Claim Missing Document
Check
Articles

Found 37 Documents
Search

DILEMA PEREMPUAN BEKERJA DALAM MENUNDA PERNIKAHAN DI LINGKUNGAN MABAR KECAMATAN MEDAN DELI KOTA MEDAN Elysabeth Sinaga, Clara; Supsiloani, Supsiloani
NUSANTARA : Jurnal Ilmu Pengetahuan Sosial Vol 11, No 7 (2024): NUSANTARA : Jurnal Ilmu Pengetahuan Sosial
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jips.v11i7.2024.2757-2763

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana latar belakang terjadinya dilema dalam pengambilan keputusan untuk mengakhiri pernikahan pada perempuan pekerja di lingkungan Mabar, untuk mengetahui upaya yang dilakukan oleh perempuan pekerja dalam pengambilan keputusan, dan untuk mengetahui pandangan masyarakat tentang keputusan untuk menunda pernikahan pada beberapa perempuan di lingkungan Mabar. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Teknik pengumpulan data yang dilakukan penulis ialah melakukan observasi, wawancara. Hasil penelitiann ini adalah bahwasanya perempuan bekerja yang memiliki dilema akan suatu pilihan hidupnya untuk memilih keputusan menikah atau keputusan untuk menunda pernikahan.
OUTFIT OF THE DAY SEBAGAI EKSPRESI DIRI DIKALANGAN MAHASISWA PENDIDIKAN TATA BUSANA UNIVERSITAS NEGERI MEDAN Stefani Vanesha Simbolon, Meira; Supsiloani, Supsiloani
NUSANTARA : Jurnal Ilmu Pengetahuan Sosial Vol 11, No 10 (2024): NUSANTARA : JURNAL ILMU PENGETAHUAN SOSIAL
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jips.v11i10.2024.4114-4120

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan fenomena Outfit of The Day pada mahasiswa Pendidikan Tata Busana Universitas Negeri Medan mengenai manfaat Mahasiswa Pendidikan Tata Busana mengikuti Outfit of the day dan praktik Outfit of The Day sebagai bahasa visual untuk mengekspresikan diri pada mahasiswa Pendidikan Tata Busana Universitas Negeri Medan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu metode penelitian kualitatif dengan pendekatan fenomenologi. Teknik pengumpulan data yang dilakukan adalah observasi, wawancara dan dokumentasi. Penelitian ini dilakukan di Program Studi Pendidikan Tata Busana, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Medan. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa manfaat yang dirasakan oleh mahasiswa ketika mengikuti trend outfit of the day  adalah mahasiswa dapat mengekspresikan diri dan kreativitas dalam memilih pakaian selain itu juga dapat membuat tampilan diri lebih menarik.  Praktik mahasiswa Pendidikan Tata Busana sebagai bahasa visual untuk mengungkapkan kepribadian dan personal sebagai mahasiswa yang memahami fashion dan mengikuti zaman. Biasanya mahasiswa memposting foto dari OOTD di aplikasi Instagram pada fitur story (cerita). OOTD digunakan oleh mahasiswa Pendidikan Tata Busana sebagai bahasa visual untuk menunjukkan diri. 
STRATEGI ADAPTASI ETNIS TIONGHOA DI KECAMATAN KISARAN BARAT KABUPATEN ASAHAN Aqilah, Tiara; Supsiloani, Supsiloani
NUSANTARA : Jurnal Ilmu Pengetahuan Sosial Vol 12, No 1 (2025): NUSANTARA : JURNAL ILMU PENGETAHUAN SOSIAL
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jips.v12i1.2025.43-51

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis permasalahan yang dihadapi etnis Tionghoa dalam beradaptasi dan menganalisis proses adaptasi sosial budaya yang dilakukan etnis Tionghoa. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Penelitian ini dilakukan di Kecamatan Kisaran Barat Kabupaten Asahan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa permasalahan etnis Tionghoa dalam beradaptasi dipengaruhi beberapa faktor 1) faktor interaksi dan komunikasi bahwa relative sedikit etnis Tionghoa bisa bahasa Jawa dan lebih fasih menggunakan bahasa Indonesia. Kemudian, menggunakan bahasa Hokkien ketika berkomunikasi dengan sesama etnis Tionghoa. 2) faktor ekonomi karena diskriminasi di masa orde baru membuat etnis Tionghoa tidak memiliki peluang bekerja di bidang lain selain berdagang. 3) faktor pendidikan bahwa relatif sedikit pendidikan formal yang menerima etnis Tionghoa, sehingga sebagian besar etnis Tionghoa melanjutkan pendidikannya di swasta. Proses adaptasi sosial budaya etnis Tionghoa berkaitan dengan 1) adaptive behavior bahwa etnis Tionghoa menggunakan bahasa Indonesia, bahasa Hokkien dan bahasa Jawa saat berkomunikasi. 2) adaptive strategies dalam mempertahankan ekonomi etnis Tionghoa memilih menjadi pedagang kecil hingga besar seperti sekarang. 3) adaptive processes bahwa ada hubungan timbal balik antara etnis Tionghoa dengan etnis Jawa seperti pada saat hajatan, perayaan hari raya.
Pelaksanaan Tradisi Ninthul Ari-Ari yang Dilakukan Masyarakat Jawa di Desa Sei Birung Kecamatan Bandar Khalifah Kabupaten Serdang Bedagai Afifah, Eli; Supsiloani, Supsiloani
MUDABBIR Journal Research and Education Studies Vol. 5 No. 2 (2025): Vol. 5 No. 2 Juli-Desember 2025
Publisher : Perkumpulan Manajer Pendidikan Islam Indonesia (PERMAPENDIS) Prov. Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56832/mudabbir.v5i2.1415

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pelaksanaan tradisi yang dilakukan oleh masyarakat jawa di desa Sei Birung, menganalisis terkait alasan masyarakat masih melakukan tradisi Ninthul Ari-Ari hingga sekarang ini, serta apa saja makna simbolik atas tradisi Ninthul Ari-Ari ini, mulai dari bahan dan benda tertentu yang telah diyakini oleh masyarakat didesa memiliki makna tersendirinya. Metode yang digunakan didalam penelitian ini yaitu metode kualitatif dengan pendekatan etnografi. Penelitian ini dilaksanakan di Desa Sei Birung Kecamatan. Bandhar Khalifah Kabupaten. Serdang Bedagai. Teknik pengumpulan datanya melalui observasi, wawancara mendalam, dokumentasi serta catatan lapangan. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa tradisi Ninthul Ari-Ari ini merupakan tradisi yang sudah turun-temurun dijalankan oleh masyarakat di desa sebagai bentuk penghormatan dan harapan doa terhadap kehidupan sang bayi.. Pelaksanaan tradisi ini dimulai dengan mencuci ari-ari, memberikan ari-ari garam& asam, meletakkan ari-ari kedalam kendi /baskom, diberi benda-benda tertentu yang sudah diyakini oleh masyarakat. Adapun tradisi ini masih dilakukan hingga sekarang karena masyarakat didesa sudah sangat meyakini tradisi ini dari sejak dahulu dan sudah menjadi kebiasaan masyarakat untuk menjalankannya ketika ada ibu yang baru saja selesai melahirkan. Makna simbolik dari tradisi Ninthul Ari Ari ini yaitu masyarakat percaya bahwa simbol yang ada pada tradisi membawa kebaikan pada kehidupan sang bayi.
Pemberdayaan Remaja Mesjid Melalui Keterampilan Pembenihan dan Pembesaran Ikan Lele Sebagai Peluang Usaha dan Ketersediaan Pangan Keluarga di Kelurahan Sidodadi Sudarwati, Lina; Dewinta, Astrid Fauzia; Andriani, Lusiana; Atika, Tuti; Supsiloani, Supsiloani
Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Patikala Vol. 5 No. 2 (2025): Jurnal PkM PATIKALA
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Bakat Indonesia/Education and Talent Development Center of Indonesia (ETDC Indonesia)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51574/patikala.v5i3.4686

Abstract

Based on population data of Sidodadi Village in 2022, around 3107 people or 66.80% of the total population turned out to be unemployed and became dependents of 33.20% of the productive age population who worked. In addition to the high unemployment rate in Sidodadi Village, the fate of the younger generation is also threatened by the rampant drug use. The problem found is the absence of capital and the lack of skills to start a business. Based on the problems described earlier, community empowerment efforts for youth are needed. This Community Empowerment activity is carried out through stages starting with problemmapping, solution offering, training and business preparation practices, spawning training and practices, training and enlargement practices, digital marketing training, to evaluation and monitoring. A series of stages of empowerment activities have been completed and someforms of value changes that occurred after the empowerment was carried out, namely achange in orientation towards abandoned ponds that were originally considered useless can finally be used and utilized as a source of economic improvement through catfish farming. In addition, there is also achange in the assumption that working individually is more effective instead of working together in a team or group.
Kehidupan Sosial Ekonomi Perempuan Pengrajin Batu Bata di Desa Kelurahan Losung Kecamatan Padangsidimpuan Selatan Siahaan, Mutiara Cinta Dewi; Supsiloani, Supsiloani
Jurnal Ilmu Pendidikan dan Sosial Vol. 5 No. 1 (2026): April
Publisher : CV Putra Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58540/jipsi.v5i1.1480

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisi hal yang mendorong perempuan bekerja sebagai pengrajin batu bata, menganalisis hambatan yang mereka hadapi dalam menjalankan peran ganda sebagai pekerja dan ibu rumah tangga, serta menganalisi kondisi sosial ekonomi mereka secara menyeluruh. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi, kemudian dianalisis melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa alasan utama perempuan bekerja sebagai pengrajin batu bata adalah untuk mendukung keuangan keluarga karena pendapatan suami yang tidak mencukupi dan kebutuhan rumah tangga yang tinggi. Perempuan pengrajin batu bata mengalami tekanan kerja ganda, yaitu pekerjaan fisik di tempat pembuatan batu bata serta tanggung jawab rumah tangga di rumah. Kondisi sosial ekonomi mereka umumnya berada pada tingkat menengah ke bawah, ditandai dengan tingkat pendidikan rendah, pendapatan tidak tetap, serta beban tanggungan keluarga yang besar. Meskipun demikian, perempuan pengrajin batu bata memiliki peran penting dalam menopang perekonomian keluarga dan menunjukkan strategi bertahan hidup melalui kerja keras, pembagian waktu, dan solidaritas sosial antar sesama pekerja.
Kolaborasi Pengembangan Wisata Alam Toga Raja di Desa Partungko Naginjang, Kabupaten Samosir: Collaborative Development of Toga Raja Ecotourism in Partungko Naginjang Village, Samosir Regency Nur’ainiza Sitorus, Intan; Supsiloani, Supsiloani
Jurnal Sosiologi Agama Indonesia (JSAI) Vol. 4 No. 2 (2023)
Publisher : Program Studi Sosiologi Agama Fakultas Ushuluddin dan Filsafat, Universitas Islam Negeri Ar-Raniry, Banda Aceh, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22373/jsai.v4i2.2841

Abstract

The article aims to examine the collaboration among BUMDes (Village-Owned Enterprises), the village government, and the local community in developing the natural tourist destination Toga Raja and to describe the strategies employed in its development. The method used in this research is qualitative with a descriptive approach. Data were collected through observations and in-depth interviews. The findings of this study demonstrate that Toga Raja, as a pioneering ecotourism site, holds significant potential in the tourism sector, where collaboration among BUMDes, village government, and the local community is key to its successful development. The development strategies encompass the utilization of social media, cooperation with travel agencies, and the improvement of tourism facilities. The results are evident in the increased number of tourists and rising revenue over time. Toga Raja serves as a successful example of ecotourism development through strong collaboration between BUMDes, the village government, and the local community, employing effective strategies. Abstrak Artikel ini bertujuan untuk melihat kolaborasi yang dilakukan oleh BUMDes, pemerintah desa, dan masyarakat lokal dalam pengembangan wisata alam Toga Raja, dan menggambarkan strategi pengembangan yang dilakukan. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Pengumpulan data diperoleh dari observasi dan wawancara mendalam. Hasil kajian ini menunjukkan bahwa sebagai wisata alam rintisan, Toga Raja menawarkan potensi besar dalam bidang wisata di mana kolaborasi BUMDes, pemerintah desa, dan masyarakat lokal menjadi kunci sukses dalam pengembangan wisata ini. Strategi pengembangan meliputi pemanfaatan media sosial, kerjasama dengan agen travel, dan peningkatan fasilitas wisata. Hasilnya terlihat dengan peningkatan jumlah wisatawan dan pendapatan yang meningkat dari waktu ke waktu. Wisata Toga Raja adalah contoh sukses pengembangan wisata alam rintisan melalui kolaborasi yang kuat antara BUMDes, pemerintah desa, dan masyarakat lokal dengan strategi yang efektif.