Claim Missing Document
Check
Articles

Found 40 Documents
Search

HUBUNGAN ASUPAN PROTEIN NABATI DAN HEWANI DENGAN KEJADIAN STUNTING PADA BALITA DI LOKUS STUNTING KABUPATEN LOMBOK UTARA Utami, Herdiana Nurul; Zubaidi, Fitriannisa Faradina; Irawati, Deasy; Nurbaiti, Lina
E-Jurnal Medika Udayana Vol 13 No 3 (2024): E-Jurnal Medika Udayana
Publisher : Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/MU.2024.V13.i03.P07

Abstract

ABSTRAK Stunting adalah kondisi gagal tumbuh akibat kekurangan gizi kronis sehingga pertumbuhan panjang atau tinggi badan terlalu pendek menurut usia. Menurut WHO, faktor langsung penyebab stunting adalah asupan zat gizi yang tidak mencukupi seperti protein dimana berfungsi sebagai pengendalian pertumbuhan. Penelitian ini bersifat observasional dengan desain cross sectional untuk mengetahui hubungan asupan protein nabati dan hewani pada balita dengan kejadian stunting di Lokus Stunting Kabupaten Lombok Utara. Pengambilan data dilakukan dengan pengisian kuesioner food recall 24h dan melihat data terkait PB atau TB terbaru, riwayat imunisasi, serta akses ke pelayanan kesehatan di buku KIA / kartu registrasi. Sebanyak 262 responden memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi berpartisipasi dalam penelitian ini dengan mayoritas berusia 24 – 60 bulan (53,1%). Hasil penelitian menunjukkan AKP pada balita stunting dengan kriteria kurang sebanyak 51% sedangkan perbandingan asupan protein nabati lebih besar dibandingkan protein hewani sebesar 72%. Berdasarkan hasil uji chi-square tersebut didapatkan hubungan signifikan antara perbandingan asupan protein nabati dan hewani, p = 0,000 (p<0,05), dengan kejadian stunting. Selain itu hasil penelitian menunjukkan terdapat efek simultan pada perbandingan protein nabati dan hewani serta AKP terhadap kejadian stunting. Kata Kunci: Asupan Protein Nabati dan Hewani, Kejadian Stunting, Balita. ABSTRACT Stunting is a condition of growth failure due to chronic malnutrition so that growth in length or height is too short for age. According to WHO, one of the direct factors causing stunting is insufficient intake of nutrients such as protein which has a function as growth control. This study is observasional with a cross-sectional design to knowing the relationship between vegetable and animal protein intake in toddlers with the incidence of stunting in the stunting locus of North Lombok Regency.. Data were collected by filling out a 24h food recall questionnaire and looking at data related to recent PB or TB, immunization history, and access to health services in the KIA book / registration card. A total of 262 respondents meeting the inclusion and exclusion criteria participated in this study with the majority of toddlers aged 24-60 months (53.1%). The results showed PPA in stunted toddlers with less criteria as much as 51% while the ratio of vegetable protein intake was greater than animal protein by 72%. Based on the results of the chi-square test, there was a significant relationship between the ratio of vegetable and animal protein intake, p = 0.000 (p < 0.05), with the incidence of stunting. In addition, the results showed that there was a simultaneous effect on the ratio of plant and animal protein and PPA to the incidence of stunting in toddlers. Keywords: Plant and Animal Protein Intake, Incidence of Stunting, Toddlers.
HUBUNGAN PENYAKIT DIABETES MELLITUS DENGAN LEVEL HOMOSISTEIN PADA PENYAKIT ARTERI PERIFER PADA POPULASI DI KOTA MATARAM Anthony, Lalu Muhammad; Indrayana, Yanna; Irawati, Deasy; Budyono, Catarina; Harahap, Herpan Syafii
E-Jurnal Medika Udayana Vol 11 No 9 (2022): E-Jurnal Medika Udayana
Publisher : Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/MU.2022.V11.i9.P16

Abstract

Latar Belakang: Penyakit Arteri Perifer (PAP) adalah tersumbatnya pembuluh darah perifer sebagian atau total akibat oklusi aterosklerosis terutama pada ekstremitas bawah. Hiperhomosisteinemia merupakan salah satu tanda penyakit kardiovaskular (PKV) yakni menunjukkan proses terbentuknya aterosklerosis. Penelitian sebelumnya telah melaporkan bahwa terdapat peningkatan level homosistein pada pasien dengan Diabetes Mellitus (DM). Namun, data mengenai level homosistein pada penderita PAP dengan DM tipe 2 terbatas. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mencari hubungan antara DM dengan level homosistein pada pasien PAP di Kota Mataram. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian potong lintang yang dilakukan di Rumah Sakit Islam Siti Hajar Kota Mataram. Sampel penelitian adalah subjek dengan PAP dengan nilai Ankle Brachial Index (ABI) <0,90 dan DM tipe 2. Hasil penelitian ini adalah level homosistein pada pasien DM dengan PAP dan non DM dengan PAP. Analisis data menggunakan uji T tidak berpasangan. Hasil: Lima puluh dua pasien PAP berpatisipasi dalam penelitian ini, dengan 39 sampel (75%) berjenis kelamin wanita dan rata-rata usia 57,4 tahun. Rerata level homosistein pada pasien DM tipe 2 dengan PAP (5,7±0,9 µmol/L) lebih tinggi secara signifikan dibandingkan level homosistein pada pasien non DM tipe 2 dengan PAP (4,8±1,0 µmol/L) (p=0,001). Kami menemukan bahwa riwayat hipertensi (p=0,012) dan nilai ankle brachial index (p=0,0049) berhubungan dengan DM dan PAP. Jenis kelamin, usia dan merokok tidak berhubungan dengann DM dan PAP. Kesimpulan: Terdapat perbedaan yang signifikan antara rerata level homosistein pada kelompok subjek PAP dengan DM dan non DM. Kata Kunci: Penyakit Arteri Perifer, Diabetes Mellitus Tipe 2, Level Homosistein.
Health Belief Model Theory Approach to Analyze Pregnant Women's Ability to Prevent Anemia Irawati, Deasy; Madinah, Ali; Wayanti, Sri; Esyuananik, Esyuananik
Jurnal Kesehatan Vol 15 No 1 (2024): Jurnal Kesehatan
Publisher : Poltekkes Kemenkes Tanjung Karang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26630/jk.v15i1.4216

Abstract

One of the nutritional problems that often occurs in pregnant women is anemia. The inability of pregnant women to prevent anemia needs to be predicted based on various factors using the Health Belief Model theory. The research aims to analyze the mother's ability to prevent pregnancy anemia using the theoretical approach of the Health Belief Model. The quantitative research method, with a cross-sectional approach, was carried out at the Arosbaya Bangkalan Community Health Center from May to August 2023. The sampling technique was determined using simple random sampling with a sample size of 101 respondents. Data analysis used the Chi-Square Test. Statistical test results perceived susceptibility (ρ=0.000), perceived severity (ρ=0.007), perceived benefits (ρ=0.000), perceived barrier (ρ=1.000) and self-efficacy (ρ=0.028). The research conclusion is that perceived susceptibility, perceived severity, perceived benefits, and self-efficacy influence the ability of pregnant women to prevent anemia. In contrast, perceived barriers do not affect the ability of pregnant women to prevent anemia.
The Effect of Combination of Prenatal Yoga and Self Hypnosis on Anxiety Level of Pregnant Women with Preeclampsia Irawati, Deasy; Irawati, Ali Madinah; Siti Anisak
International Journal of Advanced Health Science and Technology Vol. 3 No. 3 (2023): June
Publisher : Forum Ilmiah Teknologi dan Ilmu Kesehatan (FORITIKES)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35882/ijahst.v3i3.239

Abstract

Pregnancy and childbirth are natural processes, but they are not without risks. Health conditions, mental status and lifestyle can lead to complications, one of which is Preeclampsia. Pregnant women with preeclampsia have high anxiety in facing childbirth, due to the great risks that will be faced by themselves and the baby who is born. An effective way to overcome anxiety is by doing physical exercise, such as prenatal yoga and self-hypnosis. The purpose of the study was to explain the effect of the combination of prenatal yoga and self-hypnosis on the anxiety level of pregnant women with Preeclampsia. Method: Quasi-experimental research, pretest-posttest with control group design. The study population was all pregnant women with Preeclampsia who visited Anna Medika Madura Hospital as many as 40 people, the sample size was 20 people each for the treatment group and control group. Sampling with consecutive sampling. Research instruments Anxiety of each group was measured before and after the intervention, using the State-Trait Anxiety Inventory (STAI) questionnaire. Statistical analysis Wilcoxon Signed Rank Test and Mann Whitney U Test. Results: There is an effect of the combination of prenatal yoga and self-hypnosis on anxiety levels before and after treatment, (ρ: 0.000) and there is a significant difference in momentary anxiety levels between the treatment group and the control group (ρ: 0.000). Discussion: It can be concluded that Prenatal Yoga Gymnastics and Self Hypnosis are very useful in reducing anxiety experienced by pregnant women with Preeclampsia. Movement and relaxation in prenatal yoga exercises can increase the activity of the para-sympathetic nervous system and GABA. It is recommended to provide training programmes in ANC services on methods of reducing anxiety with alternative therapies Prenatal Yoga and Self Hypnosis.
Correlation of offspring thyroid function and maternal iodine status in iodine deficient-coastal area Ekawanti, Ardiana; As’ad, Suryani; Natsir, Rosdiana; Umar, Husaini; Irawati, Deasy; Kadriyan, Hamsu; Zubaidi, Fitriannisa Faradina; Ayunda, Rahmah Dara
International Journal of Public Health Science (IJPHS) Vol 13, No 3: September 2024
Publisher : Intelektual Pustaka Media Utama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.11591/ijphs.v13i3.23794

Abstract

Thyroid hormone is vital for children's growth and metabolism, relying on sufficient iodine levels for synthesis. Maternal intake determines iodine supply to fetuses and children under two years old. This study aimed to correlate offspring thyroid function with maternal iodine status in coastal areas. A cohort study was conducted, involving pregnant coastal residents. Maternal urinary iodine levels were measured via the ammonium persulfate method, while offspring thyroid stimulating hormones (TSHs) and free thyroxine hormone (fT4) levels were assessed using electro-chemiluminescence immunoassay (ECLIA). Iodine intake was determined through a semiquantitative food frequency questionnaire (FFQ). The correlation between offspring thyroid function and maternal iodine status was analyzed using Pearson’s correlation test. Differences in TSHs and fT4 levels among iodine status groups were examined using the One way-ANOVA test. Maternal iodine status was insufficient with a median urinary iodine of 125 μg/L, resulting in a 60.8% prevalence of iodine insufficiency. Iodine intake (62.20±43.45 μg/day) fell short of recommended levels (RDA). Offspring TSH was 2.29±1.07 μIU/mL, fT4 was 1.26±0.14 ng/dL. TSH and fT4 concentrations showed no significant inter-group differences (p=0.852, p=0.075). Offspring thyroid function did not correlate with maternal iodine status (TSHs: p=0.314; fT4: p=0.258). Offspring thyroid function did not correlate to maternal iodine status in a population of iodine-insufficient and mercury-contaminated coastal areas.
CERDAS CERMAT TENTANG PENCEGAHAN PAJANAN MERKURI PADA SISWA SD DI DAERAH LINGKAR TAMBANG KABUPATEN LOMBOK BARAT Ekawanti, Ardiana; Irawati, Deasy; Nurbaiti, Lina; Zubaidi, Fitriannisa Faradina; Ayunda, Rahmah Dara; Abdurrosyid, Muhammad
Jurnal Pepadu Vol 5 No 3 (2024): Jurnal PEPADU
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/pepadu.v5i3.5849

Abstract

Provinsi Nusa Tenggara Barat memiliki beberapa lokasi pertambangan emas skala kecil, (PESK) baik di pulau Lombok maupun Sumbawa. PESK menjadi salah satu penyumbang emisi merkuri terbesar di dunia. Merkuri adalah bahan kimia yang digunakan dalam proses pengolahan emas. Manusia terpajan merkuri melalui kulit, saluran napas dan melalui saluran cerna. Pajanan merkuri ini memberikan dampak pada kesehatan. Penelitian Ekawanti dkk (2023), didapatkan kejadian peningkatan kadar merkuri di atas ambang WHO sebesar 70 % pada daerah pertambangan emas. Anak- anak yang tinggal di daerah PESK terdampak secara tidak langsung oleh merkuri, bahkan ada yang terdampak langsung karena terlibat dalam proses pengolahan emas membantu orang tuanya. Pengabdian ini bermaksud untuk memberikan pengetahuan bagi siswa SD tentang sumber pajanan merkuri dari lingkungan dan cara mencegah pajanan tersebut. Metode yang digunakan adalah permainan edukatif berupa cerdas cermat setelah diberikan booklet tentang pajanan merkuri dan dampaknya. Pengabdian ini dilaksanakan pada tanggal 6 Mei 2024 yang berlokasi di SDN 1 Buwun Mas. Cerdas cermat diikuti oleh 2 gugus tugas dengan jumlah 12 SD. Kegiatan didahului dengan kegiatan koordinasi Bersama dengan ketua gugus, dan kepala sekolah pada tanggal 29 April 2024 yang bertempat di SDN 1 Buwun Mas di daerah Sepi, pada rapat tersebut sekaligus diserahkan booklet kepada kepala sekolah, sebagai bahan untuk cerdas cermat. Acara cerdas cermat ini menghasilkan pemenang sebagai “duta merkuri”, yaitu SDN 1 Buwun Mas, SDN 2 Buwun Mas dan SDN 3 Buwun Mas. Kesimpulan kegiatan pengabdian ini adalah kegiatan cerdas cermat pencegahan pajanan merkuri sudah terlaksana dengan baik, dengan pemenang sebagai duta merkuri.
Pelatihan Kader Kesehatan Pendamping Gizi bagi Ibu Hamil Kekurangan Energi Kalori (KEK) Wayanti, Sri; Anisak, Siti; Irawati, Deasy
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 8, No 2 (2025): Volume 8 No 2 (2025)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v8i2.17822

Abstract

ABSTRAK Kekurangan Energi Kronik (KEK) pada ibu hamil adalah kondisi kekurangan zat gizi kalori dan protein yang berlangsung menahun dan menimbulkan berbagai masalah bagi ibu dan janin. Berdasarkan data dari Dinas Kesehatan Bangkalan pada Mei 2023, angka kejadian KEK di Puskesmas Tongguh menempati urutan yang tertinggi dan jumlah ibu hamil KEK terbanyak berada pada desa Pandan Lanjang dan Karang Duwak dengan angka prevalensi 15,22%. Peran kader dalam mengenali dan skrening ibu hamil dengan KEK sangatlah penting. Namun selama ini kegiatan penanggulangan ibu hamil KEK hanya dilakukan oleh tenaga kesehatan dan belum memberdayakan masyarakat. Pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan peran kader kesehatan dalam skrening dan pendampingan ibu hamil KEK. Metode Pengabmas 1. Pelatihan kader kesehatan tentang KEK, 2. Skrening ibu hamil KEK oleh kader kesehatan, 3. Pendampingan kader kesehatan dalam pemberian edukasi kesehatan pada ibu hamil dengan KEK.  dan 4. Pendampingan serta kunjungan rumah ibu hamil KEK oleh kader kesehatan. Kegiatan ini dapat meningkatkan pengetahuan kader kesehatan tentang KEK (kategori pengetahuan baik menjadi 90%), peningkatan ketrampilan skrening KEK (keterampilan kategori baik sebesar 96,7%), cakupan ibu hamil KEK yang ditemukan oleh kader kesehatan dan dilaporkan ke bidan desa sebesar 100% serta 75% ibu hamil KEK didampingi oleh kader kesehatan. Pelatihan kader kesehatan tentang KEK dapat meningkatkan pengetahuan dan keterampilan skening KEK, serta peningkatan cakupan ibu hamil KEK yang ditemukan oleh kader dan juga peningkatan angka pendampingan KEK oleh kader kesehatan. Kata Kunci: Ibu Hamil, KEK, Kader Kesehatan, Gizi  ABSTRACT Chronic Energy Deficiency (CED) in pregnant women is a condition of chronic calorie and protein nutrient deficiency that causes various problems for the mother and fetus. Based on data from the Bangkalan Health Office in May 2023, the incidence of CED at the Tongguh Health Center was the highest and the number of pregnant women with CED was the highest in the villages of Pandan Lanjang and Karang Duwak with a prevalence rate of 15.22%. The role of cadres in recognizing and screening pregnant women with CED is very important. However, so far, activities to overcome CED pregnant women have only been carried out by health workers and have not empowered the community. This community service aims to increase the role of health cadres in screening and assisting pregnant women with CED in Community Service. 1. Training of health cadres on CED, 2. Screening of pregnant women with CED by health cadres, 3. The assistance of health cadres in educating pregnant women with CED and 4. Assistance and home visits to pregnant women with CED by health cadres. This activity can improve health cadres' knowledge about CED (good knowledge category becomes 90%), increase CED screening skills (good category skills are 96.7%), coverage of CED pregnant women found by health cadres and reported to village midwives is 100% and health cadres accompany 75% of CED pregnant women. Health cadre training on CED can improve CED screening knowledge and skills, increase the coverage of CED pregnant women found by cadres, and increase the number of CED assistants by health cadres.   Keywords: Pregnant Women, CED, Health Cadres, Nutrition
The Studi Kasus Asuhan Kebidanan Pada Akseptor Implan Dengan Efek Samping Kenaikan Berat Badan Di Polindes Padurungan Kecamatan Tanah Merah Abdyah Fayza Lainunnabila; Suryaningsih; Deasy Irawati; Anis Nurlaili
Gema Bidan Indonesia (e-Journal) Vol. 13 No. 3 (2024): September
Publisher : Jurusan Kebidanan Politeknik Kesehatan Kemenkes Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36568/gebindo.v13i3.223

Abstract

Keluarga Berencana di Indonesia telah berperan penting dalam membatasi kelahiran untuk meningkatkan kesejahteraan keluarga, dengan salah satu metodenya adalah kontrasepsi implan. Meskipun efektif, penggunaan implan dapat menyebabkan efek samping seperti kenaikan berat badan. Di Puskesmas Tanah Merah pada tahun 2023 terdapat 3.886 akseptor KB, 247 (6,39%) merupakan akseptor implan. Dan di Polindes Padurungan terdapat 205 akseptor KB, 24 (11,71%) merupakan akseptor implan dan 5 (20,9%) dari 24 akseptor implan mengalami efek samping kenaikan berat badan. Hal ini dapat meningkatkan risiko terkena penyakit seperti diabetes dan penyakit kardiovaskular dan potensi mengalami drop out. Tujuan dari pembuatan studi kasus ini untuk melaksanakan manajemen asuhan kebidanan keluarga berencana pada akseptor implan dengan kenaikan berat badan. Metode yang digunakan adalah studi kasus dengan memberikan asuhan kebidanan pada akseptor implan dengan efek samping kenaikan berat badan. Dengan waktu pengambilan kasus selama kurang lebih 3 bulan sejak bulan April sampai Juni di Polindes Padurungan Kecamatan Tanah Merah dengan sasaran pada Ny. R usia 40 tahun akseptor lama dengan efek samping kenaikan berat badan. Teknik yang digunakan dalam pengumpulan data berupa anamnesa, observasi dan dokumentasi. Analisa dan penetapan diagnosa berdasarkan nomenklatur kebidanan dengan hasil yang didokumentasikan melalui SOAP. Asuhan kebidanan kontrasepsi implan pada ibu yang mengalami kenaikan berat badan sejak penggunaan implan yaitu 2 tahun lamanya yang menyebabkan ibu merasa tidak nyaman. Dalam pola nutrisinya ibu makan 3 kali sehari dengan porsi nasi yang lebih banyak dan suka mengkonsumsi camilan seperti gorengan. Selain itu pada pola eliminasi ibu tidak lancar yaitu BAB 2 hari sekali. Ditemukan kenaikan berat badan yang dialami ibu sebesar lebih dari 7 kg dari 65 kg menjadi 72,92 kg. P4A0 akseptor lama kontrasepsi implan dengan efek samping kenaikan berat badan. Asuhan yang dilakukan ialah dengan memberikan konseling mengenai pengurangan porsi makan nasi dan mulai melakukan aktivitas fisik ringan seperti jalan pada pagi hari. melakukan kolaborasi dengan ahli gizi untuk pemberian menu diet sehat tinggi protein dan serat serta mengajari ibu untuk melakukan senam aerobic. Selain itu, ibu diberikan beras merah dan buah-buahan untuk membantu penurunan berat badan yang lebih efektif. Setelah dilakukan evaluasi ibu sudah mengurangi porsi makan dan mengonsumsi makanan sesuai dengan menu diet yang diberikan. Ibu juga sudah melakukan aktivitas fisik jogging setiap harinya serta senam aerobik setiap 2 kali seminggu. Didapatkan ada penurunan berat badan yaitu 2,75 kg, ibu juga sepakat untuk tetap menggunakan kontrasepsi implan. Asuhan kebidanan yang diberikan pada studi kasus ini telah dilakukan dengan baik. Masalah yang dialami akseptor implan dengan kenaikan berat badan ini sudah dapat teratasi dengan baik meskipun berat badan ibu masih tergolong dalam kategori gemuk (kelebihan berat badan), ibu diharapkan tetap menjaga pola makan dan melanjutkan menu diet sesuai anjuran ahli gizi. Ibu juga diharapkan tetap melakukan aktivitas fisik senam aerobic atau jalan pada pagi hari yang telah diberikan sehingga ibu tetap memilih kontrasepsi implan.
Effectiveness of the 'Regating' Application in Improving Knowledge and Attitudes Towards Stunting Prevention among Adolescents Follona, Willa; Fitriana, Shentya; Irawati, Deasy
Women, Midwives and Midwifery Vol. 5 No. 1 (2025): Women, Midwives and Midwifery journal
Publisher : Asosiasi Pendidikan Kebidanan Indonesia (AIPKIND)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36749/wmm.5.1.31-44.2025

Abstract

Stunting is a condition of impaired growth due to chronic malnutrition during the First 1000 Days of Life (HPK), from conception to two years of age. According to WHO data from 2020, approximately 149.2 million children under five worldwide suffer from stunting, 53% of whom are in Asia. In Indonesia, the prevalence of stunting reaches 26.9% (Riskesdas, 2018), and in DKI Jakarta, it stands at 14.8% (SSGI, 2022). Stunting significantly impacts physical growth, cognitive development, and future productivity. One factor increasing the risk of stunting is adolescents’ lack of knowledge regarding nutrition, reproductive health, and early marriage. Choosing the appropriate educational media is crucial for reaching adolescents. Web-based educational applications offer several advantages, such as broad accessibility, ease of use, and the ability to deliver engaging interactive content. This media allows adolescents to access information anytime and anywhere, making the learning process more flexible and effective. This study aims to analyze the effectiveness of stunting prevention education using the Regating application compared to the Booklet in improving adolescent knowledge and attitudes. The research design is a quasi-experiment with a control group, using pretest and posttest methods. The sample consisted of 100 female adolescents who had never received stunting education and owned a mobile phone, selected randomly. Data analysis was performed using the Paired Sample T-Test for paired groups and the Unpaired T-Test for unpaired groups. The results show a significant increase in students' knowledge and attitudes after the intervention. Knowledge scores increased by 6.876 points in the Booklet group and 9.878 points in the Regating group. Attitude scores increased by 5.98 points in the Booklet group and 16.72 points in the Regating group. The p-value of 0.000 indicates a statistically significant difference. The Regating application proved more effective than the Booklet in improving students' knowledge and attitudes toward stunting prevention. In conclusion, a web-based application can serve as an effective educational tool if implemented sustainably and supported by various stakeholders to break the intergenerational cycle of stunting. This includes integrating the application into school education programs, using it as an educational resource for health professionals, and promoting it for community and parental education.
The Relationship Between Socioeconomic Status and Incidence of Stunting in Toddlers at Karang Taliwang Health Center, Mataram Jaya Putra, Rian Akka; Irawati, Deasy; Zubaidi, Fitriannisa Faradina
PROMOTOR Vol. 8 No. 2 (2025): APRIL
Publisher : Universitas Ibn Khaldun Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32832/pro.v8i2.1160

Abstract

Stunting is a condition where a child's body experiences a chronic lack of nutritional intake, especially in the first 1,000 days of life, causing the child's height not match for his age. The aim of this study was to determine the relationship between socioeconomic status and incident of stunting in toddlers at Karang Taliwang Health Center. The type of research used is observational analytics with a cross sectional approach. This study used a systematic random sampling technique to obtain a sample of 54 children consisting of stunted and non-stunted toddlers. This study uses tools and materials, namely a microtoise device, weight scale, primary data and questionnaires. The results of the study showed that the respondents who experienced the most stunting were from mothers aged 20-40 years who have toddlers aged 24-60 months who were female. In addition, stunting occurs more often from parent with middle-level education. At the employment level, fathers who work as entrepreneurs experience more stunting in their toddler, for mothers, occurs more often in mothers who do not work. The incidence of stunting occurs more often in household incomes that are less than the Mataram UMK. In conclusion, there is no significant relationship between father's education, mother's education, father's occupation, mother's occupation and household income with the incidence of stunting in toddlers at the Karang Taliwang Health Center, Mataram.
Co-Authors Abdyah Fayza Lainunnabila Addien Hidayat Aena Haviana Aisya Nur Abida Ajeng Sulistianing Utami Ali Madinah Anak Agung Ayu Niti Wedayani Andini Putri Anis Nurlaili Anisak, Siti Annisay Amalia Anom Josafat Anom Josafat Anom Yosafat Anthony, Lalu Muhammad Anugra, Lalu Rifal Hadi Ardiana Ekawanti Ario Danianto, Ario As’ad, Suryani Ayunda, Rahmah Dara Baik Mardiati Basuki Rahmat Budhiarko Pramana Putra Catarina Budyono, Catarina Dewi Suryani Dian Puspita Sari Efrianto Ekawati, Ardiana Elisa, Siti Nur Elma Shari Pagehgiri Esyuananik, Esyuananik Fifi Rilasti Gede Palgunadi Gede Wirabuana Yuda Hasbuandi Firman Sakti Herlina, Lenny Herpan Syafii Harahap Herpan Syafii Harahap I Gede Yasa Asmara I Gusti Agung Ngurah Rai Kusuma Wardan Ida Ayu Eka Widiastuti Ida Ayu Ngurah Trisna Noviani Ananda Putri Ida Ayu Putu Sri Widnyani Ima Arum Lestarini Indrayana, Yanna Irawati, Ali Madinah Jaya Putra, Rian Akka Jurnal Pepadu Kadriyan, Hamsu Laili, Anis Nur Laili Lalu Ahmad Gamal Arigi Lazuardi Arsy Lina Nurbaiti Lina Nurbaiti Lina Nurbaiti Lina Nurbaiti, Lina Luqyandini Rifqih Salsabilla Madinah, Ali Muhammad Abdurrosyid Muhammad Fadhil Mulyanto Mulyanto Nadia Fardiana Isnaini Lestari Natsir, Rosdiana Ni Putu Emi Januantari Nilam Puspitasari Nintyastuti, Isna Kusuma Nisa Suriani Novrita Padauleng Nyoman Adnyana Putra Octavia Putri Salsabilla Pebi Alisiyah Pebrianti Purwaningsih, Ni Wayan Desi Putra, Hendra Susana Putu Ayu Puji Laksmi Dewi Qonytha Maulyda Qurniadi, Margian Tri Qurrotu Aini Cesari Rahmah Dara Ayunda Rifana Cholidah Rifana Cholidah Rifana Cholidah Rifana Cholidah Rodiyatun Sari, Baiq Merna Merta Seto Priyambodo Shentya Fitriana Sherly Agustina Siti Laelatul Azizah Sri Wayanti Sri Wayanti, Sri Sriwayanti Subandi suryaningsih Syahril Ramdhan Syandria Mayangsari Titi Pambudi Karuniawaty Umar, Husaini Utami, Herdiana Nurul Wahyu Sulistya Affarah Widya Ningrum Willa Follona Yanna Indrayana Yunita Sabrina Yunus T. Yanseda Zubaidi, Fitriannisa Faradina