Claim Missing Document
Check
Articles

Found 39 Documents
Search

PERAN PROFESI PEKERJA SOSIAL DALAM UPAYA MENGURANGI TRAUMA PASCABENCANA ALAM Candra Novian, Yohanes; Maarif, Syamsul; Kusuma, Kusuma; Wilopo, Wilopo
NUSANTARA : Jurnal Ilmu Pengetahuan Sosial Vol 11, No 4 (2024): NUSANTARA : Jurnal Ilmu Pengetahuan Sosial
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jips.v11i4.2024.1791-1795

Abstract

Bencana yang disebabkan oleh alam sangat berpengaruh terhadap kondisi mental penduduk terdampak. Penyintas bencana sangat rentan mengalami gangguan stres presisi dan gangguan stres pasca trauma akibat peristiwa traumatis yang  dialaminya. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan peran pekerja sosial dalam kegiatan pengurangan trauma pasca bencana alam dengan menggunakan  metode penelitian kepustakaan kualitatif. Selain berperan sebagai advokat, pekerja sosial juga dapat bertindak sebagai konselor untuk membantu korban bencana pulih dari peristiwa buruk tersebut.  Dengan menggunakan pendekatan kognitif, proses pemulihan khususnya pada anak dapat mengubah perilaku dan cara pandang negatif terhadap peristiwa traumatis yang dialami serta mengurangi stigma  terhadap bencana
PENGUATAN KESIAPSIAGAAN PEMERINTAH DAN MASYARAKAT DALAM PENGURANGAN RISIKO BENCANA GEMPABUMI BERBASIS KOMUNITAS Berlian Yogi Ananto, Timotius; Subiyanto, Adi; Subiakto, Yuli; Wilopo, Wilopo
NUSANTARA : Jurnal Ilmu Pengetahuan Sosial Vol 11, No 4 (2024): NUSANTARA : Jurnal Ilmu Pengetahuan Sosial
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jips.v11i4.2024.1354-1358

Abstract

Indonesia kerapkali dilanda bencana yang disebabkan oleh alam, tidak terkecuali bencana gempabumi yang membangkitkan kapasitas sasaran dorongan dan bencana materil pahala berpokok bencana gempabumi ini. Tingginya poin sasaran dorongan dan bencana benda materi pahala bencana gempabumi berperan semboyan rendahnya kewaspadaan otoritas dan biasa bagian dalam menemui bencana tersebut. Dengan demikian, analisis ini bercita-cita kepada membincangkan kewaspadaan otoritas dan biasa bagian dalam penjabaran imbalan bencana gempabumi berpedoman komunitas. Penelitian ini meggunakan kupasan literatur. Hasil analisis memperlihatkan bahwa tahap kewaspadaan otoritas dan biasa harus melantas ditingkatkan kait status sangat sedia bagian dalam menemui bencana tawang gempabumi. Dengan demikian imbalan bencana tawang gempabumi seumpama jatuhnya sasaran dorongan, bencana benda materi dan tegahan kerohanian akan bisa dikurangi tambah optimal.
PERAN BADAN PENANGGULANGAN BENCANA DAERAH DALAM MENANGGULANGI RISIKO BENCANA TANAH LONGSOR DI KABUPATEN SINJAI Evans Randongkir, Roling; Widodo, Pujo; Maarif, Syamsul; Kurniawan, Lilik; Bangun, Ernalem; Wilopo, Wilopo
NUSANTARA : Jurnal Ilmu Pengetahuan Sosial Vol 12, No 2 (2025): NUSANTARA : JURNAL ILMU PENGETAHUAN SOSIAL
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jips.v12i2.2025.722-729

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk untuk melihat gambaran dari distribusi frekuensi dari masing-masing variabel yang diteliti. Hasil analisis ini akan disajikan dalam bentuk tabel distribusi frekuensi untuk memudahkan interpretasi sebagai temuan penelitian. Peran Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) dalam menanggulangi risiko bencana tanah longsor di Kabupaten Sinjai sudah baik, ini terlihat dalam peranan Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) dalam penerapan prinsip-prinsip manajemen bencana yang baik, ini terlihat dari bagaimna pemerintah melakukan kerja sama dengan bebagai instansi yang ada di pemerintahan Kabupaten sinjai dalam melakukan proses penanggulangan bencana yang terjadi di Kabupaten Sinjai yang di dasarkan pada koordinasi yang baik dan saling mendukung. Kerjasama Badan Penanggulangan Bencana Daerah dan masyarakat dalam menanggulangi risiko bencana tanah longsor sudah baik, sebagaimana diketahui masyarakat ikut berpartisipasi dalam ikut penyuluhan/sosialisi yang dilakukan oleh pihak Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) ataupun instansi/dinas terkait lainnya, masyarakat juga ikut dalam menjaga pondasi penahan tebing yang telah dibangun sebagai penopang tebing yang curam agar tidak terjadi pengikisan yang dapat menyebabkan terjadinya erosi. Masyarakat juga selalu tanggap dalam menyikapi himbauan dari pemerintah seperti peringatan prabencana dan keikutsertaan dalam pengadaan logistik dan bahan pembuatan pondasi penahan tebing. 
INFRASTRUKTUR TANGGUH BENCANA SEBAGAI BENTUK MITIGASI DALAM PENGURANGAN RISIKO BENCANA Wibisono, Naufal; Sukendro, Achmed; Heridadi, Heridadi; Widodo, Pujo; Kusuma, Kusuma; Wilopo, Wilopo
NUSANTARA : Jurnal Ilmu Pengetahuan Sosial Vol 11, No 7 (2024): NUSANTARA : Jurnal Ilmu Pengetahuan Sosial
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jips.v11i7.2024.2893-2898

Abstract

Indonesia merupakan negara tropis yang dilintasi garis lintang nol derajat yang biasa disebut dengan garis khatulistiwa, memiliki posisi geografis yang berdekatan dengan Benua dan Samudera, yaitu Benua Asia dan Benua Australia, Samudra Hindia dan Samudra Pasifik. Kondisi tersebut membuat bentang alam dan demografinya sangat kompleks. Kondisi ini membuat Indonesia menjadi negara dengan risiko bencana alam, non-alam, maupun buatan manusia/sosial yang sangat tinggi sehingga Indonesia dipandang sebagai negara yang memiliki laboratorium bencana. Dengan banyaknya kemungkinan bencana yang akan terjadi, maka diperlukan upaya pengurangan risiko bencana melalui riset dan aplikasi teknologi yang berkaitan dengan infrastruktur yang tangguh terhadap bencana. Hal tersebut sejalan dengan program Sustainable Development Goals yang telah ditetapkan oleh organisasi Perserikatan Bangsa-Bangsa melalui badan bentukannya yaitu United Nation for Disaster Risk Reduction. Salah satu programnya berfokus pada “Sustainable Cities and Communities” yang menjelaskan pentingnya memiliki infrastruktur yang tangguh dalam upaya pengurangan risiko bencana merupakan sebagai bentuk mitigasi dan investasi untuk menciptakan kota dan permukiman manusia yang inklusif, aman, tangguh, dan berkelanjutan. Untuk mencapai tujuan tersebut perlu adanya perhatian khusus terkait infrastruktur oleh pemangku kebijakan.
UPAYA PENANGGULANGAN BENCANA OLEH MASYARAKAT DESA KECAMATAN JATINANGOR KABUPATEN SUMEDANG Muliandi Madjid, Mohd; Bangun, Ernalem; Risma Juni Saragih, Herlina; Wilopo, Wilopo
NUSANTARA : Jurnal Ilmu Pengetahuan Sosial Vol 11, No 3 (2024): NUSANTARA : Jurnal Ilmu Pengetahuan Sosial
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jips.v11i3.2024.1282-1286

Abstract

Salah satu kabupaten di  Kabupaten Sumedang, Jawa Barat yang mempunyai risiko bencana alam yang tinggi adalah kabupaten Jatinangor. Kabupaten Jatinangor dalam beberapa tahun terakhir dilanda berbagai bencana seperti banjir dan tanah longsor.  Sebagai responnya, pemerintah dan masyarakat telah menggalakkan upaya pencegahan bencana sebelum, saat, dan setelah bencana. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan upaya penanggulangan bencana yang dilakukan oleh masyarakat desa kecamatan Jatinangor. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian deskriptif kualitatif.  Hasil  penelitian ini menunjukkan bahwa masyarakat mempunyai peran pada setiap tahapan penanggulangan bencana: sebelum, saat, dan setelah bencana.  Namun masyarakat masih belum memahami bahwa kegiatan yang mereka lakukan  merupakan bentuk pencegahan bencana. Oleh karena itu, pemerintah daerah Kabupaten Sumedang dapat merancang program untuk memperkuat kapasitas masyarakat desa dalam menghadapi bencana baik sebelum, saat, dan setelah bencana.
ANALISIS SPASIAL TINGKAT KERAWANAN BANJIR DI KECAMATAN PASAR REBO, KOTA JAKARTA TIMUR, DKI JAKARTA Steven Purba, Ramses; Widodo, Pujo; Kusuma, Kusuma; Suar Pelita Pandjaitan, Berton; Pranoto, Sugimin; Wilopo, Wilopo
NUSANTARA : Jurnal Ilmu Pengetahuan Sosial Vol 11, No 7 (2024): NUSANTARA : Jurnal Ilmu Pengetahuan Sosial
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jips.v11i7.2024.2663-2667

Abstract

Provinsi DKI Jakarta merupakan Ibu Kota negara Indonesia yang memiliki beragam fungsi strategis, seperti pusat pemerintahan, dan pusat ekonomi dan bisnis. Namun, jika dilihat dari kondisi geografis, Provinsi DKI Jakarta merupakan wilayah dataran rendah yang memiliki ancaman tinggi terhadap bahaya banjir. Sehingga dapat berpotensi menghasilkan tingginya risiko kerugian terhadap bencana. Kecamatan Pasar Rebo adalah salah satu kecamatan di Provinsi DKI Jakarta yang terdampak banjir tiap tahunnya. Berdasarkan hal tersebut, penelitian ini bertujuan untuk memetakan dan memprediksi daerah yang rawan bencana, memprediksi infrastruktur dan tingkat kepadatan penduduk terdampak, serta menyediakan peta jalur evakuasi apabila terjadi bencana banjir di Kecamatan Pasar Rebo dengan menggunakan perangkat lunak QGIS 3.34 sebagai pendekatan berbasis Sistem Informasi Geografis (SIG). Hasil dari penelitian ini didapatkan dampak banjir terhadap infrastruktur dan penduduk di kecamatan Pasar Rebo serta penentuan jalur evakuasi dari area banjir ke kantor kecamatan Pasar Rebo. Hasil penelitian ini diharapkan dapat bermanfaat dalam upaya mitigasi banjir untuk meminimalisir kerugian, baik korban jiwa maupun kerusakan fisik.
PEMANFAATAN SIG DALAM MANAJEMEN BANJIR DI JAKARTA: STUDI KASUS KECAMATAN CENGKARENG Jatining Wahyu Argo, Henrikus; Haryadi, Haryadi; Widodo, Pujo; Kusuma, Kusuma; Wilopo, Wilopo
NUSANTARA : Jurnal Ilmu Pengetahuan Sosial Vol 12, No 1 (2025): NUSANTARA : JURNAL ILMU PENGETAHUAN SOSIAL
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jips.v12i1.2025.325-331

Abstract

Banjir merupakan masalah krusial di Kecamatan Cengkareng, Jakarta, yang berdampak signifikan pada infrastruktur, populasi, dan proses evakuasi. Penelitian ini memanfaatkan Sistem Informasi Geografis (SIG) untuk menganalisis dampak banjir, menentukan jalur evakuasi, dan mengevaluasi infrastruktur terdampak. Data sekunder, termasuk kepadatan penduduk, distribusi infrastruktur, dan jaringan jalan, dianalisis menggunakan QGIS 3.34. Hasil penelitian berupa peta tematik yang menunjukkan area terdampak, jalur evakuasi, dan kepadatan penduduk. Banjir berdampak pada 828.040 m² infrastruktur, dengan perumahan seluas 609.095 m² (73,5%). Sebanyak 178.382,22 meter jalan terendam, menghambat akses evakuasi. Analisis populasi mengungkapkan 327.491 jiwa terdampak, dengan konsentrasi tertinggi di wilayah padat penduduk (1.140 jiwa per piksel). Jalur evakuasi tercepat ke lokasi aman, Kantor Kecamatan Cengkareng, dipetakan menggunakan analisis jaringan, memastikan evakuasi yang efisien. Penelitian ini menyoroti pentingnya strategi manajemen banjir terpadu. Kerusakan infrastruktur, kerentanan populasi, dan logistik evakuasi menekankan perlunya perencanaan tata ruang yang lebih baik, peningkatan kondisi jalan, dan jalur evakuasi alternatif. SIG terbukti penting dalam manajemen bencana real-time, memberikan data akurat untuk perencanaan evakuasi dan mitigasi risiko. Integrasi data spasial yang efektif mendukung penyaluran bantuan yang efisien dan meminimalkan dampak sosial-ekonomi.
Hybrid Threats and Civil-Military Synergy: Strengthening National Resilience in the Era of Non-Traditional Security Challenges Wilopo, Wilopo; Putri, Erti Fadhilah
Civil and Military Cooperation Journal Vol. 3 No. 1 (2026): March
Publisher : PT. Civil Military Center

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The contemporary security landscape is increasingly shaped by hybrid threats that integrate military and non-military dimensions, including cyberattacks, disinformation, environmental crises, and pandemics. These complex and multidimensional threats challenge traditional state-centric security frameworks and demand integrated, adaptive, and multi-actor responses. This study examines the role of civil-military synergy in strengthening national resilience, with a specific focus on Indonesia as a disaster-prone and geopolitically strategic country. Employing a qualitative research design based on a systematic literature review and case-based analysis, this study develops a novel conceptual model, the Adaptive Civil-Military Resilience Framework (ACMRF). The findings reveal that while Indonesia has demonstrated strong operational collaboration between civilian institutions and the military, significant challenges persist in governance fragmentation, regulatory ambiguity, technological integration, and societal trust. The study contributes theoretically by advancing a systems-based and adaptive understanding of resilience, and practically by proposing policy pathways to enhance coordination, institutional capacity, and community engagement. The ACMRF model offers a dynamic and integrative framework for analyzing resilience in hybrid threat environments, with broader applicability to other developing and disaster-prone countries.
Disaster Risk Reduction in Rural Indonesia: Evaluation of the Japan Red Cross Program in Pujiharjo Village Adisa, Meyralda Dara; Widodo, Pujo; Kurniadi, Anwar; Wilopo, Wilopo
Preventia: The Indonesian Journal of Public Health Vol. 10, No. 2
Publisher : citeus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pujiharjo Village in Malang Regency, Indonesia, is highly vulnerable to natural disasters. In 2021, the Indonesian Red Cross (PMI) partnered with the Japanese Red Cross Society (JRCS) to implement a community-based disaster preparedness program. This study evaluates the program's effectiveness in terms of community participation, institutional support, and alignment with the Sendai Framework for Disaster Risk Reduction 2015–2030. Using a qualitative case study, data were collected through document analysis of Vulnerability and Capacity Assessments (VCA), Community Action Plans (CAP), and local SOPs. Thematic analysis explored disaster risk perception, governance, mitigation investment, and emergency preparedness. The program successfully improved risk awareness, formed disaster preparedness teams (SIBAT), and developed digital evacuation routes and risk maps. Planning documents such as SOPs and CAPs were established. However, SOP understanding remained low (64% unfamiliar), vulnerable group inclusion and cross-sectoral coordination were limited, early warning systems were absent, and post-disaster recovery planning was lacking.