Claim Missing Document
Check
Articles

Analisis Pendidikan terhadap Nilai-Nilai Islami dalam Film “172 Days” Karya Hadrah Daeng Ratu Khairani Istiqamah; Asep Dudi Suhardini
Jurnal Riset Pendidikan Agama Islam Volume 5, No. 1, Juli 2025, Jurnal Riset Pendidikan Agama Islam (JRPAI)
Publisher : UPT Publikasi Ilmiah Unisba

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/jrpai.v5i1.6658

Abstract

Abstract. Film is an effective medium in conveying messages, including Islamic values to society. This study aims to analyze the Islamic values contained in the film 172 Days by Hadrah Daeng Ratu and identify their relevance in the context of education. This study uses a qualitative approach with the content analysis method. The data in this study are in the form of dialogues, scenes and visuals that contain elements of Islamic values, which are then analyzed based on Islamic education theory. The results of the study show that the film 172 Days contains various Islamic values, for example patience, sincerity, consistency and concern for others. The Islamic values in this film are not only conveyed through dialogue between characters, but also through visual symbols and story narratives. In addition, the film 172 Days is relevant to Islamic education because it can be a means of learning morals and character for the audience, especially the younger generation. This study concludes that the film 172 Days can be used as one of the educational media to strengthen Islamic values in everyday life. The implication of this study is the importance of collaboration between the world of film and education in producing works that support the learning process. Abstrak. Film merupakan media yang efektif dalam menyampaikan pesan, termasuk nilai-nilai Islami kepada masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis nilai-nilai Islami yang terkandung dalam film 172 Days karya Hadrah Daeng Ratu serta mengidentifikasi relevansinya dalam konteks pendidikan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode analisis isi (content analysis). Data dalam penelitian ini berupa dialog, adegan dan visual yang mengandung unsur nilai-nilai Islami, yang kemudian dianalisis berdasarkan teori pendidikan Islam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa film 172 Days mengandung berbagai nilai Islami, contohnya seperti kesabaran, keikhlasan, keistiqamahan dan kepedulian terhadap sesama. Nilai-nilai Islami dalam film ini tidak hanya disampaikan melalui dialog antar karakter, tetapi juga melalui simbol-simbol visual dan narasi cerita. Selain itu, film 172 Days relevan dengan pendidikan Islam karena mampu menjadi sarana pembelajaran moral dan karakter bagi penonton, khususnya generasi muda. Penelitian ini menyimpulkan bahwa film 172 Days dapat dijadikan salah satu media edukasi untuk memperkuat nilai-nilai Islami dalam kehidupan sehari-hari. Implikasi dari penelitian ini adalah pentingnya kolaborasi antara dunia perfilman dan pendidikan dalam menghasilkan karya yang mendukung proses pembelajaran.
Refleksi Guru dan Internalisasi Nilai Islam Dalam PSE (Pembelajaran Sosial Emosional) di Sekolah Ipah Arianti; Erhamwilda; Asep Dudi Suhardini
Masagi: Jurnal Pendidikan Karakter Vol 2 No 2 (2025): Masagi: Jurnal Pendidikan Karakter
Publisher : UPT Publikasi Ilmiah UNISBA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/masagi.v2i2.7467

Abstract

Tekanan Sosial berdampak buruk pada kesehatan mental siswa jika ia tidak terampil meregulasi emosi. Kasus bullying di kalangan siswa merupakan cerminan regulasi emosi yang buruk. Pembelajaran sosial emosional (PSE) menjadi penting untuk mengantarkan siswa kepada kemampuan meregulasi emosi. Dengan PSE siswa dapat mengidentifikasi apa yang ada dalam dirinya, bersikap empati, dan dapat mengambil keputusan yang bertanggung jawab serta dapat memelihara hubungan sosial dengan baik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengalaman guru dalam menerapkan PSE di sekolah Islam termasuk internalisasi nilai-nilai Islam di dalamnya, serta kendala yang dihadapi saat melaksanakannya. Pendekatan penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan metode studi kasus. Data dikumpulkan melalui wawancara dan studi dokumen refleksi guru. Penelitian menunjukkan guru telah mengimplemntasikan PSE dengan beragam teknik, refleksi yang dilakukan guru menjadi proses krusial untuk menjembatani teori PSE dan praktik nyata, serta mengaitkannya dengan nilai-nilai Islam, guru yang secara konsisten merefleksikan praktik PSE dan menginternalisasi nilai-nilai Islam menunjukkan kemampuan yang lebih baik dalam menciptakan lingkungan belajara yang aman, suportif, dan empati. Tantangan utama yang ditemukan adalah wawasan guru tentang PSE belum mendalam, kurangnya konsistensi guru untuk melaksanakan PSE secara berkelanjutan dan kurangnya waktu serta dukungan dari sekolah untuk kegiatan refleksi secara mendalam. Penelitian menyimpulkan bahwa diperlukan program pengembangan profesional berkelanjutan dengan fokus pada keterampilan refleksi dan integrasi nilai-nilai Islam. Sekolah perlu menyediakan ruang dan waktu yang terstruktur bagi guru untuk berkolaborasi merancang, melaksanakan, dan merefleksi pembelajaran PSE dan internalisasi nilai-nilai Islam.
Integrasi Nilai Ihsan dalam Pendidikan Islam untuk Pembentukan Karakter Belajar Siswa Tatat Tarwiah; Erhamwilda; Asep Dudi Suhardini
Masagi: Jurnal Pendidikan Karakter Vol 2 No 2 (2025): Masagi: Jurnal Pendidikan Karakter
Publisher : UPT Publikasi Ilmiah UNISBA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/masagi.v2i2.7598

Abstract

Menurunnya integritas moral dan akademik siswa menunjukkan pentingnya integrasi nilai Islam dalam pendidikan karakter. Penelitian ini bertujuan menganalisis peran nilai ihsan dalam membentuk karakter belajar siswa serta merumuskan model integrasi yang relevan bagi pendidikan Islam. Dengan menggunakan pendekatan kualitatif melalui studi pustaka, data diperoleh dari litelatur klasik dan kontemporer dalam bidang Pendidikan Islam dan psikologi, kemudian dianalisis secara tematik dan divalidasi melalui triangulasi teori. Hasil penelitian menunjukan bahwa nilai ihsan mampu menumbuhkan kesadaran spiritual, akhlak mulia, serta orientasi belajar yang berproses. Oleh karena itu, integrasi nilai ihsan dalam kurikulum Pendidikan Islam menjadi pentinng untuk membangun karakter belajar yang kuat dan berkontribusi pada pengembangan model Pendidikan karakter berbasis Islam.
PEMBELAJARAN AFEKTIF DALAM PENDIDIKAN ISLAM: MENYENTUH HATI, MEMBENTUK KARAKTER Dewi Masitoh; Erhamwilda; Asep Dudi Suhardini
Masagi: Jurnal Pendidikan Karakter Vol 2 No 2 (2025): Masagi: Jurnal Pendidikan Karakter
Publisher : UPT Publikasi Ilmiah UNISBA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/masagi.v2i2.7600

Abstract

Artikel ini dilatarbelakangi oleh kecenderungan pendidikan kontemporer yang terlalu berorientasi pada ranah kognitif sehingga mengabaikan pembinaan afektif, padahal Islam menempatkan pendidikan sebagai proses integral yang mencakup akal, hati, dan jiwa. Tujuan penelitian ini adalah menegaskan urgensi penguatan dimensi afektif dalam pendidikan Islam berbasis nilai serta menawarkan model konseptual pembelajaran yang menyentuh hati dan membentuk karakter. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi pustaka (library research) yang bersifat deskriptif-analitis. Sumber penelitian terdiri atas sumber primer berupa Al-Qur’an, hadis, karya ulama klasik dan kontemporer, serta teori psikologi pendidikan, sedangkan sumber sekunder berupa jurnal ilmiah, buku, dan laporan penelitian mutakhir. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui penelusuran literatur akademik digital dan manual, kemudian dianalisis melalui reduksi data, klasifikasi tematik, analisis isi, serta sintesis teoritik dengan triangulasi sumber untuk menjaga keabsahan. Hasil kajian menunjukkan bahwa pembelajaran afektif Islami perlu diwujudkan melalui strategi pengajaran berbasis nilai, pendekatan reflektif-empatik, dan sistem evaluasi yang mengintegrasikan aspek spiritual dan moral. Guru dalam hal ini berperan tidak hanya sebagai mu’allim, tetapi juga sebagai murabbi dan muaddib yang menumbuhkan akhlak dan kepekaan jiwa siswa.
Pengaruh Media Roda Baca Pintar untuk Meningkatkan Kemampuan Membaca Permulaan Usia 4-5 Tahun Santi Nurbayani; Asep Dudi Suhardini
Jurnal Riset Pendidikan Guru Paud Volume 3, No. 2, Desember 2023, Jurnal Riset Pendidikan Guru Paud (JRPGP)
Publisher : UPT Publikasi Ilmiah Unisba

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/jrpgp.v3i2.3078

Abstract

Abstract. The background of this research is that students in group A of PAUD X have problems reading. In fact, children are not yet able, including children who cannot connect between the sound and the shape of the letters that the child sees. This study aims to improve the early reading skills of children aged 4-5 years through the media of smart reading wheels. The research method is a class action method. The average value of the Pracycle is 65.4. The research results in this Pracycle have said that there are 2 BSH students with a BSH percentage of 20%; students are still said to have MB as many as 5 students with an MB percentage of 50%, while students are said to have BB as many as 3 students with a BB percentage of 30%. The process of implementing learning through the smart reading wheel media to improve initial reading skills in group A PAUD X is carried out for three cycles. The conclusion from the results of observing the teacher's learning activities through the smart wheel game can be seen that there was an increase in Cycle I, Cycle II, and Cycle III. In Cycle I obtained an average value of 72.3% with BSH criteria (Developing According to Expectations). Furthermore, in Cycle II, it obtained an average value of 74.8% with BSH criteria (Developing According to Expectations). Then in Cycle III it obtained an average value of 81.3% with BSB criteria (Very Good Development). Abstrak. Penelitian ini dilatar belakangi oleh siswa di kelompok A Paud X yang mengalami masalah dalam membaca. Nyatanya anak-anak belum mampu diantaranya anak belum bisa menghubungkan antara bunyi dan bentuk huruf yang anak lihat, anak belum bisa mengurutkan susunan nama, anak masih ada yang belum bisa menirukan bentuk huruf-huruf abjad. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan membaca permulaan anak usia 4-5 Tahun melalui media roda baca pintar. Metode penelitian adalah metode tindakan kelas. Nilai rata-rata Prasiklus yaitu mencapai 65.4 hasil penelitian pada Prasiklus ini sudah dikatakan BSH sebanyak 2 siswa dengan presentase BSH 20% siswa masih dikatakan MB sebanyak 5 siswa dengan presentase MB 50% sementara siswa dikatakan BB sebanyak 3 siswa dengan presentase BB 30%. Proses pelaksanaan pembelajaran melalui media roda baca pintar untuk meningkatkan kemampuan membaca permulaan di kelompok A PAUD X dilaksanakan selama tiga siklus. Kesimpulan dari hasil observasi aktivitas pembelajaran guru melalui permainan roda pintar dapat terlihat bahwa adanya peningkatan di Siklus I, Siklus II, dan Siklus III. Pada Siklus I memperoleh nilai rata-rata72.3 % dengan kriteria BSH (Berkembang Sesuai Harapan). Pada Siklus II memperoleh nilai rata-rata 74.8 % dengan kriteria BSH (Berkembang Sesuai Harapan). Pada Siklus III memperoleh nilai rata-rata 81.3 % dengan kriteria BSB (Berkembang Sangat Baik).  
Implementasi Model Pembelajaran Berbasis Projek dengan Metode Integrated Teaching and Learning pada Kurikulum Merdeka di Jenjang Pendidikan Dasar Erlangga, Revan Dwi; Rahminawati, Nan; Suhardini, Asep Dudi
Journal of Education Research Vol. 5 No. 2 (2024)
Publisher : Perkumpulan Pengelola Jurnal PAUD Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37985/jer.v5i2.958

Abstract

Kurikulum merdeka harus diimplementasikan oleh setiap lembaga pendidikan. Namun pengimplementasian kurikulum merdeka terutama dalam pelaksanaan projek menuai permasalahan. Maka penelitian ini bertujuan untuk membuat sebuah dokumen pembelajaran projek atau PjBL dengan menggunakan Integrated Teaching and Learning guna menjawab permasalahan yang muncul dalam pengimplementasian kurikulum merdeka. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif dengan pendekatan grounded theory. Hasil penelitian menunjukkan: Landasan digunakannya model PjBL karena adanya regulasi tentang pengimplementasian kurikulum merdeka. Kelebihan sintaks pembelajaran PjBL dengan ITL dalam projek yang dijalankan dapat dikaitkan dengan setiap mata pelajaran. Prinsip reaksi menggambarkan cara guru dalam memberikan respon kepada siswanya sebagai pembimbing dan fasilitator terhadap kemampuan siswa. Sistem social munculnya interaksi antara guru dan siswa maupun siswa dengan siswa. Dampak yang muncul yakni ketercapaian KI atau KD, TP atau ATP, maupun pilar karakter P tiga dalam pembelajaran. Sistem pendukung yang dapat terlihat yakni pedoman kurikulum yang menjadi acuan pembelajaran serta SDM yang berkualitas.
Peran Guru Penggerak terhadap Pembentukan Sikap Spiritualitas Berbasis Nasionalisme Peserta Didik di Sekolah Menengah Pertama Muhammad, Giantomi; Elmuna, Labib; Suhardini, Asep Dudi
Tapis: Jurnal Penelitian Ilmiah Vol 8 No 2 (2024): Tapis : Jurnal Penelitian Ilmiah
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat of Universitas Islam Negeri Jurai Siwo Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32332/tapis.v8i2.9399

Abstract

The driving teacher is the latest breakthrough from the Ministry of Education and Culture which functions as a motivator and school inspiration for students and fellow teachers. Its existence has a big influence and implications for school culture full of educational values. Global challenges are dimming existing norms, thereby weakening spiritual attitudes which give rise to various kinds of degradation, including tests for the nation's nationalist soul. A driving teacher is a figure who minimizes this and brings about change by forming a spiritual attitude based on nationalism. This research uses a qualitative approach with a case study method, with data collection techniques of observation, interviews, and documentation. The results obtained are that driving teachers are part of forming a spiritual attitude based on nationalism by playing a role in carrying out habituation, acculturation, and empowerment in a consistent and directed manner.
Peran Media Digital Interaktif Smartboard terhadap Motivasi Belajar Siswa Sekolah Dasar Afifah Ulya Ainurrohmah DCG; Erhamwilda, Erhamwilda; Asep Dudi Suhardini
Jurnal Ilmu Pendidikan dan Psikologi (JIPP) Vol. 4 No. 1 (2026): Januari
Publisher : Perkumpulan Cendekia Muda Kreatif Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61116/jipp.v4i1.754

Abstract

Penggunaan smartboard sebagai media digital interaktif semakin banyak diadopsi dalam pembelajaran sekolah dasar karena mampu meningkatkan keterlibatan dan motivasi belajar siswa. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji peran smartboard terhadap motivasi belajar siswa SD pada mata pelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI), dengan fokus pada kelas IV dan V di salah satu SD di Bandung. Metode yang digunakan adalah pendekatan kualitatif deskriptif melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa smartboard mampu meningkatkan motivasi intrinsik siswa, membangun kepercayaan diri, dan menciptakan suasana belajar yang kolaboratif dan menyenangkan. Namun, ditemukan juga tantangan seperti ketergantungan media dan kesiapan guru yang belum merata. Kesimpulannya, smartboard efektif dalam mendukung pembelajaran jika digunakan dengan pendekatan pedagogis yang tepat dan dukungan pelatihan guru.
Co-Authors 10030121093, Hana Hanifah Firdaus 10030219011, Danisya Firdani Supriono AA Sudharmawan, AA Aep Saepudin Afifa Fauziyah Salsabila Afifah Ulya Ainurrohmah DCG Ahmad Yani Aini, Siti Noor Alfi Riza Nugraha Amalia Rizki Febrianti Amy Kurnia Rahmawati Annisa Sa'diah Ansori Ansori Arif Hakim Arif Hakim Asep Rifqi Abdul Mughni Aulia Nakhita Hashi Auryn Virginia Maryani Avid Leonardo Sari Ayi Sobarna Azizah, Hasna Nur Azlan Kiaq Benazia Rahma Putri Cahya Agung Nugraha Dedih Surana Demmy Arfani Arafah Dewi Masitoh Dewi Mulyani Dewi Yulia Dhiyaan Wadzikran Dinar Nur Inten Eko Surbiantoro Eko Surbiantoro Elmuna, Labib Enoh Erhamwilda Erlangga, Revan Dwi Fitroh Hayati Hakim, Arif Hasna Nur Azizah Helmi Aziz Heru Pratikno Huriah Rachmah Ihsan Sidikin Iim Rohimah Iim Rohimah Ipah Arianti Iqhlima Yustpika Putri Irwandi Kenia Khaira Shaliha Khairani Istiqamah Khairil Harja Dinata Khofifah Arro'uf Laksmi Dewi Laksmi Dewi, Laksmi masnipal Metha Nahda Afriliya Mila Karmila Milleandi Indra Emil Muhammad, Giantomi Mujahid Rayid Munazzah Hurun Ainun Nadri Taja Nadri Taja Nan Rahminawati Nan Rahminawati Nindy Nur Pitaloka Nova Amelia Putri Nurul Afrianti Nurul Afrianti, Nurul Nury Nurjanah Pamungkas, Muhamad Imam Pipih Sopiah Rasyid, A. Mujahid Revan Dwi Erlangga Revi Rusdatul Jannah Rifan Shodikin Rini Riyani Salma Afifah Nuryani Salma Wildani Siti Hafsah Salsabila Syahda Jaenudin Santi Nurbayani Sany Nurchoeriyah Selvi Putri Wahyutiara Sheren Issaura Siti Hanifah Najmal Jannah Siti Marwah Nurmuffidah Siti Nurazizah Siti Rahmawati Sobar Al Ghazal Sobar Al Ghazal Sri Hartini Suri Dara Adinda Tasya Azzahra Tatat Tarwiah Usamah Almujahid Wahyu Fajar Faadhilah Yayang Purnama Sari