p-Index From 2021 - 2026
6.295
P-Index
Claim Missing Document
Check
Articles

Integrasi Wahyu dan Akal dalam Filsafat Ilmu Islam Zain, Miftahul Husna; Sartika, Meli; Andria, Nia Rahminata; Ulandari, Yesi; Burhanuddin, Nunu
Invention: Journal Research and Education Studies Volume 6 Nomor 2 Juli 2025
Publisher : CV. PUSDIKRA MITRA JAYA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51178/invention.v6i2.2656

Abstract

Penelitian ini mengkaji hubungan antara wahyu dan akal dalam konteks filsafat ilmu Islam, yang telah menjadi diskursus penting sejak awal peradaban Islam. Dengan menggunakan metodologi kajian pustaka, penelitian ini menganalisis berbagai perspektif tentang integrasi kedua sumber pengetahuan ini, terutama dalam menghadapi tantangan modernitas dan sekularisasi ilmu pengetahuan. Dalam konteks Indonesia, integrasi wahyu dan akal dianggap sebagai keharusan untuk menghindari dikotomi antara ilmu agama dan ilmu umum, yang dapat menghambat perkembangan peradaban Islam. Penelitian ini merujuk pada pemikiran tokoh-tokoh seperti Abdullah dan Amin, yang menekankan pentingnya harmonisasi antara wahyu dan akal. Selain itu, artikel ini juga membahas model-model integrasi yang ada, tantangan yang dihadapi, serta prospek pengembangan integrasi wahyu dan akal dalam pendidikan dan ilmu pengetahuan kontemporer. Hasil kajian menunjukkan bahwa integrasi wahyu dan akal tidak hanya mungkin secara teoretis, tetapi juga bermanfaat untuk pengembangan ilmu pengetahuan yang holistik dan bermakna, serta dapat berfungsi sebagai landasan untuk mencapai keunggulan intelektual dan pemenuhan spiritual dalam konteks pendidikan Islam.
Aksiologi: Etika Guru dalam Mendidik Generasi Emas Sukrina, Alfi; Azizah, Nur; Insania, Maghfirah; Burhanuddin, Nunu
Indonesian Research Journal on Education Vol. 4 No. 1 (2024): irje 2024
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/irje.v4i1.440

Abstract

Terjadi banyak permasalahan mengenai etika saat ini dikarenakan merosotnya kualitas suatu bangsa. Faktanya ada banyak pemerosotan akhlak kita lihat hari ini. Hal tersebut mengakibatkan banyaknya individu saat ini yang tidak memiliki etika, baik itu dalam konteks bermasyarakat maupun berada di sosial media Penelitian penulisan artikel ini menggunakan metode studi kepustakaan. Studi kepustakaan ialah proses mengumpulkan data dengan cara mengumpulkan data kepustakaan yaitu literature kepustakaan dari dalam buku, artikel dan jurnal. Artikel ini ditulis dengan menggunakan metode studi kepustakaan. Pendekatan yang penulis gunakan dalam penulisan ini adalah pendekatan deskritif kritis dengan mendahulukan analisis sumber data. Solusi yang bisa dilakukan dari krisis ini adalah dengan penataan kembali guru sesuai dengan pemendiknas no 39. Tahun 2009 pasal 5 yaitu dengan sertifikasi guru. Sehingga dengan begini krisis moral dapat diminimalisir oleh guru.
Integrasi Ilmu dan Agama Sebagai Islamisasi Ilmu Pengetahuan Irawati, Deni; Masyithah, Qonita; Dafirsam, Dafirsam; Burhanuddin, Nunu
Indonesian Research Journal on Education Vol. 4 No. 2 (2024): irje 2024
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/irje.v4i2.444

Abstract

Pembahasan dan pengembangan ilmu pengetahuan tidak dapat berdiri sendiri, namun selalu terkait dengan permasalahan lain, termasuk agama. Sebaliknya, pembahasan agama tidak akan pernah lepas dari pengaruh-pengaruh yang ditimbulkan oleh kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi. Dari sinilah integrasi ilmu pengetahuan dan agama menjadi penting untuk dibicarakan. Ilmu yang pada hakikatnya mempelajari alam sebagaimana adanya mulai mempertanyakan hal-hal yang bersifat dugaan (moral, agama). Misalnya pertanyaan, ilmu pengetahuan sebenarnya harus digunakan untuk apa, sampai dimana batas kewenangan penjajahan ilmu pengetahuan, ke arah mana pengembangan ilmu pengetahuan harus dilakukan, pertanyaan-pertanyaan seperti ini kini menjadi penting dan mau tidak mau harus menjawabnya para ilmuwan harus berpaling. terhadap moral dan agama. Artinya diskusi mengenai integrasi ilmu pengetahuan dan agama tidak bisa dihindari.
Chinese Muslim at Political Crossroad: The Case Study of the Jakarta Regional Head Election 2017 Wirman, Hardi Putra; Burhanuddin, Nunu; Elvira, Maiza
Islam Realitas: Journal of Islamic and Social Studies Vol. 8 No. 2 (2022): December 2022
Publisher : Universitas Islam Negeri Sjech M. Djamil Djambek Bukittinggi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30983/islam_realitas.v8i2.5988

Abstract

As ethnic minorities who adhere to the majority belief (Islam), ethnic Chinese Muslims in Jakarta are faced with a complex identity crisis, especially in the area of political participation. In the 2017 Jakarta regional elections (Pilkada), ethnic Chinese Muslims were faced with a political situation, whether to choose leaders from ethnic Chinese or leaders from the Muslim community. This situation puts them in a dilemma. However, ethnic Chinese Muslims have survived the complicated politics of ethnicity, even though regional election politics has caused a crisis of identity politics in Jakarta. Based on the research results, Chinese Muslims in Jakarta were able to survive despite the difficulties caused by their identity. This research is important because there are not many studies that specifically discuss the survival strategies of Chinese Muslims in Jakarta. This research is a socio-political research. To collect data, the methodology used is in-depth interviews with several informants. The results of the interviews and data are then processed using a qualitative and analytic approach. This is done in order to show how the Chinese Muslim ethnic group have survived the complicated political situation in Jakarta
Sejarah Filsafat Ilmu Periode Klasik Dan Pertengahan Dona, Rahma; Putri, Lidia; Puspa Dewi, Putri; Burhanuddin, Nunu
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 8 No. 2 (2024)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan penulisan artikel ini untuk mengetahui sejarah filsafat ilmu pada periode klasik dan pertengahan. Filsafat adalah induk dari ilmu pengetahuan. Sebagi induk dari ilmu pengetahuan tentunya filasafat merupakan titik awal dari perkembangan ilmu pengetahuan-ilmu pengetahuan yang sedang berkembang pesat pada saat ini. Sejarah yang panjang mewarnai perkembangan filsafat yang dimulai dari zaman klasik, zaman pertengahan dan zaman modern hingga sekarang ini. Berbagai tokoh-tokoh filsafat barat menuangkan hasil pemikiran mereka demi kemajuan ilmu pengetahuan. Hasil pembahasan menunjukkan bahwa Filsafat dan ilmu saling terkait, karena kelahiran ilmu tidan terlepas dari peran filsafat, dan sebaliknya perkembangan ilmu memperkuat keberadaan filsafat. Filsafat teah merubah pola pikir bangsa Yunani dari pandangan mitos ke logos. Perubahan ini melahirkan berbagai cabng ilmu pengetahuan sejak zaman Yunani kuno sampai dengan zaman modern. Pendekatan penelitian yang peneliti gunakan dalam penulisan karya ilmiah ini adalah jenis penelitian kepustakaan atau library research. Sejarah perkembangan filsafat ilmu periode klasik terbagi ke dalam tiga bagian yaitu: masa sebelum Socrates, masa Socrates, dan masa sesudah Socrates sedangkan di abad pertengahan filsafat mengalami kemunduran karena dipengaruhi oleh perkembangan agama Kristen dengan tokohnya aguistine,Thomas Aquinas.
Hermeneutika dalam Pemikiran Hassan Hanafi: Relevansinya dalam Konteks Sosial dan Politik Kontemporer di Era Globalisasi Fauzan, M; Hidayat, Rio; Burhanuddin, Nunu; Okeh Hartono, Muhammad
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 8 No. 3 (2024)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini mengkaji peran mendasar pemikiran Hassan Hanafi dalam wacana intelektual Islam kontemporer, khususnya kontribusinya yang inovatif dalam bidang hermeneutika. Sebagai respons terhadap kompleksitas globalisasi, Hanafi mengajukan pendekatan dinamis, kontekstual, dan transformatif dalam menafsirkan teks-teks agama. Metodologi hermeneutikanya menawarkan respons kritis terhadap tantangan sosial-politik yang dihadapi dunia Islam modern, dengan mengusulkan penafsiran ulang teks-teks agama untuk menjawab isu-isu seperti pluralisme, radikalisasi, dan perubahan sosial. Dengan mendekonstruksi penafsiran tradisional yang statis, Hanafi menyajikan kerangka epistemologis yang memungkinkan pemahaman teks dalam konteks sosial, politik, dan budaya yang terus berkembang. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode penelitian kepustakaan untuk mengeksplorasi kontribusi filosofis dan metodologis Hanafi, menganalisis sumber-sumber primer dan sekunder guna memberikan pemahaman komprehensif mengenai pemikirannya, dimensi sosial-politiknya, serta relevansinya dalam menghadapi tantangan global kontemporer.
Sarana Berfikir Ilmiah (Bahasa, Logika, Matematika Dan Statistik) Buyung; Burhanuddin, Nunu
Revorma: Jurnal Pendidikan dan Pemikiran Vol. 3 No. 1 (2023): REVORMA: Jurnal Pendidikan dan Pemikiran (Edisi Mei 2023)
Publisher : MAN 1 Kota Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62825/revorma.v3i1.38

Abstract

Berpikir benar memerlukan sarana atau alat berpikir. Sarana ini bersifat pasti, maka aktivitas keilmuan tidak akan maksimal tanpa sarana berpikir ilmiah tersebut. Penguasaan sarana ilmiah sangat penting bagi ilmuwan agar dapat melaksanakan kegiatan ilmiah dengan baik. Jenis tulisan dalam artikel ini adalah literatur revieu atau bersifat pustaka, data diuraikan secara deskriptif, sehingga menunjukkan suatu kajian ilmiah yang dapat dikembangkan lebih lanjut. Hasil kajian ini yaitu tahapan kegiatan ilmiah membutuhkan alat bantu yang berupa sarana berpikir ilmiah. Sarana berpikir ilmiah berfungsi hanyalah sebagai alat bantu bagi manusia untuk berpikir ilmiah agar memperoleh ilmu. Bahasa merupakan sarana mengkomunikasikan cara-cara berpikir sistematis dalam memperoleh ilmu. Tanpa kemampuan berbahasa, seseorang tidak akan dapat melakukan kegiatan ilmiah secara sistematis dan benar. Logika sebagai sarana berpikir ilmiah mengarahkan manusia untuk berpikir dengan benar sesuai dengan kaidah-kaidah berpikir yang benar. Logika membantu manusia dapat berpikir dengan sistematis yang dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya. Jika ingin melakukan kegiatan berpikir dengan benar maka harus menggunakan kaidah-kaidah berpikir yang logis. Logika dapat membedakan antara proses berpikir yang benar dan proses berpikir yang salah. Matematika merupakan sarana berpikir deduktif maka orang dapat menggunakan statistika untuk berpikir induktif. Berpikir deduktif dan berpikir induktif diperlukan untuk menunjang kegiatan ilmiah yang benar sehingga akan menghasilkan suatu pengetahuan yang benar pula. Sedangkan Statistika tidak boleh dipandang sebelah mata oleh orang yang ingin mampu melaksanakan kegiatan ilmiah dengan baik. Penguasaan statistika sangat diperlukan bagi orang-orang yang akan menarik kesimpulan dengan sah. Statistika harus dipandang sejajar dengan matematika.   Kata kunci : Berfikir Ilmiah, Bahasa, Logika, Matematika, Statistik   Abstract: Right thinking requires means or tools of thinking. This means is certain, so scientific activity will not be maximized without the means of scientific thinking. Mastery of scientific tools is very important for scientists in order to carry out scientific activities properly. The type of writing in this article is literature revieu or literature, the data is described descriptively, so that it shows a scientific study that can be further developed. The results of this study are that the stages of scientific activity require tools in the form of scientific thinking tools. The means of scientific thinking serves only as a tool for humans to think scientifically in order to gain knowledge. Language is a means of communicating systematic ways of thinking in acquiring knowledge. Without language skills, a person will not be able to carry out scientific activities systematically and correctly. Logic as a means of scientific thinking directs humans to think correctly in accordance with the rules of correct thinking. Logic helps humans to think systematically which can be accounted for. If you want to do thinking activities correctly, you must use logical thinking rules. Logic can distinguish between correct thinking processes and incorrect thinking processes. Mathematics is a means of deductive thinking, so people can use statistics for inductive thinking. Deductive thinking and inductive thinking are needed to support correct scientific activities so that they will produce correct knowledge as well. Statistics should not be underestimated by people who want to be able to carry out scientific activities properly. Mastery of statistics is necessary for people who will draw valid conclusions. Statistics must be seen as equal to mathematics. Keywords: Scientific Thinking, Language, Logic, Mathematics, Statistics
Podcast as Disaster Mitigation Information Media on BNPBÔÇÖs Youtube Account Susanti, Susi; Burhanuddin, Nunu; Azmi, Novia Amirah
Semantik: Journal of Social, Media, Communication, and Journalism Vol 2 No 2 (2024): SEMANTIK (Journal of Social, Media, Communication, and Journalism)
Publisher : Universitas Islam Negeri Mahmud Yunus Batusangkar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31958/semantik.v2i2.13433

Abstract

BNPB podcasts still face challenges in attracting the interest of the wider community, such as the low number of enthusiasts in BNPB podcasts resulting in a lack of public awareness of environmental issues. This study aims to analyze the effectiveness of disaster mitigation messages delivered through the BNPB podcast and identify the obstacles faced by BNPB in disaster mitigation counseling through the BNPB Podcast. This research uses a qualitative method with content analysis based on Everett Rogers' innovation diffusion theory, which includes innovation, social system, information dissemination, and timeframe. The data analyzed is podcast content from the BNPB_Indonesia YouTube account throughout. The aim was to identify the types, messages conveyed and BNPB's communication strategy. Public participation was evaluated through observational data, such as the number of likes and comments. Based on the results of the study, it can be concluded that BNPB podcasts include innovating mitigation messages, strengthening social systems, disseminating information, community response, follow-up to BNPB podcasts and obstacles faced in these podcasts. BNPB through the podcast innovated disaster preparedness and handling messages, and introduced Inarisk web technology to support it. Despite the potential for wide reach, the podcast content lacks audience interest, resulting in a minimal number of listeners. to be more effective, BNPB needs to strengthen promotion and interaction with listeners.
Dynamics of Moderatism in the Kalam Thought: From Classical to Contemporary Burhanuddin, Nunu; Hendri, Novi; Gazali, Gazali
Islamic Thought Review Vol. 1 No. 2 (2023): December 2023
Publisher : Universitas Islam Negeri Sjech M. Djamil Djambek Bukittinggi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30983/itr.v1i2.7406

Abstract

Moderatism is an essential foundation for religious expression among religious people in various fields of life, both in understanding and application. As part of the religious community, Mutakallimin from the classical to contemporary eras have provided valuable experiences for other Muslims. This paper aims to explore the experiences of the Mutakallimin regarding moderatism in the classical and contemporary eras. The writing method in this study uses literary methods and approaches to classical and contemporary Islamic literature. The results of the study explain that the Mutakallimin has demonstrated moderatism experiments marked by the emergence of the Khawarij Ibadiyah sect, Moderate Murjiah, Moderate Shia, the Mu'tazilah conception of rationality, the balance between Jabariyah and Qadariyah which is explored in the face of Asy'ariyah and Maturidiyah, as well as contemporary Kalam reform models which are based on theocentric and anthropocentric Kalam domains.
Neo-Orientalisme dalam Islam Melayu: Analisis Komparatif atas Strategi Akomodasi, Negosiasi, dan Resistensi Epistemik dalam Pemikiran Intelektual Indonesia dan Malaysia Haviz, Fauzan; Burhanuddin, Nunu
Lisyabab : Jurnal Studi Islam dan Sosial Vol 6 No 2 (2025): Lisyabab, Jurnal Studi Islam dan Sosial
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) Sekolah Tinggi Agama Islam Mulia Astuti (STAIMAS) Wonogiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58326/jurnallisyabab.v6i2.470

Abstract

Neo-Orientalism, as a new form of epistemic colonialism, continues to shape the representation of Malay Islam in Indonesia and Malaysia through narratives of marginality, essentialism, and Western global discourse hegemony. This study conducts a comparative analysis of intellectual responses by key figures in both countries to this knowledge hegemony. In Indonesia, Nurcholish Madjid and Abdurrahman Wahid employed critical accommodation strategies by Islamizing values of democracy and pluralism. Azyumardi Azra engaged in epistemic negotiation by reconstructing historical networks of ulama to reject the “peripheral Islam” narrative. In Malaysia, Chandra Muzaffar negotiated critiques of Western bias in human rights discourse, while Syed Naquib al-Attas promoted radical epistemic resistance through the Islamization of knowledge based on adab and tawhid. Haedar Nashir in Indonesia rejected the “moderate vs radical” categorization as a neo-Orientalist project. The analysis reveals that Malay Islam is not anti-modernity but actively Islamizes modernity. Differences in strategies reflect national contexts, yet their synthesis forms an alternative civilization model that is tolerant and cosmopolitan. This research proposes a decolonization model for Malay Islamic knowledge that integrates accommodation, negotiation, and resistance for an independent scholarly future. (198 words)