Claim Missing Document
Check
Articles

ANALISIS KOMPENSASI DISPERSI MENGGUNAKAN PENGUAT RAMAN PADA JARINGAN WDM (WAVELENGTH DIVISION MULTIPLEXING) DALAM KOMUNIKASI SERAT OPTIK Roby Ikhsan; Romi Fadli Syahputra; Saktioto Saktioto
Komunikasi Fisika Indonesia Vol 15, No 2 (2018)
Publisher : Universitas Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (130.974 KB) | DOI: 10.31258/jkfi.15.2.88-92

Abstract

The discovery of optical fiber cause widespread revolution of communication system. Optical fiber communication has excellency on data transmission speed, security, flexibility, and broadly bandwidth. The applying of WDM network can broaden the bandwidth so that the transmission performance becomes more splendid. Although some factors such as dispersion, attenuation, and scattering can hinder the performance of fiber optic on sending data. Moreover dispersion can wreck data and spread pulse as it travels alongs fiber so that causing interference. There is some methods  of dispersion compensation. In this paper, Fiber Raman Amplifier is used on WDM network to strengthen signal which is sent to detector. This research utilize simulation approachment  with various bandwidth and length fiber. The results show lowest BER value and highest Q-factor at bandwidth frequency of 30 GHz and fiber length of 20 km.
INTEGRASI CHIRPING DAN APODISASI BAHAN TOPAS UNTUK PENINGKATAN KINERJA SENSOR SERAT KISI BRAGG Khaikal Ramadhan; Saktioto Saktioto
Komunikasi Fisika Indonesia Vol 18, No 2 (2021)
Publisher : Universitas Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31258/jkfi.18.2.111-123

Abstract

Penemuan fiber Bragg grating (FBG) merupakan tonggak awal perkembangan teknologi serat optik, seperti pada komunikasi optik hingga pemantauan struktur kesehatan material sebagai sensor. Untuk komunikasi optik komponen FBG mampu memfilter sinyal-sinyal tertentu. Dalam sensor optik FBG memiliki sensitivitas yang tinggi kebal terhadap interferensi gelombang elektromagnetik, ukuran yang kecil dan tahan terhadap konidis lingkungan yang ekstrim. Sensitivitas sensor FBG diperoleh dari pergeseran puncak panjang gelombang Bragg tiap besaran suhu dan regangan. Walaupun demikian kinerja sensor FBG dapat ditingkatkan dengan merekayasa distribusi indeks bias pada kisi dengan fungsi apodisasi dan chirp. Apodisasi merupakan salah satu teknik dalam meningkatkan kinerja sensor FBG dengan menghilangkan noise, mempersempit full wave half maximum, menurunkan lobus samping dari lobus utama dan memperbaiki factor riak spektrum. Selain apodisasi fungsi chirp juga berpengaruh terhadap sensitivitas sensor dan distribusi indeks bias pada kisi. Eksperimen numerik dilakukan dalam merancang komponen FBG sebagai sensor dengan menggunakan apodisasi Gaussian dan bahan Topas cyclic olefin copolymer untuk beberapa fungsi chirp. Diperoleh hasil bahwa FBG Topas apodisasi Gaussian untuk semua fungsi chirp sebagai sensor regangan memiliki sensitivitas yang sama yaitu 0.84 pm/µstrain sementara untuk sensor suhu diperoleh sensitivitas tertinggi pada cubic root chirp 13,82857 pm/°C diikuti oleh square chirp 13,74286 pm/°C, Quadratic chirp 13,71429 pm/°C dan Linear Chirp 13,4 pm/°C pergeseran panjang gelombang Bragg lebih besar untuk 1 °C daripada untuk 1 µstrain.
EFEK WAKTU RENDAM AKTIVASI KIMIA BERBANTUAN GELOMBANG MIKRO TERHADAP SIFAT FISIKA KARBON AKTIF DARI KULIT BUAH JENGKOL (PITHECELOBIUM JIRINGA) Yurike Asra; Iwantono Iwantono; Saktioto Saktioto; Rakhmawati Farma; Awitdrus Awitdrus
Komunikasi Fisika Indonesia Vol 14, No 2 (2017)
Publisher : Universitas Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (534.082 KB) | DOI: 10.31258/jkfi.14.2.1109-1114

Abstract

Karbon aktif dari kulit jengkol dengan variasi waktu rendam aktivasi kimia menggunakan kalium hidroksida (KOH) yang dibantu dengan gelombang mikro telah berhasil dibuat, dengan rasio massa karbon terhadap KOH adalah 2:1. Waktu rendam aktivasi kimia divariasikan selama 24 jam, 36 jam, dan 48 jam. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh variasi waktu rendam terhadap sifat fisis karbon aktif kulit jengkol melalui struktur mikro, luas permukaan, daya serap, dan struktur rantai karbon. Struktur mikro karbon aktif menunjukkan bahwa karbon aktif memiliki struktur semikristalin dengan kehadiran 2 puncak pada sudut 2θ sebesar 22,994o dan 42,102o dengan orientasi bidang (002) dan (100). Tinggi lapisan (Lc) tertinggi dihasilkan pada sampel dengan waktu perendaman 24 jam yaitu 1,773 nm, dengan luas permukaan 124,50 m2 /g. Daya serap karbon aktif terhadap metilen biru sebesar 99,569 mg/g dan struktur rantai karbon dari kulit jengkol menunjukkan adanya gugus fungsi C-H, C-C, C=O, dan C-O pada bilangan gelombang 2943,43 cm-1, 2369,65 cm1 , 1612,56 cm-1 dan 1160,23 cm-1.
PENENTUAN RUGI-RUGI KELENGKUNGAN FIBER OPTIK MODE TUNGGAL SECARA KOMPUTASI Saktioto '; Irvan Rahmat; Juandi '
Komunikasi Fisika Indonesia Vol 13, No 13 (2016)
Publisher : Universitas Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (655.812 KB) | DOI: 10.31258/jkfi.13.13.896-900

Abstract

Penentuan rugi-rugi kelengkungan fiber optik mode tunggal secara komputasi telah dilakukan. dengan menggunakan fiber optik G.652.D oleh software optifiber dengan panjang gelombang 1310 nm, 1383 nm, 1550 nm, dan kelengkungan dengan jari-jari 2 mm hingga 60 mm. Hasil menunjukkan rugi fiber optik tergantung pada panjang gelombang yang digunakan, dimana rugi bahan terbesar dimana rugi bahan terjadi pada λ = 1383 nm dengan nilai 0,843 dB/km, rugi absorpsi ultraviolet pada λ = 1310 nm dengan nilai 0,306 dB/km, rugi absorpsi infra merah pada λ = 1550 nm dengan nilai 2,037 x 10-2 dB/km, rugi absorpsi resonansi ion pada λ = 1383 nm dengan nilai 0,572 dB/km, dan rugi hamburan rayleigth pada λ = 1310 nm dengan nilai 2,968 x 10-2 dB/km. Rugi , rugi kelengkungan pada jari-jari kelengkungan 2 mm yang semakin menurun dengan bertambahnya jari-jari kelengkungan, semakin besar panjang gelombang yang digunakan, semakin besar rugi pelengkungannya.
SIMULASI FIBER COUPLER KOMBINASI SERAT MODA TUNGGAL DAN SERAT KISI BRAGG UNTUK KOMPONEN SENSOR OPTIK Ros Meri; Saktioto '
Komunikasi Fisika Indonesia Vol 13, No 12 (2016)
Publisher : Universitas Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (584.259 KB) | DOI: 10.31258/jkfi.13.12.835-841

Abstract

Fiber coupler telah berhasil dikembangkan dengan mengkombinasikan serat moda tunggal dan serat kisi Bragg. Karakterisasi fiber coupler dianalisa berdasarkan hasil simulasi menggunakan softwareOptiGrating dengan memvariasikan panjang kisi 1 × 10^4 um sampai 6 × 10^4 um menggunakan metode transfer matrik berdasarkan persamaan moda tergandeng. Puncak gelombang, transmitivitas, dan dispersi merupakan parameter yang dianalisa untuk mengetahui kinerja fiber coupler. Spektrum transmisi menunjukkan kenaikan puncak gelombang untuk setiap kenaikan panjang kisi pada saluran 1 dan saluran 2, transmitivitas pada saluran 1 dan saluran 2 mengalami penurunan dari rentang panjang gelombang 1,45 um – 1,55 um dan naik kembali pada rentang 1,55 um – 1,65 um untuk setiap kenaikan panjang kisi. Dispersi menunjukkan nilai dispersi nol pada panjang gelombang tertentu untuk setiap kenaikan panjang kisi.
Karakteristik Pertumbuhan Pelepah Kelapa Sawit dengan Menggunakan Fiber Bragg Grating Moda Tunggal Didik Puji Sutriyono; Saktioto Saktioto
Komunikasi Fisika Indonesia Vol 14, No 1 (2017)
Publisher : Universitas Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (498.511 KB) | DOI: 10.31258/jkfi.14.1.1026-1031

Abstract

Penentuan pertambahan panjang pelepah sawit dapat menggunakan Fiber Bragg Grating (FBG)moda tunggal dengan sumber daya input 1mW pada panjang gelombang 1550. Perlakuan FBG dilakukan pada kelapa sawit yang berumur 6 bulan 2 sampel dan 1 tahun 2 sampel. Karakteristik yang dihasilkannya yaitu: adanya sampel yang sama dalam peningkatan pertumbuhan panjang pelepah sawit secara alami yaitu sampel A dan D, sedangkan sampel B dan C terjadi fluktuasi pembacaan pada alat ukurnya. Pertambahan panjang maksimal diperoleh pada sampel C pada pengukuran hari ke5 yaitu 627173.274 nm sedangkan pertambahan panjang minimum diperoleh pada sampel C pada pengukuran hari ke-2 yaitu 582455.966 nm. Perubahan panjang gelombang negatif dialami sampel B pada pengukuran hari ke-2, ke-5, ke-8 dan ke-14 yaitu –0,049927414 nm; –0,2033673 nm; – 0,194798635 nm; dan –0,18501825 nm. Sampel C juga mengalami perubahan panjang gelombang pada pengukuran hari ke-5, ke-33, ke-36 dan ke-42 yaitu –0,284538013 nm; – 0,019009783 nm; – 0,018772398 dan –0,031391469 nm. Pendekatan Persamaan garis y = ae-bx, dengan nilai a dan b merupakan sebuah konstanta yang dihasilkan oleh efek pertumbuhan pelepah sawit secara alami, sedangkan x merupakan waktu pertumbuhan pelepah kelapa sawit.
SOLITON TRAPPED IN 2X2 DIRECTIONAL FIBER COUPLER Dedi Irawan; Saktioto '; H.M. Hairi; Jalil Ali
Komunikasi Fisika Indonesia Vol 10, No 6 (2013)
Publisher : Universitas Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (489.733 KB) | DOI: 10.31258/jkfi.10.6.446-451

Abstract

The study of soliton trapped in 2X2 directional fiber coupler is reported. By introducing an optical signal with high intensity into two cores of directional fiber coupler will create the soliton pulse in that coupling region. Soliton can carry the data in an extended distance without distortion with high-speed, so that it is promising an ideal communication system in a long distance. In its propagation, the loss was still appears. It is caused by the trapping of soliton pulses at the coupling region so that the collision take placed.The collision of two coupled solitons was determined from the Non-linear Schroodinger Equation (NLSE) based on the Coupling Mode Theory (CMT). The distance of collision can be reduced by decreasing the separation of the two soliton pulses. Another way can be done by choosing a value of medium misalignment saturation H. for the value of H=0.1, it can be seen clearly that length of pulse propagating more broaden. The relationship between the amplitude and width of a soliton is also investigated. It is found that increasing the width, the amplitude also increases. However, the knowledge of collision between two trapped solitonsis important and promises a good application forthe optical switching.
Estimation Depth For Stainless Steel Of Laser Spot Welding Saktioto '
Komunikasi Fisika Indonesia Vol 9, No 5 (2012)
Publisher : Universitas Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (215.776 KB) | DOI: 10.31258/jkfi.9.5.407-414

Abstract

Penetration depth is one of the most important factors to the quality of a laser weld. In this investigation, two calculations are used to estimate the penetration depth for Stainless Steel 304L of laser spot welding. At laser power of 3500W, the calculations produce 0.0225m and 0.0226m penetration respectively. The power distribution into the material is given by the modified first order of Bessel function. The transmitted power will decrease according to the function, as the power penetrates the material. At the depth of 0.0226m and 0.0225, the power is given 3.9770W and 4.0981 respectively
MULTI-PHOTONS TRAPPING STABILITY WITHIN A FIBER BRAGG GRATING FOR QUANTUM SENSOR USE Saktioto '
Komunikasi Fisika Indonesia Vol 11, No 8 (2014)
Publisher : Universitas Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (472.685 KB) | DOI: 10.31258/jkfi.11.8.568-574

Abstract

We propose an interesting result of the trapped multi photons distribution within a fiber Bragg grating. Thetrapped photons are confined by the potential well, which introduce the motion of photons in a fiber Bragg gratingaffected by multi perturbations. The external perturbations are defined as series of nonlinear parametric in terms ofpotential energy. This investigation is developed by using the nonlinear couple mode equations and under Braggresonance condition where the initial frequency of the light,  0 is the same value as the Bragg frequency,  B . Theresults show that the higher perturbation series represents the potential well is much indifferent of equilibrium. Inapplications, the perturbation can cause the trapped photons instability which introduces the escape photons from thepotential well. The applications such as entangled photon source and quantum sensors can be performed.
INTENSITAS EFEKTIF SINYAL Wi-Fi DALAM RUANGAN TERTUTUP TERHADAP FUNGSI TERMODINAMIK Zamri Zamri; Saktioto Saktioto
Komunikasi Fisika Indonesia Vol 18, No 1 (2021)
Publisher : Universitas Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31258/jkfi.18.1.81-87

Abstract

Wi-Fi signal is an electromagnetic wave which in its transmission does not require an intermediary medium used in communication. But the intensity of the signal is influenced by the media it passes through. So in this article we will investigate how the signal propagation in a room is affected by the thermodynamic function. The treatment carried out is to show how the source point, namely the router and the receiver, namely the receiver, where later what is investigated is the trip to the position function, then a measurement will be carried out at that position which depends on changes in temperature and humidity in a closed room which is limited to the study. The source studied in the study was the signal strength intensity on the position, humidity and temperature functions. What is analyzed is the process of wave fluctuation at a certain time with varied data which will later be compared with other experimental results as a comparison, and will also show the signal intensity contour under normal conditions and conditions when the disturbance occurs.
Co-Authors ', Hotmariani Abdillah, Rahmad Abdul Sadad Abdullah, Hewa Yaseen Agrina, Agrina Agustin, Detlamasi Ahlunnazah, Muhammad Aisah, Nurul Andika Thoibah Andika Thoibah Andri Saputra Anggraini, Wresni Anggraini, Wresni Angraini, Cici Yana Tasya Anita, Sofia Ari Sulistyo Rini Arpyanti, Nisa Asyana, Vepy Awitdrus Awitdrus, Awitdrus Azhar Azhar Aziz, Muhammad Safwan Abd Azwir Marwin B. Pranggono Bambang Widiyatmoko Bambang Widiyatmoko Basdyo, Doni Basdyo, Doni Bibara, Kushkimbayeva Budi Astuti Dadang Syarif Sihabudin Sahid Dasta, Vicky Vernando Dedi Irawan dedi irawan Dedi Irawan Dedi Irawan Defrianto Defrianto Delovita Ginting, Delovita Deprianto Deprianto Dewi Indriyani Roslim Dewi Kurnia Dewi Mulfida Dian Putri Oktavia, Dian Putri Didik Puji Sutriyono Dina Veranita Dino Yanuardi Doni Basdyo Dwi Hanto Dwi Hanto Dwi Utari Iswavigra Dwi Utari Iswavigra Eka Armas Pailis Elin Haerani Haerani Elisa Saadah Elvia Budianita Erin Mazelly Hutapea Erlinda, Sopya Erman Taer Erwin Amiruddin Erwin Erwin Fadhali, Mohammed Fadhali, Mohammed M Fairuz Diyana Ismail Faisal Saeed Febi Dwi Fadilla Febri Yuliani Feri Candra Fitmawati Fitmawati Fitmawati Fitmawati Fitri Insani Gita Rahayu H.M. Hairi Haerani, Elin Haerani Hairi, Haryana Mohd Hamdi, Muhammad Harmailil, Ihsan Okta Haryana bin Mohd Hairi Haryana Hairi Haryana Hairi Heru Santoso Husna, Ropiqotul Idjang Tjarsono Ikhsan Rahman Husein Insani, Fitri Irvan Rahmat Iswavigra, Dwi Utari Iwantono Iwan Barnawi J. Ali Jalil Ali Juandi Juandi Kasri, Anshori Khaikal Ramadhan Khaikal Ramadhan Lubis, Nuraina Fika M.S. Roslana Mahyarni - Maikul, Kusherbayeva Marwin, Azwir Mesra Sania Meyzia, Bunga Minarni Minarni Minarni Shiddiq, Minarni Moh Danil Hendry Gamal Mohammad Fisal Rabin Muhammad Absor Muhammad Edisar Muhammad Hamdi Muhammad Sahal Mulfida, Dewi Murniati Murniati Musa Irfan Nandita Devira Nelda Ipkawati Neneng Fitrya Nurpadilla, Rani Okfalisa Okfalisa Okfalisa Okfalisa Okfalisa Okfalisa Okfalisa Okfalisa Okfalisa Okfalisa Okfalisa Okfalisa Okfalisa Okfalisa Okfalisa Okfalisa Okfalisa Okfalisa Okfalisa Okfalisa Okfalisa Okfalisa Okfalisa Okfalisa Okfalisa Okfalisa Okfalisa, Okfalisa Okfalisa, Okfalisa Pranggono, B. Rabin, Mohammed Fisal Rahma Dewi Rahmad Abdillah Rahmondia Nanda Setiadi Rakhmawati Farma Ramadhan, Khaikal Ramadhani, Fatima Nur Reeky Fardinata Riad Syech Riad Syech Ridho Kurniawan Rina Amelia Rina Amelia Rini, Ari Sulistyo Rini, Ari Sulistyo Risanto, Joko Roby Ikhsan Romi Fadli Syahputra Ronald, Azza Roni Salambue Ros Meri Ros Meri Rosnita Rosnita Rusnedy, Hidayati S. P. Dewi S.S.M. Fauzi S.S.M. Fauzi Samudra, Mohd Rendy Septi Pramuliawati Septia Anugrah Septian Nugraha Siti Nurul Alifah Soerbakti, Yan Sofia Anita Sugianto ' Suhaivi Hamdan Suhaivi Hamdan Suhardi Suhardi Sutoyo Sutoyo Syahril Syahril Syamsudhuha Syamsudhuha Taofeeq D Moshood Tengku Emrinaldi Teodora Maria Meliati Sinaga Theresa Febrina Siahaan Velia Veriyanti Vepy Asyana Veriyanti, Velia Wahyu Candra Wahyudi, Dilham Wardana, Fiqra Wresni Anggraini Wresni Anggraini Wresni Anggraini Wresni Anggraini Yan Soerbakti Yan Soerbakti Yan Soerbakti Yan Soerbakti Yana, Debi Yolanda Rati Yoli Zairmi Yunita I. Lubis Yupapin, Preecha Yurike Asra Zahidah Zulkifli Zahroh, Siti Zairmi, Yoli Zamri Zamri Zamri, Zamri Zulkarnain Zulkarnain Zulkarnaini Zulkarnaini