Claim Missing Document
Check
Articles

Studi Penggunaan Counterweight sebagai Penanggulangan Longsor pada Lereng Disposal di Pit 302 PT Jembayan Muarabara Kecamatan Marangkayu Kabupaten Kutai Kartanegara Provinsi Kalimantan Timur Tommy Aria Pradana; Tommy Trides; Windhu Nugroho; Revia Oktaviani; Albertus Juvensius Pontus; Ardhan Ismail; Rety Winonazada
Globe: Publikasi Ilmu Teknik, Teknologi Kebumian, Ilmu Perkapalan Vol. 3 No. 3 (2025): Agustus : Publikasi Ilmu Teknik, Teknologi Kebumian, Ilmu Perkapalan
Publisher : Asosiasi Riset Ilmu Teknik Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61132/globe.v3i3.951

Abstract

Disposal area is an area at an open pit mine that is used as a place to store or dispose of worthless materials. Disposal must also follow the specified safety factor standards, if the disposal design is not safe after being analyzed by a geotechnical engineer, the design must be redesigned to achieve the desired safety factor value. One way to increase the fk value is to make a Counterweight plan in making disposal. Where Counterweight is a fill material that is made with special treatment so that the soil bearing capacity increases which functions to withstand the load on it. Landslides on disposal slopes are one of the serious problems faced in mining activities, especially in areas with vulnerable geological and topographic conditions. PT Jembayan Muarabara, which operates in Marangkayu District, Kutai Kartanegara Regency, East Kalimantan Province, is no exception to this challenge. The A–A’ cross section shows a safety factor value of 1.118 in saturated conditions, which indicates that the slope is at a stable limit and needs to be improved through engineering such as adding counterweights. The B–B’ cross-section has a safety factor value of 2.332, which is included in the safe category and has met the provisions of the ESDM Ministerial Decree No. 1827 K/30/MEM/2018. The C-C’ cross-section has a safety factor value of 1.511, which is included in the safe category and has met the provisions of the ESDM Ministerial Decree No. 1827 K/30/MEM/2018.
Pengaruh Ukuran Butir Batupasir terhadap Kekuatan dan Ketahanan Batuan pada Formasi Balikpapan dan Pulau Balang Eghi Eghi; Albertus Juvensius Pontus; Agus Winarno; Tommy Trides; Rety Winonazada
Venus: Jurnal Publikasi Rumpun Ilmu Teknik  Vol. 3 No. 5 (2025): Venus: Jurnal Publikasi Rumpun Ilmu Teknik
Publisher : Asosiasi Riset Ilmu Teknik Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61132/venus.v3i5.1138

Abstract

Rock stability and service life in geotechnical and mining engineering are highly dependent on the rock's mechanical and physical parameters, where the variation in sandstone grain size is a crucial intrinsic factor. This study aims to comprehensively analyze the correlation between sandstone grain size with uniaxial compressive strength (UCS) and resistance to weathering (Slake Durability Index) in samples taken from the Balikpapan and Pulau Balang Formations in the Samarinda area, East Kalimantan. The research methodology involved a series of standard laboratory tests, including rock physical properties analysis, grain size distribution analysis, UCS testing, and slake durability testing through three cycles. The test results show a significant correlation: sandstone with finer grain sizes and higher density consistently demonstrates greater UCS values and a higher Durability Index, indicating superior mechanical and physical resistance. Specifically, the Pulau Balang Formation exhibits a more compact structure and finer grain size, resulting in better durability values compared to the Balikpapan Formation. These findings are important as a geomechanical data basis for slope design planning, rock mass stability analysis, and material selection in infrastructure projects or mining operations involving both formations.
Studi Kestabilan Lereng Highwall Berdasarkan Metode Kesetimbangan Batas Di Cv Gudang Hitam Prima Kecamatan Sanga Sanga Kabupaten Kutai Kartanegara Wahyu Garini, Andini Dwi; Trides, Tommy; Hasan, Harjuni; Oktaviani, Revia; Juvensius Pontus, Albertus
Jurnal Inovasi Global Vol. 2 No. 2 (2024): Jurnal Inovasi Global
Publisher : Riviera Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58344/jig.v2i2.63

Abstract

Aktivitas penambangan yang berhubungan dengan penggalian pada lereng akan menghasilkan potensi bahaya, terutama pergerakan material dalam bentuk longsoran sehingga diperlukan mengetahui kondisi kestabilan lereng. Terdapat berbagai metode untuk menganalisis kestabilan lereng, salah satunya dengan metode kesetimbangan batas menggunakan metode Morgenstern-Price yang didasarkan pada nilai faktor keamanan (FK). Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kondisi kestabilan lereng highwall berupa nilai keamanan dan nilai probabilitas kelongsoran, serta dapat mengetahui geometri optimal pada lereng. Metode yang digunakan dalam menentukan faktor keamanan dan probabilitas kelongsoran yaitu metode kesetimbangan batas Morgenstern-Price dengan kriteria keruntuhan Generalized Hoek-Brown pada kondisi lereng statis dan dinamis. Parameter masukan yang digunakan dalam analisis yaitu bobot isi, nilai kuat tekan (UCS), geological srength index (GSI), disturbance factor (D), konstanta batuan utuh (mi), konstanta mb, konstanta s, dan a, nilai koefisien Hu, serta faktor kegempaan (seismic load). Kondisi lereng lereng highwall pada section C-C’ dan section F-F’ menunjukkan kondisi stabil. Sedangkan pada highwall section D-D’ menunjukkan kondisi kritis di mana nilai FK statis 1,27 dengan PK statis 2,76% dan FK dinamis 1,18 dengan PK dinamis 11,27% sehingga diperlukan perbaikan lereng. Geometri optimal perbaikan lereng highwall yaitu konfigurasi lereng highwall dengan tinggi 90 m dan sudut 34°, ditunjang dengan lereng tunggal dengan tinggi 12 m dan sudut 40°.
Analisis Kestabilan Lereng Penambangan Ex Disposal Cv Gudang Hitam Prima Kecamatan Sanga Sanga Kabupaten Kutai Kartanegara Shalizam, Shalizam; Trides, Tommy; Juvensius Pontus, Albertus; Oktaviani, Revia; Winarno, Agus
Jurnal Inovasi Global Vol. 2 No. 2 (2024): Jurnal Inovasi Global
Publisher : Riviera Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58344/jig.v2i2.66

Abstract

Kegiatan penambangan terbuka tidak lepas dari lereng tambang. Lereng tambang tidak lepas dari faktor keamanan. Untuk menentukan faktor keamanan digunakan metode kesetimbangan batas yaitu Morgenstern-Price dengan simulasi Monte-Carlo dengan dua kondisi, yaitu statis dan dinamis. Dari 3 section yang telah di analisis didapatkan 2 section yang tidak aman, yaitu pada section A-A’ dengan nilai FK pada kondisi statis untuk lereng utara sebesar 0,599 dengan PK 83,1% dan dalam kondisi dinamis FK sebesar 0,360 dengan nilai PK 93,1%, lereng selatan dengan nilai FK dalam kondisi statis sebesar 1,29 dengan PK 35,4% dan kondisi dinamis FK 0,662 dengan PK 76,5%. Section E-E’ pada lereng sisi utara didapatkan FK kondisi statis 1,3 dengan nilai PK 12,9% dan dalam kondisi dinamis dengan nilai FK 1,2 dan nilai PK 26,1%. Dari hasil analisis tersebut kemudian dilakukan redesign goemetri lereng agar mendapatkan lereng yang stabil. Hasil redesign geometri setelah dilakukan simulasi, didapatkan geometri lereng overall sisi selatan yang stabil dengan tinggi lereng overall 88 m, sudut overall 40° dengan FK statis 1,8 dengan PK 0,1% dan FK dinamis 1,8 dengan PK 0,0%. dan lereng sisi utara dengan tinggi overall 118 m dengan sudut overall 35° dengan FK statis 1,5 dengan PK 0,4% dan FK dinamis 2,0 dengan PK 0,3%.
Analisis Hubungan Nilai Drilling Rate Index Dengan Point Load Index Pada Batuan Formasi Balikpapan Dan Formasi Pulaubalang Gunawan Manullang, Ronal Edi; Trides, Tommy; Litha Respati, Lucia; Oktaviani, Revia; Juvensius Pontus, Albertus
Jurnal Sosial Teknologi Vol. 3 No. 8 (2023): Jurnal Sosial dan Teknologi
Publisher : CV. Green Publisher Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59188/jurnalsostech.v3i8.906

Abstract

Drilling rate index (DRI) merupakan ukuran dari kemudahan atau kesusahan dari pengeboran batuan, nilai DRI merupakan hasil kombinasi dari dua test yaitu brittleness test (S20) dan SJ value. Drilling rate index juga merupakan satuan yang sering digunakan untuk memprediksi kemampuan pengeboran dalam pembuatan suatu terowongan dan pengeboran pada proyek pertambangan. Berdasarkan data yang diperoleh dari hasil pengujian dan perhitungan yang telah dilakukan, didapatkan nilai S20 dan SJ Value sehingga didapatkan nilai DRI nya, setelah didapatkan nilai DRI nya kemudian dilakukan analisis dengan nilai Point load index (PLI) kemudian diperoleh nilai koefisien determinasi R2 pada setiap sampel. Pada sampel batupasir formasi Balikpapan diperoleh nilai R2 sebesar 0.0149 dan pada sampel batupasir formasi Pulaubalang diperoleh nilai R2 sebesar 0.1776, pada sampel batulempung formasi Balikpapan diperoleh nilai R2 sebesar 0.2789 dan pada sampel batulempung formasi Pulaubalang diperoleh nilai R2 sebesar 0.2223. Dari hasil penelitian diperoleh bahwa nilai PLI tidak berpengaruh besar terhadap nilai DRI nya
Studi Pencampuran Batubara Beda Kualitas Untuk Memenuhi Permintaan Konsumen Pt. Multi Harapan Utama Riyan Pradika, Muhamad; Winarno, Agus; Trides, Tommy; Nugroh, Windhu; Juvensius Pontus, Albertus
Journal of Comprehensive Science Vol. 2 No. 8 (2023): Journal of Comprehensive Science (JCS)
Publisher : Green Publisher Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59188/jcs.v2i8.500

Abstract

Multi Harapan Utama adalah salah satu perusahaan yang melakukan kegiatan blending batubara guna memenuhi permintaan konsumen, agar batubara yang dikirim sesuai dengan permintaan konsumen. Karena PT. Multi Harapan utama memiliki banyak lapisan (multi seam) sehingga kualitas batubaranya berbeda-beda, untuk itu perlu dilakukan sistem pencampuran yang terencana melalui presentase atas proporsi yang tepat agar dapat menghasilkan produk batubara yang sesuai dengan permintaan konsumen. Untuk mendapatkan hasil kuantitas masing-masing produk batubara dalam perencanaan blending, penulis menggunakan metode pemrograman linear dengan fitur solver yang ada di microsoft excel. Adapun rumus blending yang digunakan adalah menggunakan rumus Weighting Factor untuk mendapat hasil kualitas ketersediaan batubara pada masing-masing port dan hasil akhir blending. Untuk mengetahui ketidaksesuaian peneliti melakukan analisa data rencana dan aktual dan analisa kelapangan. Hasil penelitian didapatkan hasil akhir rencana untuk permintaan konsumen dari pemrograman linear pada solver yaitu, 71.800 ton dengan kualitas TS 0,78 % (ad) dan CV 5580 kcal/kg (ar). Untuk hasil aktual yaitu, 71.864 ton dengan kualitas TS 0,72 % (ad) dan CV 5503 kcal/kg (ar). Hasil dari analisa ketidaksesuaian kualitas batubara yaitu terdapatnya genangan air di ROM yang mengakibatkan kenaikan total moisture, terbawa nya material kedalam feeder yang mengakibatkan kenaikan ash, ketidaksengajaan tercampurnya produk lain di ROM yang mengakibatkan ketidaksesuaian terhadap kualiatas (TM, Ash, TS dan CV), dan kenaikan TM yang berpengaruh terhadap nilai kalori.
Analisis Stand-Up Time Serta Penentuan Metode Penggalian Dan Sistem Penyangga Pada Area Pra-Perencanaan Terowongan Irvantoni Simbolon, Desron; Trides, Tommy; Oktaviani, Revia; Hasan, Harjuni; Juvensius Pontus , Albertus
Journal of Comprehensive Science Vol. 2 No. 9 (2023): Journal of Comprehensive Science (JCS)
Publisher : Green Publisher Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59188/jcs.v2i9.509

Abstract

Studi karakterisasi massa batuan yang digunakan pada daerah penelitian ini yaitu dengan menggunkan klasifikasi Rock Mass Rating (RMR) dengan tujuan untuk mengetahui kualiatas massa batuan sehingga dapat ditentukan nilai Stand-up Time batuan serta metode penggalian dan jenis penyangga yang tepat di daerah perencanaan terowongan tersebut. Nilai RMR dan kualitas massa batuan pada lokasi penelitian yaitu pada lokasi I yaitu 50 (batuan sedang), lokasi II yaitu 57 (batuan sedang), lokasi III yaitu 52 (batuan sedang), dan lokasi IV yaitu 48 (batuan sedang). Dari Nilai RMR yang diperoleh singkapan I, II , III, dan IV termasuk dalam kelas kualitas massa batuan III (sedang) sehingga pada perencanaan terowongan tersebut menggunakan metode penggalian Top heading and bench, kemajuan 1.5- 3 meter di top heading, penyangga` dipasang setiap setelah dilakukan peledakan, penyanggaannya menggunakan penyangga lengkap yang dipasang 10m dari muka kerja. Metode Penyanggaan yang direkomendasikan dengan pemasangan rockbolts yang panjangnya 4 m secara sistematik, spasi antar bolt 1,5 – 2,00 m dibagian atap dinding serta ditambah wiremesh pada atap, tebal shotcrete yang direkomendasikan adalah 5,00 – 100,00 mm pada atap dan 30,00 mm pada dinding. Stand-up time dan span di setiap lokasi singkapan. singkapan I batuan dapat bertahan ± 48 jam atau sekitar 2 hari dengan batas span terowongan yaitu 10,3 m, singkapan II batuan dapat bertahan ± 177 jam atau sekitar 7 hari dengan batas span terowongan 13,6 m, singkapan III batuan dapat bertahan ± 64 jam atau sekitar 2 hari dengan batas span terowongan 11 m, singkapan IV batuan dapat bertahan ± 33 jam atau sekitar 1 hari dengan batas span terowongan yaitu 9,5 m
Studi Pendahuluan Analisis Potensi Baji Pada Rencana Bukaan Terowongan Jalan Sipil Di Daerah Gunung Manggah Satria Bekti, Nanda; Trides, Tommy; Dina Devy, Shalaho; Oktaviani, Revia; Juvensius Pontus, Albertus
Journal of Comprehensive Science Vol. 2 No. 10 (2023): Journal of Comprehensive Science (JCS)
Publisher : Green Publisher Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59188/jcs.v2i10.521

Abstract

Ambrukan atau subsidence merupakan salah satu masalah yang kerap terjadi pada saat konstruksi pembangunan terowongan bisa disebabkan oleh kondisi geologi maupun kualitas batuan penyusunnya. Dengan metode analisis streografis ambrukan dapat ditentukan baik tipe, bentuk, bahkan volumenya. Selain itu nilai kualitas batuan juga menjadi salah satu parameter penting untuk mengetahui tingkat kekuatan batuan pada sekitar rencana bukaan terowongan tersebut. Hasil analisis streografis pada bukaan terowongan pada bukaan inlet dengan 5 joint set dan bukaan outlet dengan 3 joint set keduanya memiliki potensi terbentuknya baji. Untuk nilai kualitas batuan pada bukaan inlet memiliki nilai RQD 97,63% dan pada bukaan outlet memiliki nilai 99,82% dimana dari kedua nilai tersebut termasuk dalam kategori sangat baik. Dengan bantuan perangkat lunak titik baji pada sisi geometri terowongan dapat dilihat dimana pada bukaan inlet terowongan baji yang terbentuk ada pada sisi kiri terowongan dengan FK stabil ; sisi kanan bawah terowongan dengan FK 1,73 ; sisi kanan atas terowongan dengan FK 0,00 ; sisi atas terowongan dengan FK 0,00 ; dan sisi bawah terowongan dengan FK 0,06. Pada bukaan outlet terowongan baji yang terbentuk ada pada sisi kiri atas terowongan dengan FK 1,43 ; pada sisi kanan bawah terowongan dengan FK stabil ; sisi kanan atas dengan FK 0,17. Setelah dikentahui titik mana baji terbentuk maka dilakukan perkuatan pada bukaan inlet bagian sisi atas terowongan dengan menggunakan rockbolt berjenis mechanical anchor. Pada inlet terowongan spesifikasi rockbolt yang digunakan pada sisi bawah (panjang 1,5 m, jarak vertikal 1,5 m, jarak horizontal 1,5 m, kapasitas rockbolt 15 ton, FK 2,25), sisi kanan bawah (panjang 1,5 m, jarak vertikal 1,5 m, jarak horizontal 1,5 m, kapasitas rockbolt 15 ton, FK 2,09), kanan atas (panjang 1 m, jarak vertikal 2 m, jarak horizontal 2 m, kapasitas rockbolt 5 ton, FK 2,00), sisi atas (panjang 1 m, jarak vertikal 1,5 m, jarak horizontal 2 m, kapasitas rockbolt 10 ton, FK 2,20), dan sisi kiri (panjang 0,5 m, jarak vertikal 2 m, jarak horizontal 2 m, kapasitas rockbolt 5 ton, FK stabil). Untuk outlet terowongan spesifikasi rockbolt yang digunakan pada sisi kiri (panjang 2 m, jarak vertikal 1 m, jarak horizontal 1 m, kapasitas rockbolt 20 ton dengan penambahan shotcrete 10 cm, FK 2,05), sisi kanan atas (shotcrete 10 m, FK 23), sisi kanan dan bawah (panjang 0,5 m, jarak vertikal 2 m, jarak horizontal 2 m, kapasitas rockbolt 5 ton, FK stabil).
Analisis Jarak Lemparan Flyrock Untuk Meminimalisir Radius Aman Alat Pada Panel L0-K1, Pt. Harmoni Panca Utama Jobsite Dta, Kabupaten Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur Sokisha, Sokkia; Litha Respati, Lucia; Oktaviani, Revia; Trides, Tommy; Juvensius Pontus, Albertus
Journal of Comprehensive Science Vol. 2 No. 10 (2023): Journal of Comprehensive Science (JCS)
Publisher : Green Publisher Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59188/jcs.v2i10.527

Abstract

Salah satu efek terhadap lingkungan dari kegiatan peledakan yaitu adanya flyrock. Flyrock adalah fragmentasi batuan yang terlempar akibat hasil peledakan. Fragmentasi batuan ini apabila terlempar melebihi radius aman dapat mengakibatkan kerusakan untuk alat mekanis dan dapat mengakibatkan cidera bahkan kematian untuk manusia. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui jarak lemparan maksimum flyrock aktual di lapangan serta faktor yang mempengaruhi terjadinya flyrock. Penelitian ini di lakukan pada panel L0-K1 PT. Harmoni Panca Utama Jobsite DTA, Kabupaten Kutai Kartanegara, Provinsi Kalimantan Timur. Pengamatan jarak lemparan maksimum flyrock aktual di lakukan sebanyak 31 kali pengamatan dan di peroleh jarak lemparan maksimum flyrock aktual yaitu 119,53 m. Dari 31 kali pengamatan di lapangan, kegiatan peledakan yang dilakukan masuk kedalam kategori energi terkontrol dengan nilai rata-rata Scale Depth Of Burial yaitu 1,31 m/kg1/3. Untuk memprediksi flyrock secara teoritis di gunakan metode empirik Richard & Moore serta metode analisis dimensi Ebrahim Ghasemi. Dari kedua teori tersebut, teori Ebrahim Ghasemi merupakan teori yang paling mendekati dengan hasil aktual dilapangan dengan persentase kesalahan paling kecil yaitu 14,18 %. Dari hasil korelasi antara parameter peledakan terhadap flyrock aktual di lapangan di peroleh faktor yang paling berpengaruh terhadap terjadinya flyrock adalah stemming. Maka dari itu di berikan rekomendasi berupa tinggi stemming untuk memperkecil jarak lemparan flyrock. Setelah di lakukan kegiatan trial dan error menggunakan data rekomendasi, radius aman alat dapat di minimalisir menjadi 230 m
Studi Korelasi Kekuatan Batulempung Dengan Uji Kuat Tekan Dan Point Load Index Formasi Pulaubalang Kota Samarinda Ronald Alvin Ifnie, Jones; Trides, Tommy; Nugroho, Windhu; Oktaviani, Revia; Juvensius Pontus , Albertus
Journal of Comprehensive Science Vol. 2 No. 10 (2023): Journal of Comprehensive Science (JCS)
Publisher : Green Publisher Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59188/jcs.v2i10.534

Abstract

Uniaxial Compressive Strength (UCS) adalah kekuatan batuan utuh (intact rock) yang diperoleh dari hasil pengujian di laboratorium, satuan umumnya dinyatakan dalam Mpa. Nilai UCS yang dihasilkan dari pengujian laboratorium merupakan besar tekanan yang diberikan sehingga batuan tersebut pecah. Adapun perbedaan dangan uji point load index (PLI) adalah terletak pada permukaan sampel batuan yang akan diuji, yaitu pada pengujian PLI sampel yang ditekan pada satu titik. Hasil uji PLI merupakan salah satu metode yang cukup baik untuk mengestimasi nilai kuat tekan suatu batuan (UCS), khususnya dalam pekerjaan perancangan desain lereng tambang. Nilai densitas pada Formasi Pulaubalang sebesar 1,22 gr/cm3-1,36 gr/cm3. nilai kadar air Formasi Pulaubalang sebesar 14,23 % - 13,72%. Nilai porositas pada Formasi Pulaubalang sebesar 59,91%-51,58%. Nilai kuat tekan yang didapatkan pada Formasi Pulaubalang adalah 0,83MPa-2,43MPa. Nilai point load index yang didapatkan pada Formasi Pulaubalang adalah 0,0106-0,0222. Nilai korelasi PLI dan UCS pada Formasi Pulaubalang didapatkan nilai koefisien korelasi (r) sebesar 0,893 dan nilai persamaan regresi Y= 101,864-0,255
Co-Authors A. Agus Mantri Abdul Malik Afdal Jamil Tanjung Agus Winarno Agus Winarno Agus Winarno, Agus Ahmad Akmal Muhyiddin Aisyatur Ridho Akbar Ilham Akbar Nazaruddin Amarullah Amarullah Anakta Hartanta sebayang Anandyta Suci Ramdani Apriadi Saputra Ardhan Ismail Ardian Saputra Arie Prasetya Arie Arsuwendi Arsuwendi Dian Isnandar Dina Devy, Shalaho Djuwita Dela Safitri Eghi Eghi Elsa Amanda Putri Enggar Salsabilla Pramesty Ery Budiman Fajar Ramadhan Firman Firman Firman Firman Gunawan Manullang, Ronal Edi Harjuni Harjuni Hasan Harjuni Hasan Haviluddin Haviluddin Henny Magdalena Indaswati Indaswati Indra Ariani, Indra Irianta Ibo Sembiring Irvantoni Simbolon, Desron Jaba, Yafet Jawil, Anshar Abdullah Jhony Maxi Harjadi Koeshadi Sasmito L. Tobing, Ciko Gratio Parkletos Litha Respati, Lucia Lucia Litha Respati Lucia Litha Respati Masayu Widiastuti Melki Marten Mochamad Gaharu Dida Devedo Moh. Widzar Fahmi Widzar Muh. Iskandar Rahman Muhammad Rahul Shidiq Muhammad Rofy Fauzan Musodiq Musodiq Natasya Amanda Putri Nugroh, Windhu Nugroho, Windhu Nur Aqsa Syahban Irwan Nur, Al Maida Pranajiwa Putri Pebrian Putri, Agita Kendari Rafael Bonardy Gultom Rahmat Rahman Respati, Lucia Litha Rety Winonazada Rety Winonazada Revia Okatviani Revia Oktaviani Revia Oktaviani Revia Revia Oktaviani Rexy Maulana Riskianto, Achmad Riyan Pradika, Muhamad Roberto Firson Pappang Roland Fatar Fernados Sirait Ronald Alvin Ifnie, Jones Sakdillah Sakdillah Sakdillah Sakdillah Satria Bekti, Nanda Shalaho Dina Devi Shalaho Dina Devy Shalaho Dina Devy Shalizam, Shalizam Sitepu, Joe Vandame Sokisha, Sokkia Suhari, Josh Immanuel Stevano Thomas , Anita oktoviana L.P.G.M. Tommy Aria Pradana Tommy Trides Tommy Trides Tommy Trides Tommy Trides Trides, Tommy Vandrianus Felix Feto Nuwa Wahyu Garini, Andini Dwi Weggie Atanasius Tonapa William William William William windhu Nugroho Windhu Nugroho windhu Wiradhana, Ni Made Ayu Dwi Kartika Yolanda, Agnes Yuana Saputra