Claim Missing Document
Check
Articles

Peningkatan Pemahaman Siswa terhadap Mata Pelajaran Akidah Akhlak melalui Metode Index Card Match Kenia; Asep Dudi Suhardini
Jurnal Riset Pendidikan Agama Islam Volume 2, No. 2, Desember 2022, Jurnal Riset Pendidikan Agama Islam (JRPAI)
Publisher : UPT Publikasi Ilmiah Unisba

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/jrpai.v2i2.1261

Abstract

Abstract. This research is motivated by the low understanding of students on the material aqidah morals, this is caused by the application of learning that is still teacher centered and the delivery of material is monotonous. To improve students' understanding, learning needs to be directed at activities that encourage students to be active in the classroom, namely by using the index card match method, where all students are active in learning because they have the same time. Based on this phenomenon, the formulation of the problem in this study are: (1) How is moral aqidah learning using conventional methods? (2) How is the application of moral aqidah learning by using the index card match method? (3) Is there an effect of the index card match method on the understanding of the moral aqidah learning material in class VIII students?. Researchers used a quasi-experimental method with a quantitative approach. Data collection techniques in this study are tests, observations, interviews, and documentation. Data analysis was performed by t-test using paired sample t-test. The results showed that the index card match method had an effect on increasing students' understanding as seen from the results of the t-test. Then H0 is rejected and Ha is accepted, this shows that there is an effect of the index card match method on increasing student understanding. Abstrak. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya pemahaman siswa terhadap materi akidah akhlak, hal ini disebabkan oleh penerapan pembelajaran yang masih teacher centered dan penyampaian materi yang monoton. Untuk meningkatkan pemahaman siswa, maka pembelajaran perlu diarahkan pada aktivitas-aktivitas yang mendorong siswa aktif di dalam kelas, yaitu dengan menggunakan metode index card match, di mana semua siswa aktif dalam pembelajaran karena memiliki waktu yang sama. Berdasarkan fenomena tersebut, maka rumusan masalah dalam penelitian ini ialah: (1) Bagaimana pembelajaran akidah akhlak dengan menggunakan metode konvensional? (2) Bagaimana penerapan pembelajaran akidah akhlak dengan menggunakan metode index card match? (3) Apakah terdapat pengaruh metode index card match terhadap pemahaman materi pembelajaran akidah akhlak pada siswa kelas VIII?. Peneliti menggunakan metode quasi eksperimen dengan pendekatan kuantitatif. Teknik pengumpulan data pada penelitian ini yaitu tes, observasi, wawancara, dan dokumentasi. Analisis data dilakukan dengan uji t-tes menggunakan paired sampel t-test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa adanya pengaruh metode index card match terhadap peningkatan pemahaman siswa terlihat dari hasil uji t-tes. Maka H0 ditolak dan Ha diterima, hal ini menunjukkan terdapat pengaruh metode index card match terhadap peningkatan pemahaman siswa.
Analisis Proses Pembelajaran PAI sebagai Sarana Peningkatan Profil Pelajar Pancasila Metha Nahda Afriliya; Asep Dudi Suhardini; Mujahid Rayid
Bandung Conference Series: Islamic Education Vol. 4 No. 1 (2024): Bandung Conference Series: Islamic Education
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsied.v4i1.11979

Abstract

Abstract. This research focuses on changes to the education curriculum in Indonesia, especially in the context of the Independent Curriculum as a response to the impact of the Covid-19 pandemic. The Merdeka Curriculum introduces a new paradigm in the world of education by emphasizing new ideas about the learning process. One of the main elements in this curriculum is the Pancasila Student Profile which includes six important dimensions: faith, devotion to God Almighty, global diversity, mutual cooperation, creativity, critical and independent. The importance of religious education, especially Islamic Religious Education (PAI) as an integral part of the curriculum, can be seen from its aim to increase students' understanding, faith, appreciation and experience of Islamic teachings. This research was conducted at SMAN 1 Parungkuda Sukabumi using a qualitative approach and descriptive methods, with data collection techniques in the form of interviews, observation and documentation studies.The results of the research show that the process of planning and implementing PAI learning in class XI of SMAN 1 Parungkuda is in accordance with the applicable curriculum. Learning evaluation is carried out regularly and in a structured manner. The impact of the PAI learning process includes improving student character as recorded in education report cards.Supporting factors for the PAI learning process as a means of increasing the profile of Pancasila students include learning materials that cover the dimensions of the Pancasila student profile, as well as the presence of teachers who have an Islamic PAI undergraduate background. However, the inhibiting factors include differences in views in interpreting the results of the process of increasing the profile of Pancasila students. Thus, this research provides in-depth insight into the implementation of the Merdeka Curriculum and the role of Islamic Religious Education in raising the profile of Pancasila students at the high school level). Abstrak. Penelitian ini bermula pada perubahan kurikulum pendidikan di Indonesia, terutama dalam konteks Kurikulum Merdeka sebagai pemulihan terhadap dampak pandemi Covid-19. Kurikulum Merdeka memperkenalkan paradigma baru dalam dunia pendidikan dengan menekankan gagasan baru tentang proses pembelajaran. Salah satu elemen utama dalam kurikulum ini adalah profil pelajar pancasila, yang mencakup enam dimensi penting: keberiman, bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berkebhinekaan global, gotong royong, kreatif, kritis, dan mandiri.Pentingnya pendidikan agama, khususnya Pendidikan Agama Islam (PAI), sebagai bagian integral dari kurikulum, tampak dari tujuannya untuk meningkatkan pemahaman, keimanan, penghayatan, dan pengalaman siswa terhadap ajaran Islam. Penelitian ini dilakukan di SMAN 1 Parungkuda Sukabumi menggunakan pendekatan kualitatif dan metode deskriptif, dengan teknik pengumpulan data berupa wawancara, observasi, dan studi dokumentasi.Hasil penelitian menunjukkan bahwa proses perencanaan dan pelaksanaan pembelajaran PAI di kelas XI SMAN 1 Parungkuda sesuai dengan kurikulum yang berlaku. Evaluasi pembelajaran dilakukan secara berkala dan terstruktur. Dampak dari proses pembelajaran PAI mencakup peningkatan karakter siswa yang tercatat dalam rapor pendidikan.Faktor pendukung proses pembelajaran PAI sebagai sarana peningkatan profil siswa Pancasila melibatkan materi pembelajaran yang mencakup dimensi profil siswa Pancasila, serta keberadaan guru dengan latar belakang sarjana PAI. Namun, faktor penghambat mencakup perbedaan pandangan dalam memaknai hasil dari proses peningkatan profil pelajar Pancasila. Dengan demikian, penelitian ini memberikan wawasan mendalam tentang implementasi Kurikulum Merdeka dan peran Pendidikan Agama Islam dalam meningkatkan profil siswa Pancasila di tingkat sekolah menengah atas.
Penalaran Ilmiah terhadap Alam Semesta yang Melahirkan Kesadaran Spiritual Auryn Virginia Maryani; Asep Dudi Suhardini
Bandung Conference Series: Islamic Education Vol. 4 No. 1 (2024): Bandung Conference Series: Islamic Education
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsied.v4i1.12264

Abstract

Abstract. Surah Fatir verses 27-28 outline several things that show God's perfection and power that humans can see at any time. When they understand and comprehend all of this, they will automatically understand the oneness and power of Allah, the Most Perfect. Among these signs is that Allah makes something different from one object. Therefore, this research aims to: (1) Describe the opinions of the commentators regarding Surah Fatir verses 27-28 (2) Describe the essence contained in Surah Fatir verses 27-28 (3) Describe the opinions of experts regarding the spiritual awareness of Surah Fatir verses 27-28 (4) Describe the values of education in Surah Fatir verses 27-28. This research uses a qualitative approach, using library study data collection techniques, and analysis using the tahlili method. From this research, several conclusions were obtained, namely: Educational values from Surah Fatir verses 27-28 (1) Realizing and realizing the oneness and power of Allah, the Most Perfect (2) With His power, Allah SWT created the earth and its contents (3) Ulama are the personification of humans who are knowledgeable and aware of the truth. Abstrak. Surat Fatir ayat 27-28 menguraikan beberapa hal yang menunjukkan kesempurnaan dan kekuasaan Allah yang dapat dilihat manusia kapan saja. Ketika mereka memahami dan memahami semua itu, dengan sendirinya mereka juga akan memahami keesaan dan kekuasaan Allah Yang Maha Sempurna. Diantara tanda-tanda tersebut adalah Allah menjadikan sesuatu yang berbeda dari satu benda. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk: (1) Mendeskripsikan pendapat para mufassir tentang Surah Fatir ayat 27-28 (2) Mendeskripsikan esensi yang terkandung dalam Surah Fatir ayat 27-28 (3) Mendeskripsikan pendapat para ahli tentang kesadaran spiritual Surah Fatir ayat 27-28 (4) Mendeskripsikan nilai-nilai pendidikan dalam Surah Fatir ayat 27-28. Penelitian ini dengan pendekatan kualitatif, dengan Teknik pengumpulan datastudi kepustakaan, dan analisis dengan metode tahlili. Dari penelitian ini, diperoleh beberapa kesimpulan yaitu: Nilai-nilai pendidikan dari surah Fatir ayat 27-28 (1) Menyadari dan menginsyafi akan keesaan dan kekuasaan Allah yang Maha Sempurna (2) Dengan kuasa-Nya Allah Swt menciptakan bumi dan isinya (3) Ulama sebagai personifikasi manusia yang berpengetahuan dan berkesadaran atas kebenaran.
Pengelolaan Program Jum’at Rohani (Jumroh) dalam Meningkatkan Karakter Religius pada Siswa di SDN 188 Bandung Baru Amy Kurnia Rahmawati; Asep Dudi Suhardini; Arif Hakim
Bandung Conference Series: Islamic Education Vol. 4 No. 2 (2024): Bandung Conference Series: Islamic Education
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsied.v4i2.13223

Abstract

Abstract. This research aims to determine the implementation of the spiritual Friday program in terms of philosophy, vision, mission, objectives, management, as well as supporting and inhibiting factors for the spiritual Friday program implemented at SDN 188 Bandung Baru. The method used in this research is a case study method with qualitative data. Researchers collected data using interview, observation and documentation techniques. The data sources in this research were Islamic religious education teachers, school principals, and students at SDN 188 Bandung Baru. The data analysis techniques used are data collection, reduction, data presentation, and drawing conclusions (verification). The results of this research generally show that (1) The philosophy of the spiritual Friday program is to create examples and familiarize students with Islamic religious teachings. The vision and mission are to instill noble morals in students. (2) Planning for spiritual Friday programs is carried out by Islamic religious education teachers and school principals. The organizational system is that each teacher and staff is given tasks and responsibilities in this program. The implementation consists of initial activities, core activities and final activities. The spiritual Friday program activities are continued with religious-based specialization classes which are the hallmark of this program, namely tahfidz, calligraphy, qiraat and qasidah classes. The supervision system is carried out by teachers and school principals. The evaluation system is carried out by holding evaluations every week. (3) Supporting factors for this program come from parents, teachers, staff, students, facilities and infrastructure. The inhibiting factors come from parents, weather, and other activities on Friday. Based on the research results, it can be concluded that the spiritual Friday program runs well and is effective in improving the religious character of students so that it can instill noble moral habits in students. Abstrak. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pelaksanaan program jumat rohani yang ditinjau dari filosofi, visi, misi, tujuan, pengelolaan, serta faktor pendukung dan penghambat program jumat rohani yang dilaksanakan di SDN 188 Bandung Baru. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode studi kasus dengan jenis data kualitatif. Peneliti mengumpulkan data menggunakan teknik wawancara, observasi, dan dokumentasi. Sumber data pada penelitian ini adalah guru pendidikan agama islam, kepala sekolah, dan siswa SDN 188 Bandung Baru. Adapun teknik analisis data yang digunakan yaitu pengumpulan data, reduksi, penyajian data, dan penarikan kesimpulan (verifikasi). Hasil penelitian ini secara umum menunjukkan bahwa (1) Filosofi program jumat rohani yaitu menciptakan keteladanan dan pembiasaan ajaran agama islam bagi siswa. Adapun visi dan misinya yaitu menanamkan akhlak mulia pada siswa. (2) Perencanaan program jumat rohani dilakukan oleh guru pendidikan agama islam dan kepala sekolah. Sistem pengorganisasiannya yaitu setiap guru dan staf diberikan tugas dan tanggungjawab dalam program ini. Pelaksanaan yang dilakukan terdiri dari kegiatan awal, kegiatan inti dan kegiatan akhir. Kegiatan program jumat rohani dilanjutkan dengan kelas peminatan berbasis keagamaan yang menjadi ciri khas dari program ini yaitu kelas tahfidz, kaligrafi, qiraat, dan qasidah. Sistem pengawasan dilakukan oleh guru-guru dan kepala sekolah. Adapun sistem evaluasi dilakukan dengan mengadakan evaluasi setiap minggunya. (3) Faktor pendukung adanya program ini berasal dari orangtua, guru, staf, siswa, sarana dan prasarana. Adapun faktor penghambatnya berasal dari orangtua, cuaca, dan adanya kegiatan lain di hari jumat. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa program jumat rohani berjalan dengan baik dan efektif dalam meningkatkan karakter religius pada siswa sehingga dapat menanamkan pembiasaan akhlak mulia pada siswa.
Landasan Moralitas dalam Menutup Aurat pada Mahasiswi Hasna Nur Azizah; Asep Dudi Suhardini; Giantomi Muhammad
Bandung Conference Series: Islamic Education Vol. 4 No. 2 (2024): Bandung Conference Series: Islamic Education
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsied.v4i2.13803

Abstract

Abstract. This research was conducted to obtain data on the moral foundations of modesty in clothing among female students at an Islamic higher education institution in Bandung. The study aims to assess moral knowledge, moral feelings, moral behavior, and educational analysis regarding morality as a basis for wearing Islamic attire among female students. The approach used is a quantitative method with survey techniques. The research population consists of female students from the 2020-2023 cohort, with a sample size of 100 individuals. The data analysis technique used is descriptive analysis, which includes calculating average values, finding standard deviations, determining variable classification tables, and drawing conclusions by collecting data through questionnaires, documentation, observations, and interviews. The results indicate that moral knowledge about modesty in clothing falls into the adequate category, with an average score of 51, within the 49-51 interval. Moral feelings about modesty in clothing also fall into the adequate category, with an average score of 47, within the 44-48 interval. Moral behavior in terms of modesty in clothing is categorized as adequate, with an average score of 38, within the 36-38 interval. Therefore, based on knowledge, feelings, and moral behavior as three components indicating good character in the formation of morality among female students related to Islamic attire, it is considered to be in the adequate category. Abstrak. Penelitian ini dilakukan untuk memperoleh data mengenai dasar moral dalam menutup aurat di kalangan mahasiswi di salah satu perguruan tinggi Islam di Bandung. Studi ini bertujuan untuk menilai pengetahuan moral, perasaan moral, perilaku moral, dan analisis pendidikan mengenai moralitas sebagai dasar untuk menutup aurat atau berpakaian Islami di kalangan mahasiswi. Pendekatan yang digunakan adalah metode kuantitatif dengan teknik survei. Populasi penelitian ini terdiri dari mahasiswi angkatan 2020-2023, dan sampelnya terdiri dari 100 orang. Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis deskriptif, yang mencakup perhitungan nilai rata-rata, menemukan deviasi standar, menentukan tabel klasifikasi variabel, dan menarik kesimpulan dengan mengumpulkan data melalui kuesioner, dokumentasi, observasi, dan wawancara. Hasilnya menunjukkan bahwa pengetahuan moral mengenai menutup aurat berada dalam kategori cukup, dengan nilai rata-rata 51, yang berada dalam interval 49-51. Perasaan moral tentang menutup aurat juga berada dalam kategori cukup, dengan nilai rata-rata 47, dalam interval 44-48. Perilaku moral dalam menutup aurat dikategorikan sebagai cukup, dengan nilai rata-rata 38, dalam interval 36-38. Oleh karena itu, berdasarkan pengetahuan, perasaan, dan perilaku moral sebagai tiga komponen yang menunjukkan karakter yang baik dalam pembentukan moralitas di kalangan mahasiswi terkait dengan pakaian Islami dianggap berada dalam kategori cukup.
Implementasi Kegiatan Pembiasaan Keagamaan di Pondok Pesantren dan Rumah Yatim At-Tamim Cileunyi Bandung Azlan Kiaq; Asep Dudi Suhardini; Eko Surbiantoro
Bandung Conference Series: Islamic Education Vol. 4 No. 2 (2024): Bandung Conference Series: Islamic Education
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsied.v4i2.14167

Abstract

Abstract. This research examines the implementation of religious habituation activities in Pondok Pesantren and Rumah Yatim At-Tamim Cileunyi Bandung, which was triggered by the increase in criminal acts such as murder, theft, and drug use in Indonesia. The lack of early religious habituation is identified as the main cause of this phenomenon. Therefore, religious habituation activities are considered crucial to shape the character of students, who are encouraged to always remember and believe in Allah SWT. Pondok Pesantren and Rumah Yatim At-Tamim Cileunyi Bandung was chosen because this institution has a strong tradition in shaping the character of students through religious habituation. The research method used is descriptive analytic with a qualitative approach. Data were collected through observation, interviews, and documentation. The results showed that this activity went through several stages: planning which involved coordination meetings between teachers and cottage leaders, implementation of structured activities from daily to annual, and evaluation carried out by cottage leaders to ensure the success of activities. From this habituation activity, the character of students is formed with the characteristics of religion, discipline, and responsibility. Supporting factors for the success of this activity include the dedication of teachers, a supportive environment, good time management, and high motivation from teachers and students. On the other hand, inhibiting factors include the lack of educators, inadequate facilities, activity schedules that often change, and the lack of enthusiasm of some students in participating in activities. Abstrak. Penelitian ini mengkaji pelaksanaan kegiatan pembiasaan keagamaan di Pondok Pesantren dan Rumah Yatim At-Tamim Cileunyi Bandung, yang dipicu oleh peningkatan tindak pidana seperti pembunuhan, pencurian, dan penggunaan narkoba di Indonesia. Kurangnya pembiasaan keagamaan sejak dini diidentifikasi sebagai penyebab utama fenomena ini. Oleh karena itu, kegiatan pembiasaan keagamaan dianggap krusial untuk membentuk karakter siswa, yang didorong untuk selalu ingat dan beriman kepada Allah SWT. Pondok Pesantren dan Rumah Yatim At-Tamim Cileunyi Bandung dipilih karena lembaga ini memiliki tradisi kuat dalam membentuk karakter santri melalui pembiasaan keagamaan. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif analitik dengan pendekatan kualitatif. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kegiatan ini melalui beberapa tahap: perencanaan yang melibatkan rapat koordinasi antara pengajar dan pimpinan pondok, pelaksanaan kegiatan yang terstruktur dari harian hingga tahunan, dan evaluasi yang dilakukan oleh pimpinan pondok untuk memastikan keberhasilan kegiatan. Dari kegiatan pembiasaan ini, karakter santri terbentuk dengan ciri khas religius, disiplin, dan tanggung jawab. Faktor pendukung keberhasilan kegiatan ini meliputi dedikasi pengajar, lingkungan yang mendukung, pengelolaan waktu yang baik, serta motivasi yang tinggi dari pengajar dan santri. Di sisi lain, faktor penghambat termasuk kurangnya tenaga pendidik, fasilitas yang kurang memadai, jadwal kegiatan yang sering berubah, dan kurangnya antusiasme dari sebagian santri dalam mengikuti kegiatan.
Nilai Religiositas pada Film animasi Si Bulan Koki Super sebagai Materi Pendidikan Islami Musdalifah; dudi suhardini, asep
Bandung Conference Series: Islamic Education Vol. 4 No. 2 (2024): Bandung Conference Series: Islamic Education
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsied.v4i2.14714

Abstract

Abstract. The value of religiosity must be instilled from as early as possible, this helps shape children's religious character. A number of recent viral incidents have shown the fact that children's morals are declining due to a lack of religious education, many children go to school but cannot understand the lessons well. In the increasingly advanced digital era, learning to use digital media can be utilized, such as by showing Islamic animated films. This can help children who can only learn from watching examples more easily understand the lessons from the films shown. The animated film Si Bulan Koki Super is an Islamic film which instills religious values ​​which are easy to understand because the values ​​are explained in a show that has nuances of everyday life. This can be used as educational material because the religious values ​​contained in this film contain the basic points needed in Islamic educational material. This research aims to determine the religious value contained in the animated film Si Bulan Koki Super and also that this value can be used as Islamic education material. This research uses a qualitative descriptive approach, collecting data by observation and documentation. Data analysis uses pierce theory semiotic analysis, namely using the meaning triangle theory; Research shows that in the animated film The Super Chef Moon, there is a religious value that can be used as Islamic education material. Abstrak. Penanaman nilai religiositas harus dari sedini mungkin, hal ini membantu pembentukan karakter religious anak. Sejumlah kejadian viral belakangan ini dengan fakta merosotnya moral anak karena kurangnya Pendidikan agama, banyak anak yang bersekolah namun tidak dapat mencerta pelajaran dengan baik. Di era digital yang semakin maju, dapat dimanfaatkan dengan pembelajaran menggunakan media digital seperti dengan menayangkan film animasi islami. Hal ini dapat membantu anak yang hanya bisa belajar dari melihat contoh lebih mudah memahami pelajaran dari film yang ditayangkan. Film animasi Si Bulan Koki Super adalah film islami yang didalamnya menanamkan nilai religiositas yang mudah dipahami karena nilai dijelaskan dalam tayangan yang bernuansa kehidupan sehari-hari. Hal ini dapat dijadikan sebagai materi Pendidikan karena nilai religiositas yang terkandung dalam film ini mengandung pokok dasar yang diperlukann dalam materi Pendidikan islami. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui nilai religiositas yang terkandung dalam film animasi Si Bulan Koki Super dan juga nilai tersebut dapat dijadika materi Pendidikan islami. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriftif kualitatif, pengumpulan data dengan observasi dan dokumentasi. Analisis data menggunakan analisis semiotic teori pierce yaitu menggunakan teori segitiga makna.hasi; penelittian menunjukan bahwa dalam film animasi si bulan koki super terdapat nilai religiositas yang dapat dijadikan materi Pendidikan islami
Analisis Kurikulum Al-Islam, Kemuhamadiyahan dan Bahasa Arab (Ismuba) di SMA Muhamadiyah 1 Bandung Ihsan Sidikin; Aep Saepudin; Asep Dudi Suhardini
Bandung Conference Series: Islamic Education Vol. 4 No. 2 (2024): Bandung Conference Series: Islamic Education
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsied.v4i2.14777

Abstract

Abstract. The curriculum is a set of plans and arrangements regarding the objectives, content, learning materials and methods used as guidelines for organizing learning activities to achieve certain educational goals. In simple terms, curriculum components include objectives, content, implementation and evaluation. Muhamadiyah is a successful Islamic-based community organization engaged in education with 162 universities and 3,334 primary and secondary education institutions. In simple terms, the ISMUBA curriculum is a set of lessons used in schools under Muhamadiyah. Based on this study, the problems in this study are formulated as follows: (1) How is the purpose of the Ismuba curriculum at Muhamadiyah 1 Bandung High School (2) How is the content of the Ismuba curriculum at Muhamadiyah 1 Bandung High School (3) How is the implementation of the Ismuba curriculum at Muhamadiyah 1 Bandung High School (4) How is the evaluation of the Ismuba curriculum at Muhamadiyah 1 Bandung High School. Researchers used a literature study technique method using a qualitative approach. The place chosen to conduct this research is Muhamadiyah 1 Bandung High School. With data collection techniques through observation, interviews and documentation to the deputy principal of the curriculum and affirmed by the secretary of the muhamadiyah council of Bandung. The results of this study are: there is a progressive formulation of the Ismuba curriculum objectives, substantive content, implementation that needs to be improved with cyber pedagogy and equitable evaluation which is directly controlled by the Muhamadiyah Education Council of Bandung. Abstrak. Kurikulum adalah seperangkat rencana dan pengaturan mengenai tujuan, isi, bahan Pelajaran serta cara yang digunakan sebagai pedoman penyelenggaraan kegiatan pembelajaran untuk mencapai tujuan pedidikan tertentu. Secara sederhana komponen kurikulum meliputi tujuan, isi, implementasi dan evaluasi. Muhamadiyah menjadi organisasi Masyarakat berbasis islam yang terbilang sukses bergerak di bidang pendidikan dengan 162 Perguruan tinggi dan 3.334 lembaga pendidikan dasar dan menengah. Secara sederhana kurikulum ISMUBA adalah seperangkat pembelajaran yang digunakan di sekolah yang berada di bawah naungan Muhamadiyah. Berdasarkan Studi tersebut, maka permasalahan dalam penelitian ini dirumuskan sebagai berikut: (1) Bagaimana tujuan kurikulum Ismuba di SMA Muhamadiyah 1 Bandung (2) Bagaiaman isi kurikulum Ismuba di SMA Muhamadiyah 1 Bandung (3) Bagaimana implementasi kurikulum Ismuba di SMA Muhamadiyah 1 Bandung (4) Bagaimana evaluasi kurikulum Ismuba di SMA Muhamadiyah 1 Bandung. Peneliti menggunakan metode teknik studi literatur dengan menggunakan pendekatan kualitatif. Tempat yang dipilih untuk melakukan penelitian ini adalah SMA Muhamadiyah 1 Bandung. Dengan teknik pengambilan data melalui observasi, wawancara dan dokumentasi kepada wakil kepala sekolah bidang kurikulum dan diafirmasi oleh sekretaris majelis dikdasmen muhamadiyah kota Bandung. Hasil dari penelitian ini adalah: terdapat formulasi yang progresif pada tujuan kurikulum Ismuba, Isi yang substantif, Implementasi yang perludiperbaiki dengan cyber pedagogy dan evalusi yang merata yang dikontrol langsung oleh majelis dikdasmen Muhamadiyah kota Bandung.
Penerapan Metode Kitabah dalam Meningkatkan Kemampuan Menghafal Alquran Juz 30 pada Santri di Madrasah Diniyah Takmiliyah Awaliyah (MDTA) Baiturrohim Kecamatan Pagaden Kabupaten Subang Revi Rusdatul Jannah; Asep Dudi Suhardini; Huriah Rachmah
Bandung Conference Series: Islamic Education Vol. 4 No. 2 (2024): Bandung Conference Series: Islamic Education
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsied.v4i2.14851

Abstract

Abstract. This research was motivated by the lack of ability to memorize the Koran among students. This can be seen from the data that none of the students achieved the memorization target and when carrying out the Koran memorization test the students still had difficulty reciting the next verse so they needed help from the teacher to continue memorizing the next verse. This research was conducted at Madrasah Diniyah Takmiliyah Awaliyah (MDTA) Baiturrohim Subang on MD III class students to find out whether there was an increase in the ability to memorize the Koran using the kitabah method. This research uses a quantitative approach with a pre-experimental method in the form of a One Group Pretest-Posttest design. The type of sampling in this study used purposive sampling and the samples in this study were MD III class students with a total of 11 students. The average pretest score was 55.31 in the underprivileged category. Meanwhile, the average post-test score was 83.12 in the very capable category. Increased memorization abilities in students can be proven by t-test analysis, namely Sig = 0.000 < 0.05. Based on this, it can be seen that H1 is accepted and H0 is rejected. Thus, it can be concluded that there is an increase in the application of the Kitabah method to the ability to memorize the Koran Juz 30 among students at MDTA Baiturrohim Subang from less capable to very capable. Abstrak. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh kurangnya kemampuan menghafal Alquran pada santri. Hal ini terlihat dari data bahwa tidak ada santri yang mencapai target hafalan dan ketika pelaksanaan tes hafalan Alquran para santri masih kesulitan dalam melafalkan ayat berikutnya sehingga perlu dibantu oleh guru untuk melanjutkan hafalan ayat selanjutnya. Penelitian ini dilakukan di Madrasah Diniyah Takmiliyah Awaliyah (MDTA) Baiturrohim Subang pada santri kelas MD III yang bertujuan untuk mengetahui ada tidaknya peningkatan dalam kemampuan menghafal Alquran dengan menggunakan metode kitabah. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode pre eksperimen dengan bentuk desain One Group Pretest-Postest. Jenis pengambilan sampel pada penelitian ini menggunakan sampling purposive dan yang menjadi sampel pada penelitian ini, yaitu santri kelas MD III dengan jumlah santri sebanyak 11 santri. Hasil nilai rata-rata pretest adalah 55. 31 dengan kategori kurang mampu. Sedangkan nilai rata-rata posttest sebesar 83.12 dengan kategori sangat mampu. Peningkatan kemampuan menghafal pada santri dapat dibuktikan dengan analisis uji t, yaitu Sig = 0.000 < 0.05. Berdasarkan hal tersebut dapat diketahui bahwa H1 diterima dan H0 ditolak. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa terdapat peningkatan dalam penerapan metode kitabah terhadap kemampuan menghafal Alquran juz 30 pada santri di MDTA Baiturrohim Subang dari kurang mampu menjadi sangat mampu.
Manajemen Pembelajaran Tahfidz dalam Mencapai Target Hafalan di MI Asyafi’iyah Jatinangor Sany Nurchoeriyah; Asep Dudi Suhardini; Khambali
Bandung Conference Series: Islamic Education Vol. 4 No. 2 (2024): Bandung Conference Series: Islamic Education
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsied.v4i2.15382

Abstract

Abstract. This research is motivated by the researcher's interest in the management of Tahfidz Qur'an learning at MI Asyafi'iyah school is an Islamic religious education institution that tries to guide students to love the Qur'an and produce a generation of memorizers of the Qur'an. Tahfidz Qur'an learning has a memorization target, to achieve the memorization target is certainly inseparable from the management. This knowledge aims to analyze the management of Tahfidz Al-Qur'an which includes planning, implementation, and evaluation of learning. The research method used in this study is descriptive analysis with a qualitative approach approach. The results of this study indicate that: 1). Tahfidz Qur'an Learning Planning formulates and determines Tahfidz Qur'an learning, prepares Tahfidz Qur'an learning lesson plans, prepares learning materials, implements activities, learning methods, time and place for implementing Tahfidz Qur'an learning. 2). Implementation of Tahfidz Qur'an learning activities Tahfidz Qur'an Learning activities at MI Asyafii'yah are carried out every Monday - Friday at 08.00-09.30. The implementation of this Qur'an Tahfidz learning is divided into three stages, namely: Introduction, core, and closing. The inhibiting factors include children who do not learn the Qur'an at all, finally at school starting from scratch, and finally the child has difficulty reciting the Qur'anic verses, especially for long letters. The supporting factor is in terms of time. 3). Evaluation of Tahfidz Qur'an learning, evaluation of the Tahfidz Qur'an learning process to evaluate the success of teachers in teaching Tahfidz Qur'an, namely meetings every six months held by the principal. Abstrak. Penelitian ini dilatarbelakangi dari ketertarikan peneliti terhadap pengelolaan pembelajaran Tahfidz Al-Qur’an di sekolah MI Asyafi’iyah merupakan lembaga pendidikan agama islam yang berusaha membimbing siswanya untuk cinta terhadap Al-Al-Qur’an dan mencetak generasi penghafal Al-Al-Qur’an. Pembelajaran Tahfidz Al-Qur’an ini mempunyai target hafalan, untuk mencapai target hafalan tentunya tidak terlepas dari pengelolaan tersebut. Pengetahuan ini bertujuan untuk menganalisis manajemen Tahfidz Al-Al-Qur’an yang meliputi perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi pembelajaran. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif analisis dengan pendekatan pendekatan kualitatif. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa: 1). Perencaan Pembelajaran Tahfidz Al-Qur’an merumuskan dan menetapkan pembelajaran Tahfidz Al-Qur’an, menyusun RPP pembelajaran tahfidz Al-Qur’an, menyiapkan materi pembelajaran, pelaksanaan kegiatan, metode pembelajaran, waktu dan tempat pelaksanaan pembelajaran Tahfidz Al-Qur’an. 2). Pelaksanaan pembelajaran Tahfidz Al-Qur’an kegiatan Pembelajaran Tahfidz Al-Qur’an di MI Asyafii’yah dilaksanakan setiap hari senin-jum’at pukul 08.00-09.30. Pelaksanaan pembelajaran Tahfidz Al-Qur’an ini dibagi menjadi tiga tahap yaitu: Pendahuluan, inti, dan penutup. Faktor penghambat diantaranya yaitu anak-anak yang tidak belajar sama sekali Al-Al-Qur’an, akhirnya disekolah memulainya dari nol, dan akhirnya anak tersebut agak kesulitan melafadzkan ayat Al-Al-Qur’an terutama untuk surat-surat yang Panjang. Faktor pendukung yaitu dari segi waktu, karena telah di programkan oleh sekolah supaya anak-anak bisa mencetak generasi tahfidz Al-Qur’an. 3). Evaluasi pembelajaran Tahfidz Al-Qur’an, evaluasi proses pembelajaran Tahfidz Al-Qur’an untuk mengevaluasi keberhasilan guru dalam pengajaran Tahfidz Al-Qur’an, yaitu pertemuan setiap enam bulan sekali yang diadakan oleh kepala sekolah. Hal itu dilakukan untuk mengetahui keberhasilan pembelajaran Tahfidz Al-Qur’an dalam kurun enam bulan. Dan masukan selanjutnya dapat dijadikan motivasi dan bahan penyempurnaan kegiatan Tahfidz Al-Qur’an kedepannya.
Co-Authors 10030121093, Hana Hanifah Firdaus 10030219011, Danisya Firdani Supriono AA Sudharmawan, AA Aam Aminah Abda Abda Aep Saepudin Afifa Fauziyah Salsabila Afifah Ulya Ainurrohmah DCG Ahmad Yani Aini, Siti Noor Alfi Riza Nugraha Amalia Rizki Febrianti Amy Kurnia Rahmawati Andewi Suhartini Anita Nur Afiani Annisa Sa'diah Ansori Ansori Arfani Amalia Arif Hakim Arif Hakim Arif Hakim Arif Hakim Asep Rifqi Abdul Mughni Aulia Nakhita Hashi Aulia Rohmah Auryn Virginia Maryani Avid Leonardo Sari Ayi Sobarna Azizah, Hasna Nur Azlan Kiaq Benazia Rahma Putri Cahya Agung Nugraha Dedih Surana Demmy Arfani Arafah Dewi Masitoh Dewi Mulyani Dewi Mulyani Dewi Yulia Dhiyaan Wadzikran Dinar Nur Inten Eko Surbiantoro Ely Amalia Enoh Erhamwilda Erlangga, Revan Dwi Fitroh Hayati Giantomi Muhammad Hakim, Arif Hasna Nur Azizah Helmi Aziz Heru Pratikno Hoeratun Napsiah Huriah Rachmah Ihsan Sidikin Iim Rohimah Iim Rohimah Iis Komala Tanti Imas Nurkhopipah Ipah Arianti Iqhlima Yustpika Putri Irwandi Joni Haryanto Kenia Khaira Shaliha Khairani Istiqamah Khairil Harja Dinata Khofifah Arro'uf Labib Elmuna Laksmi Dewi Laksmi Dewi, Laksmi Masnipal masnipal Mega Fatimah Rosana Metha Nahda Afriliya Mila Karmila Milleandi Indra Emil Monika Oktaviana Putri Muhamad Alihanafiah bin Norasid Muhamad Imam Pamungkas Muhammad Zarkasyi Ali Muhardi Mujahid Rasyid Mujahid Rayid Munazzah Hurun Ainun Nabila Zahra Ramadhani Nadri Taja Nan Rahminawati Nimatul Janna Tokan Nindy Nur Pitaloka Nova Amelia Putri Nurul Afrianti, Nurul Nurwadjah Ahmad E.Q Ahmad E.Q Nury Nurjanah Pipih Sopiah Revan Dwi Erlangga Revi Rusdatul Jannah Rifan Shodikin Rini Riyani Riyandi Baehaqi Salma Afifah Nuryani Salma Wildani Siti Hafsah Salsabila Syahda Jaenudin Santi Nurbayani Sanusi, Iwan Sany Nurchoeriyah Selvi Putri Wahyutiara Sheren Issaura Siti Anjani Sofitri Siti Hanifah Najmal Jannah Siti Marwah Nurmuffidah Siti Nurazizah Siti Rahmawati Sobar Al Ghazal Sobar Al Ghazal Sri Hartini Suri Dara Adinda Tasya Azzahra Tatat Tarwiah Usamah Almujahid Wahyu Fajar Faadhilah Widi Fachrunnisa Yayang Purnama Sari