Claim Missing Document
Check
Articles

Found 25 Documents
Search

PEMIKIRAN KONSTRUKTIVISME DALAM TEORI PENDIDIKAN KOGNITIF JEAN PIAGET DAN LEV VYGOTSKY Bustomi, Bustomi; Sukardi, Ismail; Astuti, Mardiah
Jurnal Review Pendidikan dan Pengajaran Vol. 7 No. 4 (2024): Special Issue Vol. 7 No. 4 Tahun 2024
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jrpp.v7i4.37551

Abstract

Penelitian ini mengkaji pemikiran konstruktivisme dalam teori pendidikan kognitif menurut Jean Piaget dan Lev Vygotsky serta penerapannya dalam dunia pendidikan. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif melalui kajian pustaka dari berbagai sumber ilmiah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa teori konstruktivisme Piaget dan Vygotsky memiliki implikasi kuat dalam pembelajaran, terutama dalam mengembangkan kemandirian belajar dan kemampuan berpikir kritis pada siswa. Kesimpulannya, pendekatan konstruktivisme ini penting dalam membentuk model pembelajaran yang adaptif terhadap perkembangan kognitif dan sosial siswa
DISKURSUS ALIRAN UTAMA FILSAFAT PENDIDIKAN: PERENIALISME, ESENSIALISME, PROGRESIVISME, DAN REKONSTRUKSIONISME Hidayatullah, Hidayatullah; Sukardi, Ismail; Astuti, Mardiah; Bahrudin, Andre; Afryansyah, Afryansyah
Jurnal Review Pendidikan dan Pengajaran Vol. 7 No. 4 (2024): Special Issue Vol. 7 No. 4 Tahun 2024
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jrpp.v7i4.39018

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan aliran utama filsafat pendidikan, yaitu perenialisme, esensialisme, progresivisme, dan rekonstruksionisme, dalam konteks pendidikan. Metode yang digunakan berupa studi kualitatif dengan pendekatan literatur, mengkaji berbagai konsep dasar, sejarah, tokoh, serta implikasinya dalam pendidikan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perenialisme menekankan nilai-nilai abadi untuk membentuk individu yang bermoral; esensialisme fokus pada nilai-nilai fundamental yang terbukti tahan lama; progresivisme menekankan fleksibilitas, relevansi pembelajaran dengan kebutuhan zaman, dan aktivitas belajar berbasis pemecahan masalah; sementara rekonstruksionisme berupaya membangun masyarakat baru yang lebih baik melalui pendidikan berbasis nilai-nilai universal. Keempat aliran ini memberikan landasan filosofis yang signifikan bagi pengembangan pendidikan yang lebih relevan dan dinamis.
Madrasah pada Masa Keemasan Islam: Studi Perbandingan dengan Madrasah Saat Ini Mahyudin, Edy; Rusli, Risan; Sukardi, Ismail; Hasan, Muflikhul
Indo-MathEdu Intellectuals Journal Vol. 7 No. 1 (2026): Indo-MathEdu Intellectuals Journal
Publisher : Lembaga Intelektual Muda (LIM) Maluku

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54373/imeij.v7i1.4572

Abstract

This study aims to analyze the characteristics of madrasas during the Golden Age of Islam and compare them with the condition of contemporary madrasas. The research method used is library research with a descriptive qualitative approach. Data were obtained from books on the history of Islamic education, scientific journal articles, research reports, and official documents on modern madrasas. Content analysis was employed to examine the characteristics of classical madrasas, while comparative analysis was used to compare them with present-day madrasas. The results show that madrasas in the Islamic Golden Age flourished due to the integration of religious and rational sciences, strong support through waqf, the presence of scholar-scientists as educators, and an academic culture open to dialogue and research. Meanwhile, modern madrasas have experienced significant progress in curriculum development and scientific integration, but still face challenges such as limited facilities, teacher competency gaps, and learning methods that are not yet fully innovative. The discussion emphasizes the importance of revitalizing the values of classical madrasas through strengthening research, integrating knowledge, and modernizing pedagogy so that madrasas can compete globally without losing their Islamic identity
Dialog Peradaban dalam Pendidikan: Peran Penerapan Terjemahan Karya Ulama Islam pada Masa Renaissance Ibrahim, Ibrahim; Qaaf, Muhammad Alfath; Rusli, Ris'an; Sukardi, Ismail
Indo-MathEdu Intellectuals Journal Vol. 7 No. 1 (2026): Indo-MathEdu Intellectuals Journal
Publisher : Lembaga Intelektual Muda (LIM) Maluku

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54373/imeij.v7i1.5005

Abstract

This study aims to analyze the role of applying translations of the works of Muslim scholars during the Renaissance as an important historical component in education. The research employs a qualitative approach using a library research design. Data collection is conducted through a systematic review of relevant literature. The data sources include academic books, reputable scholarly journals, policy documents, research reports, and other relevant literature. Data analysis is carried out through categorization, interpretation, and thematic synthesis of the literature findings in order to draw systematic conceptual conclusions. To ensure data validity, this study applies source triangulation by comparing various references from different academic backgrounds. The results and discussion indicate that Islamic civilization played a significant role in the emergence of the Western Renaissance and the advancement of modern science. Scientific development occurred through cross-civilizational exchanges rather than in isolation. During the Islamic Golden Age, Muslim scholars developed intellectual traditions that integrated revelation, reason, and empiricism. The works of Ibn Sina, Ibn Rushd, Al-Farabi, Al-Kindi, Al-Khawarizmi, and Ibn al-Haytham served as crucial bridges between Greek heritage and Europe’s intellectual revival. Through centers of learning in Baghdad, Andalusia, Cairo, and Damascus, Europe gained philosophy, medicine, mathematics, and scientific methods. The decline of Islamic science resulted from the collapse of political structures and scholarly institutions.
The Revitalization of the Yellow Book of Turath in the Malay Islamic Education Curriculum: Between Tradition, Modernity, and Scientific Transformation Nugraha, Hafizh Maulana; Damayanti, Anna; Sukardi, Ismail; Soraya, Nyanyu
RELIGI: Jurnal Pendidikan Agama Islam Vol. 4 No. 1 (2026): Religi, Juni 2026
Publisher : Program Studi Pendidikan Agama Islam Universitas Muhammadiyah Kendari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51454/religi.v4i1.1713

Abstract

Penelitian ini mengkaji secara mendalam proses revitalisasi kitab kuning turath sebagai infrastruktur epistemologis utama dalam kurikulum pendidikan Islam Melayu di tengah tekanan modernitas global yang kian akseleratif. Marjinalisasi sistematis terhadap kitab kuning di berbagai lembaga pendidikan Islam kontemporer menimbulkan problematika epistemologis yang fundamental, yaitu terputusnya silsilah intelektual (sanad keilmuan) yang selama berabad-abad menjadi tulang punggung tradisi keilmuan Islam Nusantara. Dengan memanfaatkan pendekatan kualitatif berbasis library research dan teknik content analysis inferensial, penelitian ini menganalisis secara mendalam bagaimana rekonstruksi epistemologis dapat menjadi jembatan konseptual antara dikotomi tradisi turath dan modernitas pendidikan. Kerangka teoretis penelitian dibangun di atas epistemologi Islam Syed Muhammad Naquib al-Attas, teori integrasi keilmuan Azyumardi Azra, perspektif tradisi pesantren Zamakhsyari Dhofier, serta pemikiran modernisasi Islam Nurcholish Madjid. Temuan menunjukkan bahwa revitalisasi kitab kuning bukan sekadar ikhtiar konservasi kultural, melainkan strategi transformatif dalam membangun kurikulum yang integratif, epistemologis, dan responsif terhadap kompleksitas tantangan zaman. Novelty penelitian ini terletak pada konstruksi model revitalisasi berbasis tiga pilar rekonstruksi epistemologis, integrasi metodologis, dan transformasi pedagogis yang secara konseptual melampaui kajian-kajian terdahulu yang cenderung bersifat deskriptif-historis.