Claim Missing Document
Check
Articles

Found 25 Documents
Search

Filsafat Pendidikan Islam: Ontologi, Epistemologi, dan Aksiologi Bahrudin, Andre; Sukardi, Ismail; Astuti, Mardiah; Bustomi, Muhammad; Afryansyah, Afryansyah
Jurnal Ilmiah Dikdaya Vol 15, No 1 (2025): April
Publisher : Universitas Batanghari Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33087/dikdaya.v15i1.735

Abstract

Artikel ini membahas filsafat pendidikan Islam melalui tiga aspek utama: ontologi, epistemologi, dan aksiologi. Tujuan penelitian ini adalah untuk memahami landasan filosofis pendidikan Islam serta implikasinya terhadap tujuan dan nilai pendidikan. Dengan menggunakan metode deskriptif kualitatif melalui studi kepustakaan, penelitian ini menggali literatur terkait filsafat pendidikan Islam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ontologi dalam pendidikan Islam berfokus pada hakikat manusia dan potensinya, yang meliputi aspek fitrah serta perkembangan keislaman yang bertujuan membentuk insan kamil. Epistemologi pendidikan Islam berakar pada wahyu sebagai sumber pengetahuan yang utama, dengan Alquran dan Hadis sebagai pedoman utama dalam pengembangan teori dan praktik pendidikan. Aspek aksiologi menekankan pada nilai-nilai etika dan moral dalam penerapan pendidikan Islam, dengan tujuan menghasilkan individu yang memiliki nilai spiritual dan sosial yang tinggi. Penelitian ini berkontribusi dalam memperkaya pemahaman tentang dasar dan nilai pendidikan Islam, serta pentingnya integrasi nilai-nilai ilahiyah dalam proses pendidikan.
The Intellectual Legacy of Islam: The Evolution of Educational Institutions from the Classical to the Medieval Period Ikbal, Muhammad; Ismail, Fajri; Zuhdiyah, Zuhdiyah; Sukardi, Ismail
The Future of Education Journal Vol 4 No 4 (2025)
Publisher : Lembaga Penerbitan dan Publikasi Ilmiah Yayasan Pendidikan Tumpuan Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61445/tofedu.v4i4.677

Abstract

Islamic education in Indonesia has deep and unique roots, evolving from the assimilation of Islamic values with local culture since the 13th century through institutions such as pesantren and surau, which served as centers of knowledge and moral guidance for society. This study employs a qualitative research method. The findings indicate that the transformation of Islamic educational institutions from informal systems to formal institutions marks a significant development in the history of Islamic education. Madrasahs emerged as structured centers of learning with more established curricula and teaching systems, while simultaneously facing challenges such as conservatism and limited accessibility. On the other hand, the epistemological dynamics of Islamic education demonstrate a synthesis between revelation and reason, forming a holistic foundation of knowledge. This was reflected in the golden age of rapid scientific advancement during the classical period, followed by an emphasis on normative sciences during the medieval period, all while preserving intellectual traditions through sanad systems and rigorous learning methodologies. The intellectual contributions of Islam not only enriched the Islamic world but also had a global impact through the transmission of knowledge to Europe. Despite socio-political challenges, the value of balance between revelation and reason remains a vital legacy for the development of adaptive and relevant Islamic education to this day.
EKSISTENSI TEORI POSTMODERN DALAM PENDIDIKAN ISLAM Nurbuana, Nurbuana; Sukardi, Ismail; Astuti, Mardiah
Raudhah - Proud To Be Professional مجلد 9 عدد 3 (2024): Raudhah Proud To Be Professionals: Jurnal Tarbiyah Islamiyah - Desember 2024
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Islam Raudhatul Ulum

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.48094/raudhah.v9i3.747

Abstract

Postmodernisme adalah sebuah pendekatan an keragaman pengalaman manusia. Dalam konteks pendidikan, post modernisme mengakui bahwa tidak ada satu pendekatan atau metode yang tepat untuk semua situasi, dan bahwa pendidikan harus memperhatikan perbedaan individu dan budaya. Pentingnya mempelajari pengaruh postmodernisme dalam sistem pendidikan di Indonesia perlu ditekankan karena pendekatan ini dapat memberikan wawasan baru tentang bagaimana meningkatkan kualitas pendidikan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana eksistensi teori postmodern dalam pendidikan Islam. Metode penelitian ini adalah kepustakaan, dengan Kajian literature review. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa landasan-landasan filosofis dalam teori postmodern tidak bertentangan dengan pendidikan Islam, dan bisa di jadikan sebagai acuan bagi seorang pendidik dalam proses pembelajaran.
Indonesian Muslim Intellectual Ulama in the 17th and 18th Centuries Nurbuana, Nurbuana; Zuhdiyah, Zuhdiyah; Ismail, Fajri; Sukardi, Ismail
The Future of Education Journal Vol 4 No 6 (2025)
Publisher : Lembaga Penerbitan dan Publikasi Ilmiah Yayasan Pendidikan Tumpuan Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61445/tofedu.v4i6.726

Abstract

This study aims to analyze the role of Nusantara scholars in spreading Islamic teachings, tarekat, sharia, and tasawuf, as well as their contribution to the renewal of Islamic thought in Indonesia. The research method used is qualitative with a library research approach. Data collection techniques by understanding and studying theories from various literature related to the literature such as books, journals and studies that have been conducted. The results of the study show that Indonesian scholars in the 17th and 18th centuries played a major role in building international scientific networks, transmitting ideas of Islamic renewal, and producing influential written works. This scientific tradition is not only textual, but also contextual by accommodating local elements and building a social base through Islamic educational institutions.
Pengembangan Budaya Sekolah di SMP PGRI 11 Palembang dan SMP IT Bina Insan Islamic School Rambutan Chan, Rahul; Oskar, Ruani; Ali, Marwan; Febrianto, Andre; Fauzi, Muhammad; Sukardi, Ismail
Jurnal Ilmiah Global Education Vol. 6 No. 3 (2025): JURNAL ILMIAH GLOBAL EDUCATION
Publisher : LPPM Institut Pendidikan Nusantara Global

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55681/jige.v6i3.4088

Abstract

School culture serves as a fundamental foundation in shaping a positive, conducive, and character-oriented learning environment. This study aims to describe and analyze the strategies and practices involved in developing school culture at SMP PGRI 11 Palembang and SMP IT Bina Insan Islamic School Rambutan. Using a qualitative approach, the research explores the values, traditions, and practices that form an integral part of the cultural development in both schools. The findings reveal that the development of school culture is strongly influenced by the institution's vision and mission, as well as the active involvement of all school components, including students, teachers, and parents. A positive school culture has been shown to enhance students’ learning motivation and academic achievement. The results of this study are expected to serve as a reference for other educational institutions in cultivating an effective and sustainable school culture.
JEJAK KEILMUAN UMAT ISLAM KLASIK: KONTRIBUSI DALAM AGAMA, SAINS, SOSIAL, HUMANIORA, DAN FILSAFAT Fikri, Aiman; Sukardi, Ismail; Ismail, Fajri; Zuhdiyah, Zuhdiyah; Anggraini, Atika
Jurnal Education and Development Vol 13 No 3 (2025): Vol 13 No 3 September 2025
Publisher : Institut Pendidikan Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37081/ed.v13i3.7215

Abstract

Pada masa keemasan peradaban Islam, umat Islam klasik tidak hanya unggul dalam ilmu agama, tetapi juga memainkan peran penting dalam pengembangan berbagai disiplin ilmu yang membentuk fondasi pemikiran dunia modern. Mereka berhasil menggabungkan nilai-nilai keagamaan dengan pencapaian ilmiah dalam bidang ilmu pengetahuan alam, sosial, humaniora, dan filsafat, menghasilkan kontribusi yang luas dan berkelanjutan. Metode penelitian ini yaitu kualitatif. Umat Islam klasik memberikan kontribusi besar dalam tiga bidang utama: ilmu agama Islam, ilmu pengetahuan alam, serta ilmu sosial, humaniora, dan filsafat. Dalam bidang agama, mereka menyusun ilmu-ilmu keislaman secara sistematis dan mendalam, menciptakan fondasi yang terus diwarisi hingga kini. Di bidang sains, para ilmuwan Muslim tidak hanya menerjemahkan ilmu dari peradaban lain, tetapi juga memperkaya dengan inovasi dan eksperimen, membangun dasar-dasar ilmu modern. Sementara itu, dalam ranah sosial dan humaniora, para pemikir Islam mengembangkan teori sosial, filsafat, etika, dan pendidikan yang menjunjung tinggi akal dan nilai-nilai spiritual. Seluruh kontribusi ini menunjukkan bahwa peradaban Islam klasik adalah peradaban ilmu, akhlak, dan kebijaksanaan yang mampu menyatukan iman dan rasio secara harmonis.
Falsafah Pendidikan Timur:: Konfusianisme, Hindu-Buddha, dan Islam Fadliana, Nyayu Afriyani Nur; Sukardi, Ismail; Astuti, Mardiah
Indonesian Research Journal on Education Vol. 4 No. 4 (2024): irje 2024
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/irje.v4i4.1683

Abstract

Penelitian ini membahas falsafah pendidikan Timur dengan fokus pada tradisi Konfusianisme, Hindu-Buddhis, dan Islam. Setiap tradisi menawarkan nilai-nilai unik seperti pembentukan karakter, kesadaran spiritual, dan keselarasan antara ilmu agama dan duniawi. Studi ini menggunakan metode penelitian kualitatif berbasis kajian pustaka untuk mengidentifikasi prinsip inti dari masing-masing tradisi pendidikan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pendidikan Konfusianisme menekankan kebajikan, harmoni sosial, dan teladan, sementara tradisi Hindu-Buddhis menyoroti spiritualitas, meditasi, dan pencerahan diri. Pendidikan Islam mengintegrasikan aspek intelektual dan spiritual untuk membentuk individu yang holistik. Penelitian ini memberikan perspektif baru tentang bagaimana nilai-nilai pendidikan Timur dapat diadaptasi untuk menghadapi tantangan pendidikan kontemporer, seperti globalisasi dan krisis identitas.
Falsafah Kritis dan Marxisme dan Teori Pendidikan Kritis Paulo Freire dan Henry Giroux Fikri, Aiman; Sukardi, Ismail; Astuti, Mardiah; Ikbal, Muhammad; Anggraini, Atika
Indonesian Research Journal on Education Vol. 4 No. 4 (2024): irje 2024
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/irje.v4i4.1769

Abstract

Penelitian ini membahas falsafah kritis dan Marxisme serta kontribusi teori pendidikan kritis dari Paulo Freire dan Henry Giroux dalam konteks pendidikan. Penelitian ini dilakukan melalui kajian pustaka yang berfokus pada sumber-sumber ilmiah relevan terkait topik. Falsafah kritis dan Marxisme menekankan pentingnya analisis terhadap struktur kekuasaan dan ideologi dalam pendidikan, sedangkan teori Freire menekankan pendidikan dialogis yang membebaskan individu dari penindasan. Henry Giroux melanjutkan pemikiran ini dengan menekankan pendidikan sebagai arena resistensi budaya dan perubahan sosial. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan pendidikan kritis dapat membangun kesadaran siswa terhadap realitas sosial, memberdayakan mereka sebagai agen perubahan, serta mengkritisi ideologi dominan. Kesimpulannya, pendekatan pendidikan kritis penting dalam menciptakan sistem pendidikan yang inklusif dan responsif terhadap tantangan sosial saat ini.
Moderasi dalam Dialektika Universalime Islam dan Islam Lokal Ibrahim, Ibrahim; Rusli, Risan; Sukardi, Ismail
Jurnal Riset Rumpun Agama dan Filsafat Vol. 4 No. 3 (2025): Desember: Jurnal Riset Rumpun Agama dan Filsafat
Publisher : Pusat Riset dan Inovasi Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55606/jurrafi.v4i3.7130

Abstract

This research, titled “Islamic Universalism and Local Islam,” aims to analyze the relationship between the universal values of Islam and the expressions of local Islam that develop within the cultural context of society. The main focus of this study is to understand how Islam, as a universal religion, interacts with local cultures without losing its core principles such as tawhid (monotheism), justice, equality, and rahmah (compassion). The research method used is library research with a qualitative approach. Data were collected through the analysis of academic literature, scholarly journal articles, and other relevant scientific works. The analysis technique employed is content analysis, used to examine the relationship between universal Islamic values and their manifestations in local religious traditions. The findings indicate that Islamic universalism and local Islam are not opposing concepts but rather complementary ones. Islamic universalism provides an inclusive ethical and spiritual foundation, while local Islam reflects the contextual application of Islamic teachings within specific cultural settings. The integration of both creates a form of religiosity that is moderate, adaptive, and harmonious, making it relevant to the pluralistic society of the modern era.
Comparison of The Learning Culture of Students of SD Muhammadiyah 10 Palembang and SD 02 Lubuk Keliat, Comparative Qualitative Analysis of Learning Culture Zuhriah, Ifa Datu; Fadhilah Izzah; Putri, Umi Amelia; Fiqriani, Maula; Fauzi, Muhamad; Sukardi, Ismail
Journal of Educational Sciences Vol. 9 No. 6 (2025): Journal of Educational Sciences
Publisher : FKIP - Universitas Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31258/jes.9.6.p.4879-4895

Abstract

This research is motivated by the importance of elementary education in shaping students' character and academic abilities. Comparing elementary schools is crucial because choosing a school is a long-term investment for a child's future. This study aims to identify and analyze the factors that contribute to the lack of curriculum adjustment to students' needs, limited teacher time and attention, and low student motivation at SD Muhammadiyah 10 Palembang and SDN 02 Lubuk Keliat. The research method uses a comparative qualitative approach with case studies. The research findings indicate that SD Muhammadiyah 10 excels in the integration of religious values and interactive learning methods, while SDN 02 Lubuk Keliat is more effective in the use of technology. Both schools face challenges such as reading difficulties and classroom management. Improving the quality of education requires a deeper integration of religious values, creative learning methods, effective use of technology, special attention to students with reading difficulties, and structured extracurricular programs. This research is important because it compares two different educational models in the context of elementary schools, which can provide valuable insights for improving the quality of education, addressing specific challenges, and maximizing the unique potential of each school. Collaboration and innovation are needed to create a learning environment that supports students' holistic development.