Claim Missing Document
Check
Articles

Pengaruh Media Roda Baca Pintar untuk Meningkatkan Kemampuan Membaca Permulaan Usia 4-5 Tahun Santi Nurbayani; Asep Dudi Suhardini
Jurnal Riset Pendidikan Guru Paud Volume 3, No. 2, Desember 2023, Jurnal Riset Pendidikan Guru Paud (JRPGP)
Publisher : UPT Publikasi Ilmiah Unisba

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/jrpgp.v3i2.3078

Abstract

Abstract. The background of this research is that students in group A of PAUD X have problems reading. In fact, children are not yet able, including children who cannot connect between the sound and the shape of the letters that the child sees. This study aims to improve the early reading skills of children aged 4-5 years through the media of smart reading wheels. The research method is a class action method. The average value of the Pracycle is 65.4. The research results in this Pracycle have said that there are 2 BSH students with a BSH percentage of 20%; students are still said to have MB as many as 5 students with an MB percentage of 50%, while students are said to have BB as many as 3 students with a BB percentage of 30%. The process of implementing learning through the smart reading wheel media to improve initial reading skills in group A PAUD X is carried out for three cycles. The conclusion from the results of observing the teacher's learning activities through the smart wheel game can be seen that there was an increase in Cycle I, Cycle II, and Cycle III. In Cycle I obtained an average value of 72.3% with BSH criteria (Developing According to Expectations). Furthermore, in Cycle II, it obtained an average value of 74.8% with BSH criteria (Developing According to Expectations). Then in Cycle III it obtained an average value of 81.3% with BSB criteria (Very Good Development). Abstrak. Penelitian ini dilatar belakangi oleh siswa di kelompok A Paud X yang mengalami masalah dalam membaca. Nyatanya anak-anak belum mampu diantaranya anak belum bisa menghubungkan antara bunyi dan bentuk huruf yang anak lihat, anak belum bisa mengurutkan susunan nama, anak masih ada yang belum bisa menirukan bentuk huruf-huruf abjad. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan membaca permulaan anak usia 4-5 Tahun melalui media roda baca pintar. Metode penelitian adalah metode tindakan kelas. Nilai rata-rata Prasiklus yaitu mencapai 65.4 hasil penelitian pada Prasiklus ini sudah dikatakan BSH sebanyak 2 siswa dengan presentase BSH 20% siswa masih dikatakan MB sebanyak 5 siswa dengan presentase MB 50% sementara siswa dikatakan BB sebanyak 3 siswa dengan presentase BB 30%. Proses pelaksanaan pembelajaran melalui media roda baca pintar untuk meningkatkan kemampuan membaca permulaan di kelompok A PAUD X dilaksanakan selama tiga siklus. Kesimpulan dari hasil observasi aktivitas pembelajaran guru melalui permainan roda pintar dapat terlihat bahwa adanya peningkatan di Siklus I, Siklus II, dan Siklus III. Pada Siklus I memperoleh nilai rata-rata72.3 % dengan kriteria BSH (Berkembang Sesuai Harapan). Pada Siklus II memperoleh nilai rata-rata 74.8 % dengan kriteria BSH (Berkembang Sesuai Harapan). Pada Siklus III memperoleh nilai rata-rata 81.3 % dengan kriteria BSB (Berkembang Sangat Baik).  
Implementasi Model Pembelajaran Berbasis Projek dengan Metode Integrated Teaching and Learning pada Kurikulum Merdeka di Jenjang Pendidikan Dasar Erlangga, Revan Dwi; Rahminawati, Nan; Suhardini, Asep Dudi
Journal of Education Research Vol. 5 No. 2 (2024)
Publisher : Perkumpulan Pengelola Jurnal PAUD Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37985/jer.v5i2.958

Abstract

Kurikulum merdeka harus diimplementasikan oleh setiap lembaga pendidikan. Namun pengimplementasian kurikulum merdeka terutama dalam pelaksanaan projek menuai permasalahan. Maka penelitian ini bertujuan untuk membuat sebuah dokumen pembelajaran projek atau PjBL dengan menggunakan Integrated Teaching and Learning guna menjawab permasalahan yang muncul dalam pengimplementasian kurikulum merdeka. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif dengan pendekatan grounded theory. Hasil penelitian menunjukkan: Landasan digunakannya model PjBL karena adanya regulasi tentang pengimplementasian kurikulum merdeka. Kelebihan sintaks pembelajaran PjBL dengan ITL dalam projek yang dijalankan dapat dikaitkan dengan setiap mata pelajaran. Prinsip reaksi menggambarkan cara guru dalam memberikan respon kepada siswanya sebagai pembimbing dan fasilitator terhadap kemampuan siswa. Sistem social munculnya interaksi antara guru dan siswa maupun siswa dengan siswa. Dampak yang muncul yakni ketercapaian KI atau KD, TP atau ATP, maupun pilar karakter P tiga dalam pembelajaran. Sistem pendukung yang dapat terlihat yakni pedoman kurikulum yang menjadi acuan pembelajaran serta SDM yang berkualitas.
Peran Guru Penggerak terhadap Pembentukan Sikap Spiritualitas Berbasis Nasionalisme Peserta Didik di Sekolah Menengah Pertama Muhammad, Giantomi; Elmuna, Labib; Suhardini, Asep Dudi
Tapis: Jurnal Penelitian Ilmiah Vol 8 No 2 (2024): Tapis : Jurnal Penelitian Ilmiah
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat of Universitas Islam Negeri Jurai Siwo Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32332/tapis.v8i2.9399

Abstract

The driving teacher is the latest breakthrough from the Ministry of Education and Culture which functions as a motivator and school inspiration for students and fellow teachers. Its existence has a big influence and implications for school culture full of educational values. Global challenges are dimming existing norms, thereby weakening spiritual attitudes which give rise to various kinds of degradation, including tests for the nation's nationalist soul. A driving teacher is a figure who minimizes this and brings about change by forming a spiritual attitude based on nationalism. This research uses a qualitative approach with a case study method, with data collection techniques of observation, interviews, and documentation. The results obtained are that driving teachers are part of forming a spiritual attitude based on nationalism by playing a role in carrying out habituation, acculturation, and empowerment in a consistent and directed manner.
Peran Media Digital Interaktif Smartboard terhadap Motivasi Belajar Siswa Sekolah Dasar Afifah Ulya Ainurrohmah DCG; Erhamwilda, Erhamwilda; Asep Dudi Suhardini
Jurnal Ilmu Pendidikan dan Psikologi (JIPP) Vol. 4 No. 1 (2026): Januari
Publisher : Perkumpulan Cendekia Muda Kreatif Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61116/jipp.v4i1.754

Abstract

Penggunaan smartboard sebagai media digital interaktif semakin banyak diadopsi dalam pembelajaran sekolah dasar karena mampu meningkatkan keterlibatan dan motivasi belajar siswa. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji peran smartboard terhadap motivasi belajar siswa SD pada mata pelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI), dengan fokus pada kelas IV dan V di salah satu SD di Bandung. Metode yang digunakan adalah pendekatan kualitatif deskriptif melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa smartboard mampu meningkatkan motivasi intrinsik siswa, membangun kepercayaan diri, dan menciptakan suasana belajar yang kolaboratif dan menyenangkan. Namun, ditemukan juga tantangan seperti ketergantungan media dan kesiapan guru yang belum merata. Kesimpulannya, smartboard efektif dalam mendukung pembelajaran jika digunakan dengan pendekatan pedagogis yang tepat dan dukungan pelatihan guru.
A STRENGTHS OF THE TAQWA CURRICULUM MODEL: EVIDENCE FROM HOMESCHOOLING TAHFIDZ SULAIMAN BALADIL HUFFAADZ BANDUNG Aminah, Aam; Suhardini, Asep Dudi; Rachmah, Huriah
SIBATIK JOURNAL: Jurnal Ilmiah Bidang Sosial, Ekonomi, Budaya, Teknologi, Dan Pendidikan Vol. 5 No. 3 (2026)
Publisher : Penerbit Lafadz Jaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54443/sibatik.v5i3.4433

Abstract

This study aims to evaluate the effectiveness and implementation dynamics of the Taqwa Curriculum Model within the context of Islamic homeschooling. The research was conducted at Tahfidz Homeschooling Sulaiman Baladil Huffaadz Elementary School in Bandung over a period of 61 days, utilizing a qualitative case study approach. A total of 17 participants, selected from among teachers and students, were involved in semi-structured interviews. Data were analyzed using a six-step thematic analysis technique. The results indicate that the Taqwa Curriculum Model effectively integrates Al-Qur’an memorization with religious understanding and student character development, which is significantly mediated by active parental involvement through daily Muraja’ah practices. Theoretically, these findings reinforce the concept of Fitrah-based education and the repositioning of the family as the primary educational unit. Practically, the implications emphasize the importance of a supportive learning ecosystem and humanist evaluation methods. Policy recommendations are directed toward the formal recognition of value-based curriculum quality standards within informal education pathways and the provision of structured pedagogical guidelines for parents to ensure the sustained quality of national Islamic education. Further research employing quasi-experimental or longitudinal approaches is recommended to obtain more robust evidence regarding the effectiveness of the Taqwa Curriculum Model.
Refleksi Guru dan Internalisasi Nilai Islam Dalam PSE (Pembelajaran Sosial Emosional) di Sekolah Ipah Arianti; Erhamwilda; Asep Dudi Suhardini
Masagi: Jurnal Pendidikan Karakter Vol 2 No 2 (2025): Masagi: Jurnal Pendidikan Karakter
Publisher : UPT Publikasi Ilmiah UNISBA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/masagi.v2i2.7467

Abstract

Tekanan Sosial berdampak buruk pada kesehatan mental siswa jika ia tidak terampil meregulasi emosi. Kasus bullying di kalangan siswa merupakan cerminan regulasi emosi yang buruk. Pembelajaran sosial emosional (PSE) menjadi penting untuk mengantarkan siswa kepada kemampuan meregulasi emosi. Dengan PSE siswa dapat mengidentifikasi apa yang ada dalam dirinya, bersikap empati, dan dapat mengambil keputusan yang bertanggung jawab serta dapat memelihara hubungan sosial dengan baik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengalaman guru dalam menerapkan PSE di sekolah Islam termasuk internalisasi nilai-nilai Islam di dalamnya, serta kendala yang dihadapi saat melaksanakannya. Pendekatan penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan metode studi kasus. Data dikumpulkan melalui wawancara dan studi dokumen refleksi guru. Penelitian menunjukkan guru telah mengimplemntasikan PSE dengan beragam teknik, refleksi yang dilakukan guru menjadi proses krusial untuk menjembatani teori PSE dan praktik nyata, serta mengaitkannya dengan nilai-nilai Islam, guru yang secara konsisten merefleksikan praktik PSE dan menginternalisasi nilai-nilai Islam menunjukkan kemampuan yang lebih baik dalam menciptakan lingkungan belajara yang aman, suportif, dan empati. Tantangan utama yang ditemukan adalah wawasan guru tentang PSE belum mendalam, kurangnya konsistensi guru untuk melaksanakan PSE secara berkelanjutan dan kurangnya waktu serta dukungan dari sekolah untuk kegiatan refleksi secara mendalam. Penelitian menyimpulkan bahwa diperlukan program pengembangan profesional berkelanjutan dengan fokus pada keterampilan refleksi dan integrasi nilai-nilai Islam. Sekolah perlu menyediakan ruang dan waktu yang terstruktur bagi guru untuk berkolaborasi merancang, melaksanakan, dan merefleksi pembelajaran PSE dan internalisasi nilai-nilai Islam.
Integrasi Nilai Ihsan dalam Pendidikan Islam untuk Pembentukan Karakter Belajar Siswa Tatat Tarwiah; Erhamwilda; Asep Dudi Suhardini
Masagi: Jurnal Pendidikan Karakter Vol 2 No 2 (2025): Masagi: Jurnal Pendidikan Karakter
Publisher : UPT Publikasi Ilmiah UNISBA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/masagi.v2i2.7598

Abstract

Menurunnya integritas moral dan akademik siswa menunjukkan pentingnya integrasi nilai Islam dalam pendidikan karakter. Penelitian ini bertujuan menganalisis peran nilai ihsan dalam membentuk karakter belajar siswa serta merumuskan model integrasi yang relevan bagi pendidikan Islam. Dengan menggunakan pendekatan kualitatif melalui studi pustaka, data diperoleh dari litelatur klasik dan kontemporer dalam bidang Pendidikan Islam dan psikologi, kemudian dianalisis secara tematik dan divalidasi melalui triangulasi teori. Hasil penelitian menunjukan bahwa nilai ihsan mampu menumbuhkan kesadaran spiritual, akhlak mulia, serta orientasi belajar yang berproses. Oleh karena itu, integrasi nilai ihsan dalam kurikulum Pendidikan Islam menjadi pentinng untuk membangun karakter belajar yang kuat dan berkontribusi pada pengembangan model Pendidikan karakter berbasis Islam.
PEMBELAJARAN AFEKTIF DALAM PENDIDIKAN ISLAM: MENYENTUH HATI, MEMBENTUK KARAKTER Dewi Masitoh; Erhamwilda; Asep Dudi Suhardini
Masagi: Jurnal Pendidikan Karakter Vol 2 No 2 (2025): Masagi: Jurnal Pendidikan Karakter
Publisher : UPT Publikasi Ilmiah UNISBA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/masagi.v2i2.7600

Abstract

Artikel ini dilatarbelakangi oleh kecenderungan pendidikan kontemporer yang terlalu berorientasi pada ranah kognitif sehingga mengabaikan pembinaan afektif, padahal Islam menempatkan pendidikan sebagai proses integral yang mencakup akal, hati, dan jiwa. Tujuan penelitian ini adalah menegaskan urgensi penguatan dimensi afektif dalam pendidikan Islam berbasis nilai serta menawarkan model konseptual pembelajaran yang menyentuh hati dan membentuk karakter. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi pustaka (library research) yang bersifat deskriptif-analitis. Sumber penelitian terdiri atas sumber primer berupa Al-Qur’an, hadis, karya ulama klasik dan kontemporer, serta teori psikologi pendidikan, sedangkan sumber sekunder berupa jurnal ilmiah, buku, dan laporan penelitian mutakhir. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui penelusuran literatur akademik digital dan manual, kemudian dianalisis melalui reduksi data, klasifikasi tematik, analisis isi, serta sintesis teoritik dengan triangulasi sumber untuk menjaga keabsahan. Hasil kajian menunjukkan bahwa pembelajaran afektif Islami perlu diwujudkan melalui strategi pengajaran berbasis nilai, pendekatan reflektif-empatik, dan sistem evaluasi yang mengintegrasikan aspek spiritual dan moral. Guru dalam hal ini berperan tidak hanya sebagai mu’allim, tetapi juga sebagai murabbi dan muaddib yang menumbuhkan akhlak dan kepekaan jiwa siswa.
Manajemen Pendidikan Karakter Leaderpreneur bagi Peserta Didik pada SMA Al-Aziz Islamic Boarding School di Kabupaten Bandung Barat Aulia Rohmah; Asep Dudi Suhardini; Muhardi
Idarotuna: Jurnal Manajemen Pendidikan Islam Vol. 3, No. 1 (Mei 2026) Idarotuna: Jurnal Manajemen Pendidikan Islam
Publisher : Fakultas Tarbiyah dan Keguruan dan UPT Publikasi Ilmiah (Universitas Islam Bandung)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/idarotuna.v3i1.9578

Abstract

His study aims to describe the management of leaderpreneur character education for students at Al-Aziz Islamic Boarding School in West Bandung Regency. This study uses a qualitative approach with a case study method. The research subjects include the principal and teachers. Data collection techniques are carried out through interviews, observations, and documentation studies. Research informants include the principal and teachers. Data analysis is carried out through the stages of data reduction, data presentation, and drawing conclusions with data validity tests using source and technique triangulation. (1) planning for leaderpreneur character education is carried out systematically through the integration of the school's vision and mission, curriculum, and flagship programs based on Islamic values; (2) organizing character education is carried out through a clear division of roles and responsibilities between the principal, teachers, dormitory supervisors, and student organizations; (3) implementation of leaderpreneur character education is realized through project-based learning, habituation of dormitory life.
Puritan, Moderate, and Liberal Youth Muslim: Islamic Identity Typology Among Generation Z Students in Indonesian Universities Nadri Taja; Arif Hakim; Asep Dudi Suhardini; Riyandi Baehaqi; Muhamad Imam Pamungkas
Afkaruna: Indonesian Interdisciplinary Journal of Islamic Studies Vol. 20 No. 1: June 2024
Publisher : Fakultas Studi Islam dan Peradaban, Universitas Muhammadiyah Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18196/afkaruna.v20i1.20529

Abstract

The objective of this article is to examine the categorization of student’s comprehension of religion within two Indonesian universities, namely Universitas Islam Bandung and Universitas Pendidikan Indonesia, due to the presence in promoting Islamic values by offering Islamic religious education subject and religious mentoring programs in the curriculum that have a significant impact on student’s religious beliefs. The research employed a cross-sectional survey with descriptive analysis and utilized a sample of 139 students from both universities. It identified three typologies of Islamic identities within the students: first, the Puritans, who are identical to the Indonesian Salafist local leader Yazid bin Abdul Qadir Jawas; second, the moderate Islam, influenced by Yusuf al-Qardhawi's teaching; and third, the liberal, associated with Ulil Abshar Abdala's Jaringan Islam Liberal movement. The findings are: The students enrolled in the Islamic Religious Education at Universitas Islam Bandung showed a predominant inclination towards the Puritans (50-53.3%), the moderate (30%), and the liberal (16.7-20%), respectively. Within Universitas Pendidikan Indonesia's student reveals a trend towards the Puritans (30-43.3%), the moderate (26.7- 50%), and the liberal (20-30%), respectively. This shows there is a strong inclination towards the Puritans within both universities, and it is recommended that both universities formulate policies and strategies for strengthening religious moderation.
Co-Authors 10030121093, Hana Hanifah Firdaus 10030219011, Danisya Firdani Supriono AA Sudharmawan, AA Aam Aminah Abda Abda Aep Saepudin Afifa Fauziyah Salsabila Afifah Ulya Ainurrohmah DCG Ahmad Yani Aini, Siti Noor Alfi Riza Nugraha Amalia Rizki Febrianti Amy Kurnia Rahmawati Andewi Suhartini Anita Nur Afiani Annisa Sa'diah Ansori Ansori Arfani Amalia Arif Hakim Arif Hakim Arif Hakim Arif Hakim Asep Rifqi Abdul Mughni Aulia Nakhita Hashi Aulia Rohmah Auryn Virginia Maryani Avid Leonardo Sari Ayi Sobarna Azizah, Hasna Nur Azlan Kiaq Benazia Rahma Putri Cahya Agung Nugraha Dedih Surana Demmy Arfani Arafah Dewi Masitoh Dewi Mulyani Dewi Mulyani Dewi Yulia Dhiyaan Wadzikran Dinar Nur Inten Eko Surbiantoro Ely Amalia Enoh Erhamwilda Erlangga, Revan Dwi Fitroh Hayati Giantomi Muhammad Hakim, Arif Hasna Nur Azizah Helmi Aziz Heru Pratikno Hoeratun Napsiah Huriah Rachmah Ihsan Sidikin Iim Rohimah Iim Rohimah Iis Komala Tanti Imas Nurkhopipah Ipah Arianti Iqhlima Yustpika Putri Irwandi Joni Haryanto Kenia Khaira Shaliha Khairani Istiqamah Khairil Harja Dinata Khofifah Arro'uf Labib Elmuna Laksmi Dewi Laksmi Dewi, Laksmi Masnipal masnipal Mega Fatimah Rosana Metha Nahda Afriliya Mila Karmila Milleandi Indra Emil Monika Oktaviana Putri Muhamad Alihanafiah bin Norasid Muhamad Imam Pamungkas Muhammad Zarkasyi Ali Muhardi Mujahid Rasyid Mujahid Rayid Munazzah Hurun Ainun Nabila Zahra Ramadhani Nadri Taja Nan Rahminawati Nimatul Janna Tokan Nindy Nur Pitaloka Nova Amelia Putri Nurul Afrianti, Nurul Nurwadjah Ahmad E.Q Ahmad E.Q Nury Nurjanah Pipih Sopiah Revan Dwi Erlangga Revi Rusdatul Jannah Rifan Shodikin Rini Riyani Riyandi Baehaqi Salma Afifah Nuryani Salma Wildani Siti Hafsah Salsabila Syahda Jaenudin Santi Nurbayani Sanusi, Iwan Sany Nurchoeriyah Selvi Putri Wahyutiara Sheren Issaura Siti Anjani Sofitri Siti Hanifah Najmal Jannah Siti Marwah Nurmuffidah Siti Nurazizah Siti Rahmawati Sobar Al Ghazal Sobar Al Ghazal Sri Hartini Suri Dara Adinda Tasya Azzahra Tatat Tarwiah Usamah Almujahid Wahyu Fajar Faadhilah Widi Fachrunnisa Yayang Purnama Sari