Claim Missing Document
Check
Articles

Revitalisasi Peran Karang Taruna melalui Penguatan Literasi Kritis dan Kompetensi Komunikasi Publik di Desa Bonto Tangnga, Kecamatan Uluere, Kabupaten Bantaeng Usman Usman; Baharman Baharman; Andi Karman; Muh. Syukri Gaffar; Nurrahma Nurrahma
Abdimas Langkanae Vol. 6 No. 1 (2026)
Publisher : Pustaka Digital Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53769/jpm.v6i1.681

Abstract

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas pemuda Karang Taruna Desa Bonto Tangnga, Kecamatan Uluere, Kabupaten Bantaeng melalui penguatan literasi kritis dan kompetensi komunikasi publik. Permasalahan utama yang dihadapi mitra adalah rendahnya partisipasi pemuda dalam kegiatan sosial desa, minimnya literasi kritis sosial, keterbatasan kompetensi komunikasi publik (public speaking dan moderasi diskusi), serta belum optimalnya pemanfaatan media sosial sebagai sarana edukasi dan kampanye sosial komunitas. Metode pelaksanaan kegiatan dilakukan melalui lima tahap, yaitu: (1) sosialisasi program, (2) pelatihan literasi kritis sosial, (3) pelatihan komunikasi publik dan pengelolaan media sosial komunitas, (4) pendampingan penyusunan program kerja partisipatif dan pelaksanaan mini project sosial, serta (5) evaluasi dan keberlanjutan program. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan yang signifikan dalam pemahaman peserta terhadap isu sosial dan pembangunan desa, peningkatan keterampilan public speaking, terbentuknya forum diskusi pemuda desa, dan terbentuk dan aktifnya akun media sosial resmi organisasi Karang Taruna. Kegiatan ini relevan dengan SDGs Goal 4 (pendidikan berkualitas), Goal 16 (kelembagaan kuat dan masyarakat inklusif), serta mendukung IKU perguruan tinggi dan arah kebijakan Asta Cita
Analisis Semantik dalam Proses Penerjemahan Teks Naratif Bahasa Makassar ke Bahasa Indonesia Menggunakan Kecerdasan Buatan Ummul Nurul Syuhada; Kembong Daeng; Syamsudduha Syamsudduha; Usman Usman
Aksara Vol 38, No 1 (2026): AKSARA, EDISI JUNI 2026
Publisher : Balai Bahasa Provinsi Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29255/aksara.v38i1.4952.232-246

Abstract

The use of artificial intelligence in regional language translation is increasing, but still leaves a fundamental problem whether the system's ability to capture the equivalence of meaning, semantic nuances, and cultural values inherent in the source language, especially Makassarese, therefore this study aims to identify forms of semantic equivalence, describe semantic shifts, and identify comparative forms of translation that are appropriate to the semantic context of Indonesian and the results of artificial intelligence translations. This study uses a descriptive qualitative approach with a content analysis method. The findings show that artificial intelligence translation produces two forms of semantic equivalence, namely formal equivalence and dynamic equivalence, dominated by formal equivalence in morpheme units, words, phrases, and clauses that maintain the structure and lexical meaning of the source language. Dynamic equivalence is found in text segments that emphasize the acceptability of meaning and communicative function in the target language. In addition, semantic shifts are found in the form of level shifts and category shifts that include changes in structure, word classes, and linguistic units. This shift reflects an adaptation of the linguistic system, not a distortion of meaning. The comparison results indicate that Gemini's translation generally has a high level of semantic accuracy and is able to represent the cultural values of the Makassar language, although a small number of semantic inconsistencies were still found. AbstrakPemanfaatan kecerdasan buatan dalam penerjemahan bahasa daerah semakin meningkat, namun masih menyisakan permasalahan mendasar apakah kemampuan sistem bisa menangkap kesepadanan makna, nuansa semantik, dan nilai budaya yang melekat pada bahasa sumber, khususnya bahasa Makassar, oleh karena itu penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi bentuk kesepadanan semantik, menguraikan pergeseran semantik, dan mengidentifikasi perbandingan bentuk penerjemahan yang sesuai dengan konteks semantik bahasa Indonesia dan hasil terjemahan kecerdasan buatan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan metode analisis isi. Temuan menunjukkan bahwa, penerjemahan kecerdasan buatan menghasilkan dua bentuk kesepadanan semantik, yaitu kesepadanan formal dan kesepadanan dinamis, didominasi kesepadanan formal pada unit morfem, kata, frasa, dan klausa yang mempertahankan struktur serta makna leksikal bahasa sumber. Kesepadanan dinamis ditemukan pada segmen teks yang menekankan keberterimaan makna dan fungsi komunikatif dalam bahasa sasaran. Selain itu, ditemukan pergeseran semantik berupa pergeseran tataran dan pergeseran kategori yang mencakup perubahan struktur, kelas kata, dan unit linguistik. Pergeseran tersebut mencerminkan adaptasi sistem kebahasaan, bukan distorsi makna. Hasil perbandingan menunjukkan bahwa terjemahan Gemini secara umum memiliki tingkat keakuratan semantik yang tinggi dan mampu merepresentasikan nilai budaya bahasa Makassar, meskipun masih ditemukan sejumlah kecil ketidaksepadanan makna. Dari hasil ketidaksepadanan ditemukan bahwa gemini belum mampu menerjemahkan kata yang sama dalam dua bahasa, tetapi memiliki makna yang berbeda.
Analysis of Students' Science Literacy Skills at SMAN 4 Makassar Chaela Amelya Putri; Usman Usman; Trisno Setiawan
Jurnal Pendidikan Fisika dan Teknologi (JPFT) Vol 12 No 1 (2026): January-June
Publisher : Department of Physics Education, Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jpft.v12i1.12345

Abstract

This study aimed to assess the scientific literacy levels of Grade X students at SMAN 4 Makassar. The study population consisted of all 311 Grade X students enrolled at the school. Data were collected using a scientific literacy test developed based on the Programme for International Student Assessment (PISA) framework, comprising essay questions designed to measure three scientific literacy competencies within the topic of measurement. The results showed that the students' overall scientific literacy level was categorized as moderate, with a mean score of 61.59. Performance was evaluated across three scientific literacy competencies: identifying scientific issues, explaining scientific phenomena, and using scientific evidence. Among these, identifying scientific issues achieved the highest mean score (67.91, SD = 23.33), followed by explaining scientific phenomena (61.84, SD = 26.18). The lowest performance was observed in using scientific evidence, with a mean score of 42.31 (SD = 30.31). These findings indicate that while students demonstrated a moderate level of scientific literacy overall, their ability to use scientific evidence requires further improvement.
Co-Authors . Prabowo, . A. Hakim, A. Abdul Haris Abdul Majid Agus Susanto ahmad yani Ahmad Yani Ainun Najib Al Fatih Ainun Najib Alfatih Aisyah Azis Aldena Aenun R Sakona Aldi Alwi Andi Annisa Tasrik Andi Karman Andi Muhammad Irfan Andriyana Andriyana Anita Candra Dewi Anwar Anwar Asmawati Asmawati Asmawati Asmawati Aswati Asri Aulia Nurkarima Jais Aulia Oktasesaria Azis Aulifiah Amri Ayu Cantika Putri Ayustira Fadly Baharman Baharman Bohari, Afisma Bunga Dara Amin Burhan, Imron Chaela Amelya Putri Devi Apyunita Deviana Deviana Erma Suryani Sahabuddin Fadilah Neyarasmi Fatmawati Fatmawati Feliatra Helmi Helmi Herlina Bunga' Karongi Idawati Garim Irwan, Andi Pratiwi Irwan, Irma Yanthi Ishaq, Iin Mulyani Jonathan S Pasinggi Kaharuddin Arafah Kembong Daeng Khaeruddin Khaeruddin Khaeruddin, Khaeruddin Khairunnisa Ramadhani Adam M. A. Martawijaya M. Asri B Mardatillah, Rahmi Miftafari Zakaria Mudinillah, Adam Muh. Syukri Gaffar Muhamad Arsyad Muhammad Aqil Rusli, Muhammad Muhammad Azis Irbani Muhammad Israq Muhammad Murdiwan Mutahharah Hasyim, Mutahharah Mutmainna, Mutmainna Nasrul Ihsan Naufal Qadri Syarif Nur Akhyar Basri Nur Aulia Fitriani Syarifuddin Nur Yani Nurfadhilah Nurfadhilah Nurhaliza Nurhaliza Nurrahma Nurrahma Nurul Muthmainnah Herman P Palloan Pariabti Palloan Prabayanti, Eka Rahmah, Oliv Jumani Ramadhani, Anisah Ratih Kusumaning Ayu Rejeki, Frafti Ridwansyah Ridwansyah Ritha Tuken, Ritha Rosdiana Rosdiana Sakaria Sakaria Sri Putri Wahyuni Sri Wahyuni Subaer Subaer Sulistiawaty - Sulistiawaty sulistiawaty sulis Sulistiawaty Sulistiawaty Sulistiawaty Sulistiawaty Sultan Sultan Syamsudduha Syamsudduha Syamsul Wahid Syed Kaleem Ullah Shah Bukhari Trisno Setiawan Trisno Setiawan Trisno Setiawan, Trisno Umar Mansyur Ummul Nurul Syuhada Vicran Zharvan Vistarani Arini Tiwow Wahid, Hartina Wahono Widodo Wahyu Nugraha Wahyuni, Andi Sri Astika Yusuf A. Momang