Claim Missing Document
Check
Articles

HUBUNGAN ANTARA PARTISIPASI SISWA DALAM PUSAT INFORMASI DAN KONSELING REMAJA DENGAN SIKAP PENDEWASAAN USIA PERKAWINAN SISWA SMA DI KOTA DENPASAR Rismawan, Made; Sanjiwani, Ni Made Gita Ayu; Wulansari, Nadya Treesna
BIMIKI (Berkala Ilmiah Mahasiswa Ilmu Keperawatan Indonesia) Vol. 10 No. 1 (2022): Edisi Januari - Juni 2022
Publisher : Ikatan Lembaga Mahasiswa Ilmu Keperawatan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53345/bimiki.v10i1.197

Abstract

Pendahuluan: Pernikahan dibawah umur saat ini masih sering terjadi dan dapat memberikan dampak pada keadaan ekonomi, kesehatan, sosial, dan psikologi dari remaja itu sendiri. Salah satu faktor penyebabnya adalah minimnya pemahaman dan sikap Pendewasaan Usia Perkawinan (PUP). PUP bisa didapat oleh remaja melalui Pusat Informasi dan Konseling Remaja (PIK-R). Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi hubungan antara partisipasi siswa dalam PIK-R dengan sikap PUP Siswa SMA khususnya di Kota Denpasar. Metode: Penelitian korelasi cross sectional ini dilaksanakan di dua SMA Negeri di Kota Denpasar pada bulan Maret 2021. Lima puluh lima siswa yang mengikuti kegiatan PIK-R menjadi sampel penelitian yang dipilih menggunakan metode total sampling. Penelitian ini menggunakan dua instrumen yang dikembangkan oleh peneliti, yaitu kuesioner partisipasi dalam PIK-R dan sikap PUP. Kuesioner disebarkan secara daring melalui Google Form dan dianalisis menggunakan uji statistik Spearman rho. Hasil: Partisipasi dalam kegiatan PIK-R terbanyak berada pada kategori sedang yaitu 36 responden (65,5%). Kategori sikap PUP terbanyak adalah baik sejumlah 52 responden (94,5%). Ada hubungan bermakna antara partisipasi siswa dalam PIK-R dengan sikap PUP (p-value < 0,05, r = 0,34). Kesimpulan: Terdapat hubungan signifikan antara partisipasi siswa dalam PIK-R dengan sikap PUP pada siswa SMA Negeri khususnya di Kota Denpasar.
Optimization of Functional Properties of Cocoyoghurt through Fortification with Moringa Leaf Extract (Moringa oleifera): Antioxidant Activity and Organoleptic Characteristics Sintyadewi, Putu Rima; Widnyani, Ida Ayu Putu Ary; Putra, Anak Agung Ngurah Dwi Ariesta Wijaya; Wulansari, Nadya Treesna
Jurnal Pijar Mipa Vol. 20 No. 6 (2025)
Publisher : Department of Mathematics and Science Education, Faculty of Teacher Training and Education, University of Mataram. Jurnal Pijar MIPA colaborates with Perkumpulan Pendidik IPA Indonesia Wilayah Nusa Tenggara Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jpm.v20i6.9524

Abstract

Yogurt is a fermented milk product known as a functional food. Food diversification efforts by finding alternative yogurt raw materials to replace animal milk are necessary to provide products for people who want alternative non-dairy yogurt products. One of the plant-based milks that has a nutritional content similar to animal milk is coconut (Cocos nucifera). Moringa leaves (Moringa oleifera) are reported to contain antioxidant compounds and have therapeutic benefits, making them potentially suitable for use as a fortifier in cocoyogurt functional drinks. The purpose of this study was to obtain the most appropriate formula for adding moringa leaf extract to produce cocoyogurt products that are high in antioxidants and have physicochemical and organoleptic properties that are acceptable to consumers. The design used in this study was a completely randomized design (CRD) with 4 treatments, namely: P0 = without the addition of moringa leaf extract; P1 = moringa leaf extract 1 g/L; P2 = moringa leaf extract 2 g/L; and P3 = moringa leaf extract 3 g/L. The data obtained were analyzed using the Analysis of Variance (ANOVA) statistical method and continued with Duncan's Multiple Range Test if there was a significant difference (P ≤ 0.05) between treatments. Based on the results of the study, it is known that the addition of moringa leaf extract to coconut milk yogurt produces cocoyoghurt with a low acidity (pH) (4.5-44.3), which is in accordance with the SNI standard (2981-2009) for yogurt quality. Overall, the best treatment in cocoyoghurt was the addition of 3 g/L of moringa leaf extract with an IC50 value of 148.33 µg/ml, with free radical inhibitory activity in the moderate category, and the sensory properties of taste, aroma, color, and texture showed the most preferred values ​​by the panellists. These findings have broader implications for functional food innovation, particularly in developing plant-based, nutrient-enriched products that cater to lactose-intolerant populations and health-conscious consumers seeking natural sources of antioxidants.
Pengembangan Produk Herbal Daun Pegagan dan UKS Digital sebagai Upaya Peningkatan Kesehatan Reproduksi Remaja di SMK PGRI 3 Denpasar Sagitarini, Putu Noviana; Agustini, Ni Komang Tri; Wulansari, Nadya Treesna; Pratiwi, Ni Made Srinanda Hiranya; Swari, Ni Putu Widya Candra
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 8, No 10 (2025): Volume 8 No 10 (2025)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v8i10.22129

Abstract

ABSTRAK Permasalahan remaja seperti pergaulan bebas, kehamilan tidak diinginkan, pernikahan dini, ketidakpatuhan konsumsi tablet tambah darah masih menjadi perhatian khusus di Indonesia. Salah satu strateginya adalah program Pelayanan Kesehatan Peduli Remaja (PKPR) untuk mendukung peningkatan pemahaman remaja tentang kesehatan reproduksi. Tujuan yaitu untuk meningkatkan pengetahuan konselor sebaya tentang kesehatan reproduksi, UKS berbasis web dan pembuatan teh celup daun pegagan. Metode dalam kegiatan pengabdian kepada masyarakat yaitu sosialisasi, pelatihan dan pengembangan produk. Sasaran adalah siswa yang ditunjuk sebagai konselor sebaya sebanyak 48 orang. Peserta sangat antusias dan terjadi peningkatan pengetahuan tentang kesehatan reproduksi, uks berbasis web dan pembuatan teh celup daun pegagan. Kata Kunci: Konselor Sebaya, Kesehatan Reproduksi, UKS, Daun Pegagan  ABSTRACT Adolescent issues such as risky sexual behavior, unintended pregnancy, early marriage, and non-compliance with iron tablet supplementation remain major public health concerns in Indonesia. One of the strategies to address these challenges is the Adolescent-Friendly Health Services program, which aims to improve adolescents’ understanding of reproductive health. The present program was designed to enhance the knowledge of peer counselors on reproductive health, web-based school health units, and the production of Centella asiatica herbal tea bags. This community service activity employed a combination of socialization, training, and product development methods. The target participants were 48 students appointed as peer counselors. The participants demonstrated high levels of enthusiasm, and post-activity assessments indicated a notable improvement in knowledge regarding reproductive health, web-based UKS, and the process of producing Centella asiatica tea bags. Keywords: Peer Counselors, Reproductive Health, School Health Unit, Centella Asiatica
Acanthus ilicifolius Leaf Extract Potential as an Alternative Functional Food Beverage Wulansari, Nadya Treesna; Padmiswari, A.A Istri Mas; Harditya, Kadek Buja; Sintyadewi, Putu Rima
Jurnal Pijar Mipa Vol. 19 No. 2 (2024): March 2024
Publisher : Department of Mathematics and Science Education, Faculty of Teacher Training and Education, University of Mataram. Jurnal Pijar MIPA colaborates with Perkumpulan Pendidik IPA Indonesia Wilayah Nusa Tenggara Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jpm.v19i2.6590

Abstract

This study aimed to identify the active compounds, antioxidants, and antibacterial effectiveness of Acanthus ilicifolius leaves against microbial food-borne diseases as an alternative to functional food beverages. This study was an experimental study using a completely randomized design on a laboratory-scale experiment (in vitro), and the data obtained in this study were analyzed by analysis of variance (ANOVA). The results showed that the phytochemical screening of Acanthus ilicifolius leaves contained metabolite compounds of flavonoids, phenols, and tannins of 1072.44 mg/100g, 2619.64 mg/100 g, and 3205.66 mg/100g, respectively. The IC50 value of Acanthus ilicifolius leaf extract, namely 221.67 ppm, has fragile antioxidant activity. At the same time, the highest inhibition was produced at an extract concentration of 100%. The concentration of Acanthus ilicifolius leaf extract at a concentration of 100% resulted in the highest average inhibition on bacteria of 9.67 ± 0.36 mm and 10.12 ±  1.12 mm, respectively, against Staphylococcus aureus, Escherichia coli, and Salmonella sp. of 6.82 ± 0.15 mm, 6.18 ± 0.02 mm, and 6.19 ± 0.07 mm.
Liver Histology of Male Rat (Rattus norvegicus) Feed L-Carnitine Supplement Padmiswari, Anak Agung Istri Mas; Indrayoni, Putu; Wulansari, Nadya Treesna
Jurnal Pijar Mipa Vol. 19 No. 4 (2024): July 2024
Publisher : Department of Mathematics and Science Education, Faculty of Teacher Training and Education, University of Mataram. Jurnal Pijar MIPA colaborates with Perkumpulan Pendidik IPA Indonesia Wilayah Nusa Tenggara Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jpm.v19i4.6900

Abstract

Obesity is a condition where the body is overweight due to fat accumulation, each exceeding 20-25% of body weight for men and women. L-carnitine is a nutrient that plays a role in transporting fat to the mitochondria to be burned and converted into energy for the body. Sufficient L-carnitine allows the body to burn fat at optimal levels. This research aims to determine the side effects of fed L-carnitine supplements against liver histology. This study used a completely randomized design (CRD) with four groups comprising six albino rats. The treatments were fed orally by distilled water 1 ml/day (Control), P1 fed by L-carnitine supplement dose 100 mg/kg body weight orally 1ml/day, P2 fed by L-carnitine supplement dose 150 mg/kg body weight orally 1ml/day, P3 fed by L-carnitine supplement dose 200 mg/kg body weight orally 1ml/day. Treatments were given to albino rats every day for 90 days. Variables observed measured were lipid degeneration, central vein dilation, and pyknotic nuclei. Data were analyzed with the statistical program (SPSS 22.0 for Windows) with One Way ANOVA. The results showed that feeding L-carnitine supplements in high doses for long periods can damage the liver cells of male rats. The microscopic liver damage statistical analysis showed significant differences (P<0.05) between the control and treatment groups.
Ecopedagogic-Based Education to Foster Ecological Awareness in Indonesian Language Learning Sutrisna, I Putu Gede; Bhandesa, Asthadi Mahendra; Wulansari, Nadya Treesna; Susanta, I Putu Agus Endra
Utamax : Journal of Ultimate Research and Trends in Education Vol. 7 No. 2 (2025): Utamax : Journal of Ultimate Research and Trends in Education (In-Press)
Publisher : LPPM Universitas Lancang Kuning. Pekanbaru. Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31849/8jrnyn11

Abstract

Global ecological crises such as climate change, deforestation, and pollution demand the urgent integration of sustainability values into all areas of education, including language learning. Although the Indonesian Language curriculum offers substantial potential to foster ecological awareness, its pedagogical application remains underexplored. This study aims to investigate the integration of eco-pedagogical values within Indonesian Language learning in the context of the Merdeka Curriculum at junior and senior high school levels. A qualitative descriptive approach was employed using content analysis as the central method. Primary data were obtained from national policy documents, Indonesian language textbooks, teaching modules, and curriculum frameworks. These were complemented by interview data from school principals and language teachers across Bali Province, providing insight into both institutional policy and classroom-level implementation. The analysis revealed that ecological themes are consistently embedded in various genres of language texts including descriptive, narrative, expository, and procedural forms. Topics such as biodiversity, natural disasters, environmental ethics, and conservation practices are explicitly integrated into learning materials. Key national programs including the P5 initiative, the Adiwiyata School movement, and Permendikbudristek Number 37 of 2022 play a supportive role in reinforcing these values. The findings indicate that Indonesian Language learning serves a dual purpose by enhancing linguistic competence while simultaneously cultivating students' ecological literacy and ethical responsibility. This study contributes to the advancement of language education that supports sustainable development and encourages environmentally conscious citizenship.
POTENSI KULIT JERUK SIAM KINTAMANI (Citrus nobilis) SEBAGAI MINUMAN PROBIOTIK: ANALISIS TOTAL BAKTERI ASAM LAKTAT, TOTAL YEAST, DAN AKTIVITAS ANTIMIKROORGANISME TERHADAP BAKTERI PENYEBAB FOODBORNE DISEASE Wulansari, Nadya Treesna; Padmiswari, A.A Istri Mas; Sintyadewi, Putu Rima
Berita Biologi Vol 24 No 2 (2025): Berita Biologi
Publisher : BRIN Publishing (Penerbit BRIN)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55981/berita_biologi.2025.10023

Abstract

Pemanfaatan BAL banyak dikembangkan dalam produksi pangan fungsional seperti minuman probiotik. Jeruk siam (Citrus nobilis) adalah salah satu varietas jeruk yang umum dibudidayakan, memiliki rasa dan manfaat yang baik untuk tubuh. Kulit jeruk siam merupakan limbah yang memiliki peluang untuk diolah sebagai bahan baku industri pertanian, karena mengandung senyawa metabolit sekunder yang menjadikan kulit jeruk siam sebagai salah satu bahan potensial untuk minuman probiotik. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis total BAL, yeast, dan aktivitas antimikroorganisme terhadap bakteri penyebab foodborne disease seperti Staphylococcus aureus dan Salmonella sp. Desain eksperimen penelitian ini adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan variasi waktu fermentasi 0, 3, 6, 9, 12, 15, dan 18 hari, serta 4 kali ulangan. Analisis penelitian menggunakan analisis sidik ragam (ANOVA). Hasil menunjukkan bahwa total BAL dan yeast tertinggi masing-masing sebesar 1,13 x 106 CFU/ml dan 1,09 x 106 CFU/ml. Daya hambat terhadap bakteri Stapylococcus aureus dan Salmonella sp. tertinggi masing-masing sebesar 12,49 ± 0,79 mm dan 11,99 ± 0,79 mm.
PENGARUH PEMBERIAN EKSTRAK KOMBINASI DAUN PEGAGAN (Centella asiatica) DAN DAUN MINT (Mentha arvensis) TERHADAP JUMLAH SEL TESTIS PADA MENCIT JANTAN (Mus musculus) Padmiswari, Anak Agung Istri Mas; Wulansari, Nadya Treesna; Harditya, Kadek Buja
Berita Biologi Vol 24 No 2 (2025): Berita Biologi
Publisher : BRIN Publishing (Penerbit BRIN)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55981/berita_biologi.2025.11234

Abstract

Stres oksidatif merupakan salah satu faktor yang dapat menurunkan fungsi sistem reproduksi jantan, terutama melalui kerusakan pada sel-sel germinal di testis. Upaya preventif yang dapat dilakukan untuk mengatasi kondisi ini adalah dengan pemberian senyawa alami yang memiliki aktivitas antioksidan tinggi, seperti flavonoid, alkaloid, dan tanin yang banyak terkandung dalam tanaman herbal. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian ekstrak kombinasi daun pegagan (Centella asiatica) dan daun mint ((Mentha arvensis) terhadap jumlah sel testis dan berat testis mencit jantan (Mus musculus) yang dipapar stres. Penelitian menggunakan rancangan acak lengkap dengan lima kelompok perlakuan: kontrol negatif (K−), kontrol positif (K+), dan tiga kelompok perlakuan dengan dosis ekstrak kombinasi 100 mg/kgBB (P1), 200 mg/kgBB (P2), dan 300 mg/kgBB (P3). Uji fitokimia menunjukkan bahwa ekstrak kombinasi daun pegagan dan daun mint mengandung flavonoid, alkaloid, saponin, tanin, dan triterpenoid. Aktivitas antioksidan ekstrak kombinasi daun pegagan dan daun mint diuji menggunakan metode DPPH dengan hasil nilai IC50 tergolong kuat. Parameter yang diamati meliputi berat testis serta jumlah sel spermatogonium, spermatosit, dan spermatid. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian ekstrak kombinasi secara signifikan meningkatkan (p < 0,05) berat testis dan jumlah sel testis pada kelompok perlakuan dibandingkan dengan kelompok yang hanya dipapar stres (K+). Kelompok P3 memberikan hasil paling optimal dalam menjaga struktur dan fungsi yang dapat dilihat dari histologi testis. Analisis data dilakukan dengan SPSS versi 22.0 menggunakan uji Kolmogorov-Smirnov untuk normalitas, uji Levene untuk homogenitas, dilanjutkan dengan ANOVA satu arah dan uji lanjutan Duncan (DMRT). Berdasarkan hasil tersebut, dapat disimpulkan bahwa  ekstrak kombinasi daun pegagan dan mint berpotensi sebagai agen fitoterapi dalam mengurangi dampak stres oksidatif terhadap sistem reproduksi jantan.
UJI AKTIVITAS ANTIOKSIDAN KOMBINASI EKSTRAK KUNYIT (Curcuma longa) DAN GINSENG (Panax ginseng) SEBAGAI BAHAN MINUMAN HERBAL ALAMI Padmiswari, Anak Agung Istri Mas; Wulansari, Nadya Treesna; Harditya, Kadek Buja
INDIGENOUS BIOLOGI : JURNAL PENDIDIKAN DAN SAINS BIOLOGI Vol 8 No 2 (2025): INDIGENOUS BIOLOGI : JURNAL PENDIDIKAN DAN SAINS BIOLOGI
Publisher : Prodi Pendidikan Biologi FKIP Universitas Kristen Artha Wacana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33323/indigenous.v8i2.733

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh meningkatnya paparan radikal bebas yang memicu stres oksidatif dan penyakit degenerative akibat faktor lingkungan dan makanan. Kunyit (Curcuma longa) dan ginseng (Panax ginseng) diketahui memiliki aktivitas antioksidan, namun informasi mengenai efektivitas kombinasinya dalam bentuk minuman herbal masih terbatas. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi aktivitas antioksidan kombinasi ekstrak kunyit dan ginseng menggunakan metode DPPH. Metode penelitian yang digunakan adalah eksperimen skala laboratorium. Desain penelitian ini adalah rancangan acak lengkap. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak tunggal kunyit dan ginseng memiliki aktivitas antioksidan sedang dengan IC₅₀ masing-masing 76,40 µg/mL dan 82,75 µg/mL. Kombinasi ekstrak memberikan aktivitas lebih tinggi, terutama rasio 1:1 dengan IC₅₀ 43,25 µg/mL, yang tergolong sangat kuat dan berbeda nyata (p < 0,05) dibanding perlakuan lain. Kesimpulannya, kombinasi kunyit–ginseng, khususnya rasio 1:1, menunjukkan efek sinergis dan berpotensi dikembangkan sebagai bahan aktif minuman herbal fungsional.
EFEK NEUROPROTEKTIF EKSTRAK DAUN PEGAGAN (Centella asiatica) TERHADAP JUMLAH SEL NEURON HIPPOCAMPUS PADA MENCIT JANTAN (Mus musculus) YANG DIPAPAR STRES Padmiswari, Anak Agung Istri Mas; Wulansari, Nadya Treesna; Harditya, Kadek Buja
Berita Biologi Vol 24 No 3 (2025): Berita Biologi
Publisher : BRIN Publishing (Penerbit BRIN)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55981/berita_biologi.2025.13391

Abstract

Stres merupakan salah satu faktor utama yang berkontribusi terhadap neurodegenerasi, menurunkan kelangsungan hidup sel otak, dan mengurangi kepadatan neuron di hippocampus. Senyawa alami yang memiliki sifat antioksidan dan neuroprotektif, seperti Centella asiatica (pegagan), menarik perhatian sebagai agen terapeutik potensial. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh ekstrak daun pegagan terhadap berat otak dan jumlah neuron hippocampus mencit jantan (Mus musculus) yang dipaparkan stres kronis. Sebanyak 25 ekor mencit dibagi menjadi lima kelompok: kontrol negatif (K–), kontrol positif (K+), serta kelompok perlakuan yang diberikan ekstrak pegagan dengan dosis 100 mg/kg (P1), 200 mg/kg (P2), dan 300 mg/kg (P3). Berat otak dan kepadatan neuron hippocampus diukur setelah perlakuan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa stres kronis secara signifikan menurunkan berat otak dan jumlah neuron hippocampus pada kelompok K+ dibandingkan K–. Sebaliknya, pemberian ekstrak Centella asiatica mampu memperbaiki kedua parameter tersebut secara bergantung dosis, dengan peningkatan tertinggi pada kelompok P3. Temuan ini sejalan dengan penelitian sebelumnya yang menunjukkan potensi antioksidan, antiinflamasi, dan neurogenik dari Centella asiatica, yang diduga bekerja melalui regulasi penanda stres oksidatif, modulasi poros hipotalamus-hipofisis-adrenal (HPA), serta peningkatan faktor neurotropik. Kesimpulannya, ekstrak Centella asiatica memberikan efek protektif terhadap kerusakan otak akibat stres, sehingga berpotensi dikembangkan sebagai agen neuroprotektif alami. Penelitian lebih lanjut diperlukan untuk mengeksplorasi mekanisme molekuler, keamanan jangka panjang, serta efektivitas klinis pada manusia.
Co-Authors A A Istri Mas Padwismari A.A Istri Mas Padmiswari A.A. Istri Mas, Padmiswari A.A.Istri Mas Padmiswari AA Istri Mas Padmiswari Adiana, I Nengah Agustini, Ni Komang Tri Anak Agung Istri Mas Padmiswari Aristadewi, Ida Ayu Mas Artha, I Wayan Oktapratama Asthadi Mahendra Bhandesa, Asthadi Mahendra Ayu, Ni Kadek Dwieka Jayanthi Gandamayu, Ida Bagus Maha Gede Surya Indrawan Gede, Surya Indrawan Gst Ayu Dwina Mastryagung I GEDE PUTU DARMA SUYASA I Gusti Agung Yogi Rabani RS1 I Gusti Ayu Puja Astuti Dewi I Gusti Ngurah Made Kusuma Negara I Putu Agus Endra Susanta I Putu Gede Sutrisna . Ida Ayu Ary Widnyani, Ida Ayu Ary Ida Ayu Manik Damayanti Ida Ayu Purnama Bestari Ida Ayu Putu Ary Widnyani Ida Ayu Suptika Strisanti Ida Ayu Suptika Strisanti Ida Bagus Separsa Kusuma IGA Rai Rahayuni Istri Mas Padmiswari Anak Agung Januraheni, Ni Luh Putu Juli Marjati Kadek Buja Harditya Kadek Maya Cyntia Dewi Kadek Vira Praftini Komang Rosa Tri Anggaraeni Komang Sri Ariani Lestari, Ni Komang Mei Kumala Dewi Luh Ami Yuliantika Luh Yenny Armayanti Made Rismawan Meitini Proborini Wahyuni Ni Kadek Sintyadewi Ni Kadek Sintyadewi Ni Kadek Sutini Ni Komang Mei Kumala Dewi Lestari Ni Luh Putu Inca Buntari Agustini Ni Made Raningsih Ni Putu Kamaryati Ni Wayan Desi Bintari Ni Wayan Kesari Dharmapatni Ni Wayan Sukma Antari Ni Wayan Sukma Antari, Ni Wayan Sukma Antari Padmiswari Anak Agung Padmiswari, A.A Istri Mas Padmiswari, A.A. Istri Mas Parut, Anselmus Aristo Praftini, Kadek Vira Pratiwi, Ni Made Srinanda Hiranya Purnama Dewi, Sagung Mirah Purwahyuni, Ni Made Putra, Anak Agung Ngurah Dwi Ariesta Wijaya Putu Indrayoni Putu Rima Sintyadewi Rabani, I Gusti Agung Yogi Raningsih, Ni Made Sanjiwani, Ni Made Gita Ayu Septianingsih, Ni Luh Rika Sri Ariani Sri Dewi Megayanti Strisanti, Ida Ayu Suptika Suarnadi, Ni Komang Suryati, Ni Wayan Novi Susanta, I Putu Agus Endra Sutrisna, Putu Gede Suweca, I Gede Swari, Ni Putu Widya Candra Wicaksana, IGA Tresna Widiatmaja, Gusti Panji Widiatmaja, I Gusti Bagus Panji Widnyani, Ida Ayu Putu Ary Widyas Pranata, Gst. Kade Adi Wijaya Putra, A.A. Ngurah Dwi Ariesta Yan Ramona