Claim Missing Document
Check
Articles

STRUKTUR, KOMPOSISI, DAN MODEL ARSITEKTUR POHON DI KAWASAN REHABILITASI SUNGAI KARANG MUMUS LEMPAKE, SAMARINDA Hendra, Medi; Jusmaldi; Rukmi, Dijan Sunar; Mukhlis; Subagiada, Kadek
Berita Biologi Vol 24 No 1 (2025): Berita Biologi
Publisher : BRIN Publishing (Penerbit BRIN)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55981/berita_biologi.2025.9469

Abstract

Komposisi dan struktur vegetasi merupakan parameter utama dalam rehabilitasi hutan, yang dipengaruhi oleh habitat, iklim, dan kondisi tanah. Pepohonan di kawasan rehabilitasi Sungai Karang Mumus memperlihatkan model arsitektur yang beragam, yang mewakili ciri morfologi pertumbuhan pohon, seperti perkembangan batang dan pola percabangan. Pemantauan karakteristik ini penting untuk mengevaluasi upaya restorasi hutan. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji komposisi dan struktur vegetasi pada tiga fase pertumbuhan—pohon, permudaan, dan anakan—dan mengidentifikasi model arsitektur pepohonan di kawasan rehabilitasi. Penelitian ini menggunakan metode petak, yaitu lahan seluas 500 meter persegi yang dibagi menjadi lima anak petak yang masing-masing berukuran 10 x 10 meter. Metode survei digunakan untuk mengeksplorasi dan mengamati secara langsung model arsitektur pohon. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada fase pohon, spesies Cerbera manghas memiliki Indeks Nilai Penting (INP) tertinggi yaitu sebesar 94,773%. Pada fase pancang, Mitragyna speciosa mendominasi dengan INP sebesar 74,999%, sedangkan pada fase semai, Ficus fistulosa memimpin dengan INP sebesar 77,258%. Keberagaman model arsitektur pohon di kawasan rehabilitasi Sungai Karang Mumus, dengan 15 model arsitektur yang ditemukan dari 27 jenis pohon, mencerminkan adaptasi ekologis yang penting dalam stabilisasi tebing sungai dan pengurangan erosi. Pemilihan model arsitektur pohon yang sesuai di kawasan rehabilitasi sungai sangat penting dalam upaya rehabilitasi hutan. Model pohon seperti Aubreville dan Leeuwenberg, dengan percabangan yang baik dan kemampuan regenerasi cepat, memberikan manfaat tambahan dalam menahan erosi, memperkuat stabilitas tanah, dan mengurangi dampak aliran permukaan. Model-model ini tidak hanya membantu dalam pemulihan fungsi ekologis hutan tetapi juga mendukung stabilitas tanah serta menyediakan habitat yang mendukung keberlanjutan spesies lokal di kawasan hutan riparian.
Pharmacological Potential of the Stem of Butterfly Root Plant (Phanera semibifida Roxb. var. semibifida): A Phytochemical, Toxicity, and Anti-Inflammatory Activity Study Ayu Mellyanti; Rita Hairani; Erwin Erwin; Winni Astuti; Medi Hendra; Eva Marliana
Jurnal Ilmiah Sains Volume 25 Issue 2, October 2025
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35799/jis.v25i2.62442

Abstract

Phanera semibifida Roxb. var. semibifida, commonly known as the butterfly root plant, is one of the plants frequently used by various indigenous tribes in Kalimantan as a traditional medicinal plant. This study was conducted to identify the secondary metabolite compounds, toxicity level, and anti-inflammatory activity of the plant. Extraction of the stem of the butterfly root plant was carried out using the maceration method with methanol as the solvent, followed by partitioning with n-hexane and ethyl acetate. Phytochemical screening of the stem was performed using Thin Layer Chromatography (TLC). Toxicity testing was conducted using the Brine Shrimp Lethality Test (BSLT), and anti-inflammatory activity was evaluated based on protein denaturation inhibition in vitro using a ultraviolet-visible (UV-Vis) spectrophotometer. The crude extract of the stem was found to contain alkaloids, triterpenoids, steroids, flavonoids, and phenolics; the n-hexane fraction contained triterpenoids and steroids; the ethyl acetate fraction contained alkaloids, triterpenoids, steroids, flavonoids, and phenolics, while the aqueous fraction contained alkaloids, flavonoids, and phenolics. The toxicity levels (LC₅₀) of the crude extract, n-hexane fraction, ethyl acetate fraction, and aqueous fraction were 57.45; 158.04; 42.34; and 72.88 µg/mL, respectively, indicating toxic activity against Artemia salina L. larvae. The anti-inflammatory activity levels (IC₅₀) of the crude extract, n-hexane fraction, ethyl acetate fraction, and aqueous fraction were 124.95 µg/mL (moderate category); 161.27 µg/mL (moderate category); 99.15 µg/mL (strong category); and 143.44 µg/mL (moderate category), respectively. These results indicate that the stem of the butterfly root plant (Phanera semibifida Roxb. var. semibifida) contains bioactive compounds and has potential as a natural anti-inflammatory agent.
Pengaruh Ekstrak Daun Kratom (Mitragyna speciosa Korth.) Terhadap Keteraturan Siklus Estrus dan Bobot Organ Reproduksi (Ovarium dan Uterus) Mencit (Mus musculus L.) Kurniati, Reni; Kurniati, Melani Della Anggita Putri Buchari; Medi Hendra
Biosfer : Jurnal Biologi dan Pendidikan Biologi Vol. 10 No. 2 (2025): BIOSFER: Jurnal Biologi dan Pendidikan Biologi
Publisher : Program Studi Pendidikan Biologi, FKIP Unpas,

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23969/biosfer.v10i2.37473

Abstract

Kratom (Mitragyna speciosa Korth) dipercaya sebagai tanaman obat yang tersebar di Asia Tenggara termasuk di Indonesia. Beberapa penelitian menunjukkan bahwa kratom dapat mempengaruhi sistem reproduksi jantan, namun penelitian berhubungan reproduksi betina masih sedikit, sehingga tujuan penelitian ini adalah untuk melihat pengaruh pemberian ekstrak daun kratom terhadap keteraturan siklus estrus dan bobot organ reproduksi( ovarium dan uterus) mencit (Mus musculus L.). Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 4 perlakuan dan 5 kali pengulangan selama 21 hari. Hewan uji yang digunakan yakni 20 ekor mencit betina dewasa berumur 2,5-3 bulan dengan berat badan 25-30 gram. Hewan uji dibagi atas 4 kelompok yaitu 1 kelompok kontrol dan 3 kelompok perlakuan. Kelompok kontrol diberi 0,5 ml larutan CMC 1% (placebo), sedangkan kelompok perlakuan diberi ekstrak kratom secara berurutan 0,5 ml dosis 100 mg/kgBB (P1), dosis 200 mg/kgbb (P2) dan dosis 300 mg/kgBB yang terlarut dalam CMC 1%. Pengamatan keteraturan siklus estrus mencit menggunakan metoda apusan vagina, dimulai pada hari pertama sebelum diberikan perlakuan, kemudian dilanjutkan setiap 5 hari sekali. Siklus estrus dikategorikan teratur apabila terdapat tiga fase siklus estrus yang sama secara berurutan selama pengamatan. Pada hari ke-21 mencit dibedah untuk diambil ovarium dan uterus, kemudian ditimbang. Data dianalisis dengan ANOVA dan uji lanjut Duncan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian ekstrak kratom dosis 100-300 mg/kgBB.dapat menyebabkan persentase keteraturan  siklus estrus menurun secara signifikan seiring bertambahnya dosis  dan peningkatan bobot ovarium secara signifikan pada kelompok perlakuan, namun tidak berpengaruh pada bobot uterus dan berat badan menci
Etnobotani tumbuhan obat tradisional masyarakat Kutai di Kecamatan Kenohan, Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur Titin Suharti; Medi Hendra; Muhammad Fauzi Arif; Linda Oktavianingsih
Jurnal Biologi Udayana Vol. 29 No. 1 (2025): JURNAL BIOLOGI UDAYANA
Publisher : Program Studi Biologi, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/JBIOUNUD.2025.v29.i01.p07

Abstract

Masyarakat di Pulau Kalimantan hingga saat ini masih banyak yang memanfaatkan keanekaragaman hayati tumbuhan sebagai obat tradisional, termasuk masyarakat Suku Kutai yang bermukim di Kecamatan Kenohan, Kabupaten Kutai Kartanegara. Pemanfaatan tumbuhan obat ini telah berlangsung lama, terutama oleh masyarakat yang tinggal di sekitar hutan. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi jenis tumbuhan obat yang digunakan oleh masyarakat Suku Kutai, bagian tumbuhan yang dimanfaatkan, cara pengolahan, serta manfaatnya. Penelitian ini menggunakan metode survei deskriptif dengan teknik wawancara semi-terstruktur (semi-structured interview) yang dilengkapi dengan keterlibatan aktif peneliti dalam kegiatan masyarakat setempat melalui pendekatan Participatory Ethnobotanical Appraisal (PEA). Pengambilan sampel tumbuhan obat dilakukan dengan metode transect-walk sampling. Hasil penelitian mengidentifikasi 103 spesies tumbuhan dari 48 famili yang dimanfaatkan sebagai obat tradisional. Bagian tumbuhan yang paling banyak digunakan adalah daun sebesar 51%, diikuti oleh akar sebesar 16%, umbi sebesar 11, batang sebesar 10%, kulit batang sebesar 2%, getah sebesar 2%, buah sebesar 5%, dan biji sebesar 2% serta bunga 1%. Metode pengolahan tumbuhan obat yang umum dilakukan adalah dengan cara direbus sebesar 71%, ditumbuk sebesar 14%, diparut sebesar 9%, tanpa diolah sebesar 3%, dan diremas sebesar 3%. Tumbuhan obat ini dimanfaatkan oleh masyarakat untuk mengobati berbagai penyakit, termasuk penyakit degeneratif seperti diabetes, penyakit jantung, asam urat, dan hipertensi, serta penyakit tropis seperti sakit kepala, malaria, perawatan pasca-melahirkan, dan pendarahan.
Etnobotani Tumbuhan Obat Masyarakat Dayak Penihing di Kecamatan Long Apari Kabupaten Mahakam Ulu Medi Hendra; Natasya Irma Nur Salsabillah; Linda Oktavianingsih
Jurnal Ilmu Lingkungan Vol 23, No 4 (2025): July 2025
Publisher : School of Postgraduate Studies, Diponegoro Univer

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jil.23.4.1099-1106

Abstract

Suku Dayak merupakan penduduk asli pulau Kalimantan yang memiliki pengetahuan dalam memanfaatkan tumbuhan obat. Suku Dayak Penihing merupakan salah satu etnis Dayak di Kalimantan Timur yang masih memanfaatkan tumbuhan sebagai obat-obatan. Suku ini bermukim di bagian hulu sungai Mahakam, dimana fasilitas kesehatan yang kurang memadai membuat masyarakat Dayak Penihing masih menjaga pengetahuannya dalam memanfaatkan tumbuhan sebagai obat tradisional. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui jenis dan bagian tumbuhan yang digunakan sebagai obat  tradisional oleh suku Dayak Penihing di Kecamatan Long Apari, serta cara mengolah untuk digunakan menjadi obat tradisional. Pengumpulan data dilakukan dengan wawancara semi-terstruktur untuk mengumpulkan informasi tentang nama lokal, bagian tumbuhan, manfaat tumbuhan dan cara pemanfaatannya. Pemilihan informan pada tahap wawancara ini dilakukan dengan metode snowball sampling yaitu teknik pemilihan informan berdasarkan rekomendasi informan kunci dalam hal ini ketua adat. Hasil penelitian didapatkan 63 spesies tumbuhan yang tergolong kedalam 36 famili dimanfaatkan sebagai obat tradisional. Pengolahan tumbuhan obat masih sangat sederhana dengan beberapa cara yaitu diseduh 49%, direbus 28%, direndam 8%, ditumbuk 5%, dibakar 3%, tanpa diolah 3%, dan yang paling sedikit dilakukan dengan diremas dan dikunyah masing-masing 2%. Penggunaan tumbuhan obat tradisional oleh Suku Dayak Penihing dilakukan dengan 5 cara yaitu diminum 81%, ditempelkan 11%, dimakan 5%, dikunyah 2% dan digosok 1%.
Pengenalan Pengelolaan Sampah Sejak Dini Pada Sekolah Dasar di Kecamatan Kota Bangun Mislan Mislan; Yaskinul Anwar; Sus Tri Murti; Lariman Lariman; Medi Hendra; Eko Heryadi
Kontribusi: Jurnal Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 5 No. 2 (2025): Mei 2025
Publisher : Cipta Media Harmoni

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53624/kontribusi.v5i2.587

Abstract

Latar Belakang: Sampah merupakan permasalah yang belum terselesaikan terlebih lagi berkaitan dengan prilaku masyarakat. Pengenalan pengelolaan sampah perlu ditanamkan sejak dini pada anak – anak, supaya lingkungan kedepannya dapat lestari. Tujuan: Pengabdian ini memberikan pengenalan pengelolaan sampah kepada siswa – siswa sekolah dasar terkait pemilahan dan pengelolaan sampah. Kegiatan ini dilakukan mulai januari sampai maret 2023 di SDN 003 dan 004 Kota Bangun. Metode: Pengenalan pengelolaan sampah dilakukan dengan cara workshop yang dipadukan dengan ceramah dan games dalam mengenalkan cara – cara pengelolaan sampah, khususnya dalam melakukan pemilahan sampah. Hasil: Berdasarkan hasil evaluasi menunjukkan siswa dan pihak sekolah sudah mulai melakukan pengelolaan sampah secara sederhana, terutama untuk sampah plastik, walaupun masih ada beberapa kesalahan dalam pemilahan jenis sampah. Kesimpulan: Dengan melatih pengelolaan sampah sejak dini ini, diharapkan dapat meningkatkan kebersihan dan meningkatkan kelestarian lingkungan sekitar Sungai dan Danau Kaskade Mahakam.
DIVERSITY OF Citrus spp. FROM PENAJAM PASER UTARA, EAST KALIMANTAN BASED ON MORPHOLOGICAL CHARACTERS Linda Oktavianingsih; Noviana Crisdayanti; Muhammad Fauzi Arif; Medi Hendra
BIOTROPIA Vol. 31 No. 2 (2024): BIOTROPIA Vol. 31 No. 2 August 2024
Publisher : SEAMEO BIOTROP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.11598/btb.2024.31.2.1872

Abstract

ARTICLE HIGLIGHTS- This research is the first study to provide data on the diversity of Citrus spp. from North Penajam Paser Regency (IKN) area, East Kalimantan for further development and breeding program. - This research offers new information on the distribution of Citrus spp. from the North Penajam Paser Regency (IKN) area, East Kalimantan. - This research provides information on the phenetic relationships among Citrus spp. from the North Penajam Paser Regency (IKN) area, East Kalimantan, and the morphological characteristics that play the most significant role in their clustering. ABSTRACTCitrus spp. is local Indonesian fruit with high diversity and widely distributed around Indonesia country. Diversity and relationship data of Citrus spp. from Penajam Paser Utara-East Kalimantan has never been studied before. This study aimed to provide the diversity and relationship data of Citrus spp. from Penajam Paser Utara using morphological characteristics which served as the basic data for further development and breeding. The research was conducted through observation and sampling, followed by characterization and scoring of morphological data, and lastly the data analysis. The research succeeded in finding 35 accessions of Citrus spp. consisting of C. limon “Jeruk Lemon”, C. suhuensis, “Jeruk Siam”, C. aurantiifolia “Jeruk Nipis”, C. sinensis “Jeruk Manis”, C. maxima “Jeruk Bali”, C. microcarpa “Jeruk Kalamansi”, and Citrus sp. "Jeruk Sunkist" spread in sub-district Penajam, Sepaku, Babulu, and Waru. The dendrogram to clustering Citrus spp. in PPU was divided into two large clusters. Cluster A was grouped based on the character of tree habitus, cordate leaf apex, entire leaf margin, pink mesocarp color, and seed absence. Cluster B was grouped based on the character of the shrubs habitus, acute and rounded leaf apex, crenate leaf margin, white to orange mesocarp color, and numerous seeds in the fruit. This diversity made Citrus spp. from Penajam Paser Utara had high potential value for further development through a plant breeding program.
The Potential oOf Butterfly Root Plant (Phanera semibifida Roxb. var. semibifida) Stem as a Source of Antioxidants and Natural Sunscreen Agent Nurnaningsi T; Rita Hairani; Chairul Saleh; Ritbey Ruga; Eva Marliana; Medi Hendra
JURNAL KIMIA MULAWARMAN Vol 23 No 1 (2025)
Publisher : Jurusan Kimia Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/jkm.v23i1.1559

Abstract

Phanera semibifida Roxb. var. semibifida merupakan tanaman liana yang berasal dari famili Leguminosae. Tanaman ini umum digunakan sebagai tanaman obat oleh berbagai suku bangsa di Kalimantan. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi metabolit sekunder menggunakan metode kromatografi lapis tipis (KLT), mengevaluasi aktivitas antioksidan menggunakan metode DPPH (2,2-difenil-1-pikrilhidrazil), dan menilai potensi tabir surya secara in vitro menggunakan spektrofotometer UV-Vis. Uji fitokimia menunjukkan bahwa baik ekstrak metanol kasar maupun fraksi etil asetat mengandung alkaloid, steroid, triterpenoid, fenolik, dan flavonoid. Fraksi n-heksana mengandung steroid dan triterpenoid. Fraksi air mengandung alkaloid, fenolik, dan flavonoid. Aktivitas antioksidan diamati dalam ekstrak metanol kasar, n-heksana, etil asetat, dan fraksi air dengan nilai IC₅₀ masing-masing 19,51; 105,08; 16,99 dan 137,30 mg/L. Aktivitas tabir surya ditentukan berdasarkan nilai SPF pada konsentrasi 25, 50, 100, 150, 200, dan 250 mg/L untuk ekstrak kasar, fraksi n-heksana, etil asetat, dan air, yang masing-masing berkisar antara 0,52–6,55, 0,63–6,91, 1,51–17,93, dan 0,23–3,01. Hasil ini menunjukkan potensi Phanera semibifida Roxb. var. semibifida sebagai kandidat alami dengan aktivitas antioksidan dan sifat pelindung matahari.
Cultivation Practices and Knowledge of Local Rice Varieties among Benuaq Farmers in Muara Lawa District West Kutai, East Kalimantan-Indonesia MEDI HENDRA; EDI GUHARDJA; DEDE SETIADI; EKO BAROTO WALUJO; YOHANES PURWANTO
Biodiversitas Journal of Biological Diversity Vol. 10 No. 2 (2009)
Publisher : Society for Indonesian Biodiversity

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.13057/biodiv/d100208

Abstract

This research aim to study how Benuaq society around Muara Lawa District, manage agriculture system and internal knowledge about rice varieties. This research use ethnobotanical approach: collecting ethnobotanical data of rice varieties and traditional system of swidden cultivation. Data was obtained by using direct participatory technique by interviewing the people (key informants) about their practice and perception. The interviews were unstructured open-ended discussion onknowledge and farming activities including about diversity in rice varieties. Subsequently, quantitative data from questionnaires was combined with depth-interview data from key informants. The Benuaq indigenous systems, practices, and cultivation preferences held by the Benuaq are guarded toward maintaining their rice diversity. The Benuaq systems of upland rice cultivation, site selection for umaq establishment, plant species for fertility indicator, and cultivation of wide ranges of upland rice varieties indicate their sophisticate knowledge in agriculture. Unfortunately there has been degradation in the indigenous knowledge among the young Benuaqs.Key words: Benuaq, ethnobotanical, indigenous, upland rice.
Short Communication: Selected medicinal plants in East and North Kalimantan (Indonesia) against Propionibacterium acnes ENOS TANGKE ARUNG; WHICLIFFE FIERNALEONARDO PASEDAN; IRAWAN WIJAYA KUSUMA; MEDI HENDRA; MERY BUDIARTI SUPRIADI
Biodiversitas Journal of Biological Diversity Vol. 18 No. 1 (2017)
Publisher : Society for Indonesian Biodiversity

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.13057/biodiv/d180141

Abstract

Abstract. Arung ET, Pasedan WF, Kusuma IW, Hendra M, Supriadi MB. 2017. Short Communication: Selected medicinal plants in East and North Kalimantan (Indonesia) against Propionibacterium acnes. Biodiversitas 18: 321-325. Based on community based research on ethnomedicine local knowledge and medicinal plant in Indonesia by Medicinal Plant and Traditional Medicine Research and Development Center of Indonesian Ministry of Helath in 2012 and 2015, various data on medicinal plants including for cosmetic in all Indonesia region has been collected. There are 38 medicinal plants use for skin care/cosmetics. This study focused on some selected medicinal plants used by several Dayak ethnic groups in East and North Kalimantan, Indonesia for cosmetic, especially for anti-acne. Four plants were selected for evaluating its property on anti-acne, namely Crotalaria pallida, Lepisanthes amoena, Premna corymbosa, and Vitex pinnata by well diffusion and dilution methods. The zone inhibition (mm) against Propionibacterium acnes of these leaves extract on anti-acne at 1000 mg/mL was 9.33; 16.44; 13.78; 11.00 mm, respectively and chlorampenicol (positive control) was 29.44 mm at 500 mg/mL. These results were in line with traditional used by Dayak tribes in East and North Kalimantan, Indonesia. Keywords: Anti acne, cosmetic, medicinal plants, traditional medicine
Co-Authors -, Heruddin Abda Abda Ahmad Randy Aisya, Sitti Akhmad Darmawan Aminuddin, Din Anita Apriliana Anita Apriliana, Anita Ardiansyah, DT Ariani, Novita Arif Prasetyo, Arif Arum, Elis Seftia Atila Sapitri Auliana Ayu Mellyanti B, Dian Aspiyani Chairul Saleh Daniel Happy Putra Daryadi A, Muhammad DEDE SETIADI DEWI RAHMAWATI Dharma, Bodhi Dhiu, Waltrudis Dijan Sunar Rukmi Dina Hayati Putri Dwi Susanto Dwi Susanto EDI GUHARDJA EKO BAROTO WALUJO Eko Heryadi eko heryadi, eko Eko Kusumawati ENOS TANGKE ARUNG Ervinda Yuliatin Erwin Erwin Eva Marliana Eva Marliana, Eva Fitriani Fitriani Freminci Fudiantoro, Aldi Hartono, Thirza Larence Helda Sason Hendri Misak Hendris Hendarsyah Kurniawan, Hendris Hendarsyah Husdiati Husna, Riezdqhy Amalina Farahiyah Al Imam Rosadi IRAWAN WIJAYA KUSUMA Jamun, Rosalia Jusmaldi Jusmaldi Kadek Subagiada, Kadek Kristina -, Kristina Kurniati, Melani Della Anggita Putri Buchari Kurniati, Reni Kusumawati, Eko Lariman Lariman Linda Oktavianingsih Linda Oktavianingsih Linda Oktavianingsih Lonita Lonita Luh Putu Ratna Sundari Martafola, Cristina Maulidiyah Maysavitrie Citra Wijayanti Kristianto Mbewu, Nur Inayah Megawati Megawati - MERY BUDIARTI SUPRIADI Minarti Minarti Misak, Hendri Mislan Mislan Muhaenal Muhammad Basrowi Muhammad Fauzi Arif Muhammad Fauzi Arif Muhammad Nurdin Mukhlis munasirah, Munasirah Natasya Irma Nur Salsabillah Nikmahtulhaniah Ayu Wulandari Nova Hariani Noviana Crisdayanti Nur Miati Nuramelia, Nadira Nurnaningsi T Oktaviani, Martha Patang, Nurfadilah A. Pratiwi, Aprilia A Primahana, Gian Pujianti, Eva Putri, Fiorhentina Rahayu, Ndaruning Tri Rahmatullah, Kukuh Risa Supriningrum Rita Hairani Rita Hairani Ritbey Ruga Rivaldi, Ahmad Rofi, Lintang Maula Rosnah Rosnah Rosnah, Rosnah Saleh, Chairul Sapitri, Atila Sarah Sarah Sasmitha Savitri, Pitaloka Alif Siti Hadijah Sudrajat Sudrajat SUKIRNO Sukirno Sukirno Surianto Effendi Sus Tri Murti syafrizal Syalsabila, Adelia Syamsiar, Syamsiar Titin Suharti Utami, Alya Nindityas WHICLIFFE FIERNALEONARDO PASEDAN Widya Fajariani Winata, Ari Winni Astuti Yanti Puspita Sari Yanti Puspita Sari Yaskinul Anwar YOHANES PURWANTO Yudistira Yudistira Yuliatin, Ervinda Zaini, Mulia