p-Index From 2021 - 2026
7.292
P-Index
Claim Missing Document
Check
Articles

Peran Kepolisian Dalam Mencegah Dan Memberantas Penyalahgunaan Narkotika Muhammad Hari Sudarmawan; Ita Rahmania Kusumawati
Jurnal Pengabdian Masyarakat Universitas Darul Ulum Vol 2 No 2 (2023): DIMAS-UNDAR
Publisher : Universitas Darul Ulum

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32492/dimas-undar.v2i2.2204

Abstract

Masalah narkotika semakin hari semakin parah, narkotika telah menjadi masalah nasional bahkan internasional karena efeknya mempengaruhi hingga anak-anak, remaja dan bahkan orang tua. Narkotika beredar di klub malam, karaoke, plaza, kampus dan sekolah. Bahkan narkotika juga merambah dimulai di kota-kota besar dan berakhir di daerah pedesaan. Menurut UU No. Lawn. 13. Tahun 1961, kemudian diubah diperbarui Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2002 tentang Tugas Pokok Polri sebagai Pelindung, Pengaman dan Pejabat diperlukan untuk menghapuskan kejahatan masyarakat yaitu masalah narkotika. Sebagai pelindung dan pengayom masyarakat Polri dituntut untuk tunduk terhadap etika dan moral kepolisian disatu sisi Polri diminta untuk memberikan kepuasan terhadap menjaga masyarakat terhindar dari narkotika, maka akan muncul pertentangan jika Polri bisa saja memberikan jalan kepada pengedar dengan memberi uang pelicin.
Digital Land Certificates and Legal Objectives: An Empirical Study of Justice, Certainty, and Utility in Indonesia Norma Fitria; Trinah Asi Islami; Muhammad Dzikirullah H. Noho; Ahmad Faruq; Ita Rahmania Kusumawati; Ahmad 'Ubaydi Hasbillah; M. Fahrudin Andriyansyah
Bulletin of Community Engagement Vol. 6 No. 1 (2026): Bulletin of Community Engagement
Publisher : CV. Creative Tugu Pena

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51278/bce.v6i1.2514

Abstract

  Land ownership in Indonesia faces persistent challenges including disputes, overlapping claims, and document forgery, prompting the government to implement electronic land certificates through Ministerial Regulation ATR/BPN No. 3/2023 as a digitalization strategy to enhance legal certainty and administrative efficiency. This empirical juridical study examines the implementation of electronic land certificates in Jombang Regency and evaluates their contribution to achieving the legal objectives of justice, legal certainty, and utility (maslahah mursalah) using in-depth interviews, direct observation, and document analysis analyzed through Gustav Radbruch's legal objectives theory. The findings reveal that implementation operates through two mechanisms—new land title registration (12-19 days) and media transfer conversion (2-3 hours)—with substantial legal certainty achieved through centralized database architecture evidenced by zero reported land mafia cases; however, justice and utility objectives were unevenly realized, as demonstrated by urban-rural satisfaction gaps (4.1/5.0 versus 3.4/5.0), infrastructure constraints in remote sub-districts, and digital literacy barriers requiring intensive officer assistance for 55% of rural applicants. The study concludes that electronic certificates demonstrate conditional success in achieving legal objectives, with efficiency and security gains accompanied by "regressive utility" effects that advantage privileged populations, necessitating targeted infrastructure investment, sustained human resource development, and hybrid service models to prevent technology-enabled exclusion and realize the transformative potential of land administration digitalization.
Pandangan Mediator Non-Hakim tentang Kegagalan Mediasi Perkara Perceraian di Desa Gondang Manis, Jombang Abdul Mujib Ridwan; Ita Rahmania Kusumawati
Al-Zayn: Jurnal Ilmu Sosial, Hukum & Politik Vol 4 No 3 (2026): 2026
Publisher : Yayasan pendidikan dzurriyatul Quran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61104/alz.v4i3.6497

Abstract

Studi ini mengeksplorasi, dengan pandangan kritis, peran mediator non-judgemental dalam melakukan proses mediasi untuk kasus perceraian di Desa Gondang Manis, Jombang. Menggunakan metodologi kualitatif melalui desain studi kasus, penelitian ini melibatkan wawancara mendalam sebagai alat pengumpulan data utamanya dari para pemimpin agama dan dua modernis desa yang juga berperkara. Ditemukan bahwa faktor-faktor yang menghambat keberhasilan mediasi tidak hanya ketidaksiapan para pihak secara emosional tetapi juga pengetahuan yang tidak memadai di pihak mediator mengenai teknik untuk melakukan mediasi modern, tidak adanya pedoman tentang cara beroperasi secara lebih sistematis, dan tidak adanya legitimasi hukum untuk setiap hasil yang dicapai melalui mediasi desa. Terlepas dari keuntungan kedekatan dan jalur yang mudah diakses, kelemahan struktural tersebut membuat tingkat keberhasilan mereka sangat minim untuk proses mediasi berbasis masyarakat. Oleh karena itu, makalah ini mengkaji di mana peningkatan kapasitas mediator non-judgemental dan standarisasi prosedur mediasi desa membutuhkan perhatian segera.
Integrating Science and Religion at Malaysian and Indonesian Higher Education Mohammad Hidayaturrahman; Sudarman Sudarman; Husamah Husamah; Ita Rahmania Kusumawati
AT-TA'LIM Vol 28, No 1 (2021)
Publisher : Institut Agama Islam Negeri Imam Bonjol Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15548/jt.v28i1.658

Abstract

This article analyzes the integration model between science and religion in Malaysian and Indonesian Higher Education. So far, the dichotomy of science and religion is considered to be one of the causes for the exit of the Islamic world from the Western world. In this century, educational institutions in the Islamic world began to re-select the integration pattern of science. This study uses qualitative methods, by collecting data through observation, visiting two higher education institutions studied, and conducting in-depth interviews with relevant parties, namely the International Islamic University Malaysia (IIUM) in Malaysia and Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) in Indonesia. Data collection is also done by searching documents and referral sources in various data sources available online. From the research conducted, it was found that, integration carried out by Islamic universities in Malaysia and Indonesia was to open faculties and study programs without any religious or public claims. Everything is the same, and there are no restrictions on the rules for students based on religion to enter into it. So, education is inclusive, it can be for anyone. This model succeeded in advancing Islamic educational institutions.
Manfaat Program Inklusi di Sekolah Terhadap Keterampilan Sosial Siswa Dengan Disabilitas di SLBN Jombang Iswatus Sa’adah; Ita Rahmania Kusumawati; Muhammad Dzikrullah H. Noho
Cerdika: Jurnal Ilmiah Indonesia Vol. 5 No. 1 (2025): Cerdika: Jurnal Ilmiah Indonesia
Publisher : Publikasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59141/cerdika.v5i1.2383

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi manfaat program inklusi bagi siswa penyandang disabilitas di SLB Negeri Jombang. Program inklusi merupakan pendekatan pendidikan yang memberikan kesempatan yang sama bagi semua siswa, termasuk mereka yang memiliki disabilitas, sehingga penting untuk memahami kontribusinya terhadap perkembangan siswa. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus, di mana subjek penelitian terdiri dari siswa kelas 1 hingga 6 di SLB Negeri Jombang yang dipilih secara purposive karena terlibat langsung dalam program inklusi. Data dikumpulkan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi, dan dianalisis menggunakan model interaktif dari Miles dan Huberman, yang mencakup pengumpulan, reduksi, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa program inklusi berkontribusi pada perkembangan siswa penyandang disabilitas dengan menanamkan nilai-nilai karakter, seperti pengenalan dan penghargaan terhadap perbedaan, tanggung jawab, rasa percaya diri, serta keterampilan sosial yang baik. Kesimpulannya, program inklusi di SLB Negeri Jombang efektif dalam merangsang perkembangan karakter siswa penyandang disabilitas. Temuan ini memberikan implikasi bagi pengembangan program pendidikan inklusi yang lebih baik dan menekankan pentingnya dukungan dari pihak sekolah serta masyarakat untuk menciptakan lingkungan yang mendukung bagi siswa penyandang disabilitas.  
THE ROLE OF SORONG SERAH TRADITIONAL WEDDING RITUAL OF RESILIENCE IN EAST LOMBOK Zaenuddin Nazri; Ita Rahmania Kusumawati
Familia: Jurnal Hukum Keluarga Vol. 6 No. 2 (2025)
Publisher : Program Studi Hukum Keluarga Fakultas Syariah UIN Datokarama Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24239/familia.v6i2.350

Abstract

The Sorong Serah traditional marriage ritual in Sembalun Bumbung Village, East Lombok, is a cultural heritage of the Sasak people that is full of moral values ​​and local wisdom. However, so far there have not been many in-depth studies that explore its symbolic meaning and social relevance amidst changes in community culture. This emphasizes the importance of this study to fill this gap. This study aims to explore in depth how the implementation of the Sorong Serah ritual can form the foundation of family resilience, both from social, emotional, and spiritual aspects. Through a qualitative approach with data collection techniques in the form of participatory observation, in-depth interviews with traditional leaders, bridal couples, and the surrounding community, and documentation studies, namely written, audio, and visual documentation. This study successfully mapped the structure and symbolic meaning in the stages of Sorong Serah. The results of the study show that Sorong Serah is not merely a symbolic ceremony, but rather an educative and affirmative means that strengthens the bonds of the nuclear family and the extended family. Research in Sembalun Bumbung Village revealed that the Sorong Serah ritual is not merely a customary ceremony, but rather an educative and affirmative means that strengthens family resilience and social cohesion. The main findings show that symbols such as kepeng in the Nyorong procession contain messages of responsibility and respect between families. Customary figures act as mediators to prevent conflict before marriage, indicating the existence of a customary-based social resolution system. The active involvement of the younger generation and the integration of customary values ​​with Islamic teachings demonstrate a dynamic and strategic cultural adaptation in preserving the meaning of this ritual amidst social change.