimana jumlah kebutuhan air traffic controller (ATC) di Bandara sultan Mahmud Badaruddin II Palembang apakah telah memenuhi standar/peraturan yang ditetapkan oleh ICAO untuk mendukung kegiatan operasi penerbangan dalam rangka menjamin keselamatan penerbangan. Metode pengkajian yang digunakan adalah metode kuantitatif dengan penguraian ( deskriptif), pemaparan dan penjelasan secara rind berdasarkan kompilasi data primer dan data sekunder yang telah diolah. Hasil pengkajian menunjukan personel air traffic controller (ATC) di Bandara sultan Mahmud Badaruddin II Palembang masih belum memadai, yakni masih terdapat kekurangan sekitar 11 personel air traffic controller (A TC) di Bandara sultan Mahmud Badaruddin II Palembang. Kata Kunci: air traffic controller (ATC),Bandara Sultan Mahmud Badaruddin II Palembang
Co-Authors Abdul Halim Barkatullah Abdul Wahab Adam Jehan Afrida Zahira Agus Hermawan Agus Wahyuddin Akhmad Hulaify Ali Mujahidin Amalia Asikin, Nida Anggraeni, Sinta Ayu Apriliani, Purwandyarti Ari Susetyadi Ari Susetyadi, Ari Arifah Rahayu Aryani, Wiwik Dyah Ateng Supriyatna Athalaric Ghalib Pradana Ayu Rissa Atika Bibin Rubini Chiquita Andina Putri Christine Vina Siangli Putri Christine Vina Siangli Putri Siangli Putri Cut Khairunnisa David Fuad Habibie Dewina, Meran Diana Setiawati Endang Komara Gina Supratman, Sherly Hafizatuzahra Hafizatuzahra Hanafi Hanafi Hanafi Ramsi Hasanah, Eneng Erna Hasrina Rahma hilmi, risma fuziatul Ifrani Ifrani Ifrani Ifrani, Ifrani Ihsan Ihsan Indarini Dwi Pursitasari Indra Kurniawan Inggrid Dirgahayu Istiana Istiana Iwan Lesmana Iwan Riswandie Khairul Anam M Yasir Said M. Febry Saputra M. Yasir Said M. Yasir Said M.Yasir Said M.Yasir Said Maghdalina Maghdalina Martine Flipse Miftah Ulumuddin Tsani Mohammed Sayah S. Eljohani Mohd Zahir, Mohd Zamre Mohd Zamre Mohd Zahir Mohd Zamre Mohd Zahir Muhammad Aini Muhammad Akbar Ridho Muhammad Hatta Muhammad Hendri Yanova Mukti Fajar Mukti Fajar ND Munajah Muthia Septarina Nadia Nadia NAFIQOH, HENI Nahdhah Nahdhah Noorsyaidah Noorsyaidah Nur Intan Hayati Husnul Khotimah Parman Komarudin Pradana, Athalaric Ghalib Qadarsih, Siti Muldiah Rachmat Ismaya, Rachmat Rahmatul Huda Ramadhan, Muhamad Alfri Ramalinggam Rajamanickam Ramdani, Hisworo Rida Mega Firdaus rina Auliana Rina Auliana Rinny Rinny Riyan Febriyana Rohaeni, Reni Said, M Yasir Said, M.Yasir Salamiah Salamiah Sherly Ghina Supratman Siangli Putri, Christine Vina Sudiyono Sudiyono supratman, sherly gina Tengku Noor Azira Tengku Zainudin Wahfiudin, Yuda Windayani, Neneng Yera Alvira Natanshia Yoga Saputra Yudit Aditiya Putra Yuke Sri Rizki Yuny Ernawati Zulvia, Evi