Claim Missing Document
Check
Articles

DIVERSITY OF Citrus spp. FROM PENAJAM PASER UTARA, EAST KALIMANTAN BASED ON MORPHOLOGICAL CHARACTERS Oktavianingsih, Linda; Crisdayanti, Noviana; Arif, Muhammad Fauzi; Hendra, Medi
BIOTROPIA Vol. 31 No. 2 (2024): BIOTROPIA Vol. 31 No. 2 August 2024
Publisher : SEAMEO BIOTROP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.11598/btb.2024.31.2.1872

Abstract

ARTICLE HIGLIGHTS- This research is the first study to provide data on the diversity of Citrus spp. from North Penajam Paser Regency (IKN) area, East Kalimantan for further development and breeding program. - This research offers new information on the distribution of Citrus spp. from the North Penajam Paser Regency (IKN) area, East Kalimantan. - This research provides information on the phenetic relationships among Citrus spp. from the North Penajam Paser Regency (IKN) area, East Kalimantan, and the morphological characteristics that play the most significant role in their clustering. ABSTRACTCitrus spp. is local Indonesian fruit with high diversity and widely distributed around Indonesia country. Diversity and relationship data of Citrus spp. from Penajam Paser Utara-East Kalimantan has never been studied before. This study aimed to provide the diversity and relationship data of Citrus spp. from Penajam Paser Utara using morphological characteristics which served as the basic data for further development and breeding. The research was conducted through observation and sampling, followed by characterization and scoring of morphological data, and lastly the data analysis. The research succeeded in finding 35 accessions of Citrus spp. consisting of C. limon “Jeruk Lemon”, C. suhuensis, “Jeruk Siam”, C. aurantiifolia “Jeruk Nipis”, C. sinensis “Jeruk Manis”, C. maxima “Jeruk Bali”, C. microcarpa “Jeruk Kalamansi”, and Citrus sp. "Jeruk Sunkist" spread in sub-district Penajam, Sepaku, Babulu, and Waru. The dendrogram to clustering Citrus spp. in PPU was divided into two large clusters. Cluster A was grouped based on the character of tree habitus, cordate leaf apex, entire leaf margin, pink mesocarp color, and seed absence. Cluster B was grouped based on the character of the shrubs habitus, acute and rounded leaf apex, crenate leaf margin, white to orange mesocarp color, and numerous seeds in the fruit. This diversity made Citrus spp. from Penajam Paser Utara had high potential value for further development through a plant breeding program.
ASPEK BIOLOGI DAN HABITAT IKAN LURAI (Corica soborna Hamilton, 1822) DARI HILIR SUNGAI MAHAKAM, KALIMANTAN TIMUR [Biological Aspects and Habitat of Lurai Fish (Corica soborna Hamilton, 1822) from the Lower Mahakam River, East Kalimantan] Jusmaldi, Jusmaldi; Nuramelia, Nadira; Arif, Muhammad Fauzi; Hendra, Medi; Rukmi, Dijan Sunar; Rosadi, Imam
Berita Biologi Vol 22 No 3 (2023): Berita Biologi
Publisher : BRIN Publishing (Penerbit BRIN)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55981/beritabiologi.2023.1075

Abstract

The Lurai fish, scientifically known as Corica soborna Hamilton, 1882, belongs to the small freshwater fish in the Clupeidae family of the Clupeiformes order. Local communities in the lower Mahakam River, East Kalimantan, have long exploited this species for consumption and trade. At the same time, the biological information regarding this fish, which forms the fundamental basis for its conservation, is yet unknown. This study aimed to analyze the biological aspects and habitat of the lurai fish in the lower Mahakam River. A total of 812 fish samples were analyzed using measuring and weighing methods. The results showed that the fish's length ranged from 42.48 to 63.89 mm and their weight from 0.70 to 2.56 g. Mature lurai fish with 52.48-54.47 mm length dominated the highest mode. The regression model of the length-weight relationship was W= 5×10-6L3.18 for the total sample. The growth pattern of the fish was isometric, and the relative condition factor ranged from 0.765 to 1.123. The sex ratio was 1 male : 1.68 females. The highest percentage of gonadally mature fish was found in February. Fish lengths at first gonad maturity ranged from 52.55 to 53.38 mm for males and 59.94 to 61.25 mm for females. The habitat of the lurai fish is at the edge of the river with vegetation, a muddy bottom, a dissolved Oxygen range of 3.70-4.17 mgL-1, a temperature range of 27.50-28.40 °C, a TDS range of 50-80 mgL-1, a clarity range of 19-29 cm, a water depth range of 2.80-3.60 m, and a current velocity range of 0.65-1.07 mst-1.
ISOLATION AND IDENTIFICATION OF APIGENIN, A FLAVONOID COMPOUND FROM MACARANGA HYPOLEUCA (REICHB.F. & ZOLL.) Aisya, Sitti; Megawati, Megawati; Ariani, Novita; Sukirno, Sukirno; Minarti, Minarti; Kurniawan, Hendris Hendarsyah; Hidayat, Arief; Hendra, Medi; Primahana, Gian; Darmawan, Akhmad
Berita Biologi Vol 23 No 1 (2024): Berita Biologi
Publisher : BRIN Publishing (Penerbit BRIN)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55981/beritabiologi.2024.3242

Abstract

The study on Macarang hypolueca (Reichb.f. & Zoll.), which was collected from secondary forests around Samarinda City, East Kalimantan, involved phytochemical investigations that led to the isolation of a flavone type compound of flavonoid from the ethyl acetate fraction. To separate the compounds, silica gel column chromatography was utilized with a gradient solvent system of n-hexane and ethyl acetate, along with the addition of 5%. Infrared analysis (FTIR), mass spectrum (LC-ESI-MS), and nuclear magnetic resonance (1D- and 2D-NMR) were used to identify and elucidate the structure. Based on spectroscopic data and comparison with appropriate references, the isolated compound was identified as apigenin
STRUKTUR, KOMPOSISI, DAN MODEL ARSITEKTUR POHON DI KAWASAN REHABILITASI SUNGAI KARANG MUMUS LEMPAKE, SAMARINDA Hendra, Medi; Jusmaldi; Rukmi, Dijan Sunar; Mukhlis; Subagiada, Kadek
Berita Biologi Vol 24 No 1 (2025): Berita Biologi
Publisher : BRIN Publishing (Penerbit BRIN)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55981/berita_biologi.2025.9469

Abstract

Komposisi dan struktur vegetasi merupakan parameter utama dalam rehabilitasi hutan, yang dipengaruhi oleh habitat, iklim, dan kondisi tanah. Pepohonan di kawasan rehabilitasi Sungai Karang Mumus memperlihatkan model arsitektur yang beragam, yang mewakili ciri morfologi pertumbuhan pohon, seperti perkembangan batang dan pola percabangan. Pemantauan karakteristik ini penting untuk mengevaluasi upaya restorasi hutan. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji komposisi dan struktur vegetasi pada tiga fase pertumbuhan—pohon, permudaan, dan anakan—dan mengidentifikasi model arsitektur pepohonan di kawasan rehabilitasi. Penelitian ini menggunakan metode petak, yaitu lahan seluas 500 meter persegi yang dibagi menjadi lima anak petak yang masing-masing berukuran 10 x 10 meter. Metode survei digunakan untuk mengeksplorasi dan mengamati secara langsung model arsitektur pohon. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada fase pohon, spesies Cerbera manghas memiliki Indeks Nilai Penting (INP) tertinggi yaitu sebesar 94,773%. Pada fase pancang, Mitragyna speciosa mendominasi dengan INP sebesar 74,999%, sedangkan pada fase semai, Ficus fistulosa memimpin dengan INP sebesar 77,258%. Keberagaman model arsitektur pohon di kawasan rehabilitasi Sungai Karang Mumus, dengan 15 model arsitektur yang ditemukan dari 27 jenis pohon, mencerminkan adaptasi ekologis yang penting dalam stabilisasi tebing sungai dan pengurangan erosi. Pemilihan model arsitektur pohon yang sesuai di kawasan rehabilitasi sungai sangat penting dalam upaya rehabilitasi hutan. Model pohon seperti Aubreville dan Leeuwenberg, dengan percabangan yang baik dan kemampuan regenerasi cepat, memberikan manfaat tambahan dalam menahan erosi, memperkuat stabilitas tanah, dan mengurangi dampak aliran permukaan. Model-model ini tidak hanya membantu dalam pemulihan fungsi ekologis hutan tetapi juga mendukung stabilitas tanah serta menyediakan habitat yang mendukung keberlanjutan spesies lokal di kawasan hutan riparian.
The Potential oOf Butterfly Root Plant (Phanera semibifida Roxb. var. semibifida) Stem as a Source of Antioxidants and Natural Sunscreen Agent T, Nurnaningsi; Hairani, Rita; Saleh, Chairul; Ruga, Ritbey; Marliana, Eva; Hendra, Medi
JURNAL KIMIA MULAWARMAN Vol 23 No 1 (2025)
Publisher : Jurusan Kimia Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/jkm.v23i1.1559

Abstract

Phanera semibifida Roxb. var. semibifida merupakan tanaman liana yang berasal dari famili Leguminosae. Tanaman ini umum digunakan sebagai tanaman obat oleh berbagai suku bangsa di Kalimantan. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi metabolit sekunder menggunakan metode kromatografi lapis tipis (KLT), mengevaluasi aktivitas antioksidan menggunakan metode DPPH (2,2-difenil-1-pikrilhidrazil), dan menilai potensi tabir surya secara in vitro menggunakan spektrofotometer UV-Vis. Uji fitokimia menunjukkan bahwa baik ekstrak metanol kasar maupun fraksi etil asetat mengandung alkaloid, steroid, triterpenoid, fenolik, dan flavonoid. Fraksi n-heksana mengandung steroid dan triterpenoid. Fraksi air mengandung alkaloid, fenolik, dan flavonoid. Aktivitas antioksidan diamati dalam ekstrak metanol kasar, n-heksana, etil asetat, dan fraksi air dengan nilai IC₅₀ masing-masing 19,51; 105,08; 16,99 dan 137,30 mg/L. Aktivitas tabir surya ditentukan berdasarkan nilai SPF pada konsentrasi 25, 50, 100, 150, 200, dan 250 mg/L untuk ekstrak kasar, fraksi n-heksana, etil asetat, dan air, yang masing-masing berkisar antara 0,52–6,55, 0,63–6,91, 1,51–17,93, dan 0,23–3,01. Hasil ini menunjukkan potensi Phanera semibifida Roxb. var. semibifida sebagai kandidat alami dengan aktivitas antioksidan dan sifat pelindung matahari.
Pengaruh Ekstrak Daun Kratom (Mitragyna speciosa Korth.) Terhadap Keteraturan Siklus Estrus dan Bobot Organ Reproduksi (Ovarium dan Uterus) Mencit (Mus musculus L.) Kurniati, Reni; Kurniati, Melani Della Anggita Putri Buchari; Medi Hendra
Biosfer : Jurnal Biologi dan Pendidikan Biologi Vol. 10 No. 2 (2025): BIOSFER: Jurnal Biologi dan Pendidikan Biologi
Publisher : Program Studi Pendidikan Biologi, FKIP Unpas,

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23969/biosfer.v10i2.37473

Abstract

Kratom (Mitragyna speciosa Korth) dipercaya sebagai tanaman obat yang tersebar di Asia Tenggara termasuk di Indonesia. Beberapa penelitian menunjukkan bahwa kratom dapat mempengaruhi sistem reproduksi jantan, namun penelitian berhubungan reproduksi betina masih sedikit, sehingga tujuan penelitian ini adalah untuk melihat pengaruh pemberian ekstrak daun kratom terhadap keteraturan siklus estrus dan bobot organ reproduksi( ovarium dan uterus) mencit (Mus musculus L.). Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 4 perlakuan dan 5 kali pengulangan selama 21 hari. Hewan uji yang digunakan yakni 20 ekor mencit betina dewasa berumur 2,5-3 bulan dengan berat badan 25-30 gram. Hewan uji dibagi atas 4 kelompok yaitu 1 kelompok kontrol dan 3 kelompok perlakuan. Kelompok kontrol diberi 0,5 ml larutan CMC 1% (placebo), sedangkan kelompok perlakuan diberi ekstrak kratom secara berurutan 0,5 ml dosis 100 mg/kgBB (P1), dosis 200 mg/kgbb (P2) dan dosis 300 mg/kgBB yang terlarut dalam CMC 1%. Pengamatan keteraturan siklus estrus mencit menggunakan metoda apusan vagina, dimulai pada hari pertama sebelum diberikan perlakuan, kemudian dilanjutkan setiap 5 hari sekali. Siklus estrus dikategorikan teratur apabila terdapat tiga fase siklus estrus yang sama secara berurutan selama pengamatan. Pada hari ke-21 mencit dibedah untuk diambil ovarium dan uterus, kemudian ditimbang. Data dianalisis dengan ANOVA dan uji lanjut Duncan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian ekstrak kratom dosis 100-300 mg/kgBB.dapat menyebabkan persentase keteraturan  siklus estrus menurun secara signifikan seiring bertambahnya dosis  dan peningkatan bobot ovarium secara signifikan pada kelompok perlakuan, namun tidak berpengaruh pada bobot uterus dan berat badan menci
Co-Authors Abda Abda Ahmad Randy Aisya, Sitti Akhmad Darmawan Al Husna, Riezdqhy Amalina F. Anita Apriliana Anita Apriliana, Anita Anwar, Yaskinul Ardiansyah, DT Ariani, Novita Arum, Elis Seftia Atila Sapitri Auliana B, Dian Aspiyani Chairul Saleh Crisdayanti, Noviana Daniel Happy Putra Daryadi A, Muhammad DEWI RAHMAWATI Dharma, Bodhi Dijan Sunar Rukmi Dina Hayati Putri Dwi Susanto Dwi Susanto Eko Heryadi eko heryadi, eko Eko Kusumawati Ervinda Yuliatin Eva Marliana, Eva Fitriani Fitriani Freminci Fudiantoro, Aldi Hairani, Rita Hartono, Thirza Larence Helda Sason Hendri Misak Hendris Hendarsyah Kurniawan, Hendris Hendarsyah Husdiati Imam Rosadi Jamun, Rosalia Jusmaldi Jusmaldi Kadek Subagiada, Kadek Kurniati, Melani Della Anggita Putri Buchari Kurniati, Reni Kusumawati, Eko Lariman Lariman Lariman, Lariman Linda Oktavianingsih Linda Oktavianingsih Lonita Lonita Luh Putu Ratna Sundari Martafola, Cristina Maulidiyah Maysavitrie Citra Wijayanti Kristianto Megawati Megawati - Minarti Minarti Misak, Hendri Mislan Mislan Mislan Muhaenal Muhammad Basrowi Muhammad Fauzi Arif Muhammad Fauzi Arif Muhammad Nurdin Mukhlis munasirah, Munasirah Murti, Sus Tri Nikmahtulhaniah Ayu Wulandari Nova Hariani Nur Miati Nuramelia, Nadira Oktaviani, Martha Patang, Nurfadilah A. Primahana, Gian Pujianti, Eva Putri, Fiorhentina Rahayu, Ndaruning Tri Rahmatullah, Kukuh Risa Supriningrum Rivaldi, Ahmad Rofi, Lintang Maula Rosnah Rosnah Rosnah, Rosnah Ruga, Ritbey Salsabillah, Natasya Irma Nur Sapitri, Atila Sarah Sarah Sasmitha Savitri, Pitaloka Alif Siti Hadijah Sudrajat Sudrajat SUKIRNO Sukirno Sukirno Surianto Effendi Sus Tri Murti syafrizal Syalsabila, Adelia Syamsiar, Syamsiar T, Nurnaningsi Utami, Alya Nindityas Widya Fajariani Winata, Ari Yanti Puspita Sari Yanti Puspita Sari Yaskinul Anwar Yudistira Yudistira Yuliatin, Ervinda Zaini, Mulia