Claim Missing Document
Check
Articles

Found 127 Documents
Search
Journal : JUPE

HUBUNGAN DAYA LEDAK TUNGKAI DAN PANJANG TUNGKAI TERHADAP HASIL TENDANGAN JARAK JAUH Yoga Harlis Sidiawan; Ade Jubaedi; Suranto Suranto
JUPE (Jurnal Penjaskesrek) Vol 3, No 4 (2015): JUPE
Publisher : JUPE (Jurnal Penjaskesrek)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study aimed to determine the relationship of leg muscle explosive power and leg length of the long kick . The population used in this study amounted to 20 students , with a sample of 20 students, so it was called as population sample (total sampling) . Data collection of leg muscle explosive power used standing broad jump, long legs used anthropometer and data analysis used product moment correlation . The results showed that leg muscle explosive power accounted for 79.2 % , the long legs contributed 19.1% while the explosive power leg muscle and limb length accounted for 81.4 % of the long kick . As implied to obtain long kick , it was needed to pay attention to all the physical elements especially explosive power leg muscle.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan daya ledak otot tungkai dan panjang tungkai terhadap hasil tendangan jarak jauh. Populasi yang digunakan dalam penelitian ini berjumlah sebanyak 20 siswa, dengan sampel sebanyak 20 siswa, sehingga disebut sampel populasi (total sampling). Pengumpulan data daya ledak otot tungkai menggunakan standing broad jump, panjang tungkai menggunakan Anthropometer serta analisis data menggunakan korelasi product moment. Hasil penelitian menunjukan bahwa daya ledak otot tungkai memberikan kontribusi sebesar 79,2%, panjang tungkai memberikan kontribusi sebesar 19,1% sedangkan daya ledak otot tungkai dan panjang tungkai memberikan kontribusi sebesar 81,4% terhadap hasil tendangan jarak jauh. Sebagai implikasikan untuk memperoleh hasil tendangan jarak jauh, perlu memperhatikan semua unsur fisik terutama daya ledak otot tungkai.Kata kunci : daya ledak, hubungan, tungkai, panjang tungkai, tendangan jarak jauh
PENGARUH LATIHAN MENENDANG MENGGUNAKAN PUNGGUNG KAKI DAN KAKI BAGIAN DALAM TERHADAP PENALTI Indianto Indianto; Suranto Suranto; Ade Jubaedi
JUPE (Jurnal Penjaskesrek) Vol 4, No 4 (2016): JUPE
Publisher : JUPE (Jurnal Penjaskesrek)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The study aimed to investigate the efects of kicking exercise with instep foot and inside foot to penalty kick students in football extracurricular Senior High School Negeri 1 Pringsewu. The type of the research was quasi experiment with there were 20 student than. The researcher used shooting ot target test. Then the data were analyzed by using T-test. The result showed that there is an effect of the kicking exercise with instep foot that is 108 than after be given the treatment increase to 140, and the kick exercise with inside foot that is 113 after be given the treatment increase to 174. The result of research showed that the kicking exercise with instep foot and inside foot give influence to the result of penalty kick student in football extracurricular Senior High School Negeri 1 Pringsewu TA 2015/2016.Keyword : inside foot, instep foot, penalty.Penelitian ini bertujuan mengetahui pengaruh latihan menendang menggunakan punggung kaki dan kaki bagian dalam terhadap hasil tendangan penalti siswa ekstrakulikuler sepakbola SMA N1 Pringsewu. Jenis penelitian yang digunakan adalah eksperimen semu dengan sampel sebanyak 20 orang kemudian dibagi menjadi 2 kelompok. Teknik pengumpulan data menggunakan tes menembak ke sasaran. Analisis data menggunakan teknik analisis data uji t. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat pengaruh dari latihan menggunakan punggung kaki yaitu dari 108 kemudian setelah diberikan perlakuan meningkat menjadi 140 dan latihan menendang menggunakan kaki bagian dalam dari 113 setelah diberikan perlakuan meningkat menjadi 174. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa latihan menendang menggunakan punggung kaki dan kaki bagian dalam memberikan pengaruh terhadap peningkatan hasil tendangan penalti siswa ekstrakulikuler SMA Negeri 1 Pringsewu TA 2015/2016.Kata kunci : kaki bagian dalam, penalti, punggung kaki.
PENGARUH METODE LATIHAN KELINCAHAN DAN KOORDINASI MATA-TANGAN TERHADAP KETERAMPILAN MENGGIRING BOLATANGAN Muhammad Yogi Rivaldi; Surisman Surisman; Suranto Suranto
JUPE (Jurnal Penjaskesrek) Vol 2, No 1 (2014): JUPE
Publisher : JUPE (Jurnal Penjaskesrek)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This type of research is experimental research with the population is in the high school class XI student Persada Bandar Lampung, amounting to 156 people, and the samples taken were 30. The sampling technique used was sreatifield random sampling. Data analysis and final results of the initial test program impacts and coordination agility drills to improve hand-eye movement ushered in handball basis using t-test data analysis techniques. The objectives of this research was to determine the effect of exercise programs coordination agility and eye-hand to improve basic movement ushered in handball in class XI High School Persada in Bandar Lampung. The results showed: first, there is a significant effect on agility training program. Second, there is a significant effect on exercise program eye-hand coordination. Third, exercise program eye-hand coordination is better than agility training program.Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian eksperimen dengan populasi adalah siswi kelas XI di SMA Persada Bandar Lampung yang berjumlah 156 orang, dan diambil sampel berjumlah 30 orang. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah sreatifield random sampling. Analisis data hasil tes awal dan akhir pengaruh program latihan kelincahan dan koordinasi mata-tangan untuk meningkatkan gerak dasar menggiring dalam bola tangan menggunakan teknik analisis data uji t. Tujuan yang ingin dicapai dalam penelitian ini adalah mengetahui pengaruh program latihan kelincahan dan koordinasi mata-tangan untuk meningkatkan gerak dasar menggiring dalam bolatangan pada siswa kelas XI Persada di SMA Persada Bandar Lampung. Hasil penelitian menunjukkan: pertama, terdapat pengaruh yang signifikan pada program latihan kelincahan. Kedua, terdapat pengaruh yang signifikan pada program latihan koordinasi mata-tangan. Ketiga, program latihan koordinasi mata-tangan lebih baik dibandingkan dengan program latihan kelincahan.Kata kunci : dribble, gerak dasar, kelincahan, koordinasi mata-tangan
Pengaruh Model Pembelajaran Berpasangan dan Berkelompok Terhadap Hasil Tolak Peluru Gaya Obrien Ryan Hidayat; Suranto Suranto; Ade Jubaedi
JUPE (Jurnal Penjaskesrek) Vol 5, No 2 (2017): JUPE
Publisher : JUPE (Jurnal Penjaskesrek)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The problem in this research was lack of learning model used in an effort to improve the results of the o'brien style shot put. The purpose of this research was to determine the influence of learning models pair and in group on the results of the o'brien style shot put in class VII SMP Negeri 1 Gisting. This research used comparative experimental method. The samples were taken 32 students. The research instrument used pre-test and post-test. Data were analyzed using t test analysis. Results of pair model is obtained thitung= 6.928 and ttabel = 2.131, group model is obtained thitung= 3.782 and ttabel = 2.131. Because of thitung is larger of the ttabel, so that Ho is refused and Ha is accepted.Masalah dalam penelitian ini adalah kurangnya model pembelajaran yang digunakan dalam upaya meningkatkan hasil tolakan pada tolak peluru gaya obrien. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh model pembelajaran berpasangan dan berkelompok terhadap hasil tolak peluru gaya obrien pada siswa kelas VII di SMP Negeri 1 Gisting. Penelitian ini menggunakan metode penelitian eksperimen tipe komparatif. Sampel yang diambil berjumlah 32 siswa. Instrumen penelitian menggunakan pre-test dan post-test. Teknik analisis data menggunakan analisis uji t. Hasil kelompok berpasangan didapat thitung = 6,928 dan ttabel = 2,131, kelompok berkelompok didapat thitung = 3,782 dan ttabel = 2,131. Karena hasil thitung lebih besar daripada ttabel, sehingga Ho ditolak dan Ha diterima.Kata Kunci: gaya obrien, model pembelajaran berkelompok, model pembelajaran berpasangan, tolak peluru.
HUBUNGAN TINGKAT KEBUGARAN JASMANI TERHADAP PRESTASI BELAJAR PENJASORKES Restiana Annisa; Frans Nurseto; Suranto Suranto
JUPE (Jurnal Penjaskesrek) Vol 3, No 3 (2015): JUPE
Publisher : JUPE (Jurnal Penjaskesrek)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The purpose of this study was to determine the relationship between the level of physical fitness and academic achievement of students. The research methodology used in this study was the correlation method. The sample used was a sample population which were the fifth grade students at SDN 2 Sukoharjo III Pringsewu totaling 40 students. Collecting data was using the documentation, and physical fitness tests. From the results, it obtained that of the correlation value of r count was 0,535 and r tables was 0,312 and the significant value / t count was 3.903 and t table was 1.686. Because r count larger than r table and significant value / t is greater than t table ,it can be concluded that there is a significant relationship between the level of physical fitness and academic achievement fifth grade students of SD Negeri 2 Sukoharjo III Pringsewu.Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara tingkat kebugaran jasmani dengan prestasi belajar siswa. Metodologi penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode korelasional. Sampel yang digunakan adalah populasi sample yaitu siswa kelas V di SD Negeri 2 Sukoharjo III Pringsewu yang berjumlah 40 siswa. Pengumpulan data menggunakan dokumentasi, dan tes kebugaran jasmani. Dari hasil penelitian didapatkan hasil nilai korelasi r hitung sebesar 0,535 dan r tabel sebesar 0,312 dan nilai signifikan/t hitung sebesar 3,903 dan t tabel adalah 1,686. Karena r hitung lebih besar dari r tabel dan nilai signifikan/t hitung lebih besar dari t tabel maka dapat diambil kesimpulan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara tingkat kebugaran jasmani dengan prestasi belajar siswa kelas V SD Negeri 2 Sukoharjo III Pringsewu.Kata kunci : prestasi belajar, tingkat kebugaran jasmani siswa.
PERBANDINGAN MODEL LATIHAN PEREGANGAN STATIS DAN DINAMIS TERHADAP FLEKSIBILITAS aditya permana putra; Sudirman Husin; Suranto Suranto
JUPE (Jurnal Penjaskesrek) Vol 3, No 1 (2015): JUPE
Publisher : JUPE (Jurnal Penjaskesrek)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study aims to determine the model comparison exercise static stretching and dynamic stretching models. Due to a lack of understanding of teachers to exercise proper form with the student's ability to result in a lack of flexibility so that the students' level of flexibility effect on all types of motion learning basic physical education material. Karen lack of flexibility resulting in students rather difficult to perform a variety of basic motion in the material taught physical education. In this study there was a treatment (treatment) is treated with a dynamic method, static is applied to the two groups within a certain time period, then see the effect. The population in this study were all male students of class VIII. The sample in this study were 30 students with random sampling. Data analysis techniques used in this study is the technique of ANOVA. Penelitian ini bertujuan mengetahui perbandingan model latihan peregangan statis dan model peregangan dinamis. Karena kurangnya pemahaman guru terhadap bentuk latihan yang tepat dengan kemampuan siswa terhadap fleksibilitas mengakibatkan kurangnya tingkat fleksibilitas siswa sehingga berpengaruh terhadap semua jenis pembelajaran gerak dasar materi pendidikan jasmani. Karena kurangnya tingkat fleksibilitas mengakibatkan siswa agak kesulitan dalam melakukan berbagai gerak dasar dalam materi pendidikan jasmani yang di ajarkan. Dalam penelitian ini ada suatu treatment (perlakuan) yaitu perlakuan dengan metode dinamis, statis yang diterapkan kepada dua kelompok dalam periode waktu tertentu, kemudian dilihat pengaruhnya. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa laki-laki kelas VIII . Sampel pada penelitian ini sebanyak 30 siswa dengan random sampling. Teknik analisis data yang di gunakan dalam penelitian ini adalah teknik anava.Kata kunci : dinamis, fleksibilitas, peregangan statis 
PERBANDINGAN PEMBELAJARAN PERORANGAN DAN KELOMPOK TERHADAP GERAK RENANG GAYA DADA Okvian Eri Anggradinta; Frans Nurseto; Suranto Suranto
JUPE (Jurnal Penjaskesrek) Vol 1, No 1 (2013): JUPE
Publisher : JUPE (Jurnal Penjaskesrek)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan keterampilan gerak dasar renang gaya dada melalui model pembelajaran perorangan (individual teaching) dan kelompok (group teaching) terhadap gerak renang gaya dada. Hasil penelitian ini diharapkan bermanfaat bagi peneliti, pelatih, dan guru penjaskes dalam mengembangkan model pembelajaran bagi siswa-siswi sekolah. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode eksperimen. Objek penelitian ini adalah siswa-siswi kelas VIII-D yang berjumlah 30 orang.Berdasarkan hasil perhitungan dan analisis data yang diperoleh dari tes pengukuran pada penelitian ini adalah: Rata-rata keterampilan gerak dasar renang gaya dada melalui model pembelajaran perorangan meningkat sebesar 36,900, demikian pula rata-rata keterampilan gerak dasar renang gaya dada dengan model pembelajaran kelompok meningkat sebesar 28,300. Hasil analisis uji beda ternyata keterampilan gerak dasar renang gaya dada menggunakan model pembelajaran perorangan lebih meningkat signifikan dari pada model kelompok maupun kontrol (tanpa perlakuan).Kesimpulan penelitian ini menunjukkan bahwa keterampilan gerak dasar renang gaya dada menggunakan model pembelajaran perorangan (individual teaching) lebih baik dari pada menggunakan model pembelajaran kelompok (group teaching) pada siswa kelas VIII-D SMP Negeri 8 Bandar Lampung.
Hubungan Panjang Tungkai dan Kelentukan dengan Teknik Dasar Tendangan Lurus Ali Usman; Suranto Suranto; Ade Jubaedi
JUPE (Jurnal Penjaskesrek) Vol 6, No 1 (2018): JUPE
Publisher : JUPE (Jurnal Penjaskesrek)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The purpose of this study is to determine the relationship of limb length and kelentukan with basic techniques straight kick at athletes Pencak Silat Pondok Pesantren Al Fatah Lampung Selatan. The research method used in this research is correlational. The population used is the athletes Pencak Silat Pondok Pesantren Al Fatah Lampung Selatan, amounting to 15 people. Data collection using Antrophomete, Flexometer and kick straight test. The data are analyzed by using quantitative analysis technique that is formula Product Moment Correlation and multiple correlation. result shows that there is a significant relationship between the length of leg and kelentukan with basic techniques straight kick on athletes Pencak Silat Pondok Pesantren Al Fatah Lampung Selatan.Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan panjang tungkai dan kelentukan dengan teknik dasar tendangan lurus pada atlet Pencak Silat Pondok Pesantren Al Fatah Lampung Selatan. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah korelasional. Populasi yang digunakan adalah atlet Pencak Silat Pondok Pesantren Al Fatah Lampung Selatan yang berjumlah 15 orang. Pengumpulan data menggunakan Antrophomete, Flexometer dan tes tendangan lurus. Teknik analisis data menggunakan analisis kuantitatif yaitu rumus korelasi product moment dan korelasi ganda. Hasil penelitian menunjukan hubungan yang signifikan antara panjang tungkai dan kelentukan dengan teknik dasar tendangan lurus pada atlet Pencak Silat Pondok Pesantren Al Fatah Lampung Selatan.Kata kunci: kelentukan, panjang tungkai, tendangan lurus
HUBUNGAN PANJANG LENGAN PANJANG TUNGKAI DAN POWER TUNGKAI DENGAN PRESTASI LOMPAT JANGKIT Arif Maulana Syamsu; Wiyono Wiyono; Suranto Suranto
JUPE (Jurnal Penjaskesrek) Vol 2, No 4 (2014): JUPE
Publisher : JUPE (Jurnal Penjaskesrek)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study aims to determine the relationship between long sleev, limb length and leg’s power with triple jump achievement at the VIII.C SMPN 1 Way Lima Pesawaran student. The method used in this study was a correlational. The sample used was a sample of the student population VIII.C amounting to 27 peoples. Data collecting technique is using test taken directly. From the results of this study it is found that long sleev, limb length and leg strengh significantly affect the achievement of triple jump. The results showed a correlation with the long sleev correlation coefficient of 0,7962 next limb length by triple jump achievement at 0,7319, and leg strengh by triple jump achievement at 0.9191. This means that the variable limb length and leg strengh has a strong relationship, and variable leg strengh has a very strong relationship.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara panjang lengan, panjang tungkai dan power tungkai dengan prestasi belajar lompat jangkit siswa kelas VIII.C SMPN 1 Way Lima Pesawaran. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah korelasional. Sampel yang digunakan adalah populasi sampel yaitu siswa kelas VIII.C SMPN 1 Way Lima Pesawaran yang berjumlah 27 orang. Pengumpulan data menggunakan teknik test yang diambil secara langsung. Dari hasil penelitian ini didapat bahwa panjang lengan, panjang tungkai dan kekuatan tungkai berhubungan signifikan dengan prestasi belajar lompat jangkit. Hasil penelitian menunjukan korelasi panjang lengan dengan prestasi belajar lompat jangkit sebesar 0,7962, panjang tungkai sebesar 0,7319 dan kekuatan tungkai sebesar 0.9191. Ini berarti variable panjang lengan dan panjang tungkai memiliki hubungan yang kuat dan variable kekuatan tungkai memiliki hubungan yang sangat kuat.Kata kunci: lompat jangkit, panjang lengan, panjang tungkai, power tungkai
Hubungan Panjang Tungkai dan Power Otot Tungkai dengan Kemampuan Tendangan Penalty Ridwan Dwi Saputra; Suranto Suranto; Wiyono Wiyono
JUPE (Jurnal Penjaskesrek) Vol 6, No 1 (2018): JUPE
Publisher : JUPE (Jurnal Penjaskesrek)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study aimed to determine the correlation of leg length, leg muscle power and with the result of penalty kicks in the game of football on extracurricular students in SMA city 13 Bandar Lampung. The research method was descriptive correlation. The population was athletes or students SMA city 13 Bandar Lampung city, amounting to 20. Data collection techniques in this study was one shoot model or one time data capture and data analysis techniques using product moment correlation. The results showed correlation of limb length with the result of penalty kick accuracy of 56.25% Then the correlation coefficient of leg muscle strength with a penalty yield of 67.24%, Of the two variables, the largest contribution to penalty kick result is leg muscle power that is equal to 67,24%. The results it can be concluded that long leg and leg muscle power with penalty.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan panjang tungkai, power otot tungkai dan dengan hasil tendangan penalty dalam permainan sepakbola pada siswa ekstrakulikuler di sma negri 13 Bandar Lampung. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif korelasional. Populasi yang digunakan adalah atlet atau siswa sekolah sma negri 13 Bandar Lampung yang berjumlah 20. Teknik pengumpulan data pada penelitian ini adalah one shoot model atau satu kali pengambilan data dan teknik analilis data menggunakan korelasi product moment. Hasil penelitian menunjukan korelasi panjang tungkai dengan hasil ketepatan tendangan penalty sebesar 56,25% kemudian koefesien korelasi kekuatan otot tungkai dengan hasil tendangan penalty sebesar 67,24%. Dari ke dua variabel tersebut kontribusi terbesar terhadap hasil tendangan penalty adalah power otot tungkai yaitu sebesar 67,24%. Dari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa panjang tungkai dan power otot tungkai memiliki hubungan yang signifikan dengan hasil kemampuan tendangan penalty.Kata kunci: panjang tungkai, power tungkai, tendangan penalty
Co-Authors Achmad Azid Adcharina Pratiwi Adcharina Pratiwi Ade Jubaedi Ade Septiana Adhie Dwi Nofyanto SP Adi Kurniawan aditya permana putra Afrika Andriyani Agung Widodo Agus Wanto Agus Yudiansyah Agus Yulianto Ahmad Fuadi Asy'ari Akor Sitepu Ali Fais Ali Usman Andika Windi Nur Sodikin Andre Setiawan Andrian Ibrahim Andy Nurkholiq Angga Firmansyah Anggraini Puspa Wardha Anggun Wahyuni Sari Dewi Anis Suciaty Ramio Aprizal Sobriyanto Ardi Setia Nugraha Ardian Sanjaya Ari Nidhi Astuti ARI PITOYO Ariestika, Elsa Arif Atmunandar Arif Maulana Syamsu Asyifa Ullina Nur Bagus Suryo Batara Yoki Putra Bima Adi Bagaskara Cahyo Prasetyo Candra Kurniawan Chandra Sasongko Damayanti, Elok Dedi Alfatoni Desna Dwi Cahyani Dewi Anita Sari Dhany Efita Sari Dian Fitria Saputri Dewi Dian Syuriadi Putra Doni Swadesi Duhita Kurnia Dwi Aprilianto Dwi Waluyo Beni Eko Bagus Fahrizqi Eko Supriyanto Elva Setiawati Engga Frastya Eno Irdianto Erik Widiyanto Etika Muslimah Farid Adi Prasetya Faturahman Fadilah Ferdi Zulkarnain Ferdiansyah Ferdiansyah Ferdyans Ichsan Pratama Ferra Ayu Reysta Fibria Hadi Sucihno Fiko Hasvivi Fitri Oktaviani Frans Nurseto Frans Nuseto Gatot Widya Anggara Hany Puspa Nirmala Hendra Lesmana Herianto Herianto Herman Tarigan HERU SETIAWAN Heru Sulistianta Ifandari Ifandari Ima Rahayu Imam Mahfud Indah Pratiwi Indah Pratiwi Indianto Indianto Indriyanto Indriyanto Irfandri Vaniko Negara Ivan Kurnia Reza Janter Ignatius Simatupang Jhody Nala Fraya Jodieka Permadi Julianda Triiman Saputra Juni Prasetyo Kharina Oktaviana Knut F. Kramer Koko Hadi Mardanto Kuswaji Dwi Priyono Lungit Wicaksono M Irfan Syahreza M Joko Setiawan Marta Dinata Miftahul Mahmudah Mita Laksmi Edwina Moh. Chairil Asmawan Monalisa Monalisa Much Djunaidi Much Djunaidi Muhamad Nur R Muhammad Aldino Muhammad Gandi Maulana Muhammad Indra Kurniawan Muhammad Ishaq Gery Muhammad Minan Chusni Muhammad Musrofi Muhammad Najibul Afan Muhammad Ranggani Muhammad Robbi Armaica Muhammad Yogi Rivaldi Muhtadi Muhtadi Mustika Sari Nia Rahmawati Nils B. Kerpen Nita Etikawati Norma Puspitasari Novika Candra Kasih Nuha Nur Azizah Nur Fathurahman R Nurgiyatna Oki Rinoki Okvian Eri Anggradinta Oliver Kunst P. Eko Prasetyo Pandu Darma Wardani Rachmi Marsheilla Agus Rahmat Hermawan Ramadhani Ardi Pratiwi Ratih Pratiwi Reki Saputra Restiana Annisa Restu Afrianto Rahman Reza Pahlefi Reza Stiawansyah Ricky Putra Alit Ridwan Dwi Saputra Riki Darma Rino Anugrah Risky Aditya Riza Fahmi AlFaqih Rizki Adhi Wijaya Rizki Anggara Roikhan Falah Roni Sacta Mirza Rony, Zahara Tussoleha Ryan Hidayat Sajidan Sajidan Sapto Nugroho Sari, Felinda Sena Dwi Laksono Sentot Budi Rahardjo Sholihah Sholihah Singgih Pradipto Siti Nandiroh Solichatun Solichatun Sri Karyati Sudirman Husin Sulistyo Saputro Surani Dwi Astuti Suratman Suratman Surisman Surisman Sutrisno Agus Setiadhi Syahrofi Adi Putra Syamsul Arifin Tanjung Ardo Teddy Afri Suhendri Tedi Kurniawan Tommy Hardiyanto Totok Budi Santosa Tri Asri Sholly Hajmi Tuis Susanto Umi Fatmawati Velly Asvaliantina Wayan Adnyana Widjo Kongko Widodo S. Pranowo WIDYA MUDYANTINI Windy Anugrah Kurniawan Wiyono Wiyono Y. Nining Sri Wuryaningsih Yandi Mulyawan Yandri Nauli Yoga Harlis Sidiawan Yoga Septia Yudhicara Yudhicara Yulia Novarita Yuswan Hadi Ziko Fajar Ramadhan