Claim Missing Document
Check
Articles

Found 36 Documents
Search

Evaluasi Moral dalam Konten YouTube oleh Gita Wirjawan dan Anggia Kharisma: “Pengobatan Krisis Konten Anak” Gultom, Cendana Tricia Januaristy; Arpannudin, Iqbal
Journal of Moral and Civic Education Vol 9 No 1 (2025): Journal of Moral and Civic Education
Publisher : Jurusan Ilmu Sosial Politik Fakultas Ilmu Sosial Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/8851412912025845

Abstract

Dalam konteks terbentuknya nilai moral pada anak melalui media digital, kontribusi Gita Wirjawan dan Anggia Kharisma sangat signifikan. Mereka tidak hanya fokus pada pembuatan konten yang menghibur tetapi juga memastikan konten tersebut mengandung pesan-pesan moral yang kuat, seperti pentingnya keberagaman, inklusivitas, dan resiliensi. Penelitian ini bertujuan untuk menemukan nilai-nilai moral dalam konten YouTube "Pengobat Krisis Konten Anak" oleh Gita Wirjawan dan Anggia Kharisma. Menggunakan analisis isi kualitatif berdasarkan teori Krippendorff, penelitian ini menganalisis Channel YouTube Gita Wirjawan. Data dikumpulkan melalui observasi, dokumentasi, dan studi pustaka dan dianalisis melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa konten YouTube Gita Wirjawan dan Anggia Kharisma “Pengobatan Krisis Konten Anak” mengandung nilai-nilai moral seperti sopan santun, toleransi, kejujuran, tanggung jawab, dan cinta tanah air. Selain itu, konten ini menunjukkan upaya kolaboratif untuk menciptakan materi berkualitas, mencerminkan komitmen para pembuat konten untuk memberikan dampak positif bagi anak-anak. Konten ini tidak hanya menghibur tetapi juga mendidik, membantu pembentukan karakter anak-anak. Penelitian ini memiliki beberapa keterbatasan: subjektivitas analisis nilai moral yang bervariasi antar peneliti, teknik dokumentasi dan studi pustaka yang mungkin tidak sepenuhnya menangkap nuansa moral, dan validitas data yang terbatas tanpa triangulasi seperti wawancara. Fokus pada YouTube membatasi generalisasi temuan, dan bias peneliti dapat mempengaruhi hasil. Untuk meningkatkan validitas, peneliti dapat melibatkan wawancara, diskusi kelompok, dan studi komparatif dengan platform lain.
Application of the Teams Games Tournaments Learning Model Assisted by Documentary Films on National Awakening and Youth Pledge to Improve Student Learning Outcomes Ramadhan, Abhi Rachma; Arpannudin, Iqbal; Nuriyani, Riska; Adnin, Ismi; Maulana, Daffa Fakhri
Interdiciplinary Journal and Hummanity (INJURITY) Vol. 3 No. 10 (2024): INJURITY: Journal of Interdisciplinary Studies.
Publisher : Pusat Publikasi Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58631/injurity.v3i10.1294

Abstract

The goal of this study was to apply the TGT (Teams Games Tournaments) learning model assisted by documentaries about national awakening and youth oaths to improve student learning outcomes. Classroom action research methods with cycle one and cycle two were used in the study. The research subjects included 33 class VII-F students (18 male students and 15 female students) and one Pancasila Education teacher at SMP Labschool Jakarta, even semester of the 2023/2024 school year. The research instrument is a test of student learning outcomes. The data analysis is based on the learning completeness criteria. In cycle one, the percentage of completeness of student learning outcomes was 36.36%. In the second cycle, the percentage of students was 81.81%. Based on the results of the study, it was concluded that student learning outcomes increased after the application of the TGT (Teams Games Tournaments) learning model assisted by documentaries about national awakening and youth oaths. Further researchers can use the TGT model assisted by other media to improve student learning outcomes.
Media based on ROTELA-an innovation for teaching Pancasila and Civic Education Murdiono, Mukhamad; Kuncorowati, Puji Wulandari; Arpannudin, Iqbal; Suyato, Suyato
Jurnal Civics: Media Kajian Kewarganegaraan Vol 20, No 1 (2023)
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/jc.v20i1.59491

Abstract

Pancasila and Civic Education Subjects (PPKn) in junior high schools are prerequisite subjects with abstract material. To facilitate understanding of the values of Pancasila, it is necessary to develop learning media to make it easier for students to understand and apply the values of Pancasila as the way of life of the Indonesian people. This research aims to develop learning media that can be used by teachers in teaching Pancasila and Civic Education in junior high schools. This study uses a research and development method to develop learning media ROTELA (wheel guess the image of Pancasila). This research was implemented in State Junior High School in Yogyakarta City. The research subjects were Pancasila and Civic Education teachers and VIII grade students. Data collection techniques used in this study were observation, interviews, and documentation. Data analysis used qualitative and quantitative analysis. The development research follow the steps of Borg and Gall. The results showed that the media based on ROTELA were developed very feasible to be used in teaching Pancasila dan Civic Education in junior high school for Pancasila as the way of life of the Indonesian people. The results of the validation of the material experts showed 90%, and media experts 96.6%.
Pengintegrasian nilai-nilai kearifan lokal dalam pendidikan multikultural Chotimah, Umi; Alfiandra, Alfiandra; Faisal, Emil El; Sulkipani, Sulkipani; Camelia, Camelia; Arpannudin, Iqbal
Jurnal Civics: Media Kajian Kewarganegaraan Vol 15, No 1 (2018)
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (321.32 KB) | DOI: 10.21831/jc.v15i1.17288

Abstract

Tujuan artikel ini adalah untuk mengidentifikasi dan mengintegrasikan nilai-nilai kearifan lokal masyarakat dalam memperkuat integrasi nasional melalui pendidikan multikultural. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus. Nilai-nilai kearifan lokal masyarakat dalam adat pernikahan kelima suku tersebut secara umum terdiri dari nilai ketuhanan, persatuan, dan kerakyatan yang tercermin dalam prosesi sebelum pernikahan, saat pernikahan, dan setelah pernikahan. Dengan demikian, nilai-nilai kearifan lokal masyarakat tersebut pada dasarnya merupakan nilai-nilai yang secara umum terdapat di setiap daerah yang dapat memperkuat integrasi nasional.-------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------This article was aimed at identifying and integrating local wisdom values fostering national integration through multicultural education. It was a qualitative research with case study as its method. Local wisdom values embedded in the all of five tribes' marriage are the believe in God, Humanity, unity, and democracy. In other words, these local wisdom are in common among society members and can enhance national integration.
Upaya Guru Pendidikan Pancasila dalam Mencegah Aksi Tawuran melalui Pendidikan Karakter Berbasis Nilai-Nilai Pancasila Abhi Rachma Ramadhan; Iqbal Arpannudin; Daffa Fakhri Maulana; Frisca Dyan Areza; Muhammad Rafi Fadilah
Didaktika: Jurnal Kependidikan Vol. 13 No. 001 Des (2024): Didaktika: Jurnal Kependidikan (Special Issue 2024)
Publisher : South Sulawesi Education Development (SSED)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58230/27454312.1348

Abstract

Rendahnya efektivitas pendidikan karakter berbasis nilai-nilai Pancasila dalam mencegah aksi tawuran di kalangan siswa SMP Negeri 141 Jakarta, yang dipengaruhi oleh kurangnya kesadaran siswa, dukungan orang tua, dan faktor lingkungan sosial. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan upaya guru Pendidikan Pancasila di SMP Negeri 141 Jakarta dalam mencegah tawuran melalui pendidikan karakter berbasis nilai-nilai Pancasila. Menggunakan metode deskriptif kualitatif, data dikumpulkan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi, dengan keabsahan data dijamin melalui triangulasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa metode interaktif seperti diskusi, simulasi, dan pendekatan personal efektif mencegah tawuran, meski masih diperlukan perbaikan dalam menangani siswa rentan serta peningkatan kolaborasi dengan orang tua. Faktor pendukung mencakup kepedulian guru, integritas, kurikulum pendidikan karakter, dan dukungan manajemen sekolah. Hambatan termasuk masalah pribadi, kesehatan, lingkungan sosial, dan kurangnya dukungan orang tua, dengan solusi berupa kolaborasi dan dukungan sekolah.
Understanding Holistic Transformative Learning Based on Virtuous Values and Islamic Teachings Aulia, Syifa Siti; Arpannudin, Iqbal; Sulisworo, Dwi
Buletin Edukasi Indonesia Vol. 4 No. 02 (2025): Buletin Edukasi Indonesia
Publisher : The Indonesian Institute of Science and Technology Research

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56741/bei.v4i02.1004

Abstract

This article explores the concept of holistic, transformative learning, with an emphasis on virtuous values and Islamic teachings. In an era of rapid globalisation, education must evolve beyond mere academic performance to include character development, moral values, and social responsibility. By integrating the principles of virtue and Islamic ethics into education, a more comprehensive model of learning is proposed, one that balances intellectual, emotional, social, and spiritual growth. This study aims todiscussesportance of holistic education in the Indonesian context, its global relevance, the opportunities and challenges it presents, and the necessary skills for becoming a responsible global citizen. The article also highlights how Islamic values contribute to shaping well-rounded individuals who are equipped to tackle modern societal issues while fostering global cooperation.
Membangun Karakter Resiliensi melalui Pembelajaran Kontekstual Berbasis Keterlibatan Hidayah, Yayuk; Arpannudin, Iqbal; Ulfah, Nufikha
Jurnal Moral Kemasyarakatan Vol 10 No 1 (2025): Volume 10, Nomor 1 - Juni 2025
Publisher : Universitas PGRI Kanjuruhan Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21067/jmk.v10i1.10931

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bagaimana membangun karakter resiliensi melalui pembelajaran kontekstual berbasis keterlibatan. Fokus penelitian ini adalah mengeksplorasi pengaruh pembelajaran tersebut terhadap pengembangan lima elemen utama karakter resiliensi, yaitu ketangguhan emosional, pemecahan masalah kreatif, adaptabilitas, kepemimpinan kolaboratif, dan keteguhan tujuan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif, dengan pengumpulan data melalui survei lapangan menggunakan kuesioner yang telah tervalidasi dan reliabel sesuai standar penelitian kuantitatif selain menggunakan kuesioner juga menggunakan wawancara. Populasi penelitian adalah mahasiswa program S1 Universitas Negeri Yogyakarta, dengan sampel sebanyak 256 mahasiswa yang dipilih menggunakan metode cluster sampling dari 7  fakultas, berdasarkan rumus Slovin. Data dianalisis menggunakan statistik deskriptif, uji normalitas, dan homogenitas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat keterlibatan dalam pembelajaran kontekstual berbasis keterlibatan bervariasi pada setiap domain karakter resiliensi. Ketangguhan emosional, keteguhan tujuan, pemecahan masalah kreatif, dan adaptabilitas menunjukkan tingkat keterlibatan yang baik. Namun, pada domain kepemimpinan kolaboratif, keterlibatan mahasiswa relatif rendah. Faktor-faktor yang mempengaruhi perbedaan keterlibatan ini termasuk metode pembelajaran yang kurang mendukung kolaborasi aktif serta keterbatasan fasilitas pendukung. Temuan ini memberikan implikasi penting bagi pengembangan model pembelajaran kontekstual yang lebih efektif dalam membangun karakter resiliensi secara holistik.
Shaping Globally Minded Young Citizens Through Islamic International Education: A Case Study of Global Islamic School in Yogyakarta Arpannudin, Iqbal; Suyato; Murdiono, Mukhamad; Charismana, Dian Satria; Hidayah, Yayuk; Yuanjaya, Pandhu; Mulyono, Budi; Alrakhman, Riza
Jurnal Kewarganegaraan Vol. 22 No. 2 (2025): September 2025
Publisher : Department of Pancasila and Civic Education, Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/jk.v22i2.65661

Abstract

This study investigates how an Islamic-based international school in Indonesia, Global Islamic School (GIS) Yogyakarta, forms globally minded young citizens through curricular and non-curricular initiatives. Amid the growing importance of global citizenship education (GCE) in the 21st century, the study explores how GIS integrates core global citizenship competencies into its educational vision, pedagogical design, and student development programs. Using a qualitative case study approach, data were collected through in-depth interviews, document analysis, and classroom observations. Findings indicate that GIS utilizes a four-pillar model within the national curriculum plus framework to cultivate a generation of globally engaged Muslim youth. Additionally, extracurricular programs such as bilingual learning days, international competitions, and educational trips abroad provide meaningful spaces for students to develop global competencies in authentic contexts. This study contributes to the discourse on faith-based approaches to global citizenship education and offers implications for schools cultivating inclusive, ethical, and globally engaged young people.
Mapping Civic Literacy Research: An Integrated Systematic Review and Bibliometric Analysis Ridha, Muhammad Kamil; Arpannudin, Iqbal; Ma'rifatun, Rizqi; Haryanto, Yudhi
Jurnal Penelitian Pendidikan Vol. 42 No. 2 (2025): October 2025
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/jpp.v42i2.34772

Abstract

This study maps the scholarly landscape of civic literacy through an integrated systematic review and bibliometric analysis. Using Scopus (search date: September, 16, 2025; coverage 1980–2025), we screened records via PRISMA and analyzed the final corpus with VOSviewer to identify publication trends, collaboration networks, and keyword co-occurrences. Results show a pronounced growth of civic literacy publications since the late 2000s, with the United States as the dominant contributor and Indonesia emerging as a notable node. Co-occurrence analysis reveals four interconnected clusters: (1) schooling and digital engagement (citizenship education, social media, misinformation); (2) democratic concerns and global issues; (3) public health and gender; and (4) creative/arts-based education. Collaboration networks remain relatively sparse, indicating opportunities to strengthen cross-national partnerships and diversify methodological approaches. The review highlights civic literacy as a transdisciplinary construct that links political knowledge, digital/media competencies, and participatory practices, and underscores the implications for curriculum design, teacher education, and policy, particullary the integration of digital literacy to meet the challenges of Society 5.0. We conclude that future research should deepen interdisciplinary integration, expand international collaboration, and develop context-responsive models for civic literacy in schools and communities.
Religious moderation: Muhammadiyah inclusivism and syncretic Islam in Javanese culture in Yogyakarta Syamsuddin, Muhammad; Jannah, Kurniatul; Indriani, Novia; Sunandar, Aditia Pramudia; Fathin, Muhammad Insan; Setiawan, Benni; Arpannudin, Iqbal; Hastasari, Chatia
Jurnal Civics: Media Kajian Kewarganegaraan Vol. 22 No. 2 (2025)
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/jc.v22i2.86207

Abstract

Differences in understanding between religions and cultures characterise the emergence of intolerance in society. These conditions can contribute to the breakdown of religious life and result in subjective interpretations of truth that disregard others' perspectives. The research method used a mixed method with a sequential exploratory model. Data collection techniques included interviews, observations, literature studies (qualitative), and questionnaires (quantitative). This study aims to reveal the dynamics of cultural da'wah, the process of Muhammadiyah internalisation, and the relationship between Muhammadiyah and syncretic Islam in shaping the value of tolerance in Yogyakarta. The results of the study show several things, namely 1) there are dynamics of cultural da'wah described by the concepts of hablumminallah and hablumminannas with examples of each entity's attitude towards the night of Suro; 2) there is involvement of each entity in Muhammadiyah activities with conservative teaching materials and adaptive methods, as demonstrated by the processes of acculturation, assimilation, and accommodation in each entity's religious activities; and 3) the phenomena observed in this case study illustrate the relationship between Muhammadiyah and Syncretic Islam in shaping the value of tolerance in Yogyakarta. The relationship between the two can fulfil the indicators of the active tolerance model by being able to coexist peacefully and strive to respect diversity.