Claim Missing Document
Check
Articles

Analisis Semantik dalam Proses Penerjemahan Teks Naratif Bahasa Makassar ke Bahasa Indonesia Menggunakan Kecerdasan Buatan Ummul Nurul Syuhada; Kembong Daeng; Syamsudduha Syamsudduha; Usman Usman
Aksara Vol 38, No 1 (2026): AKSARA, EDISI JUNI 2026
Publisher : Balai Bahasa Provinsi Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29255/aksara.v38i1.4952.232-246

Abstract

The use of artificial intelligence in regional language translation is increasing, but still leaves a fundamental problem whether the system's ability to capture the equivalence of meaning, semantic nuances, and cultural values inherent in the source language, especially Makassarese, therefore this study aims to identify forms of semantic equivalence, describe semantic shifts, and identify comparative forms of translation that are appropriate to the semantic context of Indonesian and the results of artificial intelligence translations. This study uses a descriptive qualitative approach with a content analysis method. The findings show that artificial intelligence translation produces two forms of semantic equivalence, namely formal equivalence and dynamic equivalence, dominated by formal equivalence in morpheme units, words, phrases, and clauses that maintain the structure and lexical meaning of the source language. Dynamic equivalence is found in text segments that emphasize the acceptability of meaning and communicative function in the target language. In addition, semantic shifts are found in the form of level shifts and category shifts that include changes in structure, word classes, and linguistic units. This shift reflects an adaptation of the linguistic system, not a distortion of meaning. The comparison results indicate that Gemini's translation generally has a high level of semantic accuracy and is able to represent the cultural values of the Makassar language, although a small number of semantic inconsistencies were still found. AbstrakPemanfaatan kecerdasan buatan dalam penerjemahan bahasa daerah semakin meningkat, namun masih menyisakan permasalahan mendasar apakah kemampuan sistem bisa menangkap kesepadanan makna, nuansa semantik, dan nilai budaya yang melekat pada bahasa sumber, khususnya bahasa Makassar, oleh karena itu penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi bentuk kesepadanan semantik, menguraikan pergeseran semantik, dan mengidentifikasi perbandingan bentuk penerjemahan yang sesuai dengan konteks semantik bahasa Indonesia dan hasil terjemahan kecerdasan buatan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan metode analisis isi. Temuan menunjukkan bahwa, penerjemahan kecerdasan buatan menghasilkan dua bentuk kesepadanan semantik, yaitu kesepadanan formal dan kesepadanan dinamis, didominasi kesepadanan formal pada unit morfem, kata, frasa, dan klausa yang mempertahankan struktur serta makna leksikal bahasa sumber. Kesepadanan dinamis ditemukan pada segmen teks yang menekankan keberterimaan makna dan fungsi komunikatif dalam bahasa sasaran. Selain itu, ditemukan pergeseran semantik berupa pergeseran tataran dan pergeseran kategori yang mencakup perubahan struktur, kelas kata, dan unit linguistik. Pergeseran tersebut mencerminkan adaptasi sistem kebahasaan, bukan distorsi makna. Hasil perbandingan menunjukkan bahwa terjemahan Gemini secara umum memiliki tingkat keakuratan semantik yang tinggi dan mampu merepresentasikan nilai budaya bahasa Makassar, meskipun masih ditemukan sejumlah kecil ketidaksepadanan makna. Dari hasil ketidaksepadanan ditemukan bahwa gemini belum mampu menerjemahkan kata yang sama dalam dua bahasa, tetapi memiliki makna yang berbeda.
Analysis of Students' Science Literacy Skills at SMAN 4 Makassar Chaela Amelya Putri; Usman Usman; Trisno Setiawan
Jurnal Pendidikan Fisika dan Teknologi (JPFT) Vol 12 No 1 (2026): January-June
Publisher : Department of Physics Education, Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jpft.v12i1.12345

Abstract

This study aimed to assess the scientific literacy levels of Grade X students at SMAN 4 Makassar. The study population consisted of all 311 Grade X students enrolled at the school. Data were collected using a scientific literacy test developed based on the Programme for International Student Assessment (PISA) framework, comprising essay questions designed to measure three scientific literacy competencies within the topic of measurement. The results showed that the students' overall scientific literacy level was categorized as moderate, with a mean score of 61.59. Performance was evaluated across three scientific literacy competencies: identifying scientific issues, explaining scientific phenomena, and using scientific evidence. Among these, identifying scientific issues achieved the highest mean score (67.91, SD = 23.33), followed by explaining scientific phenomena (61.84, SD = 26.18). The lowest performance was observed in using scientific evidence, with a mean score of 42.31 (SD = 30.31). These findings indicate that while students demonstrated a moderate level of scientific literacy overall, their ability to use scientific evidence requires further improvement.
Representation of Women in Leila S. Chudori's Novel Nadira: A Critical Discourse Analysis of Norman Fairclough's Model Muderika Syamsuddin; Aslan Abidin; Usman Usman
Jurnal Dieksis ID Vol. 6 No. 1 (2026): Januari - Juni 2026
Publisher : Pustaka Digital Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54065/dieksis.6.1.2026.1303

Abstract

Urgency of this research is to critically examine the representation of women in Leila S. Chudori’s novel Nadira through Norman Fairclough’s Critical Discourse Analysis model in order to uncover underlying gender ideologies and power relations embedded in the text. This study examines the representation of women in Nadira, a novel by Leila S. Chudori, using Norman Fairclough’s Critical Discourse Analysis model. The analysis focuses on various formn of representation that appear through actions, events, states, and mental processes experienced by the female characters in the narrative. This research employes a descriptive qualitative method with reading and note-taking techniques to obtain relevant data from the text. The findings reveal that the representation of women in Nadira is constructed through lexical selection, metaphors, and narrative structures that highlight emotional struggles, power relations, and the psychological experiences of the characters. Through figurative language and vivid depictions of inner turmoil, the novel portrays women as individuals who confront social pressure, emotional instability, and processes of self-meaning. These findings affirm that language in literary works not only conveys stories but also constructs the positions and identities of women within their social contexts.
Representasi Humanisasi, Liberasi, dan Transendensi dalam Novel Mantra Pejinak Ular: Perspektif Sastra Profetik Elsa Fitri; Usman Usman; Aslan Abidin
Jurnal Dieksis ID Vol. 6 No. 1 (2026): Januari - Juni 2026
Publisher : Pustaka Digital Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54065/dieksis.6.1.2026.1348

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh semakin pentingnya sastra profetik dalam mengungkap nilai-nilai kemanusiaan, sosial, dan spiritual di tengah krisis sosial kontemporer serta semakin kuatnya dominasi kekuasaan dalam kehidupan masyarakat. Sebagai salah satu karya penting sastra Indonesia, novel Mantra Pejinak Ular karya Kuntowijoyo merefleksikan berbagai nilai profetik yang relevan dengan kehidupan sosial dan moral masyarakat. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan representasi nilai humanisasi, liberasi, dan transendensi dalam novel melalui perspektif sastra profetik. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif-analitis. Sumber data utama berupa teks novel, sedangkan data sekunder diperoleh dari buku, jurnal ilmiah, dan penelitian terdahulu yang berkaitan dengan sastra profetik. Data dikumpulkan melalui studi pustaka dengan teknik membaca dan mencatat, kemudian dianalisis melalui tahap identifikasi data, klasifikasi, interpretasi, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai humanisasi direpresentasikan melalui upaya tokoh dalam menjaga martabat manusia di tengah tekanan kekuasaan dan birokrasi. Nilai liberasi tercermin dalam perlawanan tokoh terhadap dominasi dan ketidakadilan sosial, sedangkan nilai transendensi tampak melalui kesadaran spiritual tokoh serta ketergantungannya pada nilai-nilai religius dalam menghadapi konflik sosial. Penelitian ini mengimplikasikan bahwa sastra profetik dapat berfungsi sebagai media pendidikan moral, kritik sosial, dan pembentukan karakter dalam pembelajaran sastra maupun kehidupan sosial masyarakat. Dengan demikian, novel Mantra Pejinak Ular secara kuat merepresentasikan nilai-nilai profetik berupa humanisasi, liberasi, dan transendensi sebagai refleksi terpadu dari kesadaran kemanusiaan, sosial, dan spiritual.
Analysis of Students' Problem-Solving Abilities in Solving HOTS Questions on Kinematics Topics Ummul Khaeri; Usman Usman; Mutahharah Hasyim; Trisno Setiawan
Jurnal Ilmiah Pendidikan Fisika Vol 10, No 1 (2026): MARCH 2026
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jipf.v10i1.17497

Abstract

Problem-solving skills based on Higher Order Thinking Skills (HOTS) are very important in learning physics, but many students still have difficulty meeting the indicators of high-level thinking. The gap between understanding the problem and the ability to design a solution strategy shows the need for a more in-depth analysis of the students' thinking process. This study aims to analyze students’ problem-solving abilities in answering physics questions based on HOTS using Polya’s four problem-solving steps: understanding the problem, devising a plan, carrying out the plan, and looking back. The study employed a quantitative descriptive approach involving 32 eleventh-grade students during the second semester of the 2024/2025 academic year. The research instrument consisted of five HOTS-based essay questions that had been tested for validity using the Gregory technique. The analysis results showed a validity coefficient of 1.00, indicating that the instrument is highly valid and appropriate for measurement. In addition, the instrument also meets the reliability criteria, so it is declared suitable for use in the collection of research data, and the data were analyzed according to the students’ performance in each problem-solving stage. The findings indicate that the “understanding the problem” stage was the most mastered aspect, with most students categorized as high and very high. In contrast, the “devising a plan” stage showed the lowest achievement, with the majority falling into the very low category. Overall, students’ problem-solving abilities varied considerably, particularly in planning strategies and executing solutions. These results suggest the need for instructional practices that better develop students’ strategic planning, systematic thinking, and higher-order reasoning skills.
Cerita Rakyat Bugis dan Gagasan Toleransi: Kajian Nilai Berbasis Filsafat Kebebasan Lutbi Adam; Usman Usman
JENTERA: Jurnal Kajian Sastra Vol 14, No 1 (2025): Jentera: Jurnal Kajian Sastra
Publisher : Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26499/jentera.v14i1.8345

Abstract

This study aims to identify the values of tolerance in Bugis folklore based on John Stuart Mill's theory of freedom. Using a qualitative descriptive approach, data were taken from excerpts of dialogue and narrative in folklore contained in the book Sastra Sana Bugis. The data collection technique was carried out through documentation studies with reading and note-taking techniques for excerpts containing values of tolerance. The data analysis technique used a content analysis model which included data reduction, categorization, interpretation based on Mill's theory, and drawing conclusions. The results of the analysis showed that the main category of tolerance values was freedom of thought and speech, such as respecting opinions, not imposing one's will, and opening up space for discussion. These values are reflected explicitly and implicitly in the narrative of the story, and are in line with the principles of harm and individuality according to Mill. These findings indicate that Bugis folklore can be a means of character learning based on local wisdom that is relevant for strengthening tolerance in the context of multicultural education. Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi nilai-nilai toleransi dalam cerita rakyat Bugis berdasarkan teori kebebasan John Stuart Mill. Dengan menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif, data diambil dari kutipan dialog dan narasi dalam cerita rakyat yang termuat dalam buku Sastra Lisan Bugis. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui studi dokumentasi dengan teknik baca dan catat terhadap kutipan yang mengandung nilai-nilai toleransi. Teknik analisis data menggunakan model analisis isi (content analysis) yang meliputi reduksi data, kategorisasi, interpretasi berdasarkan teori Mill, dan penarikan simpulan. Hasil analisis menunjukkan bahwa kategori utama nilai toleransi adalah kebebasan berpikir dan berbicara, seperti menghargai pendapat, tidak memaksakan kehendak, dan membuka ruang diskusi. Nilai-nilai ini tercermin secara eksplisit dan implisit dalam narasi cerita, dan selaras dengan prinsip harm dan individualitas menurut Mill. Temuan ini menunjukkan bahwa cerita rakyat Bugis dapat menjadi sarana pembelajaran karakter berbasis kearifan lokal yang relevan untuk penguatan toleransi dalam konteks pendidikan multikultural.
Gender Roles in Dahlia Rasyad’s Novel Perempuan Yang Memetik Mawar: Talcott Parsons’ Perspective Andi Indah; Anshari Anshari; Usman Usman; N. Ifga Gunawan
JENTERA: Jurnal Kajian Sastra Vol 15, No 1 (2026): Jentera: Jurnal Kajian Sastra
Publisher : Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26499/jentera.v15i1.8553

Abstract

The purpose of this study is to analyze the constructed gender roles in Dahlia Rasyad’s novel Perempuan yang Memetik Mawar using a gender sociology perspective, specifically structural-functional theory (Parsons, 1949; Parsons & Bales, 1995). This study employs a qualitative research design with a descriptive method. The data in this study consist of words, phrases, and sentences from the primary data source, namely Dahlia Rasyad’s novel Perempuan yang Memetik Mawar, collected through the read-and-record technique. The data were analyzed through data reduction, data presentation, and drawing conclusions, which were then verified using source and theoretical triangulation. The results of the study indicate that this novel constructs traditional gender roles, in which women perform expressive roles (domestic, nurturing, providing emotional support) and men perform instrumental roles (public, earning a living). However, the study also identified representations of masculine women who work hard and earn a living, as well as feminine men who perform domestic work and provide emotional support. This study contributes to the field of gender sociology while serving as a vehicle for social critique of gender inequality in Indonesian society, particularly within the context of the local culture of South Sumatra. Abstrak Tujuan penelitian ini yaitu menganalisis peran gender yang dikonstruksikan dalam novel Perempuan yang Memetik Mawar karya Dahlia Rasyad menggunakan perspektif sosiologi gender, yaitu teori struktural fungsional oleh Parsons (1949) dan Parsons & Bales (1995). Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian kualitatif dengan metode deskriptif. Data dalam penelitian ini adalah kata, frasa, dan kalimat dari sumber data utama, yaitu novel Perempuan yang Memetik Mawar, yang dikumpulkan melalui teknik baca dan catat. Analisis dengan cara reduksi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan kemudian diverifikasi menggunakan triangulasi sumber dan teori. Hasil penelitian menunjukkan bahwa novel ini mengonstruksikan peran gender tradisional di mana perempuan menjalankan peran ekspresif (domestik, mengasuh, memberi dukungan emosional) dan laki-laki menjalankan peran instrumental (publik, mencari nafkah). Namun, ditemukan pula representasi perempuan maskulin yang bekerja keras dan mencari nafkah, serta laki-laki feminim yang melakukan pekerjaan domestik dan memberi dukungan emosional. Penelitian ini memberikan kontribusi dalam studi sosiologi gender, sekaligus menjadi sarana kritik sosial terhadap ketidaksetaraan gender dalam masyarakat Indonesia, khususnya dalam konteks budaya lokal Sumatera Selatan.
Pelatihan Peningkatan Kompetensi Guru SMP di Kabupaten Barru Usman Usman; Ainun Najib Fatih; Muhammad Amran; Miftahul Jannah; Iyan Iyan
Aksi Kita: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 1 No. 3 (2025): MEI-JUNI
Publisher : Indo Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63822/mtaaq439

Abstract

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kompetensi guru dan tenaga kependidikan jenjang Sekolah Menengah Pertama (SMP) di Kabupaten Barru dalam menyusun soal Higher Order Thinking Skills (HOTS) serta merancang pembelajaran yang berorientasi pada deep learning. Kegiatan iin dilaksanakan melalui pelatihan yang intensif selama tiga hari. Kegiatan yang dilaksanakan mencakup pemaparan konsep, lokakarya penyusunan soal, serta praktif merancang pembelajaran bermakna. Metode yang digunakan pada kegiatan ini adalah pendekatan partisipatif di mana peserta terlibat aktif dalam merancang soal dan skenario pembelajaran berbasis pemecahan masalah kontekstual. Hasil dari pelatihan ini menunjukkan bawah 88% peserta mengalami peningkatan pemahaman terhadap karakteristik soal HOTS dan strategi pembelajaran mendalam. Selain itu, peserta mampu menghasilkan rancangan soal dan perangkat ajar yang lebih sesuai dengan capaian abad ke-21. Kegiatan ini diharapkan dapat mendukung peningkatan kualitas asesmen dan proses pembelajaran yang ada di sekolah menengah pertama, serta dapat mendorong peserta didik agar dapat menjadi pembelajara kritis dan reflektif.
Peningkatan Kemampuan Mengenal Huruf melalui Video Pembelajaran bagi Anak Tunagrahita kelas III di SLB Dharma Wanita Tana Toraja Ingrid Fatricia Bernard; Triyanto Pristiwaluyo; Usman Usman
-
Publisher : JURNAL ORTO DIDAKTIKA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/odeka.v3i2.54350

Abstract

This research was motivated by problems in recognizing letter in class III mentally retarded children at SLB Dharma Wanita Tana Toraja. The aim of this research is to find out: 1) The ability to recognize letter for mentally retarted children before implementing learning videos. 2) Ability to recognize letter for mentally retarded children after implementing learning videos. 3) Increasing the ability to recognize letter for mentally retarded children through the implementation of learning videos. The approach in this research is a quantitative approach with desckriptive research type. The subjects in this research were grade III mentally retarded children at SLB Dharma Wanita Tana Toraja with letters recognition ability test, observation and documentation as complementary data. The results of the study showed an increase in the ability to recognize letters in mentally retarded children. Before the implementation of the learning video, it was in the very poor category and after the implementation of the learning video, it improved and entered the capable category. The conclusion of this research is that there is an increase in the ability to recognize letters through the implementation of learning videos.
Penerapan Model Problem Based Learning Terhadap Kemampuan Literasi Sains Peserta Didik Nurkhalifah Gurdi; Usman Usman; Syamsul Wahid
Jurnal Pendidikan Fisika Vol. 14 No. 1 (2026)
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH METRO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24127/jpf.v14i1.15768

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kemampuan literasi sains peserta didik sebelum dan sesudah penerapan model Problem Based Learning (PBL) di kelas XI SMAN 9 Gowa. Penelitian pra-eksperimen ini menggunakan desain one group pretest–posttest dengan subjek 35 siswa kelas XI 8 tahun ajaran 2025/2026. Data diperoleh melalui tes literasi sains berupa pretest dan posttest, kemudian dianalisis menggunakan analisis deskriptif, inferensial, dan N-Gain. Hasil analisis deskriptif menunjukkan skor rata-rata pretest sebesar 5,57 dan posttest sebesar 12,3 termasuk kedalam kategori sedang. Uji normalitas Shapiro–Wilk menunjukkan data berdistribusi normal, sehingga dapat digunakan uji paired sample t-test yang menunjukkan adanya perbedaan yang signifikan antara skor pretest dan posttest. Nilai N-Gain kemudian dianalisis dan diperoleh sebesar 0,50 dalam kategori sedang, sehingga dapat disimpulkan bahwa penerapan model PBL secara signifikan meningkatkan kemampuan literasi sains peserta didik kelas XI 8 SMAN 9 Gowa dengan tingkat peningkatan sedang.
Co-Authors . Prabowo, . A. Hakim, A. A. Sri Astika Wahyuni Abdul Haris Abdul Majid Agus Susanto Ahmad Yani ahmad yani Ainun Najib Al Fatih Ainun Najib Alfatih Ainun Najib Fatih Aisyah Azis Aldena Aenun R Sakona Aldi Alwi Andi Annisa Tasrik Andi Indah Andi Karman Andi Muhammad Irfan Andriyana Andriyana Anita Candra Dewi Anshari Anshari Anwar Anwar Aslan Abidin Asmawati Asmawati Asmawati Asmawati Aswati Asri Aulia Nurkarima Jais Aulia Oktasesaria Azis Aulifiah Amri Ayu Cantika Putri Ayustira Fadly Baharman Baharman Bohari, Afisma Bunga Dara Amin Burhan, Imron Chaela Amelya Putri Devi Apyunita Deviana Deviana Elsa Fitri Erma Suryani Sahabuddin Fadilah Neyarasmi Fatmawati Fatmawati Feliatra Hajrah Hajrah Helmi Helmi Herlina Bunga' Karongi Idawati Garim Ingrid Fatricia Bernard Irwan, Andi Pratiwi Irwan, Irma Yanthi Ishaq, Iin Mulyani Iyan Iyan Izzatul Fadillah Jonathan S Pasinggi Kaharuddin Arafah Kembong Daeng Khaeruddin Khaeruddin Khaeruddin, Khaeruddin Khairunnisa Ramadhani Adam Khalifatun Saudah Lutbi Adam M. A. Martawijaya M. Asri B Mardatillah, Rahmi Miftafari Zakaria Miftahul Jannah Muderika Syamsuddin Mudinillah, Adam Muh. Syukri Gaffar Muhamad Arsyad Muhammad Aqil Rusli, Muhammad Muhammad Azis Irbani Muhammad Israq Muhammad Murdiwan Mutahharah Hasyim, Mutahharah Mutmainna, Mutmainna N. Ifga Gunawan Nasrul Ihsan Naufal Qadri Syarif Ni Luh Mei Sekarsari Nur Akhyar Basri Nur Aulia Fitriani Syarifuddin Nur Yani Nurfadhilah Nurfadhilah Nurhaliza Nurhaliza Nurkhalifah Gurdi Nurrahma Nurrahma Nurul Muthmainnah Herman P Palloan Pariabti Palloan Prabayanti, Eka Rahmah, Oliv Jumani Rakha Novendra Putra Ramadhani, Anisah Ratih Kusumaning Ayu Rejeki, Frafti Ridwansyah Ridwansyah Rita Tuken Ritha Tuken, Ritha Rosdiana Rosdiana Sakaria Sherlin Pebrianti Sri Astika Wahyuni Sri Putri Wahyuni Sri Wahyuni Subaer Subaer Sulistiawaty - Sulistiawaty sulistiawaty sulis Sulistiawaty Sulistiawaty Sulistiawaty Sulistiawaty Sultan Sultan Syamsudduha Syamsudduha Syamsul Wahid Trisno Setiawan Trisno Setiawan Trisno Setiawan Trisno Setiawan, Trisno Triyanto Pristiwaluyo Umar Mansyur Ummul Khaeri Ummul Nurul Syuhada Vicran Zharvan Vistarani Arini Tiwow Wahid, Hartina Wahono Widodo Wahyu Nugraha Wahyuni, Andi Sri Astika Yonathan S Pasinggi Yulia Yulia Yusuf A. Momang