Claim Missing Document
Check
Articles

Minawisata as Integrated Fisheries-Based Tourism: Development Potential in Kampung Madong–Sei Nyirih, Indonesia Winata Wira; Muzahar Muzahar; Falmi Yandri; Oksep Adhayanto; Bismar Arianto
Indonesian Tourism Journal Vol. 2 No. 2 (2025): August, 2025
Publisher : CV. Austronesia Akademika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69812/itj.v2i2.174

Abstract

This study examines the development potential and carrying capacity of minawisata (fisheries-based marine tourism) in Kampung Madong–Sei Nyirih, Tanjungpinang City, Kepulauan Riau Province, in response to growing demands for sustainable coastal development and alternative livelihoods for fishing communities. The research aims to evaluate land suitability, environmental carrying capacity, and infrastructure readiness for three main clusters: mangrove ecotourism, fishing tourism, and floating net cage aquaculture. A mixed-methods approach was applied, combining Geographic Information Systems (GIS)-based spatial analysis, carrying capacity calculations aligned with national regulatory standards, and qualitative input from government, community, academic, and private stakeholders. The results revealed that 66.03% (199.42 ha) of mangrove areas and 99.13% (322.47 ha) of marine waters are highly suitable for tourism activities, while only 1.0% of the assessed areas are suitable for floating net cage aquaculture. Carrying capacity estimates showed the potential to accommodate 1,595 daily visitors for mangrove-based tourism, 1,075 for fishing activities, and 45 for aquaculture tourism. These findings underscore significant opportunities for developing integrated fisheries-tourism models, especially through mangrove conservation and traditional fishing practices that align with sustainable tourism principles. However, challenges remain in addressing infrastructure gaps, institutional coordination, and community capacity for tourism service delivery. The study concludes that Kampung Madong–Sei Nyirih holds strong potential as a model for sustainable coastal development that integrates conservation, economic diversification, and community empowerment. Its implementation could provide practical lessons for similar coastal regions in Indonesia and Southeast Asia facing the dual challenges of environmental protection and livelihood improvement
Pemetaan Kuliner sebagai Produk Wisata di Kelurahan Sekanak Raya melalui Pemberdayaan Masyarakat Perbatasan Ady Muzwardi; Oksep Adhayanto; Herry Wahyudi; Casiavera Casiavera
Jurnal Pengabdian Negeri Vol. 3 No. 1 (2026): Maret, 2026
Publisher : CV. Austronesia Akademika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69812/jpn.v3i1.264

Abstract

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk memetakan potensi kuliner lokal sebagai produk wisata di Kelurahan Sekanak Raya, Kecamatan Belakang Padang, Kota Batam, melalui pendekatan pemberdayaan masyarakat perbatasan. Latar belakang kegiatan ini didasarkan pada keberadaan potensi kuliner masyarakat yang belum sepenuhnya terdokumentasi, terstandarisasi, dan terintegrasi dengan pengembangan pariwisata maritim berbasis komunitas. Metode pengabdian dilakukan melalui pendekatan partisipatif dengan tahapan koordinasi bersama mitra, sosialisasi, diskusi kelompok terarah, tanya jawab, observasi lapangan, serta pendampingan terbatas kepada masyarakat dan pelaku kuliner lokal. Hasil pengabdian menunjukkan bahwa Kelurahan Sekanak Raya dan kawasan Belakang Padang memiliki beragam potensi kuliner yang dapat dikembangkan sebagai daya tarik wisata, antara lain Cendol Botak, Mie Lendir, Prata, Penaram, Laksmana Mengamuk, Rujak Buk Lak, serta olahan hasil laut yang merepresentasikan identitas masyarakat kepulauan. Kegiatan ini juga menemukan bahwa masyarakat memiliki keinginan kuat untuk mengangkat kuliner lokal sebagai bagian dari pengembangan pariwisata, tetapi masih menghadapi kendala berupa keterbatasan modal, belum optimalnya standardisasi produk, pengemasan yang belum menarik, promosi digital yang masih terbatas, legalitas usaha yang belum merata, serta belum adanya pola produksi yang lebih terencana. Melalui kegiatan diskusi dan pendampingan, masyarakat memperoleh pemahaman bahwa kuliner lokal tidak hanya bernilai sebagai produk konsumsi, tetapi juga dapat menjadi identitas destinasi, media promosi budaya, serta sumber peningkatan ekonomi masyarakat. Pengabdian ini menyimpulkan bahwa pemetaan kuliner lokal perlu dilanjutkan dengan penguatan kapasitas pelaku usaha, branding produk, promosi digital, legalitas usaha, dan kolaborasi lintas aktor agar kuliner Sekanak Raya dapat berkembang sebagai produk wisata berbasis masyarakat yang berkelanjutan.
Spatial diagnostics of administrative coverage gaps in parking tax administration: Evidence from Tanjungpinang City Arianto, Bismar; Wira, Winata; Adhayanto, Oksep
Jurnal Perspektif Pembiayaan dan Pembangunan Daerah Vol. 14 No. 3 (2026): Jurnal Perspektif Pembiayaan dan Pembangunan Daerah
Publisher : Program Magister Ilmu Ekonomi Pascasarjana Universitas Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22437/ppd.v14i3.54689

Abstract

This study employs digital ground-truthing and spatial analysis to diagnose potential administrative coverage gaps in Tanjungpinang City's parking tax system by comparing a 2023 spatial inventory of observable establishments with the 2022 official taxpayer database. The spatial inventory identified 161 establishments with potential parking activities, compared with 62 registered parking taxpayers, producing an aggregate discrepancy of 99 establishments, equivalent to 61.5% of the spatial inventory. Using this aggregate difference as a proxy base and applying the average annual tax contribution of registered taxpayers, the mean-based simulation yields an illustrative annual revenue estimate of approximately IDR 2.21 billion. This estimate should be interpreted as an indicative scenario rather than as a direct measure of unpaid or recoverable tax revenue. The findings indicate that spatial analysis can serve as a useful diagnostic tool for identifying discrepancies between observable economic activities and administrative taxpayer records. Within the framework of fiscal decentralization, such discrepancies may limit the completeness of tax-base information and the effectiveness of Own-Source Revenue (OSR) administration. Integrating spatial verification with administrative taxpayer and licensing data may therefore strengthen tax-base verification, improve administrative coverage, and support more evidence-based local revenue management.
Co-Authors Ady Muzwardi Agnes Rosalia Amru Reza Andi Meiky Al Paris ARDIANSYAH, ACHMAD Arfandi Arfandi Arfandi Arfandi, Arfandi Arjuna, Hendra Audina, Aida Ayu Efritadewi Azwan Ar Azwan Ar, Azwan Benny Asrianto Bismar Arianto Casiavera Citra Abriyanti Octavia Sitorus Dewi Haryanti Dian Mustika Intan Dian Putri Patrecia Lubis Dwi Vita Lestari Soehardi Elwi Danil Endri Endri F. Fatahurazak Falmi Yandri Fatahurrazak Fihtriatus Shalihah Fithriatus Shalihah Fitri Kurnianingsih Handrisal Hanum, Athiifa Hanum, Atiikah Hariyanto Hariyanto HARIYANTO HARIYANTO Heni Widiyani Herry Wahyudi Imam Yudhi Prastya, Imam Yudhi Inda Santi Indra Bastian Tahir Intan Kumala Dewi Irman Irman Irman Irman Irman Irman Irman Irman Irman Irman Irwandi Syahputra, Irwandi Lamidi Lamidi Lamidi, Lamidi Mahadiansar Mahadiansar Mahadiansar, Mahadiansar Marisa Elsera Maulana, Rio Yusri Muzahar Muzahar Nanik Rahmawati Nanik Rahmawati Nazaki Nazaki Nazaki Nazaki Nikodemus Niko, Nikodemus Nur Fajarriah Indah Nurhasanah Nurhasanah Nurhasanah Nurhasanah Nurhasanah Nurhasanah Nurhasanah Nurhasanah Pery Rehendra Sucipta Rahmawati, Nanik rani safitri Reza, Amru Rilo Pambudi. S Rudi Subiyakto, Rudi Rumzi Samin safitri, rani sandra dewi Sari, Rany Kartika Setiawan, Ramadhani Shalihah, Fihtriatus Sihombing, Sebastian Alboen Sukiman Sukiman Sulastri, Tia Suradji Suradji Suradji Suradji, Suradji Suryadi Suryadi Suryadi Suryadi Suyono Suyono Thahira, Atika Waode Nurmulyani Fitri Winatawira, Winatawira Wira, Winata Yudhanto Satyagraha A Yudhanto Satyagraha Adiputra