Articles
PENGENTASAN KEMISKINAN MELALUI PEMBERDAYAAN ZAKAT
Ahmad, Nur
ZISWAF Vol 2, No 1 (2015): ZISWAF : Jurnal Zakat dan Wakaf
Publisher : State Islamic Institute of Kudus (IAIN Kudus)
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (356.524 KB)
|
DOI: 10.21043/ziswaf.v2i1.1537
Zakat is the property that must be set aside by a Muslim or body owned by a religion in accordance with the provisions to be given to those who deserve it. As Allah SWT. Meaning: “Those who believe do righteous deeds, to establish regular prayers and practice regular charity, they mendaoat Tuhanya rewarded. And there shall no fear come upon them neither shall they grieve “(Q.S. Al-Baqarah: 277). Zakat also has the function of a very high socioeconomic, relating to the prohibition of usury, zakat directed us not to accumulate treasures-stacked. Zakat is a means of educating for human possessions or material that is not the purpose of life and not a right of absolute property of the man who has it, but it is a surrogate of God, which should be used as a tool to control yourself to God and as a human being to run the commands of God in all aspects. If the potential of the Muslims in the empowerment of zakat are properly managed in an integrated and optimized, then the zakat funds can overcome the problems of poverty and reduce social disparities akam certainly capable of reducing poverty. However, this is no different than fire as far roast. Not according to what most people expected. In practice for the management of zakat is done individually but only a few institutions, the management of zakat implemantasinya not well ordered based on the principle of pilgrims, so that its collection is relatively small due to scattered everywhere without good management.
Mewujudkan Dakwah Antar Budaya dalam Perspektif Islam
Ahmad, Nur
AT-TABSYIR Vol 3, No 1 (2015)
Publisher : Prodi Komunikasi Penyiaran Islam Fakultas Dakwah dan Komunikasi Islam
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.21043/at-tabsyir.v3i1.1639
Manusia adalah makhluk yang berbudaya. Manusia secara fisik hampir tak memiliki perbedaan yang mencolok antara satu dengan yang lainnya. Kemudian dakwah merupakan kegiatan yang dilakukan secara terus-menerus terhadap objek dakwah. Dari masa ke masa kegiatan  dakwah  selalu  mengalami  perubahan-perubahan  sesuai dengan kondisi budaya dan situasi lingkungan. Dakwah menjadi tugas setiap muslim dalam pengertian yang sederhana dalam skala mikro sesuai dengan kapasitas dan kemampuannya. Namun dalam pengertian dakwah secara ideal dan makro, baik yang dilakukan oleh individu terkhusus oleh kelompok dakwah harus dilakukan dengan menguasai berbagai aspek, baik metode, materi, media dan menguasai sasaran dakwah. Munculnya permasalahan dalam dakwah semakin kompleks, apalagi pada zaman yang modern seperti sekarang ini. Para da’i dituntut harus bisa mengetahui  gambaran dakwah atau uraian yang mengandung berbagai keterangan, informasi, dan data yang dapat dijadikan bahan pertimbangan untuk menyusun suatu rencana kegiatan dakwah secara sistematis dan terinci tentang daerah atau batasan geografis yang nantinya akan mewujudkan dakwah antar budaya oleh sang da’i. Oleh karenanya dibutuhkan aktivitas dakwah agar senantiasa mampu mewujudkan dakwah antar budaya saling rukun, saling menghormati dan menghargai diantara sesama serta mampu menjalin hidup yang toleran dengan kearifan budaya yang ada. Dakwah antar budaya merupakan sebagai proses dakwah yang mempertimbangkan keragaman budaya antar subjek, objek dakwah serta keragaman penyebab terjadinya gangguan interaksi pada tingkat intra dan antarbudaya agar pesan dakwah dapat tersampaikan dengan tetap terpelihara situasi dan kondisi dengan damai
KEUNGGULAN METODE DAKWAH MELALUI MEDIA
Ahmad, Nur
AT-TABSYIR Vol 4, No 1 (2016): Juni 2016
Publisher : Prodi Komunikasi Penyiaran Islam Fakultas Dakwah dan Komunikasi Islam
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.21043/at-tabsyir.v4i1.2905
Media merupakan sarana yang digunakan untuk memindahkan pesandari sumber kepada penerima. Untuk itu mediated communicationmerupakan media dakwah yang menggunakan saluran atau saranauntuk meneruskan suatu pesan kepada masyarakat yang jauhtempatnya atau banyak jumlahnya. Adapun keunggulan media tersebut merupakan sarana dakwah tak langsung (indirect communication), dansebagai konsekuensinya arus balik pun tidak terjadi pada saat pesandakwah dilancarkan. Maka dari itu dakwah melalui media bersifatsatu arah sehingga media dakwah tidak mengetahui tanggapan mad’u dengan seketika. Da’i tidak mengetahui tanggapan da’i pada saat iamenyampaikan pesan. Oleh karena itu, dalam melancarkan saranamedia, sebagai bagian dari keunggulan metode dakwah melalui mediaharus lebih matang dalam merencanakan dan dalam persiapan sehinggaia merasa pasti bahwa media dakwah tersebut akan berhasil. Untukitu kita harus memperhatikan beberapa faktor. Media dakwah harusmengetahui sifat dan karakter media sebagai sarana dakwah yangakan dituju dan memahami sifat-sifat media yang akan digunakan.
PROBLEMATIKA DAKWAHTAINMENT DI MEDIA DAKWAH
Ahmad, Nur
AT-TABSYIR Vol 4, No 2 (2016): Desember 2016
Publisher : Prodi Komunikasi Penyiaran Islam Fakultas Dakwah dan Komunikasi Islam
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.21043/at-tabsyir.v4i2.2915
Selama periode reformasi bangsa Indonesia mengalami keterbukaandibidang media, bahkan sebagian masyarakat berargumentasi sudahsampai pada tahap “Kebablasan†atau kebebasan. Salah satuproduk transformasi ini adalah bertaburannya program-programdakwahtainment yang pada hakekatnya menggabungkan antara“Tuntunan dan Tontonanâ€, sebagai landasan operasional mereka demikeuntungan melalui komodifikasi agama melalui media. Pemanfaatanteknologi dakwah sebenarnya merupakan sebuah pemenuhankebutuhan spiritual masyarakat Indonesia yang selalu mengalamiperkembangan akan eksistensinya sebagai konskuensi modernisasizaman. Fenomena dakwahtainment sebagai media dakwah saatini, banyak elemen yang terlibat di dalamnya justru mengikis moralmasyarakat karena minimnya tauladan yang diperankan oleh individuyang terlibat di dalamnya serta tidak terpenuhinya esensi materidakwah yang ingin disampaikan da’i pada mad’u karena disebabkanbanyaknya faktor yang bersifat materialistis dan kapitalis sebagaibudaya di media yang terdapat di Indonesia saat ini. Kebutuhanmasyarakat untuk terpenuhinya aspek penguatan spiritual telahmemicu berbagai inovasi terkait metode dakwah yang paling efektif dan mampu menjawab kebutuhan pasar. Sebagian besar masyarakat Indonesia khususnya, telah sangat akrab dengan beberapa tema acara pengajian yang banyak dijumpai di beberapa media baik melaluistasiun televisi maupun media lainnya yang mengusung beragam temabernuansa agama dalam bingkai dakwah. Sebuah hal yang dilematisdari program dakwahtainment ketika kemasan dari metode dakwah dengan entertainment ini terkadang mengundang persepsi masyarakat yang tanpa disadari mengkerdilkan nilai-nilai agama Islam.
RADIO SEBAGAI SARANA MEDIA MASSA ELEKTRONIK
Ahmad, Nur
AT-TABSYIR Vol 3, No 2 (2015)
Publisher : Prodi Komunikasi Penyiaran Islam Fakultas Dakwah dan Komunikasi Islam
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.21043/at-tabsyir.v3i2.1646
Salah satunya ditanda’inya era globalisasi dan informasi adalah adanya kemajuan bidang teknologi informasi. Dengan teknologi informasi segalanya menjadi mudah. Kalau dulu seseorang yang ingin menyampaikan pesan ke seseorang yang berada di tempat yang jauh menggunakan surat secara tertulis dengan menggunakan jasa layanan POS, namun dengan kemajuan teknologi informasi pesan dalam sekejap saja dapat sampai ke penerima pesan. Semisal melalui telepon maupun menggunakan media lainnya, termasuk dalam hal ini jasa layanan radio. Adanya radio sebagai media massa elektronik tentunya lebih memudahkan sarana informasi. Di sinilah urgensinya teknologi informasi dapat digunakan untuk berbagai keperluan, termasuk dapat digunakan sebagai penyampai pesan-pesan ajaran Islam. Selain radio juga dapat digunakan sebagai media yang dapat menyapa ke semua lapisan masyarakat. Radio memiliki jangkauan yang cukup luas, terlebih bila menggunakan teknologi streaming, dapat menjangkau ke seluruh dunia. Sehingga informasi juga dapat menyentuh ke semua khalayak umum. Disamping radio, kita juga mengenal internet sebagai penyambung streaming radio. Bahkan dengan internet program siaran radio dapat kita akses dengan mudah. Oleh karena itu media radio sangat praktis dan efisian untuk suatu sarana media massa yang bersifat informasi dan ini merupakan suatu keharusan yang tidak bisa ditawar lagi. Maksud serta tujuan media radio adalah untuk memberikan kepada khalayak pendengar agar dapat menikmati informasi maupun program-program siaran radio baik sebagai suatu siaran hiburan, edukasi maupun informasi. Radio ternyata memberikan manfaat yang sangat luar biasa. Keunggulannya mencapai efisiensi waktu, sehingga mampu menghasilkan informasi dalam waktu yang singkat.