Claim Missing Document
Check
Articles

Found 37 Documents
Search

Implementasi Karakter Tanggung Jawab Siswa dalam Penguatan Asesmen Nasional Melalui Rapor Pendidikan di SMAN 1 Pringgabaya Aulia, Widyatul; Mustari, Mohamad; Basariah, Basariah; Alqadri, Bagdawansyah
Journal of Civic Education Vol 8 No 1 (2025): Journal of Civic Education
Publisher : Jurusan Ilmu Sosial Politik, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/jce.v8i1.1136

Abstract

This article aims to describe how student responsibility contributes to strengthening the national Education Report Card at SMAN 1 Pringgabaya. A qualitative descriptive approach was employed, with participants selected using purposive sampling, and data collected through observations, interviews, and document analysis. Data were analyzed using an interactive model that included data reduction, presentation, and conclusion drawing. Interview and observation guideline sheets served as references for identifying the various activities that reflect student responsibility in enhancing the national assessment. The findings indicate an average increase of 8.02% in the report card scores. Supporting factors for this improvement include: 1) competent human resources, 2) a conducive learning environment, 3) the P5 Program as a forum for character development based on Pancasila values, 4) student self-development, and 5) effective principal leadership. Conversely, challenges identified were: 1) limited IT skills among senior teachers, 2) unstable internet connections, and 3) failure to implement several programs according to the initial plan. The study is limited by its focus on a single school, so the findings may not be generalizable to other institutions with different contexts.
Implementation of Student Responsibility Character in Strengthening National Assessment of Education Report Cards at SMAN 1 Pringgabaya Aulia, Widyatul; Mustari, Mohamad; Basariah, Basariah; Alqadri, Bagdawansyah
Jambura Journal Civic Education Vol 5, No 1 (2025): Vol.5 No.1 Mei 2025
Publisher : Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37905/jacedu.v5i1.29983

Abstract

This study aims to determine the nature of student responsibility in improving the Education Report Card at SMAN 1 Pringgabaya through national assessment. This research uses a qualitative approach with a descriptive type. This research uses purposive sampling technique, which involves interview, observation, and documentation to collect data. In addition, the data analysis technique used in this research is the interactive model, which consists of several parts, such as data reduction, data presentation, and conclusion drawing. The observation guideline sheet, interview guideline sheet, and documentation sheet explain the data collection process. The interview and observation guideline sheets are used as a reference to find out the various activities of implementing the character of responsibility of students in strengthening the results of the national assessment on the education report card. The results of data acquisition will then be reduced according to the information needed, then data display will be carried out and the last is to draw conclusions from the results of the data that has been analysed. The research results obtained after conducting several appropriate research procedures, namely the strengthening of national assessments based on the character of responsibility at SMAN 1 Pringgabaya showed a significant increase with an average achievement of 8.02%. This can be seen from the results of the school report card and various ordinary activities carried out every day, both during learning and extracurricular activities.
Pembelajaran Berdiferensiasi Berbasis TPACK: Suatu Kajian Fenomenologi di SMP Negeri 16 Mataram Ismail, Mohammad; Sawaludin, Sawaludin; Basariah, Basariah; Edi, Maria Grace Putri; Jumrawati, Jumrawati
Jurnal Ilmiah Profesi Pendidikan Vol. 10 No. 1 (2025): Februari
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jipp.v10i1.3843

Abstract

Pembelajaran berdiferensiasi menjadi salah satu bentuk pembelajaran yang diamanatkan melalui kurikulum merdeka. Penelitian bertujuan untuk mengkaji pelaksanaan pembelajaran berdiferensiasi berbasis Technological Pedagogical Content Knowledge (TPACK) dalam pembelajaran Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan di SMP Negeri 16 Mataram. Metode penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif jenis fenomenolog untuk mengeksplorasi pengalaman subjektif guru dalam menerapkan model pembelajaran yang mengintegrasikan teknologi dengan pendekatan diferensiasi konten. Subyek penelitian terdiri dari 2 guru PPKn dan siswa yang dipilih secara purposif. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi kelas, dan analisis dokumen perencanaan pembelajaran selama periode Juli-September 2024. Kemudian data dianalisis dengan menggunakan metode interpretatif fenomenologis menurut Van Manen. Hasil dari penelitian ini ditemukan terdapat tiga tema utama: (1) dinamika pemahaman guru tentang konsep TPACK dalam konteks pembelajaran berdiferensiasi, (2) tantangan dalam mengadaptasi teknologi untuk kebutuhan belajar yang beragam, dan (3) strategi inovatif yang dikembangkan guru untuk mengatasi kesenjangan pedagogis. Integrasi TPACK dalam pembelajaran berdiferensiasi menciptakan transformasi pedagogis yang signifikan, meskipun dihadapkan pada keterbatasan infrastruktur dan kompetensi digital. Salah satu faktor kunci untuk mendukung pelaksanaan pembelajaran berdiferensiasi ini adalah kepemimpinan sekolah.
Efektivitas Model Pembelajaran Debat Aktif Berbasis Project dalam Meningkatkan Kemampuan Berpikir Kritis Mahasiswa Basariah, Basariah; Haslan, Muhammad Mabrur; Kurniawansyah, Edy
Jurnal Ilmiah Profesi Pendidikan Vol. 10 No. 2 (2025): Mei
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jipp.v10i2.3855

Abstract

Kemajuan zaman seperti saat ini menuntut semua pihak untuk dapat berinovasi terutama dalam pembelajaran. Salah satu yang harus dilakukan perbaruan adalah model pembelajaran yang dapat disesuaikan dengan situasi dan materi. Penelitian ini bertujuan untuk menguji efektivitas model pembelajaran Debat Aktif Berbasis Proyek dalam meningkatkan kemampuan berpikir kritis mahasiswa. Pendekatan penelitian yang digunakan adalah kuantitatif jenis eksperimen semu dengan desain pretest-posttest control group pada 90 mahasiswa Program Studi PPKn yang terbagi dalam dua kelas eksperimen (debat aktif berbasis proyek) dan satu kelas kontrol (debat tradisional). Data dikumpulkan melalui tes berpikir kritis berbasis indikator Facione (2020), observasi partisipan, dan analisis dokumen proyek solusi isu kontroversial. Hasil analisis ANCOVA menunjukkan perbedaan signifikan antara kelompok debat aktif berbasis proyek (Mean=82,5; SD=4,2) dan kontrol (Mean=73,1; SD=5,8) dengan p<0,01 dan efek besar (Cohen’s d=1,87). Sebanyak 87% mahasiswa debat aktif berbasis proyek mencapai level berpikir kritis (skor>75), jauh lebih tinggi dibanding kelompok kontrol (54%). Temuan membuktikan bahwa integrasi proyek analitis dalam debat secara signifikan meningkatkan kemampuan analisis argumen (effect size=0,92), keterampilan solusi kontekstual, serta mengurangi bias kognitif. Dari hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa penggunaan model debat aktif berbasis proyek efektif digunakan untuk meningkatkan kemampuan berpikir kritis mahasiswa.
Blended learning model based on portfolio and HOTS: How is it developed in LPTKs? Herianto, Edy; Dahlan, Dahlan; Tripayana, I Nengah Agus; Basariah, Basariah; Setyowati, Rr. Nanik
International Journal for Educational and Vocational Studies Vol. 4 No. 1 (2022)
Publisher : Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/ijevs.v4i1.6299

Abstract

During the covid-19 pandemic, learning can no longer be done directly. LPTKs are given the option to organize blended learning, a mixture of offline and online. The main problem is how to develop blended learning, which includes portfolio focus and HOTS? This is development research. The aim is to find, develop and validate a product produced during 2020/2021, even the semester lecture process. The resulting learning products can be in the form of lecture handouts, final assignments, and lecture textbooks resulting from the application of portfolio-based and HOTS-based blended learning models. The process to be carried out in the development of learning products includes 1) planning (preliminary studies, proposal making), 2) product development, 3) product trials and revisions, and 4) dissemination and utilization. The results of the discussion on the acquisition of existing data can be concluded that the blended, portfolio, and HOTS-based learning activities have been carried out smoothly and comprehensively. The implementation of blended learning can be seen in the discussion of online and offline lectures and offline lecture exams. The student activity portfolio is contained in lecture activities, individual and group assignments, and individual exams. HOTS content is contained in assignments individually and in groups.
Kontribusi Mahasiswa Program Asistensi Mengajar Mandiri Dalam Mengembangkan Kemampuan Literasi dan Numerasi Peserta Didik di SMPN 17 Mataram Febriani, Indah; Mustari, Mohammad; Basariah, Basariah; Zubair, Muh
SAKOLA: Journal of Sains Cooperative Learning and Law Vol 2, No 1 (2025): April 2025
Publisher : CV. Rayyan Dwi Bharata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57235/sakola.v2i1.5425

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana kontribusi mahasiswa program asistensi mengajar mandiri dalam mengembangkan kemampuan literasi dan numerasi peserta didik di SMPN 17 Mataram, serta faktor pendukung dan tantangan mahasiswa program asistensi mengajar mandiri dalam mengembangkan kemampuan literasi dan numerasi peserta didik di SMPN 17 Mataram. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian studi kasus. Teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu teknik wawancara, dan dokumentasi. Teknik analisis data dilakukan dengan menggunakan teknik analisis data model Miles Huberman yaitu reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa kontribusi yang dilakukan mahasiswa program asistensi mengajar mandiri melalui kegiatan intrakurikuler, esktrakurikuler, supervisi, wawasan wiyata mandala, dan program kerja tambahan mampu mengembangkan kemampuan literasi dan numerasi peserta didik di SMPN 17 yang dilihat dari data data Rapor Pendidikan SMPN 17 Mataram. Pada data Rapor Pendidikan SMPN 17 Mataram Tahun 2023 yaitu sebelum adanya mahasiswa program asistensi mengajar mandiri, presentasi kemampuan literasi peserta didik mencapai 38,64% presentasi kemampuan numerasi peserta didik mencapai 35,56%. Kemudian setelah adanya mahasiswa program asistensi mengajar mandiri angkatan 2 dan mahasiswa program asistensi mengajar mandiri angkatan 3 terjadi peningkatan kemampuan literasi dan numerasi peserta didik di SMPN 17 Mataram yang mencapai 44,44% dan presentasi kemampuan numerasi peserta didik mencapai 46,67%. Kemudian faktor pendukung mahasiswa program asistensi mengajar mandiri dalam mengembangkan kemampuan literasi dan numerasi peserta didik di SMPN 17 adalah komposisi dan kerja sama rekan tim, lingkungan sekolah, bimbingan dari guru pamong dan dosen pembimbing lapangan yang aktif, program studi yang memfasilitasi, serta peserta didik yang antusias. Sedangkan tantangan yang menjadi kelemahan bagi mahasiswa program asistensi mengajar mandiri 7 yaitu adanya tenaga pendidik yang kurang mengerti tugas mahasiswa, komunikasi antaranggota tim kelompok, peserta didik yang hiperaktif dan program studi yang kurang memfasilitasi konversi nilai mahasiswa.
Upaya Peningkatan Hasil Belajar Siswa pada Mata Pelajaran PPKn Melalui Penerapan Model Pembelajaran Problem Based Learning (PBL) Berbantuan Media Video di Kelas VII 3 SMPN 1 Praya Timur Jelita, Niken Dara; Rispawati, Rispawati; Basariah, Basariah; Zubair, Muh
SAKOLA: Journal of Sains Cooperative Learning and Law Vol 2, No 1 (2025): April 2025
Publisher : CV. Rayyan Dwi Bharata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57235/sakola.v2i1.5923

Abstract

Proses pembelajaran yang monoton dan konvensional menggunakan metode ceramah dapat menyebabkan rendahnya hasil belajar siswa. Hal ini dibuktikan dengan kenyataan yang ditemui di kelas VII 3 SMPN 1 Praya Timur. Hasil belajar siswa masih rendah, dari 21 siswa yang mencapai KKM hanya 12 siswa (57,14%), sedangkan 9 siswa (42,48%) tidak mencapai KKM. Tujuan penelitian ini adalah untuk meningkatkan keterampilan mengajar guru, aktivitas belajar siswa, dan hasil belajar siswa menggunakan Problem Based Learning berbantu media video. Penelitian tindakan kelas ini dilaksanakan di kelas VII 3 SMPN 1 Praya Timur dengan subjek penelitian 21 siswa dan guru yang berlangsung selama 2 siklus, masing-masing siklus terdiri dari 2 pertemuan. Teknik pengumpulan data meliputi teknik observasi, tes, dan dokumentasi. Analisis data yang digunakan yaitu analisis data deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Hasil belajar siswa kelas VII 3 SMPN 1 Praya Timur pada pembelajaran PPKn dengan menggunakan model problem-based learning berbantuan media video mengalami peningkatan dari siklus I dan siklus II. Hal ini dapat dibuktikan dengan jumlah siswa yang tuntas pada siklus I yaitu 17 siswa dengan persentase 76% sedangkan pada siklus II yaitu 21 siswa dengan persentase 100%, semua peningkatan tersebut tidak lepas dari pengaruh penerapan yang dilakukan oleh guru mata Pelajaran dan peneliti pada saat proses pembelajaran berlangsung dengan menggunakan model pembelajaran Problem Based Learning (PBL) berbantuan media video.
Forum Yasinan (Pelayanan Setara Inklusif Andalan) Sebagai Model Inovasi Pelayanan Publik Berbasis Kearifan Lokal di Kabupaten Sumbawa Barat Ghaury, Yamara Moya; Rispawati, Rispawati; Basariah, Basariah; Kurniawansyah, Edi
Indonesian Journal of Education and Development Research Vol 3, No 2 (2025): Juli 2025
Publisher : CV. Rayyan Dwi Bharata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57235/ijedr.v3i2.6034

Abstract

Penelitian ini mengkaji Forum YASINAN (Pelayanan Setara Inklusif Andalan) sebagai model inovasi pelayanan publik berbasis kearifan lokal di Kabupaten Sumbawa Barat. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui proses terbentuknya Forum YASINAN, mengidentifikasi nilai-nilai kearifan lokal yang terkandung dan terintegrasi dalam pelayanan publik, serta menganalisis dampaknya terhadap kualitas pelayanan publik dan partisipasi masyarakat. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan teknik pengumpulan data berupa observasi non-partisipan, wawancara semi terstruktur, dan dokumentasi. Penentuan informan dilakukan melalui teknik purposive sampling dengan melibatkan berbagai pemangku kepentingan termasuk pejabat pemerintah daerah, tokoh masyarakat, pelaksana teknis, dan jamaah Forum YASINAN. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Forum YASINAN terbentuk sebagai respons terhadap permasalahan pelayanan publik yang mengubah pendekatan birokrasi formal menjadi lebih inklusif melalui integrasi nilai-nilai kearifan lokal. Forum ini mengintegrasikan lima nilai kearifan lokal utama yaitu gotong royong, budaya Basiru, musyawarah mufakat, silaturahmi, dan kesetaraan ke dalam sistem pelayanan publik. Penerapan Forum YASINAN terbukti berdampak positif dalam meningkatkan kualitas pelayanan publik, memperkuat modal sosial, serta mendorong partisipasi aktif masyarakat dalam proses perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi program pembangunan. Forum YASINAN juga berhasil mengubah sikap apatis masyarakat menjadi lebih partisipatif dan dapat dikonseptualisasikan sebagai manifestasi Citizens' Charter yang menempatkan masyarakat sebagai fokus utama dalam pelayanan publik. Inovasi ini telah mendapat pengakuan internasional dengan memenangkan juara pertama dalam World Innovation Spotlight Award Open Government Partnership (OGP) tahun 2021. Penelitian ini menyimpulkan bahwa integrasi kearifan lokal dalam sistem pelayanan publik dapat menciptakan model inovasi yang lebih responsif, akuntabel, dan sesuai dengan kebutuhan masyarakat setempat.
Forum Yasinan (Pelayanan Setara Inklusif Andalan) Sebagai Model Inovasi Pelayanan Publik Berbasis Kearifan Lokal di Kabupaten Sumbawa Barat Ghaury, Yamara Moya; Rispawati, Rispawati; Basariah, Basariah; Kurniawansyah, Edi
Indonesian Journal of Education and Development Research Vol 3, No 2 (2025): Juli 2025
Publisher : CV. Rayyan Dwi Bharata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57235/ijedr.v3i2.6034

Abstract

Penelitian ini mengkaji Forum YASINAN (Pelayanan Setara Inklusif Andalan) sebagai model inovasi pelayanan publik berbasis kearifan lokal di Kabupaten Sumbawa Barat. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui proses terbentuknya Forum YASINAN, mengidentifikasi nilai-nilai kearifan lokal yang terkandung dan terintegrasi dalam pelayanan publik, serta menganalisis dampaknya terhadap kualitas pelayanan publik dan partisipasi masyarakat. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan teknik pengumpulan data berupa observasi non-partisipan, wawancara semi terstruktur, dan dokumentasi. Penentuan informan dilakukan melalui teknik purposive sampling dengan melibatkan berbagai pemangku kepentingan termasuk pejabat pemerintah daerah, tokoh masyarakat, pelaksana teknis, dan jamaah Forum YASINAN. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Forum YASINAN terbentuk sebagai respons terhadap permasalahan pelayanan publik yang mengubah pendekatan birokrasi formal menjadi lebih inklusif melalui integrasi nilai-nilai kearifan lokal. Forum ini mengintegrasikan lima nilai kearifan lokal utama yaitu gotong royong, budaya Basiru, musyawarah mufakat, silaturahmi, dan kesetaraan ke dalam sistem pelayanan publik. Penerapan Forum YASINAN terbukti berdampak positif dalam meningkatkan kualitas pelayanan publik, memperkuat modal sosial, serta mendorong partisipasi aktif masyarakat dalam proses perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi program pembangunan. Forum YASINAN juga berhasil mengubah sikap apatis masyarakat menjadi lebih partisipatif dan dapat dikonseptualisasikan sebagai manifestasi Citizens' Charter yang menempatkan masyarakat sebagai fokus utama dalam pelayanan publik. Inovasi ini telah mendapat pengakuan internasional dengan memenangkan juara pertama dalam World Innovation Spotlight Award Open Government Partnership (OGP) tahun 2021. Penelitian ini menyimpulkan bahwa integrasi kearifan lokal dalam sistem pelayanan publik dapat menciptakan model inovasi yang lebih responsif, akuntabel, dan sesuai dengan kebutuhan masyarakat setempat.
Upaya Peningkatan Hasil Belajar Siswa pada Mata Pelajaran PPKn Melalui Penerapan Model Pembelajaran Problem Based Learning (PBL) Berbantuan Media Video di Kelas VII 3 SMPN 1 Praya Timur Jelita, Niken Dara; Rispawati, Rispawati; Basariah, Basariah; Zubair, Muh
SAKOLA: Journal of Sains Cooperative Learning and Law Vol 2, No 1 (2025): April 2025
Publisher : CV. Rayyan Dwi Bharata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57235/sakola.v2i1.5923

Abstract

Proses pembelajaran yang monoton dan konvensional menggunakan metode ceramah dapat menyebabkan rendahnya hasil belajar siswa. Hal ini dibuktikan dengan kenyataan yang ditemui di kelas VII 3 SMPN 1 Praya Timur. Hasil belajar siswa masih rendah, dari 21 siswa yang mencapai KKM hanya 12 siswa (57,14%), sedangkan 9 siswa (42,48%) tidak mencapai KKM. Tujuan penelitian ini adalah untuk meningkatkan keterampilan mengajar guru, aktivitas belajar siswa, dan hasil belajar siswa menggunakan Problem Based Learning berbantu media video. Penelitian tindakan kelas ini dilaksanakan di kelas VII 3 SMPN 1 Praya Timur dengan subjek penelitian 21 siswa dan guru yang berlangsung selama 2 siklus, masing-masing siklus terdiri dari 2 pertemuan. Teknik pengumpulan data meliputi teknik observasi, tes, dan dokumentasi. Analisis data yang digunakan yaitu analisis data deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Hasil belajar siswa kelas VII 3 SMPN 1 Praya Timur pada pembelajaran PPKn dengan menggunakan model problem-based learning berbantuan media video mengalami peningkatan dari siklus I dan siklus II. Hal ini dapat dibuktikan dengan jumlah siswa yang tuntas pada siklus I yaitu 17 siswa dengan persentase 76% sedangkan pada siklus II yaitu 21 siswa dengan persentase 100%, semua peningkatan tersebut tidak lepas dari pengaruh penerapan yang dilakukan oleh guru mata Pelajaran dan peneliti pada saat proses pembelajaran berlangsung dengan menggunakan model pembelajaran Problem Based Learning (PBL) berbantuan media video.