Claim Missing Document
Check
Articles

HUBUNGAN PERILAKU CUCI TANGAN PAKAI SABUN DENGAN PENYAKIT KECACINGAN PADA SISWA SEKOLAH DASAR Ni Kadek Sintyadewi; Made Rismawan; Nadya Treesna Wulansari
MIDWINERSLION : Jurnal Kesehatan STIKes Buleleng Vol. 8 No. 2 (2023): MIDWINERSLION Jurnal Kesehatan STIKes Buleleng
Publisher : LPPM STIKes Buleleng

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52073/midwinerslion.v8i2.313

Abstract

Pendahuluan: Cacingan merupakan salah satu jenis penyakit yang disebabkan oleh infeksi cacing pada tubuh manusia yang ditularkan melalui tanah. Infeksi cacing STH merupakan infeksi nematoda usus yang menyebabkan berbagai gangguan kesehatan pada manusia, terutama pada anak-anak. Pencegahan yang dapat dilakukan adalah dengan menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat serta pemberian obat cacing setiap enam bulan sekali. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara perilaku cuci tangan pakai sabun dengan penyakit kecacingan pada siswa SDN 11 Kesiman. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan jenis penelitian analitik korelasi dan pendekatan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah siswa kelas IV, V, dan VI sebanyak 121 responden dengan jumlah responden sebanyak 105 orang. Teknik pengambilan sampel dalam pada penelitian ini adalah simple random sampling dengan menggunakan lembar kuesioner sebagai alat ukur dalam penelitian ini. Analisis data menggunakan uji Chi Square. Hasil: Hasil analisis diperoleh nilai p sebesar 0,185 tidak ada hubungan yang bermakna antara perilaku cuci tangan pakai sabun dengan kejadian cacingan dalam 6 bulan terakhir di SDN 11 Kesiman. Simpulan: Dari 105 siswa sebagian besar memiliki perilaku cuci tangan pakai sabun dalam kategori cukup dan sebagian besar tidak mengalami cacingan selama enam bulan terakhir.
Probiotic Antibacterial Activity Test Of Bali Salak Fruit (Salacca zalacca var Amboinensis) Against Staphylococcus aureus Istri Mas Padmiswari Anak Agung; Nadya Treesna Wulansari
Jurnal Biologi Tropis Vol. 23 No. 4 (2023): October - December
Publisher : Biology Education Study Program, Faculty of Teacher Training and Education, University of Mataram, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jbt.v23i4.4503

Abstract

One of the sources of natural antioxidants comes from salak fruit (Salacca zalacca). Indonesia has various varieties of salak fruit such as pondoh salak, manggala salak, granulated sugar and balinese salak. Bali salak is one of the local Balinese salak varieties. This study aims to determine the probiotic antibacterial activity test of Balinese salak fruit juice against Staphylococcus aureus. The method used in this study was Completely Randomized (CRD) in laboratory scale experiments (in vitro). Laboratory-scale in vitro research was carried out at the ITEKES Bali Food Engineering and Processing Laboratory and the Agricultural Technology Laboratory at Udayana University which will be carried out between August 2021 and October 2021. Testing for antibacterial activity uses the well diffusion method. NA media containing Staphylococcus aureus isolates. Data analysis used analysis of variance (ANOVA). The results of the study found that Staphylococcus aureus bacteria could be prevented by using a probiotic drink, zalacca juice.
Counseling on the Hand Hygiene Process as an Effort to Prevent Microbial Transmission and Covid-19 in the School Environment for Students of SMA Negeri 3 Denpasar Wulansari, Nadya Treesna; Padmiswari, Anak Agung Istri Mas
Jurnal Abdimas ITEKES Vol 1 No 1 (2021): Jurnal Abdimas ITEKES Bali September
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Institute Teknologi dan Kesehatan (ITEKES) Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37294/jai.v1i1.406

Abstract

This outbreak of the corona virus requires integrated handling by involving all components of society to deal with Covid-19, which is a world pandemic. This virus is easily transmitted to other people through droplets when talking or someone coughing. One of the efforts that can be done is to apply a clean lifestyle, namely Hand Hygiene. Hand hygiene is one of the easiest efforts to do starting from yourself. One way to introduce to the community, especially school children, about good and correct hand hygiene procedures is to provide counselling and demonstrations. Education about the understanding of school-age children regarding the importance of hand hygiene needs to be carried out more deeply. Good and correct hand hygiene can reduce the number of microorganisms on hands and prevent the spread of Covid-19 in the school environment. Implementation of activities carried out by conducting counselling and demonstration of hand hygiene. Students are given pre-test first and post-test after counselling and demonstration. The results show that there is an effect of providing counselling regarding the application of Hand Hygiene techniques to students' knowledge. This activity shows an increase in students' knowledge after being given counselling and demonstrations on the application of Hand Hygiene.
Peningkatan Pengetahuan Siswa Sekolah Dasar Mengenai Kandungan Gizi Pangan Olahan Ikan Gede, Surya Indrawan; A.A. Istri Mas, Padmiswari; Damayanti, Ida Ayu Manik; Ni Wayan Sukma Antari, Ni Wayan Sukma Antari; Wulansari, Nadya Treesna
Jurnal Abdimas ITEKES Vol 2 No 1 (2022)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Institute Teknologi dan Kesehatan (ITEKES) Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37294/jai.v2i1.445

Abstract

Gizi merupakan unsur yang sangat penting dalam tubuh manusia, oleh karena itu gizi harus terpenuhi sejak anak-anak, karena gizi selain penting untuk pertumbuhan badan, juga penting untuk perkembangan otak. Salah satu sumber makanan yang mengandung gizi yang baik adalah dari ikan. Kegiatan edukasi mengenai kandungan gizi pangan olahan ikan sangat penting dilakukan di SD Negeri 21 Dauh Puri. Kegiatan diikuti oleh 40 orang siswa kelas VI dimana mereka diberikan edukasi atau penyuluhan mengenai hal tersebut. Untuk mengukur keberhasilan kegiatan, siswa diminta untuk mengisi pretest dan posttest yang terdiri dari 10 pertanyaan yang berkaitan Dengan kandungan gizi pangan olahan ikan. Kegiatan ini berhasil dilakukan karena terdapat peningkatan Pengetahuan siswa yang signifikan mengenai kandungan gizi pangan olahan ikan. Adanya dukungan dari guru dan orang tua dalam kegiatan seperti ini perlu dilakukan berkelanjutan dalam upaya peningkatan pengetahuan gizi anak di sekolah dasar. Kata Kunci: pengetahuan, kandungan gizi, pangan olahan ikan
Edukasi Masyarakat Tentang Potensi Minuman Probiotik Sari Buah Salak Bali (Salacca zalacca) Sebagai Antibakteri Di Desa Sumerta Kelod Wulansari, Nadya Treesna; Padmiswari, A.A Istri Mas; Gandamayu, Ida Bagus Maha; Suryati, Ni Wayan Novi; Raningsih, Ni Made
Jurnal Abdimas ITEKES Vol 2 No 1 (2022)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Institute Teknologi dan Kesehatan (ITEKES) Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37294/jai.v2i1.447

Abstract

Minuman probiotik merupakan minuman yang mengandung mikroorganisme hidup yang bermanfaat bagi kesehatan. Salak Bali merupakan salah satu buah varietas lokal yang memiliki kandungan antioksidan. Hal inilah menjadikan salak Bali berpotensi menjadi minuman probiotik. Tujuan dari kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat adalah memberikan edukasi kepada masyarakat tentang potensi minuman probiotik sari buah salak Bali (Salacca zalacca) sebagai antibakteri di Desa Sumerta Kelod. Kegiatan diawali kegiatan pengukuran pengetahuan awal masyarakat yaitu dengan pemberian pretest. Selanjutnya diberikan penyuluhan mengenai potensi minuman probiotik sari buah salak Bali. Penyuluhan dilakukan dengan memberikan penjelasan dan memberikan leaflet yang berisi tentang manfaat salak bali sebagai minuman probiotik yang dapat berpotensi sebagai antibakteri dan dilanjutkan dengan diskusi. Setelah itu, pemberian posttest kepada seluruh masyarakat di akhir kegiatan. Data hasil pre dan posttest diolah dengan menggunakan SPSS dan disajikan dalam bentuk tabel frekuensi. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa tingkat pengetahuan masyarakat sebelum diberikan penyuluhan menunjukkan bahwa sebanyak 66,7% masyarakat memiliki tingkat pengetahuan yang cukup dan 33,3% masih dalam kategori kurang. Setelah diberikan penyuluhan menunjukkan bahwa pengetahuan masyarakat setelah dilakukannya penyuluhan dalam kategori baik dan cukup yaitu berturut-turut sebanyak 90,0 % dan 10,0 %. Adanya perubahan tingkat pengetahuan masyarakat setelah dilakukannya penyuluhan mengenai potensi minuman probiotik sari buah salak Bali sebagai antibakteri. Kata kunci : Antibakteri, edukasi, minuman probiotik, salak bali
Pelatihan Cuci Tangan Enam Langkah Menggunakan Vocabulary Bahasa Inggris Pada Anak Usia Dini Dalam Pencegahan Penularan COVID-19 Suryati, Ni Wayan Novi; Dewi, Kadek Maya Cyntia; Wulansari, Nadya Treesna; Ayu, Ni Kadek Dwieka Jayanthi
Jurnal Abdimas ITEKES Vol 2 No 2 (2023)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Institute Teknologi dan Kesehatan (ITEKES) Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37294/jai.v2i2.455

Abstract

Pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk memberikan pelatihan  cuci tangan enam langkah menggunakan vocabulary  bahasa Inggris pada anak usia dini di TK Aruna Mulia Nusa Dua dalam pencegahan penularan Covid-19. Kegiatan ini dilaksanakan pada hari Kamis, 14 Oktober 2021 di TK Aruna Mulia Nusa Dua dengan dua sesi pelatihan yaitu sesi pertama pada kelas Taman Kanak-Kanak (TK) dengan jumlah 11 peserta didik dan pada sesi kedua pada anak Kelompok Bermain  (KB) dengan jumlah 7 orang. Rancangan mekanisme pelaksanaan kegiatan ini merujuk pada 4 langkah action research yaitu: perencanaan, tindakan, observasi dan evaluasi, serta refleksi. Berdasarkan pemaparan hasil kegiatan pengabdian kepada masyarakat yang dilakukan di TK Aruna Mulia Nusa Dua maka dapat disimpulkan bahwa sejumlah target yang sudah tercapai diantaranya. (1) Peserta pelatihan dalam kelompok TK dan KB mampu melakukan praktik cuci tangan enam langkah dengan baik setelah diberikan pelatihan melalui video dan praktik langsung dengan menggunakan instruksi bahasa Inggris. (2) Peserta pelatihan mampu mengikuti instruksi mencuci tangan enam langkah dengan bahasa Inggris dengan baik dan mendapatkan vocabulary baru tentang mencuci tangan. (3) Adanya peningkatan pengetahuan dan penguasaan vocabulary antara sebelum dan setelah diberikan pelatihan cuci tangan enam langkah. Kata Kunci: Pelatihan cuci tangan enam langkah, English Vocabulary, Pencegahan Covid-19
Edukasi Terapi Akupunktur Untuk Mengatasi Diferensiasi Sindrom Pada Penderita Vertigo Widiatmaja, I Gusti Bagus Panji; Harditya, Kadek Buja; Strisanti, Ida Ayu Suptika; Adiana, I Nengah; Padmiswari, A.A Istri Mas; Wulansari, Nadya Treesna
Jurnal Abdimas ITEKES Vol 2 No 2 (2023)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Institute Teknologi dan Kesehatan (ITEKES) Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37294/jai.v2i2.467

Abstract

Vertigo merupakan masalah kesehatan gangguan keseimbangan yang gejalanya seperti nyeri kepala hebat dengan sensasi berputar. Vertigo merupakan masalah kesehatan yang sering dihadapi masyarakat namun sering diabaikan, hal ini dapat dipengaruhi oleh berbagai faktor seperti kurangya pengetahuan masyarakat tentang vertigo dan motivasi masyarakat dalam mencari informasi tentang penyakit vertigo dan cara penangannya. Tujuan dari pengabdian masyarakat adalah untuk meningkatkan pengetahuan masyarakat tentang penyakit vertigo dan cara penanganan vertigo dengan akupunktur terapi. Metode yang digunakan dalam kegiatan ini yaitu pendekatan personal berupa edukasi dan pembagian kuisioner pengetahuan sebelum dan sesudah materi edukasi yang dikemas dalam kegiatan edukasi dan pemeberian terapi akupunktur untuk masalah kesehatan vertigo yang dihadiri sebanyak 73 peserta. Hasil kegiatan pengabdian kepada masyarakat menunjukkan adanya peningkatan jumlah pengetahuan dan mayoritas memiliki pengetahuan yang baik sebanyak 82% dari jumlah peserta, serta adanya perbedaan yang signifikan terhadap tingkat pengetahuan peserta sebelum diberikan edukasi (M=83.56, SD=21.81) dan setelah diberikan edukasi (M=93.29, SD=15.09), p<0.005. Peningkatan pengetahuan diharapkan dapat meningkatkan motivasi perubahan perilaku pola hidup sehat. Kata kunci : Pengetahuan, Akupunktur, Vertigo
Edukasi Pemanfaatan Antioksidan Ekstrak Buah Doum (Hyphaena Thebaica) Sebagai Alternatif Minuman Herbal Dalam Upaya Pengendalian Kadar Gula Darah Di Desa Sumerta Kelod, Kecamatan Denpasar Timur, Kota Denpasar Damayanti, Ida Ayu Manik; Antari, Ni Wayan Sukma; Megayanti, Sri Dewi; Wulansari, Nadya Treesna; Dharmapatni, Ni Wayan Kesari; Harditya, Kadek Buja; Bintari, Ni Wayan Desi; Widyas Pranata, Gst. Kade Adi
Jurnal Abdimas ITEKES Vol 3 No 1 (2023)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Institute Teknologi dan Kesehatan (ITEKES) Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37294/jai.v3i1.498

Abstract

Diabetes melitus (DM) merupakan salah satu jenis penyakit kronis yang akan diderita seumur hidup apabila penderitanya tidak mendapatkan pengobatan yang tepat. Komplikasi yang ditimbulkan menjadikan diabetes melitus sebagai penyakit penyerta yang menyebabkan tingginya tingkat keparahan dan kematian selama pandemi COVID-19. Salah satu kota yang mengalami kasus tersebut adalah Kota Denpasar, tepatnya di kawasan Denpasar Timur. Angka kejadian DM di kelurahan Denpasar Timur masih cukup tinggi diantara penyakit tidak menular lainnya. Penggunaan insulin dan obat antidiabetes oral seringkali memberatkan pasien karena mahalnya biaya dan efek sampingnya. Buah doum merupakan buah alternatif yang jarang diketahui memiliki berbagai macam senyawa aktif seperti flavonoid dan polifenol. Tujuan kegiatan ini dilakukan sebagai upaya preventif untuk meningkatkan kesadaran masyarakat dalam mencegah peningkatan kadar glukosa darah pada masyarakat dengan memanfaatkan ekstrak buah doum antioksidan sebagai alternatif minuman herbal di Desa Sumerta Kelod Kecamatan Denpasar Timur Kota Denpasar. Metode yang digunakan dalam kegiatan pengabdian ini adalah model praktik pendidikan dengan penyuluhan menggunakan leaflet dan diskusi. Lokasi kegiatan di Desa Sumerta Kelod Denpasar Timur pada bulan Juli - Agustus 2022. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa nilai rata-rata pretes adalah 4,81 dan nilai rata-rata postes adalah 7,58. Terdapat peningkatan pengetahuan sebesar 50% tentang pemanfaatan antioksidan buah doum dalam upaya pengendalian kadar gula darah. Kata kunci : Antioksidan, Kadar Gula Darah, Buah Doum, Diabetes mellitus
Sosialisasi Potensi Daun Pegagan (Centella Asiatica) Sebagai Minuman Herbal Yang Bersifat Antibakteri Di Desa Renon Wulansari, Nadya Treesna; Padmiswari, A.A Istri Mas; Harditya, Kadek Buja; Damayanti, Ida Ayu Manik; Dharmapatni, Ni Wayan Kesari; Dewi, Kadek Maya Cyntia
Jurnal Abdimas ITEKES Vol 3 No 2 (2024)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Institute Teknologi dan Kesehatan (ITEKES) Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37294/jai.v3i2.546

Abstract

Pegagan (Centella asiatica) merupakan salah satu tanaman yang banyak tumbuh di areal pekarangan rumah. Pegagan dapat dimanfaatkan sebagai teh herbal dan memiliki kandungan senyawa bioaktif yang bermanfaat bagi kesehatan. Tujuan dari kegiatan ini adalah sosialisasi potensi daun pegagan (Centella asiatica) sebagai minuman herbal yang bersifat antibakteri di Desa Renon. Kegiatan diawali kegiatan pengukuran pengetahuan awal masyarakat yaitu dengan pemberian pre test. Selanjutnya diberikan penyuluhan mengenai potensi daun pegagan (Centella asiatica) sebagai minuman herbal yang bersifat antibakteri. Penyuluhan dilakukan dengan memberikan penjelasan dan memberikan leaflet dan dilanjutkan dengan diskusi. Setelah itu, pemberian post test kepada seluruh masyarakat di akhir kegiatan. Data hasil pre dan posttest diolah dan disajikan dalam bentuk tabel frekuensi. Hasil kegiatan sosialisasi menunjukkan bahwa tingkat pengetahuan masyarakat sebelum diberikan penyuluhan menunjukkan bahwa sebanyak 20,00% masyarakat memiliki pengetahuan dalam kategori baik, 66,67% masyarakat memiliki tingkat pengetahuan cukup,  dan 13,33% masih dalam kategori kurang. Setelah diberikan sosialisasi menunjukkan bahwa pengetahuan masyarakat setelah dilakukannya penyuluhan dalam kategori baik dan cukup yaitu berturut-turut sebanyak 76,67% dan 23,22%. Adanya peningkatan pengetahuan masyarakat setelah dilakukannya sosialisasi mengenai potensi daun pegagan (Centella asiatica) sebagai minuman herbal yang bersifat antibakteri Kata kunci : antibakteri, minuman herbal, pegagan, sosialisasi
Edukasi, Pemeriksaan Kesehatan Dan Pemberian Terapi Akupuntur Untuk Mengatasi Taiyang Dan Yangming Headache Kepada Masyarakat Kelurahan Renon Harditya, Kadek Buja; Widiatmaja, Gusti Panji; Wulansari, Nadya Treesna; Damayanti, Ida Ayu Manik; Antari, Ni Wayan Sukma; Dharmapatni , Ni Wayan Kesari; Adiana, I Nengah; Strisanti, Ida Ayu Suptika
Jurnal Abdimas ITEKES Vol 3 No 2 (2024)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Institute Teknologi dan Kesehatan (ITEKES) Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37294/jai.v3i2.579

Abstract

Headache merupakan gejala dari suatu gangguan kesehatan yang dirasakan oleh seseorang berupa nyeri kepala dengan berbagai macam sensasi. Headache sering dihadapi masyarakat dan juga diabaikan, hal ini dapat dipengaruhi berbagai faktor seperti kurangnya pengetahuan, kesadaran masalah kesehatan yang dialami dan motivasi masyarakat dalam mencari informasi dan cara penangananya. Tujuan dari pengabdian masyarakat yang dilakukan adalah untuk meningkatkan pengetahuan masyarakat dan meningkatkan kemandirian kesehatan masyarakat dalam penanganan headache dengan akupuntur terapi. Metode yang digunakan yaitu pendekatan personal berupa edukasi dan pembagian kuisioner pengetahuan sebelum dan sesudah materi edukasi serta pemberian terapi akupuntur yang dihadiri sebanyak 103 peserta. Hasil pengabdian menunjukkan sebagian besar peserta memiliki diagnosis taiyang headache sebanyak 64 peserta (62,1%), pengetahuan yang baik pada pretest sebanyak 72 peserta (69,9%), sedangkan hasil post tes menunjukkan adanya peningkatan jumlah pengetahuan dan mayoritas memiliki pengetahuan yang baik sebanyak 86 peserta (83,4%) serta adanya perbedaan yang signifikan terhadap tingkat pengetahuan peserta sebelum diberikan edukasi (M=80.27, SD=23.62) dan setelah diberikan edukasi (M=96,13, SD=18,43), p<0. Pemberian edukasi dan pemeriksaan kesehatan ini sangat bermanfaat bagi masyarakat untuk mengetahui tentang akupuntur dan masalah kesehatan taiyang dan yangming headache. Peningkatan pengetahuan diharapkan dapat meningkatkan kepedulian dan kemandirian tentang kesehatan di masyarakat serta motivasi perubahan perilaku pola hidup sehat.   Kata kunci : Akupunktur, Diagnosis, Headache
Co-Authors A A Istri Mas Padwismari A.A Istri Mas Padmiswari A.A. Istri Mas, Padmiswari A.A.Istri Mas Padmiswari AA Istri Mas Padmiswari Adiana, I Nengah Agustini, Ni Komang Tri Anak Agung Istri Mas Padmiswari Anak Agung, Padmiswari Aristadewi, Ida Ayu Mas Artha, I Wayan Oktapratama Asthadi Mahendra Bhandesa, Asthadi Mahendra Ayu, Ni Kadek Dwieka Jayanthi Buntari, Ni Luh Putu Inca Agustini Dewi, Ni Putu Dita Ariani Sukma Dharmapatni , Ni Wayan Kesari Dira, Made Asmarani Gandamayu, Ida Bagus Maha Gede Surya Indrawan Gede, Surya Indrawan Gst Ayu Dwina Mastryagung I GEDE PUTU DARMA SUYASA I Gusti Ayu Puja Astuti Dewi I Putu Agus Endra Susanta I Putu Gede Sutrisna . Ida Ayu Ary Widnyani, Ida Ayu Ary Ida Ayu Manik Damayanti Ida Ayu Purnama Bestari Ida Ayu Putu Ary Widnyani Ida Ayu Suptika Strisanti Ida Ayu Suptika Strisanti Ida Bagus Separsa Kusuma IGA Rai Rahayuni IGN Made Kusuma Negara Kusuma Negara Indrayani, Ni Luh Dwi Israfil, Israfil Istri Mas Padmiswari Anak Agung Januraheni, Ni Luh Putu Juli Marjati Kadek Buja Harditya Kadek Maya Cyntia Dewi Kadek Vira Praftini Kamaryati, Ni Luh Putu Komang Rosa Tri Anggaraeni Komang Sri Ariani Lestari, Ni Komang Mei Kumala Dewi Luh Ami Yuliantika Luh Yenny Armayanti Made Rismawan Meitini Proborini Wahyuni Negara , IGN Made Kusuma Negara, IGN Made Kusuma Nelson, Warongrong Ni Kadek Sintyadewi Ni Kadek Sutini Ni Komang Mei Kumala Dewi Lestari Ni Luh Putu Inca Buntari Agustini Ni Made Raningsih Ni Putu Kamaryati Ni Wayan Desi Bintari Ni Wayan Kesari Dharmapatni Ni Wayan Sukma Antari Ni Wayan Sukma Antari, Ni Wayan Sukma Antari Padmiswari, A.A Istri Mas Padmiswari, A.A. Istri Mas Parut, Anselmus Aristo Praftini, Kadek Vira Pratiwi, Ni Made Srinanda Hiranya Purnama Dewi, Sagung Mirah Purwahyuni, Ni Made Putra, Anak Agung Ngurah Dwi Ariesta Wijaya Putu Indrayoni Putu Rima Sintyadewi Rabani, I Gusti Agung Yogi Raningsih, Ni Made Sanjiwani, Ni Made Gita Ayu Septianingsih, Ni Luh Rika Sri Ariani Sri Dewi Megayanti Strisanti, Ida Ayu Suptika Suarnadi, Ni Komang Suryati, Ni Wayan Novi Susanta, I Putu Agus Endra Sutrisna, Putu Gede Suweca, I Gede Swari, Ni Putu Widya Candra Wicaksana, IGA Tresna Widiatmaja, Gusti Panji Widiatmaja, I Gusti Bagus Panji Widnyani, Ida Ayu Putu Ary Widyas Pranata, Gst. Kade Adi Wijaya Putra, A.A. Ngurah Dwi Ariesta Yan Ramona