Claim Missing Document
Check
Articles

Found 37 Documents
Search

Model of Religious Education for Slow Learner Children in Inclusive Schools in Indonesia Ru'iya, Sutipyo; Kistoro, Hanif Cahyo Adi; Sutarman, Sutarman; Masduki, Yusron
Jurnal Ilmiah Peuradeun Vol. 11 No. 2 (2023): Jurnal Ilmiah Peuradeun
Publisher : SCAD Independent

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26811/peuradeun.v11i2.861

Abstract

School is a formal institution that is the right place for students to develop their potential. National education aims to provide space and educational materials for every student, including slow learner students. Religious education material is one of the materials that must be provided. This research aimed to describe the learning strategies used by religious teachers to slow learning students. This qualitative research used a narrative approach. There were eight participants: Islamic religion teachers, special guidance teachers and two school principals. Data collection through in-depth interviews and analysis with the stages of data reduction, presentation and interpretation. This research found peer teaching and repetition models to be the main learning models. It was consistent with the character of slow-learner students with below-average cognitive abilities. Slow learner students tend to accept material slowly and repeatedly. They were also more comfortable when being taught by peers because, psychologically, they felt the same age. Meanwhile, the biggest obstacle for slow learner students in learning was limited cognitive ability, unstable concentration power and negative image of parents towards children's abilities. The findings of this study are interesting to be used as a reference for teachers and parents in educating slow learner children.
Pendidikan Kecerdasan Berbasis Keimanan Masduki, Yusron
Jurnal Tarbiyatuna Vol 7 No 1 (2016)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Magelang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kecerdasan intelektual adalah kemampuan intelektual, analisa, logika dan rasio. Otak manusia dapat dibagi atas tiga aspek, yaitu cortex cerebri, system limbic dan lobus temporal. Cortex cerebri berfungsi mengatur kecerdasan intelektual (IQ), system limbic berfungsi mengatur kecerdasan emosional (EQ) dan lobus temporal berfungsi mengatur kecerdasan spiritual (SQ). Keterampilan praktis dalam mengelola emosi yaitu: (1) kesadaran diri, (2) motivasi (3) pengaturan diri, (4) empati, dan (5) keterampilan sosial. Karakter dapat diartikan sebagai sifat pribadi yang relatif stabil pada diri individu yang menjadi landasan penampilan perilaku dalam standar nilai dan norma yang tinggi. Karakter merupakan sikap dan kepribadian seseorang yang diyakininya baik dan berwujud dalam tingkah lakunya sebagai pribadi yang menjadikannya mempunyai reputasi sebagai orang baik. Kecerdasan emosional didefinisikan sebagai kemampuan merasakan, memahami dan secara efektif menerapkan kepekaan emosi sebagai sumber energi, informasi, dan pengaruh manusiawi.
Virus N-Ach Dalam Al Qur’an: Dorongan Beragama dan Berkompetisi Masduki, Yusron
Jurnal Tarbiyatuna Vol 6 No 2 (2015)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Magelang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31603/tarbiyatuna.v6i2.5196

Abstract

Al-Qur'an adalah sebuah Kitab Suci yang menunjukkan kepada manusia jalan terbaik guna mereaIisasikan dirinya, mengembangkan kepribadiannya, dan mengantarkan pada jenjang-jenjang kesempurnaan insani agar dengan demikian ia dapat mereaIisasikan kebahagiaan sejati bagi dirinya, baik di dunia maupun akhirat. Di samping itu, AI-Qur'an juga mendorong kepada manusia untuk memikirkan tentang dirinya sendiri, tentang keajaiban penciptaan dirinya, dan kepelikan struktur kejadiannya. Ini mendorong manusia untuk mengadakan pengkajian tentangjiwa dan rahasia-rahasianya. Sebab pengetahuan akan jiwa, akan mengantarkan pengetahuan akan AIlah swt. Dorongan berkompetisi merupakan salah satu dari dorongan-dorongan psikis yang dipelajari dari kebudayaan di sekitamya, yang realisasinya adalah akan bekerja secara maksimal untuk mencukupi kebutuhan hidupnya. Bekerja dan berasaha dalam rangka melangsungkan hidup dan kehidupan di muka bumi adalah suatu hal yang sangat terpuji. Namun yang perlu dipahami bahwa bekerja dan berkompetisi yang dilakukan haruslah berdasarkan rel-rel agama, sehingga akan mengangkat citra manusia sebagai makhluk yang terbaik kejadiannya, dan melahirkan masyarakat yang beradab, yaitu masyarakat yang ditopang oleh warganya yang senantiasa mengikuti wasiat Nabi yakni ikhlas dalam segala tingkah laku dan perbuatan, adil dalam segala tindakan, sederhana dalam penampilan, mudah memaafkan orang lain, dermawan, penyapa dan ramah dalam pergaulan, dan senantiasa berpikir, berdzikir dan memberikan kesan yang positif kepada lingkungan sekitarnya.
Peran Perpustakaan dalam Meningkatkan Budaya Literasi Mahasiswa PAI di Universitas Ahmad Dahlan Erchan, Nadya; Masduki, Yusron
Pustakaloka Vol. 15 No. 1 (2023)
Publisher : IAIN Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21154/pustakaloka.v15i1.5717

Abstract

Abstract: The purpose of this research is to determine the role of the library in increasing the literacy culture of Islamic Religious Education students at Ahmad Dahlan University Yogyakarta, starting from an overview of the literacy culture of Islamic Religious Education students, then the efforts of the library in improving literacy culture as well as the inhibiting and supporting factors influencing the efforts of the library in improving the literacy culture of Islamic Religious Education students. Qualitative methods with a case study approach orCase Studies, The samples in this study were from campus 4 and campus 6 library staff as well as 8 Islamic Religious Education students of Jogja and Wates in 2019-2022. The results of the research shows that the role of the library in increasing the literacy culture is as a mediator and facilitator who provides programs and services so that it can support literacy cultural activities in the library but the cultural description of literacy of Islamic Religious Education students in 2022 is still classified as This can be proven through the intensity of visits by Islamic Religious Education students, namely only around 3-4 students out of a total of 932 Islamic Religious Education students from the 2019-2022 class and student interest in utilizing library services and programs in enhancing the literacy culture presented by the library has not done it optimally. The supporting factors are the procurement of relevant library materials and the inhibiting factors that exist in students, namely the lack of motivation and enthusiasm.Keywords : Library, Culture of Literacy, Islamic Religious Education Students Abstrak: Adapun tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui peran perpustakaan dalam meningkatkan budaya literasi mahasiswa Pendidikan Agama Islam di Universitas Ahmad Dahlan Yogyakarta, mulai dari gambaran budaya literasi mahasiswa Pendidikan Agama Islam, kemudian upaya perpustakaan dalam meningkatkan budaya literasi serta faktor penghambat dan faktor pendukung yang mempengaruhi upaya perpustakaan dalam meningkatkan budaya literasi mahasiswa Pendidikan Agama Islam. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus atau Case Studies. Sampel dalam penelitian ini berasal dari staf perpustakaan kampus 4 dan kampus 6 serta 8 mahasiswa Pendidikan Agama Islam Jogja dan Wates Tahun 2019-2022. Hasil dari penelitian yang dilaksanakan menunjukkan bahwa peran perpustakaan dalam meningkatkan budaya literasi mahasiswa Pendidikan Agama Islam di Universitas Ahmad Dahlan Yogyakarta ialah sebagai mediator dan fasilitator yang menyediakan program dan layanan sehingga dapat mendukung kegiatan budaya literasi di perpustakaan namun gambaran budaya literasi mahasiswa Pendidikan Agama Islam pada tahun 2022 masih tergolong rendah hal ini dapat dibuktikan melalui intensitas kunjungan mahasiswa Pendidikan Agama Islam yaitu hanya berkisar 3-4 mahasiswa dari jumlah 932 mahasiswa Pendidikan Agama Islam Angkatan Tahun 2019-2022 dan minat mahasiswa dalam memanfaatkan layanan dan program perpustakaan dalam meningkatkan budaya literasi yang disajikan oleh pihak perpustakaan belum dilakukan secara maksimal. Adapun faktor pendukung berupa pengadaan bahan pustaka yang relevan serta faktor penghambat yang ada pada mahasiswa yaitu kurangnya motivasi dan semangat.Kata Kunci : Perpustakaan, Budaya Literasi, Mahasiswa PAI 
Meningkatkan Kemampuan Perawatan Jenazah Sesuai Tarjih Muhammadiyah Melalui Media Video Ru'iya, Sutipyo; Masduki, Yusron; Hopid, Abdul
Jurnal SOLMA Vol. 12 No. 1 (2023)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Prof. DR. Hamka (UHAMKA Press)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22236/solma.v12i1.10135

Abstract

Background: Merawat jenazah adalah fardu kifayah, artinya jika dilakukan oleh satu orang maka kewajibannya menjadi tanggungan semua orang. Di beberapa daerah, perawatan jenazah hanya dilakukan oleh para lansia. Sedangkan remaja sangat jarang berpartisipasi dalam pelaksanaan perawatan tubuh. Oleh karena itu, perlu adanya peningkatan pengetahuan dan keterampilan dalam merawat jenazah sesuai dengan ajaran Nabi, khususnya yang tercantum dalam Himpunan Tarjih Muhammadiyah. Artikel ini bertujuan untuk mendeskripsikan proses dan hasil peningkatan pengetahuan dan keterampilan pelatihan perawatan jenazah remaja di Dusun Ploso, Wonolelo, Pleret, Bantul, Yogyakarta. Metode: Mitra pengabdiannya adalah Karang Taruna Ploso Wonolelo Pleret Bantul. Jumlah peserta adalah 38 pemuda dan pemudi. Metode pelatihan berupa gathering dan menonton video bersama, dilanjutkan dengan diskusi dan praktik perawatan tubuh. Hasil: Kegiatan berjalan dengan sangat baik, dan para peserta mengikuti dengan seksama dan sangat antusias. Dari hasil wawancara dengan peserta setelah pelaksanaan, mereka merasa lebih percaya diri untuk melakukan perawatan jenazah, karena memiliki pengalaman langsung praktik perawatan jenazah. Terjadi peningkatan kemampuan dan keterampilan merawat jenazah peserta. Kesimpulan: para peserta merasa percaya diri melakukan perawatan jenazah, karena mereka telah mencoba langsung melalui media yang disiapkan dalam pengabdian ini.
Kontribusi Psikologi Fisik dan Kognitif terhadap Efektivitas Pembelajaran dalam Pendidikan Islam Nurhudatun, Egi; Muslim, Imam; Nasekha, Durotun; Kusuma, Ratna Yanita; Masduki, Yusron
EDUKATIF : JURNAL ILMU PENDIDIKAN Vol 7, No 6 (2025): Desember
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/edukatif.v8i1.8697

Abstract

Proses pendidikan yang berlangsung di sekolah belum sepenuhnya memperhatikan keseimbangan antara aspek fisik, psikis, dan spiritual siswa, sehingga menimbulkan berbagai permasalahan seperti penurunan minat dan motivasi belajar, stress akademik, hingga munculnya rasa bosan dan kejenuhan belajar yang secara langsung mempengaruhi efektivitas pembelajaran. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji kontribusi psikologi fisik dan kognitif terhadap efektivitas pembelajaran dalam pendidikan Islam. Pendekatan integratif yang dibangun memberikan perspektif baru dalam melihat pembelajaran sebagai proses yang kompleks dimana tidak hanya berkaitan dengan kognitif siswa namun juga melibatkan aktivitas jasmaniah (fisik), rohani (psikis atau mental), dan spiritualitas secara utuh. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis studi kepustakaan (library research) dan dianalisis menggunakan teknik analisis isi (content analysis). Hasil penelitian menunjukkan bahwa psikologi fisik dan kognitif yang dilakukan secara holistik dan optimal dengan menekankan pada keselarasan antara tubuh, akal, dan spiritualitas berkontribusi dalam peningkatan pemahaman dan retensi pengetahuan, pengembangan strategi belajar, penerapan prinsip metakognitif, pemanfaatan teknologi kognitif, serta pembentukan pembelajaran bermakna sehingga membantu meningkatkan efektivitas pembelajaran.
Digital Learning Fatigue and Academic Motivation in Students at Ahmad Dahlan University Yogyakarta Masduki, Yusron; Johari, Mohd Erfino
Jurnal Tarbiyatuna Vol 16 No 2 (2025)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Magelang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31603/tarbiyatuna.v16i2.15261

Abstract

Digital learning environments have become an integral part of higher education; however, prolonged exposure to online platforms and digital devices increases the risk of digital learning fatigue among university students. This study investigates the effects of digital learning fatigue on academic motivation and learning engagement among undergraduate students at Ahmad Dahlan University, Yogyakarta. Employing a quantitative explanatory design, data were collected from 300 students and analyzed using Structural Equation Modeling–Partial Least Squares (SEM-PLS). Three latent variables were examined: Digital Learning Fatigue (DLF), Academic Motivation (AM), and Learning Engagement (LE). The measurement model demonstrated strong convergent and discriminant validity, with high composite reliability across all constructs. Structural model analysis revealed that digital learning fatigue had a significant negative effect on academic motivation (β = –0.41, p < 0.001), while academic motivation had a strong positive effect on learning engagement (β = 0.58, p < 0.001). The direct effect of digital learning fatigue on learning engagement was negative but not statistically significant (β = –0.12, p = 0.060). Mediation analysis confirmed a significant indirect effect of digital learning fatigue on learning engagement through academic motivation (β = –0.24, p < 0.001), indicating full mediation. These findings suggest that students’ learning engagement declines not directly due to digital fatigue, but because fatigue undermines their academic motivation. The study highlights the central role of motivational processes in sustaining student engagement within digital learning contexts and offers implications for designing supportive and sustainable online learning environments in higher education.