Claim Missing Document
Check
Articles

Found 37 Documents
Search

Strategi Kolaborasi Guru-Orang Tua melalui Gerak dan Lagu untuk Regulasi Emosi Anak Usia 2-3 Tahun Mariyolin Grace Hande; Heny Djoehaeni; Asep Deni Gustiana
PAUDIA: Jurnal Penelitian dalam Bidang Pendidikan Anak Usia Dini Vol 15 No 2 Periode Maret-Mei 2026
Publisher : Pendidikan Guru PAUD Universitas Persatuan Guru Republik Indonesia Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/paudia.v15i2.3257

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis strategi guru dalam membangun kolaborasi dengan orang tua melalui kegiatan gerak dan lagu untuk mendukung perkembangan regulasi emosi anak usia 2-3 tahun di kelas Batita Sekolah Minggu. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan melibatkan tiga guru dan lima belas orang tua melalui observasi partisipatif, wawancara mendalam, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru merancang kegiatan gerak dan lagu secara sistematis melalui pemilihan lagu sederhana dan repetitif, penyesuaian tempo dan dinamika, pemberian model gerakan, serta kesempatan tampil bagi anak. Kolaborasi guru dan orang tua terbangun melalui komunikasi rutin dan keterlibatan langsung dalam kegiatan. Praktik ini menunjukkan kontribusi terhadap perkembangan regulasi emosi anak yang ditandai dengan meningkatnya kemampuan menenangkan diri, mengikuti aturan sederhana, menunggu giliran, serta menunjukkan kepercayaan diri dalam aktivitas kelompok. Penelitian ini menunjukkan bahwa kegiatan gerak dan lagu yang melibatkan kolaborasi guru dan orang tua memiliki potensi sebagai strategi pedagogis kontekstual dalam mendukung pembelajaran sosial-emosional anak usia dini pada lingkungan pendidikan nonformal berbasis komunitas.
Tantangan Implementasi Green Curriculum di PAUD: Analisis Pemahaman Guru tentang Perubahan Iklim Tiara Lisania Sidqia; Heny Djoehaeni; Rudiyanto Rudiyanto
Aulad: Journal on Early Childhood Vol. 9 No. 2 (2026): Maret-Agustus 2026
Publisher : Perkumpulan Pengelola Jurnal PAUD Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/aulad.v9i2.1605

Abstract

Green curriculum sebagai bagian dari education for sustainable development penting diterapkan sejak pendidikan anak usia dini untuk menumbuhkan kesadaran lingkungan dan pemahaman terkait perubahan iklim. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tantangan implementasi green curriculum pada dan pemahaman guru terhadap perubahan iklim. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus. Data dikumpulkan melalui wawancara semi-terstruktur kepada tiga orang guru PAUD dan dianalisis menggunakan analisis tematik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tantangan utama meliputi pemahaman konsep iklim yang masih berkembang, kesulitan dalam menyederhanakan bahasa sesuai tahap perkembangan anak, serta keterbatasan sumber belajar dan media pembelajaran. Meskipun demikian, guru telah menunjukkan upaya melalui penggunaan pendekatan konkret, kontekstual, serta pemanfaatan media yang tersedia di lingkungan sekitar. Temuan ini menunjukkan perlunya penguatan pemahaman konseptual guru, pengembangan media pembelajaran, dan penyediaan panduan implementasi green curriculum yang kontekstual.
Early Childhood Education Teachers’ Perceptions of 21 st Century Learning: Between Concept and Practice Mariyolin Grace Hande; Yeni Rachmawati; Heny Djoehaeni
Aulad: Journal on Early Childhood Vol. 9 No. 2 (2026): Maret-Agustus 2026
Publisher : Perkumpulan Pengelola Jurnal PAUD Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/aulad.v9i2.1664

Abstract

21st century learning has become a central demand in early childhood education (ECE), particularly following the implementation of the Kurikulum Merdeka, which emphasizes meaningful learning and holistic competency development. Previous studies have predominantly focused on quantitative measures of teacher readiness, offering limited insight into how teachers interpret and enact 21st century learning in daily practice. This study aims to explore ECE teachers’ perceptions and the contextual factors influencing their pedagogical decision-making. This study employed a descriptive phenomenological approach, with data collected through in-depth interviews with eight teachers from four private ECE institutions in Bandung. The data were analyzed using thematic analysis. Findings indicate a gap between conceptual understanding and practice, with teachers' understanding shaped more by teaching experience than by formal theoretical frameworks. Nevertheless, their learning practices reflected the integration of 21st-century skills. The findings also revealed tensions between normative demands and contextual realities and demonstrated how teachers translate 21st-century learning demands into practice under academic pressures and institutional constraints.  
Analysis Skills of Early Childhood in The Implementation of Creative Dance Wedcforting Dhea Ardiyanti; Leli Kurniawati; Heny Djoehaeni
Indonesian Journal of Early Childhood Education Studies Vol. 13 No. 1 (2024): June 2024
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/ijeces.v13i1.13729

Abstract

This study aims to reveal analytical skills of early childhood as an indicator of critical thinking skills in the implementation of WEDCFORTING creative dance learning. This research is based on optimizing critical thinking skills in children from an early age through fun learning activities. The method used in this research is descriptive qualitative method so that everything that happens in the field can be described in detail. The research activity was carried out by involving 13 young children at one of the kindergarten institutions in Purwakarta Regency. The results of the research show that children get the opportunity to explore ideas and ideas into a series of dance movements. This shows that analytical skills as an indicator of children's critical thinking abilities are well optimized in the implementation of WEDCFORTING creative dance learning. Thus, WEDCFORTING creative dance learning can be used as a reference in implementing dance learning in early childhood as an effort to optimize critical thinking abilities.
Pengembangan Buku Cerita Growth Mindset: Analisis Kebutuhan Guru di PAUD Haira Haira; Rudiyanto Rudiyanto; Heny Djoehaeni
Jurnal Obsesi : Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini Vol. 9 No. 6 (2025)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/obsesi.v9i6.7654

Abstract

Penanaman Growth Mindset krusial pada anak usia 4-6 tahun sebagai fondasi daya juang, yang meyakini kemampuan dapat berkembang melalui usaha. Anak PAUD masih menunjukkan gejala Fixed Mindset yang kuat, seperti frustrasi berlebih saat gagal dan menghindari tantangan. Selain itu, media yang ada seringkali kontraproduktif karena fokus pada pujian hasil (Product Praise). Penelitian ini melaporkan hasil Fase 1 (Prelimanary research) dari Educational Design Research (EDR), yakni melakukan analisis kebutuhan untuk merumuskan spesifikasi produk pengembangan buku cerita. Metodologi penelitian menggunakan studi kualitatif eksploratif. Data dikumpulkan melalui survey kebutuhan dan pedoman wawancara semi-terstruktur kepada tiga guru PAUD kemudian data dianalisis secara tematik. Hasil penelitian ini terlihat adanya urgensi kebutuhan buku cerita yang tidak hanya fokus pada Growth Mindset, tetapi juga mengintegrasikan konsep Neuroplastisitas secara imajinatif. Ditemukan pula bahwa guru membutuhkan Panduan Co-Reading untuk mendukung strategi scaffolding yang sudah mereka terapkan. Penelitian menyimpulkan bahwa spesifikasi produk yang paling dIbutuhkan adalah (1) buku cetak dengan ilustrasi dominan, dan (2) konsep Neuroplastisitas yang disajikan sebagai analogi visual kartun (otak sebagai otot), bukan gambar literal, agar sesuai tahap berpikir semi-konkret anak. Penelitian ini berkontribusi sebagai landasan empiris bagi pengembangan media pembelajaran inovatif yang efektif dalam memperkuat growth mindset anak usia dini.
Peran Komunikasi Efektif dalam Menstimulasi Perkembangan Bahasa Anak Usia Dini Siti Dewi Tresnawati; Yeni Rachmawati; Heny Djoehaeni
Murhum : Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini Vol. 6 No. 2 (2025): Desember
Publisher : Perkumpulan Pengelola Jurnal (PPJ) PAUD Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37985/murhum.v6i2.1574

Abstract

Perkembangan bahasa anak usia dini sangat dipengaruhi oleh kualitas komunikasi yang diterima anak dari lingkungan sekitarnya, baik di rumah maupun di Lembaga pendidikan. penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran komunikasi efektif dalam menstrimulasi perkembangan bahasa anak usia dini. Metode yang digunakan adalah metode Systematic Literature Review (SLR) dengan menelaah sebanyak 20 artikel ilmiah ditelusuri dari berbagai basis data terkemuka, dan setelah proses seleksi berdasarkan kriteria inklusi dan eksklusi, dipilih 10 artikel yang paling relevan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa komunikasi efektif berperan penting sebagai fondasi dalam membangun keterampilan berbahasa anak. Bentuk dan strategi komunikasi yang tepat, seperti komunikasi responsif, empatik, dan interaktif terbukti mampu memperkaya kosa kata dan kelancaran berbicara anak. Selain itu, dukungan sosial, kolaborasi antara orang tua dan guru, serta pemanfaatan teknologi menjadi faktor pendukung penting. Di sisi lain, ditemukan pula berbagai tantangan dan hambatan, seperti keterbatasan waktu orang tua, lingkungan yang kurang stimulatif, serta keterbatasan kompetensi guru dalam berkomunikasi. Simpulan dari kajian ini adalah bahwa komunikasi efektif merupakan instrumen utama dalam pengembangan bahasa anak usia dini dan perlu diintegrasikan secara konsisten dalam praktik pendidikan dan pengasuhan.
Implementation of Deep Learning–Based Instruction in the Farming Method to Optimize Young Children’s Naturalistic Intelligence Djoehaeni, Heny; Agustin, Mubiar; Gustiana, Asep Deni; Yulindrasari, Hani
IJORER : International Journal of Recent Educational Research Vol. 7 No. 3 (2026): May
Publisher : Faculty of Teacher Training and Education Muhammadiyah University of Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46245/ijorer.v7i3.1232

Abstract

Objective: This study aims to examine the effectiveness of the farming method based on deep learning in developing naturalistic intelligence among early childhood learners. Method: The research employed a Classroom Action Research (CAR) design conducted in one cycle with several learning activities such as planting water spinach, understanding the phenomenon of tsunamis, observing clouds, and studying the process of rainfall. Data were collected through systematic observations using indicators of interest, knowledge, skills, and environmental awareness. Results: The findings show a notable improvement in children’s naturalistic intelligence after the implementation of the method. Children who initially showed greater interest in artificial objects demonstrated increased engagement in farming activities, improved understanding of natural phenomena, and heightened empathy and environmental care. Novelty: This study highlights a unique integration of deep learning–based instruction within the farming method, where learning activities are deliberately structured to promote conceptual understanding, active meaning-making, reflection, and the application of knowledge, core principles of deep learning pedagogy. By aligning experiential farming activities with these instructional components, the approach goes beyond routine hands-on learning and supports children in connecting natural phenomena with prior knowledge, reasoning, and environmental values. This integration offers an innovative and theoretically grounded strategy to cultivate naturalistic intelligence in early childhood settings, providing a practical model for teachers seeking meaningful experiential learning that fosters cognitive depth and environmental awareness.