Claim Missing Document
Check
Articles

The Analisis Pengaruh Temperatur Air pada Siklus Pengujian Slake Durability Terhadap Ketahanan dan Ukuran Butir Batuan Daerah Kutai Kartanegara Moh. Widzar Fahmi Widzar; Revia Oktaviani; Rety Winonazada; Tommy Trides; Albertus Juvensius Pontus
Dewantara Journal of Technology Vol. 5 No. 1 (2024)
Publisher : Akademi Teknologi Industri Dewantara Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59563/djtech.v5i1.301

Abstract

Uji slake durability mampu memberikan gambaran mengenai tingkat kerusakan yang dialami batuan akibat siklus pengeringan dan pembasahan. Temperatur air merupakan salah satu variabel penting terhadap hasil uji slake durability, peningkatan temperatur air dapat mempercepat laju reaksi kimia dan fisik yang terjadi pada batuan selama proses pelapukan. Oleh karena itu, penelitian ini berupaya untuk menganalisis ketahanan dan pengaruh temperatur air pada siklus pengujian slake durability, batulempung dan batulanau dipilih karena memiliki ukuran butir yang berbeda yang nantinya akan dilakukan pengujian ukuran butir untuk mengetahui dominasi material dari setiap lokasi penelitian. Berdasarkan hasil penenlitian didapatkan hasil pengaruh index durability (Id2) terhadap temperatur air didapatkan pada sampel batulanau formasi Balikpapan pengaruh temperatur air sangat kuat dengan nilai (R2) 0.9998, formasi Pulau Balang pengaruh temperatur air kuat dengan nilai (R2) 0.9879, sedangkan sampel batulempung formasi Balikpapan pengaruh temperatur air cukup kuat dengan nilai (R2) 0,791, formasi Pulau Balang pengaruh temperatur air sangat kuat dengan nilai (R2) 0.9659. Untuk dominasi material pada lokasi penelitian didapatkan sampel batulanau formasi Balikpapan sebesar 60,17%, formasi Pulau Balang sebesar 61, 06% sedangkan sampel batulempung formasi Balikpapan sebesar 54,51%, dan formasi Pulau Balang sebesar 61,87%.
Analisis dan Rekomendasi Geometri Lereng Highwall Berdasarkan Pengeboran Geoteknik pada Area Pit MMM Site PT. Baramulti Suksessarana Kab. Kutai Kartanegara Arie Prasetya Arie; Revia Oktaviani; Agus Winarno; Tommy Trides; Albertus Juvensius Pontus
Dewantara Journal of Technology Vol. 5 No. 1 (2024)
Publisher : Akademi Teknologi Industri Dewantara Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59563/djtech.v5i1.303

Abstract

Ilmu geoteknik selalu akan berhubungan dengan material alam, baik dari permukaan maupun dari dalam bumi, dalam bentuk tanah dan batuan. Dalam proses penambangannya, PT. Baramulti Suksessarana melakukan proses penambangan dengan metode tambang terbuka (open pit). Pada penambangan secara tambang terbuka (open pit), sudut kemiringan adalah satu faktor utama yang mempengaruhi bentuk dari final pit dan lokasi dari dinding-dindingnya. Kemiringan dan tinggi suatu lereng sangat mempengaruhi stabilitas lereng, semakin besar sudut dan tinggi suatu lereng, maka stabilitas lerengnya semakin kecil. Oleh karena itu untuk menjaga kestabilan lereng yang aman maka diperlukan kajian geoteknik untuk mengoptimalisasi geometri lereng bukaan tambang serta timbunan yang telah direncanakan oleh pihak perusahaan. Pengeboran geoteknik adalah pengeboran inti (core drilling) yang bertujuan untuk mendapatkan data dan informasi tentang kondisi batuan yang dibor. Persyaratan utama dalam pengeboran geoteknik adalah mendapatkan inti bor yang utuh, dengan recovery yang maksimal (jika mungkin Recovery > 90%). Untuk mendapatkan data geoteknik yang valid dan representatif bagi suatu tambang atau rencana pengembangan suatu tambang, penentuan rencana titik bor dan kedalaman pengeboran serta pencapaian Core Recovery yang tinggi adalah hal yang sangat penting. Di samping itu, rencana penambangan (Pit Plan) yang mencakup luas, bentuk, dan kedalaman bukaan tambang juga harus menjadi pertimbangan dalam penentuan titik bor geoteknik. Semua lapisan batuan yang akan membentuk lereng bukaan tambang harus terwakili oleh titik bor geoteknik yang akan dilakukan.
ANALISIS FAKTOR KEAMANAN LERENG TERHADAP LONGSORAN JALAN TRIKORA DENGAN PENANGANAN DINDING PENAHAN TANAH Anakta Hartanta sebayang; Revia Revia Oktaviani; Agus Winarno; Tommy Trides; Albertus Juvensius Pontus; Masayu Widiastuti
Educational Building: Jurnal Pendidikan Teknik Bangunan dan Sipil Vol. 8 No. 2 (2022): Educational Building: Jurnal Pendidikan Teknik Bangunan dan Sipil
Publisher : Jurusan Pendidikan Teknik Bangunan Fakultas Teknik Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/ebjptbs.v8i2 DES.41536

Abstract

Wilayah Kalimantan Timur yang memiliki iklim tropis dengan curah hujan yang tinggi ditiap akhir tahun menyebabkan kemungkinan longsoran terjadi begitu besar. Berdasarkan dari data longsoran dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) tahun 2020 Hingga tahun 2022 Tercatat ± 3000 bencana longsor yang terjadi di Indonesia Kejadian ini menyebabkan banyak tempat tinggal dan fasilitas umum yang rusak dan memakan korban jiwa yang cukup banyak. Pada kasus longsor di ruas jalan trikora, Kecamatan Samarinda Seberang, Kalimantan Timur terjadi Sebanyak ± 3 kali. Longsor ini terjadi karena dipengaruhi oleh curah hujan ± 200 mm dan termasuk curah hujan sedang. Longsor menyebabkan seluruh jalan terputus. Dengan cara ini, pemerintah akan melakukan tindakan korektif, salah satunya adalah pembangunan dinding penahan tanah/pipa dengan tujuan untuk mencegah terjadinya longsor susulan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor keamanan lereng, dan untuk menguji kekuatan tanah itu sendiri dan dinding penahan tanah. Metode yang digunakan dalam menentukan keamanan lereng itu sendiri menggunakan metode Mohr-Coloumb dengan bantuan software Plaxis atau Slide. Pengujian kali ini dilakukan pada skala laboratorium dengan menggunakan alat Direct Shear Test. Hasil analisis yang didapatkan nilai faktor keamanan lereng yaitu 1.393 dan jika diberi beban 100 Kpa nilai faktor keamanan lereng yaitu 0.819. Untuk kestabilan dinding penahan tanah didapatkan yaitu stabilitas terhadap guling 1.79, stabilitas terhadap geser 0.91, dan stabilitas terhdap daya dukung tanah yaitu 3.44. Faktor Keamanan lereng dengan pile bor 3 meter yaitu 2.459 dan faktor keamanan lereng dengan pile bor 6 meter yaitu 2.630. Hasil perhitungan yang didapatkan nilai faktor keamanan dinding aman terhadap lereng.Kata Kunci: Dinding Penahan Tanah, Faktor Keamanan,Tanah LongsorABSTRACT The area of East Kalimantan which has a tropical climate with high rainfall at the end of each year causes the possibility of landslides to occur so large. Based on landslide data from the National Disaster Management Agency (BNPB) in 2020 Until 2022, ± 3000 landslides have been recorded in Indonesia. In the case of landslides on the Trikora road, Samarinda Seberang District, East Kalimantan, it occurred ± 3 times. This landslide occurred because it was influenced by ± 200 mm rainfall and included moderate rainfall. The landslide caused all roads to be cut off. In this way, the government will take corrective actions, one of which is the construction of retaining walls/pipes with the aim of preventing further landslides. This study aims to determine the safety factor of the slope, and to test the strength of the soil itself and the retaining wall. The method used in determining the safety of the slope itself uses the Mohr-Coloumb method with the help of Plaxis or Slide software. The test this time was carried out on a laboratory scale using the Direct Shear Test tool. The results of the analysis that the slope safety factor value is 1.393 and if given a load of 100 KPa the slope safety factor value is 0.819. For the stability of the retaining wall, it is obtained that the stability against overturning is 1.79, the stability to shear is 0.91, and the stability to the bearing capacity of the soil is 3.44. The safety factor of the slope with a 3 meter pile drill is 2.459 and the safety factor of the slope with a 6 meter pile drill is 2.630. The calculation results obtained the value of the safety factor of the wall is safe against the slope.Keywords: Safety Factor, RetainingWall, Landslide
ANALISIS FAKTOR KEAMANAN LERENG TERHADAP LONGSORAN JALAN TRIKORA DENGAN PENANGANAN DINDING PENAHAN TANAH Anakta Hartanta sebayang; Revia Oktaviani; Agus Winarno; Tommy Trides; Albertus Juvensius Pontus; Masayu Widiastuti
Educational Building: Jurnal Pendidikan Teknik Bangunan dan Sipil Vol. 8 No. 2 (2022): Educational Building: Jurnal Pendidikan Teknik Bangunan dan Sipil
Publisher : Jurusan Pendidikan Teknik Bangunan Fakultas Teknik Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/ebjptbs.v8i2 DES.41798

Abstract

Wilayah Kalimantan Timur yang memiliki iklim tropis dengan curah hujan yang tinggi ditiap akhir tahun menyebabkan kemungkinan longsoran terjadi begitu besar. Berdasarkan dari data longsoran dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) tahun 2020 Hingga tahun 2022 Tercatat ± 3000 bencana longsor yang terjadi di Indonesia Kejadian ini menyebabkan  banyak tempat tinggal dan fasilitas umum yang rusak dan memakan korban jiwa yang cukup banyak. Pada kasus longsor di ruas jalan trikora, Kecamatan Samarinda Seberang, Kalimantan Timur terjadi Sebanyak ± 3 kali. Longsor ini terjadi karena dipengaruhi oleh curah hujan ± 200 mm dan termasuk curah hujan sedang. Longsor menyebabkan seluruh jalan terputus. Dengan cara ini, pemerintah akan melakukan tindakan korektif, salah satunya adalah pembangunan dinding penahan tanah/pipa dengan tujuan untuk mencegah terjadinya longsor susulan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor keamanan lereng, dan untuk menguji kekuatan tanah itu sendiri dan dinding penahan tanah. Metode yang digunakan dalam menentukan keamanan lereng itu sendiri menggunakan metode Mohr-Coloumb dengan bantuan software Plaxis atau Slide. Pengujian kali ini dilakukan pada skala laboratorium dengan menggunakan alat Direct Shear Test. Hasil analisis yang didapatkan nilai faktor keamanan lereng yaitu 1.393 dan jika diberi beban 100 Kpa nilai faktor keamanan lereng yaitu 0.819. Untuk kestabilan dinding penahan tanah didapatkan yaitu stabilitas terhadap guling 1.79, stabilitas terhadap geser 0.91, dan stabilitas terhdap daya dukung tanah yaitu 3.44. Faktor Keamanan lereng dengan pile bor 3 meter yaitu 2.459 dan faktor keamanan lereng dengan pile bor 6 meter yaitu 2.630. Hasil perhitungan yang didapatkan nilai faktor keamanan dinding aman terhadap lereng. Kata Kunci: Dinding Penahan Tanah, Faktor Keamanan,Tanah Longsor ABSTRACT The area of East Kalimantan which has a tropical climate with high rainfall at the end of each year causes the possibility of landslides to occur so large. Based on landslide data from the National Disaster Management Agency (BNPB) in 2020 Until 2022, ± 3000 landslides have been recorded in Indonesia. In the case of landslides on the Trikora road, Samarinda Seberang District, East Kalimantan, it occurred ± 3 times. This landslide occurred because it was influenced by ± 200 mm rainfall and included moderate rainfall. The landslide caused all roads to be cut off. In this way, the government will take corrective actions, one of which is the construction of retaining walls/pipes with the aim of preventing further landslides. This study aims to determine the safety factor of the slope, and to test the strength of the soil itself and the retaining wall. The method used in determining the safety of the slope itself uses the Mohr-Coloumb method with the help of Plaxis or Slide software. The test this time was carried out on a laboratory scale using the Direct Shear Test tool. The results of the analysis that the slope safety factor value is 1.393 and if given a load of 100 KPa the slope safety factor value is 0.819. For the stability of the retaining wall, it is obtained that the stability against overturning is 1.79, the stability to shear is 0.91, and the stability to the bearing capacity of the soil is 3.44. The safety factor of the slope with a 3 meter pile drill is 2.459 and the safety factor of the slope with a 6 meter pile drill is 2.630. The calculation results obtained the value of the safety factor of the wall is safe against the slope.Keywords: Safety Factor, RetainingWall, Landslide
The Analysis of Slope Stability using The Simplified Bishop Method and Geometry of Retaining Walls in Palaran District, Samarinda City, East Kalimantan Province Akbar Ilham; Tommy Trides; Harjuni Hasan; Revia Oktaviani; Albertus Juvensius Pontus
Nusantara Civil Engineering Journal Vol 2 No 1 (2023): Nusantara Civil Engineering Journal
Publisher : Civil Engineering Dept, Balikpapan State Polytechnics

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32487/nuce.v2i1.450

Abstract

Landslide is one of the natural disasters that often occurs on natural and artificial slopes. This landslide occurs due to an imbalance of forces acting on the slope or the actuator in the slope area is greater than the resisting force on the slope. Handling needs to be done to avoid landslides, one of which is making a retaining wall. Based on the data obtained from the results of the tests and calculations that have been carried out, the value of the slope safety factor at the research location is 0.397. This value is the value of the unsafe factor of safety (Avalanche). So it is necessary to design a retaining wall with dimensions in between, namely for H = 7 m, H1 = 0.7 m, H2 = 6.3 m, H3 = 1.6 m, H4 = 0.7 m, H5 = 4.9 m, H6 = 2.6 m, H7 = 0.5 m, H8 = 2.5 m, H9 = 3.8 m, and D = 2.5 m. And the results of calculating the stability of the retaining wall that has been designed are obtained for Stability Against Overturning, namely 4.37 > 1.5 (Safe), Stability Against Shifting, namely 2.21 > 2 (Safe), and Stability Against Soil Bearing Capacity, namely 4.14 > 3 (Safe).
Co-Authors A. Agus Mantri Abdul Malik Afdal Jamil Tanjung Agus Winarno Agus Winarno Agus Winarno, Agus Ahmad Akmal Muhyiddin Aisyatur Ridho Akbar Ilham Akbar Nazaruddin Amarullah Amarullah Anakta Hartanta sebayang Anandyta Suci Ramdani Apriadi Saputra Ardhan Ismail Ardian Saputra Arie Prasetya Arie Arsuwendi Arsuwendi Dian Isnandar Dina Devy, Shalaho Djuwita Dela Safitri Eghi Eghi Elsa Amanda Putri Enggar Salsabilla Pramesty Ery Budiman Fajar Ramadhan Firman Firman Firman Firman Gunawan Manullang, Ronal Edi Harjuni Harjuni Hasan Harjuni Hasan Haviluddin Haviluddin Henny Magdalena Indaswati Indaswati Indra Ariani, Indra Irianta Ibo Sembiring Irvantoni Simbolon, Desron Jaba, Yafet Jawil, Anshar Abdullah Jhony Maxi Harjadi Koeshadi Sasmito L. Tobing, Ciko Gratio Parkletos Litha Respati, Lucia Lucia Litha Respati Lucia Litha Respati Masayu Widiastuti Melki Marten Mochamad Gaharu Dida Devedo Moh. Widzar Fahmi Widzar Muh. Iskandar Rahman Muhammad Rahul Shidiq Muhammad Rofy Fauzan Musodiq Musodiq Natasya Amanda Putri Nugroh, Windhu Nugroho, Windhu Nur Aqsa Syahban Irwan Nur, Al Maida Pranajiwa Putri Pebrian Putri, Agita Kendari Rafael Bonardy Gultom Rahmat Rahman Respati, Lucia Litha Rety Winonazada Rety Winonazada Revia Okatviani Revia Oktaviani Revia Oktaviani Revia Revia Oktaviani Rexy Maulana Riskianto, Achmad Riyan Pradika, Muhamad Roberto Firson Pappang Roland Fatar Fernados Sirait Ronald Alvin Ifnie, Jones Sakdillah Sakdillah Sakdillah Sakdillah Satria Bekti, Nanda Shalaho Dina Devi Shalaho Dina Devy Shalaho Dina Devy Shalizam, Shalizam Sitepu, Joe Vandame Sokisha, Sokkia Suhari, Josh Immanuel Stevano Thomas , Anita oktoviana L.P.G.M. Tommy Aria Pradana Tommy Trides Tommy Trides Tommy Trides Tommy Trides Trides, Tommy Vandrianus Felix Feto Nuwa Wahyu Garini, Andini Dwi Weggie Atanasius Tonapa William William William William windhu Nugroho Windhu Nugroho windhu Wiradhana, Ni Made Ayu Dwi Kartika Yolanda, Agnes Yuana Saputra