Claim Missing Document
Check
Articles

PERILAKU TIDAK ETIS PEJABAT DAN KRISIS LEGITIMASI POLITIK INDONESIA 2025 Cahyati, Fajar; Heridadi, Heridadi; Subiyanto, Adi; Wilopo, Wilopo
NUSANTARA : Jurnal Ilmu Pengetahuan Sosial Vol 12, No 11 (2025): NUSANTARA : JURNAL ILMU PENGETAHUAN SOSIAL
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jips.v12i11.2025.4336-4342

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi faktor penyebab gejolak politik Indonesia 2025, mengevaluasi respons pemerintah, dan menganalisis dampak perilaku tidak etis para pejabat terhadap stabilitas demokrasi. Metode penelitian kualitatif meliputi studi dokumen kebijakan, tinjauan media. Hasil menunjukkan bahwa 12 gelombang demonstrasi besar sepanjang 2025 dipicu oleh banyaknya kebijakan kontroversial yang dicanangkan seperti kenaikan PPN, larangan LPG 3 kg, dan hingga skandal etika pejabat, termasuk korupsi masif dan tunjangan berlebihan DPR di tengah sulitnya ekonomi. Mekanisme moral disengagement memungkinkan pejabat merasionalisasi tindakan tidak etis tersebut, sementara kepemimpinan etis yang lemah dan tekanan mencapai target memperburuk budaya birokrasi. Respons pemerintah cenderung reaktif dimana jika viral terlebih dulu, baru cabut kemudian. Hal ini justru memperdalam krisis legitimasi. Perwujudan stabilitas demokrasi hanya dapat diperkuat melalui reformasi tata kelola, seperti penerapan kepemimpinan etis, penegakan akuntabilitas, dan peningkatan transparansi dalam proses pembuatan kebijakan. Pendekatan ini diharapkan memulihkan kepercayaan publik dan mencegah terulangnya konflik politik serupa atau lebih parah di masa mendatang. 
PERAN BADAN PENANGGULANGAN BENCANA DAERAH DALAM MENANGGULANGI RISIKO BENCANA TANAH LONGSOR DI KABUPATEN SINJAI Evans Randongkir, Roling; Widodo, Pujo; Maarif, Syamsul; Kurniawan, Lilik; Bangun, Ernalem; Wilopo, Wilopo
NUSANTARA : Jurnal Ilmu Pengetahuan Sosial Vol 12, No 2 (2025): NUSANTARA : JURNAL ILMU PENGETAHUAN SOSIAL
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jips.v12i2.2025.722-729

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk untuk melihat gambaran dari distribusi frekuensi dari masing-masing variabel yang diteliti. Hasil analisis ini akan disajikan dalam bentuk tabel distribusi frekuensi untuk memudahkan interpretasi sebagai temuan penelitian. Peran Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) dalam menanggulangi risiko bencana tanah longsor di Kabupaten Sinjai sudah baik, ini terlihat dalam peranan Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) dalam penerapan prinsip-prinsip manajemen bencana yang baik, ini terlihat dari bagaimna pemerintah melakukan kerja sama dengan bebagai instansi yang ada di pemerintahan Kabupaten sinjai dalam melakukan proses penanggulangan bencana yang terjadi di Kabupaten Sinjai yang di dasarkan pada koordinasi yang baik dan saling mendukung. Kerjasama Badan Penanggulangan Bencana Daerah dan masyarakat dalam menanggulangi risiko bencana tanah longsor sudah baik, sebagaimana diketahui masyarakat ikut berpartisipasi dalam ikut penyuluhan/sosialisi yang dilakukan oleh pihak Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) ataupun instansi/dinas terkait lainnya, masyarakat juga ikut dalam menjaga pondasi penahan tebing yang telah dibangun sebagai penopang tebing yang curam agar tidak terjadi pengikisan yang dapat menyebabkan terjadinya erosi. Masyarakat juga selalu tanggap dalam menyikapi himbauan dari pemerintah seperti peringatan prabencana dan keikutsertaan dalam pengadaan logistik dan bahan pembuatan pondasi penahan tebing. 
KEBIJAKAN PENGARUSUTAMAAN GENDER DALAM PENANGGULANGAN BENCANA Elintia, Elintia; Juni Risma Saragih, Herlina; Kusuma, Kusuma; Wilopo, Wilopo; Widodo, Pujo
NUSANTARA : Jurnal Ilmu Pengetahuan Sosial Vol 11, No 5 (2024): NUSANTARA : Jurnal Ilmu Pengetahuan Sosial
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jips.v11i5.2024.1935-1939

Abstract

Pengarusutamaan Gender (PUG) merupakan hal yang penting untuk diimplementasikan dalam kebijakan Penanggulangan Bencana, karena bencana memberikan pengaruh dan dampak yang berbeda bagi perempuan dan laki-laki. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana kebijakan penanggulangan bencana di Indonesia, apakah sudah responsif gender atau belum. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan metode studi literatur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kebijakan terkait penanggulangan bencana sudah mengintegrasikan pengarusutamaan gender. BNPB sebagai lembaga yang berwenang dalam penanggulangan bencana telah menunjukan keseriusan dalam hal pengarusutamaan gender, hal tersebut didukung dengan berbagai kebijakan aturan yang responsif gender seperti Peraturan Kepala BNPB No. 13 Tahun 2014 tentang Pengarusutamaan Gender di Bidang Penanggulangan Bencana, Roadmap Pengarusutamaan Gender di Lingkungan BNPB 2021-2024 serta Perka BNPB No. 7 Tahun 2012 tentang Pedoman Pengelolaan Data Dan Informasi Bencana Indonesia, peraturan tersebut mengamanatkan pemilahan data korban menurut jenis kelamin. Selain telah didukung oleh kebijakan peraturan, BNPB juga telah membentuk Tim Penggerak PUG, Sekretariat Kelompok Kerja PUG dan Kelompok Kerja PUG di lingkungan BNPB. Terkait sumber daya manusia, BNPB telah memiliki aparatur negara yang memiliki kemampuan Perencanaan dan Penganggaran Responsif Gender (PPRG). Semua hal tersebut diharapkan dapat menjadi bukti dan dukungan yang baik dalam pelaksanaan pengarusutamaan gender dalam penanggulangan bencana di Indonesia.
INFRASTRUKTUR TANGGUH BENCANA SEBAGAI BENTUK MITIGASI DALAM PENGURANGAN RISIKO BENCANA Wibisono, Naufal; Sukendro, Achmed; Heridadi, Heridadi; Widodo, Pujo; Kusuma, Kusuma; Wilopo, Wilopo
NUSANTARA : Jurnal Ilmu Pengetahuan Sosial Vol 11, No 7 (2024): NUSANTARA : Jurnal Ilmu Pengetahuan Sosial
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jips.v11i7.2024.2893-2898

Abstract

Indonesia merupakan negara tropis yang dilintasi garis lintang nol derajat yang biasa disebut dengan garis khatulistiwa, memiliki posisi geografis yang berdekatan dengan Benua dan Samudera, yaitu Benua Asia dan Benua Australia, Samudra Hindia dan Samudra Pasifik. Kondisi tersebut membuat bentang alam dan demografinya sangat kompleks. Kondisi ini membuat Indonesia menjadi negara dengan risiko bencana alam, non-alam, maupun buatan manusia/sosial yang sangat tinggi sehingga Indonesia dipandang sebagai negara yang memiliki laboratorium bencana. Dengan banyaknya kemungkinan bencana yang akan terjadi, maka diperlukan upaya pengurangan risiko bencana melalui riset dan aplikasi teknologi yang berkaitan dengan infrastruktur yang tangguh terhadap bencana. Hal tersebut sejalan dengan program Sustainable Development Goals yang telah ditetapkan oleh organisasi Perserikatan Bangsa-Bangsa melalui badan bentukannya yaitu United Nation for Disaster Risk Reduction. Salah satu programnya berfokus pada “Sustainable Cities and Communities” yang menjelaskan pentingnya memiliki infrastruktur yang tangguh dalam upaya pengurangan risiko bencana merupakan sebagai bentuk mitigasi dan investasi untuk menciptakan kota dan permukiman manusia yang inklusif, aman, tangguh, dan berkelanjutan. Untuk mencapai tujuan tersebut perlu adanya perhatian khusus terkait infrastruktur oleh pemangku kebijakan.
UPAYA PENANGGULANGAN BENCANA OLEH MASYARAKAT DESA KECAMATAN JATINANGOR KABUPATEN SUMEDANG Muliandi Madjid, Mohd; Bangun, Ernalem; Risma Juni Saragih, Herlina; Wilopo, Wilopo
NUSANTARA : Jurnal Ilmu Pengetahuan Sosial Vol 11, No 3 (2024): NUSANTARA : Jurnal Ilmu Pengetahuan Sosial
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jips.v11i3.2024.1282-1286

Abstract

Salah satu kabupaten di  Kabupaten Sumedang, Jawa Barat yang mempunyai risiko bencana alam yang tinggi adalah kabupaten Jatinangor. Kabupaten Jatinangor dalam beberapa tahun terakhir dilanda berbagai bencana seperti banjir dan tanah longsor.  Sebagai responnya, pemerintah dan masyarakat telah menggalakkan upaya pencegahan bencana sebelum, saat, dan setelah bencana. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan upaya penanggulangan bencana yang dilakukan oleh masyarakat desa kecamatan Jatinangor. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian deskriptif kualitatif.  Hasil  penelitian ini menunjukkan bahwa masyarakat mempunyai peran pada setiap tahapan penanggulangan bencana: sebelum, saat, dan setelah bencana.  Namun masyarakat masih belum memahami bahwa kegiatan yang mereka lakukan  merupakan bentuk pencegahan bencana. Oleh karena itu, pemerintah daerah Kabupaten Sumedang dapat merancang program untuk memperkuat kapasitas masyarakat desa dalam menghadapi bencana baik sebelum, saat, dan setelah bencana.
PEMETAAN BENCANA BANJIR DI KECAMATAN PESANGGRAHAN, JAKARTA SELATAN BERBASIS ANALISIS SPASIAL MENGGUNAKAN QGIS Yoikov Nainggolan, Hizkia Hengky; Subiyanto, Adi; Sutanto, Sutanto; Widodo, Pujo; Wilopo, Wilopo
NUSANTARA : Jurnal Ilmu Pengetahuan Sosial Vol 11, No 6 (2024): NUSANTARA : Jurnal Ilmu Pengetahuan Sosial
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jips.v11i6.2024.2546-2550

Abstract

DKI Jakarta sangat rentan terhadap banjir karena berada di dataran rendah dengan kemiringan lereng yang landai. Pada 30 November 2023, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) melaporkan bahwa 69 wilayah RT di Jakarta tergenang banjir, dengan 19 RT di Jakarta Selatan yang terkena dampak. Banjir ini disebabkan oleh luapan Kali Ciliwung dan Kali Pesanggrahan serta hujan lebat sejak 29 November 2023. Pemetaan banjir yang akurat diperlukan untuk mengantisipasi dan mencegah banjir. Memodelkan potensi banjir di Kecamatan Pesanggrahan, Jakarta Selatan dengan menggunakan analisis geospasial yang menggunakan QGIS dan OpenStreetMap telah terbukti berhasil. Pemetaan daerah rawan banjir ini dapat membantu pemerintah membuat kebijakan mitigasi yang tepat dan memberikan informasi tentang jumlah orang yang terdampak, infrastruktur yang terkena, dan jalur evakuasi tercepat.
IMPLEMENTASI KEARIFAN LOKAL SEBAGAI INTELIJEN KEBENCANAAN DALAM PENANGGULANGAN BENCANA GEMPA BUMI DAN TSUNAMI DI INDONESIA Vitra Varecha, Prima; Daryono, Daryono; Triutomo, Sugeng; Widodo, Pujo; Wilopo, Wilopo
NUSANTARA : Jurnal Ilmu Pengetahuan Sosial Vol 11, No 5 (2024): NUSANTARA : Jurnal Ilmu Pengetahuan Sosial
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jips.v11i5.2024.1960-1967

Abstract

Indonesia merupakan negara yang rawan terhadap bencana gempa bumi dan tsunami. Kearifan lokal sebagai pengetahuan dan cara pandang masyarakat yang berkembang dari proses adaptasi hingga inovasi berkelanjutan, dapat menjadi sumber intelijen bencana. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi kearifan lokal sebagai sumber intelijen kebencanaan dalam penanggulangan bencana gempa bumi dan tsunami di Indonesia. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kearifan lokal dapat dimanfaatkan dalam berbagai aspek penanggulangan bencana, mulai dari edukasi, peringatan dini, hingga mitigasi. Kearifan lokal dapat menjadi sumber informasi tentang tanda-tanda bencana, sistem peringatan dini tradisional, dan praktik mitigasi bencana yang efektif. Meskipun terdapat beberapa tantangan seperti kurangnya pemahaman masyarakat tentang kearifan lokal dan lemahnya integrasi terhadap sistem intelijen bencana modern, kearifan lokal tetap memiliki potensi besar untuk meningkatkan ketahanan masyarakat terhadap bencana gempa bumi dan tsunami. Pelibatan tokoh-tokoh masyarakayt dan integrasi kearifan lokal dalam sistem intelijen bencana secara formal dapat memperkuat upaya penanggulangan bencana gempa bumi dan tsunami di Indonesia.
ANALISIS SPASIAL TINGKAT KERAWANAN BANJIR DI KECAMATAN PASAR REBO, KOTA JAKARTA TIMUR, DKI JAKARTA Steven Purba, Ramses; Widodo, Pujo; Kusuma, Kusuma; Suar Pelita Pandjaitan, Berton; Pranoto, Sugimin; Wilopo, Wilopo
NUSANTARA : Jurnal Ilmu Pengetahuan Sosial Vol 11, No 7 (2024): NUSANTARA : Jurnal Ilmu Pengetahuan Sosial
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jips.v11i7.2024.2663-2667

Abstract

Provinsi DKI Jakarta merupakan Ibu Kota negara Indonesia yang memiliki beragam fungsi strategis, seperti pusat pemerintahan, dan pusat ekonomi dan bisnis. Namun, jika dilihat dari kondisi geografis, Provinsi DKI Jakarta merupakan wilayah dataran rendah yang memiliki ancaman tinggi terhadap bahaya banjir. Sehingga dapat berpotensi menghasilkan tingginya risiko kerugian terhadap bencana. Kecamatan Pasar Rebo adalah salah satu kecamatan di Provinsi DKI Jakarta yang terdampak banjir tiap tahunnya. Berdasarkan hal tersebut, penelitian ini bertujuan untuk memetakan dan memprediksi daerah yang rawan bencana, memprediksi infrastruktur dan tingkat kepadatan penduduk terdampak, serta menyediakan peta jalur evakuasi apabila terjadi bencana banjir di Kecamatan Pasar Rebo dengan menggunakan perangkat lunak QGIS 3.34 sebagai pendekatan berbasis Sistem Informasi Geografis (SIG). Hasil dari penelitian ini didapatkan dampak banjir terhadap infrastruktur dan penduduk di kecamatan Pasar Rebo serta penentuan jalur evakuasi dari area banjir ke kantor kecamatan Pasar Rebo. Hasil penelitian ini diharapkan dapat bermanfaat dalam upaya mitigasi banjir untuk meminimalisir kerugian, baik korban jiwa maupun kerusakan fisik.
PEMANFAATAN SIG DALAM MANAJEMEN BANJIR DI JAKARTA: STUDI KASUS KECAMATAN CENGKARENG Jatining Wahyu Argo, Henrikus; Haryadi, Haryadi; Widodo, Pujo; Kusuma, Kusuma; Wilopo, Wilopo
NUSANTARA : Jurnal Ilmu Pengetahuan Sosial Vol 12, No 1 (2025): NUSANTARA : JURNAL ILMU PENGETAHUAN SOSIAL
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jips.v12i1.2025.325-331

Abstract

Banjir merupakan masalah krusial di Kecamatan Cengkareng, Jakarta, yang berdampak signifikan pada infrastruktur, populasi, dan proses evakuasi. Penelitian ini memanfaatkan Sistem Informasi Geografis (SIG) untuk menganalisis dampak banjir, menentukan jalur evakuasi, dan mengevaluasi infrastruktur terdampak. Data sekunder, termasuk kepadatan penduduk, distribusi infrastruktur, dan jaringan jalan, dianalisis menggunakan QGIS 3.34. Hasil penelitian berupa peta tematik yang menunjukkan area terdampak, jalur evakuasi, dan kepadatan penduduk. Banjir berdampak pada 828.040 m² infrastruktur, dengan perumahan seluas 609.095 m² (73,5%). Sebanyak 178.382,22 meter jalan terendam, menghambat akses evakuasi. Analisis populasi mengungkapkan 327.491 jiwa terdampak, dengan konsentrasi tertinggi di wilayah padat penduduk (1.140 jiwa per piksel). Jalur evakuasi tercepat ke lokasi aman, Kantor Kecamatan Cengkareng, dipetakan menggunakan analisis jaringan, memastikan evakuasi yang efisien. Penelitian ini menyoroti pentingnya strategi manajemen banjir terpadu. Kerusakan infrastruktur, kerentanan populasi, dan logistik evakuasi menekankan perlunya perencanaan tata ruang yang lebih baik, peningkatan kondisi jalan, dan jalur evakuasi alternatif. SIG terbukti penting dalam manajemen bencana real-time, memberikan data akurat untuk perencanaan evakuasi dan mitigasi risiko. Integrasi data spasial yang efektif mendukung penyaluran bantuan yang efisien dan meminimalkan dampak sosial-ekonomi.
Co-Authors Abdullah Said, Abdullah Adhitya Nugraha, Ikrar Agus Mulyana Agus Wibowo Ali Rahmat Almaududi Ausat, Abu Muna An Nisa Atila Thabrani Anggoro, Damas Dwi Arief Budiarto Arumsari Fitriany, Inna Astuti, Nurul Indri Atila Thabrani, An Nisaa Ayu Puspito Sari, Deffi Bahar, Fauzi Bambang Wahyudi Bangun, Ernalem Berlian Yogi Ananto, Timotius BUDI PRAMONO Cahyati, Fajar Candra Novian, Yohanes Candra, Yohanes Cendikia Bhakti, Dahan Damayanti, Faiz Daryono Daryono, Daryono Dedy Kurmawan Jaya, Mohamad Dwi Wulandari Eko Hadi Sancoko, Rizerius elintia, elintia Endang Siti Astuti Ernalem, Ernalem Evans Randongkir, Roling Fajri, Muhammad Nur Freddy Sitinjak, Halomoan Halomoan Freddy Sitinjak Haryadi - Heridadi, Heridadi Hidayat, Eri R. Hutahayan, Benny I Dewa Ketut Kerta Widana Indriani Indriani Jati Marta, Dwi Jatining Wahyu Argo, Henrikus Juni Risma Saragih, Herlina Juni Risma, Herlina Jusivani, Larissa Kerta Widana, IDK Kurniadi, Anwar Kusuma, Kusuma Lilik Kurniawan M. Syamsul Maarif Malik, Ichsan Michico Moningkey, Sanra Mirza Maulinarhadi Ranatarisza Muliandi Madjid, Mohd Nafisa, Layyin Nandini, Nandini Nuralam, Inggang Perwangsa Nurprawitanti, Mushafatul Oktaviayunira, Yurika Pratama, Alif Hanugrah Insan Nanda Prihatin, Endang Pujo Widodo, Pujo Puspito Sari, Deffi Ayu Puto, Robertus Anugerah Purwoko Putra, Dimas Raka Kurniawan Rachma Fitriati Risma Juni Saragih, Herlina Rivaldy, Mohammad Saragih, Herlina Juni Risma Sarpono Sarpono Sekar Mayangsari Setyowati, Andri Sholeh Hermawan, Candra Sobar Sutisna Steven Purba, Ramses Suar Pelita Pandjaitan, Berton Subiakto, Yuli Subiyanto, Adi Sugimin Pranoto Sukendro, Achmed Sumantri, Siswo Hadi Suroso, Tego Sutanto Sutanto Suwarno, Panji Syamsunasir, Syamsunasir Triutomo, Sugeng Utama, Diar Budi Utami Ningrum, Dwi Vitra Varecha, Prima Wibisono, Naufal Widyasandra*, Adelia Rizki Yoikov Nainggolan, Hizkia Hengky