Claim Missing Document
Check
Articles

Pengintegrasian nilai-nilai kearifan lokal dalam pendidikan multikultural Chotimah, Umi; Alfiandra, Alfiandra; Faisal, Emil El; Sulkipani, Sulkipani; Camelia, Camelia; Arpannudin, Iqbal
Jurnal Civics: Media Kajian Kewarganegaraan Vol 15, No 1 (2018)
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (321.32 KB) | DOI: 10.21831/jc.v15i1.17288

Abstract

Tujuan artikel ini adalah untuk mengidentifikasi dan mengintegrasikan nilai-nilai kearifan lokal masyarakat dalam memperkuat integrasi nasional melalui pendidikan multikultural. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus. Nilai-nilai kearifan lokal masyarakat dalam adat pernikahan kelima suku tersebut secara umum terdiri dari nilai ketuhanan, persatuan, dan kerakyatan yang tercermin dalam prosesi sebelum pernikahan, saat pernikahan, dan setelah pernikahan. Dengan demikian, nilai-nilai kearifan lokal masyarakat tersebut pada dasarnya merupakan nilai-nilai yang secara umum terdapat di setiap daerah yang dapat memperkuat integrasi nasional.-------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------This article was aimed at identifying and integrating local wisdom values fostering national integration through multicultural education. It was a qualitative research with case study as its method. Local wisdom values embedded in the all of five tribes' marriage are the believe in God, Humanity, unity, and democracy. In other words, these local wisdom are in common among society members and can enhance national integration.
Upaya Guru Pendidikan Pancasila dalam Mencegah Aksi Tawuran melalui Pendidikan Karakter Berbasis Nilai-Nilai Pancasila Abhi Rachma Ramadhan; Iqbal Arpannudin; Daffa Fakhri Maulana; Frisca Dyan Areza; Muhammad Rafi Fadilah
Didaktika: Jurnal Kependidikan Vol. 13 No. 001 Desemb (2024): Didaktika: Jurnal Kependidikan (Special Issue 2024)
Publisher : South Sulawesi Education Development (SSED)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58230/27454312.1348

Abstract

Rendahnya efektivitas pendidikan karakter berbasis nilai-nilai Pancasila dalam mencegah aksi tawuran di kalangan siswa SMP Negeri 141 Jakarta, yang dipengaruhi oleh kurangnya kesadaran siswa, dukungan orang tua, dan faktor lingkungan sosial. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan upaya guru Pendidikan Pancasila di SMP Negeri 141 Jakarta dalam mencegah tawuran melalui pendidikan karakter berbasis nilai-nilai Pancasila. Menggunakan metode deskriptif kualitatif, data dikumpulkan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi, dengan keabsahan data dijamin melalui triangulasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa metode interaktif seperti diskusi, simulasi, dan pendekatan personal efektif mencegah tawuran, meski masih diperlukan perbaikan dalam menangani siswa rentan serta peningkatan kolaborasi dengan orang tua. Faktor pendukung mencakup kepedulian guru, integritas, kurikulum pendidikan karakter, dan dukungan manajemen sekolah. Hambatan termasuk masalah pribadi, kesehatan, lingkungan sosial, dan kurangnya dukungan orang tua, dengan solusi berupa kolaborasi dan dukungan sekolah.
Understanding Holistic Transformative Learning Based on Virtuous Values and Islamic Teachings Aulia, Syifa Siti; Arpannudin, Iqbal; Sulisworo, Dwi
Buletin Edukasi Indonesia Vol. 4 No. 02 (2025): Buletin Edukasi Indonesia
Publisher : The Indonesian Institute of Science and Technology Research

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56741/bei.v4i02.1004

Abstract

This article explores the concept of holistic, transformative learning, with an emphasis on virtuous values and Islamic teachings. In an era of rapid globalisation, education must evolve beyond mere academic performance to include character development, moral values, and social responsibility. By integrating the principles of virtue and Islamic ethics into education, a more comprehensive model of learning is proposed, one that balances intellectual, emotional, social, and spiritual growth. This study aims todiscussesportance of holistic education in the Indonesian context, its global relevance, the opportunities and challenges it presents, and the necessary skills for becoming a responsible global citizen. The article also highlights how Islamic values contribute to shaping well-rounded individuals who are equipped to tackle modern societal issues while fostering global cooperation.
Membangun Karakter Resiliensi melalui Pembelajaran Kontekstual Berbasis Keterlibatan Hidayah, Yayuk; Arpannudin, Iqbal; Ulfah, Nufikha
Jurnal Moral Kemasyarakatan Vol 10 No 1 (2025): Volume 10, Nomor 1 - Juni 2025
Publisher : Universitas PGRI Kanjuruhan Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21067/jmk.v10i1.10931

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bagaimana membangun karakter resiliensi melalui pembelajaran kontekstual berbasis keterlibatan. Fokus penelitian ini adalah mengeksplorasi pengaruh pembelajaran tersebut terhadap pengembangan lima elemen utama karakter resiliensi, yaitu ketangguhan emosional, pemecahan masalah kreatif, adaptabilitas, kepemimpinan kolaboratif, dan keteguhan tujuan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif, dengan pengumpulan data melalui survei lapangan menggunakan kuesioner yang telah tervalidasi dan reliabel sesuai standar penelitian kuantitatif selain menggunakan kuesioner juga menggunakan wawancara. Populasi penelitian adalah mahasiswa program S1 Universitas Negeri Yogyakarta, dengan sampel sebanyak 256 mahasiswa yang dipilih menggunakan metode cluster sampling dari 7  fakultas, berdasarkan rumus Slovin. Data dianalisis menggunakan statistik deskriptif, uji normalitas, dan homogenitas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat keterlibatan dalam pembelajaran kontekstual berbasis keterlibatan bervariasi pada setiap domain karakter resiliensi. Ketangguhan emosional, keteguhan tujuan, pemecahan masalah kreatif, dan adaptabilitas menunjukkan tingkat keterlibatan yang baik. Namun, pada domain kepemimpinan kolaboratif, keterlibatan mahasiswa relatif rendah. Faktor-faktor yang mempengaruhi perbedaan keterlibatan ini termasuk metode pembelajaran yang kurang mendukung kolaborasi aktif serta keterbatasan fasilitas pendukung. Temuan ini memberikan implikasi penting bagi pengembangan model pembelajaran kontekstual yang lebih efektif dalam membangun karakter resiliensi secara holistik.
Shaping Globally Minded Young Citizens Through Islamic International Education: A Case Study of Global Islamic School in Yogyakarta Arpannudin, Iqbal; Suyato; Murdiono, Mukhamad; Charismana, Dian Satria; Hidayah, Yayuk; Yuanjaya, Pandhu; Mulyono, Budi; Alrakhman, Riza
Jurnal Kewarganegaraan Vol. 22 No. 2 (2025): September 2025
Publisher : Department of Pancasila and Civic Education, Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/jk.v22i2.65661

Abstract

This study investigates how an Islamic-based international school in Indonesia, Global Islamic School (GIS) Yogyakarta, forms globally minded young citizens through curricular and non-curricular initiatives. Amid the growing importance of global citizenship education (GCE) in the 21st century, the study explores how GIS integrates core global citizenship competencies into its educational vision, pedagogical design, and student development programs. Using a qualitative case study approach, data were collected through in-depth interviews, document analysis, and classroom observations. Findings indicate that GIS utilizes a four-pillar model within the national curriculum plus framework to cultivate a generation of globally engaged Muslim youth. Additionally, extracurricular programs such as bilingual learning days, international competitions, and educational trips abroad provide meaningful spaces for students to develop global competencies in authentic contexts. This study contributes to the discourse on faith-based approaches to global citizenship education and offers implications for schools cultivating inclusive, ethical, and globally engaged young people.
Mapping Civic Literacy Research: An Integrated Systematic Review and Bibliometric Analysis Ridha, Muhammad Kamil; Arpannudin, Iqbal; Ma'rifatun, Rizqi; Haryanto, Yudhi
Jurnal Penelitian Pendidikan Vol. 42 No. 2 (2025): October 2025
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/jpp.v42i2.34772

Abstract

This study maps the scholarly landscape of civic literacy through an integrated systematic review and bibliometric analysis. Using Scopus (search date: September, 16, 2025; coverage 1980–2025), we screened records via PRISMA and analyzed the final corpus with VOSviewer to identify publication trends, collaboration networks, and keyword co-occurrences. Results show a pronounced growth of civic literacy publications since the late 2000s, with the United States as the dominant contributor and Indonesia emerging as a notable node. Co-occurrence analysis reveals four interconnected clusters: (1) schooling and digital engagement (citizenship education, social media, misinformation); (2) democratic concerns and global issues; (3) public health and gender; and (4) creative/arts-based education. Collaboration networks remain relatively sparse, indicating opportunities to strengthen cross-national partnerships and diversify methodological approaches. The review highlights civic literacy as a transdisciplinary construct that links political knowledge, digital/media competencies, and participatory practices, and underscores the implications for curriculum design, teacher education, and policy, particullary the integration of digital literacy to meet the challenges of Society 5.0. We conclude that future research should deepen interdisciplinary integration, expand international collaboration, and develop context-responsive models for civic literacy in schools and communities.
Liminal legality and delayed citizenship: The identity crisis of Indonesian migrant children in Sabah and Sarawak Arpannudin, Iqbal; Dewantara, Jagad Aditya
Jurnal Civics: Media Kajian Kewarganegaraan Vol. 22 No. 2 (2025)
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/jc.v22i2.89429

Abstract

This article explores statelessness as a multidimensional problem that directly impacts access to education and civic identity, particularly in Asia and Europe. Around 10 million people worldwide are stateless, deprived of basic rights such as education, health and employment due to the absence of legal documents. In Malaysia, thousands of children from migrant communities and ethnic minorities such as the Rohingya and Filipinos in Sabah lack access to national schools and public services due to their legal status. Meanwhile, in Europe, historical legacies such as the breakup of the Soviet Union and structural discrimination mean that many children from groups such as the Roma are born stateless and excluded from the education system. This article highlights that formal policies, such as "Zero Reject", are not enough without political alignment and effective identification mechanisms. Through human rights-based approaches and cross-sectoral cooperation, the elimination of statelessness should be a priority agenda in global citizenship and education policies. This will not only guarantee individual rights, but also build the foundations of an inclusive, just and civilised society.
IMPLEMENTASI NILAI SOSIAL UKHUWAH ISLAMIAH DI PONDOK PESANTREN Arpannudin, Iqbal
Humanika: Kajian Ilmiah Mata Kuliah Umum Vol. 16 No. 1 (2016): Humanika: Kajian Ilmiah Mata Kuliah Umum
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/hum.v16i1.12069

Abstract

Pondok pesantren sebagai lembaga pendidikan dapat dijadikan sebagai sebuah model pengembangan konsep-konsep civics dalam rangka memenuhi life skill warga negara. Sebagian besar aktifitas di pondok pesantren adalah membangun kehidupan santri insan kamil yang mempunyai ketangguhan iman dan kemampuan beramal soleh yang membentuk nilai-nilai perilaku (behavioural values). Pengembangan nilai-nilai perilaku dalam pembentukan individu insan kamil sejalan dengan pengembangan struktur nilai dasar spiritual sebagai pengakuan terhadap martabat manusia (human dignity) yang memunculkan nilai tanggung jawab sosial sebagai bagian dari nilai sosial. Di dalam komunitas pesantren tanggung jawab sosial didasari oleh nilai spiritual yang terkandung dalam konsep ukhuwah islamiah.
Dinamika Kewarganegaraan Liberal: Tantangan Global dan Masa Depan Hak Asasi Manusia Ramadhan, Abhi Rachma; Nuriyani, Riska; Arpannudin, Iqbal; Putra, Muhammad Lathief Dwi; Adnin, Ismi
Ideas: Jurnal Pendidikan, Sosial dan Budaya Vol 10 No 1 (2024): Ideas: Pendidikan, Sosial, dan Budaya (Februari)
Publisher : Ideas Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32884/ideas.v10i1.1589

Abstract

In the context of the era of globalization, liberal citizenship has become a major focus, influencing global politics and human rights. This research explores the role of the state, citizen participation, and the protection of individual rights, identifying obstacles to the implementation of the concept of liberal citizenship. Through content analysis methods and literature meta-analysis, this research explains the dynamics of liberal citizenship with a focus on Indonesia, revealing the complexity of the relationship between individual freedom and state responsibility. The research findings highlight political, cultural, and economic barriers to achieving ideal liberal citizenship. The implications show the need for careful regulations regarding technology adoption, improving law enforcement, and protecting human rights to create an inclusive and responsive society to global change.
Strategi Penguatan Nasionalisme Perbatasan Indonesia Murdiono, Mukhamad; Suyato, Suyato; Arpannudin, Iqbal
JPK (Jurnal Pancasila dan Kewarganegaraan) Vol 5 No 2 (2020): Juli
Publisher : Universitas Muhammadiyah Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24269/jpk.v5i2.2747

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan strategi penguatan nasionalisme yang dilakukan oleh guru Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (PPKn), faktor pendukung dan faktor penghambat dalam penguatan nilai nasionalisme generasi muda di daerah perbatasan Indonesia. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Subjek penelitian adalah para guru PPKn yang mengikuti program sarjana mendidik di daerah terdepan, terluar, dan tertinggal di wilayah Indonesia. Pengumpulan data menggunakan teknik wawancara mendalam dan dokumentasi. Data dianalisis dengan teknik analisis induktif. Langkah-langkah analisis data yang dilakukan meliputi: reduksi data, kategorisasi, display data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi penguatan nasionalisme yang dilakukan oleh guru PPKn yakni melalui pendekatan budaya dan psikologis dengan pembiasaan dan keteladanan dalam pembelajaran. Faktor-faktor yang mendukung antara lain kemauan peserta didik yang kuat, sinergi sekolah dan pemerintah, dan kehadiran Tentara Nasional Indonesia. Sementara faktor penghambat antara lain: keterbatasan akses informasi sumber belajar mengenai nasionalisme, letak geografis, dan adat istiadat.The strategy to Strengthen Indonesian Border Nationalism. This study aims to describe the strategy of strengthening nationalism carried out by Pancasila and Citizenship Education (PPKn) teachers, supporting factors and inhibiting factors in strengthening the value of young generation's nationalism in Indonesia's border regions. This research is a descriptive study with a qualitative approach. Research subjects were PPKn teachers who took part in educating undergraduate programs in the foremost, outermost, and disadvantaged regions in the Indonesian region. Data collection uses in-depth interview techniques and documentation. Data were analyzed by inductive analysis techniques. The steps of data analysis include: data reduction, categorization, data display, and drawing conclusions. The results showed that the strategy of strengthening nationalism carried out by PPKn teachers was through cultural and psychological approaches with habituation and exemplary learning. Supporting factors include a strong student will, school and government synergy, and the presence of the Indonesian National Army. While the inhibiting factors include: limited access to information about learning resources about nationalism, geographical location, and local wisdom.